Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme yang berukuran sangat kecil


sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat bantuan berupa mikroskop .
Mikroorganisme disebut juga organisme mikroskopik. Mikroorganisme seringkali
bersel tunggal (uniseluler) maupun bersel banyak (multiseluler). Berdasarkan
penemuan sel oleh Robert Hooke, berkembanglah teori-teori mengenai sel. Jacob
Schleiden dan Theodor Schwan mengemukakan bahwa sel merupakan unit
struktural terkecil pada makhluk hidup. Menurut Max Schultze, sel merupakan
kesatuan fungsional kehidupan.

Berdasarkan ada-tidaknya membran inti sel, sel dikelompokkan menjadi dua jenis,
yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Sel prokariotik hanya ditemukan pada
Bakteri (Eubacteria dan Archaebacteria). Sementara itu, empat kingdom lainnya
(Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia) memiliki sel eukariotik. Istilah eukariotik
berasal dari bahasa Yunani, eu artinya nyata dan karyon artinya inti. Sel eukariotik
memiliki inti sel (nukleus) nyata yang dibatasi oleh membran inti. Secara umum, sel
eukariotik lebih kompleks dan lebih besar dibandingkan sel prokariotik.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana anatomi dan morfologi dari sel eukariotik ?
2. Bagaimana pengelompokkan pada fungi (Jamur)?

C. Tujuan
Tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui anatomi dan
morfrologi dari sel eukariotik khususnya yang mikroskopik, serta penggolongan
dari fungi.

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Anatomi dan Morfologi Sel Eukariotik

Berdasarkan ada-tidaknya membran inti sel, sel dikelompokkan menjadi dua jenis,
yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Sel prokariotik hanya ditemukan pada
Bakteri (Eubacteria dan Archaebacteria). Sementara itu, empat kingdom lainnya
(Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia) memiliki sel eukariotik. Istilah eukariotik
berasal dari bahasa Yunani, eu artinya nyata dan karyon artinya inti. Sel eukariotik
memiliki inti sel (nukleus) nyata yang dibatasi oleh membran inti. Secara umum, sel
eukariotik lebih kompleks dan lebih besar dibandingkan sel prokariotik.
Eukariotik adalah kelompok organisme yang sel-selnya mengandung nukleus yang
dikelilingi oleh membran nukleus, kromosom terdiri dari asam deoksiribonukleat
yang membentuk kompleks dengan sejumlah protein dan jumlah protein lebih dari
satu. Kelompok mikroorganisme ini mempunyai nukleus sejati.

1. Morfologi Sel Eukariotik

a. Karakteristik Sel Eukariotik

Sel eukariot adalah sel yang memiliki membrane inti sehingga terjadi
pemisahan antara inti sel dan sitoplasma, memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
 Sel eukariotik berukuran 10-100µm\
 Memiliki materi genetic berupa DNA yang dibungkus membrane inti
 Memiliki protoplasma (kesatuan inti sel dan sitoplasma)
 Memiliki sejumlah organel yang masing-masing memiliki fungsi
spesifik. Contoh : sel hewan dan sel tumbuhan
Selaput membran sel bersifat selektif permeabel, artinya hanya dapat dilalui
molekul-molekul tertentu seperti glukosa, asam amino, gliserol dan berbagai
ion. Berfungsi memisahkan isi sel dengan lingkungan luarnya dan menyaring
masuknya zat-zat ke dalam sel sehingga tidak semua zat dapat menembus

2
membran sel, serta merespon sinyal dari luar. Memiliki ketebalan antara 5-10
nm.
Pada sitoplasma terdapat organel-organel yang melayang-layang dalam cairan
kental (merupakan koloid, namun tidak homogen) yang disebut matriks.
Organel lah yang menjalankan banyak fungsi kehidupan: sintesis bahan,
respirasi (perombakan), penyimpanan, serta reaksi terhadap rangsang.
Sebagian besar proses di dalam sitoplasma diatur secara enzimatik.
Sitoplasma merupakan cairan yang terdapat di dalam sel, kecuali di dalam inti
dan organel sel. Khusus cairan yang terdapat di dalam inti sel dinamakan
nukleoplasma. Sitoplasma bersifat koloid, yaitu tidak padat dan tidak cair.
Penyusun utama dari sitoplasma adalah air yang berfungsi sebagai pelarut zat-
zat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kimia sel.
Disamping air di dalamnya terlarut banyak molekul-molekul kecil, ion dan
protein. Ukuran partikel terlarut antara 0,001-0,1 µm dan bersifat transparan.
Koloid sitoplasma dapat berubah dari sol ke gel begitu sebaliknya. Sol terjadi
jika konsentrasi air tinggi, sedang gel saat konsentrasi air rendah.

2. Anatomi Sel Eukariotik

3
a. Sel Utama

1) Membran Plasma

Menurut Daniel dan Davson (1930) menggambarkan membrane sel yang


tersusun tiga lapisan seperti sandwich yang kemudian dikenal dengan
hipotesis sandwich. Sedangkan menurut Singer dan Nicholson
mengemukakan teori fluid mosaic model (model mosaic cairan). Dalam
teori ini dijelaskan membrane adalah mosaic dari molekul protein yang
mengapung pada lapisan lipida.

Membran sel atau membran plasma (plasmalemma) merupakan bagian


terluar dari sel yang bertindak sebagai pembatas antara inti sel dengan
lingkungan luarnya. Membran plasma tersusun dari molekul lemak (2
lapis, bagian tengah membran atau disebut juga dengan lipid) dan molekul
protein (luar : protein perifer (protein tepi atau disebut juga dengan lipo-
protein) yaitu menyusun tepi luar & dalam membran; selain itu ada protein
yang menembus ke dalam 2 lapisan lemak (disebut protein integral).
Membran plasma memilik beberapa fungsi yaitu :
 Untuk mengatur keluar masuknya zat dan sebagai penerima rangsang
dari luar
 Untuk melindungi isi sel (mempertahankan isi sel);
 Bersifat semi-permeabel/selektif permeabel; berarti hanya zat-zat
tertentu yang dapat melewati membrane
 Sebagai reseptor (penerima) rangsangan dari luar sel (bagian sel yang
berfungsi sebagai reseptor adalah glikoprotein); rangsang kimia,
misalnya : hormon, racun, listrik, mekanik.

2) Nukleus atau inti sel

Inti Sel (Nukleus) merupakan organel sel terbesar. Bentuknya bulat hingga
oval. Inti sel terlindung oleh membrane inti atau karioteka. Pada

4
umumnya, setiap sel memiliki satu nucleus, kecuali pada sel beberapa
jenis organisme, missal sel paramecium. Inti sel terdiri dari :
 Selaput inti atau membrane nucleus (Karioteka),
Karioteka terdiri atas dua lapis membrane yang berfungsi sebagai
pembungkus dan pelindung nucleus. Membrane ini memiliki
hubungan langsung dengan reticulum endoplasma. Pada membrane
ini ada lubang-lubang yang memungkinkan terjadinya pertukaran zat
antara plasma nucleus dan sitoplasma.
 Nukleoplasma (Kariolimfa) atau matriks,
Nukleoplasma yaitu cairan nucleus berbentuk gel yang kaya dengan
 Kromatin/Kromosom,
substansi kimia, seperti ion-ion, protein, enzim, nukleotida dan
benang-benang kromatim. Benang-benang kromatim terdiri atas
DNA. Benang-benang kromatim yang memendek, menebal dan
mudah menyerap zat warna saat pembelahan sel disebut kromosom.
Kromatim merupakan butiran yang ada pada matriks ini dan tersusun
atas protein. Butiran kromatim mampu menyerap warna.
 Nukleolus (anak inti).
Nucleolus banyak mengandung DNA yang bertindak sebagai
organisator nucleus. Fungsi utamanya untuk mensintesis RNA atau
protein.

. Sel Eukariotik (sel yang memiliki selaput inti). Fungsi dari inti sel :
 mengatur semua aktivitas (kegiatan) sel, karena di dalam inti sel
terdapat kromosom yang berisi ADN yang mengatur sintesis protein,
 pembawa informasi genetic,
 pengatur pembelahan sel,
 memasukkan ARN dan unit ribosom kedalam sitoplasma.

5
3) Sitoplasma

Sitoplasma adalah protoplasma yang mengisi ruangan diantara membrane


plasma dan nucleus.

Sitoplasma tersusun atas sitosol dan organel. Sitosol adalah substansi


koloid, maka sitoplasma juga bersifat koloid. Kandungan kimia sitoplasma
adalah air (75%) dan protein (25%) . protein dan enzim ini yang membuat
sitoplasma kental seperti gelatin yang lengket. Selain air dan protein, di
sitoplasma ada sejumlah molekul nonprotein. Beberapa jenis ion dan ATP
juga ditemukan teratur dalam sitoplasma. Sifat koloid sitoplasma yaitu :
 Partikel koloid bersifat transfaran
 Partikel koloid berukuran lebih besar dari larutan murni namun
lebih kecil dari larutan suspense
 Efek tyndall adalah kemampuan molekul memantulkan cahaya.
 Elektroforesis adalah kemampuan sitoplasma menghantarkan
listrik atau bersifat elektrolit.
 Gerak rotasi adalah gerak sitoplasma mengintari vakuola besar.
 Gerak sirkulasi adalah gerak sitoplasma yang tak menentu dan
mengintari vakuola kecil.
 Siklosis terjadi saat koloid pada fase nol, yaitu fase saat koloid
masih banyak mengandung air.
 Gerak brown adalah gerak sitoplasma secara acak atau zig-zag tak
beraturan sehingga molekul dalam koloid saling bertabrakan.

Fungsi sitosol yaitu :


 Sumber bahan kimia bagi sel
 Tempat terjadinya reaksi metabolism, seperti glikolisis,
sintesis protein, dan sintesis asam lemak.

6
b. Organel Sel

1) Cilia atau Flagela

Cilia (tunggalnya cilium) dan flagela (tunggalnya flagelum) adalah alat


atau mesin pergerakan sel, yang muncul dari suatu sel tertentu. Cilia
dalam satu sel jumlahnya banyak, dan ukurannya pendek, sedangkan
flagelanya tunggal atau sedikit jumlahnya dan ukurannya bisa panjang.
Baik cilia atau flagela tersusun atas bagian tengah atau pusat mikrotubul
dobel dikelilingi oleh 9 mikrotubul dobel. Oleh karena itu, susunan cilia
atau flagela sering disebut struktur atau pola 9+2 disebut struktur
azoneme. Mikrotubul pada cilia dan flagela bertindak sebagai pendukung
sekaligus alat pergerakan ketika organel cilia dan flagela bergetar.
Pergerakan organel itu disebabkan karena mikrotubul penyusunnya
berlekuk.

2) Retikulum endoplasma

Retikulum Endoplasma adalah system membrane kompleks yang tersusun


tak beraturan dalam plasma sel eukariotik. Jaringan lembaran membrane
disebut reticulum endoplasma (RE) memanjang dari membrane luar inti.
Reticulum endoplasma (RE) yaitu struktur berbentuk benang-benang yang
bermuara di inti sel. Daerah cair yang ada didalam reticulum endoplasma
(RE) disebut lumen. Dalam banyak sel, bagian dari permukaan RE terikat
pada ribosom yang aktif dalam mensintesis protein. Didalam retikulum
endoplasma dikenal dua bagian, yaitu :
 RE kasar (bergranula), karena terdapat unit-unit ribosom pada
permukaan eksternal membrannya yang berfungsi sebagai transfer
dan sintesis protein. Selain itu, didalam RE kasar terdapat ribosom,
yang berfungsi untuk transpor dan sintesis protein. Dalam sintesis
tersebut, protein diubah menjadi glikoprotein yang diangkut oleh

7
sinterna diteruskan ke RE halus menuju apparatus golgi menuju
kembali ke organel sel yang lain dan ditimbun sebagai lisosom.
 RE halus (tak bergranula), RE halus tidak memiliki ribosom
pada permukaannya. RE halus banyak terdapat dalam sel-sel hepar
dan kelenjar adrenal. Dalam RE halus tidak terdapat ribosom, yang
berfungsi untuk transpor, sintesis lemak dan steroid.

Fungsi RE yaitu sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel itu


sendiri, sebagai penghubung antara membrane plasma dengan
membrane inti tempat melekatnya ribosom, tempat sintesa steroid.
Struktur RE hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. RE juga
bertindak sebagai saluran-saluran dalam sitoplasma yang berhubungan
dengan nucleus.

3) Mitokondria

Mitokondria memiliki membrane dalam dan membrane luar. Membran


mitokondria mengandung DNA dan ribosom atau sering disebut
kondrisom (bentuk silindris), dinding dalam berliku-liku sedang bagian
dalam polos, matriks disebut Krista. Fungsi mitokondria adalah sebagai
pusat respirasi seluler (aerob) yang menghasilkan banyak ATP (energi).
Respirasi sel terjadi dimatriks dan Krista. Karena itu, mitokondria diberi
julukan "The Power House". Mitokondria (bentuk tunggalnya adalah
mitokondrion) adalah organel yang mengubah energi kimia menjadi energi
yang lain.

4) Lisosom

Lisosom berasal dari kata lyso berarti pencernaan dan som berarti tubuh.
Lisosom merupakan organel berbentuk kantong yang terbungkus oleh satu

8
lapisan membrane. Lisosom mengandung enzim hidrolik yang banyak
terdapat pada leukosit. Fungsi lisosom adalah :
 Sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler. Salah
satu enzimnya itu bernama Lisozym.
 Mencerna materi yang diambil secara endositosis.
 Autofog : penyingkiran struktur yang tak dikehendaki dalam sel.
 Eksositosis : pembebasan enzim diluar sel.
 Autolysis : penghancuran diri sel dengan cara membebaskan
semua isi lisosom dalam sel.

5) Ribosom

Ribosom (Ergastoplasma) berbentuk bulat terdiri dari dua partikel besar


dan kecil, ada yang melekat sepanjang RE dan ada yang soliter. Ribosom
tersusun dari protein dan RNA ribosom dengan perbandingan yang sama.
Ribosom merupakan organel sel terkecil yang tersuspensi di dalam sel.
Fungsi ribosom adalah tempat sintesis protein. Pelaksana sintesis disebut
RNA.

6) Badan Golgi atau Apparatus golgi

Badan Golgi (Apparatus Golgi = Diktiosom) dihubungkan dengan fungsi


ekskresi sel. Badan Golgi berbentuk kantong pipih yang terkonsentrasi
pada salah satu sisi nucleus dan ditemukan pada sel kelenjar. Fungsi badan
golgi yaitu :
 Mengangkut dan mengubah secara kimia materi-materi yang ada
didalamnya.
 Menghasilkan lender, lilin, getah, dan sekresi yang bersifat
lengket.
 Sekresi protein, glikoprotein, karbohidrat dan lemak serta transfor
lemak.

9
 Membentuk lisosom dan enzim pencernaan yang belum aktif
(zimogen dan koenzim)

7) Badan mikro

Badan mikro merupakan organel kecil yang terlindung oleh selapis


membrane. Ukurannya sebesar lisosom. Organel ini memiliki cirri khas
yaitu memiliki enzim katalase dan oksidase. Enzim yang berperan dalam
penguraian hydrogen peroksida menjadi air da oksigen. Hydrogen
peroksida adalah senyawa bersifat toksis dalam sel yang merupakan hasil
samping reaksi oksidasi dalam sel. Karena bersifst toksis, senyawa ini
harus diuraikan untuk dibuang.
Contoh :
 Peroksisom berperan dalam metabolisme lemak menjadi karbohidrat.
Pada hewan, peroksisom terkurung dalam sel-sel hati dan ginjal,
sedangkan sel tumbuhan ada dalam berbagai tipe sel. Organel ini
mengandung enzim katalase yang berperan dalam penguraian
hydrogen peroksida dan dalam metabolism lemak dan fotorespirasi.
 Glioksisom banyak ditemukan dalam sel tumbuhan yang mengandung
enzim katalase dan oksidase yang berperan dalam proses metabolism
sel. Glioksisom banyak dijumpai pada jaringan yang banyak
mengandung lemak. Glioksisom mengandung enzim yang mengubah
lemak jadi gula.

8) Skeleton

Skeleton (sitoskeleton) adalah rangka sel yang ada diantara nucleus


dengan membrane sel eukariotik yang berfungsi untuk pergerakan sel dan
transfor zat. Sitoskeleton terdiri atas tiga elemen yaitu :
 Mikrotubulus, Mikrotubula tersusun atas protein tubulus. Fungsinya
sebagai spindle, sentrol, silia, dan flagella.

10
 Mikrofilamen, Mikrofilamen Seperti Mikrotubulus, tetapi lebih
lembut. Terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan
miosin (seperti pada otot). Mikrofilamen berperan dalam pergerakan
sel, sitoplasma, kontraksi otot, dan pembelahan sel.

B. Pengelompokkan Jamur

Jamur (Fungi) adalah organisme eukariotik yang tidak berklorofil. Jamur bersifat
uniseluler dan multiseluler. Jamur (Fungi) banyak ditemukan pada lingkungan
sekitar yang tumbuhan subur khususnya pada musim hujan karena jamur menyukai
habitat yang tempatnya lembab. Tetapi jamur dapat ditemukan disemua tempat yang
terdapat materi organik. Cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang jamur
disebut dengan mikologi.

Jamur bertalus atau tubuh yang sederhana dengan tidak memiliki akar, batang, dan
daun. Jamur tidak berklorofil sehingga tidak membutuhkan cahaya matahari dalam
menghasilkan makanan. Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Namun, berbeda
dengan organisme lainnya, jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan.
Untuk memperoleh makanan, jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui
hifa dan miseliumnya, kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen. Oleh
karena jamur merupakan konsumen maka jamur bergantung pada substrat yang
menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya. Semua zat
itu diperoleh dari lingkungannya. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat
parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit.

Secara filogenetik jamur digolongkan ke dalam 6 divisio, yaitu Zygomycota,


Ascomycota, Basidiomycota, Myxomycotina, Oomycotina, dan Deuteromycota.
Berikut ini adalah klasifikasnya:

11
1) Zygomycota
Nama Zygomycota berasal dari jenis perbanyakan diri seksual, terutama
pada pembentukan zigospora. Zigospora terjadi karena peleburan dua
gametangium yang menghubungkan kedua hifa induk seperti jembatan
penghubung.

Ciri-ciri jamur yang termasuk dalam divisi Zygomycota adalah:


 Biasa hidup sebagai saprofit.
 Miselium bercabang banyak dan hifa tidak bersekat sehingga terlihat
seperti pipa atau buluh.
 Dinding sel terdiri atas kitin, tidak memiliki zoospora sehingga
sporanya merupakan sel-sel yang berdinding. Spora inilah yang
tersebar ke mana-mana.
 Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan dengan spora yang
berasal dari sporangium yang telah pecah. Beberapa hifa akan tumbuh
dan ujungnya membentuk sporangium. Sporangium berisi spora. Spora
yang terhambur inilah yang akan tumbuh menjadi miselium baru.
 Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan peleburan dua
hifa, yaitu hifa betina dan hifa jantan. Hifa jantan adalah hifa yang
memberikan isi selnya. Hifa betina adalah hifa yang menerima isi
selnya. Perkembangbiakan ini dilakukan dengan gametangium yang
sama bentuknya (hifa jantan dan hifa betina) yang mengandung
banyak inti. Selanjutnya, gametangium mengadakan kopulasi.

12
Beberapa contoh jamur yang termasuk dalam divisi Zygomycota adalah
sebagai berikut.
 Murcor mucedo, hidup sebagai saprofit pada sisa tumbuhan dan
hewan, misalnya, kotoran hewan dan roti busuk. Dari miselium pada
subtratnya muncul benang-benang tegak dengan sporangium pada
ujungnya. Sporangium ini berisi spora. Jika sporangium sudah matang,
akan pecah sehingga spora akan tersebar keluar. Spora akan tumbuh
menjadi miselium baru. Perkembangbiakan secara seksual dilakukan
dengan gametangium.
 Murcor javanicus, berperan dalam pembuatan tapai karena jamur ini
terdapat dalam ragi tapai. Jamur ini termasuk makhluk hidup yang
mempunyai daya untuk mengubah tepung menjadi gula.
 Rhizopus sp., yang terdapat pada ragi tempe ini mempunyai daya
untuk memecah putih telur dan lemak. Oleh karena itu, ia berperan
dalam pembuatan tempe dan oncom putih. Jamur tempe mempunyai
hifa yang berguna untuk menyerap makanan dari kacang kedelai.
Dalam waktu dua sampai tiga hari, kumpulan hifa tersebut akan
membungkus kedelai yang kemudian disebut tempe. Selain pada
tempe, jamur ini juga dapat tumbuh di tempat-tempat yang lembab.

2) Ascomycota

Jika jamur Zygomycota memiliki hifa yang tidak bersekat seperti pipa,
jamur sejati (Eumycota yang terdiri dari Ascomycota, Basidiomycota, dan
Deuteromycota) mempunyai hifa yang bersekatsekat. Dinding sel terdiri
atas kitin dan dapat hidup sebagai saprofit, parasit, atau bersimbiosis.
Ascomycota adalah kelompok jamur yang berkembang biak dengan
membentuk spora di dalam selnya (kantung kecil) yang disebut askus.
Pembentukan askus inilah yang menjadi ciri Ascomycota.

13
Kelompok jamur ini dapat ditemui di permukaan roti, nasi, dan makanan
yang sudah basi. Warnanya merah, cokelat, atau hijau. Contoh jamur
Ascomycota yang hidup sebagai saprofit, antara lain, Saccharomyces
cereviciae (khamir bir, roti, dan alkohol), Saccharomyces tuac (khamir
tuak), Saccharomyces ellipsoideus (khamir anggur), Penicillium sp.
(makanan dan roti busuk), dan Neurospora crassa (pembuatan oncom).
Contoh jamur yang tumbuh sebagai parasit adalah jamur Saccharomycosis
yang menyerang pada epitel mulut anakanak. Jamur dapat bersimbiosis
dengan ganggang hijau membentuk Lichenes (lumut kerak).

Askus yang dihasilkannya jamur Ascomycota memiliki bentuk yang


bermacam-macam dan inilah yang menjadi dasar untuk
mengklasifikasikan Ascomycota. Beberapa macam bentuk Ascomycota
adalah sebagai berikut.

 Kleistotesium
Kelompok jamur ini berbentuk bulat tertutup yang merupakan ciri
dari kelas Plectomyces. Contoh jamur ini antara lain genus
Penicillium dan Aspergillus.
o Penicillium, misalnya P. camemberti dan P. requeforti
untuk pembuatan keju. P. notatum dan P. chrysogenum
dapat menghasilkan antibiotik. Sporanya berupa konidia,
berwarna hijau kebiruan, dan berkembang biak secara

14
vegetatif. Jamur ini dapat dijumpai pada makanan yang
busuk seperti roti, kentang, nasi, yang berarti dia hidup
sebagai saprofit.
o Aspergillus, jamur ini dapat tumbuh di mana-mana,
sporanya berupa konidia. Banyak sekali manfaat dari jamur
ini, antara lain untuk pembuatan makanan dan minuman.
Misalnya, Aspergillus niger untuk pembuatan sale, agar-
agar, atau menjernihkan sari buah. Aspergillus oryzae
untuk pembuatan tape, sake, melunakkan adonan roti.
Aspergillus wentii untuk pembuatan kecap, tauco, dan sake.
Selain menguntungkan, ada juga jenis Aspergillus yang
merugikan seperti Aspergillus flavus yang menghasilkan
racun aflatoksin.

 Peritesium
Pada kelompok jamur ini, askokarpnya berbentuk botol yang
merupakan ciri dari kelas Pyrenomycetes, contoh yang terkenal
dari jamur ini adalah sebagai berikut.
o Neurospora merupakan jenis jamur yang dimanfaatkan
pembuatan oncom.
o Roselinia arcuata. Jamur ini hidup sebagai saprofit pada
kayu yang mati.
o Xylaria tabacina. Biasanya jamur ini terdapat di
pegunungan pada pohon yang busuk, bentuknya bulat
panjang bertangkai dengan warna kehitam-hitaman.

 Apotesium
Bentuk askokarp jamur ini seperti cawan atau mangkok, contohnya
antara lain :
o Peziza aurantia, hidup sebagai saprofit di sampah;

15
o Marshella esculenta, Tuber sp., dapat dimanfaatkan
sebagai makanan.

 AskusTe-lanjang
Golongan jamur ini tidak membentuk badan buah yang merupakan
ciri dari kelas Protoascomycetes. Contoh jamur yang terkenal
adalah sebagai berikut.
o Saccharomyces cerevisiae. Jamur ini lebih dikenal dengan
nama pasaran ragi/kamir/yeast, yang dapat digunakan
untuk membuat tape, roti, dan alkohol.
o Candida albicans. Jamur ini dapat menyebabkan penyakit
kandidiasis, yaitu suatu penyakit pada selaput lendir mulut
vagina dan saluran pencernaan.
o Trichoderma. Jamur Trichoderma dapat menghasilkan
enzim selulose yang dipakai untuk menguraikan selulosa.
Biasanya dimanfaatkan untuk produksi Single Cell Protein.

3) Basidiomycota

Ciri jamur Basidiomycota adalah memiliki basidium. Kelompok jamur ini


dikenal karena tubuh buahnya tampak jelas di permukaan tanah atau
substrat lainnya. Tubuh buah bentuknya bermacam-macam, ada yang
seperti payung, bola atau papan. Misalnya, jamur merang (Volvariella
volvacea) dengan tubuh buah berbentuk payung.

Secara umum, tubuh buah mempunyai 4 bagian, yaitu tangkai tubuh buah
(stipe), tudung (pileus), volva, dan bilah (lamella). Stipe merupakan suatu
massa miseliumyang tumbuh tegak. Pileus merupakan bagian yang
ditopang oleh stipe.Sewaktu muda, pileus dibungkus oleh selaput yang
disebut velum universale yang akan pecah menjelang dewasa. Volva
adalah sisapembungkus yang terdapat di dasar tangkai. Lamella

16
merupakan bagian bawah dari tudung, berbentuk helaian, dan tersusun
atas lembaran.
Beberapa contoh Basidiomycota yang penting adalah sebagai berikut.
 Volvariella volvacea dan Agaricus bisporus, jamur yang
dibudidayakan untuk dimasak sebagai bahan makanan. Jamur ini
ditanam pada medium yang mengandung selulosa (misalnya
jerami) dengan kelembapan tinggi.
 Auricularia polytrica (jamur kuping), jamur ini enak dimakan,
hidup pada batang tumbuhan yang telah mati.

Beberapa contoh Basidiomycota yang merugikan adalah sebagai berikut.


 Puccinia graminis, jamur ini hidup parasit pada rumput.
 Ustilago maydis, jamur ini parasit pada tanaman jagung,
menyerang sukam daun , tongkol, jumbai dan tangkai. Kamu yang
paling menyolok jika tanaman jagung diserang jamur ini adalah
adanya beberapa butiran jagung pada tongkolnya menjadi jauh
lebih besar dari ukuran normal.
 Ganoderma pseudoferreum, jamur ini penyebab busuk akar pada
tanaman coklat, kopi, teh, karet dan tanaman perkebunan lain.
 Ganoderma applanatum, jamur ini menyebabkan kerusakan pada
kayu.

4) Deuteromycota

Jamur Deuteromycetes adalah jamur yang berkembang biak dengan


konidia dan belum diketahui tahap seksualnya. Tidak ditemukan askus

17
maupun basidium sehingga tidak termasuk dalam kelas jamur Ascomycota
atau Basidiumycota. Oleh karena itu, jamur ini merupakan jamur yang
tidak sempurna (jamur imperfeksi).

Berikut ini adalah ciri-ciri Deuteromycota:


 Banyak bersifat merusak atau menyebabkan penyakit pada hewan,
manusia, dan tumbuhan.
 Reproduksi askesual dengan kondium dan seksual belum
diketahui.
 Bersifat parasit pada ternak dan ada yang hidup saprofit pada
sampah.
 Hifa bersekat.
 Tubuh berukuran mikroskopis.

Jamur yang tergolong pada jamur imperfeksi banyak yang menimbulkan


penyakit, misalnya, jamur Helminthosporium oryzae, dapat merusak
kecambah, terutama menyerang buah dan menimbulkan nodanoda hitam
pada daun inang; Sclerotium rolfsii merupakan penyakit busuk pada
berbagai tanaman; Epidermophyton floocosum yang menyebabkan kutu
air; Epidermophyton microsporum yang menyebabkan panu;
Tychophyton tonsurans yang menyebabkan ketombe di kepala. Jenis
jamur dalam kelompok ini yang menguntungkan adalah jamur oncom
(Monilia sitophila atau sekarang bernama Neurospora sitophila).

18
5) Myxomycotina (Jamur lendir)

Myxomycotina merupakan jamur yang paling sederhana. Mempunyai 2


fase hidup, yaitu:
 fase vegetatif (fase lendir) yang dapat bergerak seperti amuba,
disebut plasmodium.
 fase tubuh buah .
Reproduksi : secara vegetatif dengan spora, yaitu spora kembara yang
disebut myxoflagelata. Contoh spesies : Physarum polycephalum

6) Oomycotina

Tubuhnya terdiri atas benang/hifa tidak bersekat, Bercabang-cabang dan


mengandung banyak inti. Reproduksi:
 Vegetatif : yang hidup di air dengan zoospora yang hidup di darat
dengan sporangium dan konidia.
 Generatif : bersatunya gamet jantan dan betina membentuk
oospora yang selanjutnya tumbuh menjadi individu baru
Contoh spesies: Saprolegnia sp. hidup saprofit pada bangkai ikan,
serangga darat maupun serangga air.

19
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

20
DAFTAR PUSTAKA

Soft Ilmu. 2019.Pengertian, Struktur dan Fungsi Sel


Prokariotik.https://www.softilmu.com/2014/08/struktur-dan-fungsi-sel-
prokariotik.html?m=1. 20 Februari 2018

21
Tentorku. 2016. Struktur dan Karakteristik Sel Prokariotik.
https://www.google.com/amp/s/www.tentorku.com/struktur-dan-karakteristik-sel-
prokariotik/amp/. 20 Februari 2019

Dosen Biologi. 2017. Klasifikasi Bakteri.


https://www.google.com/amp/s/dosenbiologi.com/bakteri/klasifikasi-bakteri/amp. 20
Februari 2019

Dosen Pendidikan. 2009. Penjelasan Cyanobacteria Beserta Ciri, Jenis Dan Peranannya.
https://www.dosenpendidikan.com/penjelasan-cyanobacteria-beserta-ciri-jenis-dan-
peranannya/. 20 Februari 2019

Tatangsma. 2015. Klasifikasi Cyanobacteria. https://tatangsma.com/2015/05/klasifikasi-


cyanobacteria.html. 20 Februari 2019

Lintas Jari. 2017. Jenis JenisArchaebacteria. http://www.lintasjari.com/7733/jenis-jenis-


archaebacteria/. 20 Februari 2019

22

Anda mungkin juga menyukai