Anda di halaman 1dari 7

Pemeriksaan Inspeksi Skapula

Inspeksi :
a. Anterior :

Secara keseluruhan dilihat kontur dari regio bahu


adakah: pembengkakan, perubahan kulit (scar,
inflamasi), wasting otot dan deformitas.

Pada inspeksi dari anterior: dilihat adanya penonjolan


Sternoclavicular joint (A), fraktur klavikula (B),
subluksasi Acromioclavicularjoint (C), wasting m.
deltoideus (D) (lihat gambar).

b. Lateral

Dilihat adakah wasting otot pada regio deltoid, perubahan


kulit (inflamasi, sikatriks).

c. Posterior :

Dilihat kontur regio bahu, adanya perubahan kulit,


wasting otot-otot (trapezius, deltoideus, supraspinatus,
infraspinatus, lattisimus dorsi), prominent scapula,
winging skapula .
Prominen Skapula

Winging scapula

winging scapula akibat kelemahan otot serratus anterior (medial border lifting off the
posterior thoracic wall)

Winging scapula akiibat kelemahan otot trapezius (lateral displacement of the scapula with
the superior angle more lateral to the midline than the inferior angle)
Inspeksi Fleksi dan Ekstensi punggung
a. Fleksi anterior :
Normal pada pasien non obese fleksi dapat sampai menyentuh di bawah lutut sampai 7 cm
dari lantai.

Gambar Fleksi anterior vertebra thorakalis dan lumbalis


b. Ekstensi : normal 30o
c. Fleksi lateral dekstra/ sinistra : normal (30-40o)
d. Rotasi dekstra/ sinistra : normal 40-45o

Ekstensi Fleksi Lateral Rotasi

Tes Khusus
Plumb line Test (pada processus spinosus C7,
dengan menggunakan tali bandul untuk
mengetahui keseimbangan tulang belakang
dengan mengukur kesegarisan T1 - S1)
Penilaian Fleksi Lumbar
Schober test
- Buat titik di daerah vertebra lumbal 5. Lalu berikan titik berjarak 10 cm diatas titik pertama
dan 5cm dibawah titik pertama.
- Pasien diminta membungkuk ke depan (fleksi anterior).
- Ukur penambahan jarak kedua titik tersebut normal >5cm

Schober’s Test

Penilaian Fleksi dan Ekstensi, adduksi, abduksi dan rotasi Panggul


Penilaian ini dilakukan untuk melihat fleksibilitas sendi panggul. Tujuannya adalah menilai
kelenturan sendi panggul menggunakan Goniometer

ekstensi panggul normal : (5-10o) fleksi panggul 135-140o


Hip Abduksi 0-45o Hip Adduksi 0-30o

Rotasi Internal Panggul 0-35o Rotasi Eksternal Panggul 0-45o

Pemeriksaan Atrofi Otot

a. Pemeriksaan atrofi otot

Otot atrofi atau tidak dapat dinilai dengan cara:

- Membandingkan dengan ukuran otot pada sisi kontralateralnya

- Mengukur lingkaran anggota yang atropi dan dibandingkan dengan anggota sebelahnya

b. Tonus otot diperiksa biasanya pada otot-otot ekstremitas dimana posisi ekstremitas tersebut
harus posisi relaksasi. Pemeriksaan dengan cara perabaan dan dibandingkan dengan otot pada
sisi lateral tubuh penderita, atau otot lainnya. Dapat juga dibandingkan dengan otot pemeriksa
yang tonusnya normal

Yang paling sering adalah memeriksa tonus otot –otot femur pada lesi medula spinalis

Macam-macam kekuatan otot:

- Eutonus : tonus normal


- Hipertonus: tonus meninggi

- Hipotonus : tonus melemah

c. Pemeriksaan Kekuatan Otot

Otot yang atrofi biasanya mengalami penurunan kekuatan otot dibandingkan otot yang sehat.
Penilaian kekuatan otot dapat dilakukan dengan menggunakan Manual Muscle Test (MMT)
Sumber
Anonim. 2016. Modul Muskuloskeletal 2016. Diakses dari:
http://www.skillslab.fk.uns.ac.id/wp content/uploads/2016/08/MUSKULOSKELETAL-
2016.pdf

Martin, Ryan M., dan David E. Fish. “Scapular Winging: Anatomical Review, Diagnosis, and
Treatments.” Current Reviews in Musculoskeletal Medicine 1.1 (2008): 1–11. PMC. Web. 8
Feb. 2018.

Universitas Andalas. 2011. Buku Panduan Manual Skill Sistem Muskuloskeletal. Diakses
dari: http://www.repository.unand.ac.id/14266/2/MANUAL_SKILLS_LAB_ORTHO.pdf

Clinical assessment of scapula. Diakses dari: http://proactive-


physiotherapy.com/2017/08/21/clinical-assessment-of-scapula/