Anda di halaman 1dari 29

KLIPING FARMAKOLOGI

DI SUSUN OLEH

NAMA : SITI RAHMA SAVIRA AZZUHRA


NIM : P201801005
KELAS : L1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN


MANDALA WALUYA
KENDARI
2019
1. Obat bebas, yaitu obat yang dijual bebas di pasaran dan dapat dibeli tanpa
resep dokter. Obat ini ter golong obat yang paling aman, dapat dibeli tanpa
resep di apotik dan bahkan juga dijual di warung-warung. Obat bebas biasanya
digunakan untuk mengobati dan meringankan gejala penyakit.
Tanda khusus untuk obat bebas :

Contoh obat jenis ini ; sanmol, promag, panadol, pamol, antasida doen
Komposisi : Paracetamol 500 mg
Indikasi : Terapi meredakan sakit kepala, sakit
gigi, mialgia, dan menurunkan
demam yang menyertai flu dan
demam pasca vaksinasi
Dosis : Dewasa 1-2 tablet 3-4 kali sehari.
Maksimal ; 8 tablet perhari. Anak 7-
12 tahun ½ - 1 tablet 3-4 kali sehari.
Maksimal ; 4 tablet sehari.
Sebaiknya diberikan setelah makan.
Kontra Indikasi : Gangguan fungsi hati.
Efek samping : Kerusakan hati akibat pemberian
jangka panjang dan dosis besar,
reaksi hipersensitivitas.
Interaksi Obat : Berinteraksi bila diberikan
bersamaan dengan ; alkohol,
antikoagulan oral, kloramfenikol,
aspirin, fenobarbital, penginduksi
enzim hati
Komposisi : Hydrotalcite 200 mg, Mg (OH)2 150
mg, Simethicone 50 mg.
Indikasi : Mengurangi gejala-gejala yang
berhubungan dengan asam lambung,
gastritis, tukak lambung, nyeri
lambung, nyeri ulu hati, dan tukak
usus dua belas jari.
Kontra Indikasi : Tidak dianjurkan pada penderita
gangguan fungsi ginjal karena
berpotensi menimbulkan
hipermagnesemia.
Dosis : Dewasa ; sehari 3-4 kali (masing-
masing 1-2 tablet). Anak-anak (6-12
thn) ; sehari 3-4 kali (masing-masing
½-1 tablet)
Efek samping : Menyebabkan sembelit, diare, mual,
muntah, dan gejala-gejala tersebut
hilang bila pemakaian dihentikan.
Interaksi Obat : Jangan dikonsumsi bersama
tetrasiklin atau simetidine karena
dapat mengurangi penyerapan obat
tersebut.
Komposisi : Paracetamol 80 mg/0.8 ml
Indikasi : Menurunkan demam, meredakan
sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot dan
sendi, artritis reumatoid, osteoartritis,
nyeri yang berhubungan dengan
trauma ringan dan prosedur
pembedahan.
Dosis : Dosis anak 2-3 thn 1.6 ml, 10-24
bulan 1.2 ml, 3-9 bulan 0.8 ml.
Diberikan 3-4 kali sehari dengan
interval pemberian tiap 4 jam
Kontra Indikasi : Gangguan fungsi hati
Efek samping : Kerusakan hati akibat pemberian
jangka panjang dan dosis besar,
reaksi hipersensitivitas
Interaksi Obat : Berinteraksi bila diberikan
bersamaan dengan ; alkohol,
antikoagulan oral, kloramfenikol,
aspirin, fenobarbital, penginduksi
enzim hati, zat-zat yang
menyebabkan hepatotoksis
Komposisi : Paracetamol 500 mg
Indikasi : Menurunkan demam, meredakan
sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot dan
sendi, artritis reumatoid, osteoartritis,
nyeri haid dan nyeri yang
berhubungan dengan trauma ringan
dan prosedur pembedahan.
Dosis : Dosis anak 6-12 thn 10-20 ml, 1-5
thn 5-10 ml, < 1 thn 2.5-5 ml.
Diberikan 3 kali sehari.
Kontra Indikasi : Gangguan fungsi hati
Efek samping : Kerusakan hati akibat pemberian
jangka panjang dan dosis besar,
reaksi hipersensitivitas
Interaksi Obat : Berinteraksi bila diberikan
bersamaan dengan ; alkohol,
antikoagulan oral, kloramfenikol,
aspirin, fenobarbital, penginduksi
enzim hati, zat-zat yang
menyebabkan hepatotoksis
Komposisi : Alumunium hydroxide 200 mg,
magnesium hydroxide 200 mg.
Indikasi : Obat sakit maag untuk mengurangi
nyeri lambung yang disebabkan oleh
kelebihan asam lambung.
Dosis : Dewasa; 1-2 tablet, 3-4 kali per hari.
Anak (6-12 thn); ½ - 1 tablet, 3-4
kali perhari. Sebaiknya diberikan
pada saat perut kosong; berikan 1-2
jam setelah makan dan sebelum
tidur. Kunyah tab dengan baik
sebelum ditelan.
Kontra Indikasi : Disfungsi ginjal berat, hipersensitif.

2. Obat Bebas Terbatas


Obat bebas terbatas, adalah segolongan obat yang dalam jumlah tertentu aman
dikonsumsi namun jika terlalu banyak akan menimbulkan efek yang
berbahaya. Obat ini dulunya digolongkan kedalam daftar obat W. Tidak
diperlukan resep dokter untuk membeli obat bebas terbatas.

Contoh obat jenis ini : CTM, Antimo, ikadryl, ultrasiline,


Komposisi : Chlorpheniramine Maleat 4
mg
Indikasi : Pengobatan untuk alergi
rhinitis, alergi konjungtivitas,
urticaria (gatal-gatal,
biduran), gatal-gatal karena
gigitan seragga, alergi
eksema dan alergi dermatitis.
Dosis : Dewasa diminum 3-4 kali
sehari ½-1 tablet. Anak-anak
; 3-4 kali sehari ¼ - ½ tablet
Kontra Indikasi : Pasien dengan riwayat
hipersensitif (memiliki alergi)
terhadap obat anthisitamin
Efek samping : Sedasi, gangguan
gastrointestinal, efek
muskarinik, hipotensi,
kelemahan otot, tinitus,
Eufria, sakit kepala,
merangsang susunan saraf
pusat, reaksi alergi, kelainan
darah.
Komposisi : Dimenhidrinat 50 mg
Indikasi : Mabuk perjalanan, penyakit
iridiasi, hiperemesis
gravidarum.
Dosis : Dewasa; 1 tablet. Anak Usia
8-12 thn ½ tablet, anak usia
5-8 thn ¼ tablet. Diminum ½
jam sebelum perjalanan dan
lebih baik setelah makan
Kontra indikasi : Memiliki riwayat
hipersensitivitas
dimendhidrinat,
hipersensitivitas antihistamin
lain, memiliki gangguan
fungsi hati, memiliki penyakit
glaukoma sudut sempit,
porfiria akut, asma akut,
hipertrofi prostat dan retensi
urin
Efek samping : Efek depresi sistem saraf
pusat, antimuskarinik,
gangguan saluran pencernaan,
gangguan irama jantung.
Interaksi Obat : Meningkatkan efek sedative
dari anti depresan SSP.
Meningkatkan aksi
antimuskarinik jika diberikan
bersamaan antimuskarinik
Komposisi : Diphenhidramin hidroklorida
12,5 mg, Ammonium klorida
125 mg, natrium sitrat 50 mg,
menthol 1 mg
Indikasi : Batuk yang berkaitan dengan
selema, flu, iritasi pernafasan,
bronchitis alergi.
Dosis : Dewasa dan anka, 1-2 sendok
teh setiap 4 jam
Kontra Indikasi : Bayi prematur dan asma akut
Efek samping : Gangguan GI, anoreksia atau
nafsu makan meningkat,
mengantuk, penglihatan
kabur, kesulitan dalam
berkemih, mulut kering, sesak
dada; hipotensi, kelemahan
otot, tinitus, sakit kepala,
epilepsi kejang,
fotosensitifitas.
Interaksi Obat : Obat-obat sedtif dari depresan
SSP dan aksi diperpanjang
oleh MAOI
Komposisi : Tiap 5 gram Neo Ultrasiline
mengandung Clotrimazole
Indikasi : Untuk pengobatan topikal
dari candidiasis, Pityriasis
versicolor, Tinea pedis, Tinea
cruris dan tinea corporis
Dosis : 2-3 kali sehari. Topikal, cuci
bersih pada bagian kulit
sebelum dioleskan krim
Kontra Indikasi : Hipersensitif terhadap
komponen
Komposisi : Paracetamol 500 mg,
hyoscyamine 19 mg
Indikasi : Untuk mengurangi rasa sakit
pada waktu haid
(Dismenorea) dan pada kolik.
Dosis : Dewasa : 3x sehari 1-2 tablet
Anak-anak 10-16 tahun : 3x
sehari 1 tablet. Sesudah
makan
Kontra Indikasi : Gangguan fungsi hati atau
ginjal
Efek samping : Sakit kepala, pusing, demam,
lemas, mengantuk, mual,
konstipasi, sulit buang air
kecil
Interaksi Obat : Beberapa obat yang mungkin
dapat berinteraksi dengan
obat feminax adalah:
Antihistamin, Antidepresan,
Antikoagulan, Antikejang

3. Obat Keras dan Psikotropika


Obat keras, adalah obat yang berbahaya sehingga pemakaiannya harus di
bawah pengawasan dokter dan obat hanya dapat diperoleh dari apotek,
puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan lain seperti balai pengobatan dan
klinik dengan menggunakan resep dokter. Obat ini memiliki efek yang keras
sehingga jika digunakan sembarangan dapat memperparah penyakit hingga
menyebabkan kematian.
Obat psikotropika adalah obat keras baik alamiah maupun sintesis bukan
narkotik, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan
saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan
perilaku.

Contoh obat jenis ini : asam mefenamat, Diazepam, phenobarbital, amoksilin,


kloramphenikol, kaptopril.
Komposisi : Asam mefenamat 500 mg
Indikasi : Meredakan nyeri ringan
sampai sedang sehubungan
dengan sakit kepala, sakit
gigi, dismenore primer,
termasuk nyeri karena
trauma, nyeri otot dan nyeri
sesudah oprasi.
Dosis : Dewasa dan anak-anak > 14
thn: Dosis awal : 500 mg,
kemudian dianjurkan 250 mg
tiap 6 jam sesuai kebutuhan.
Kontra Indikasi : Pasien yang hipersensitif
terhadap Asam Mefenamat,
Pasien yang dengan aspirin
mengalami bronkospasme,
alergi rhinitis dan urtikaria.
Penderita dengan tukak
lambung dan usus. Penderita
dengan ganguan ginjal yang
berat.
Efek samping : Sistem pencernaan : mual,
muntah, diare dan rasa sakit
pada abdominal. Sistem
hematopoetik : leukopenia,
eosinophilia,
trombocytopenia, dan
agranulocytopenia. Sistem
saraf : rasa mengantuk,
pusing, penglihatan kabur dan
insomnia.
Interaksi Obat : Penggunaan bersamaan
dengan antikoagulan oral
dapat memperpanjang
"prothrombin".
Komposisi : Diazepam 2 mg
Indikasi : Pemakaian jangka pendek
pada ansietas atau insomnia,
tambahan pada putus alkohol
akut, status epileptikus,
kejang demam, spasme otot.
Dosis : Ansietas 2 mg 3 kali/hari,
dinaikkan bila perlu sampai
15-30 mg/hari dalam dosis
terbagi. Untuk LANSIA atau
debil dosis setengahnya.
Insomnia yang disertai
ansietas 5-15 mg sebelum
tidur.
Kontra Indikasi : Depresi pernapasan,
gangguan hati berat,
miastenia gravis, insufisiensi
pulmoner akut, kondisi fobia
dan obsesi, psikosis kronik,
glaukoma sudut sempit akut,
serangan asma akut, trimester
pertama kehamilan, bayi
prematur; tidak boleh
digunakan sendirian pada
depresi atau ansietas dengan
depresi.
Efek samping : Mengantuk, kelemahan otot,
ataksia, reaksi paradoksikal
dalam agresi, gangguan
mental, amnesia,
ketergantungan, depresi
pernapasan, kepala terasa
ringan hari berikutnya,
bingung. Kadang-kadang
terjadi: nyeri kepala, vertigo,
hipotensi, perubahan salivasi,
gangguan saluran cerna,
ruam, gangguan penglihatan,
perubahan libido, retensi urin.
Interaksi Obat : Obat ini sebaiknya tidak
digunakan bersamaan dengan
obat jenis fluvoxamine dan
sodium oxybate karena dapat
mengakibatkan efek samping
yang cukup fatal
Komposisi : Captopril 12,5 mg
Farmakologi : Absorpsi. 60-75% diserap
segera di saluran pencernaan.
Makanan dapat menurunkan
absorpsi 25-40%. Efek
menurunkan tekanan darah
kaptopril dapat terlihat dalam
waktu 15 menit dan maksimal
dalam 1-2 jam. Lama kerja 2-
6 jam tetapi meningkat
dengan meningkatnya dosis
(s/d 12 jam untuk dosis
tinggi). Distribusi. cepat
terdistribusi ke jaringan
tubuh, kecuali sistim saraf
pusat. Kaptopril masuk ke
plasenta dan terdistribusi ke
air susu dengan kosentrasi
1% dari kosentrasi dalam
darah ibu. 25-30 % terikat
plasma protein, terutama
1
albumin. Eliminasi. t /2
eliminasi < 2 jam pada pasien
dengan fungsi ginjal normal.
T 1/2 meningkat 20-40 jam
pada pasien dengan ClCr <
20ml/menit.2
Indikasi : Obat tekanan darah tinggi
atau hipertensi. captopril juga
berkhasiat untuk penyakit
berikut: Gagal jantung
kronik; Kelainan jantung kiri
pasca serangan jantung;
Penyakit ginjal terkait
penyakit gula (diabetes).
Dosis : Untuk pengobatan hipertensi,
captopril diberikan dalam
dosis 25 mg sebanyak 2-3
kali per hari. Dosis dapat
ditingkatkan sesuai dengan
respon pengobatan. Dosis
untuk hipertensi grade I
biasanya 2-3 kali 25-50 mg,
sendangkan untuk hipertensi
grade II ialah 2-3 kali 50-100
mg. Captopril juga biasa
dikombinasikan dengna obat
hipertensi lainnya untuk
mencapai goal terapi. Dosis
maksimum yang masih
diperbolehkan ialah 450 mg
per hari
Komposisi : Amoksisilina anhidrat 500
mg
Indikasi : Efektif terhadap penyakit
infeksi saluran pernafasan
kronik dan akut; pneumonia,
faringritis, bronkitir, langitis.
Infeksi salluran cerna;
disentri basiler. Infeksi
saluran kemih; gonore tidak
terkomplikasi, uretritis,
sistitis, pielonefritis. Infeksi
lain; septikemia, endokarditis.
Dosis : Anak; 20-40 mg/kg berat
badan sehari, terbagi dalam 3
dosis. Dewasa; 250-500 mg
sehari sebelum makan.
Gonore yang tidak
terkomplikasi 3 gram dengan
probenesid 1 gram sebagai
dosis tunggal
Komposisi : Chloramphenicol 250 mg
Indikasi : Untuk penyakit tifus,
paratifus, dan salmonelosis
lainnnya. Untuk infeksi berat
yang disebabkan oleh H.
Influenza, rickettsia,
lymphogranuloma-psittacosis
dan beberapa bakteri gram-
negatif yang menyebabkan
bakteremia meningitis, dan
infeksi berat yang lainnya.
Dosis : Dewasa,anak-anak dan bayi
berumur lebih dari 2 minggu ;
50 mg/kg BB sehari dalam
dosis terbagi 3-4
Kontra indikasi : Penderita yang hipersensitif
Efek samping : Diskrasia darah, gangguan
saluran pencernaan, reaksi
neurotoksik, reaksi
hipersensitif dan sindroma
kelabu
Interaksi Obat : Kloramfenikol menghambat
metabolisme dikumarol,
fenitoin, fenobarbital,
tolbutamid, klorpropamid dan
siklofosfamid
4. Obat Narkotika
Narkotika merupakan obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik
sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan perubahan kesadaran
dari mulai penurunan sampai hilangnya kesadaran, mengurangi sampai
menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Contoh obat jenis ini ; Morfin, petidin, Methadone, Coditam Codeine,


Codipront Codeine.
Komposisi : Morfin
Indikasi : Untuk meredakan dan
menghilangkan nyeri hebat
yang tidak dapat diobati
dengan analgetik non
narkotik yaitu nyeri akibat
trombosis koroner,
neoplasma, kolik renal atau
kolik empedu, oklusi akut
pembuluh darah perifer,
pulmoner, atau koroner,
perikarditis akut, pleuritis
pneumotoraks spontan,
trauma misal luka bakar,
Dosis : fraktur dan nyeri pasca
bedah.
Dewasa; 60 mg setiap 8 jam
atau 5-30 mg setiap 4 jam
sesuai kebutuhan.
Hendaknya digunakan dosis
individual tergantung
tingkat keparahan nyeri
sesuai petunjuk dokter

Komposisi : Petidin Hidroklorida


Indikasi : Nyeri sedang sampai berat;
analgesia obstetrik;
analgesia perioperatif
Farmakologi : Mengaktifkan reseptor
opioid di susunan saraf
sehingga impuls nyeri
terhambat serta
farmakokinetik petidin di
dalam tubuh.
Kontra Indikasi : Pada pasien Hipersensitif
dan pasien yang
mengkonsumsi agen
inhibitor monoamine
oxidase (MAO).
Efek samping : Depresi napas, deprsei
fungsi sirkular, henti napas,
syok, dan henti jantung.
Komposisi : Methadone
Indikasi : Mengobati nyeri berat yang
berkelanjutan.
Farmakologi : Sebagai opioid sintesis
agonis yang emmiliki
sindrom ketergantungan
dengan onset lebih panjang
dan perlahan, serta gejala
yang lebih ringan
dibandingkan morfin.
Dosis : Dewasa; 2.5 mg, 3-4 kali
per hari. Anak sebesar
0.7mg/kg per hari, 4-6 kali
per hari, maksimal 10
mg/dosis. Untuk
penggunaan jangka
panjang, dosis dibatasi
Kontra Indikasi : hanya 2 kali per hari
Bila pasien menderita
depresi pernapasan akut
Efek samping : atau asma bronkial akut.
Efek samping umum ; mual,
muntah dan mengantuk
serta efek samping fatal
akibat overdosis seperti
Interaksi obat : syok, henti jantung, dan
henti napas.
Penurunan efektivitas pada
penggunaan bersama
dengan rifampicin
Komposisi : Paracetamol 500 mg,
Codeine 30 mg
Indikasi : Mengurangi gejala-gejala
nyeri sedang sampai berat
Kontra Indikasi : Jangan diberikan untuk
pasien yang memiliki
riwayat hipersensitif
terhadap paracetamol atau
codeine.
Dosis : Dewasa; 1 tablet setiap 4
jam atau sesuai kebutuhan.
Dosis maksimal 240 mg
codeine phosphate/hari
Efek samping : Efek ringan; mual, muntah,
mengantuk, sembelit. Pada
penggunaan dosis tinggi
diketahui meningkatnya
resiko terjadi perdarahan
lambung. Libido, bersifat
apatis, penurunan daya
ingat, kesulitan bernafas,
gangguan jantung, syok,
pusing, gangguan
penglihatan, depresi mental,
sedasi, euforia, dysphoria,
rasa lelah, agitasi, rasa
gelisah, delirium, insomnia,
gangguan pencernaan, dan
tekanan darah rendah.
Komposisi : Codeine anhydrate 30 mg,
phenyltoloxamine 10 mg
Indikasi : Terapi simtomatik untuk
batuk kering yang
disebabkan alergi atau
infeksi
Kontra Indikasi : Orang yang memiliki alergi
atau hipersensitif, menderita
serangan asma akut,
insufisiensi pernafasan,
glaukoma sudut tertutup,
penyakit saluran
pencernaan, wanita hamil
atau ibu menyusui.
Dosis : Dewasa dan anak-anak
diatas 14 tahun; 1 kapsul, 2
kali sehari, pagi dan sore.
Efek samping : Efek umum; mual, muntah,
konstipasi. Yang serius ;
gatal-gatal, muncul ruam
merah di kulit, mulut
kering, gangguan tidur,
berat badan meningkat,
kelainan buang air kecil,
gangguan koordinasi
visiomotorik dan kapasitas
visual, dan depresi
pernafasan serta euphoria

5. Jamu
Jamu adalah ramuan atau obat alami yang digunakan dalam pengobatan untuk
menjaga kesehatan, khasiatnya berdasarkan warisan turun temurun. Pihak
BPOM telah mengeuarkan standar untuk produksi obat tradisional yang
dikenal dengan Cara Pembuatan Obat Tradisonal yang Baik (CPOTB).

Contoh obat jenis ini : Antangin JRG, Parem lantik, Sirup gurah, Linu-rat
Komposisi : Zingiberis Rhizoma, Royal
jelly, panax ginseng Extract,
Blumeae folia, menthae folia
Indikasi : Mengobati masuk angin,
seperti rasa meriang, rasa mual,
perut kembung dan pusing.
Dosis : 3 x sehari 1 sachet. Sesudah
makan.
Kontra Indikasi : Gangguan ginjal, HIV/AIDS,
tuberculosis
Komposisi : Oleum cocos 60%, oleum
cajuputi 5%, oleum citronellae
5%, zingiberis rhizoma 5%,
languatis rhizoma 5%,
alocasiae rhizoma 5%.
Indikasi : Mengobati rematik, pegal linu,
salah urat, dan keseleo. Dappat
digunakan untuk pijat dan urut,
menghangatkan badan dan
memperlancar peredaran darah
Komposisi : Senggugu, ekstrak temulawak,
ekstrak jahe, ekstrak kayu
manis, ekstrak kencur, madu,
habbatussauda, propolis, royal
jelly.
Cara kerja : Bekerja memperkuat sistem
imunitas penderita influensa,
kemudian secara bertahap.
Indikasi : Mengencerkan dahak,
mengobati batuk, pilek
khususnya anak, mengobati
sinusitis, TBC, asma,
Broncritis, melegakan
tenggorokan, menambah nafsu
makan, meningkatkan sistem
kekebalan tubuh anak.
Aturan pakai : 1-2 thn 3 x sehari 1 sendok teh.
2-12 thn 3 x sehari 1 sendok
makan. 12 thn keatas 3 x sehari
1-2 sendok makan. Kocok dulu
sebelum diminum.
Komposisi : Oleum cocos, oleum cajuputi,
oleum citronellae, oleum
eugenol, oleum foeniculi,
oleum cinnamomi, oleum
pepermint.
Indikasi : Untuk mengobati penyakit
pada kulit; bisul, lecet, kurap,
kudis, panu, gatal, koreng, luka
bakar dan digigit serangga,
untuk mengobati salah urat dan
sakit tulang, mengurangi dan
menghilangkan bau, bagus
digunakan untuk mandi dan
menyegarkan badan.
Komposisi : Zingiberis rhizoma, curcumae
rhizoma, andographidis folium,
carryophily flos, gendarusae
folium.
Indikasi : Meredakan encok, rheumatik,
pegel linu, asam urat, sakit
pinggung, otot terasa kaku,
kesemutan, dan kecapaian.
Dapar juga bagia anda yang
kurang nafsu makan, mudah
masuk angin, dan susah tidur.
Aturan pakai : 1 bungkus diseduh dengan air
matang panas ½ gelas.
Diminum 2 x 1 bungkus sehari
pagi dan sore sesudah makan.

6. Obat Herbal Terstandar


Obat Herbal Terstandar adalah sediaan obat herbal berbahan baku alami, bahan
bakunya telah ada pembuktian keamanan dan khasiatnya secara alamiah
dengan uji praklinik.

Contoh obat jenis ini; Tolak angin, Diapet, Lelap, OB herbal, neurat.
Komposisi : Amoni fructus, feoniculli
fructus, isorae fructus,
myristicae semen, burmanni
cortex, centellae herba,
caryophylli folium, parkiae
semen, oryza sativa, menthae
arvensitis herba, usneae
thallus, zingiberis rhizoma,
ekstrak panax radix, madu.
Indikasi : Mengobati masuk angin,
kurang tidur, atau terlalu
lelah, kembung, melegakkan
tenggorokan, memperbaiki
daya tahan tubuh.
Mekanisme kerja : Meningkatkan kekebalan
tubuh melalui parameter
kenaikan sel T yang
merupakan indikator
meningkatnya daya tahan
tubuh
Komposisi : Ekstrak psidii folium, ekstrak
phellodendri radix, ekstrak
curcumae domestica
rhizoma, ekstrak coix lacrima
jobi semen, ekstrak coptidis
rhizoma.
Indikasi : Mengatasi diare atau mencret
dengan memadatkan feses
yang terlalu encer serta
mengurangi rasa mulas.
Kontra Indikasi : Memiliki riwayat
hipersensitivitas atau alergi
terhadap kandungan aktif
obat ini sebaiknya tidak
mengonsumsinya.
Dosis : Dewasa ; 2 kapsul sekali 2
kali sehari. Untuk diare akut
2 kapsul sekali minum.
Anak-anak 2 kapsul sekali
minum 2 kali sehari
Komposisi : Valerianae radix, myristicae
semen, eleuthroginseng
radix, polygalae radix
Indikasi : Membantu meringankan
gangguan tidur
Aturan pakai : 1-2 kaplet diminum ½ - 1
jam sebelum tidur.
Efek samping : Sakit kepala, kegelisahan,
penglihatan kabur, dosis yang
sangat besar akan
menyebabkan bradikardi,
aritmia, dan penurunan
motilitas usus.
Kontra indikasi : Penderita gangguan hati
Komposisi : Zingiberis rhizoma,
kaempferiae rhizoma, citrus
aurantii fructus, thymi herba,
mentahae folium, myristicae
semen, licorice.
Indikasi : Meredakan batuk karena
masuk angin, bekerja
mengencerkan dahak atau
mengeluarkan dahak
sehingga dapat melegakkan
Dosis : nafas
Dewasa; 1 sendok makan 3 x
sehari. Anak-anak; ½ sendok
makan 3 x sehari. Sesudah
makan.
Komposisi : Daun salam, seledri, jintan
hitam.
Indikasi : Membantu menurunkan
kadar asam urat, meredakan
rasa pegal linu, bengkak, dan
nyeri dipersendian akibat
tingginya kadar asam urat
dalam darah, menghilangkan
rasa nyeri pada persendian
Aturan minum : Untuk pengobatan; Sehari 2 x
selang 1 jam minum 2 kapsul
lagi, untuk pencegahan ; 1 x
2 kapsul sehari.
7. Fitofarmaka
Fitofarmaka adalah obat tradisonal dari bahan alami yang dapat disetarakan
dengan obat modern karena proses pembuatannya yang telah terstandar serta
telah ditunjang dengan bukti ilmiah sampai dengan uji klinik pada manusia
dengan kriteria dengan memenuhi syarat ilmiah.

Contoh obat jenis ini : Nodiar, Rheumaneer, Stimuno, Tensigard, X-gra


Komposisi : Attalpugite 300 mg, psidii
folium extract, curcuma
domestica rhizoma extract
Indikasi : Diare yang tidak spesifik
Kontra Indikasi : Tidak boleh diberikan pada
kondisi dimana konstipasi
harus dihindarkan dan pada
pasien yang hipersensitif
terhadap attapulgit.
Dosis : Dewasa dan anak (12 thn
lebih); 1 x sehari 2 tablet,
maksimum 12 tablet dalam
waktu 24 jam. Anak-anak (6
thn – 12 thn) 1 x sehari 1
tablet, maksimum 6 tablet
dalam waktu 24 jam
Komposisi : Curcumae domestica
rhizoma, zingiberis rhizoma
ekstrak, curcumae rhizoma
ekstrak, panduratae rhizoma
ekstrak, retrofracti fructus
Indikasi : ekstrak.
Menghilangkan nyeri sendi
dan kaku sendi.
Melancarkan peredaran
darah. Menghangatkan dan
Dosis : menyegarkan badan
Pengobatan ; diminum
sehari 2 kali pagi dan malam
2 kapsul. Diminum 3 hari
berturut-turut
Komposisi : Esktrak phyllanthus niruri
Indikasi : Membantu meningkatkan
sistem imun tubuh.
Kontra Indikasi : Pasien dengan kondisi
sistem imun yang hiperaktif,
misalnya pada pasien dengn
riwayat penyakit autoimun
atau hipersensitivitas
Komposisi : Ekstrak apii herba, ekstrak
orthosiphon folium.
Indikasi : Menurunkan tekanan darah
sistolik dan diastolik
Kontra Indikasi : Hipersensitif terhadap bahan
yang dikandung dalam
tensigard.
Dosis : Terapi; 3 x sehari 1 kapsul.
Pemeliharaan; 2 x sehari 1
Efek samping : kap.
Sakit kepala, nausea
Komposisi : Ekstrak ganoderma lucidum,
ekstrak eurycomae radix,
ekstrak ginseng, ekstrak
retrofracti fructus, royal
jelly.
Indikasi : Meningkatkan stamina dan
kesegaran tubuh, membantu
,meningkatkan stamina pria,
embantu mengatasi
disfungsi ereksi dan
ejakulasi dini.
Kontra Indikasi : Hipersensitif terhadap bahan
yang dikandung X-gra,
kanker prostat, hipertensi
berat dan gagal ginjal.
Dosis : Sehari 2 kapsul diminum
sebelum tidur secara rutin
minimal 1 bulan
ss