Anda di halaman 1dari 21

BAB II

PROSENTASE

SUB TOPIK :
2.1 Komisi
2.2 Potongan Harga
2.3 Potongan Tunai
2.4 Pajak Pertambahan Nilai/PPN
2.5 Rugi – Laba

T.I.K :
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa diharapkan dapat :
2.1 Menjelaskan konsep komisi dengan jelas dan benar
2.2 Memecahkan permasalahan komisi yang meliputi : mencari jumlah komisi
yang diterima, mencari pendapatan seorang salesman, mencari jumlah
pendapatan yang sama, mencari tarip komisi dan mencari jumlah total,
penjualan.
2.3 Menjelaskan apa yang dimaksud dengan potongan harga denngan benar.
2.4 Memecahkan permasalahan-permasalahan potongan harga yang meliputi :
menghitung harga bersih dan harga daftar, menghitung prosentase potongan
harga, menghitung jumlah potongan harga.
2.5 Menjelaskan konsep potongan tunai dan potongan tunai berjangka dengan
jelas dan benar.
2.6 Memecahkan permasalahan-permasalahan potongan tunai yang meliputi :
menghitung harga bandrol dan harga jual, menghitung prosentase potongan
tunai, menghitung jumlah potongan tunai.
2.7 Menerangkan konsep Pajak Pertambahan Nilai/PPN dengan benar.
2.8 Memecahkan permasalahan-permasalahan PPN yang meliputi : mencari
jumlah PPN yang harus dibayar, mencari harga jual sebelum dan sesudah
PPN, mencari prosentase/tarip PPN.
2.9 Menjelaskan konsep Rugi – Laba dengan benar.
2.10 Menjelaskan konsep Rugi – Laba yang meliputi : menghitung harga jual
sesudah sebelum Rugi – Laba, mencari jumlah Rugi – Laba yang diperoleh,
mencari prosentase Rugi – Laba.
2.11 Memecahkan permasalahan-permasalahan gabungan yang ada di dunia
perdagangan/Saluran Distribusi barang yang meliputi : potongan harga,
potongan tunai, PPN dan Rugi – Laba dengan benar.

7
2.1 KOMISI
Jika seseorang bekerja sebagai penjual rumah, tanah atau segala macam barang
dan atau jasa, orang tersebut umumnya dibayar dengan cara menentukan
prosentase tertentu dari harga penjualan. Pembayaran dengan cara ini biasa
disebut dengan komisi, dan sudah sangat dikenal oleh masyarakat, khususnya
dalam dunia perdagangan barang/jasa.
Jadi komisi adalah :
Jumlah pembayaran yang diterima oleh seseorang karena telah menjualkan barang
dan atau jasa dan sering dinyatakan dalam bentuk prosentase dari harga penjualan
barang/jasa tersebut.

Rumus : K= X% x P
Di mana : K : Jumlah komisi yang diterima
X % : Tarip komisi dalam prosentase
P : Jumlah penjualan barang/jasa
Contoh 1 :
Sebuah Real Estate menetapkan komisi sebesar 2 % kepada semua agennya bila
berhasil menjual produknya. Salah seorang agennya berhasil menjual sebagai
berikut :
a. Sebuah rumah seharga Rp. 50.000.000,-
b. Sebidang tanah seharga Rp. 10.000.000,-
c. Sebuah Ruko seharga Rp. 16.000.000,-
Berapakah jumlah komisi yang akan diterima agen tersebut ?
Jawab :
Total penjualan : Rp. 50.000.000,- + Rp. 10.000.000,- + Rp. 16.000.000,-
Rp. 76.000.000,-
Jumlah komisi yang diterima : X % x P
: 2 % x Rp. 76.000.000,-
: Rp. 1.520.000,-
Contoh 2 :
Seorang salesman biasa dibayar dnegan gaji tetap sebesar Rp. 25.000,-/minggu
ditambah komisi 1/2 % untuk penjualan Rp. 200.000,- pertama dan 1 % untuk
penjualan berikutnya. Bila dalam seminggu itu dia berhasil menjualkan barang
senilai Rp. 250.000,-. Berapakah penghasilannya dalam minggu itu ?
Jawab :
Jumlah komisi : 1/2 % x Rp. 200.000,- + 1 % x ( Rp.250.000,- - Rp.200.000,-)
: Rp. 1.000,- + Rp. 500,-
: Rp. 1.500,-
Jumlah penghasilannya : Rp. 25.000,- + Rp. 1.500,-
: Rp. 26.500,-

8
Contoh 3 :
Sebuah Real Estate membayar komisi 2 % kepada agennya. Lesmana menerima
komisi sebesar Rp. 250.000,- dalam satu bulan. Berapakah jumlah penjualan yang
berhasil dicapainya dalam satu bulan tersebut ?
Jawab :
K = X% x P
250.000 = 2/100 x P
250.000 x 100/2 = P
P = 12.500.000
Jadi, Lesmana telah berhasil menjual Rp. 12.500.000,-

Contoh 4 :
Soni dan Anto bekerja pada suatu perusahaan yang sama. Soni menerima gaji
tetap Rp. 200.000,-/bulan ditambah komisi 1 % sedangkan Anto hanya menerima
komisi sebesar 1,5 %. Berapakah tingkat penjualan yang sama yang harus dicapai
oleh keduanya dalam bulan tersebut agar pendapatan mereka berdua sama ?
Jawab :
Pendapatan Soni = pendapatan Anto
Rp. 200.000,- + 1 % ( P ) = 1.5 % ( P )
Rp. 200.000,- = 1.5 % ( P ) – 1 % ( P )
Rp. 200.000,- = 0,5 %
Rp. 200.000,- x 100/0,5 = P
P = Rp. 40.000.000,-
Jadi, pada tingkat penjualan Rp. 40.000.000,-, mereka akan menerima pendapatan
yang sama.
Bukti :
Pendapatan Soni : Rp. 200.000,- + 1 % ( Rp. 40.000.000,- )
: Rp. 200.000,- + Rp. 400.000,-
: Rp. 600.000,-
Pendapatan Anto : 1,5 % x Rp. 40.000.000,-
: Rp. 600.000,- ( terbukti )

LATIHAN SOAL KOMISI


1. Carilah jumlah komisi yang diterima oleh agen-agen Real Estate dari
penjualan-penjualan mereka berikut ini :
a. Sebuah rumah dijual seharga Rp. 44.000.000,- dengan komisi 5 % dari
Rp. 10.000.000,- pertama, 3 % dari Rp. 15.000.000,- kedua dan 2%
dari sisa penjualan selanjutnya.
b. Sebuah tanah dijual dengan harga Rp. 25.000.000,- dengan komisi 3 %
dari Rp. 5.000.000,- yang pertama, 2 % dari Rp. 8.000.000,- yang
kedua dan 1 % dari penjualan sisanya.
2. Dani menerima 7,5 % komisi dari seluruh penjualan yang dicapainya. Jika
minggu lalu dia menerima penghasilan sebesar Rp. 315.250,-, berapakah
tingkat penjualan yang dicapainya ?

9
3. Seorang salesman menerima gaji tetap Rp. 25.000,-/minggu ditambah
komisi 7 % dari penjualan dan selama setahun ini dia berhasil mencapai
penjualan sebesar Rp. 50.000.000,-. carilah besarnya pendapatan yang dia
terima dalam satu tahun tersebut !
4. Andi menerima gaji tetap mingguan dan komisi 2 % dari penjualan dan
dalam satu tahun Andi bisa menerima gaji tetap sebesar Rp. 1.040.000,-.
Bila dalam minggu yang lalu dia menerima penghasilan sebesar
Rp.41.328,-, berapakah tingkat penjualan yang dicapai dalam minggu
tersebut ?
5. Seorang salesman berhasil menjual 4 buah mobil masing-masing berharga
Rp. 20.000.000,- , Rp. 28.000.000,- , Rp. 35.000.000,- dan
Rp.18.000.000,-. Jika total komisi yang didapat sebesar Rp. 5.730.000,-
dan ia memperoleh komisi 7 % dari penjualan mobil pertama, 6 % dari
penjualan mobil kedua dan memperoleh prosentase komisi yang sama
untuk penjualan 2 mobil yang terakhir, carilah prosentase komisi untuk 2
mobil yang terakhir tersebut !
6. Seorang salesman alat-alat elektronik ditawari suatu pilihan, yaitu : gaji
tetap mingguan sebesar Rp. 30.000,- ditambah komisi 6 % dari penjualan
atau tanpa gaji tetap tetapi memperoleh komisi 16 % dari penjualan.
Pilihan manakah yang lebih baik, bila dalam satu tahun ini dia berhasil
menjual 20 buah Televisi @ Rp. 740.000- , 40 buah Kulkas
@Rp.700.000,- dan 30 buah mesin cuci @ Rp. 500.000,- ?
7. Dari soal nomor 6, berapakah besarnya tingkat penjualan yang harus
dicapai oleh salesman tersebut agar dia memperoleh hasil yang sama dari
kedua pilihan yang ditawarkan ?
8. Bambang adalah agen dari PT “UNDUR-UNDUR”. Dalam memperoleh
penghasilan, ia menghadapi 2 pilihan. Pilihan pertama, ia hanya mendapat
komisi saja sebesar 14 % dari seluruh penjualannya. Pilihan kedua, selain
mendapat komisi ia juga mendapat gaji Rp. 100.000,- per minggu. Aturan
pemberian komisinya sebagai berikut :
- Komisi pertama : 15 % dari Rp. 6.000.000,- penjualan pertama
- Komisi kedua : 10 % dari Rp. 4.000.000,- penjualan kedua
- Komisi ketiga : Tarip komisi tertentu dari penjualan sisanya.
Ternyata bila ia memilih pilihan kedua, maka dari penjualan yang telah
dicapainya dalam 1 bulan ia memperoleh penghasilan Rp. 1.900.000,-.
Bila dalam 1 bulan ia bisa mencapai tingkat penjualan tertentu, maka baik
pilihan pertama maupun pilihan kedua akan memperoleh penghasilan yang
sama yaitu sebesar Rp. 2.100.000,-. Dari data di atas, berapakah penjualan
yang sebenarnya dicapai Bambang dalam 1 bulan tersebut ?

10
2.2 POTONGAN HARGA
Dalam bidang niaga/perdagangan, kegiatan utamnya adalah jual beli barang hasil
produksi. Selanjutnya barang hasil produksi disebut dengan istilah barang
dagangan. Ketika barang dagangan oleh perusahaan yang memproduksi,
ditawarkan untuk dijual biasanya disertai dengan katalog atau daftar harganya.
Harga yang terdapat dalam katalog atau daftar harga tersebut merupakan harga
yang ditentukan untuk para pelanggan ( Customer ). Daftar harga barang yang
ditawarkan seringkali dibuat berbeda untuk setiap kelompok pelanggan, seperti
misalnya : agen, penyalur, grossir ataupun langganan.

Bila pelanggan membeli dalam jumlah/partai besar, maka daftar harga yang
disodorkan akan disertai dengan rincian daftar potongan yang disebut dengan
Potongan Harga atau Potongan Penjualan. Potongan harga ini biasanya dinyatakan
dalam bentuk Prosentase.
Ada 2 ( dua ) macam Potongan harga, yaitu :
1. Potongan Harga Tunggal
2. Potongan Harga Seri/Berantai

Potongan harga seri/berantai lebih menguntungkan pelanggan dibanding potongan


harga tunggal, karena dengan potongan harga seri pelanggan dapat menerima
lebih dari satu macam potongan.

Istilah-istilah :
Potongan Harga :
Pemberian keringanan/pengurangan harga kepada pembeli/pelanggan dan
dinyatakan dalam bentuk prosentase dari harga daftar, dalam suatu transaksi jual
beli dengan jumlah/partai besar
Harga Daftar :
Adalah harga yang tercantum dalam daftar harga/katalog yang dibuat/ditentukan
oleh Produsen.
Harga Bersih :
Adalah harga yang dibayar oleh pembeli/pelanggan setelah memperoleh potongan
harga.

Rumus :
1. Potongan Harga Tunggal :

Potongan Harga = X % x Harga Daftar

Harga Bersih = Harga Daftar - X % dari Harga Daftar


= Harga Daftar ( 100 % - X % )

11
2. Potongan Harga Seri/Berantai :

Harga Bersih = Harga Daftar - Seri Potongan Harga


= Harga Daftar (100% - X1%) (100% - X2%) (100% - X3%)

Contoh 1 :
Sebuah Televisi dengan harga daftar Rp. 900.000,- disodorkan kepada agen
dengan potongan harga 20 %. Berapakah harga bersih bagi agen ?
Jawab :
Harga Bersih = Harga Daftar ( 100 % - X % )
= Rp. 900.000,- ( 100 % - 20 % )
= Rp. 900.000,- x 80 %
= Rp. 720.000,-
Jadi, harga bersih agen sebesar Rp. 720.000,-
Contoh 2 :
Seorang pedagang besar membeli Lemari Es dari produsen dan membayar
Rp.540.000,- setelah diberi potongan harga 10 %. Berapakah harga daftar yang
diberikan produsen ?
Jawab :
Harga Bersih = Harga Daftar ( 100% - X% )
Harga Daftar = Harga Bersih / ( 100% - X% )
= Rp. 540.000,-/(100% - 10% )
= Rp. 540.000,-/90%
= Rp. 540.000,- x 100/90
= Rp. 600.000,-
Jadi, harga daftar yang diberikan produsen sebesar Rp. 600.000,-

Contoh 3 :
Seorang pedagang eceran membeli 1 ton material dan harus membayar
Rp.600.000,- setelah sebelumnya disodori daftar harga sebesar Rp. 700.000,-.
Berapakah prosentase potongan harga yang diterima pedagang eceran tersebut ?
Jawab :
Harga bersih = Harga daftar - %tase Potongan Harga dari Harga Daftar
%tase Pot.Harga x Harga Daftar = Harga Daftar - Harga Bersih
Harga Daftar – Harga Bersih
%tase Pot. harga = x 100%
Harga daftar
= 700.000 – 600.000
x 100%
700.000
= 100.000
x 100%
700.000
= 14,29 %
Jadi, kesimpulannya prosentase potongan harga sebesar 14,29%

12
Contoh 4 :
Seorang Grossir membeli 100 gulung benang pintal yang di katalog berharga
Rp.850.000,-. Dia diberi potongan harga seri 15% , 10% , 6%. Berapakah Grossir
tersebut harus membayar ?
Jawab :
Harga Bersih = Harga Daftar (100% - X1%) (100% - X2%) (100% - X3%)
= 850.000 ( 1 – 0,15 ) ( 1 – 0,10 ) ( 1 – 0,06 )
= 850.000 ( 0,85 ) ( 0,90 ) ( 0,94 )
= 850.000 ( 0,7191 )
= 611.235
Jadi, harga jumlah yang harus dibayar oleh Grossir adalah Rp. 611.235,-

LATIHAN SOAL POTONGAN HARGA


1. Berapa harga bersih dari 1 set Televisi yang harga daftarnya sebesar
Rp.1.400.000,- dan mendapatkan potongan harga sebesar 15%.
2. Seorang pedagang membeli 10 buah sepeda yang masing – masing harga
daftarnya Rp.110.000,- dan mendapatkan potongan harga 20%. Berapakah
harga bersih dari masing-masing sepeda ?
3. Jika seorang pedagang eceran membayar sebesar Rp. 980.000,- untuk satu
stel tempat duduk setelah menerima potongan sebesar 25%, berapakah
harga daftar dari 1 stel tempat duduk tersebut ?
4. Jika seorang manajer toko olah raga membeli raket tenis sebanyak 12 buah
dengan harga Rp. 6.000.000,- setelah ditawari potongan harga 12% dari
harga daftar masing-masing raket. Carilah harga daftar dari masing-
masing raket !
5. Seorang pedagang membeli sebuah stereo set dan harus membayar sebesar
Rp. 1.230.000,-. Berapakah prosentase potongan harga yang diberikan
produsen jika stereo tersebut mempunyai harga daftar Rp. 1.560.000,- ?
6. Berapa prosentase potongan harga yang diterima oleh seorang pemborong
bangunan, bila ia harus membayar sebesar Rp. 120.000,- untuk 2 truk pasir
dan sebelumnya ia disodori daftar harga sebesar Rp. 138.000,- ?
7. Carilah harga bersih dari lemari es yang harga daftarnya Rp. 1.550.000,-
dan mendapatkan potongan harga seri 12% , 8% , 4% !
8. Tuan Adi seorang pedagang eceran membeli barang-barang dari Grossir
sebagai berikut : 16 lusin sabun mandi @ Rp. 12.000,-/lusin dengan
potongan harga 12% , 7% ; 3 lusin shampo @ Rp. 3000,-/botol dengan
potongan harga 15% , 10% , 8% dan 4 dos Indomie @ Rp. 26.000,-/dos
dengan potongan harga 12% , 9% , 3%. Berapakah tuan Adi harus
membayar kepada Grossir tersebut ?
9. Ny. Hermawan memesan 4 buah jam tangan dengan harga daftar
Rp.150.00,-/buah dan mendapatkan potongan harga 10% , 5%. Hitunglah
jumlah yang harus dibayar Ny. Hermawan bila ia harus membayar biaya
pesanan sebesar Rp. 12.000,- ?

13
10. Bila seorang mendapatkan potongan harga seri sebesar 15% , 10% , 5% ,
berapa prosenkah potongan harga yang dia terima bila ia mendapatkan
potongan tunggal ?
11. Perusahaan “A” menawarkan potongan harga sebesar 21% , 9% untuk
pembelian sebuah mesin cuci. Perusahaan “B” menawarkan potonga harga
20% , 8% , 2% terhadap barang yang sama, sedangkan Perusahaan “C”
menawarkan potongan harga 28,5%. Tentukanlah perusahaan manakah
yang menawarkan potongan harga tertinggi ?
12. Seorang pemborong ditawari potongan harga seri 30% , 19% , 10% dari
satu kubik kayu. Jika harga daftarnya sebesar Rp. 560.000,- , carilah harga
bersih dan persamaan potongan tunggalnya !

14
2.3 POTONGAN TUNAI
Pada prinsipnya, potongan tunai sama dengan potongan harga. Bila potongan
harga diberikan oleh suatu perusahaan/pedagang kepada pelanggannya bila
membeli dalam partai yang besar, maka potongan tunai biasa diberikan oleh
perusahaan/pedagang kepada pelanggannya bila mereka membeli secara tunai
atau dalam jangka waktu tertentu yang sudah ditentukan. Potongan tunai ini juga
dinyatakan dalam bentuk prosentase.

Jadi, potongan tunai diberikan dengan tujuan untuk merangsang pembeli agar
membayar dengan waktu yang lebih cepat atau bahkan membayar secara tunai.
Hampir semua pedagang memberi penilaian/harga terhadap barang dagangan
yang dijualnya dengan harga khusus, yang biasa disebut dengan harga bandrol
atau harga yang ditawarkan yang nantinya akan dikurangi dengan potongan tunai.
Harga yang sudah dikurangi dengan potongan tunai disebut dengan harga jual.

Ada 2 ( dua ) macam potongan tunai, yaitu :


a. Potongan tunai
Potongan yang diberikan kepada pembeli bila membayar secara tunai pada
saat transaksi terjadi.
Misalnya : potongan tunai sebesar 10%
b. Potongan Berjangka
Potongan yang diberikan kepada pembeli bila membayar pada jangka
waktu tertentu yang telah ditentukan setelah transaksi terjadi.
Misalnya : tertulis potongan tunai dengan termin 2/10,n/30, maksudnya
adalah apabila pembayaran dilakukan paling lama 10 hari akan
mendapatkan potongan 2%, tetapi apabila pembayaran dilakukan lebih
dari 10 hari sampai dengan 30 hari, maka tidak akan mendapat potongan.
Rumus :
1. Potongan Tunai :
Potongan Tunai = X% x Harga Bandrol

2. Harga Jual :

Harga Jual = Harga Bandrol - X% dari Harga Bandrol


= Harga Bandrol ( 100% - X% )

Contoh 1 :
Seorang pemilik toko memberi potongan tunai 15 % untuk barang yang
ditawarkannya dengan harga Rp. 78.000,-. Hitunglah harga jualnya !
Jawab :
Harga jual = Harga bandrol ( 100% - X% )
= 78.000 ( 100% - 15% )
= 78.000 ( 85% )
= 66.300
Jadi, harga jualnya sebesar Rp. 66.300,-

15
Contoh 2 :
Seseorang menerima faktur sebesar Rp. 300.000,- tertanggal 6 Maret dengan
termin 5/10 , 2/15 , n/30. Bila ia membayar pada tanggal 16 Maret, berapakah ia
harus membayarnya
Jawab :
Periode pembayaran : 6 Maret – 16 Maret = 10 hari
Karena membayar dalam periode 10 hari, maka mendapat potongan tunai 5%
Harga jual = Harga bandrol ( 100% - X% )
= 300.000 ( 100% - 5% )
= 300.000 ( 95% )
= 285.000,-
Jadi, ia harus membayar sebesar Rp. 285.000,-

Contoh 3 :
Adi harus membayar sebesar Rp. 46.000,- atas sepasang sepatu yang dibelinya
setelah dia mendapat potongan tunai dari toko sebesar 8%. Berapakah harga yang
ditawarkan oleh toko sepatu ?
Jawab :
Harga Jual = Harga Bandrol ( 100% - X% )
Harga Bandrol = Harga jual / ( 100% - X% )
= Rp. 46.000,- / ( 100% - 8% )
= Rp. 46.000,- / 92%
= Rp. 46.000,- x 100/92
= Rp. 50.000,-
Jadi, harga yang ditawarkan oleh toko sepatu sebesar Rp. 50.000,-

Contoh 4 :
Bila harga jual dari suatu barang Rp. 65.000,- dan sebelumnya ditawarkan dengan
harga Rp. 78.000,-. Berapakah prosentase potongan tunai yang diberikan ?
Jawab :
Harga jual = Harga bandrol - %tase Potongan tunai dari Harga bandrol
%tase Pot. tunai x Harga bandrol = Harga bandrol - Harga jual

%tase Pot. tunai = Harga bandrol - Harga jual


x 100%
Harga bandrol
= 78.000 - 65.000
x 100%
78.000
= 13.000
x 100%
78.000

= 16,67%
Jadi, kesimpulannya potongan harga sebesar 16,67%

16
Contoh 5 :
PT. “ANU” menerima tagihan tetanggal 15 Sepetember untuk pembayarn sebesar
Rp. 7.250.000,- dengan termin 2/10, 1/20, n/30
Tanggal berapa jatuh tempo agar diperoleh potongan 2% dan 1% ?
Jawab :
Tanggal jatuh tempo untuk potongan 2%, bial dibayar sampai dengan 10 hari.
15 September
periode pembayaran : 10 hari
------------------ +
25 September
Jadi, tanggal jatuh temponya agar mendapat potongan 2% adalah 15 September.
Tanggal jatuh tempo untuk potongan 1%, bila dibayar sampai dengan 20 hari.
15 September
periode pembayaran : 20 hari
----------------- +
35 September
Jumlah hari di bulan September : 30 hari
----------------- -
5 Oktober
Jadi, tanggal jatuh temponya agar mendapat potongan 2% adalah 5 Oktober.

LATIHAN SOAL
1. Ny. Ratna membayar sebuah kipas angin dengan harga Rp. 92.400,-
setelah diberi potongan tunai 12%. Berapakah harga yang ditawarkan pada
Ny. Ratna ?
2. Hari membayar Rp. 543.000,- untuk 1 set alat fitnes setelah tawar
menawar dengan pemilik toko dan akhirnya mendapat potongan tunai 18%
dan fasilitas ongkos angkut sebesar Rp. 10.000,-. Berapakah harga yang
ditawarkan kepada Hari ?
3. Cari prosentase potongan tunai yang diterima Murti, bila ia membeli 4
buah blouse seharga Rp. 95.000,-, jika setiap blouse mulanya berbandrol
Rp. 30.000,- !
4. Berapa yang harus dibayar pada tanggal 30 Oktober atas sebuah faktur
Rp.2.800.000,- tertanggal 7 Oktober dengan termin 4/10, 2/20, n/30 ?
5. CV. Nusantara menerima faktur tertanggal 15 Agustus 1998 dengan
termin 10/15, 5/30, n/60 sebagai berikut :
- 10 buah kemeja @ Rp. 40.000,- Rp. 400.000,-
- 100 pasang kaos kaki @ Rp. 2.000,- Rp. 200.000,-
- 100 buah dasi @ Rp. 6.000,- Rp. 600.000,-
- Ongkos kirim Rp. 10.000,-
Total Rp. 1.210.000,-
Hitung jumlah yang dibayar oleh CV. Nusantara bila faktur dibayar pada
tanggal 26 Agustus 1998.

17
LATIHAN SOAL POTONGAN TUNAI
Soal Potongan Tunai
6. Berapa harga jual sebuah VCD yang harga bandrolnya Rp. 770.000,- bila
diberikan potongan tunai 15% ?
7. Bila sebuah spring bed ditawarkan dengan harga Rp. 1.500.000,- dan
Ny.Titik diberi potongan tunai 10%, berapakah ia harus membayar ?
8. Berapakah prosentase potongan tunai yang diterima oleh Hari, bila ia
membayar Rp. 134.500,- untuk sebuah pintu pengaman setelah ditawari
oleh pemilik toko dengan harga Rp. 149.500,- !

Potongan Tunai Berjangka


9. Hana membayar pada tanggal 10 Juni 1998 sebesar Rp. 625.000,-
termasuk ongkos angkut Rp. 5.000,- untuk sebuah tagihan tertanggal 26
Mei 1998 dengan termin 5/15, n/30. Berapakah jumlah tagihan yang Hana
terima ?
10. Seorang pedagang membayar faktur tertanggal 25 Februari 1996 dengan
termin 8/15, 4/30, n/60 sebesar Rp. 235.000,- pada tanggal 19 Maret 1996.
Berapakah jumlah faktur yang diterima oleh pedagang tersebut ?

18
LATIHAN GABUNGAN POT. HARGA DAN POT TUNAI

1. Toko “MAJU” membeli peralatan listrik dengan harga faktur Rp.6.700.000,-.


Karena membeli dalam jumlah besar dan membayar secara tunai, maka toko
tersebut mendapat potongan harga seri 15%, 10%, 7% dan potongan tunai
10%. Berapakah yang harus dibayar oleh toko MAJU ?
2. Sebuah faktur tertanggal 12 Januari mendapatkan potongan harga 20%
dengan syarat pembayaran 9/15, 3/30, n/60. Ongkos angkut dan biaya
asuransi yang harus dibayar pada tanggal 29 Januari bila faktur tersebut berisi
hal-hal sebagai berikut :
52 Celana Olah Raga @ Rp. 12.500,-
20 Kaos Kaki @ Rp. 3.600,-
32 T – Shirt @ Rp. 11.500,-
10 Kemeja @ Rp. 17.200,-
3. Sebuah toko kain memasang harga untuk sebuah seprei sebesar Rp.40.000,-.
Toko itu ingin memberi potongan tunai kepada pembeli sebesar 15% dan
sebelumnya toko tersebut telah menerima potongan harga dari produsen 11%,
7%, 3%. Hitunglah harga daftar dari produsen dan harga jual toko tersebut !
4. Sebuah toko mainan menjual kereta mainan dengan harga Rp. 23.500,- , di
mana harga tersebut sudah mendapat potongan harga 10% dan potongan
tunai 5%. Hitunglah harga daftar dari kereta mainan tersebut !
5. Toko Jean’s memasang harga sebuah celana Jean @ Rp. 57.500,-. Harga
tersebut sebenarnya sudah dipotong sebesar 10%, 8%. Bila toko Jean’s ingin
memberikan potongan tunai sebesar 5% kepada pembeli :
a. Berapa harus dibayar oleh pembeli bila dia membeli 5 buah celana Jean ?
b. Berapa harga daftar sebuah celana tersebut ?
6. Sebuah Grossir minuman memasang harga sekotak minuman Rp. 20.000,-.
Minuman tersebut terjual dengan harga Rp. 18.000,-. Sebelumnya Grossir
tersebut sudah menerima potongan harga dari pabrik sebesar 25% .
Ditanyakan :
a. Berapa harga daftar minuman dari pabrik ?
b. Berapa prosentase potongan tunai yang diberikan oleh Grossir kepada
langganannya ?

19
2.4 PAJAK PERTAMBAHAN NILAI ( PPN )
Pajak Pertambahan Nilai ( PPN ) adalahpajak yang dikenakan oleh pemerintah
terhadap penjualan barang/jasa. Tidak semua barang/jasa yang dijual dikenakan
Pajak Pertambahan Nilai, hanya barang/jasa tertentu saja yang kena PPN, pada
umumnya adalah barang/jasa yang bersifat kebutuhan sekunder atau barang-
barang mewah.

PPN biasa dinyatakan dalam bentuk prosentase dari harga jual barang/jasa.
Sifatnya menambah harga jual barang/jasa setelah dikurangi dengan potongan-
potongan yang ada ( potongan harga dan potongan tunai )

( Harga Bersih )
Harga Daftar -------> Harga Bandrol -----> Harga Jual ------> Harga Jual stl PPN
( - ) Pot. Harga ( - ) Pot. Tunai ( + ) PPN

Pajak Pertambahan Nilai ini ditarik oleh pemerintah melalui produsen dan atau
pedagang barang/jasa. Produsen/pedagang mengumpulkan PPN ini terlebih
dahulu selama periode tertentu yang dicatat dalam bentuk Hutang PPN. Kemudian
setelah terkumpul, secara periodik disetorkan ke pemerintah melalui instansi pajak
yang ditunjuk.
Rumus :
1. Pajak Pertambahan Nilai ( PPN )

Pajak Pertambahan Nilai = X% x Harga Jual

2. Harga Jual Setelah PPN :

Harga Jual setelah PPN = Harga Jual + X% dari Harga Jual


= Harga Jual ( 100% + X% )
Contoh 1 :
Pajak Pertambahan Nilai sebesar 10% dikenakan pada senua jenis makanan dan
minuman yang di jual di restoran. Hitung pajaknya dan jumlah yang dibayarkan
untuk makan malam sebesar Rp. 45.800,-.
Jawab :
Pajak Pertambahan Nilai = X% x Harga Jual
= 10% x Rp. 45.800,-
= Rp. 4.580,-
Harga jual setelah pajak = Harga Jual ( 100% + X% )
= Rp. 45.800,- ( 100% + 10% )
= Rp. 45.800,- ( 110% )
= Rp. 50.380,-
atau
Harga Jual setelah PPN = Harga Jual + PPN
= Rp. 45.800,- + Rp. 4.580,-
= Rp. 50.380,-

20
Jadi, besarnya PPN = Rp. 4.580,- dan jumlah yang harus dibayar sebesar
Rp.50.380,-.

Contoh 2 :
Bila tarip PPN untuk suatu barang 5% dan besarnya PPN adalah sebesar
Rp.13.500,- , berapakah harga barang tersebut ?
Jawab :
Pajak Pertambahan Nilai = X% x Harga jual
Harga Jual = Pajak Pertambahan Nilai / X%
= 13.500 / 5%
= 13.500 x 100/5
= 270.000,-
Jadi, harga jjual barang tersebut sebesar Rp. 270.000,-

Contoh 3 :
Pajak Pertambahan Nilai sebesar Rp. 3.600.000,- dikenakan pada sebuah rumah
yang dijual dengan harga Rp. 19.800.000,- . Berapakah tarip PPNnya ?
Jawab :
Pajak Pertambahan Nilai = X% x Harga Jual
\ X = (Pajak Petambahan Nilai/Harga Jual) x 100%
= ( 3.600.000/19.800.000 ) x 100%
= 18%
Jadi, tarip PPNnya adalah 18%

Contoh 4 :
Jumlah yang dibayar oleh Hadi untuk sebuah Mini Compo termasuk PPN 7.,5%
adalah Rp. 537.500,- . Hitunglah Harga Jual sebelum PPN !
Jawab :
Harga jual setelah PPN = Harga Jual ( 100% + X% )
Harga Jual = Harga jual setelah PPN / ( 100% + X% )
= 537.500 / ( 100% + 7,5% )
= 537.500 / 107,5%
= 537.500 x 100/107,5
= 500.000
Jadi, harga jual sebelum PPN untuk Mini Compo sebesar Rp. 500.000,-

LATIHAN SOAL PAJAK PERTAMBAHAN NILAI

1. Ari membeli sebotol angggur seharga Rp. 57.500,-. Anggur ini dikenai
PPN 7,5%. Hitunglah PPN dan jumlah yang harus dibayar oleh Ari !
2. Ny. Rina memasang karpet di rumahnya. Biaya pemasangan Rp75.000,/m²
dan dikenai PPN 10%. Bila jumlah karpet yang dibutuhkan sebanyak 8 m²,
berapakah jumlah PPNnya dan jumlah yang harus dibayar oleh Ny. Rina ?
3. Bila tarip PPN suatu barang 4% dan jumlah PPNnya sebesar Rp. 1.500,- ,
berapakah harga jual barang tersebut sebelum kena pajak ?

21
4. Bila tarip PPN untuk sebuah gaun mewah adalah 7,75% dan jumlah yang
dibayarkan untuk 4 buah gaun sebesar Rp. 1.160.000,- , berapakah harga
jual masing-masing gaun tersebut sebelu kena pajak ?
5. PPN sebuah barang mewah sebesar Rp. 55.000,-, sedangkan harga jual
sebelum pajak sebesar Rp. 440.000,-. Berapakah tarip PPNnya ?
6. Jumlah yang dibayar untuk sebuah meja adalah termasuk pajak 11%
adalah sebesar Rp. 313.000,-. Hitunglah harga jual meja tersebut sebelum
kena pajak dan berapakah besarnya PPN ?
7. PPN untuk sebuah cassette adalah 5%. Hitunglah harga jual sebelum pajak
untuk sebuah cassette, bila jumlah yang dibayar untuk 20 bauh cassette
adalah Rp. 210.000,-.
8. Bila harga sebuah Televisi Rp. 1.500.000,- dan tarip PPNnya 5%,
berapakah harga Televisi tersebut sebelum dan setelah kena pajak ?

LATIHAN POTONGAN HARGA, POT. TUNAI DAN PPN

1. Bila seorang pembeli diberi potongan tunai 18% untuk sejumlah barang
seharga Rp. 766.000,- , tetapi harus membayar PPN juga sebesar 18%.
Berapakah ia harus membayar dan berapakah jumlah PPNnya ?
2. Tuan Agus membeli mobil dengan harga daftar Rp. 54.000.000,- dan
mendapat potongan harga seri 15%, 10% tetapi harus membayar pajak 14%
dan ongkos kirim Rp. 25.000,-. Berapakah jumlah uang yang harus dibayar
oleh Tuan Agus ?
3. Sebuah Toserba membeli T – Shirt dari pabriknya dengan harga daftar
sebesar Rp. 550.000,-. Pabrik tersebut memberikan potongan harga 8% dan
potongan tuani 5% namun membebani PPn 10%. Berapakah jumlah yang
harus dibayar oleh Toserba tersebut ?
4. Aji seorang pedagang besar membeli sejumlah barang dan harus membayar
sebesar Rp. 735.000,-. Jumlah tersebut sudah termasuk PPN 5% dan sudah
termasuk mendapatkan potongan harga 12% dan potongan tunai 5%.
Berapakah harga daftar barang tersebut ?
5. Sebuah toko meuble memasang harga untuk seperangkat kursi tamu sebesar
Rp. 700.000,-. Toko itu ingin memberi potongan tunai kepada pembeli
sebesar 12%, dan sebelumnya toko tersebut telah menerima potongan harga
dari produsen 10%, 5%, 3%, tetapi dibebani PPN sebesar 10%. Berapakah
harga daftar dari produsen dan harga jual toko meuble tersebut ?

22
2.5 RUGI/LABA DARI HARGA BELI
Bila seseorang membuka suatu usaha, baik usaha manufaktur maupun usaha
dagang motivasi yang utama adalah memperoleh laba/keuntungan. Laba yang
diperoleh disamping sebagai penghasilan, juga sebagai sarana mempertahankan
agar usahanya tetap eksis dan sebagai sarana untuk lebih mengembangkan
usahanya ke arah yang lebih maju.

Laba diperoleh, bila harga jual barang/jasa lebih tinggi dari biaya produksi atau
harga beli. Jadi sifat laba adalah menambah harga beli atau biaya produksi yang
biasanya dinyatakan dalam bentuk prosentase. Dalam hal ini adalah prosentase
tertentu dari harga beli/ biaya produksi.

Kadang-kadang seorang pengusaha perlu juga menderita rugi dari hasil penjualan
barang dagangannya, terutama bila usaha tersebut masih realtif baru. Tujuannya
pada umumnya, agar dapat bersaing dengan produk lainnya yang sejenis.
Rugi diperoleh, bila harga jual barang/jasa lebih rendah dari pada biaya
produksinya/ harga belinya.

Dalam dunia perdagangan, rugi/laba ini menambah/mengurangi harga beli/biaya


produksi barang/jasa yang akhirnya disebut harga jual. Harga jual di sini,
maksudnya adalah harga jual sebelum Pajak Pertambahan Nilai ( PPN )
Rumus :
1. a. Laba dari harga beli : Laba = X% x Harga Beli

b. Rugi dari harga beli : Rugi = X% x Harga Beli


2. a. Harga Jual ( Bila Laba )

Harga Jual = Harga Beli + X% dari Harga Beli


= Harga Beli ( 100% + X% )

b.Harga Jual ( Bila Rugi ) :

Harga Jual = Harga Beli - X% dari Harga Beli


= Harga Beli ( 100% - X% )

Contoh 1 :
Bila harga beli sebuah Televisi sebesar Rp. 1.000.000,- dan pedagang ingin
menjual dengan laba 20% berdasarkan harga beli, berapakah harga jual Televisi
tersebut ?
Jawab :
Harga Jual = Harga beli ( 100% + X% )
= 1.000.000 ( 100% + 20% )
= 1.000.000 ( 120% )
= 1.200.000
Jadi, harga jual Televisi tersebut adalah sebesar Rp. 1.200.000,-

23
Contoh 2 :
Seorang pengusaha baru yang ingin memperkenalkan produknya ke pasaran, mau
merugi sebesar 15% dari biaya produknya. Biaya produk per unitnya
menghabiskan dana Rp. 23.000,-. Berapakah harga jual produk tersebut per
unitnya ?
Jawab :
Harga Jual = Harga beli ( 100% - X% )
= 23.000 ( 100% - 15% )
= 23.000 ( 85% )
= 19.550
Jadi, harga jual produk tersebut adalah sebesar Rp. 19.550,-

Contoh 3 :
Bila seorang pedagang menjual sepeda seharga Rp. 126.000,- dan dari penjualan
itu ia memperoleh laba 13%, berapakah harga beli dari sepeda tersebut ?
Jawab :
Harga Jual = Harga beli ( 100% + X% )
Harga Beli = Harga jual . ( 100% + X%)
= 126.000 / ( 100% + 13% )
= 126.000 / 113% = 111.500
Jadi, harga beli sepeda tersebut adalah sebesar Rp. 111.500,-

Contoh 4 :
Seorang pemborong bangunan membangun sebuah rumah dan menghabiskan
biaya Rp. 8.555.000,- , namun ia hanya menarik uang sebesar Rp. 7.900.000,-.
Berapakah prosentase kerugian dari pemborong itu ?
Jawab :
Harga beli – harga jual
%tase kerugian = ----------------------------------- x 100%
Harga beli

( 8.555.000 - 7.900.000 )
= ---------------------------------- x 100%
8.555.000
= ( 655.000 / 8.555.000 ) x 100% = 7,66%
Jadi, prosentase kerugian yang diderita pemborong sebesar 7,66%

LATIHAN SOAL RUGI/LABA


1. Seorang pemilik toko meuble membeli 1 set kursi tamu seharga
Rp.523.000,- dan ingin menjualnya lagi dengan laba 16%. Hitunglah harga
jual 1 set kursi tamu tersebut !
2. Sebuah Toserba membeli 3 buah jam dinding. Yang pertama dijual lagi
dengan laba 10% yaitu seharga Rp. 23.000,-, yang kedua dijual dengan
laba 8% seharga Rp. 32.000,- dan yang ketiga dijual dengan merugi 4%
seharga Rp. 19.000,-. Hitunglah harga beli dari masing-masing jam
tersebut !

24
3. Seseorang membeli 2 buah mobil, yang satu seharga Rp. 38.000.000,- dan
yang satu lagi seharga Rp. 46.000.000,-. Ia menjual yang pertama dengan
laba 18% dan menjual yang kedua dengan laba 11%. Berapakah
prosentase laba yang diperoleh dari kesleuruhan transaksi ?
4. Seorang pedagang membeli 400 buah bolam lampu @ Rp. 4.500,- ,
kemudian membeli lagi 200 buah dengan harga @ Rp. 5.550,- . Berapakah
prosentase laba yang diperoleh bila ia menjualnya dengan harga
Rp.6.200,- per buahnya ?
5. Dua mobil bekas dibeli dengan harga keseluruhan Rp. 35.000.000,-. Bila
yang satu dijual dengan harga Rp. 17.000.000,-. Berapakah mobil yang
satunya harus dijual bila dealernya menginginkan laba 22% dari
keseluruhan transaksi ?
6. Sebuah Toko buah dan sayuran membeli 600 kg tomat seharga Rp. 9.000,-
/kg. Bila berdasarkan pengalaman diperkirakan 10% dari tomat tersebut
akan rusak dan harus dibuang. Berapakah harga jual tomat teersebut per
kgnya bila pengusaha ingin mendapatkan laba 14% ?
7. Dua kuda dibeli dengan harga masing-masing Rp. 780.000,- dan
Rp.1.200.000,-. Kuda yang pertama dijual lagi dengan harga Rp. 900.000,-
. Hitunglah harga jual kuda yang kedua bila ternyata pedagang merugi 6%
dari keseluruhan transaksi ?
8. Seorang pedagang ternak membeli 20 ekor domba dengan harga yang
sama. Kemudian menjual 10 ekor diantaranya dengan harga
@Rp.360.000,- dan untuk itu ia mendapatkan keuntungan 14%. Berapakah
harga jual dari setiap ekor domba sisanya bila akhirnya pedagang tersebut
merugi 4% dari seluruh transaksi ?
9. Tiga buah mobil yang bernilai sama dijual oleh seorang dealer. Mobil
pertama dijual dengan harga Rp. 8.700.000,- dan ia memperoleh laba 33%,
mobil kedua dijual dengan laba 18% dan mobil ketiga dijual, di mana
harga akhirnya memberikan keuntungan pada dealer sebesar 25% dari
seluruh transaksi. Berapakah harga jual mobil ketiga ?
10. Seorang tukang daging membeli 2 bongkah daging kambing, masing-
masing seberat 14 kg dengan harga Rp. 18.000,-/kg. 2 kg dari masing-
masing bongkah dagingnya tidak terpakai dan harus dibuang. Bila
bongkah yang satu dijual dengan harga Rp. 25.000,-/kg dan bongkah
lainnya dijual dengan harga Rp. 15.000,-/kg, hitunglah ptosentase
laba/rugi dari keseluruhan transaksi !

LATIHAN SOAL GABUNGAN


1. Sebuah toko besi membeli satu lusin obeng dengan harga daftar
Rp.128.000,- per lusin dan memperoleh potongan harga sebesar 15%,
10%, 5%. Toko itu ingin menjual obeng tersebut dengan laba 44% setelah
ia memberikan potongan tunai 5% kepada konsumen bila dibayar tuani.
Ditanyakan :
a. Berapakah harga yang ditawarkan kepada konsumen ?
b. Berapakah jumlah yang dibayar oleh konsumen bila membeli tunai ?

25
2. Tuan Hari menawarkan sebuah Spring Bed dengan harga Rp. 4.200.000,-
dan memberikan potongan tunai 10% bila pembeli membeli secara tunai.
Dengan harga jual setelah potongan tersebut, ia sudah memperoleh laba
28% bila sebelumnya, Tuan Hari menerima potongan harga seri 15%, 10%
dari produsennya, bearapakah harga daftar Spring Bed dan berapakah
jumlah yang dibayar pembeli bila dibayar tunai ?
3. Wisnu membeli 5 buah gergaji listrik @ Rp. 1.666.000,- dengan potongan
harga 15% dan harus membayar biaya angkut Rp. 12.000,-. Bila gergaji-
gergaji tersebut dijual lagi dengan laba 25%, berapakah harga jual setiap
gergaji dan laba total dari ke 5 gergaji tersebut ?
4. Ny. Yani telah membayar sebesar Rp. 475.000,- untuk sebuah oven listrik
termasuk PPN 20%. Selain itu juga ia menerima potongan tunai 10%
karena ia membayar secara tunai. Toko yang menjual oven tersebut
memperoleh laba 45% setelah mengambilnya dari produsen yang
memberikan potongan harga 10%, 5% kepada toko tersebut. Berapakah
harga daftar oven tersebut dari produsen dan harga yang ditawarkan toko
kepada Nyonya Yani ?
5. Sebuah mesin dijual oleh produsen dengan potongan harga 28 % dengan
syarat pembayaran 10/15, 5/30, n/60. Seorang pedagang besar tertarik
untuk membelinya pada tanggal 20 Februari 2008 dan membayarnya pada
tanggal 7 Maret 2008 dengan masih dibebani PPn 10 % dan ongkos kirim
Rp. 15.000,-. Pedagang besar menjual mesin tersebut kepada Hendra
dengan memperoleh laba 25 % dari harga beli setelah memberikan
potongan tunai 12 % , untuk itu Hendra harus membayar sebesar Rp.
2.000.000,-.
Hitunglah :
a. Harga yang ditawarkan pedagang besar kepada Hendra
b. Harga Dafpar dari produsen
c. Jumlah potongan yang diterima pedagang besar
d. Jumlah PPN yang ditanggung oleh Pedagang besar.
6. Sebuah televisi dibeli Tedi dari dealer MAKMUR. Dalam transaksi
tersebut Tedi mendapat potongan tunai 10 % dan laba yang diperoleh
dealer MAKMUR sebesar 20 % dari harga beli. Karena Tedi meminta
barangnya dikirin ke rumah, maka ia harus membayar ongkos kirin
sebesar Rp. 50.000,- Televisi tersebut dibeli dealer MAKMUR langsung
dari produsen dengan potongan harga seri 15 %, 10 %, 5 % tetapi dibebani
PPN 10 %. Kemudian karena ingin ganti dengan yang baru, maka
beberapa waktu kemudian Tedi menjualnya kepada Leo dengan merugi
15% dari harga beli. Jika rugi yang diderita Tedi sebesar Rp. 225.000,-,
hitunglah :
a. Harga yang ditawarkan dealer MAKMUR kepada Tedi
b. Harga Daftar Produsen
c. Jumlah uang yang dikeluarkan Leo
d. Besarnya PPN
e. Jumlah uang yang dikeluarkan Tedi dan dealer MAKMUR

26
27