Anda di halaman 1dari 3

ROOT CAUSE ANALYSIS

NO. DOKUMEN. REVISI HALAMAN


00 1/1

PEMERINTAH KABUPATEN
BENGKAYANG RSUD
BENGKAYANG

DITETAPKAN OLEH :
DIREKTUR

STANDAR TANGGAL TERBIT:


PROSEDUR
dr. SEMUEL GERITS RAHANRA, MPH
OPERASIONAL PEMBINA
NIP. 19650225 200212 1 002

I. PENGERTIAN Metode evaluasi terstruktur untuk mengidentifikasi Akar masalah dari


suatu sentinel atau Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) dengan grading
kuning atau merah.
II. TUJUAN Sebagai acuan untuk root cause analysis.
III. KEBIJAKAN Keputusan Direktur RSUD Pemangkat no 97 tahun 2016 tentang
Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien.
IV. PROSEDUR 1. Identifikasi kejadian.
2. Bentuk Tim RCA.
3. Lakukan kajian terhadap laporan kasus.
4. Petakan kronologi kejadian.
5. Tentukan penyimpangan dari standar pelayanan yang sudah ada.
6. Analisis akar masalah dengan cara 5 why dan fishbone diagram.
7. Susun Rekomendasi.

V. UNIT TERKAIT Komite Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien


PEMASANGAN INFUS YANG AMAN
NO. DOKUMEN. HALAMAN

PDR.VIII.14.004 REVISI 1/2

00

PEMERINTAH
KABUPATEN SAMBAS
RSUD PEMANGKAT
PROSEDUR TETAP TANGGAL TERBIT DITETAPKAN OLEH :
DIREKTUR
23 SEPTEMBER
2016

dr. SEMUEL GERITS RAHANRA, MPH


PEMBINA
NIP. 19650225 200212 1 002
Pengertian Proses pemasangan infuse set pada pasien.
Tujuan Pemberian cairan intravena atau obat langsung ke dalam pembuluh
vena dalam jumlah dan waktu tertentu.
Kebijakan SK Direktur Rumah Sakit Indera no 445/45/2014 tentang
Pemberlakuan Pedoman Keselamatan Pasien Rumah Sakit bahwa
Rumah Sakit Indera akan melakukan prosedur pemasangan infus
yang aman merupakan salah kegiatan untuk meningkatkan
keselamatan pasien.
Prosedur 1. Siapkan alat-alat yang dibutuhkan yaitu : IV Catheter
(Abocath) sesuai dengan ukuran yang diperlukan, infus set
sesuai ukuran, standar infuse, tourniquet, kapas alkohol 70%,
kassa steril, sarung tangan, plester, bengkok (nierbekken),
gunting, spalk bila perlu
2. Pastikan identitas pasien dengan menggunakan minimal 2
identitas.
3. Berikan penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan.
4. Atur cahaya lampu agar penerangannya baik.
5. Cuci tangan dengan menggunakan 6 langkah cuci tangan.
6. Buka infuse set, geser bagian klem hingga 10 cm dari bagian
ruang tetesan dan tutup/klem dengan cara diputar ke bawah.
7. Hubungkan infuse set dengan botol cairan infuse kemudian
gantungkan.
8. Isi cairan pada infuse set dengan menekan bagian ruang
tetesan hingga ruang tetesan terisi sebagian, kemudian
PEMASANGAN INFUS YANG AMAN
NO. DOKUMEN. HALAMAN

REVISI
PDR.VIII.14.004 2/2

00

PEMERINTAH
KABUPATEN
BENGKAYANG
RSUD BENGKAYANG

buka klem dan alirkan hingga selang terisi dan udaranya


keluar.
9. Pilih vena yang dilakukan penusukan , letakkan pengalas,
siapkan plester, lakukan pembendungan dengan tourniquet.
10. Pakai sarung tangan.
11. Desinfeksi daerah yang akan ditusuk dengan kapas alkohol.
12. Tusukkan IV cateter (abocath) ke dalam vena secara perlahan
dengan lubang jarum menghadap ke atas.
13. Bila berhasil, darah akan keluar dan terlihat melalui indikator,
masukkan cateter dan tarik bagian jarumnya, kemudian
sambungkan dengan selang infuse.
14. Buka tourniquet, buka klem selang infuse untuk melihat
kelancaran tetesan. Bila lancer amankan IV cateter dengan
cara diplester.
15. Letakkan kasa steril, lalu tempelkan pada vena yang ditusuk
kemudian rekatkan dengan plester.
16. Pasang plester berikutnya untuk mengamankan slang infuse,
pasang spalk bila perlu, atur tetesan sesuai kebutuhan.
17. Rapikan pasien dan bereskan alat-alat,
18. Cucilah tangan menggunakan 6 langkah cuci tangan.
19. Dokumentasikan
Unit terkait IGD, Ruang Operasi, Rawat Inap