Anda di halaman 1dari 1

Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA Kelas X melalui

Group Investigation Berbantuan Instagram pada Materi Perubahan


Lingkungan
Khanifah1✉, Noor Aini Habibah1, Amin Retnoningsih2
1
Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
2
Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,Universitas Negeri Semarang,
Jalan Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Email: Khanifahaja7@gmail.com

Abstrak
Pembelajaran materi perubahan lingkungan mengharuskan siswa mencapai kompetensi dasar
menganalisis data perubahan lingkungan, penyebab perubahan lingkungan, dan dampak dari
perubahan-perubahan tersebut bagi kehidupan serta mengajukan gagasan pemecahan masalah
perubahan lingkungan sesuai konteks permasalahan lingkungan di daerahnya. Kompetensi
dasar tersebut menuntut kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar, serta korelasi
keterampilan berpikir kritis terhadap hasil belajar siswa pada materi perubahan lingkungan
melalui Group Investigation berbantuan Instagram. Desain penelitian yaitu pretesst-posttest
control group design. Peningkatan keterampilan berpikir kritis aspek menjelaskan penjelasan
sederhana dari pertemuan 1-2 dan pertemuan 2-3 berturut-turut kelas eksperimen 11% dan
4%, sedangkan kelas kontrol berturut-turut 4% dan 12%. Pada aspek membangun
keterampilan dasar untuk kelas eksperimen 12% dan 2%, sedangkan kelas kontrol -1% dan
17%. Peningkatan aspek memberikan kesimpulan untuk kelas eksperimen berturut-turut 11%
dan 3%, sedangkan kelas kontrol 7% dan 5%. Aspek memberikan penjelasan lanjut kelas
eksperimen berturut-turut 3% dan 3%, sedangkan kelas kontrol 7% dan -5% . Peningkatan
aspek membangun strategi atau taktik untuk kelas eksperimen berturut-turut 16% dan 7%,
sedangkan kelas kontrol 8% dan 3%. Selain itu, peningkatan hasil belajar kognitif siswa
sebesar 0.7 ( tinggi) untuk kelas eksperimen dan 0.6 (sedang) untuk kelas kontrol. Korelasi
keterampilan berpikir kritis terhadap hasil belajar kognitif sebesar 0,78 (tinggi), hasil belajar
afektif 0,15 (sangat rendah), dan hasil belajar psikomotor sebesar 0,10 (sangat rendah).
Keterlaksanaan pembelajaran dengan model Group Investigation berbantuan Instagram pada
materi perubahan lingkungan selama tiga pertemuan sebesar 87%. Kemampuan berpikir
kritis dan hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol karena
pembelajaran pada kelas kontrol melatih siswa untuk observasi, investigasi, melakukan
literasi, dan kerjasama. Sedangkan angket tanggapan siswa pada pembelajaran menunjukan
respon 47% siswa tertarik dan 43% siswa tertarik, serta 9% siswa cukup tertarik dengan
proses pembelajaran. Selain itu, berdasarkan hasil wawancara, guru menunjukan respon
positif terkait pelaksanaan pembelajaran.
Kata kunci : Keterampilan Berpikir Kritis, Group Investigation, Instagram, Perubahan
Lingkungan