Anda di halaman 1dari 21

RAHASIA

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


DAERAH JAWA BARAT
RESOR KOTA CIMAHI
Jl. Raya Cibabat No 333 Cimahi
No. Pol. : R / Kirka / / XII / 2006 / Intelkam

PERKIRAAN KEADAAN INTELIJEN KEPOLISIAN


RESOR KOTA CIMAHI TAHUN 2007

I. PENDAHULUAN

A. Umum

1. Wilayah Kabupaten Bandung dan kota Cimahi merupakan jalur


penyangga yang menghubungkan ibukota negara dan ibukota
propinsi Jawa Barat senantiasa akan terkena dampak setiap
perkembangan yang terjadi baik di ibukota negara maupun di
ibukota propinsi, khususnya wilayah Kota Bandung dan Kab.
Bandung serta Kota Cimahi.

2. Perkembangan yang cukup pesat dibidang industri terutama


industri tekstil di wilayah Kabupaten Bandung dan kota Cimahi
banyak memberikan pengaruh terhadap keadaan
IPOLEKSOSBUD HANKAM, disamping mendukung Pendapatan
Asli Daerah (PAD) yang cukup besar juga dapat meningkatkan
taraf kehidupan masyarakat, membuka lapangan pekerjaan dan
menyerap tenaga kerja yang cukup banyak, kondisi demikian
tentunya sangat menguntungkan bagi perkembangan
pembangunan nasional, namun disisi lain dapat menimbulkan
beberapa kerawanan dalam kehidupan masyarakat.

3. Sejak bergulirnya era reformasi tatanan kehidupan masyarakat


maupun pemerintahan mengalami perubahan disegala bidang
dan yang cukup besar pengaruhnya adalah perubahan di bidang
ekonomi, dengan ditandai terjadinya krisis moneter dilanjutkan
krisis ekonomi, tentunya berdampak pada melemahnya segala
aktifitas kehidupan masyarakat, banyak para pengusaha yang
pailit sehingga terjadi efisiensi tenaga kerja, akibatnya banyak
tenaga kerja yang di-PHK baik dilingkungan buruh pabrik
maupun diberbagai lembaga profesi lainya, kondisi demikian
apabila berlangsung lama dikhawatirkan akan terjadi hal-hal
yang dapat merugikan masyarakat dan negara.

4. Pemerintah bersama dengan DPR mempunyai beban dan


tanggungjawab yang besar untuk melakukan perubahan
diberbagai sektor kehidupan masyarakat Indonesia, rakyat

/ Indonesia …..
RAHASIA
RAHASIA
2

Indonesia sangat menunggu perubahan tersebut agar dapat


secepatnya terlepas dari krisis multidimensional yang sekian
lama telah mereka alami. Apabila perubahan yang diharapkan
tidak kunjung tiba hal ini dapat menjadi bumerang bagi
pemerintah dan akan semakin memperburuk situasi nasional
secara keseluruhan.

5. Berkaitan dengan hal tersebut diatas, akan timbul banyak sekali


persoalan-persoalan yang dapat menggoyahkan stabilitas
nasional dan dapat menjatuhkan kewibawaan pemerintah seperti
bermunculannya provokator-provokator yang memicu terjadinya
kerusuhan-kerusuhan di berbagai daerah ditanah air.

6. Dampak yang diperkirakan akan muncul pada tahun 2007 adalah


meningkatnya kriminalitas disamping faktor lainnya seperti
kondisi politik yang masih belum stabil serta persiapan Pilkada
Kota Cimahi pada bulan September 2007, sektor perekonomian
yang masih belum pulih dari krisis, penegakan supremasi hukum
yang masih belum memenuhi harapan serta ancaman terorisme
karena jaringannya belum dapat terungkap seluruhnya walaupun
salah seorang gembongnya yaitu DR. AZAHARI telah tewas.
Untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi
maka Polres Kota Cimahi beserta jajarannya proaktif terhadap
setiap perkembangan yang terjadi dengan mengedepankan
fungsi Babinkamtibmas dan deteksi dini.

B. Maksud dan Tujuan

Perkiraan Intel ini dibuat dengan maksud untuk memberikan gambaran


tentang situasi IPOLEKSOSBUDKAM wilayah kabupaten Bandung dan
kota Cimahi serta sebagai bahan informasi awal guna memperkirakan
kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dan sebagai bahan
masukan kepada pimpinan untuk mengambil langkah kebijaksanaan
lebih lanjut.

C. Ruang Lingkup dan Tata Urut

1. Ruang lingkup

Perkiraaan Intel ini memuat trend perkembangan situasi Kamtibmas


yang meliputi IPOLEKSOSBUD HANKAM serta segala bentuk
ancaman kerawanan sebagai pedoman penggelaran kekuatan
operasional dan pembinaan di jajaran Polres Kota Cimahi.

/ 2. Tata Urut…..
RAHASIA
RAHASIA
3

2. Tata Urut
a. PENDAHULUAN
b. PRA ANGGAPAN
c. PERKEMBANGAN LINGKUNGAN STRATEGIS
d. PERKIRAAN ANCAMAN TAHUN 2007
e. PENUTUP

D. Referensi
Penyusunan Perkiraan Intelijen ini dengan menggunakan metode
deskriptif analisis dengan mengambil bahan dari beberapa sumber /
referensi dan kepustakaan sebagai bentuk :
1. Dokumen Intelijen yang ada dan dapat dipertanggung jawabkan atas
kebenaran dan akurasi data yang dimuat.
2. Produk Intelijen periodik maupun insidentil selama periode 2006.
3. Data pada Bag Ops serta fungsi Kepolisian lainnya di jajaran Polres
Kota Cimahi.
4. Dinas / Instansi terkait.

II. PRA ANGGAPAN

A. Faktor geografi, demografi dan sumber daya alam wilayah


Indonesia cukup potensial dalam mendukung program pembangunan
nasional dan pemeliharaan kamtibmas yang dinamis, demikian juga
dengan yang terjadi di wilayah Kab. Bandung dan Kota Cimahi.
Eksploitasi besar-besaran yang dilakukan terhadap sumber daya alam
diberbagai wilayah Indonesia termasuk di Kab. Bandung dan Kota
Cimahi telah merusak ekosistem yang ada sehingga keseimbangan
alam menjadi terganggu yang pada akhirnya menimbulkan berbagai
bencana alam.

B. Bidang Ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan


keamanan mempunyai pengaruh yang sangat kuat dalam menciptakan
stabilitas kamtibmas yang kondusif. Adanya gangguan di salah satu
bidang akan mempengaruhi situasi kamtibmas secara keseluruhan
yang pada akhirnya akan menghambat proses pembangunan nasional
karena stabilitas kamtibmas yang dinamis merupakan prasyarat utama
keberhasilan proses pembangunan nasional dimaksud.

III. PERKEMBANGAN LINGKUNGAN STRATEGIS

C. Luar Negeri

1. Umum
Tidak dapat dipungkiri bahwa kebijaksanaan politik luar negeri
Indonesia yang bebas dan aktif belum dapat dilaksanakan

/ sepenuhnya …..
RAHASIA
RAHASIA
4

sepenuhnya oleh pemerintah Indonesia, dalam hal-hal tertentu


terutama kebijakan politik dan ekonomi pemerintah Indonesia sarat
dengan kepentingan politik dan ekonomi negara lain (negara
adidaya).

2. Situasi Internasional
Secara tidak langsung perkembangan situasi internasional
berpengaruh terhadap situasi regional, nasional maupun lokal,
sebagai contoh invasi Amerika Serikat ke Irak dan invasi Israel ke
Palestina telah menimbulkan aksi / gelombang protes di beberapa
wilayah di Indonesia, naik / turunnya nilai tukar dolar AS akibat
politik luar negeri yang diterapkan oleh Presiden George W. Bush
turut pula mempengaruhi perekonomian Indonesia secara umum.

3. Situasi Regional
Dalam konteks regional, peran Indonesia sebagai salah satu
negara pencetus berdirinya ASEAN cukup diperhitungkan. Secara
umum hubungan luar negeri Indonesia dengan negara-negara
ASEAN dan Australia cukup harmonis, namun dengan terjadinya
beberapa kali kasus terror bom / peledakan bom di Indonesia serta
masuknya Indonesia ke dalam daftar negara yang dicurigai sebagai
sarang teroris maka hubungan diplomatiK Indonesia dengan
Australia sempat memburuk, demikian juga pada kasus krisis
Ambalat dimana hubungan Indonesia dengan Malaysia sempat
tegang namun melalui upaya diplomasi hal tersebut dapat kembali
dinetralisir.

D. Dalam Negeri
1. Ancaman terhadap ideologi Pancasila sampai
saat ini masih ada baik dari golongan RAKA / RAKI maupun dari
golongan radikal lain. Ancaman potensial RAKI bahaya laten
Komunis dari kelompok eks G-30-S/PKI dan simpatisannya yang
pada masa Orde Baru tidak muncul dipermukaan namun di era
reformasi sekarang ini yang mengarah kepada kebebasan
mengemukakan pendapat / demokratisasi sering dimanfaatkan
oleh kelompok RAKI yang cenderung merongrong kewibawaan
pemerintah yang sah dengan mengatasnamakan kepentingan
rakyat. Hal ini memberi peluang dan keleluasaan untuk bergerak /
beraktivitas kepada kelompok tersebut melalui penciptaan
polarisasi kelas-kelas masyarakat. Aktivitas yang mereka lakukan
dengan cara membonceng / mendompleng kepada kelompok lain
akan tetapi membawa misi dan tujuan politik mereka.

2. Secara umum situasi politik di tingkat nasional


secara signifikan
/ mempunyai …..
RAHASIA
RAHASIA
5

mempunyai dampak yang cukup berarti di wilayah kabupaten


Bandung dan kota Cimahi. Adanya Undang-Undang No. 32 tahun
2004 tentang Otonomi Daerah memberikan kewenangan kepada
masing-masing daerah untuk memilih Gubernur / Bupati / Walikota
dalam bentuk penyelenggaraan Pilkada.

3. Kebijaksanaan pemerintah dibidang ekonomi


belum berhasil memulihkan kondisi perekonomian negara kita
sehingga pertumbuhan ekonomi masyarakat semakin tidak
merata, hal ini menimbulkan kesenjangan sosial / jurang pemisah
antara si kaya dan si miskin sehingga semakin memperbanyak
kelompok miskin kota yang mudah terprovokasi dan mudah
digerakkan oleh pihak-pihak tertentu.

4. Keadaan sosial masyarakat sekarang ini


terutama setelah terjadinya reformasi tahun 1998, cenderung
mengalami perubahan kearah masyarakat yang “out of control”,
masyarakat yang sudah tidak dapat dikendalikan baik oleh
peraturan hukum maupun oleh pemerintah. Gejala semacam ini
dilatarbelakangi oleh berbagai faktor, sehingga apabila tidak
segera diatasi akan berdampak bagi kehidupan berbangsa dan
bernegara karena pada akhirnya negara akan menjadi kacau
(chaos) dan situasi demikian akan dimanfaatkan sebaik-baiknya
oleh orang / kelompok yang tidak bertanggung jawab.

5. Situasi keamanan dalam negeri yang masih


belum cukup stabil berdampak cukup luas terhadap sektor
kehidupan lain seperti sektor ekonomi, politik dan sosial budaya.
Pemulihan situasi keamanan dalam negeri sesegera mungkin
untuk mendukung percepatan pembangunan nasional.

IV. PERKIRAAN ANCAMAN TAHUN 2007

A. Kecenderungan Lingkungan Strategis Dalam Negeri


1. Dalam era reformasi dan globalisasi sarat dengan berbagai
permasalahan yang cukup signifikan dan dapat dirasakan langsung
oleh msyarakat seperti melemahnya perekonomian diberbagai
sektor, belum terjaminnya stabilitas keamanan nasional, yang pada
akhirnya akan merembet ke aspek - aspek lain seperti meningkatnya
jumlah pengangguran, bertambahnya jumlah warga miskin,
bertambahnya jumlah anak putus sekolah, meningkatnya kasus
kriminalitas, dsb.
2. Bila melihat kebelakang beberapa tahun sejak terjadinya reformasi
/ tahun 1998 …..
RAHASIA
RAHASIA
6

tahun 1998 hingga sekarang banyak hal yang terjadi yaitu mulai dari
terjadinya krisis ekonomi dilanjutkan dengan terjadinya krisis
moneter begitupun diwarnai dengan terjadinya krisis hukum, politik
dan rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah,
semua itu merupakan proses mendasar yang perlu kita renungkan
dan pikirkan secara positif, namun tidak sedikit momentum demikian
justru oleh pihak – pihak tertentu dijadikan alat untuk mencapai
tujuannya, wujud nyata dari pemanfaatan situasi tersebut oleh pihak
– pihak tertentu antara lain cipta opini, sabotase, teror bom dan
peledakan bom, mobilisasi massa baik buruh, pelajar, mahasiswa,
miskin kota, PKL dan upaya disintegrasi bangsa semua itu tentunya
akan menjadi hambatan bagi pembangunan nasional kita.

3. Melihat secara khusus permasalahan-permasalahan yang


menyangkut IPOLEKSOSBUD dan KAM yang terjadi di Kabupaten
Bandung dan Kota Cimahi tidak lepas dari beberapa faktor
diantaranya yang signifikan adalah faktor manusia dan lingkungan,
secara umum di dua pemerintahan daerah yaitu Kabupaten
Bandung dan Kota Cimahi masyarakatnya masih tergolong
masyarakat petani, dengan menyempitnya areal pertanian
mengakibatkan terjadinya ketidak seimbangan dan alih profesi
namun hanya sedikit yang dapat berhasil, disamping itu pula dilihat
dari aspek pendidikan di dua pemerintahan terutama masyarakat
pesisian pada umumnya hanya mampu bersekolah sampai SD/SMP
dan hanya sedikit yang berkesempatan mengenyam pendidikan
tinggi, kondisi seperti ini akan mempengaruhi pola berpikir dan
bertindak, tidak sedikit warga masyarakat mudah terprovokasi dan
diadu dombakan oleh pihak-pihak tertentu.

B. Hakekat Ancaman

1. Faktor Korelatif Kriminogen

a. Bidang Ideologi

Ideologi Pancasila masih tetap diakui dan dianut oleh


masyarakat maupun organisasi politik sebagai pedoman hidup
bernegara dan bermasyarakat. Namun demikian ancaman
terhadap Pancasila masih tetap ada terutama dari golongan
radikal kiri (Raki) dan radikal kanan (Raka) maupun golongan
tidak puas lainnya yang ingin mengganti ideologi Pancasila
sebagai dasar negara kita, hal ini perlu diwaspadai dan dicermati
secara serius.
/ b. Bidang …..
RAHASIA
RAHASIA
7

b. Bidang Politik

Dinamika kehidupan politik di Indonesia sejak dimulainya era


reformasi telah mengalami 5 kali pergantian presiden dan
kehidupan politik menjadi tidak stabil. Hal ini memberikan
pengaruh yang cukup besar terhadap kehidupan sosial ekonomi
masyarakat. Keadaan demikian dimanfaatkan oleh pihak –pihak /
kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan politiknya.
Ancaman-ancaman dibidang politik yang perlu diwaspadai
diperkirakan muncul dari kelompok ekstrim lain diluar Raka dan
Raki namun belum dapat diidentifikasi secara jelas karena
kegiatan kelompok ekstrim ini mungkin juga ditunggangi oleh
kelompok Raka maupun kelompok Raki. Demikian juga pada
pelaksanaan Pilkada Kota Cimahi tahun 2007 serta
Pembentukan Kabupaten Bandung Barat, perlu diwaspadai
keberadaan kelompok-kelompok yang ingin memanfaatkan
situasi.

c. Bidang Ekonomi

Belum pulihnya kondisi perekonomian negara kita memberikan


dampak yang sangat luas pada hampir semua sektor kehidupan
masyarakat. Banyaknya perusahaan yang bangkrut dan juga
yang mengalihkan usahanya ke negara lain menunjukkan
indikator parahnya sektor perekonomian di Indonesia. Belum lagi
kebijaksanaan pemerintah dibidang moneter yang masih belum
dapat menerobos keterpurukan sistem ekonomi kita semakin
memperburuk situasi dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat
baik secara makro maupun secara mikro. Kondisi seperti ini
apabila tidak segera diatasi akan menimbulkan kerawanan-
kerawanan terutama dibidang kamtibmas pada tahun 2007
mendatang.

d. Bidang Sosial Budaya

Meningkatnya kasus kriminalitas terutama yang melibatkan anak-


anak usia sekolah (generasi muda) menunjukkan bahwa kontrol
sosial masyarakat kita cenderung mengalami penurunan.
Demikian juga dengan makin banyaknya anak-anak usia sekolah
dan anak muda pada umumnya yang mengkonsumsi narkoba
dan minuman keras sangat memprihatinkan bagi kelangsungan
pembangunan nasional kita karena yang banyak berperan dalam
kehidupan dan keberhasilan suatu bangsa adalah faktor generasi
muda bangsa tersebut. Faktor ini juga menjadi kerawanan dan
perhatian yang cukup serius untuk ditangani dan diantisipasi
pada tahun 2007 mendatang.
/ e. Bidang …..
RAHASIA
RAHASIA
8

e. Bidang Hankam

Dalam era reformasi dan era globalisasi yang notabene


merupakan keinginan masyarakat dalam rangka menegakkan
hukum dan mewujudkan masyarakat yang madani namun
harapan tersebut secara riil tidak / belum tampak bahkan masih
ada pihak-pihak tertentu yang menginginkan negara Indonesia
terpecah-pecah dan menciptakan pola disintegrasi bangsa
seperti Papua Merdeka dan kerusuhan di Ambon, Poso,
peledakan bom Bali I, hotel JW Marriot, depan kedutaan besar
Australia di Jakarta., kasus bom Bali II, walaupun DR. AZAHARI
telah tewas namun jaringan terorisme belum dapat diungkap
secara tuntas karena NOORDIN M. TOP belum tertangkap.
Semua itu merupakan tantangan dan sekaligus hambatan dalam
mewujudkan suatu masyarakat yang madani dan patuh hukum.
Langkah yang ditempuh Polres Kota Cimahi dalam menyikapi
permasalahan tersebut yaitu dengan meningkatkan pelayanan
kepada masyarakat, memberdayakan peran dan fungsi Babin
Kamtibmas serta meningkatkan deteksi dini dan koordinasi.

2. Kerawanan kamtibmas (Police Hazard)

a. Statis

1) Obvit / provit seperti :


(a) PLTA Saguling dan Cirata.
(b) Pemancar TV Cisarua.
(c) Stasiun KA Padalarang, Cimahi.
(d) Studio Radio Amatir Cimahi, Padalarang.
(e) Kantor Pos Giro dan kantor Telepon di tiap
kecamatan.

2) Tempat penyimpanan uang antara lain :


(a) Bank-bank di Cimahi, Lembang, ,
Padalarang, serta Kantor Cabang Pembantu BRI di
tiap kecamatan.
(b) Pegadaian di Cimahi dan Lembang.

3) Tempat penyimpanan barang-barang yang mudah


terbakar dan senpi / handak antara lain:
(a) Pom bensin
(b) Gudang senpi TNI / Polri
(c) Gudang handak di perusahaan galian batu /
marmer.
4) Komplek perkantoran terutama kantor Pemkot Cimahi
dan DPRD Tk. II Cimahi di Cimahi.

/ 5) Tempat …..
RAHASIA
RAHASIA
9

5) Tempat tinggal VIP serta pejabat teras tingkat


Propinsi / Kabupaten dan komplek perumahan anggota
DPRD Tk. II Kab. Bandung.

b. Dinamis
(1) Pasar di setiap kecamatan.
(2) Tempat-tempat hiburan tertutup seperti bioskop,
café, karaoke, bilyard.
(3) Tempat hiburan terbuka seperti obyek wisata,
wayang golek, konser musik dll.
(4) Terminal-terminal bis dan angkot.
(5) Pusat pertokoan / swalayan.
(6) Tempat-tempat rapat, pertemuan, upacara, dll.
(7) Pondok-pondok pesantren di Cililin, Cimahi,
Batujajar, Cipatat, Gununghalu, Sindangkerta.
(8) Tempat-tempat wisata di Lembang, Padalarang,
Cisarua dll.
(9) Hotel, motel, vila, penginapan terutama di
Lembang, Cimahi dan Cisarua.
(10) Jalan rawan kecelakaan dan kemacetan terutama
jalur jalan Cipatat, Lembang, Cikalongwetan.
(11) Komplek / gedung sekolah.
(12) Jalur jalan rawan longsor terutama di Cipatat,
Cisarua, Lembang, Cikalongwetan, Gununghalu, Cililin,
Batujajar.
(13) Warung remang-remang terutama di Cipatat.

3. Ancaman faktual
a. Kejahatan Konvensional
1) Pencurian kendaraan bermotor (curanmor)
Dari data kuantitatif terlihat bahwa kasus curanmor
merupakan kasus yang tertinggi angka kejadiannya,
sedangkan crime clearencenya sangat rendah. Hal ini
menunjukkan bahwa kegiatan para pelaku curanmor untuk
menghilangkan jejak barang hasil curiannya sudah sangat
rapi dan terorganisir dengan baik. Modus operandi yang
digunakan oleh para pelaku juga semakin beragam,
sehingga bukan hanya faktor kelalaian korban yang
menjadi penyebab utama tetapi juga para pelakunya yang
sudah lebih pandai membaca situasi. Kasus ini banyak
terjadi diberbagai tempat seperti di tempat parkir jalan
raya maupun pusat keramaian, halaman perkantoran,
sekolah, kampus, selain itu juga ditempat pemukiman
penduduk / halaman rumah dengan tidak mengenal waktu
kejadian.

/ 2) Pencurian ….
RAHASIA
RAHASIA
10

2) Pencurian dengan pemberatan


Secara kuantitas, kasus curat menunjukkan angka turun
naik, hal ini menandakan keberhasilan Polres Kota Cimahi
setelah dilakukan operasi khusus dan operasi rutin,
namun demikian kerawanan untuk terjadinya curat sangat
tinggi mengingat wilayah Hukum Polres Kota Cimahi
cukup luas serta pemukiman penduduk yang dipisahkan
oleh kebun/ladang terutama diwilayah Kab. Bandung
bagian Barat dan Utara sehingga upaya penanggulangan
dalam bentuk operasi khusus perlu terus ditingkatkan.
Sedangkan secara kualitas, modus operandi yang
dilakukan oleh para pelaku curas sudah semakin beragam
dengan didukung oleh penggunaan peralatan yang cukup
modern.

3) Pencurian dengan kekerasan


Kasus pencurian dengan kekerasan yang terjadi selama
lima tahun terakhir menunjukkan angka turun naik. Faktor
utama dari kasus ini banyak disebabkan oleh masalah
ekonomi serta faktor daerah yang cukup luas dan
banyaknya tempat-tempat sepi yang cukup mendukung
para pelaku dalam menjalankan aksinya. Sedangkan
secara kualitatif, kasus ini tetap merupakan ancaman
yang tinggi karena didalamnya ikut terancam pula jiwa
korban tindakan curas ini yang kadang-kadang sampai
menimbulkan kematian karena tindak kekerasan pelaku.

4) Laka lantas
Kasus kecelakaan lalu lintas menunjukkan grafik turun
naik demikian juga dengan korban meninggal dunia.
Banyaknya kasus kecelakaan lalu lintas ini disebabkan
oleh para pengemudi yang kurang hati-hati, kondisi
kendaraan yang kurang baik, dan juga kurangnya
kewaspadaan pengemudi terhadap faktor lingkungan jalan
raya yang cukup padat arus lalu lintasnya maupun
keadaan lingkungan alam yang cukup terjal dan berkelok-
kelok. Upaya dalam menanggulangi dan menekan angka
kejadian laka lantas terus dilakukan baik dalam bentuk
operasi rutin berupa kegiatan 21 dan penyuluhan kepada
para pengendara kendaraan bermotor.

/ b. Kejahatan ….
RAHASIA

RAHASIA
11

b. Kejahatan Trans Nasional


1) Masalah Orang Asing
Walaupun sepanjang tahun 2006 tidak terjadi kasus-kasus
yang menyangkut orang asing, namun kemungkinan
pelanggaran terhadap UU No. 9 tahun 1992 masih
terbuka mengingat kerawanan-kerawanan kearah tersebut
masih banyak seperti perusahaan-perusahaan yang
memanfaatkan tenaga kerja asing, banyaknya obyek-
obyek wisata dan hotel-hotel yang dikunjungi orang asing
serta kondisi rumah WNI keturunan asing yang sulit
diawasi dimana ada kemungkinan didalamnya terdapat
keluarga mereka yang berstatus WNA.

2) Kasus Psikotropika
Peredaran barang-barang sejenis narkotika, shabu-shabu,
ganja, dll telah lama berlangsung lintas negara dan para
pelakunya-pun berasal dari berbagai negara seperti
banyak pelaku yang telah tertangkap di Indonesia.
Walaupun UU Psikotropika telah lama diundangkan
namun para pelaku kejahatan narkotika nampaknya
banyak yang tidak jera sehingga dari tahun ke tahun
jumlah pelaku kejahatan ini cenderung meningkat.
Kerjasama internasional melalui Interpol untuk
memberantas peredaran narkotika terus ditingkatkan,
pengungkapan kasus narkotika yang cukup berhasil
dilakukan oleh Kepolisian Indonesia yaitu penemuan
pabrik shabu-shabu di daerah Cikande Serang Banten
yang merupakan pabrik yang memproduksi shabu-shabu
terbesar ke-3 di dunia.

3) Trafficking
Kasus perdagangan manusia terutama perempuan yang
biasanya dipekerjakan sebagai Pekerja Seks Komersial
(PSK) merupakan bentuk kejahatan yang perlu
diwaspadai dan diantisipasi, walaupun Polres Kota Cimahi
telah berhasil menangkap pelaku jaringan trafficking
namun tetap harus diwaspadai adanya jaringan pelaku
ataupun korban-korban trafficking di wilayah hukum Polres
Kota Cimahi.
4) Money Laundry
Walaupun di wilayah hukum Polres Kota Cimahi selama
tahun 2006 tidak terjadi kasus money laundry namun

/ mengingat …..
RAHASIA
RAHASIA
12

mengingat di wilayah Kab. Bandung dan Kota Cimahi


terdapat beberapa sentra industri dan sentra-sentra
perekonomian lainnya maka tidak menutup kemungkinan
dapat dijadikan sebagai sarana pencucian uang hasil
kejahatan.

c. Kejahatan Berimplikasi Kontijensi


1) Subversi
Walaupun kegiatan subversi selama tahun 2005 tidak
nampak diatas permukaan, namun tetap perlu diwaspadai
mengingat daerah Kab. Bandung dan Kota Cimahi
merupakan daerah rawan bagi munculnya kegiatan
subversi yang bertujuan mendirikan negara Islam
Indonesia (NII) maupun Raka/ Raki, serta keberadaan
salah seorang DPO kasus terorisme di Indonesia yaitu
Sdr. ABU DUJANA (AEN) yang merupakan penduduk asli
Kec. Cipatat Kab. Bandung. Dari hasil penyelidikan
dilapangan diperoleh informasi bahwa yang bersangkutan
sejak tahun 2003 tidak kembali ke Cipatat, namun
sampai saat ini keberadaannya belum diketahui.

2) SARA
Masalah SARA merupakan hal yang sangat sensitif
sehingga dapat dengan mudah muncul secara spontan.
Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh karakteristik daerah
dan masyarakat yang bersifat heterogen dan mudah
terpancing isue-isue yang mengarah ke isue SARA
seperti:
(a) Rumah tinggal yang dijadikan sarana ibadat
umat Nasrani dan yayasan Kristen yang ditentang
oleh warga sekitar terjadi dibeberapa tempat yaitu
rumah RAHMAN SARAGIH yang dijadikan gereja
di lokasi tanah yang telah dieksekusi di Kel.
Cibeureum Kec. Cimahi Selatan, keberadaan 3
rumah tinggal di komplek Permata Cimahi yang
dijadikan sarana kebaktian sehingga menimbulkan
protes warga sekitar dan Ormas Islam,
pembangunan gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
jemaat Parongpong, keberadaan sekolah musik
yang dikelola oleh Yayasan Kristen Bethany di
Cipageran Cimahi serta keberadaan Yayasan
Pendidikan Marga Asah Talenta di Margaasih.

/ (b) Razia …..


RAHASIA

RAHASIA
13

(b) Razia minuman keras yang telah dilakukan


beberapa kali oleh FPI Kec. Ngamprah.

(c) Keberadaan masjid jamaah Ahmadiyah di Kec.


Cisarua yang diprotes oleh warga sebagai buntut
kasus serupa yang terjadi di Parung Bogor.

(d) Pembangunan masjid LDII di Kec. Cibeureum


Cimahi Selatan yang diprotes oleh warga sekitar
dan apabila pembangunan masjid selesai untuk
selanjutnya digunakan ibadah oleh jamaah LDII
dikhawatirkan aksi penolakan warga akan kembali
muncul.

3) Politik

Ancaman-ancaman yang akan muncul dibidang politik dan


sulit diidentifikasi kemungkinan timbul dari kelompok
Radikal Lain, namun sebenarnya aktivitas kelompok ini
cukup transparan dan dapat diamati melalui manuver
politik yang antara lain cenderung mendiskreditkan
pemerintah dengan memanfaatkan potensi yang ada di
masyarakat yaitu kaum buruh, pemuda, pelajar,
mahasiswa, tukang becak, supir angkutan, dan kelompok
miskin kota lainnya melalui pembentukan opini
masyarakat dengan memutarbalikkan fakta dan
propaganda melalui issue-issue masalah perburuhan,
sengketa tanah, demokratisasi, HAM, pengrusakan
lingkungan, korupsi dll. Kegiatan / aktivitas kelompok ini
selalu memicu terciptanya keresahan sosial di masyarakat
dengan bentuk kegiatan rapat gelap, unjuk rasa,
penyebaran pamflet / selebaran gelap, dan atau
membiayai kegiatan ilegal lainnya, serta menjadi
provokator bila terjadi konflik dimasyarakat sehingga
suasana menjadi semakin keruh dan kacau. Aktivitas yang
mereka lakukan sekarang dan nampak dipermukaan serta
bergerak seperti bola salju dalam masyarakat dan selalu
ingin mengarah kepada gerakan “people power” untuk
mencapai tujuan politiknya.
4) Unjuk rasa

Kasus unjuk rasa yang terjadi selama lima tahun terakhir,


secara kuantitas mengalami kenaikan jumlah kasus, dan
secara kualitas kegiatan unjuk rasa baik yang dilakukan

/ oleh …..
RAHASIA
RAHASIA
14

oleh para karyawan/ti, warga masyarakat, supir maupun


tukang ojeg menunjukkan peningkatan pula yaitu terlihat
mulai terorganisir dengan baik, tidak seperti tahun-tahun
sebelumnya yang berlangsung secara spontan dan
sporadis. Terutama kegiatan unjuk rasa yang dilakukan
oleh para karyawan/ti perusahaan, hampir setiap kegiatan
unras didukung oleh Serikat Pekerja masing-masing
perusahaan (SBSI, SPMI, SPN, SPSI, FNPBI, dll), dan
massa buruh / karyawan yang dihimpun untuk melakukan
unras-pun cenderung menunjukkan peningkatan. Sejak
diterbitkannya UU Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003
aksi penolakan massa buruh terhadap kebijakan yang
tertuang dalam UU tersebut terus bergulir namun secara
umum kegiatan unjukrasa yang dilakukan tidak sampai
mengarah kepada tindakan anarkhis.

C. Kerawanan Daerah

1. Bidang Ideologi

a. Ancaman potensial dari kelompok RAKA dengan


memanfaatkan latar belakang agama untuk mencapai
tujuan politiknya sampai saat ini masih terus diwaspadai
dengan melihat kasus yang pernah berkembang sekitar
tahun 1980 yaitu adanya kelompok NII yang berusaha
merubah ideologi Pancasila, dan saat ini kegiatan kelompok
tersebut masih tetap eksis walaupun tidak muncul
kepermukaan. Selain itu juga keberadaan kelompok
Jamaah Ahmadiyah yang banyak menuai protes dari
berbagai kalangan, serta keberadaan LDII yang cukup
meresahkan warga dibeberapa tempat serta kelompok
Islam garis keras Front Pembela Islam (FPI).

b. Selain itu juga perlu diwaspadai adanya kelompok-


kelompok lain diluar kelompok RAKA dan RAKI yaitu
kelompok atau golongan tidak puas anti Pancasila lebih
terbuka lagi peluangnya dalam iklim demokratisasi saat ini
dengan membonceng kepada kelompok lain untuk
mencapai tujuan kelompok / golongannya yaitu mengganti
Ideologi Pancasila dengan Ideologi lain, seperti
bermunculannya kelompok radikal, aliran sesat, pengadu-
dombaan antar pemeluk agama dengan memanfaatkan
issue SARA, membenturkan umat Muslim dengan umat
Muslim lainnya (kasus penyerbuan kelompok Ahmadiyah),
umat Muslim dengan umat non Muslim (kasus penutupan

/ rumah …..
RAHASIA
RAHASIA
15

rumah tinggal yang dijadikan sarana kebaktian umat Kristen


di komplek perumahan Permata Cimahi, kasus
pembangunan Gereja Masehi Advent Hati Ketujuh di
Parongpong, kasus Yayasan Marga Asah Talenta di
Margaasih dan kasus sekolah musik yang dikelola oleh
Yayasan Kristen Bethany) dan membuat kekacauan
diberbagai daerah sehingga permasalahan tersebut perlu
segera ditangani secara tuntas sebelum mengarah kepada
gangguan stabilitas nasional.

c. Semakin derasnya perubahan tatanan hidup dalam era


globalisasi saat ini tentunya akan mempunyai dampak yang
kuat terhadap pembentukan moralitas bangsa Indonesia
dan apabila hal tersebut dibiarkan maka pada akhirnya akan
terjadi krisis moral dan dikhawatirkan pula akan mengarah
kepada sikap perilaku yang cenderung bersifat antipati
terhadap ideologi bangsa Indonesia ( Pancasila ).

2. Bidang Politik

a. Kabupaten Bandung merupakan wilayah ke-4 di Propinsi


Jawa Barat yang menyelenggarakan Pilkada setelah Kab.
Sukabumi, Kab. Indramayu dan Kab. Karawang dan telah
berlangsung dengan aman tanpa adanya gangguan dan
hambatan yang berarti.

b. Untuk wilayah Kota Cimahi penyelenggaraan Pilkada akan


dilaksanakan pada bulan September tahun 2007 dan
persiapan / tahapan pelaksanaan Pilkada saat ini sudah
dimulai dengan pemutakhiran data jumlah penduduk dan
jumlah pemilih.

c. Pembentukan Kabupaten Bandung Barat yang tinggal


menunggu pengesahan dari DPR dapat merupakan
kerawanan dibidang politik apabila aspirasi dari
masyarakat bawah tidak terealisasi sebagaimana harapan
mereka.

3. Bidang Ekonomi
a. Keadaan perekonomian nasional yang belum pulih dari
krisis ekonomi yang terjadi sejak tahun 1997,
menimbulkan dampak sangat luas dihampir semua sektor
kehidupan masyarakat. Apabila keadaan ini tidak segara
diatasi maka kerawanan-kerawanan yang akan muncul

/ pada …..
RAHASIA
RAHASIA
16

pada tahun 2007 semakin meningkat mengingat rakyat


sudah semakin tertekan secara ekonomis dan secara
psikologis, tidak terkecuali di wilayah Kabupaten Bandung
dan Kota Cimahi.
b. Kenaikan harga BBM yang cukup besar pada awal
Oktober 2005 semakin memberatkan beban hidup rakyat,
sedangkan kebijaksanaan pemerintah memberikan dana
kompensasi BBM dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai
(BLT) pada pelaksanaannya dilapangan malah banyak
menimbulkan persoalan karena banyak warga masyarakat
yang merasa tidak puas dengan pembagian jatah BLT
tersebut.
c. Disisi lain, banyaknya aksi unjuk rasa buruh / karyawan
dilatarbelakangi oleh kebijaksanaan pemerintah dan
perusahaan dalam hal pengupahan yang dirasakan buruh
belum sesuai dengan standar kebutuhan hidup layak serta
tuntutan-tuntutan normatif dan non normatif lainnya
menjadi salah satu faktor penghambat bangkitnya sektor
industri dan pulihnya perekonomian negara kita.
d. Sektor pertanian yang dulunya merupakan pendukung
perekonomian wilayah Kabupaten Bandung dan Kota
Cimahi, saat ini keberadaan arealnya sudah semakin
sempit tergeser oleh berkembangnya sektor industri,
sehingga masyarakat yang menggantungkan
kehidupannya pada sektor pertanian saat ini sudah sangat
sulit untuk berkembang dan tidak mampu mencari nafkah
dari sektor lainnya, semakin memperbanyak jumlah
pengangguran.

4. Bidang Sosial Budaya

a. Perubahan perilaku sosial masyarakat khususnya di


wilayah Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi tidak
terlepas dari pesatnya perkembangan dibidang iptek,
telekomunikasi dan arus globalisasi. Hal ini selain
memberikan pengaruh positif bagi kehidupan sosial
kemasyarakatan juga berdampak negatif apabila
masyarakat tidak selektif dalam menyaring perkembangan
dan kemajuan-kemajuan yang terjadi. Sebagai contoh
pola hidup konsumtif masyarakat kota besar, maraknya
penggunaan narkoba di kalangan masyarakat, budaya
seks bebas dikalangan kaum muda, merupakan pengaruh
negatif yang tidak seharusnya ditiru oleh masyarakat kita.

/ b. Masalah …..
RAHASIA
RAHASIA
17

b. Masalah kenakalan remaja semakin meningkat baik dari


segi kualitas maupun kuantitasnya yang mengarah
kepada tindak kriminalitas saat ini sudah sangat
memprihatinkan.

c. Sektor pendidikan yang subsidinya telah ditingkatkan oleh


pemerintah diharapkan dapat menjadi lembaga formal
yang akan membentuk mentalitas generasi muda bangsa
yang berkualitas baik sehingga dengan demikian akan
meningkatkan kualitas SDM yang akan mengisi
pembangunan nasional pada tahun-tahun yang akan
datang. Lebih jauh lagi akan merubah sikap mental dan
moral generasi penerus bangsa Indonesia.

5. Bidang Hankam

a. Situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Bandung dan


Kota Cimahi sangat dipengaruhi oleh situasi yang
berkembang di ibukota negara (Jakarta) maupun di
ibukota propinsi (Bandung), mengingat wilayah Kabupaten
Bandung dan Kota Cimahi merupakan jalur penghubung
dan daerah penyangga antara kedua kota tersebut.

b. Secara umum situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten


Bandung dan Kota Cimahi selama tahun 2006 relatif
stabil, aman dan terkendali. Walaupun angka kriminalitas
belum dapat ditekan sampai batas angka minimal, namun
keberadaan Polres Kota Cimahi dan jajarannya yang
mengemban tugas pemeliharaan keamanan dan
ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan,
pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat telah
berupaya secara optimal dalam melaksanakan tugas dan
terus meningkatkan kinerjanya dengan bantuan peran
serta masyarakat.

c. Sebagai bahan perbandingan dapat dilihat dalam


rekapitulasi data berikut ini :

1) Ancaman Faktual (AF)


Data kuantitatif Gukamtibmas lima tahun terakhir
( tahun 2002 s/d November 2006) :

/ No. …..

RAHASIA

RAHASIA
18

2002 2003 2004 2005 2006


NO JENIS KEJADIAN CT CC CT CC CT CC CT CC CT CC

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1. Kerusuhan Massal - - - - - - - - - -
2. Unjuk rasa 168 168 173 173 84 84 39 39 80 80
3. Pembunuhan 13 13 13 10 7 10 12 8 14 8
4. Aniaya berat 69 69 69 66 84 52 48 32 76 39
5. Aniaya ringan - - - - - - - - - -
6. Penculikan - - - - 1 1 - - - -
7. Curas 56 56 56 37 40 18 41 21 57 25
8. Curat 241 241 241 277 188 114 167 132 167 104
9. Curi ringan 59 59 59 52 54 35 39 21 63 47
10. Curanmor 556 51 543 55 332 27 327 43 311 45
11. Curi kawat telepon - - - - - - - - - -
12. Perkosaan 11 11 11 8 15 21 8 8 4 4
13. Pembakaran 28 28 28 15 0 1 1 1 - -
14. Kebakaran 28 28 28 15 11 11 27 27 36 36
15. Kenakalan remaja - - - - - - - - - -
16. Narkoba 56 56 56 44 - - - - - -
17. Uang palsu 5 5 5 7 1 1 - - - -
18. Lahgun Senpi / handak 1 1 1 - - - - - 1 1
19. Pemerasan 5 5 5 2 9 8 6 5 18 10
20. Penyelundupan - - - - - - - - - -
21. Kejahatan thd. ketertiban - - - - - - - - - -
22. Perjudian 3 3 3 8 - - - - - -
23. Perjinahan - - - 12 4 4 - - - -
24. Penadahan 51 51 51 29 3 30 19 16 23 18
25. Pengrusakan 4 4 4 8 7 12 18 17 13 13
26. Penipuan 51 51 51 62 148 55 126 63 84 42
27. Penggelapan 36 36 36 45 126 53 35 13 67 32
28. Bawa sajam - - - - - - - - - -
29. Pengeroyokan - - - - - - 6 6 15 10
30. Pemalsuan - - - 12 13 15 3 5 3 3
31. Perbuatan tdk. senang - - - - - - - - 16 16
32. Aborsi - - - - - - - - - -
33. Serobot tanah - - - - - - - - - -
34. Lain-lain 23 16 18 56 65 81 48 42 36 41

J U M LAH 1613 787 806 389 1195 635 972 499 1044 566

2) Kecenderungan perkembangannya :

(a) Crime Total


(1) Tahun 2003 dibanding tahun 2002
turun sebesar 48,84%.
(2) Tahun 2004 dibanding tahun 2003
naik sebesar 29,67%.
(3) Tahun 2005 dibanding tahun 2004
turun sebesar 14,26%.

/ (4) Tahun …..


RAHASIA
RAHASIA
19

(4) Tahun 2006 dibanding tahun 2005


naik sebesar 13,4%.

(b) Crime Clearence


(1) Tahun 2003 dibanding tahun 2002
turun sebesar 41,27%.
(2) Tahun 2004 dibanding tahun 2003
naik sebesar 43,86%.
(3) Tahun 2005 dibanding tahun 2004
turun sebesar 20,04%.
(4) Tahun 2006 dibanding tahun 2005
naik sebesar 14,8%.

V. PENUTUP

Demikian Perkiraan Keadaan Intelijen Kepolisian ini disusun dan disajikan


sebagai bahan masukan bagi pempinan guna menentukan kebijaksanaan
lebih lanjut dalam rangka pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat
diwilayah Hukum Polres Kota Cimahi periode tahun 2007 yang akan datang.

Cibabat, Desember 2006


KEPALA SATUAN INTELKAM

Drs. MOCH. TATANG


AJUN KOMISARIS POLISI NRP 68070625

RAHASIA
RAHASIA

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


DAERAH JAWA BARAT
RESOR KOTA CIMAHI
Jl. Raya Cibabat No 333 Cimahi

PERKIRAAN KEADAAN INTELIJEN


KEPOLISIAN RESOR KOTA CIMAHI
TAHUN 2007

Cibabat, Januari 2007


RAHASIA