Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN ICRA

PEMBANGUNAN GEDUNG DINAS KESEHATAN

PEMERINTAH PROVINSI BALI


RUMAH SAKIT MATA BALI MANDARA
2015
LAPORAN ICRA PEMBANGUNAN GEDUNG DINAS KESEHATAN

I. Pendahuluan
Kegiatan pembangunan gedung, renovasi dan pemeliharaan fisik bangunan
dapat menimbulkan debu dan puing bangunan dalam jumlah besar. Debu dari
puing bangunan tersebut dapat membawa atau menyebarkan mikroorganisme
yang sangat kecil, termasuk spora seperti aspergillus yang dapat menginfeksi
pasien yang mengalami penurunan daya tahan tubuh. Mikroorganisme ini tahan
panas dan dapat bertahan di dalam udara untuk waktu yang lama dan bisa
berpindah jauh dari sumbernya.
Gangguan kesehatan yang diimbulkan oleh pencemaran lingkungan akibat
kegiatan pembangunan dapat melalui udara ataupun air dan sangat berisiko
bagi pasien yang mengalami penurunan daya tahan tubuh. Meningkatknya
jumlah debu dan spora jamur di udara dapat menyebabkan terjadinya wabah di
rumah sakit tersebut
Sumber-sumber lain yang mendukung penyebaran debu dan spora jamur di
lingkungan rumah sakit adalah karena tidak berfungsinya atau kurangnya
penanganan sistem pemeliharaan udara selama kegiatan pembangunan, area
proyek terbuka atau tidak terpasang partisi serta tidak adanya saran penyedot
debu di area proyek.

II. TUJUAN
Tujuan dari pencegahan dan pengendalian infeksi dalam pembangunan gedung
atau renovasi dan pemeliharaan fisik bangunan ini adalah untuk meminimalkan
atau mencegah penularan infeksi kepada pasien yang mungkin timbul dari
paparan mikroorganisme dalam debu yang dilepaskan ke lingkungan selama
kegiatan kontruksi dan renovasi. Selama kegiatan kontruksi dan renovasi harus
ditetapkan dan dikelola sedemikian rupa sehingga paparan debu sehingga
paparan debu dan kelembaban terhadap pasien dapat dicegah. Pengendalian
infeksi dalam kegiatan kontruksi bangunan juga berfungsi untuk melindungi
staff, pasien dan pengunjung rumah sakit dari risiko terkena infeksi akibat
kegiatan tersebut dalam hal ini spora jamur aspergillus. Demikian halnya daerah
klinik yang digunakan untuk melaksanakan tindakan atau prosedur invasif
Semua staf yang terlibat dalam kegiatan konstruksi dan renovasi termasuk
kontraktor harus sesuai dengan Pedoman Pengendalian Infeksi.
III. SASARAN
a. Petugas Sarana Rumah Sakit
b. Kontraktor dan pimpinan proyek
c. Pekerja proyek
d. Petugas kesling dan cleaning service
e. Staf Medis dan Keperawatan
f. IPCN

IV. GAMBARAN KEGIATAN


Kegiatan Pembangunan atau renovasi yang akan dilakukan adalah di Dinas
Kesehatan Provinsi Bali namun berdekatan dengan ruang operasi Rumah Sakit
Mata Bali Mandara. Adapun proyek pembangunan yang dilakukan adalah

V. PENGKAJIAN RISIKO INFEKSI RENOVASI / KONSTRUKSI


Hasil pengkajian risiko infeksi yang mungkin ditimbulkan dari kegiatan renovasi
tersebut diatas adalah sebagai berikut:
a. Tipe aktivitas
Tipe aktivitas proyek pembangunan yang akan dilakukan di Dinas
Kesehatan Provinsi Bali dapat dimasukkan ke dalam kategori tipe D karena
kegiatan proyek yang akan dilakukan adalah pembongkaran gedug lama
dan pembangunan gedung baru dan dapat menghasilkan puing dan debu
akibat pembongkaran dalam skala tinggi.
b. Kelompok Risiko Pasien
Kegiatan proyek pembangunan ini dilakukan di Dinas Kesehatan namun
Berdekatan dengan Ruang Operasi Rumah Sakit Mata Bali Mandara
sehingga pasien yang ada disekitar area proyek dapat dikatagorikan dalam
kelompok risiko sangat tinggi
c. Kelas Kewaspadaan
Hasil penggabungan antara tipe aktivitas kegiatan proyek dan kelompok
pasien yang mungkin beresiko terinfeksi akibat kegiatan renovasi tersebut
maka kelas kewaspadaan yang harus diterapkan selama kegiatan renovasi
berlangsung adalah kewaspadaan kelas IV

VI. KESIMPULAN
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan renovasi atau
pembangunan di Dinas Kesehatan Provinsi Bali menimbulkan debu dalam
jumlah yang tinggi, karena itu diperlukan pemasangan partisi dan tehnik
meminimalkan debu ntuk mencegah penyebaran debu keluar area proyek.
Kewaspadaan yang diterapkan selama kegiatan tersebut adalah kewaspadaan
kelas IV karena pasien yang berisiko terinfeksi akibat renovasi atau
pembangunan adalah kelompok pasien dengan risiko sangat tinggi.

VII. REKOMENDASI
Melihat pentingnya upaya pencegahan infeksi melalui udara dan air akibat
proses kegiatan pembangunan gedung, renovasi dan pemeliharaan fasilias
gedung sehingga ada beberapa hal yang harus diperhatikan adalah:
a. Sebelum dilakukan kegiatan pembangunan ataupun renovasi gedung harus
dibuatkan dahulu gambar/rencana rancang bangun yang kemudian
didiskusikan bersama antara pihak pengembang, management rumah sakit,
serta bagian pencegahan dan pengendalian infeksi untuk dilakukan kajian
menurut bidang masing-masing.