Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PADA PASIEN KELUARGA DENGAN DIABETES MELLITUS

Dosen Pembimbing :
Dr. Jujuk Proboningsih, SKp,M.Kes

Disusun oleh :
Retno Dwi Jayanti P27820117042
Syaiful Hidayat P27820117047
Fatkhiyatur Rahma P27820117053
Ika Safitri R P27820117055
Sindya Lestari A P27820117057
Rusydianti M P27820117060
Tyas Irwin Indriana P27820117061
Icha Anggi S P27820117063
Mulik Nur Aini P27820117075

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA


JURUSAN KEPERAWATAN
PRODI DIII KEPERAWATAN SOETOMO
TAHUN AKADEMIK 2018/2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Bidang Studi : Promosi Kesehatan


Pokok Bahasan : Penyakit yang Sering Terjadi di Masyarakat
Sub Pokok Bahasan : Diabetes Mellitus
Sasaran : Masyarakat di Desa Pacar Keling Kecamatan
Tambaksari, Surabaya
Tempat : Di Balai Desa, Desa Pacar Keling Kecamatan
Tambaksari Surabaya
Hari / Tanggal : Kamis / 4 November 2018
Waktu : 60 menit / hari
Penyuluh : Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Surabaya Prodi D-III
Keperawatan Soetomo

1. Topik
Diabetes Mellitus
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti pembelajaran diharapkan peserta mampu:
a. Menjelaskan tentang pengertian Diabetes Mellitus
b. Mejelaskan penyebab Diabetes Mellitus
c. Menjelaskan nilai normal kadar gula
d. Menjelaskan tanda dan gejala Diabetes Mellitus
e. Menjelaskan diet pada Diabetes Mellitus
f. Menjelaskan pencegahan dan pengobata Diabetes Mellitus
g. Mengajarkan perawatan luka pada penderita Diabetes Mellitus
3. Kriteria Hasil
1. Evaluasi Struktur: semua anggota keluarga hadir dalam acara penyuluhan
2. Evaluasi Proses:
a) Peserta atau keluarga bersedia dirumah sesuai dengan kontrak waktu yang
ditentukan
b) Anggota keluarga antusias untuk bertanya tentang hal-hal yang tidak
siketahuinya
c) Anggota keluarga menjawab semua pertanyaan yang telah diberikan
3. Mahasiswa
a) Dapat memfasilitasi jalannya penyuluhan
b) Dapat menjalankan perananya sesuai dengan tugas
4. Evaluasi Hasil
a) Kegiatan penyuluhan berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan
b) Adanya kesepakatan antara keluarga dengan perawat dalam melaksanakan
implementasi keperawatan selanjutnya.
c) Klien dan keluarga memahami tentang materi yang diberikan serta mampu
menerpkannya.
4. Metode
Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah:
a. Ceramah
b. Tanya jawab
5. Media
Adapun media yang digunakan adalah
a. Pamflet

b. Power Point
6. Sasaran
Satu keluarga di Desa Pacar Kesing Kecamatan Tambaksari Surabaya.
7. Materi
Materi terlampir.
8. Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan
Waktu
Pemateri Klien
1. Mengucapkan salam 1. Menjawab salam
Pembukaan 2. Memperkenalkan diri 2. Memperhatikan
(5 menit) 3. Menjelaskan judul materi dan 3. Memperhatikan
tujuan yang ingin dicapai.
1. Menjelaskan tentang 1. Mendengarkan dan
pengertian Diabetes Mellitus memperhatikan
2. Menjelaskan Penyebab 2. Mendengarkan
Diabetes Mellitus penjelasan
3. Mennjelaskan tanda dan 3. Mendengarkan
gejala Diabetes Mellitus penjelasan
Penyampaian 4. Menjelaskan komplikasi 4. Mendengarkan
materi Diabtes Melitus penjelasan
(40 menit) 5. Menjelaskan jenis-jenis
Diabetes Mellitus
6. Menjelaskan pengendalian
Diabetes Mellitus
7. Menjelaskan diet pada
Diabetes Mellitus

1. Memberi kesempatan 1. Bertanya


klien untuk bertanya 2. Menjawab pertanyaan
seputa Diabetes Mellitus yang diberikan
Penutup
yang mungkin masih 3. Menjawab salam
(15 menit)
belum memahami
2. Mengevaluasi
keseluruhan mengenai
materi yang telah
disampaikan beserta
pengelolaan Diabetes
Mellitus
3. Penutup dan mengucapkan
salam

9. Evaluasi
1) Evaluasi Struktur
a. Semua keluarga klien hadir dan ikut serta dalam kegiatan penyuluhan
b. Penyelenggaraan dilakukan
c. Pengoganisasian dilakukan di ruang
2) Evaluasi Proses
a. Keluarga klien antusias terhadap penyuluhan
b. Keluarga klien tidak meninggalkan tempat sebelum penyuluhan selesai
c. Keluarga klien terlibat aktif dalam kegiatan penyuluhan
3) Evaluasi Hasil
a. Klien dan keluarga mampu menjawab pertanyaan pemateri tentang
pengertian Diabetes Mellitus
b. Klien dan keluarga mampu menjelaskan penyebab dari Diabetes Mellitus
c. Klien dan keuarga mengetahui dan bisa menjelaskan tanda dan gejala
Diabetes Mellitus
d. Klien dan keluarga mampu menjawab pertanyaan tentang komplikasi
Diabetes Mellitus
e. Klien dan keluarga sudah mulai menerapkan hasil pengelolaan yang
diberikan dalam kehidupan sehari-hari Diabetes Mellitus.
Lampiran Materi
DIABETES MELLITUS (DM)

1. Pengertian Diabetes Mellitus


Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau
penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan
peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem
metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi
hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh.

2. Penyebab terjadinya Diabetes Mellitus


Faktor penyebab diabetes mellitus:
a. Faktor keturunan
b. Gaya hidup
c. Obesitas/ kegemukan
d. Penuaan
e. Infeksi

3. Kadar Gula Normal


Normalnya kadar gula dalam darah berkisar antara 70-150 mg/dL
{millimoles/liter (satuan unit United Kingdom)} atau 4-8 mmol/l
{milligrams/deciliter (satuan unit United State)}, dimana 1 mmol/l = 18 mg/dl. Kadar
gula dapat terjadi peningkatan setelah makan dan mengalami penurunan diwaktu pagi
hari bangun tidur. Seseorang dikatakan mengalami hyperglycemia apabila kadar gula
dalam darah jauh diatas nilai normal, sedangkan hypoglycemia adalah suatu kondisi
dimana seseorang mengalami penurunan nilai gula dalam darah dibawah normal.
Diagnosa Diabetes dapat ditegakkan jika hasil pemeriksaan gula darah puasa
mencapai level 126 mg/dl atau bahkan lebih, dan pemeriksaan gula darah 2 jam
setelah puasa (minimal 8 jam) mencapai level 180 mg/dl. Sedangkan pemeriksaan
gula darah yang dilakukan secara random (sewaktu) dapat membantu diagnosa
diabetes jika nilai kadar gula darah mencapai level antara 140 mg/dL dan 200 mg/dL,
terlebih lagi bila dia atas 200 mg/dl.

4. Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus


Penderita kencing manis umumnya menampakkan tanda dan gejala dibawah ini
meskipun tidak semua dialami oleh penderita :
1) Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)
2) Sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)
3) Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)
4) Frekuensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)
5) Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya
6) Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & kaki
7) Cepat lelah dan lemah setiap waktu
8) Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba
9) Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya
10) Mudah terkena infeksi terutama pada kulit.

5. Pencegahan dan Pengobatan Diabetes Mellitus


a. Pencegahan Penyakit Diabetes Mellitus
 Istirahat yang cukup
 Pola makan yang benar
 Perbanyak mengkonsumsi buah dan sayur
 Rutin olahraga
 Hindari stress
 Kurangi alkohol dan merokok
 Hentikan konsumsi minuman bergula
 Ganti cemilan dengan kacang-kacangan
 Cek gula darah secara rutin
 Konsumsi minuman sehat sebagai alternative pengganti makanan
b. Pengobatan Penyakit Diabetes Mellitus
 Penderita diabetes 1 umunya menjalani pengobatan terapi insulin yang
berkesinambungan, selain itu dengan berolahraga secukupnya serta
melakukan pengontrolan menu makanan (diet).
 Pada penderita diabetes tipe 2, penatalaksanaan pengobatan dan
penanganan difokuskan pada gaya hidup dan aktivitas fisik.
Pengontrola nilai kadar gula dalam darah adalah menjadi kunci
pengobatan, yaitu dengan mengurangi berat badan, diet, dan
berolahraga. Jika hal ini tidak mencapai hasil yang diharapkan, maka
pemberian obat tablet akan diperlukan. Bahkan pemberian suntikan
insulin turut diperlukan apabila tablet tidak mengatasi pengontrolan
kadar gula darah.

6. Perawatan Luka Pada Penderita Diabetes Mellitus


a. Mencuci luka diabetes : sangat direkomendasikan untuk menggunakan
NaCl 0,9%.
b. Mengankat jaringan mati : berupa nanah, cairan, ataupun jaringan yang
mengering.
c. Memberi balutan : menggunakan kassa steril sebagai penutup luka.
d. Menjaga kelembapan luka : perawatan luka diabtes dianjurkan lembap,
tidak terlalu basah dan tidak telalu kering. Menjaga kelembapan dilakukan
dengan cara mengatur wajtu penggantian balutan dan perawatan lukan.
Balutan dapat diganti 1-2 hari sekali. Hindarkan luka dari air selama proses
perawatan dan segera mengganti balutan jika balutan tampak rembes dan
kotor.
e. Pencegahan infeksi : dilakukan dengan cara menjaga kebersihan luka,
menutup luak dengan kassa steril, menjaga alat steril, mencuci tangan
sebelum melakukan tindakan serta tidak terkena air atauoun kotor.
f. Pemenuhan nutrisi : dianjurkan untuk mengkonsumsi protein seperti putih
telur, susu, daging, dan lain-lain.
Tahapan Perawatan Luka Diabetes Mellitus
1. Cuci tangan
2. Cuci luka dengan kassa yang telah diberi NaCl 0,9%
3. Keribgkan luak dengan kassa steril
4. Jika luka masih basah, kompres luka dengan kassa yang telah diberi NaCl
0,9%
5. Setelah berih, berikan obat luka diabetes berupa balutan modern, salep luka
dan lain-lain sesuai dengan kondisi luka dan kategori luka
6. Tutup luka dengan dikompres kassa yang diberi NaCl 0,9% 1 lapis ditambah
dengan kassa kering diatasnya
7. Plester (Plester tidak terlalu ketat atau longgar)
8. Cuci tangan

7. Diet pada Diabetes Mellitus


Diet pada DM yaitu, tinggi karbohidrat, tinggi serat, rendah lemak, rendah protein.
 Pemberian diit pada DM dengan memperhatikan prinsip 3 J yaitu:
a. Jenis bahan Makanan
b. Jadwal makanan
c. Jumlah makanan
 Tujuan Pemberian Diet pada DM:
a. Mempertahankan kadar gula agar normal
b. Mempertahankan BB yang seimbang
c. Mencegah Komplikasi akut dan kronik
 Makanan yang harus dihindari
Gula, susu, madu

 Makanan yang mengandung karbohidrat yang boleh dimakan


Nasi, kentang, roti, singkong
 Bahan makanan yang mengandung protein hewani yang boleh dimakan
Ikan segar, ayam, telur ayam, udang
 Bahan makanan yang mengandung protein nabati yang boleh dimakan
Tahu, tempe, kacang tanah, kacang hijau, kacang merah
 Sayuran yang bebas dimakan
Kangkung, tomat, terong, ketimun, kol, sawi, gambas
 Sayuran yang boleh dimakan tapi dibatasi
Buncis, daun singkong, kacang panjang, kembang Kol, bayam
 Buah yang bebas dimakan tanpa dibatasi
Jambu air, jambu biji, pepaya
 Buah yang boleh dimakan tapi dibatasi
Pisang (kecuali pisang ambon dan pisang hijau), jeruk, mangga, nanas
 Buah yang tidak boleh dimakan, seperti
Nangka, durian, sawo, lecy, apel merah