Anda di halaman 1dari 15

1.

Pada awal semester II, peneliti menguji pemahaman siswa-siswi SD di Solo


pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Dari hasil ujian tersebut diperoleh
rerata 82.4 dengan deviasi baku 24. Pada awal semester II dilaksanakan suatu
model pembelajaran untuk dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam
mata pelajaran Bahasa Indonesia tersebut. Setelah model baru tersebut
dilaksanakan, secara random dari populasinya, diambil 225 siswa untuk dites
dengan ujian bahasa Indonesia standar dan ternyata dari 225 siswa tersebut
diperoleh rerata 76,8. Jika diambil α = 5%, apakah dapat disimpulkan bahwa
model baru tersebut dapat meningkatkan kemampuan pada mata pelajaran
Bahasa Indonesia?
Diket:
Ho : µ ≤ 82,4 (model baru tidak meningkatkan kemampuan siswa)
H1 : µ > 82,4 (model baru meningkatkan kemampuan siswa)
x = 82,4
n = 225
µ = 76,8
 = 24
α = 0,05
Ditanya: apakah pendapat tersebut bisa diterima?
Jawab:
a. Ho : µ ≤ 82,4 (model baru tidak meningkatkan kemampuan siswa)
H1 : µ > 82,4 (model baru meningkatkan kemampuan siswa)
b. α = 0,05
c. Statistik uji yang digunakan

d. Zobs = = = = = 3,5

e. Daerah kritis
0,05 = 1,645 (dengan interpolasi); DK= { z │z > 1,645}

obs = 6,45 € DK

α = 0,05

Z 0,05 = 1,645 Zobs = 3,5


0

f. Keputusan Uji: H0 ditolak


g. Kesimpulan: Model baru tersebu meningkatkan kemampuan siswa pada mata
pelajaran Bahasa Indonesia.
2. Pada awal tengah semester I, peneliti menguji pemahaman siswa-siswi SD di
Purworejo pada mata pelajaran matematika. Dari hasil ujian matematika
tersebut diperoleh rerata 88 dengan deviasi baku 36. Pada tengah semester
tersebut dilaksanakan suatu metode pembelajaran untuk dapat meningkatkan
kemampuan siswa dalam mata pelajaran matematika. Setelah metode baru
tersebut dilaksanakan, secara random dari populasinya, diambil 168 siswa
untuk dites dengan materi matematika yang standar dan ternyata dari 169
siswa tersebut diperoleh rerata 82. Jika diambil α = 1%, apakah dapat
disimpulkan bahwa metode baru tersebut dapat meningkatkan kemampuan
siswa dalam mata pelajaran matematika?
Diket:
Ho : µ ≤ 88(metode baru tidak meningkatkan kemampuan siswa)
H1 : µ > 88 (metode baru meningkatkan kemampuan siswa)
x = 88
n = 169
µ = 82
 = 36
α = 0,01
Ditanya: apakah pendapat tersebut bisa diterima?
Jawab:
a. Ho : µ ≤ 88 (model baru tidak meningkatkan kemampuan siswa)
H1 : µ > 88 (model baru meningkatkan kemampuan siswa)
b. α = 0,01
c. Statistik uji yang digunakan
d. Zobs = = = = = 1,44

e. Daerah kritis
0,01 = 2,325 (dengan interpolasi); DK= { z │z < 2,325}

obs = 1,44 ≠ € DK

α = 0,01

0 Zobs = 1,44 Z 0,01 = 2,325

f. Keputusan Uji: H0 diterima


g. Kesimpulan: Model baru tersebut tidak meningkatkan kemampuan mata
pelajaran Bahasa Indonesia.
3. Seorang peneliti menguji 2 model yang berbeda di kelas A dan B, yaitu model
Jigsaw dan Teams Games Tournament. Pertanyaan peneliti yang diajukan
adalah apakah model jigsaw tersebut sama efektifnya dengan metode Teams
games tournament atau tidak. Dari dua data model tersebut adalah sebagai
berikut.(dewi)

Kelas Model N Rerata Deviasi baku


IV A Jigsaw 64 78 12
IV B Times Games 81 86 10
Tournament
Bagaimana kesimpulan penelitian tersebut jika diambil α = 1%? Asumsikan
deviasi baku yang diperoleh dari sampel dapat mewakili deviasi baku
populasinya.
Jawab:
a. Ho : µ1 ≤ µ2 (model jigsaw tidak lebih baik daripada model teams games
tournament)
b. H1 : µ1 > µ2 (model jigsaw lebih baik daripada model times games
tournament)
c. α = 0,01
d. Statistik uji yang digunakan

Zobs = = = = = = = 3,06

e. Daerah kritis
0,01 = 2,327 (dengan interpolasi); DK= { z │z > 2,327}

obs = 3,06 € DK

α = 0,01

0 Z 0,01 = 2,327 Zobs = 3,06

f. Keputusan Uji: H0 ditolak


g. Kesimpulan: model jigsaw lebih baik daripada model times games
tournament.
4. Seorang peneliti menguji 2 metode yang berbeda di kelas A dan B, yaitu
metode talking stick dan ceramah. Pertanyaan peneliti yang diajukan adalah
apakah metode talking stick tersebut sama efektifnya dengan metode ceramah
atau tidak. Dari dua data metode tersebut adalah sebagai berikut.

Kelas Metode N Rerata Deviasi baku


VA Talking stick 36 90 8
VB Ceramah 25 76 6
Bagaimana kesimpulan penelitian tersebut jika diambil α = 5%? Asumsikan
deviasi baku yang diperoleh dari sampel dapat mewakili deviasi baku
populasinya.
Jawab:
a. Ho : µ1 ≤ µ2 (metode talking stick tidak lebih baik daripada metode
ceramah)
b. H1 : µ1 > µ2 (metode talking stick lebih baik daripada metode ceramah)
c. α = 0,05
d. Statistik uji yang digunakan

Zobs = = = = = = = 5,52

e. Daerah kritis
0,05 = 1,645 (dengan interpolasi); DK= { z │z > 1,645}

obs = 5,52 € DK

α = 0,05

f. Keputusan Uji: H0 ditolakZ 0,05 = 1,645 Zobs = 5,52


g. Kesimpulan: metode talking stick lebih baik daripada metode ceramah.

5. Seorang peneliti menguji 2 pendekatan yang berbeda di kelas C dan D, yaitu


pendekatan saintifik dan kontekstual. Pertanyaan peneliti yang diajukan
adalah apakah pendekatan saintifik tersebut sama efektifnya dengan
pendekatan konvensional atau tidak. Dari dua data metode tersebut adalah
sebagai berikut.
Kelas Pendekatan N Rerata Deviasi baku
III C Konvensional 64 78 14
III D Saintifik 81 94 16
Bagaimana kesimpulan penelitian tersebut jika diambil α =1%? Asumsikan
deviasi baku yang diperoleh dari sampel dapat mewakili deviasi baku
populasinya.
Jawab:
a. Ho : µ1 ≤ µ2 (pendekatan saintifik tidak lebih baik daripada pendekatan
konvensional)
b. H1 : µ1 > µ2 (pendekatan saintifik lebih baik daripada pendekatan
konvensional
c. α = 0,01
d. Statistik uji yang digunakan

Zobs = = = = = = = 3,97

e. Daerah kritis
0,01 = 2,325 (dengan interpolasi); DK= { z │z > 2,325}

obs = 3,97 € DK

α = 0,01

0 Z 0,01 = 2,325 Zobs = 3,97

f. Keputusan Uji: H0 ditolak


g. Kesimpulan: pendekatan saintifik lebih baik daripada pendekatan
konvensional.
1. Seseorang ingin menunjukkan bahwa siswa pria dan siswa wanita memiliki
kemampuan ketelitian yang berbeda. Untuk itu, dia mengambil 12 wanita dan 15
pria sebagai sampel. Nilai-nilai mereka adalah

Wanita 85 90 78 86 92 84 86 96 88 86 76 84
Pria 74 82 74 82 86 72 76 84 72 72 64 72 76 78 62

Jika diasumsikan bahwa sampel-sampel tadi diambil dari populasi-populasi


normal yang variansi-variansinya sama tetapi tidak diketahui, dan dengan α
=1%, bagaimana kesimpulan penelitian tersebut? (dewi)
Jawab:
Wanita : ∑X= 1031; ∑X2 = 88909; x = 85,92; s = 5,468
Pria : ∑X= 1126; ∑X2 = 85164; x = 75,07; s = 6,756
a. Ho : µ1 = µ2 (siswa wanita dan pria memiliki kemampuan ketelitian yang
sama)
b. H1 : µ1 ≠ µ2 (siswa wanita dan pria tidak sama kemampuan ketelitiannya)
c. α = 0,01
d. Statistik uji yang digunakan

t= t(n1+n2-2)

e. Komputasi

S2p =

=
=

= 38,71
Sp = √38,71 = 6,22

tobs = = = =

= = = 4,52

f. Daerah kritis
0,005;25 = 2,787 (dengan interpolasi); DK= { z │z > 2,787}

obs = 4,52 € DK
h. Keputusan Uji: H0 ditolak
i. Kesimpulan: Siswa wanita dan pria tidak sama kemampuan ketelitiannya.
2. Seseorang ingin menunjukkan bahwa siswa pria dan siswa wanita memiliki
daya pemahaman yang berbeda. Untuk itu, dia mengambil 10 wanita dan 12 pria sebagai
sampel. Nilai-nilai mereka adalah

Wanita 78 72 78 76 72 82 84 92 82 84
Pria 82 80 84 82 84 76 76 84 70 72 74 72

Jika diasumsikan bahwa sampel-sampel tadi diambil dari populasi-populasi


normal yang variansi-variansinya sama tetapi tidak diketahui, dan dengan α
=5%, bagaimana kesimpulan penelitian tersebut?
Jawab:

Wanita : ∑X= 800; ∑X2 = 64336; x = 80; s = 6,11


Pria : ∑X= 936; ∑X2 = 73312; x = 78; s = 5,257
a. Ho : µ1 = µ2 (siswa wanita dan pria memiliki daya pemahaman yang sama)
b. H1 : µ1 ≠ µ2 (siswa wanita dan pria tidak sama daya pemahamannya)
c. α = 0,05
d. Statistik uji yang digunakan
t= t(n1+n2-2)

e. Komputasi

S2p =

= 32
Sp = √32 = 5,66

tobs = = = =

= = = 0,82

f. Daerah kritis
0,025;20 = 2,086 (dengan interpolasi); DK= { z │z < 2,086}

obs = 4,52 ≠ € DK
g. Keputusan Uji: H0 diterima
h. Kesimpulan: Siswa wanita dan pria memiliki daya pemahaman yang sama.

3. Data pre-test dan post-test untuk 15 siswa (sebagai sampel (sebagai sampel)
adalah sebagai berikut.

No urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Pre-test 6 7 6 7 5 7 8 6 5 6 6 7 7 6 8
Post-test 8 8 7 8 6 9 9 7 6 8 8 9 9 7 9

Ingin diteliti apakah nilai-nilai post-test lebih baik daripada nilai-nilai pre-test.
Dengan mengambil α =5%, bagaimanakah kesimpulan penelitian tersebut?
5%, bagaimana kesimpulan penelitian tersebut?
Jawab:
Pre-test : ∑X= 97; ∑X2 = 639; x = 6,47; s = 0,915
Post-test : ∑X= 118; ∑X2 = 994; x = 7,87; s = 1,06
a. Ho : µ1 ≤ µ2 (siswa wanita dan pria memiliki daya pemahaman yang sama)
b. H1 : µ1 > µ2 (siswa wanita dan pria tidak sama daya pemahamannya)
c. α = 0,05
d. Statistik uji yang digunakan

t= t(n1+n2-2)

e. Komputasi

S2p =

=1
Sp = √1 = 1

tobs = = = =
= = = 3,83

f. Daerah kritis
0,05;20 = 1,725 (dengan interpolasi); DK= { z │z > 1,725}

obs = 3,83 € DK
g. Keputusan Uji: H0 ditolak
h. Kesimpulan: Siswa wanita dan pria tidak sama daya pemahamannya.

4. Untuk menguji hipotesis bahwa metode snowball throwing lebih baik daripada
metode ceramah, metode snowball throwing dikenakan kepada kelas VI A dan
metode ceramah dikenakan kepada kelas VI B. Sebelum diberikan perlakuan
itu, telah diuji bahwa kelas VI A dan VI B dalam keadaan seimbang. Setelah
metode-metode itu dikenakan selama satu semester, kepada kedua kelas
diberikan tes yang sama. Secara random diberikan tes yang sama. Secara
random dari kelas VI A diambil 10 anak dan dari kelas VI B diambil 12. Nilai-
nilai mereka adalah sebagai berikut.

No urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
ceramah 84 82 76 86 68 92 92 78 68 88 86 94
Snowball 64 72 66 76 58 72 82 68 58 68
Throwing

Ingin diteliti apakah nilai-nilai post-test lebih baik daripada nilai-nilai pre-test.
Dengan mengambil α =1%, bagaimanakah kesimpulan penelitian tersebut?
Jawab:
Ceramah : ∑X= 994; ∑X2 = 83188; x = 82,83; s = 8,799
Snowball Throwing : ∑X= 684; ∑X2 = 47296; x = 68,4; s = 7,531
a. Ho : µ1 ≤ µ2 (metode snowball throwing tidak lebih baik daripada metode
ceramah)
b. H1 : µ1 > µ2 (metode snowball throwing lebih baik daripada metode
ceramah)
c. α = 0,01
d. Statistik uji yang digunakan

t= t(n1+n2-2)

e. Komputasi

S2p =

= 68,1
Sp = √68,1= 8,25

tobs = = = =

= = = 4,09

f. Daerah kritis
0,01;20 = 2,528 (dengan interpolasi); DK= { z │z >2,528}

obs = 4,09 € DK
g. Keputusan Uji: H0 ditolak
h. Kesimpulan: metode snowball throwing lebih baik daripada metode
ceramah)
5. Untuk menguji hipotesis bahwa pendekatan saintifik lebih baik daripada
pendekatan konvensional yang dikenakan kepada kelas III D dan pendekatan
konvensional yang dikenakan kepada kelas III C. Sebelum diberikan perlakuan
itu, telah diuji bahwa kelas III C dan III D dalam keadaan seimbang. Setelah
pendekatan-pendekatan itu dikenakan selama satu semester, kepada kedua
kelas diberikan tes yang sama. Secara random diberikan tes yang sama. Secara
random dari kelas III C diambil 13 anak dan dari kelas III D diambil 14 . Nilai-
nilai mereka adalah sebagai berikut.

No urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Saintifik 71 73 85 75 89 71 83 73 79 77 83 83 93 91
konvensi 63 71 71 63 61 71 53 57 63 81 83 67 67
onal

Ingin diteliti apakah nilai-nilai post-test lebih baik daripada nilai-nilai pre-test.
Dengan mengambil α =5%, bagaimanakah kesimpulan penelitian tersebut?
Jawab:
Saintifik : ∑X= 1126; ∑X2 = 91278; x = 80,43; s = 7,42
Konvensional : ∑X= 871; ∑X2 = 59237; x = 67; s = 8,56
a. Ho : µ1 ≤ µ2 (pendekatan saintifik tidak lebih baik daripada pendekatan
konvensional)
b. H1 : µ1 > µ2 (pendekatan saintifik lebih baik daripada pendekatan
konvensional)
c. α = 0,05
d. Statistik uji yang digunakan

t= t(n1+n2-2)

e. Komputasi
S2p =

= 106,36
Sp = √106,36= 10,31

tobs = = = =

= = = 3.38

f. Daerah kritis
0,05;15 = 1,753 (dengan interpolasi); DK= { z │z >1,753}

obs = 3,38 € DK
g. Keputusan Uji: H0 ditolak
h. Kesimpulan: pendekatan saintifik lebih baik daripada pendekatan
konvensional.
.