Anda di halaman 1dari 7

MITIGASI SERANGAN GANODERMA DENGAN METODE BIOKIMAL

PADA BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh mitigasi serangan


Ganoderma dengan metode BIOKIMAl dan menentukan efektivitas metode yang
diberikan berdasarkan tingkat pengaruhnya terhadap mitigasi ganoderma.
Ganoderma adalah sejenis jamur penyebab penyakit busuk pada akar dan batang
kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Penelitian ini menggunakan metode
eksperimen berupa teknik analisa data secara kuantitatif yang diperoleh melalui
Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan statistik parametrik (ANOVA).
Metode BIOKIMAL meliputi tiga aspek perlakuan diantaranya metode biologis
dengan pemanfaatan jamur antagonis Trichoderma spp., metode kimiawi dengan
pemanfaatan Natural GLIO yang dicampurkan ekstrak jamur Trichoderma spp. serta
metode manual dengan memanfaatkan botol bekas, air secukupnya dan Trichoderma
spp. Target yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah dapat menentukan metode
yang lebih efektif dalam mengatasi mitigasi serangan Ganoderma melalui metode
BIOKIMAL dengan melihat tingkat efektivitas masing-masing perlakuan pada bibit
kelapa sawit (E. guineensis Jacq.) Sehingga akan diperoleh gagasan ilmiah
berlandaskan hasil riset dalam menjawab pokok permasalahan untuk mendapatkan
konsep dengan produk jamur antagonis yang memiliki efektivitas lebih tinggi dalam
mengatasi mitigasi serangan Ganoderma.

Kata Kunci : MItigasi, Ganoderma, BIOKIMAL, Trichoderma spp.

v
v
PENDAHULUAN

Kelapa sawit merupakan salah satu faktor pendukung kemajuan bangsa


dibidang industri pertanian, namun beberapa tahun terakhir hal tersebut mengalami
kemerosotan akibat serangan beragam jenis hama penyebab penyakit. Salah satu hal
yang paling utama adalah serangan Ganoderma yang menyebabkan penurunan
produktivitas kelapa sawit (E. guineensis Jacq.) kurang lebih 80 % selama dekade
terakhir. Serangan Ganoderma semakin mengkhawatirkan. Kejadian serangan
Ganoderma cenderung meningkat dari tahun ke tahun (Widiastuti, 2016).
Kendala dalam pengembangan kelapa sawit adanya serangan penyakit seperti
gangguan Ganoderma, menurut Benyamin (2015) Ganoderma adalah cendawan
patogen yang dapat menyebabkan penyakit busuk akar pada tanaman, oleh karena itu
penelitian ini dapat membantu pemahaman pelaku budidaya sawit (petani) untuk
pengendalian hama secara intensif terkhusus pada Ganoderma yang menjadi pokok
permasalahan utama dalam memberantas faktor penyebab penyakit pada kelapa
sawit. Latar belakang utama di angkatnya judul proposal ini adalah untuk
mengembangkan budidaya kelapa sawit dan produktivitasnya, melalui berbagai upaya
oleh beberapa metode pengembangan yang dikembangkan melalui pendekatan ilmiah
berupa studi pustaka. Seperti yang kita ketahui banyak para petani sawit yang kurang
memahami bagaimana cara mengendalikan Ganoderma pada tahap pembibitan,
sehingga melalui kegiatan ini dapat mengedukasi petani dalam mengembangkan
produktivitas kelapa sawit melalui metode BIOKIMAL pada tahap pembibitan.
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh metode BIOKIMAL
(biologis, kimiawi dan manual) sekaligus menentukan metode yang paling efektif
melalui pemanfaatan jamur antagonis dalam mengatasi mitigasi serangan Ganoderma.
Pembuatan proposal juga didukung oleh adanya inisiatif penulis dalam
mengembangkan kualitas kelapa sawit Indonesia melalui riset. Hal ini dikarenakan
1
maraknya perkembangan Ganoderma yang menyebabkan penurunan kualitas lahan,
tanah, bibit dan budidaya kelapa sawit (E. guineensis Jacq.).
1.1 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang diangkat, maka rumusan masalah dalam riset
ini adalah :
1. Bagaimanakah mitigasi serangan Ganoderma dengan metode BIOKIMAL
terhadap bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) ?
2. Bagaimanakah luaran dan manfaat yang akan didapatkan pada mitigasi serangan
Ganoderma dengan metode BIOKIMAL pada bibit kelapa sawit (Elaeis
guineensis Jacq.) ?

1.2 Tujuan khusus


Berdasarkan rumusan masalah yang ada, maka tujuan dari penelitian ini adalah
1. Untuk menentukan dan mengetahui pengaruh mitigasi serangan Ganoderma
dengan metode BIOKIMAL pada bibit kelapa sawit (E. guineensis Jacq.).
2. Untuk mendapatkan luaran dan manfaat metode BIOKIMAL melalui tingkat
efektivitas BIOKIMAL pada mitigasi serangan Ganoderma pada bibit kelapa
sawit (E. guineensis Jacq.).

1.3 Urgensi Penelitian


Adapun urgensi (keutamaan) pada penelitian ini diantaranya adalah mitigasi
2
serangan ganoderma pada bibit kelapa sawit dengan metode BIOKIMAL (biologis,
kimiawi, manual), seperti yang diketahui sebelumnya bahwa Ganoderma adalah
jamur yang dapat menyebabkan penyakit busuk pada kelapa sawit. Sehingga pokok
utama yang akan diteliti adalah pengaruh penerapan metode BIOKIMAL (biologis,
kimiawi, manual) terhadap pegendalian mitigtasi serangan Ganoderma untuk melihat
tingkat efektivitas dari beberapa metode yang menjadi perlakuan, baik berpengaruh
nyata atau sangat nyata.
1.4 Target Penelitian
Adapun target penelitian yang akan dicapai diantaranya adalah dapat menentukan
metode yang lebih baik dalam mengatasi mitigasi serangan Ganoderma melalui
metode BIOKIMAL dengan melihat tingkat efektivitas masing-masing perlakuan pada
bibit kelapa sawit (E. guineensis Jacq.) sehingga dihasilkan produk dengan efektivitas
yang lebih unggul melalui percobaan.
1.5 Luaran
Berdasarkan tujuan dan target penelitian yang ingin dicapai, maka akan diperoleh
luaran berupa :
1. Efektivitas metode BIOKIMAL termanfaatkan sebagai mitigasi serangan
Ganoderma.
2. Terciptanya gagasan ilmiah mengenai tingkat efektivitas metode BIOKIMAL
(biologis, kimiawi dan manual) terhadap mitigasi serangan Ganoderma Sehingga
hal tersebut mampu menjawab permasalahan pokok riset secara kuantitatif
maupun kualitatif. Kontribusi riset ini diharapkan dapat bermanfaat dan menjadi
masukan bagi Agroindustri perkebunan kelapa sawit (E. guineensis Jacq.) dalam
mengendalikan mitigasi serangan Ganoderma. 3
1.6 Manfaat
Adapun manfaat yang akan diperoleh dari penelitian ini, diantaranya adalah :
1. Untuk para petani memperoleh manfaat secara praktis dalam mengembangankan
budidaya kelapa sawit (E. guineensis Jacq) melalui pengendalian mitigasi
serangan Ganoderma.
2. Untuk akademisi (Peneliti/Pelajar) memperoleh manfaat secara teoritis, sehingga
teori yang dihasilkan pada penelitian ini akan menjadi salah satu sumber literatur
dalam riset mitigasi serangan Ganoderma.
3. Untuk pemerintah terutama pada sektor pertanian memperoleh manfaat berupa
pengendalian mitigasi Ganoderma yang lebih efektif. Sehingga hal ini akan
mempengaruhi kebijakan pemerintah pada sektor pertanian 4
mengenai
pengambilan keputusan dalam mitigasi serangan Ganoderma
STUDI PUSTAKA

Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman yang dapat menghasilkan sumber
daya alam berupa minyak nabati terbanyak yang berasal dari benua Afrika (Randa,
2016).
Klasifikasi Kelapa Sawit (E. guineensis Jacq.)
Regnum : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Palmales
Famili : Palmae
Genus : Elaeis
Species : E. guineensis Jacq.

Gambar 2.1 Pohon Kelapa Sawit


Sumber : Dokumentasi Riset

Kelapa sawit merupakan komoditi utama andalan Indonesia yang


perkembangannya demikian pesat. Secara umum, limbah dari pabrik kelapa sawit
terdiri atas tiga macam yaitu limbah cair, padat dan gas. Limbah padat yang berasal
dari proses pengolahan berupa tandan kosong kelapa sawit (TKKS), cangkang atau

5
tempurung, serabut atau serat, sludge atau lumpur sawit dan bungkil (BPPT-HUMAS,
2017).
Tanaman kelapa sawit (E. guineensis jacq) merupakan salah satu sumber daya
alam yang menghasilkan minyak nabati yang menjadi komoditas pertanian utama dan
unggulan di Indonesia. Tanaman ini menjadi primadona kebanyakan sektor pertanian
dikarenakan mutu dan manfaatnya yang sangat menjamin untuk membuat kelapa sawit
untuk terus dibudidayakan (Alviodinasyari R. dkk 2015).
2.1 Ganoderma
Ada beberapa Ganoderma penyebab penyakit yang menyerang akar dan batang
kelapa sawit, yaitu Ganoderma boninense yang dapat menyerang kelapa sawit pada
tahap produksi dan pembibitan. Gejala yang khas sebelum terbentuknya tubuh buah
jamur, ditandai adanya pembusukan pada pangkal batang, sehingga menyebabkan
busuk kering pada jaringan dalam (Semangun, 2008).
Ganoderma boninense merupakan jamur yang diketahui tidak hanya
menyerang tanaman kelapa sawit pada saat produksi saja tetapi juga dapat menyerang
pada tahap pembibitan. Pengendalian penyakit oleh Ganoderma boninense diperlukan
teknik yang tepat terutama pengendalian yang bersifat ramah lingkungan
(Alviodinasyari R. dkk, 2015).
2.2 Pengendalian Ganoderma
Upaya pengendalian Penyakit BPB kelapa sawit telah banyak dilakukan oleh
pekebun kelapa sawit. Pengendalian secara kultur teknis dapat dilakukan sejak proses
tanam ulang yang melalui sanitasi sisah batang dan akar yang terinfeksi Ganoderma.
Sanitasi dengan inoculum ini dapat meminimalkan kontak antara akar sehat dan sisah-
sisah akar yang terinfeksi merupakan salah satu mekanisme utama penyebaran
Ganoderma dilapangan (Paterson, 2007).
Menurut Alviodinasyari R. (2015) salah satu jamur antagonis yang mampu
6
menghambat pertumbuhan Ganoderma adalah jamur jenis Trichoderma spp. yang
pengendaliannya ramah lingkungan. Ada beberapa riset yang menunjukkan
pengendalian Ganoderma tersebut dapat dilakukan secara biologis menggunakan
Mikoriza ataupun jamur jenis lainnya yang sifatnya antagonis terhadap Ganoderma.
Secara kimiawi dapat menggunakan pupuk organik berupa Natural GLIO, sedangkan
untuk mekanisme manual dapat menggunakan alat-alat sederhana untuk menebang dan
menggali pohon sawit yang terjangkit Ganoderma lalu membakarnya hingga akar-
akarnya agar menurunkan potensi serangan Ganoderma berikutnya.
Metode pengendalian ganoderma secara biologis merupakan metode yang
dapat dilakukan dengan menggunakan jamur antagonis untuk menghambat
pertumbuhan Ganoderma, Sedangkan Metode kimiawi menggunakan pupuk organik
seperti Natural GLIO yang memiliki daya kerja dalam menghambat pertumbuhan
Ganoderma, Sedangkan Metode manual menggunakan alat-alat konvensional dalam
mengendalikan infeksi Ganoderma.