Anda di halaman 1dari 19

SATUAN OPERASI

FILTER TESTING UNIT (FTU)

LAPORAN

Oleh

Kelompok 2

Izma Yuliana 121411049

Randy Kusuma 121411057

Kelas 2B

Dosen Pembimbing : Ir. Umar Khayam

Tanggal Praktikum : 03 Februari 2014

Tanggal Penyerahan Laporan : 10 Maret 2014

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2014
FILTER TESTING UNIT

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Filtrasi adalah salah satu metoda untuk memisahkan padatan dari larutan
suspense. Dalam hal ini larutan suspense dialirkan melalui medium filter (medium
berpori) sehingga padatan akan tertahan pada permukaan filter sementara filtratnya akan
mengalir melalui pori medium filter. Tentu saja kualitas filtrat hasil filtrasi sangat
bergantung dari pori medium filter yang dipakai.
Proses filtrasi akan mulai bekerja dengan efisien setelah adanya partikel-partikel
yang terkumpul pada medium penyaringnya. Dalam skala kecil, missal di laboratorium,
suspense hanya dituangkan ke kertas saring di atas corong dan gelas beaker. Disini
hanya gaya gravitasi bumi yang dipakai. Untuk mempercepat proses biasanya
digunakan corong Buchner yang menggunakan aliran air untuk menghasilkan vakum.
Dalam skala industry, bentuk-bentuk operasi yang lebih rumit akan dipakai untuk
mengatasi jumlah suspense yang besar dan beraneka ragam. Selama operasi
berlangsung, lapisan partikel padat akan terbentuk semakin tebal dan karenanya perlu
beda tekanan yang lebih besar serta bentuk modifikasi lainnya untuk mendapatkan laju
filtrasi yang tinggi.
Proses filtrasi dipakai mulai dari industry pertambangan sampai industry kimia
yang siap pakai. Pada banyak industry, partikel padatannya yang diperlukan, sedangkan
untuk pengolahan limbah industry, filtratnya yang harus diambil untuk selanjutnya
diolah lagi.

1.2 Tujuan
A. Melakukan proses filtrasi pada tekanan tetap dengan variasi tekanan berbeda-beda.
B. Menghitung koefisien tahanan cake dan tahanan medium filter pada tekanan tetap
dengan variasi tekanan yang berbeda.
C. Menganalisa pengaruh terhadap kualitas hasil filtrasi
II. LANDASAN TEORI

Filtrasi atau penyaringan adalah pemisahan partikel zat padat dari fluida dengan jalan
melewatkan fluida itu melalui suatu medium penyaring atau septum, dimana zat padat itu
bertahan. Operasi filtrasi dijalankan untuk mengambil bahan yang diinginkan yaitu
padatannya atau cairannya ataupun kedua-duanya.

Beberapa cara pemisahan mekanik fisik dapat diklasifikasikan menjadi sebagai berikut
(Geankoplis,1993) :

1. Filtration
Pemisahan dapat dilakukan karena adanya media filtrasi seperti kain, kanvas, pasir.
Pemilihan media filtrasi didasarkan atas :
a. Jumlah padatan yang dipisahkan
b. Tipe padatan
c. Viskositas dari fluida
2. Settling and sedimentation

Pada settling and sedimantation, partikel dipisahkan dari fluida dengan adanya
perbedaan gaya gravitasi dan densitas dari partikel tersebut.

3. Centrifugal settling and sedimentation

Proses pemisahan partikel dari fluida karena adanya gaya sentrifugal pada berbagai
ukuran dan densitas fluida.

4. Centrifugal filtration

Proses pemisahan yang dilakukan dengan filtrasi tetapi gaya sentrifugal yang
digunakan menyebabkan perbedaan tekanan dapat diabaikan.

5. Mechanical size reduction and separation


Pemisahan dilakukan dengan cara mengubah diameter partikel, kemudian
dipisahkan dengan ayakan.

Operasi filtrasi dijalankan dengan dua cara yaitu :

1) Filtrasi batch

Proses secara batch memerlukan waktu yang lebih lama dan memerlukan biaya
yang lebih mahal.

2) Filtrasi kontinu

Proses filtrasi secara kontinu banyak diterapkan pada industri kimia. Analisis
operasi filtrasi ini dibagi dalam 3 tahap, yaitu :

a. Pembentukan cake,
b. Pencucian cake untuk membuang larutan
c. Pelepasan cake dari filter.

Berdasarkan prinsip kerjanya, filtrasi dapat dibedakan menjadi:

1. Pressure filtration

Merupakan filtrasi yang dilakukan dengan prinsip penekanan. Bentuk alat


tersebut dapat dilihat pada Gambar 1.3.

Gambar 1.3 Pressure Filtration Press


(sumber : http://cpq.ist.utl.pt/spe/images/Foto_22.JPG)

2. Gravity filtration

Merupakan filtrasi yang menggunakan gaya gravitasi untuk mengalirkan


cairan.

Gambar 1.4. Gravity Filtration

3. Vacuum filtration

Merupakan filtrasi yang dilakukan dengan prinsip hampa udara untuk


mengalirkan cairan. Alat filtrasi dengan prinsip hampa udara dapat dilihat pada
Gambar 1.5. Filter ini dilengkapi drum yang terus berputar. Tekanan di luar drum
adalah tekanan atmosferik, tetapi di dalam drum mendekati vakum. Drum ini
dimasukkan ke dalam cairan yang mengandung suspensi padatan yang akan
difilter, lalu drum diputar dengan kecepatan rendah selama operasi. Cairan tertarik
melewati filter cloth karena tekanan vakum, sedangkan padatan akan tertinggal di
permukaan luar drum membentuk cake pada proses.
Gambar 1.5 Drum Vacuum Filter

Jika cake akan diambil dari drum, putaran drum dihentikan, drum
dikeluarkan dari fasa cair, cake dicuci, dikeringkan, dan kemudian diambil.
Pengambilan padatan dari drum dilakukan dengan sejenis pisau yang juga
bermcam-macam jenis dan disainnya bergantung jenis cake.

Septum atau medium penyaring pada setiap filter harus memenuhi


persyaratan sebagai berikut:

a. Harus dapat menahan zat padat yang akan disaring dan menghasilkan filtrat
yang cukup jernih.
b. Tidak mudah tersumbat
c. Harus tahan secara kimia kuat secara fisik dalam kondisi proses.
d. Harus memungkinkan penumpukan ampas dan pengeluaran ampas secara total
dan bersih
e. Tidak boleh terlalu mahal. (Mc. Cabe, 1993)

Persamaan yang digunakan untuk kondisi tekanan tetap :


𝑑𝑡 𝜇𝛼𝑐
𝑠 𝜇
= 𝐴2 (−∆𝑝) V + 𝐴(−∆𝑝)Rm................................................................ (1)
𝑑𝑉

Persamaan tersebut diintegralkan menjadi :

𝑡 𝑉 𝑠𝜇𝛼𝑐 𝜇
∫0 𝑑𝑡 = ∫0 (𝐴2 (−∆𝑝) 𝑉 + 𝐴(−∆𝑝) 𝑅𝑚 )dV............................................ (2)
𝑠 𝜇𝛼𝑐 𝑚 𝜇𝑅 𝑡 𝜇𝛼𝑐
𝑠 𝑚 𝜇𝑅
t = 2𝐴2 (−∆𝑝)A2 + 𝐴(−∆𝑝) 𝑉 = 2𝐴2 (−∆𝑝)A + 𝐴(−∆𝑝) ................(3)
𝑉

𝑠 𝜇𝛼𝑐 𝑚 𝜇𝑅
dimana : Kp = 𝐴2 (−∆𝑝) dan B = 𝐴(−∆𝑝)

Persamaan ketiga disederhanakan menjadi:

𝑡 𝐾𝑝
= V + B..................................................................................... (4)
𝑉 2

Grafik t/V terhadap V akan menghasilkan grafik sebagai berikut

t/V

Slope = Kp/2

Intercept = B

Dari persamaan di atas kita dapatkan koefisien tekanan cake

𝐾𝑝 𝐴2 (−∆𝑝)
𝛼= ....................................................................(5)
𝜇𝑐

Dan keofisien tekanan medium filter

𝐵𝐴(−∆𝑝)
Rm = 𝜇
.....................................................................(6)
𝛼 = 𝛼𝑜 (-∆𝑝)S.......................................................................(7)

Log 𝛼 = log 𝛼 o + s log (-∆𝑝)

Rm = Rmo(-∆𝑝).................................................................(8)

Log Rm = log Rmo + n log (-∆𝑝)

Keterangan:
t = waktu filtrasi (s)
V = volume filtrat yang dihasilkan saat t (m3)
𝛼 = koefisien tekanan cake (m/kg)
Rm = koefisien medium filter (m-1)
𝜇 = viskositas filtrat (Pa s atau kg/ms)
A = luas total medium filter (m2)
∆𝑝 = perbedaan tekanan (N/m2 atau kg/ms2)
Cs = konsentrasi slurry (kg/m3)
Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan ketika memilih jenis peralatan
dan kondisi operasi adalah :

1. Sifat fluida terutama viskositas, densitas, dan sifat korosinya


2. Keadaan dari partikel padat, ukuran dan bentuk, distribusi ukuran partikel dan
karakteristik
3. Konsentrasi partikel padat di suspensi
4. Jumlah dari seluruh bahan yang akan diproses dan nilainya
5. Bagian yang akan digunakan (padat, cair, keduanya)
6. Perlu tidaknya mencuci padatan yang telah tersaring
7. Kontaminasi yang berpengaruh besar pada produk jika terjadi kontak antara
bahan dan peralatan
8. Ada tidanya perlakuan lain sebelum proses filtrasi yang akan menbantu proses
filtarsi tersebut
III. PERCOBAAN
3.1 Alat :
1. Seperangkat alat filter testing unit
2. Kertas saring
3. Pompa vakum
4. Stop watch
5. Ember plastik
6. Kertas timbang
7. Batang pengaduk
8. Neraca teknis

3.2 Bahan :
1. Tepung tapioka 540 gram
2. Air keran 18 liter
3.3 Prosedur Kerja :
Memasang kertas filter di atas alat filter glass (support) kemudian
diletakkan pada peralatan FTU

Merapatkan sekrup dengan pemutaran manual, memeriksa


sambungan gasket, tangki pengaduk, pompa peristaltik, dan unit
penampung. Agar tidak terjadi kebocoran.

Mengatur tekanan vakum yang dikehendaki

Menghidupkan pompa peristaltik

Mencatat waktu setiap 0,5 liter (dan kelipatannya) filtrat yang


diperoleh

Menghentikan proses filtrasi setelah jumlah filtrat total 6 liter

Membuka filter glass yang terpasang dan mengukur ketebalan


cake yang diperoleh

Melakukan percobaan diatas dengan variasi tekanan


IV. DATA PENGAMATAN
Nilai yang diketahui :
a) Luas total medium filter (A)
d = 20 cm = 0,2 m
A = π r2
= 3,14 (0,1 m)2
= 0,0314 m2
b) Viskositas filtrat air =1,03 x 10-3 kg/m.s
c) Konsentrasi slurry (CS)
massa CaCO3 = 0,30 kg (5% berat)
Volume air =6L
Cs=0,30 kg/6 L =0,05 kg/L=50 kg/m3
massa CaCO3 = 0,60 kg (10% berat)
Volume air =6L
Cs=0,60 kg/6 L =0,1 kg/L=100 kg/m3
Waktu t (menit)
Volume filtrat ∆P = 0 bar ∆P = 0 bar
3
∆P = 0.2 bar ∆P = 0.2 bar
(m ) 5% 10%
5% 10%
(sedimentasi) (sedimentasi)
0,0005 3.25 1.26 1.54 1.18
0,0010 5.08 2.38 3.30 2.25
0,0015 6.42 3.34 4.57 3.24
0,0020 8.20 4.36 6.27 4.25
0,0025 10.05 5.40 7.55 5.30
0,0030 12.02 6.40 9.29 6.55
0,0035 14.05 7.41 10.55 7.55
0,0040 16.01 8.38 12.46 9.18
0,0045 17.30 9.36 9.5
14.10
0,0050 19.05 10.37 10.50
15.03
0,0055 19.58 Filtrat tidak Filtrat tidak
16.55
mencapai mencapai
Filtrat tidak Filtrat tidak
0,0060 volume 0,0060 volume 0,0060
mencapai m3 mencapai m3
V. PENGOLAHAN DATA

Menentukan harga Kp dan B untuk masing-masing tekanan dengan menggunakan grafik


t/V terhadap V. Dan Menentukan Harga tahanan cake (α) dan tahanan medium filter (Rm)
untuk masing-masing tekanan

1. ∆P = 0.2 bar dengan berat W1=300 gr (CaCO3 5%)

Volume Filtrat t t
t/V (s/m3)
(m3) (menit) (sekon)

0.0005 3.25 195 390000


0.001 5.08 304.8 304800
0.0015 6.42 385.2 256800
0.002 8.2 492 246000
0.0025 10.05 603 241200
0.003 12.02 721.2 240400
0.0035 14.05 843 240857.1429
0.004 16.01 960.6 240150
0.0045 17.3 1038 230666.6667
0.005 19.05 1143 228600
0.0055 19.58 1174.8 213600
Grafik t/V terhadap V (∆P= 0.2 bar)
450000
y = -2E+07x + 327220
400000 R² = 0.6042
350000
t/V (s/m3) 300000
250000
200000 Series1
150000
Linear (Series1)
100000
50000
0
0 0.002 0.004 0.006
Volume Filtrat m3

∆P = 0,2026x105 kg/m.s2

t 𝐊𝐩
= V + 𝐁 → y = -2E+07x + 327220
V 𝟐

Kp
 = -2.107 → Kp = -4.107 𝐬/𝐦𝟒
2
Kp A2 (− ∆P)
α =
μ Cs

(−4.107 )s/m4 x ( 0,0314 )2 m4 x (−0,2026x105) kg/m.s2


α = kg
(1,03.10−3 ) x (50) kg/m3
m.s
𝐦
α = 1.55x1010
𝐤𝐠
𝐬
 B = 327220
𝐦𝟑
μ Rm
B=
A ∆P
A ∆P B
Rm =
μ
kg s
( 0,0314 )m2 x (0,2026x105) x (327220)
m.s2 m3
Rm = kg
(1,03.10−3 )
m.s

Rm = 6.938x1012 m-1
2. ∆P = 0 bar (sedimentasi/diendapkan terlebih dahulu) dengan berat W2 = 300 gr
(CaCO3 5%)

Volume Filtrat t t t/V


(m3) (menit) (sekon) (s/m3)
0,0005 1,54 92,4 184800
0,001 3,3 198 198000
0,0015 4,57 274,2 182800
0,002 6,27 376,2 188100
0,0025 7,55 453 181200
0,003 9,29 557,4 185800
0,0035 10,55 633 180857,1
0,004 12,46 747,6 186900
0,0045 14,1 846 188000
0,005 15,03 901,8 180360
0,0055 16,55 993 180545,5

Grafik t/V terhadap V (∆P= 0 bar)


200000
198000 y = -1E+06x + 189523
R² = 0.2106
196000
194000
192000
waktu

190000
188000 Series1
186000
Linear (Series1)
184000
182000
180000
178000
0 0.001 0.002 0.003 0.004 0.005 0.006
Volume filtrat

𝑡 𝐾𝑝
Persamaan grafik t/V vs V pada ∆P tetap → = 𝑉+ 𝐵
𝑉 2

Persamaan grafik t/V vs V pada ∆P = 0 bar → y = -1E+06x + 189523


∆P = 0 kg/m.s2

t 𝐊𝐩
= V + 𝐁 → y = -1.106 x + 189523
V 𝟐

Kp
 = -1.106 → Kp = -2.106 𝐬/𝐦𝟒
2
Kp A2 ∆P
α =
μ Cs

(−2.106 )s/m4 x ( 0,0314 )2 m4 x (0) kg/m.s2


α = kg
(1,03.10−3 ) x (50) kg/m3
m.s
𝐦
α =0
𝐤𝐠
𝐬
 B = 𝟏𝟖𝟗𝟓𝟐𝟑
𝐦𝟑
μ Rm
B=
A ∆P
A ∆P B
Rm =
μ
kg s
( 0,0314 )m2 x (0) x (189523) 3
m.s2 m
Rm = kg
(1,03.10−3 )
m.s

Rm = 0 m-1
3. ∆P = 0.2 bar dengan berat W1=600 gr (CaCO3 10%)

10% Waktu(menit) t/V


volume
0,0005 1.26 151200
0,0010 2.38 142800
0,0015 3.34 133600
0,0020 4.36 130800
0,0025 5.40 129600
0,0030 6.40 128000
0,0035 7.41 127028.6
0,0040 8.38 125700
0,0045 9.36 124800
0,0050 10.37 124440
Grafik t/V terhadap V (∆P= 0.2 bar)
155000
150000
Grafik t/V terhadap V
145000
(∆P= 0.2 bar)
140000
t/V

135000
130000 y = -5E+06x + 145772
125000 R² = 0.7787
120000
0 0.002 0.004 0.006
Volume ( m3)

∆P = 0,2026x105 kg/m.s2

t 𝐊𝐩
= V + 𝐁 → y = -5.106 x + 1457772
V 𝟐

Kp
 = -5.106 → Kp = -1.107 𝐬/𝐦𝟒
2
Kp A2 (−∆P)
α =
μ Cs

(−1.107 )s/m4 x ( 0,0314 )2 m4 x (−0,2026.105 ) kg/m.s2


α = kg
(1,03.10−3 ) x (100) kg/m3
m.s
𝐦
α = 1.939x109
𝐤𝐠
𝐬
 B = 1457772
𝐦𝟑
μ Rm
B=
A ∆P
A ∆P B
Rm =
μ
kg s
( 0,0314 )m2 x (0,2026.105 ) x ( 𝟏𝟒𝟓𝟕𝟕𝟕𝟐)
m.s2 m3
Rm = kg
(1,03.10−3 )
m.s

Rm= 9.00371E+11m-1

4. ∆P = 0 bar dengan berat W1=600 gr (sedimentasi/diendapkan terlebih dahulu)

10% Waktu(menit) t/V (s/m3)


volume (diendapkan trlbh dahulu)
0,0005 70.8 141600
0,0010 135 135000
0,0015 194.4 129600
0,0020 255 127500
0,0025 318 127200
0,0030 393 131000
0,0035 453 129428.6
0,0040 550.8 137700
0,0045 570 126666.7
630 126000
0,0050

Grafik t/V terhadap V (∆P= 0 bar)


144000 y = -2E+06x + 136124
142000 R² = 0.2701
140000
138000
136000 Grafik t/V terhadap V
t/V

134000 (∆P= 0 bar)


132000
130000
128000 Linear (Grafik t/V
126000 terhadap V (∆P= 0 bar)
124000 )
0 0.002 0.004 0.006
Volume ( m3)
2
∆P = 0 kg/m.s

t 𝐊𝐩
= V + 𝐁 → y = -2.106 x + 136124
V 𝟐
Kp
 = -2.106 → Kp = -4.106 𝐬/𝐦𝟒
2
Kp A2 ∆P
α =
μ Cs

(−4.106 )s/m4 x ( 0,0314 )2 m4 x (0) kg/m.s2


α = kg
(1,03.10−3 ) x (100) kg/m3
m.s
𝐦
α =0
𝐤𝐠
𝐬
 B = 136124
𝐦𝟑
μ Rm
B=
A ∆P
A ∆P B
Rm =
μ
kg s
( 0,0314 )m2 x (0) x (136124) 3
m.s2 m
Rm = kg
(1,03.10−3 )
m.s

Rm = 0 m-1

B). Menghitung harga α0 , n dan Rm0 dan s

konsentrasi ∆P (kg/m.s2) 𝜶 (m/kg) Rm (m-1) log ∆P log α log Rm

5% 0.2026x105 1.55x1010 6.938x1012 4.31 10.19 12.84

5 % (dengan
pengendapan 0 0 0 0 0 0
awal)

10 % 0.2026x105 1.939x109 9.00371E+11 4.31 9.28 11.95

10 %
(dengan
0 0 0 0 0 0
pengendapan
awal)