Anda di halaman 1dari 30

1 Impatiens balsamina

ABSTRAK

Impatiens balsamina memiliki nama umum pacar


air (Indonesia), juga disebut sebagai Rose balsam/ touch
me-not (Inggris). Tanaman ini diketahui berasal dari
dataran Asia Tenggara yaitu India, dan kebanyakan
species merupakan endemik di pegunungan Himalaya.
Tanaman ini termasuk kedalam familia Balsaminaceae
dan ordo Ericales. Menurut catatan pertama kali familia
Balsaminaceae teridentifikasi pada tahun 1689 oleh H. A.
Van Rheede dan dituangkan dalam buku penelitiannya
berjudul Hortus Indicus Malabaricus.

Karakteristik umum familia Balsaminaceae


meliputi herba perenial atau annual, percabangan
simpodial, umumnya berbatang basang (herbaceus), daun
agak sekulen, terakadang memiliki stipula, bunga
biseksual dan zygomorph. Adapun manfaat dari familia
Balsaminaceae khususnya species Impatiens balsamina
adalah sebagai tanaman hias karena karakter bunganya
yang memiliki banyak variasi warna dan juga sering
dijadian sebagai bahan obat herbal.
2 Impatiens balsamina

PENDAHULUAN

1.1 Tanaman Herba


Menurut kosa kata kamus bahasa Inggris Oxford,
kata herba atau Herb memiliki makna berbagai
macam tanaman berbiji tertutup yang tidak memiliki
jaringan kayu (Kambium) dan mati setelah berbunga.
Menurut John Wott, seorang Holticulturis Universitas
Perdue menyatakan bahwa “Dari sudut pandang
botani, herba adalah tanaman yang menghasilkan
benih/biji dan tidak berkayu seperti pohon. Sekarang
kita secara sederhana memahami herba adalah
tanaman karena ia mengeluarkan aroma khas dan
memiliki bagian yang bermanfaat sebagai rempah,
kebutuhan medis, dan minyak aromatis.”
Menurut Watson, L., and Dallwitz, M.J. 1992,
tanaman herba jika dilihat dari siklus hidupnya
terdapat dua macam, yaitu Perennial yang berarti
dapat hidup lebih dari 2 tahun dan Annual yang berarti
siklus hidupnya hanya satu tahun dimana setelah
berbunga ia akan mati. Beberapa ahli juga
berpendapat bahwa herba perennial sebenarnya hanya
menyelesaikan satu siklus hidupnya dalam satu tahun,
3 Impatiens balsamina

namun dia dapat menghasilkan tanaman baru


didekatnya sehingga terlihat seperti tumbuh melebihi
satu tahun.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana struktur morfologi dan anatomi
tanaman Impatiens balsamina ?
2. Bagaimana proses pertumbuhan dan
perkembangan dari tanaman Impatiens
balsamina?
3. Apa ciri khas dan keunikan dari tanaman
Impatiens balsamina ?
4. Apa saja manfaat dari tanaman Impatiens
balsamina ?

1.3 Tujuan
1. Mengidentifikasi struktur morfologi dan anatomi
tanaman Impatiens balsamina.
2. Mengidentifikasi proses pertumbuhan dan
perkembangan dari tanaman Impatiens
balsamina.
3. Menganalisis ciri khas dan keunikan dari
tanaman Impatiens balsamina
4. Menganalisis manfaat dari tanaman Impatiens
balsamina.
1.4 Manfaat

Manfaat dari dibuatnya Buku Perikehidupan ini


adalah sebagai sumber yang mengkaji beberapa aspek
4 Impatiens balsamina

mengenai tanaman Impatiens balsamina (Pacar Air),


dari mulai pertumbuhan dan perkembangan hingga
struktur morfologi dan anatomi, serta ciri khas dan
manfaat dari tanaman Impatiens balsamina.
5 Impatiens balsamina

KAJIAN PUSTAKA
2. Familia Balsaminaceae
2.1 Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Division : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Subclassis : Rosidae
Ordo : Geraniales (Cronquist)
Famila : Balsaminaceae
Genus : Impatiens
Species : Impatiens balsamina
Nama Lokal : Pacar Air

2.2 Peta persebaran

Gambar 1. Peta persebaran Familia Balsaminaceae


(Hultén, 1971)

Tanaman daerah dingin (bagian bumi


utara) hingga daerah tropis. Tidak terdapat di
Amerika tengah dan selatan, Australia dan
Oceania (Map: from Hultén 1971; Meusel et al.
6 Impatiens balsamina

1978; Grey-Wilson 1980a; Hultén & Fries 1986;


Trop. Afr. Fl. Pl. Ecol. Distr. 1. 2003, 6. 2011).
2.3 Sejarah dan Evolusi
Menurut catatan pertama kali familia
Balsaminaceae teridentifikasi pada tahun 1689
oleh H. A. Van Rheede dan dituangkan dalam
buku penelitiannya berjudul Hortus Indicus
Malabaricus, dimana nama buku tersebut
merupakan nama species Impatiens endemik
India. Ini jauh dilakukan sebelum penelitian
Linnaeus pada tahun 1753, penelitian Rheede
mengidentifikasi 6 jenis balsam secara singkat
dalam bahasa latin dan 5 diantaranya merupakan
species endemik (Nicolson et al.. 1988). Sekitar
70 tahun kemudian Linnaeus pada tahun 1753
mendeskripsikan tujuh species Impatiens,
termasuk Impatiens triflora atau Hydrocera
triflora yang merupakan monotypic genus.
Dalam penelitian familia balsaminaceae
yang paling berkontribusi umumnya dari
semenanjung India (western ghats) sejak awal
abad ke-19. Di zaman sekarang pemahaman
7 Impatiens balsamina

mengenai Impatiens bisa merujuk pada Hooker.


Menurut Hooker dan Thomson (1859) membagi
genus Impatiens kedalam dua grup besar.
Scapigerae dan caulescentes. Hooker juga
mempelo pori sistem klasifikasi familia
Balsamiaceae hingga sekarang. Pada tahun 1975
Bhaskar melakukan penelitian ekstensif pada
genus Impatiens di India selatan, studi yang ia
lakukan meliputi taksonomi, sitologi,
palynology, anatomi dan reproduksi yang
karyanya telah dipublikasi dalam beberapa edisi.
Pada tahun 1981, seorang American
Biologist dan botanist Arthur Cronquist
melakukan penelitian dan menghasilkan sistem
klasifikasi Cronquist yang terkenal dan dipakai
hingga sekarang mengenai tumbuhan berbunga
(Angiospermae). Klasifikasi Cronquist merujuk
pada pengamatan banyak karakter kesamaan
morfologi, anatomi dan kimia yang kemudian
dimasukkan kedalam sistem penghitungan
fenetik dan kladistik. Fenetik akan
memperlihatkan kedekatan suatu species
8 Impatiens balsamina

berdasarkan karakter yang diamati, sementara


kladistik akan memperlihatkan urutan evolusi
atau kemunculan sutu familia berdasarkan
karakter yang teramati.

Gambar 2. Kladogram Ordo Ericales.


(Cronquist, 1981).

Dikutip dari Cronquist, kladogram ordo


Ericales teramati bahwa familia balsaminaceae
9 Impatiens balsamina

merupakan familia yang pertama kali muncul


dan paling primitif jika dibandingkan familia lain
dalam ordo tersebut. Percabangan dari kladistik
itu dinamakan Balsaminoid clade dimana
terdapat familia Marcgraviaceae,
Tetrameristaceae, dan Balsaminaceae.
Balsaminoid clade mempunyai ciri mengandung
non-hydrolysable tannins, ellagic acid, raphide
sacs atau memiliki kandungan kristal kalsium
oksalat yang berbentuk jarum pada selnya.
Merujuk pada morfologi perbungaan dari
ordo ericales, menurut Chartier et. al (2017)
meskipun clade tersebut secara morfologi
mendekati homogen, namun tidak homogen jika
diamati secara struktur, fungsi, warna dan bentuk
dari perianth.
Jika Balsaminaceae dan Marcgraviaceae
merupakan saudara dalam satu taxa, menurut
Gueten et. al. (2004) tidak akan nampak jelas
synapomorhies dari kedua familia tersebut,
meskipun ada beberapa karakter perkembangan
perbungaan yang sama.
10 Impatiens balsamina

2.4 Ciri umum


Ciri dan karakter familia Balsaminaceae akan
mewakili ciri karakter genus Impatiens secara
umum karena pembagian genus dalam familia ini
masih semu sehingga akan diambil dari ciri
familia. Menurut Jyosna R.N. Dessai dan M.K.
Janarthanam (2011), Familia Balsaminaceae
memiliki ciri sebagai berikut:

2.4.1 Habitus

Gambar 3. Tanaman Impatiens balsamina var. L.


balsamina. (Jyosna R.N. Dessai and M.K. Janarthanam,
2011)
11 Impatiens balsamina

Herba annual dan ada juga yang


menyebutkan perenial dengan ukuran 15-
50 cm , disebut pula dengan “Fleshy Herb”
karena batangnya yang memiliki banyak
kandungan air. Batang bentuk
quadralangular, dengan pola percabangan
simpodial.

2.4.2 Daun

Gambar 4. Daun Impatiens balsamisa


(Babij, 2010)

Daun jenis tunggal dan duduk daun


tersebar spiral. Tepi daun tipe Aculeate
12 Impatiens balsamina

hingga serrate, tidak memiliki stipula atau


kadang memiliki kelenjar stipula. Ujung
daun tipe apiculate, dan pangkal daun tipe
attenuate. Bagian abaxial daun memiliki
rambut halus dan berwarna hijau cerah jika
dibanding bagian adaxial daun. Ukuran
daun umumnya 1.8 – 6.5 x 1.1 – 3.5 cm.

2.4.3 Perbungaan
13 Impatiens balsamina

Gambar 5. Perbungaan Impatiens balsamina var. L.


balsamina. b. bunga c. brachtea d.e. lateral sepal f. standar
sepal g.h. wing petal i. lip j. pedicle (Jyosna R.N. Dessai and
M.K. Janarthanam, 2011)
14 Impatiens balsamina

Perbungaan tunggal dengan jenis


kelamin bunga biseksual dan kelamin
tumbuhan monocious. Simetri bunga
zygomorph, sepal 3 petal 5. Calon
perbungaan yang disebut Glabrous yang
nantinya akan menjadi bunga muncul dari
ketiak daun dan berjumlah dua untuk
setiap ketiak daun dengan ukuran 1.5 – 2
cm. Untuk species Impatiens balsamina
var. Balsamina bunga berwarna merah
muda, memili brachtea berwarna merah
muda ukuran 1,5 mm, pedicle 2,5 - 4 cm,
sepal lateral sepasang ukuran 2 mm,
standar petal ukuran 5mm dan wing petal
ukuran 1 cm. Memiliki bagian bunga yang
disebut lip dengan ukuran 1 cm. Anthera
Postgenittaly dan membentuk Forming
cap diatas stigma, filament banyak dan
bagian atas bersatu. Ovarium tipe superum
dan resupinasi, germinasi epigeal, jenis
buah tunggal dan biji pachychalazal.
2.4.4 Akar
15 Impatiens balsamina

Gambar 6. Akar Impatiens balsamina var. L.


balsamina. ( Gerrit, Tanpa tahun)

Tipe akar dari tanaman pacar air ini adalah


akar serabut (Rahmadetiassani.,dkk,
2010).
2.4.5 Buah
16 Impatiens balsamina

Gambar 7. Buah Impatiens balsamina var. L.


(Anonim, 2008)

Gambar 8. Buah Impatiens balsamina var. L (Jess,


2011)

Buah pacar air bertipe buah kendaga


atau regma, dan bila telah masak buahnya
yang seukuran seruas jari kelingking
dengan biji-biji di dalamnya akan pecah
dengan sendirinya. Bagian kulit dari buah
ini ditutupi oleh bulu-bulu halus berwarna
putih (Rahmadetiassani.,dkk, 2010).

2.4.6 Biji
17 Impatiens balsamina

Gambar 9. Biji Impatiens balsamina var. L (Gray,


2007)

Gambar 10. SEM-photographs of seeds of Impatiens


species. — a & b: Sect. Macrocentron Warb.: a. I. muscicola
Craib with short ‘hair-like’ protuberances; b. I. Siamensis T.
Shimizu with a ‘warted’epidermis. — c–f: Sect.
Microcentron Warb.: c. I. balsamina L.: testa covered with
small peculiar wart-like outgrowths; d. I. harmandii Hook.f.:
testa cells with reticulate thickened outer walls and long,
helical ‘hair-like’ structures; e. I. psittacina Hook.f.: outer
walls of the testa cells are granulate; f. I. namkatensis T.
18 Impatiens balsamina

Shimizu: testa cells with bulging outer walls (Nanda Utami,


2005)

Menurut Nanda Utami (2005), dalam


penelitianya dijelaskan bahwa familia
balsaminaceae dan genus Impatiens
memiliki ukuran biji yang kecil, exarillate,
tidak memiliki kandugan albumin, dan
hampir keseluruhan dalam genus ini
bertipe pachychalazal dimana integument
jarang ter-multifikasi. Lapisan yang
melindungi biji disusun oleh chalaza, testa
tidak terspesialisasi atau selnua memiliki
papila atau rambut. Endosperm terabsorbsi
(Corner, 1976). Identifikasi struktur biji
menggungakan metode SEM akhir-akhir
ini dijadikan sebagai bagian dari
micromorphology yang dijadikan dasar
klasifikasi takson di era modern.

2.5 Manfaat
19 Impatiens balsamina

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Waktu Pelaksanaan


Hari : September – 30 Desember 2018
Tempat : Lab. Struktur Tumbuhan
FPMIPA UPI

3.2 Alat dan Bahan

Alat Jumlah
Mikroskop binokuler 1 unit
Mikroskop Stereo 1 unit
Object glass 1 unit
Pisau 1 unit
Pot bunga 1 unit
Kamera 1 unit
Penggaris 1 unit

Bahan Jumlah
Tanah Secukupnya
Air Secukupnya
20 Impatiens balsamina

Bibit tanaman Impatiens 10 biji


balsamina
Aquades Secukupnya

3.3 Langkah Kerja 1

Menyiapkan media tanam

Menanam bibit pada media

Menyiram secara rutin dengan air

Mengamati dan mengukur pertumbuhan tanama

Mendokumentasikan pengamatan

Langkah Kerja II
21 Impatiens balsamina

Menyiapkan tanaman

Membuat sayatan dari berbagai organ tumbuhan

Mengamati dengan mikroskop

Mendokumentasikan hasil pengamatan

HASIL PENGAMATAN
4.1 Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman
Impatiens balsamina

Perubahan
Waktu Tinggi Gambar
Tingi
Hari
ke-1
22 Impatiens balsamina

Gambar 11.1 Pertumbuhan


Impatiens balsamina
(Dok. Pribadi, 2018)

Hari
ke-5

Gambar 11.2 Pertumbuhan


Impatiens balsamina
(Dok. Pribadi, 2018)

Hari
ke-10

Gambar 11.3 Pertumbuhan


Impatiens balsamina
(Dok. Pribadi, 2018)
23 Impatiens balsamina

Hari
ke-15

Gambar 11.4 Pertumbuhan


Impatiens balsamina
(Dok. Pribadi, 2018)

Hari
ke-20

Gambar 11.5 Pertumbuhan


Impatiens balsamina
(Dok. Pribadi, 2018)

Hari
Ke-25

Gambar 11.6 Pertumbuhan


Impatiens balsamina
(Dok. Pribadi, 2018)
24 Impatiens balsamina

Hari
ke-30

Gambar 11.7 Pertumbuhan


Impatiens balsamina
(Dok. Pribadi, 2018)

Hari
ke-35

Gambar 11.8 Pertumbuhan


Impatiens balsamina
(Dok. Pribadi, 2018)

Hari
ke-40
25 Impatiens balsamina

Gambar 11.10 Pertumbuhan


Impatiens balsamina
(Dok. Pribadi, 2018)

4.2 Struktur Morfologi Impatiens balsamina


4.2.1 Habitus
26 Impatiens balsamina

4.2.2 Daun
27 Impatiens balsamina
28 Impatiens balsamina

4.2.3 Perbungaan

4.2.4 Akar

4.2.5 Buah dan Biji

4.3 Struktur Anatomi Impatiens balsamina


4.3.1 Anatomi Batang

4.3.2 Anatomi Daun

4.3.3 Anatomi Akar

4.3.4 Anatomi Buah


29 Impatiens balsamina

4.3.5 Anatomi Bunga