Anda di halaman 1dari 33

TUGAS INDIVIDUAL

MANAGEMENT DAN PEMASARAN FARMASI

”Medical Representative”

DISUSUN OLEH :

FEBBY OKTAVIA (PO714251161019)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MAKASSAR

JURUSAN FARMASI

2019
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya
tentunya kami tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu
Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-natikan syafa’atnya di akhirat nanti.

Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya,
baik itu berupa sehar fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk
menyelesaikan pembuatan makalah sebagai tugas dari mata kuliah Management Dan
Pemasaran Farmasi dengan judul “Medical Representatif”
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BIODATA

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang………………………………………………………….
2. Pengertian Pemasaran………………………………………………….
3. Ruang Lingkup Pemasaran…………………………………………………
4. Fungsi Pemasaran………………………………………………………………..
5. Jenis-Jenis Pemasaran………………………………………………..

B. HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN PEMASARAN FARMASI


1. Konsep Pemasaran Farmasi…………………………………………………….
2. Strategi Pemasaran Farmasi…………………………………………………….
3. Management Pemasaran Farmasi…………………………………………….
4. Pemasaran Farmasi Dalam Menghadapi Berbagai kebutuhan………………….
5. Permintaan Produk Farmasi…………………………………………………….
C. HASIL WAWANCARA DENGAN DEATELER
1. Pengalaman Menjadi Deateler (Medical Representatif)………… ……………
2. Kekuatan Dan Kelemahan Produk Yang Di Tawarkan…………………………
3. Perkembangan Perusahaan……………………………………………..
4. Tantangan Perusahaan…………………………………………………..
5. Permasalahan Dan Solusi……………………………………………….
6. Kesimpulan Dan Saran………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
BIODATA PENULIS

Nama : Febby Oktavia

Nim : PO714251161019

Institusi : Poltekkes Kemenkes Makassar

Prodi : DIV Farmasi

Tempat, Tanggal Lahir : Palu, 11 Oktober 1998

Alamat : Jl. Mappaodang No 45 C


A. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Pemasaran merupakan salah satu bidang yang sangat penting bagi perusahaan.
Fungsi pemasaran memungkinkan perusahaan mengidentifikasi kebutuhan dan
keinginan konsumen, serta bagaimana menyampaikan produkproduknya untuk
memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen tersebut (Cannon dkk, 2008). Hal
ini juga berlaku untuk perusahaan farmasi. Dengan demikian perusahaan farmasi
tidak bisa lepas dari pemasaran Sales force automationdan sales training
merupakan rangkaian kegiatan wajib bagi setiap perusahaan, terutama bagi
perusahaan farmasi untuk mengembangkan maupun meningkatkan efektifitas
penjualan produk atau jasanya. Kinerja tidak serta merta dapat dioptimalkan
tanpa melalui faktor pendukung, karena setiap perubahan pasti membutuhkan
upaya untuk merubahnya. Sedianya banyak faktor yang dapat berpengaruh
terhadap kinerja karyawan, misalnya penggunaan media pendukung kerja,
pelatihan, motivasi eksternal/internal, dan lain sebagainya.
Peranan personal selling sangat dibutuhkan untuk mencapai sasaran yang
diinginkan karena komunikasi pemasaran merupakan usaha untuk menyampaikan
pesan atau informasi kepada publik terutama konsumen sasaran mengenai
keberadaan suatu produk atau jasa. Keberhasilan komunikasi pemasaran
dipengaruhi oleh banyak variabel seperti kemampuan pemasar melakukan
decoding (respons dan interpretasi oleh penerima) tujuan komunikasi menjadi
pesan yang menarik dan efektif bagi konsumen, ketepatan memilih jenis promosi,
ketepatan penggunaan media penyampai pesan, daya tarik pesan dan kredibilitas
penyampai pesan. Tujuan dari program adalah mampu menarik konsumen baru
yang belum pernah menggunakan tersebut, konsumen yang sudah pernah
membeli ataupun menggunakan dapat menjadi customer yang loyal dan inti dari
tujuan yang ingin dicapai adalah kepuasaan konsumen.
Medical Representatif merupakan ujung tombak dalam industri farmasi,
begitu juga dengan Perusahaan Farmasi Multinasional.Peran tenaga
penjualan dalam meningkatkan pertumbuhan penjualan telah lama menjadi salah
satu strategi pemasaran. Dengan peran tenaga penjualan maka perusahaan
akan mampu menjalin hubungan yang dekat dan baik dengan pelanggan
(Smith et al., 2000). Disamping itu, Perusahaan Farmasi Multinasional
meningkatkan penjualan dan profitabilitas dan loyalitas pelanggan melalui
tenaga penjual yang unggul. Menurut Mason et al., dalam Elly dan Mursid
(2015) mengindikasikan bahwa citra yang diproyeksikan oleh tenaga penjual
merupakan citra perusahaan itu sendiri, namun kurangnya perhatian pada
personil pemasaran dapat menjadi masalah mengingat bahwa pengawasan
perilaku individu merupakan faktor yang penting dan mengingat tenaga
penjual menempati porsi paling besar dalam bidang pemasaran.
Produk-produk Perusahaan Farmasi Multinasional memiliki harga yang
lebih premium dibandingkan produk farmasi lokal tentunya banyak memiliki
pesaing di industri farmasi. Untuk dapat memasarkan produk-produk
tersebut, maka Perusahaan Farmasi Multinasional sangat membutuhkan
peran dari tenaga penjualan (Medical Representatif). Peran dari medical
representatif di Perusahaan Farmasi Multinasional untuk memperkenalkan
dan memasarkan produk-produk tersebut kepada customer (HCP/Dokter) yang
pada akhirnya dapat mendatangkan penjualan bagi Perusahaan Farmasi
Multinasional.Oleh karena itu peran dari medical representatif harus
mendapat perhatian, sehingga kinerja darimedical representatif tersebut
semakin meningkat dan efektivitas penjualan tercapai (Kotler, P. dan Amstrong.
2014. Principles of Marketing 15thed.Essex. UK: Pearson Education Limeted.)
2. Pengertian Pemasaran
Pengertian Pemasaran Secara Umum :
1) Pemasaran merupakan hal yang menghubungkan kegiatan produksi dan
konsumsi. Pemasaran terdiri dari berbagai aktivitas yang melibatkan
konsumen, analisis pasar,penetapan harga, permintaan konsumen,penentuan
posisi,periklanan,penerapan produk baru,umpan balik, review,
penjualan,pendistribusian, komunikasi serta identifikasi perancangan dan
pengembangan produk.
2) Pengertian pemasaran meliputi usaha atau bisnis dari seseorang atau
perusahaan yang dimulai dengan mencari apa hal yang dibutuhkan oleh
konsumen agar mereka merasa puas. Pemasaran juga akan menentukan
barang atau jasa apa yang ingin dijual. Selanjutnya adalah menentukan berapa
harga barang atau jasa yang pas. Cara-cara promosi pun juga harus dilakukan
aagr pemasaran berhasil. Yang terakhir adalah menjual barang atau jasa
tersebut. Jadi, pemasaran pada dasarnya merupakan beberapa kegiatan yang
saling berhubungan dan merupakan suatu sistem pula.

Pengertian Pemasaran Menurut Para Ahli :


1) Menurut William J Stanton merupakan sebuah sistem keseluruhan dari
beberapa kegiatan usaha yang mempunyai tujuan untuk menentukan harga,
merencanakan, mendistribusikan barang atau jasa, dan mempromosikan
barang atau jasa yang bisa memuaskan kebutuhan konsumen ataupun calon
konsumen.
2) Menurut Philip Kotler sendiri merupakan kegiatan yang dilakukan manusia
untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan sesama manusia lewat proses
pertukaran. Jadi, Kotler beranggapan bahwa pemasaran adalah suatu proses
managerial dan sosial.
3) Menurut Hasan yang merupakan ahli Ekonomi Indonesia adalah suatu proses,
perbuatan, dan cara untuk memasarkan produk dagangan seperti barang atau
jasa dengan cara menyebarluaskan barang atau jasa tersebut ke tengah-tengah
masyarakat ataupun masyarakat umum.
4) Menurut Downey, pemasaran merupakan suatu proses dari penyusunan
komunikasi yang efektif dan mempunyai tujuan untuk memberikan informasi
seputar barang atau jasa yang dijual oleh pelaku usaha. Pemasaran berkaitian
dengan bagaimana pelaku usaha bisa memuaskan kebutuhan dan keinginan
masyarakat.
5) Menurut Swasta Pengertian pemasaran ialah suatu usaha untuk dapat
memuaskan kebutuhan pembelidan penjual. Maksud dari pengertian itu yaitu
manusia harus menemukan kebutuhannya terlebih dahulu, sebelum ia
memenuhinya. Usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut dapat dilakukan
dengan cara mengadakan suatu hubungan.
6) Menurut Hair dan Mc. Daniel, pengertian pemasaran adalah proses
perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga promosi dan
distribusi gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang
memuaskan konsumen dan tercapainya tujuan organisasi.
7) Menurut Basu dan Hani, pengertian pemasaran adalah proses kegiatan
perencanaan dalam pengelolaan barang dan jasa, penetapan banderol harga
barang dan jasa tersebut, hingga proses promosi maupun pendistribusiannya,
dimana keseluruhan proses pemasaran bertujuan untuk memenuhi kebutuhan
maupun memperoleh laba.
8) Menurut Stanton dalam Tambajong pemasaran adalah suatu sistem dari
kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga,
mempromosikan dan mendistribusikan produk yang dapat memuaskan
keinginan dalam mencapai tujuan perusahaan.
9) Menurut Dayle dalam Sudaryono pemasaran adalah proses manajemen
yang berupaya memaksimumkan laba (retutns) bagi pemegang saham
dengan jalan menjalin relasi dengan pelanggan utama (valued customers)
dan menciptakan keunggulan kompetitif.
10) Menurut Melydrum dalam Sudaryono (2016:41), pemasaran adalah proses
bisnis yang berusaha menyelaraskan antara sumber daya manusia,
finansial dan fisik organisasi dengan kebutuhan dan keinginan para
pelanggan dalam konteks strategi kompetitif.

3. Ruang Lingkup Pemasaran


Pemasaran menurut para ahli, ruang lingkupnya terbatas pada bidang bisnis
saja. Namun, seiring dengan perkembangan jaman, aktivitas pemasaran tidak lagi
sekadar beruang-lingkup di bidang bisnis saja, tetapi jangkauannya telah melebar
ke berbagai dimensi yang lain. Dewasa ini, pemasaran tidak lagi digunakan oleh
koorporat bisnis saja, tetapi organisasi-organisasi sosial kemasyarakatan atau
departemen-departemen pemerintah juga menggunakannya. Jadi, pemasaran tidak
terbatas dalam dunia bisnis saja, tetapi mempunyai makna kemasyarakatan yang
luas. Sebenarnya, para pelaku pemasaran melaksanakan usaha pemasaran dari 10
jenis wujud, yaitu :
1) Organisasi
Pemasaran organisasi ditujukan untuk menaikkan nama dan citra
organisasinya di mata masyarakat umum. Dan tugas suatu organisasi adalah
untuk mengatur kegiatan – kegiatan dengan baik, manajer juga harus
menentukan komposisi strukutur organisasinya. Disini organisasi juga
bertanggung jawab pada : perencanaan dan perdagangan barang, periklanan,
riset pemasaran, analisis dan pengawasan penjualan, perencanaan saluran,
teritorial dan kuota, pengawasan persediaan, penjadwalan produksi, serta
distribusi.

2) Pasar
Adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk
berbelanja dan kemauan untuk membelanjakannya atau suatu tempat yang
dianggap mempunyai nilai jual yang tinggi akan berusaha untuk memasarkan
tempatnya. Misalnya suatu kota yang memiliki banyak bangunan bersejarah.
Pada pokoknya pasar di kelompokkan menjadi 4 golongan yaitu :
a. Pasar konsumen : sekelompok pembeli yang membeli barang untuk
dikonsumsi dan barang yang dibeli adalah barang konsumsi.
b. Pasar industri : pasar yang terdiri atas individu dan lembaga yang
membeli barang-barang untuk dipakai lagi baik secara langsung maupun
tidak langsung dan barang yang dibeli adalah barang industri.
c. Pasar penjual : suatu pasar yang terdiri atas individu dan organisasi yang
membeli barang dengan maksud dijual atau disewakan lagi agar
mendapat laba.
d. Pasar pemerintah : pasar dimana terdapat lembaga – lembaga
pemerintahan, seperti : departemen-departemen, direktorat, kantor dinas,
dll.

3) Produk
Produk yang dimaksud disini adalah semua barang dan jasa yang dihasilkan
atau diproduksi oleh suatu perusahaan dan kemudian memasarkannya.
4) Saluran Distribusi
Saluran yang digunakan produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari
produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri.
5) Penentuan harga
Ada dua pendekatan pokok dalam penentuan harga jual yaitu : pendekatan
biaya dan pendekatan pasar atau persaingan.
6) Promosi dan periklanan
Pemasaran melibatkan berbagai proses dalam tahapan pelaksanaanya
produsen harus mencari pembeli dan mengidentifikasi apa yang menjadi
kebutuhan mereka, merancang produk dan jasa baik mutunya, menetapkan
harga atas produk atau jasa tersebut, mempromosikan, dan kemudian
mengirimkanya ke pasar. Tujuan yang ingin dicapai melalui proses
pemasaran pada sebuah perusahaan tergantung dari bisnis perusahaan, di
mana melalui proses pemasaran, terjadi pengenalan produk kepada
konsumen, kemudian pembelian sehingga berdampak pada
pendapatan perusahaan. Pemasaran juga berbeda dengan penjualan.
Perusahaan yang menggunakan konsep pemasaran dalam orientasi
pada pasarnya senantiasa berpijak pada empat pilar utama, yaitu: focus
pasar, orientasi pelanggan, pemasaran terpadu dan profitabilitas. Konsep
pemasaran mengambil perspektif dari luar ke dalam, dimulai dengan
pasar yang didefinisikan dengan baik, memfokuskan pada
kebutuhan pelanggan, mengkoordinasikan semua kegiatan yang
akanmempengaruhi pelanggan, dan menghasilkan keuntungan melalui
penciptaan kepuasan konsumen. Dengan demikian, pada dasarnya
konsep pemasaran adalah memfokuskan pada pasar, berorientasi pada
pelanggan, usaha pemasaran yang terkoordinir, yang ditujukan untuk
menghasilkan kepuasan pelanggan sebagai kunci untuk mencapai
tujuan organisasi atau tujuan perusahaan. (Sampurno. Manajemen Pemasaran
Farmasi. 2009. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press)

Ruang lingkup selanjutnya dari pemasaran adalah yang disebut strategi


pemasaran (marketing strategy). Banyak ahli pemasaran yang
mengungkapkan bahwa pemasaran tanpa strategi hanya akan berjalan di tempat,
sehingga strategi adalah segalanya. Dapat dikatakan bahwa marketing strategy
sebagai suatu isi 6 sentral dan krusial dalam fungsi pemasaran.Menurut Bannett
seperti dikutip oleh Fandy Tjiptono (2001:7) bahwa strategi pemasaran
merupakan (baik secara implicit maupun eksplisit) mengenai bagaimana
suatu merek atau lini produk mencapai tujuanya.
4. Fungsi Pemasaran
Tujuan Pemasaran secara umum, sebagai berikut :
1) Kebutuhan
Tujuan pemasaran yang pertama yaitu untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Kebutuhan adalah sesuatu yang sifatnya mendasar yang diperlukan untuk
memenuhi masalah manusia. Contoh : Kebutuhan makanan, minum, pakaian,
rumah dan pendidikan.

2) Keinginan
Tujuan Pemasaran yang kedua ialah untuk memenuhi keinginan pelanggan.
Kebutuhan yang telah menjadi dorongan untuk diselesaikan (hasrat untuk
memenuhi kebutuhan) ketika mereka diarahkan kepada tujuan atau objek tertentu
yang spesifik, yang memungkinkan memuaskan kebutuhan. Orang sakit ingin
berobat modern, maka ia akan berobat ke rumah sakit, puskemas atau klinik.

3) Harapan
Tujuan Pemasaran yang ketiga adalah untuk memenuhi harapan pelanggan.
Harapan adalah keinginan akan produk atau jasa tertentu yang bersifat individual
dengan memperhatikan bagaimana cara memenuhi kebutuhan dan keinginan.
Contohnya : Berobat ke rumah sakit, dengan pelayanan dokter yang terampil dan
cepat serta ramah (harapan). Faktor psikografi (selera, gaya hidup, persepsi
terhadap tempat pelayanan) ikut menentukan harapan seseorang.

Adapaun beberapa fungsi pemasaran adalah sebagai berikut:


1) Fungsi Pertukaran
Dengan adanya pemasaran maka konsumen dapat mengetahui dan membeli
sebuah produk yang dijual oleh produsen, baik dengan menukar produk
dengan uang ataupuan menukar produk dengna produk. Produk tersebut bisa
digunakan untuk keperluan sendiri ataupun dijual kembali untuk mendapatkan
laba.
2) Fungsi Distribusi Fisik
Proses pemasaran juga dapat dalam bentuk distribusi fisik terhadap sebuah
produk, dimana distribusi dilakukan dengan cara menyimpan atau
mengangkut produk tersebut.
Proses pengangkutan bisa melalui darat, air, dan udara. Sedangkan kegiatan
penyimpanan produk berjalan dengan cara menjaga pasokan produk agar
tersedia ketika dibutuhkan.
3) Fungsi Perantara
Aktivitas penyampaian produk dari produsen ke konsumen dilakukan melalui
perantara marketing/ pemasaran yang menghubungkan kegiatan pertukaran
dengan distribusi fisik.
Pada proses aktivitas perantara terjadi kegiatan pembiayaan, pencarian
informasi, klasifikasi produk, dan lain-lain.

Fungsi atau manfaat dari strategi pemasaran adalah sebagai berikut:

1) Meningkatkan Motivasi Dalam Berpikir Jernih Ke Depan


Strategi pemasaran mengharuskan manajemen perusahana untuk berfikir out
of the box, hal ini sangat disarankan dalam menjaga ritme atau berlansungnya
perusahaan. Upayakan tidak terus mengikuti ritme pasa, namun sesekali
mencoba menggebrak pasar dengan sesuatu yang baru.

2) Koordinasi Pemasaran Yang Lebih Efektif Dan Terarah


Strategi pemasaran fungsinya sebagai pengatur arah dan jalannya perusahaan
sehingga membuat tim koordinasi menjadih jauh lebih baik dan terarah

3) Dapat Merumuskan Tujuan Perusahaan Yang Akan Dicapai


Dengan strategi pemasaran, pelaku usaha dapat dibantu untuk merinci tujuan
yang hendak dicapai perusahana, baik itu tujuan jangka panjang ataupun
jangka pendek.

5. Jenis-Jenis Pemasaran
Jenis Jenis Pemasaran menurut Supriyanto yaitu pemasaran eksternal, pemasaran
internal dan pemasaran interaktif.
1) Pemasaran Internal
Pemaran Internal merupakan salah satu dari jenis jenis pemasaran. Pada
dasarnya karyawan adalah pelanggan pertama dari suatu bisnis atau perusahaan.
Bagaimana suatu perusahaan harus memuaskan karyawan, memperhatikan
kebutuhan, keinginan serta harapan, demikian juga mengenai kesejahteraan
karyawan. Semua tersebut merupakan hak yang harus dipenuhi oleh suatu
perusahaan. Karena itu kewajiban perusahaan harus memperhatikan kesejahteraan
karyawan seperti gaji, tunjangan hari tua, pengembangan karir, asuransi dan lain-
lain. Di lain pihak harus memasarkan perusahaan tersebut, termasuk sumber daya
perusahaan dan brand image (citra merek).

2) Pemasaran Interaktif
Pemasaran Interaktif merupakan salah satu dari jenis jenis pemasaran.
Kemampuan karyawan untuk berinteraksi dengan pelanggan mengharuskan setiap
karyawan memiliki keterampilan dan profesional dalam malayani pelanggan.
Untuk memuaskan kebutuhan dan harapan pelanggan, karyawan harus selalu
kelihatan menarik, murah senyum, mau mendengarkan keluhan, siap bila
diperlukan, hormat, sabar, jujur dan bisa dipercaya.

3) Pemasaran Eksternal
Pemasaran Eksternal merupakan salah satu dari jenis jenis pemasaran.
Pemasaran eksternal menjadi tugas dari manager dan organisasi pemasaran
perusahaan. Dalam memahami kebutuhan dan harapan pasar, upaya menciptakan
produk atau jasa pelayanan, serta mengupayakan terjadinya transaksi yang saling
menguntungkan kedua belah pihak.

Jenis-jenis pemasaran ini merupakan jenis yang paling umum sekaligus paling
banyak digunakan oleh para entrepreneur tanah air maupun internasional, baik
pebisnis baru maupun senior dalam upaya melakukan pemasaran yang efektif.
Pemasaran Secara Langsung (Direct Marketing)
a) Pengertian Direct Marketing
Pengertian Pemasaran langsung adalah kegiatan promosi yang dilakukan
pihak tertentu dari badan usaha seperti Sales maupun pemilik usaha itu sendiri,
untuk terjun langsung ke lapangan / pasar dalam rangka melakukan proses
pengenalan produk dan penggaetan pelanggan, melalui strategi dan tahapan-
tahapan pemasaran yang telah dirancang sebelumnya.
b) Bentuk Media Pemasaran Langsung yang paling populer
Direct marketing disebut juga sebagai pemasaran tanpa pihak ketiga dalam
proses jual-beli. Jenis Pemasaran Direct marketing dibagi beberapa macam antara
lain Personal Selling, Direct Mail Marketing, Catalog Marketing, Telemarketing,
Kios Marketing dan Online Marketing.

Pemasaran Tidak Langsung


a) Pengertian
Pengertian Pemasaran Tidak Langsung adalah strategi untuk mempromosikan
suatu produk/jasa yang ditujukan untuk menyentuh dan mempengaruhi hasrat
calon konsumen secara tidak langsung. Wujud pemasaran ini bisa ditemukan
dalam bentuk Iklan, Humas, Tanggung Jawab Sosial dan Pemasaran Interaktif di
Internet secara tidak langsung.
b) Contoh Pemasaran Tidak Langsung
Media Iklan
Dalam kehidupan sehari-hari, iklan sangat mudah sekali ditemukan, ini
dikarenakan iklan ada dan berlaku di mana saja, baik televisi, koran, media
cetak, radio dan lain-lain. Contoh Media iklan adalah Iklan Keluarga, iklan
Niaga, iklan Pengumuman, Iklan Baris dan iklan layanan masyarakat.

Humas (Public Relation)


Menurut Wikipedia, Humas atau Hubungan Masyarakat adalah media yang
dipergunakan untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat luas, dalam
rangka pemberian hal-hal penting, mulai dari radio, media cetak, online,
broadcasting, special event dan media outdoor.

Pemasaran Interaktif (Media Online)


Pengertian Media Interaktif adalah media yang cakupannya paling luas yaitu
secara global. Platform online yang paling umum digunakan adalah
Blog/Website. Metode ini kian berkembang karena didukung oleh kemajuan
dunia digital dan sosial media secara besar-besaran.
B. HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN PEMASARAN FARMASI

1. Konsep Pemasaran Farmasi


Adapun beberapa pengertian dari beberapa tokoh tentang konsep pemasaran.
Menurut Swastha (1979:17) “Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis
yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat
ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan”.
Sedangkan definisi lain menyatakan bahwa konsep pemasaran adalah menjadi
lebih efektif dari pada para pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna
menetapkan dan memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran
(Kotler,1997:17).

Ada lima konsep pemasaran yang mendasari cara perusahaan melakukan kegiatan
pemasarannya yaitu:
1) Konsep berwawasan Produksi
Konsep ini berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk yang mudah
didapat dan murah harganya sehingga fokus utamanya adalah meningkatkan
efisiensi produksi dan memperluas cakupan distribusi.
2) Konsep berwawasan Produk
Konsep ini berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk yang
menawarkan mutu, kinerja terbaik dan hal-hal inovative lainnya sehingga
fokus utamanya adalah membuat produk yang lebih baik dan berusaha terus
menerus untuk menyempurnakannya.
3) Konsep berwawasan Penjualan
Konsep ini berpendapat bahwa kalau konsumen dibiarkan saja maka
konsumen tidak akan membeli produk perusahaan dalam jumlah cukup.oleh
karena itu, perusahaan harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang
agresif.
2) Konsep berwawasan Pemasaran
Konsep ini berpendapat bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri
dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan
kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien dari pada
persaingannya. Konsep ini didasarkan pada empat sendi utama, yaitu pasar
sasaran, kebutuhan pelanggan, pemasaran yang terkoordinasi, serta
keuntungan.
3) Konsep berwawasan Pemasaran bermasyarakat
Konsep ini berpendapat bahwa tugas perusahaan adalah menentukan
kebutuhan dan keinginan serta kepentingan pasar sasaran dan memenuhinya
dengan lebih efektif dan efisiensi dari pada saingannya dengan cara
mempertahankan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan
masyarakat.

2. Strategi Pemasaran Farmasi


Perencanaan sangat diperlukan untuk mengikuti perkembangan dan
menghadapi persaingan yang semakin ketat dimasa yang akan datang. Tanpa
perencanaan sebuah organisasi mungkin akan melakukan cara-cara ekstrem untuk
menghindari kerugian atau mempertahankan kelangsungan hidupnya.
Perencanaan dapat mencakup suatu periode waktu yang panjang atau pendek.
Perencanaan jangka panjang ( multi tahun : 3, 5, 10, atau bahkan 25 tahun )
biasanya melibatkan peranan dari manajemen puncak dan atau staf perencanaan
khusus. Masalah yang dihadapi sangat kompleks dan memiliki cakupan yang luas,
seperti masalah perluasan pabrik, pasar, atau produk.
Perencanaan jangka pendek ( sampai dengan 1 tahun ) biasanya dilakukan
oleh manajemen menengah atau bawah ( middle or bottom management ) masalah
yang dapat dimasukkan dalam perencanaan jangka pendek ini, antara lain
kampanye periklanan untuk periode yang akan datang, pembelian pada musim
yang akan datang, atau menyangkut daerah operasi dari tenaga pemasaran.
Dalam hal ini, kita harus mengetahui dan membedakan ketiga konsep
perencanaan, yaitu sebagai berikut :
1) Perencanaan perusahaan secara keseluruhan.
Hal ini mencakup penentuan tujuan umum perusahaan dalam jangka panjang
dan pengembangan strategi jangka panjang untuk mencai tujuan tersebut. Tujuan
dan straregi jangka panjang ini kemudian menjadi suatu kerangka dasar untuk
mengembangkan rencana yang tercakup didalamnya. Masalah utama yang ada
dalam perencanaan perusahaan ini adalah masalah keuangan, produksi, kebutuhan
tenaga kerja, penelitian, dan pengembangan ( research and development ),serta
penentuan sasaran pasar dan program pemasarannya. Pertimbangan pemasaran ini
cenderung mempengaruhi kebijakan dalam perusahaan, baik jangka pendek
maupun jangka panjang . oleh karena itu perencanaan perusahaan dan
perencanaan pemasaran sering dijadikan satu.

2) Perencanaan pemasaran
Hal ini mencakup pengembangan program jangka panjang untuk masalah-
masalah yang luas dalam bauran pemasaran ( Marketing mix ), yaitu produk (
product), harga ( price), tempat ( place) dan promosi ( promotion). Perencanaan
pada masing-masing variabel tersebut harus dikoordinasikan dan ditangani dengn
baik, sebab setiap variabel bauran pemasaran selalu saling berinteraksi dengan
variabel lainnya.

3) Rencana Pemasaran Tahunan


Rencana ini mencerminkan proses perencanaan yang berjalan untuk satu periode
waktu. Dalam hal ini, manajemen akan mengembangkan suatu rencana induk
yang mencakup kegiatan pemasaran setiap tahunnya. Contoh : perencanaan
pemasaran jangka panjang menentukantujuan untuk memperkenalkan produk
baru. Rencana pemasaran tahun berikutnya, bagaimana pun harus dapat membuat
keseimbangan dalam persediaan dengan cara mempromosikan jenis produk yang
sedang mengalami tahap penurunan dalam daur kehidupan produk ( product life
cycle ). Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan penjualan produk tersebut
sehingga persediaan berkurang. (Peter, J.P dan Donnely, J.H, Jr. 2012.
Marketing Management: knowledge and skills.11thed. New York: McGraw-
Hill, Inc.)

3. Management Pemasaran Farmasi

Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen danpemasaran.


Menurut kotler dan armstrong pemasaran adalah anlisis,perencanaan, implemenntasi,
dan pengendalian dari program-program yangdirancang untuk menciptakan,
menbangun, dan memelihara pertukaran yangmenguntungkan dengan membeli
sasaran untuk mencapai tujuan Sedangkan manajemen adalah proses
perencanaan,pengorganisasian, pergerakan dan pengawasan.Jadi dapat diartikan
bahwa manajemen pemasaran adalah sebagaianalisis, perencanaan, penerapan dan
pengendalian program yang dirancanguntuk menciptakan, membangun, dan
memoertahankan pertukaran yangmenguntungkan dengan pasar sasaran dengan
maksud untuk mencapaitujuan-tujuan organisasi. (Ginting, Nembah F.Hartimbul.
2011. Manajemen Pemasaran. Bandung: CV YRama Widya.)

4. Pemasaran Farmasi Menghadapi Berbagai Kebutuhan, Keinginan dan


Permintaan

Kebutuhan adalah keperluan mendasar manusia. Kebutuhan menjadi


keinginan jika diarahkan pada objek khusus sebagai pemuas kebutuhan. Sebagai
contoh obat dikategorikan sebagai kebutuhan dasar bahkan dalam kondisi
sakit,kebutuhan obat tidak kalah pentingnya dengan kebutuhan makanan. Obat
diperlukan konsumen/pasien untuk kesehatannya agar tetap bisa survive. Untuk
orang dengan penyakit tertentu bahkan dia harus mengkonsumsi obat sepanjang
hidupnya.Konsep dasar kedua darisuatu pemasaran adalah keinginan (human
wants) yang merupakan bentuk dari kebutuhan manusia yang dilatarbelakangi atau
dipertajam oleh kultur dan personalitas individual.misalnya orang jawa membutuhkan
makanan seperti beras, lentil, kacang polong dan air putih, sedangkan warga
AS lebih menginginkan kebutuhan makanannnya seperti, hamburger, kentang
goreng, dan minuman softdrink. Dalam realitasnya keinginan manusia
berkembang dinamis dan karena itu para produsen berupaya untuk mengembangkan
produk atau jasa yang dapat memuaskan keinginan konsumen.Manusia pada dasarnya
mempunyai keinginan yang hampir tidak terbatas tetapi sumber daya yang
dimilikinya pada kenyataannya terbatas. Mereka ingin memilih produk dengan nilai
dan kepuasan sesuai dengan kemampuan keuangannya. Jika ada kemauan untuk
membeli dan ada kemampuan untuk membeli, maka faktor keinginan akan
menjadi suatu kebutuhan Dengan demikian permintaan baru akan terjadi jika
ada keinginan dan kemampuan membayar. (Tjiptono, Fandy. 2016. Pemasaran.
Yogyakarta: CV Andi Offset.)

5. Permintaan Produk Farmasi


Permintaan adalah keinginan terhadap produk khusus yang didukung oleh
kemampuan membayar (mau dan mampu membeli). Pemasar tidak menciptakan
kebutuhan, tetapi kebutuhan ada lebih dulu dari pada pemasar. Menurut teori
ekonomi, permintaan untuk suatu komoditas ditentukan sejumlah faktor antara lain :
proferensi konsumen, kekuatan daya beli dan harga. Permintaan konsumen dapat
terjadi jika ada keinginan konsumen untuk membeli dan ada kemampuan untuk
membayarnya. Dengan demikian secara kuantitatif permintaan berkaitan langsung
dengan pendapatan (income). Permintaan untuk produksi farmasi adalah derivate
dari permintaan kesehatan. Dalam banyak hal permintaan kesehatandan permintaan
produk farmasi/obat merupakan suatu kesatauan yang tidak dapat
dipisahkan. Penentu utama permintaan obat (ethical) adalah dokter, karena
dokter yang menentukan obat apa yang digunakan oleh pasien, jumlahnya berapa
(dosis) dan digunakan berapa lama Dalam hal ini sesuangguhnya dokter
sebagai“agent of patient” karena pasien mempercayakan sepenuhnya kepada
dokter atas obat-obat yang harus dibeli dan digunakannya. Tentunya pasien
berharap pemilihan obat yang dilakukan oleh dokter yang tersebut yang terbaik
untuk kesehatan pasien dan terjangkau oleh kemampuan finansialnya.Pada sisi lain,
farmasis yang memberikan layanan obat dengan konseling pasien dapat
mempengaruhi permintaan obat. Farmasis mempunyai suatu tugas dan
peran untuk menjamin pasien memperoleh informasi tentang penggunaan obat
termasuk mekanisme kerja obat tersebut, indikasi, kontra indikasi, efek samping
obat. Selain itu farmasis harus memastikan bahwa resep obat tersebut dengan dosis
pemberian yang tepat dan sesuai.Meningkatnya peran farmasis dalam konseling
obat untuk pasien dan konsultasi medikasi dengan dokter mempunyai efekyang
positif terhadap pasar farmasis. Konseling obat yang diberikan oleh farmasis relative
memiliki biaya lebih rendah dan dalam banyak hal dapat meningkatkan kepatuhan
pasien dalam menggunakan obat. Pelayanan ini dapat memberikan insentif baru pada
pasarfarmasi dengan menciptakan persaingan yang lebih sehat diantara ritel
farmasi.Dari sudut pandang karakteristik sosiodemografi terdapat faktor yang
mempengaruhi permintaan kesehatan anatara lain: usia, gender dan ras. Penduduk
lansia (lebih dari 65 tahun)adalah pasien terbanyak baik di rumah sakit maupun
dibanyak praktek dokter pribadi. Pada tahun 1993 tercatat dirumah sakit AS
62,6% pasien rawat jalan dan 52% pasien rawat inap yang di RS adalah pasien
yang berusia lanjut meskipun jumlah mereka hanya 15% dari seluruh penduduk AS.
Demikian juga dalam konsumsi obat proporsi pasien usia lanjut yang
mengkonsumsi obat sebesar 34,3% belanja resep di ritel farmasi. Hal ini yang
menjadikan tingkat pemakaian obat pada pasien usia lanjut jauh lebih tinggi
dibandingkan pasien yang berusia lebih muda, antara lain karena pasien usia
lanjut biasanya seringkali mendapatkan terapi banyak obat atau polifarmasi.
C. HASIL WAWANCARA DENGAN DEATELER

1. Pengalaman Menjadi Deateler (Medical Representatif)


Nama deateler ini ialah, pak yusana elang, Dipanggil pak yusan. Umur beliau
31 tahun. Pendidikan terakhir beliau S1 Ekonomi. Pak yusan sekarang berkerja
sebagai medical representative di Perusahaan Phapros Makassar. sebelumnya pak
yusan dulu pernah bekerja sebagai medrep di perusahaan lain pada tahun 2010-
2015 ( 4 tahun di PT. Ferron Pharmaceuticals Factory yang berlokasi di
Cikarang, di tambah 1 tahun bekerja di PT. Dipa ) yang semuanya merupakan
PMDN atau perusahaan modal dalam negri. Awal kerja pak yusan sangat begitu
berat dan membosankan tetapi ketika mulai masuk target dan menerima insetive,
pak yusan sangat senang sekali. Pada profesi medical representative ini pak yusan
merasa bidang ini menumbuhkan pribadi menjadi sangat disiplin dan hidup
menjadi lebih flexible, meskipun kadang sangat menjenuhkan. Banyak sekali
pelajaran berharga yang pak yusan dapatkan selama awal bekerja di perusahaan
tersebut. Tetapi pak yusan hanya bekerja selama 4 tahun sebagai medical
representative di 2 perusahaan modal dalam negri tersebut hingga akhirnya akhir
tahun 2015, beliau resign dengan alasan beliau mempunyai target pribadi. Beliau
merasa sampai kapan harus bertahan menjadi medrep ? karena merasa belum bisa
naik untuk jadi SPV (Supervisor), akhirnya beliau nekat meninggalkan profesi itu
selama setahun.

Pak yusan memiliki seorang istri dan satu anak, sementara istri adalah seorang
ibu rumah tangga, alhasil beliau menganggur selama 3 bulanan tanpa ada
pemasukan, beliau sempat membuka usaha sendiri, meskipun kadang hasil dari
usaha yang didirikannya berpemasukan kadang besar dan kadang kecil. Setahun
setelah membuka usaha sendiri. Pak yusan berkeinginan untuk terjun kembali
dalam profesi Medical Representativ yang dulu pernah ia tekuni. Beliau
berencana pada saat itu untuk melamar pada perusahaan Kimia Farma, tetapi
tidak di terima padahal pengalaman pak yusan selama 5 tahun dahulu pernah
bekerja sebagai medrep, belum cukup beruntung untuk ia masuk di perusahaan
BUMN tersebut. Target kedua pak yusan yaitu melamar di Perusahaan Phapros,
phapros ini sendiri merupukan salah satu dari 3 perusahaan farmasi BUMN selain
Indofarma dan Kimia Farma. Phapros merupakan anak perusahan Rajawali
Nusantara sebagai holding company. Serta phapros memiliki cabang hamper
diseluruh Indonesia. Akhirnya di perusahaan Phapros inilah pak Yusan sampai
sekarang bekerja. Banyak pengalaman yang sudah di jalani oleh beliau,
diantaranya yang beliau sampaikan kepada saya pengalaman pada masa-masa di
training selama kurang lebih 5 bulan, diakibatkan juga factor pak yusan bukan
merupakan lulusan dari jurusan Farmasi yang tentu saja pihak perusahaan belum
terlalu yakin melepas beliau untuk terjun langsung bertemu dokter. Pada masa
training tidak ada kesulitan atau beban yang beliau rasakan, beliau hanya bertekad
untuk ingin bekerja secara totalitas kembali pada bidang ini. Adapun tahapan
testnya yang pak yusan sampaikan antara lain: terdapat interview HRD, Interview
user, psikotest, tes kesehatan, training dan terakhir yaitu penempatan. Kalau di
Tanya suka duka beliau kerja di perusahaan tersebut karena di Phapros kerjanya
sangat nyaman, memiliki tunjangan kesehatan yang full cover meliputi karyawan,
istri, anak smapai tiga anak, dan ada dana pension serta tunjangan pendidikan
untuk anak. Saking nyamannya kerja di Phapros, turnover di sana sangat jarang,
rata-rata karyawannya awet.

Mengenai salary, beliau katakan di Phapros memang tidak begitu besar kalau
dibanding sama perusahaan farmasi lain mungkin akan ada selisih sedikit, pada
intinya di Phapros tidak mungkin buat anda menjadi kaya raya, tetapi kalau
sejahtera pasti iya. Kemudian pak yusan mengatakan bahwa kegiatan pemasaran
atau menawarkan obat ke Dokter umum atau Dokter ahli adalah makanan tiap
hari beliau, kita di tuntut harus bisa berkomunikasi dengan baik dan tentunya
mempunya wawasan serta pengetahuan mengenai produk yang ditawarkan.
Untuk waktu kerja di Phapros yaitu kerja lapangannya Senin sampai dengan
Jumat, Hari Sabtu masuk setengah hari untuk administrasi saja di Kantor. Dan
terakhir saran pak yusan bagi mahasiswa-mahasiswi yang nanti nya berminat
dalam profesi ini ialah kalau kalian merasa kalian tidak mampu atau tidak totalitas
dalam bidang ini jangan diteruskan, karena yang nantinya yang ada kerja dengan
keterpaksaan. Karena dunia medrep adalah dunia para orang tangguh dan tahan
banting.

2. Kekuatan Dan Kelemahan Produk Yang Di Tawarkan


Mengenai produk-produk dari Perusahaan Phapros sangatlah banyak dan hampir
seluruh apotek menggunakan produk Phapros. Adapun salah satu produk Phapros
yang di tawarkan ialah :
Livron B Plex. Merupakan produk Vitamin & Suplemen
Komposisi :
vitamin B1 HCl 1,5 mg, Vitamin B2 0.25mg, Vitamin B6 HCl 0,25mg, Vitamin
B12 0,5mcg, Vitamin C 12,5mg, Kalsium pantotenat 1,5 mg, Nikotinamida
10mg, Asam Folat 0,5mg, Besi (II) glukonat 7,5mg, Tembaga sulfat 0,65mg,
Substansi hati kering 100mg.
Indikasi :
Anemia makrositik hiperkromik, tropikal mega-loplastik anemia, anemia
hiperkromik sehabis keracunan, infeksi atau perdarahan, penyakit-penyakit karena
kekurangan vitamin B, sesudah pengobatan dengan antibiotika, sulfonamida,
sebagai tambahan vitamin,

Kelebihan : multivitamin ini merupakan suatu kombinasi yang terpilih dari B


komploks hati besi dalam bentuk bersalut gula, di samping vitamin-vitamin B
kompleks tablet salut gula ini juga berisi besi bermartabat dua dan juga berisi
vitamin C sebagai senyawa asam yang dapat meningkatkan penyerapan besi.
Livron B plex sangat dibutuhkan dalam perkembangan anak yang juga bisa di
konsumsi oleh ibu hamil dan menyusui serta anggota keluarga lainnya karena
Livron ini merupakan sebuah vitamin bukan obat. Baik untuk memulihkan
stamina juga. Untuk harga juga terjangkau mulai dari Rp.2000-4000 an.

Kelemahan : adanya pesaing dari perusahaan lain yang juga mempromosikan


serta menjual multivitamin yang memiliki indikasi yang hampir sama dengan
Livron B Plex.

3. Perkembangan Perusahaan
PT Phapros, Tbk adalah perusahaan farmasi yang merupakan anak perusahaan PT
Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) yang saat ini menguasai saham sebesar
56,6% dan sisanya dipegang oleh public termasuk karyawan. Sejak didirikan
lebih dari enam dasawarsa yang lalu, tepatnya pada 21 Juni 1954, PT Phapros,
Tbk yang semula merupakan bagian dari pengembangan usaha Oei Tiong Ham
Corcern dengan nama NV Pharmaceutical Processing Industries sejak awal
menumbuhkan budaya perusahaan yang berbasis pada profesionalisme dan
berorientasi pada kualitas. Komitmen yang tinggi pada standar kualitas serta
lingkungan dibuktikan dengan terus mengikuti perubahan standar mutu melalui
implementasi dari Cara Pembuatan Obat yang Baik/CPOB terkini (current Good
Manufacturing Practices), Pembuatan Obat Tradisional yang Baik/CPOTB terkini
(current Herbal Good Manufacturing Practices), serta persyaratan penyaluran alat
kesehatan dan Cara Pembuatan Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB), Persyaratan
Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) serta system Manajemen Mutu yang
terintegrasi yang meliputi standar ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO/IEC
17025 dan Manajemen Risiko.
Saat ini, perusahaan telah memproduksi lebih dari 284 macam obat, sebagian
besar diantaranya adalah hasil pengembangan sendiri (non-lisensi) yang
diklasifikasi dalam kelompok produk etikal, generic, OTC, dan Agromed. Selain
memproduksi bat yang diperdagangkan sendiri, PT Phapros, Tbk dipercaya
industri farmasi lain untuk memproduksi obat melalui kerjasama Contract
Manufacturing. Produk tersebut selain untuk kebutuhan nasional juga untuk
kebutuhan negara lain melalui kerjasama ekspor yang dirintis sejak tahun 2013.
Hingga saat ini sudah ada 6 produk yang diizinkan untuk beredar di negara
tetangga, yaitu Kamboja. Selain itu, perusahaan mulai memperluas lingkup
bisnisnya pada sector non obat berupa alat kesehatan non elektromedik yang telah
memperoleh izin pendistribusiannya dari Kementerian Kesehatan RI.

Untuk meletakkan fondasi bisnis yang kuat, manajemen berupaya menerapkan


Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance, GCG). Dan,
yang tak kalah penting, manajemen akan terus berupaya membangun kompetensi
personel yang professional melalui program pengembangan sumber daya manusia
yang terarah, sehingga mampu membawa perusahaan memasuki era perdagangan
bebas sebagai perusahaan farmasi terkemuka di kawasan regional. Pengembangan
bisnis alkes ini merupakan bentuk komitmen Phapros dalam hilirisasi riset, karena
scaffold hydroxyapatite tersebut merupakan hasil riset anak bangsa yang
berpotensi memiliki prospek bisnis yang cukup baik. PT Phapros Tbk juga
melebarkan sayap bisnisnya hingga ke mancanegara, menggandeng raksasa
farmasi asal Myanmar Medi Myanmar Group melalui pembentukan usaha
bersama (Join Venture) pengembangan bisnis farmasi dan alat kesehatan.
Direktur Utama Phapros mengatakan, Joint Venture yang dibentuk akan fokus
pada pendirian pabrik. Pada tahap awal, pabrik tersebut disiapkan untuk
memproduksi tablet dan kapsul non antibiotik, sebelum kemudian secara perlahan
masuk ke arah pengembangan parenteral.
4. Tantangan Perusahaan
Saham-saham sektor farmasi masih mewaspadai sentiment negate penguatan
dollar AS terhadap nilai tukar rupiah. Hal ini menjadi keluhan, lantaran sebagian
besar bahan baku farmasi masih impor. Sehingga, tak kalah rupiah melemah
terhadap dollar AS memberikan imbas terkoreksinya penjualan emiten farmasi.
Haya saja, menurut analis riset First Asia Capital, David Sutyanto, nilai tukar
dolar AS pada 2014 cenderung stabil sehingga dari sisi rugi kurs tidak terlalu
banyak mengalami perubahan. Jadi, dari sisi risiko kurs selama dolar AS stabil
tak masalah. Maka menghadapi tantangan tersebut, industri farmasi di dalam
negeri dituntut untuk lebih efisien guna meningkatkan daya saing usaha, inovatif
dalam menghadirkan produk baru dan tentunya harga tetap kompetitif. Apalagi,
industri farmasi saat ini dihadapkan juga pada persaingan pasar bebas Masyarakat
Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 Menyikapi berbagai tantangan dan daya saing
global, PT Phapros Tbk anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) yang
bergerak di sektor Farmasi menegaskan kesiapanya untuk bersaing di masa
datang dengan memperkuat fondasi dan stabilisasi semua lini bisnis perusahaan
farmasi. Direktur Utama Phapros mengatakan pada tahun ini perseroan akan
melakukan sejumlah langkah, seperti perluasan pasar serta penguatan
standardisasi produk dan laboratorium berbasis ISO Untuk siap berkompetisi
Phapros berencana memperkuat pangsa pasar dengan mengakuisisi bisnis usaha
lainnya dan memperluas pasar ekspor. Tak hanya itu, perseroan juga menargetkan
akan meraih enterprise risk management berbasis ISO 31000 dan laboratorium
berbasis ISO 17025 pada tahun ini. Saat ini, Phapros memiliki lima divisi bisnis.
Pertama, over-the-counter (OTC) yang memasarkan obat jual bebas dengan
spesifikasi 15 produk.

5. Permasalahan Dan Solusi


Adapun permasalahan medrep ataupun perusahaan ialah :
1) Tinggi nya daya saing antara perusahaan dalam memasarkan produknya.
2) Susahnya bersosialisasi dan melalukan pendekatan ke beberapa dokter
3) Banyaknya pekerja medrep yang bukan merupakan lulusan dari jurusan
farmasi.
4) Terkadang dokter kurang dalam meresepkan produk kita kepada pasien

Adapun Solusi dari permasalahan medrep ataupun perusahaan ialah :

1) Perusahaan harus memiliki ciri khas tersendiri yang dapat membentuk


pembeda serta memiliki kelebihan dalam produk-produknya. Untuk para
medrep harus sepintar mungkin dalam menawarkan produk yang
dipromosikannya agar pihak dokter dapat tertarik pada produk tersebut.
2) Seorang medrep di training untuk dapat berkomunikasi dengan baik serta
dapat menguasai produk yang di tawarkan nya. Sebisa mungkin medrep
memiliki kemampuan dalam bersosialisasi sehingga hal tersebut
mempermudah medrep dalam menjalin kerja sama dengan pihak
Apotek/RS/Dokter
3) Sebenarnya sebagian besar yang bekerja dalam bidang ini banyak yang bukan
berasal dari jurusan farmasi. Kurangnya lahan pekerjaan yang membuat hal
ini kadang terjadi. Walaupun demikian harus pula di perhatikan agar medrep
yang bukan dari bidang farmasi ini dapat menjalankan profesi nya lebih
optimal. Pihak perusahaan harus mentraining lebih ketat agar ketika mereka
terjun langsung ke lapangan, mereka lebih berwawasan luas pada bidang yang
seharusnya banyak digeluti oleh orang farmasi ini.
4) Medical Representative harus berhati-hati, jangan terpancing atau langsung
percaya begitu saja bahwa Dokter telah meresepkan. Lakukan survey apotek
untuk memastikannya. Mungkin benar Dokter telah meresepkan, namun
volumenya tidaklah banyak. Volumenya inilah yang harus ditingkatkan,
karena berarti Dokter telah mengenal dan berpengalaman dengan produk kita.
Ini adalah peluang bagus untuk meningkatkan penjualan dan mengenalkan
obat kita yang lain. Tingkatkan perhatian dan kunjungan kita terhadap Dokter
tersebut

6. Kesimpulan Dan Saran

DAFTAR PUSTAKA

Ginting, Nembah F.Hartimbul. 2011. Manajemen Pemasaran. Bandung: CV YRama


Widya.
Hill, L dan Sullivan, T. 2004.Foundation Marketing. 3rd ed. Harlow: Pearson
Education Ltd.

Kotler, P. dan Amstrong. 2014. Principles of Marketing 15thed.Essex. UK: Pearson


Education Limeted.

Kotler, P. and Amstrong. 2015. Marketing Management 15thed.Upper Saddle


River. NU: Pearson Education International.

Kurtz, D.L. 2012. Contemporary Marketing. OH: South western cengage learning.

Peter, J.P dan Donnely, J.H, Jr. 2012. Marketing Management: knowledge and
skills.11thed. New York: McGraw-Hill, Inc.

Sampurno. Manajemen Pemasaran Farmasi. 2009. Yogyakarta: Gadjah Mada


University Press

S. Supriyanto dan Ernawati, 2010. Judul : Pemasaran Industri Jasa Kesehatan.


Penerbit CV Andi Offset : Yogyakarta.

Tjiptono, Fandy. 2016. Pemasaran. Yogyakarta: CV Andi Offset.

LAMPIRAN