Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM

BIOFISIKA
DAYA PISAH LENSA MATA

Disusun oleh:

1. Kidung Tya Sumekar (16312244003)


2. Hafizha Kurnia Indah Sari (16312244018)
3. Findya Eprita Rimanada (16312244031)
4. Restu Pranantyo (16312244046)
5. Nurul Khoirunisa (16312244052)

KELOMPOK 6
IPA C 2016

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2019
A. Rumusan Masalah
1. Apakah lensa mata mampu membedakan batas dua sumber cahaya yang terpisahkan?
2. Berapakah jarak maksimum mata masih dapat membedakan sumber cahaya
terpisahkan?

B. Tujuan
1. Mengetahui kemampuan lensa mata membedakan batas dua sumber cahaya yang
terpisahkan.
2. Menentukan jarak maksimum sampai mata masih dapat membedakan sumber cahaya
terpisahkan.

C. Dasar Teori

Cahaya merupakan sejenis energi berbentuk gelombang elekromagnetik yang bisa


dilihat dengan mata dan gelombang ini tentunya membawa energi. Jadi
sebenarnya cahaya itu sendiri merupakan salah satu bentuk energi. Energi ini bergerak
bersama gelombang itu sendiri. Cahaya juga merupakan dasar ukuran meter: 1 meter
adalah jarak yang dilalui cahaya melalui vakum pada 1/299,792,458 detik. Kecepatan
cahaya adalah 299,792,458 meter per detik. Cahaya juga memiliki sifat sebagai
partikel yang biasa disebut foton. Karena itulah cahaya bisa juga dipandang sebagai
kumpulan banyak partikel yang tidak bermassa yang bergerak dengan kecepatan
3×10^8 m/s.
Visus (ketajaman penglihatan) adalah nilai kebalikan sudut (dalam
menit)terkecil di mana sebuah benda masih kelihatan dan dapat dibedakan.
Tajampenglihatan adalah kemampuan untuk membedakan antara dua titik yang berbeda
padajarak tertentu.Visus (ketajaman penglihatan) adalah ukuran, berapa jauh, dan detail
suatubenda dapat tertangkap oleh mata sehingga visus dapat disebut sebagai fisiologi
matayang paling penting. Ketajaman penglihatan didasarkan pada prinsip tentang
adanyadaya pisah minimum yaitu jarak yang paling kecil antara 2 garis yang masih
mungkindipisahkan dan dapat ditangkap sebagai 2 garis (Murtiati dkk, 2010).
Dikenal beberapa titik di dalam bidang refraksi, seperti Pungtum
Proksimummerupakan titik terdekat dimana seseorang masih dapat melihat dengan jelas.
PungtumRemotum adalah titik terjauh dimana seseorang masih dapat melihat dengan
jelas, titikini merupakan titik dalam ruang yang berhubungan dengan retina atau foveola
bilamata istirahat. Pada emetropia, pungtum remotum terletak di depan mata.
Daya urai adalah jarak pisah terpendek dari 2 benda titik dimana bayanganyang
dihasilkannya masih dapat ditampilkan sebagai 2 titik terpisah. Alat-alat optikseperti
lup, teropong, dan mikroskop memiliki kemampuan untuk
memperbesarbayangan benda. Namun, perbesaran bayangan benda yang
dihasilkan terbatas.Kemampuan perbesaran alat-alat optik itu selain dibatasi oleh daya
urai lensa jugadibatasi oleh pola difraksi yang terbentuk pada bayangan benda itu.
Berikut gambar pola difraksi yang terbentuk oleh alat-alat optik tersebut, yaitu pola
difraksi celah bulat.

Gambar. Pola difraksi yang dibentuk oleh sebuah celah bulat

Pola difraksi yang dibentuk oleh sebuah celah bulat terdiri atas bintik terang pusat
yang dikelilingi oleh cincin-cincin terang dan gelap. Adapun
penjelasanmengenai pola tersebut dapat dijelaskan melalui gambar jalan sinar seperti
berikut:

Gambar Daya urai suatu lensa


D =diameter lubang
l =jarak celah ke layar
dm =jari-jari lingkaran terang
θ = sudut deviasi
Pola difraksi dapat diperoleh dengan menggunakan sudut θ yang menunjukkan ukuran sudut dari
setiap cincin yang dihasilkan dengan persamaan:

dengan λ merupakan panjang gelombang cahaya yang digunakan.

Untuk sudut-sudut kecil, maka diperoleh θ≈sinθ ≈ tan θ = dm/l dan sama dengan
sudutnya θ sehingga dapat ditulis:

Difraksi yang terjadi jika cahaya dilewatkan melalui lubang sempit berbentuk
lingkaran. seperti lubang pupil mata manusia, D = diameter pupil, S1 dan S2 dua sumber
cahaya, seperti dua lampu sorot pada mobil.Pola difraksi yang dihasilkan berbentuk
lingkaran pada layar atau retina mata . Pada retina mata ada dua bayangan yang
berbentuk lingkaran di S1′ dan S2′, Seperti gambar berikut/gambar daya urai suatu lensa
mata/daya urai alat optik.

Pada malam hari mobil kita akan menyalakan lampu saat sedang bergerak, pada
saat berpapasan dengan mobil lain ayang arahnya berlawan, juga menyalakan lampu, kita
akan silau melihat mobil itu. Apa yang terjadi pada mata kita melihat silau/ tidak jelas
penglihatan. Terjadinya silau karena pada retina mata bayangan dari dua lampu mobil
tidak bisa dipisahkan, seperti pada gambar (a)
Beberapa Kemungkinan Difraksi Cahaya Alat Optik ( Retina mata )
Gambar (a) bayangan berimpit dari dua sumber cahaya/dua benda.
Gambar (b) hampir dapat dipisahkan dari bayangan dari dua sumber cahaya/dua benda.
Gambar (c) bayangan dari dua sumber cahaya/dua benda tepat dipisahkan

Lensa mata memiliki keterbatasan dalam menentukan adanya dua benda padadua jarak
tertentu. Keterbatasan ini sering disebut sebagai keterbatasan daya urai mata.Seperti dijelaskan
pada gambar proses daya urai mata di atas, seorang ilmuwan yang bernama Rayleigh
mengemukakan bahwa dua benda titik tepat dapat dipisahkan jikapusat dari pola difraksi benda
pertama berimpit dengan minimum pertama dari difraksibenda kedua. Ada beberapa faktor yang
berpengaruh dalam penentuan dua benda padajarak tertentu, antara lain:

a. Panjang gelombang sumber cahaya tersebut (λ)

b. Jarak antara dua sumber cahaya (l)

c. Jarak antara dua sumber cahaya sampai ke retina (daya urai= d)

d. Lebar pupil/ diafragma mata manusia (D)

Lebih jelas lagi, faktor-faktor tersebut tertuang pada persamaan yang terdapatpada daya urai mata
yaitu

sin = 1,22 /Dθ λ

sinθ = d/l

sehingga d = 1,22λ . l/D

Mata manusia pada umumnya mempunyai lebar diafragma lensa sebesar ±2mm dengan
panjang gelombang yang ditangkap adalah ±5.500 A. Warna adalah suatu proses yang terjadi
dimana cahaya mengenai suatu benda.Panjang gelombang warna yang mampu dilihat oleh mata
manusia yaitu mulai dari400-700 nanometer yang disebut dengan visible light. Setiap
warna memilikikarakteristik tertentu. Berikut tabel karakterisik masing-masing warna,
khususnyakarakteristik frekuensi dan panjang gelombang.
Warna merah memiliki panjang gelombang tertinggi, disusul oleh panjanggelombang warna
kuning, dan berlanjut biru dengan panjang gelombang terendah.

Alat optik memiliki bukaan cahaya (diafragma) berbentuk lingkaran. Bukaan ini akan
menghasilkan pola difraksi berupa terang pusat berbentuk lingkaran yang dikelilingi oleh
sederetan cincin-cincin terang dan gelap seperti gambar disamping. Bayangan dari sebuah benda
yang kita lihat (menggunakan alat optic) sesungguhnya adalah sebuah pola difraksi. Jika kita
memiliki dua benda titik yang terpisah pada jarak tertentu, bayangan kedua benda bukanlah dua
titik tetapi dua pola difraksi. Jika jarak kedua benda titik tersebut terlalu berdekatan maka pola
difraksi kedua benda saling bertindihan (menumpuk) dan bayangan kedua benda tidak lagi dapat
dibedakan.

“Dua benda titik dapat dilihat terpisah oleh alat optik jika pusat pola difraksi benda titik
pertama berimpit dengan pita gelap (minimum) pertama pola difraksi benda titik kedua”
Pernyataan ini dikenal dengan Kriteria Rayleigh. Dua benda titik dapat dilihat terpisah jika
besarnya sudut pemisahan (resolusi) memenuhi Kriteria Rayleigh. Besarnya sudut pemisahan
(resolusi) tersebut adalah ;

1,22
m 
D

Satuan sudut resolusi adalah radian. Alat optik memiliki kemampuan untuk menghasilkan
bayangan yang terpisah dari dua benda yang berdekatan. Jarak terpendek dari dua benda titik
dimana bayangan yang dihasilkannya masih dapat dilihat sebagai dua benda titik terpisah di sebut
daya urai atau batas resolusi. Besarnya daya urai adalah,

1,22l
dm 
D

Difraksi celah majemuk (en:Diffraction grating) secara matematis dapat dilihat sebagai
interferensi banyak titik sumber cahaya, pada kondisi yang paling sederhana, yaitu yang terjadi
pada dua celah dengan pendekatan Fraunhofer, perbedaan jarak antara dua celah dapat dilihat
pada bidang pengamatan sebagai berikut:

Dengan perhitungan maksima:

dimana
adalah urutan maksima
adalah panjang gelombang
adalah jarak antar celah
and adalah sudut terjadinya interferensi
konstruktif

Dan persamaan minima:

Pada sinar insiden yang membentuk sudut θi terhadap bidang halangan, perhitungan maksima
menjadi:

Cahaya yang terdifraksi dari celah majemuk dapat dihitung dengan penjumlahan difraksi yang
terjadi pada setiap celah berupa konvolusi dari pola difraksi dan interferensi.

D. Metodologi Percobaan

1. Waktu dan Tempat

Waktu : Kamis, 28 Februari 2019 Pukul 11.10-12.50 WIB

Tempat : Selasar Laboratorium IPA 2 Lt. 3 FMIPA UNY

2. Alat dan bahan

a. Set alat percobaan daya pisah lensa (Terdiri dari 1 pasang diode led warna merah
dan 1 pasang diode led warna hijau, 2 buah baterai 1,5 volt yang dihubungkan
dengan diode led melalui kabel penghantar)
b. Jangka sorong
c. Rollmeter (30m)
3. Skema Percobaan

4. Langkah kerja

Menyalakan kedua lampu LED merah dan hijau dan mencatat jarak
kedua LED

Mengamati LED sampai kedua LED terlihat tidak terpisah atau jadi
satu, dengan cara pengamat bergerak menjauh dari kedua lampu LED
yang menyala.

Mencatat jarak L (yang memakai kacamata, kacamatanya dilepas)

Mengulangi percobaan untuk jarak yang berbeda dengan pengamat yang


sama di mulai saat kedua LED bersentuhan dan diubah setiap kenaikan
0,5 mm

Mengulangi pengamatan dengan praktikan yang lain.


E. Data Hasil

Lampu
No Praktikan Merah Hijau
d (m) l (m) d (m) l (m)
1. Restu 5 x 10-3 10 5 x 10-3 9,7
10 x 10-3 15 10 x 10-3 11,2
15 x 10-3 20,4 15 x 10-3 18,4
20 x 10-3 30,6 20 x 10-3 30,5
25 x 10-3 33,3 25 x 10-3 35,7
2. Nurul 5 x 10-3 13,6 5 x 10-3 9,7
10 x 10-3 18 10 x 10-3 12,7
15 x 10-3 23 15 x 10-3 13,4
20 x 10-3 29,4 20 x 10-3 25,5
25 x 10-3 34 25 x 10-3 35,7
3. Hafizha 5 x 10-3 5,8 5 x 10-3 5,8
10 x 10-3 6,6 10 x 10-3 6,8
15 x 10-3 10,7 15 x 10-3 9,5
20 x 10-3 12 20 x 10-3 13,7
25 x 10-3 16,6 25 x 10-3 17,3
4 Findya 5 x 10-3 4,7 5 x 10-3 4,2
10 x 10-3 6 10 x 10-3 4,6
15 x 10-3 7,3 15 x 10-3 4,7
20 x 10-3 9 20 x 10-3 9,6
25 x 10-3 13,1 25 x 10-3 13,2
5. Kidung 5 x 10-3 2,4 5 x 10-3 2,7
10 x 10-3 2 10 x 10-3 3,5
15 x 10-3 4,2 15 x 10-3 3,9
20 x 10-3 4,8 20 x 10-3 4,3
25 x 10-3 5,4 25 x 10-3 5,8

F. Analisis Data

1. Lampu merah
Panjang gelombang : 620-750 nm
Rumus :

 d = 5 x 10-3
lmin = 13.22 m
lmax = 10.928 m
lrata-rata = 12.074 m
 d = 10 x 10-3
lmin = 26.441 m
lmax = 21.857 m
lrata-rata = 24.149 m
 d = 15 x 10-3
lmin = 39.661 m
lmax = 32.786 m
lrata-rata = 36.2235 m
 d = 20 x 10-3
lmin = 52.88 m
lmax = 43.7158 m
lrata-rata = 48.2979 m
 d = 20 x 10-3
lmin = 52.88 m
lmax = 43.7158 m
lrata-rata = 48.2979 m
 d = 25 x 10-3
lmin = 66.1025 m
lmax = 54.644 m
lrata-rata = 60.373 m

2. Lampu Hijau
Panjang gelombang : 495-570 nm
Rumus :

 d = 5 x 10-3
lmin = 16.559 m
lmax = 14.38 m
lrata-rata = 15.4695 m
 d = 10 x 10-3
lmin = 33.118 m
lmax = 28.76 m
lrata-rata = 30.939 m
 d = 15 x 10-3
lmin = 49.677 m
lmax = 43.14 m
lrata-rata = 46.4085 m
 d = 20 x 10-3
lmin = 66.236 m
lmax = 57.52 m
lrata-rata = 61.878 m
 d = 25 x 10-3
lmin = 66.1025 m
lmax = 54.644 m
lrata-rata = 60.373 m

G. Pembahasan

Praktikum “Daya Pisah Lensa Mata” dilakukan pada hari Kamis, 7 Maret 2019 di
laboratorium IPA 2. Tujuan dari praktikum ini yaitu mengetahui kemampuan lensa mata
memiliki batas dua sumber cahaya yang terpisahkan dan mengetahui jarak maksimum
sampai mata masih dapat membedakan sumber cahaya terpisahkan.
Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini antara lain lampu LED, roll
meter, billboard sebagai dudukan lampu LED, baterai sebagai sumber tegangan, jepit buaya
sebagai kabel penghubung pada rangkaian lampu LED. Pertama yang dilakukan yaitu
menyusun rangkaian lampu LED dan baterai dihubungkan menggunakan jepit buaya.
Naracoba mengamati cahaya lampu LED sampai hanya terlihat satu cahaya, kemudian
mengukur jarak ketika naracoba hanya melihat satu cahaya lampu LED. Pada praktikum ini,
praktikan membuat dua variasi yaitu, variasi jarak lampu LED dan variasi warna lampu LED.
Berikut adalah pembahasan untuk masing-masing variasi:
1. Variasi jarak lampu LED
Percobaan ini bertujuan untuk menentukan jarak maksimum sampai mata masih
dapat membedakan sumber cahaya terpisahkan. Pada vaiasi jarak lampu LED ini,
praktikan menggunakan warna lampu LED merah dengan panjang gelombang 620-750
nm dan lampu LED hijau dengan panjang gelombang 495-570 nm. Praktikan
menggunakan 5 naracoba pada masing-masing lampu LED dengan variasi mata normal
dan yang memiliki cacat mata minus (miopi) maupun silindris yaitu Restu (normal),
Nurul (normal), Hafizha (minus 1,5), Findya (Minus 2,5), dan Kidung (minus 7).
Pada praktikum kali ini praktikan menggunakan 5 variasi jarak lampu LED yaitu
5x10-3 m, 10 x10-3 m, 15 x10-3 m, 15 x10-3 m, 15 x10-3 m dan variasi warna lampu LED
yaitu merah dan hijau. Berikut hasil dari pengukuran jarak objek pada masing-masing
lampu LED, sebagai berikut:
a. Lampu LED merah
Jarak antar lampu LED
Naracoba -3
5 x 10 m 10 x 10 m 15 x 10-3 m 20 x 10-3 m
-3
25 x 10-3 m
Restu 10 15 20,4 30,6 33,3
Nurul 13,6 18 23 29,4 34
Hafizha 5,8 6,6 10,7 12 16,6
Findya 4,7 6 7,3 9 13,1
Kidung 2,4 3 4,2 4,8 5,4

b. Lampu LED Hijau


Jarak antar lampu LED
Naracoba -3
5 x 10 m 10 x 10 m 15 x 10-3 m 20 x 10-3 m
-3
25 x 10-3 m
Restu 9,7 11,2 18,4 30,5 35,7
Nurul 9,7 12,7 13,4 25,5 35,7
Hafizha 5,8 6,8 9,5 13,7 17,3
Findya 4,2 4,6 4,7 9,6 13,2
Kidung 2,7 3,5 3,9 4,3 5,8

Berdasarkan data hasil praktikum di atas pengukuran jarak obyek dengan lensa
didapatkan hasil bahwa semakin besar jarak antara lampu LED maka semakin besar pula
jarak obyek dengan daya pisah lensa mata. Ini sudah sesuai dengan teori bahwa semakin
besar jarak antara lampu LED maka semakin besar pula jarak obyek dengan daya pisah
lensa mata. Namun hasil masing-masing naracoba berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh
beberapa faktor salah satunya adalah kondisi mata beberapa naracoba mengalami
gangguan mata (miopi maupun silindris). Sehingga didapatkan hasil bahwa semakin kecil
tingkat kecacatan mata (miopi) atau mendekati normal maka semakin besar jarak objek
dengan daya pisah lensa pada mata. Jika dua benda titik yang terpisah pada jarak tertentu,
bayangan kedua benda bukanlah dua titik tetapi dua pola difraksi. Jika jarak pisah kedua
benda titik terlalu dekat maka pola difraksi kedua benda saling menindih.
Cahaya merupakan sejenis energi berbentuk gelombang elekromagnetik yang bisa
dilihat dengan mata dan gelombang ini tentunya membawa energi. Jadi sebenarnya
cahaya itu sendiri merupakan salah satu bentuk energi. Energi ini bergerak bersama
gelombang itu sendiri. Cahaya juga merupakan dasar ukuran meter: 1 meter adalah jarak
yang dilalui cahaya melalui vakum pada 1/299,792,458 detik. Kecepatan cahaya adalah
299,792,458 meter per detik. Cahaya juga memiliki sifat sebagai partikel yang biasa
disebut foton. Karena itulah cahaya bisa juga dipandang sebagai kumpulan banyak
partikel yang tidak bermassa yang bergerak dengan kecepatan 3×10^8 m/s
Visus (ketajaman penglihatan) adalah nilai kebalikan sudut (dalam menit) terkecil
di mana sebuah benda masih kelihatan dan dapat dibedakan. Tajam penglihatan adalah
kemampuan untuk membedakan antara dua titik yang berbeda pada jarak tertentu.
Visus (ketajaman penglihatan) adalah ukuran, berapa jauh, dan detail suatu benda
dapat tertangkap oleh mata sehingga visus dapat disebut sebagai fisiologi mata yang
paling penting. Ketajaman penglihatan didasarkan pada prinsip tentang adanya daya
pisah minimum yaitu jarak yang paling kecil antara 2 garis yang masih mungkin
dipisahkan dan dapat ditangkap sebagai 2 garis (Murtiati dkk, 2010).
Dikenal beberapa titik di dalam bidang refraksi, seperti Pungtum Proksimum
merupakan titik terdekat dimana seseorang masih dapat melihat dengan jelas. Pungtum
Remotum adalah titik terjauh dimana seseorang masih dapat melihat dengan jelas, titik
ini merupakan titik dalam ruang yang berhubungan dengan retina atau foveola bila mata
istirahat. Pada emetropia, pungtum remotum terletak di depan mata.

2. Variasi warna lampu LED


Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan warna lampu pada
kemampuan lensa mata dalam melihat objek. Pada variasi warna lampu LED ini,
praktikan menggunakan 2 LED dengan warna berbeda yaitu LED warna merah dan hijau.
Variasi kelima jarak antar lampu tadi sekaligus menjadi variabel kontrol dari percobaan
ini adalah jarak lampu LED untuk masing-masing warna LED dan percobaan dilakukan
oleh 5 naracoba..
Daya urai adalah jarak pisah terpendek dari 2 benda titik dimana bayangan yang
dihasilkannya masih dapat ditampilkan sebagai 2 titik terpisah. Alat-alat optik seperti lup,
teropong, dan mikroskop memiliki kemampuan untuk memperbesar bayangan benda.
Namun, perbesaran bayangan benda yang dihasilkan terbatas. Kemampuan perbesaran
alat-alat optik itu selain dibatasi oleh daya urai lensa juga dibatasi oleh pola difraksi yang
terbentuk pada bayangan benda itu. Berikut gambar pola difraksi yang terbentuk oleh
alat-alat optik tersebut, yaitu pola difraksi celah bulat.

Gambar. Pola difraksi yang dibentuk oleh sebuah celah bulat


Pola difraksi yang dibentuk oleh sebuah celah bulat terdiri atas bintik terang pusat
yang dikelilingi oleh cincin-cincin terang dan gelap. Adapun penjelasan mengenai pola
tersebut dapat dijelaskan melalui gambar jalan sinar seperti berikut:

Gambar Daya urai suatu lensa


D =diameter lubang
l =jarak celah ke layar
dm =jari-jari lingkaran terang
θ = sudut deviasi

Kemungkinan lain pada difraksi cahaya alat optik (terutama retina) adalah

Gambar (b) hampir dapat dipisahkan dari bayangan dari dua sumber cahaya/dua benda
(c) bayangan dari dua sumber cahaya/dua benda tepat dipisahkan

Lensa mata memiliki keterbatasan dalam menentukan adanya dua benda pada dua
jarak tertentu. Keterbatasan ini sering disebut sebagai keterbatasan daya urai mata.
Seperti dijelaskan pada gambar proses daya urai mata di atas, seorang ilmuwan yang
bernama Rayleigh mengemukakan bahwa dua benda titik tepat dapat dipisahkan jika
pusat dari pola difraksi benda pertama berimpit dengan minimum pertama dari difraksi
benda kedua. Ada beberapa faktor yang berpengaruh dalam penentuan dua benda pada
jarak tertentu, antara lain:
a. Panjang gelombang sumber cahaya tersebut (λ)
b. Jarak antara dua sumber cahaya (l)
c. Jarak antara dua sumber cahaya sampai ke retina (daya urai= d)
d. Lebar pupil/ diafragma mata manusia (D)

Lebih jelas lagi, faktor-faktor tersebut tertuang pada persamaan yang terdapat
pada daya urai mata yaitu
sinθ = 1,22 λ/D
sinθ = d/l
sehingga d = 1,22 λ. l/D
Mata manusia pada umumnya mempunyai lebar diafragma lensa sebesar ±2 mm
yang dilakukan menggunakan dua variasi LED yaitu merah dan hijau. Berdasarkan
perhitungan jarak objek ke lampu dengan daya pisah lensa mata Lampu LED warna
merah pada praktikan restu dan nurul pada d (jarak antar lampu) sebesar 5 x 10-3 sesuai
dengan hasil perhitungan yaitu kurang lebih 12,074 m, sedangkan untuk praktikan
hafizha, Findya dan Kidung tidak sesuai dengan teori pada perhitungan yaitu kurang dari
6 m yang seharusnya praktikan mampu melihatnya pada jarak kurang lebih 12,074 m
sebagai dua sumber cahaya sampai pada jarak 12,1 m.
Sedangkan pada lampu LED hijau, salah satu contoh yaitu pada jarak d sebesar 5
x 10-3 dimana seharusnya semua praktikan mampu melihatnya sebagai dua sumber cahaya
sampai pada jarak 12,074 m. Namun dari semua naracoba yang dapat melihatnya paling
jauh hanya sampai jarak 9,7 m selebihnya kurang dari 9,7 m. Hal ini dapat disebabkan
oleh beberapa faktor salah satunya dari ketelitian naracoba saat mengamati lampu dan
perbedaan kondisi mata setiap naracoba, yaitu terdapat naracoba yang mengalami cacat
mata miopi (rabun jauh) sehingga dalam menangkap cahaya membutuhkan jarak yang
lebih dekat dari mata yang normal serta presepsi praktikan sehingga ada kemungkinan
data tidak sesuai dengan fakta, penggunaan LED pada siang hari sehingga warna yang
dihasilkan kurang sempurna terlihat oleh mata karena terpengaruh oleh spektrum
matahari. Namun, untuk hasil perhitungan secara rumus sudah menunjukkan semakin
besar panjang gelombang, maka semakin pendek jarak yang diterima retina pada
penentuan dua sumber cahaya.

H. Kesimpulan

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa :


1. Kemampuan lensa mata membedakan batas dua sumber cahaya yang terpisahkan
disebut daya pisah atau daya urai lensa mata. Dan dirumuskan seperti di bawah ini,

(mata normal)
Keterangan :
d = jarak daya urai/jarak dua sumber cahaya (m)
L = jarak objek dengan lensa (m)
D = lebar diafragma (D lensa mata ± 2 mm)
λ = panjang gelombang cahaya

2. Jarak maksimum sampai mata masih dapat membedakan sumber cahaya terpisahkan
masing-masing orang berbeda. Bagi orang yang bermata normal semakin sehat matanya
maka daya urai lensa mata akan lebih bagus dan jarak maksimum semakin besar,
dibandingkan dengan orang yang memiliki kelainan pada mata.

I. Tugas
1. Panjang L dibandingkan dengan panjang L hasil pengamatan

a. Lampu Merah
L hitung (rata - rata) L pengamatan (rata - rata)
Restu : 12, 074 Restu : 21,86
Nurul : 24,149 Nurul : 23,6
Hafizha : 36, 2335 Hafizha : 10,34
Findya : 48, 2979 Findya : 8,06
Kidung : 60, 373 Kidung : 3,76

b. Lampu Hijau
L hitung (rata - rata) L pengamatan (rata - rata)
Restu : 15, 4695 Restu : 21,1
Nurul : 30,939 Nurul : 19,4
Hafizha : 46,4085 Hafizha : 10,62
Findya : 61,878 Findya : 7,26
Kidung : 60, 373 Kidung : 4,04

2. Kesimpulannya semakin sehat mata seseorang, maka semakin besar daya pisah urai
lensa mata seseorang.
DAFTAR PUSTAKA

Drs. Bambang Ruwanto, M.Si. 2005 Asas-Asas Fisika 3A. Bogor : PT. Ghalid Indonesia.

http://mariza_w.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/51248/Daya+Urai+Optik.docx diakses
pada 3 Maret 2019 pukul 21.40

Murtiati, Tri dkk. 2010. Penuntun Praktikum Anatomi dan Fisiologi Manusia. JurusanBiologi
FMIPA Universitas Negeri Jakarta