Anda di halaman 1dari 12

KAPITA SELEKTA SMP

“Hubungan Antara Koefisien Dan Diskriminan


Fungsi Kuadrat Dengan Grafiknya”

Disusun Oleh:

Nurfauzi 1605111384

Dosen Pengampu:

Dr. Kartini, M.Si

Pendidikan Matematika

Universitas Riau

2019
Hubungan Antara Koefisien Dan Diskriminan Fungsi Kuadrat Dengan
Grafiknya

1. Pengertian Fungsi Kuadrat

Fungsi kuadrat merupakan fungsi polinom berderajat dua. Fungsi ini


berkaitan dengan persamaan kuadrat. Bentuk umum grafik fungsi kuadrat :
(𝑓𝑥) = 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐
dengan 𝑎 ≠, 𝑎, 𝑏, 𝑐 ∈ 𝑅 atau dapat pula ditulis sebagai
𝑦 = 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐
dengan 𝑥 adalah variable bebas dan 𝑦 adalah variable terikat. Sehingga nilai 𝑦
tergantung pada nilai 𝑥, dan nilai 𝑥 tergantung pada area yang ditetapkan.
Sebuah fungsi selalu berhubungan dengan grafik fungsi, begitupun dengan
fungsi kuadrat. Grafik fungsi kuadrat berbentuk parabola simetris.
Untuk menggambar grafik fungsi kuadrat perlu ditentukan titik potong
dengan sumbu koordinat dan nilai ekstrim. Titik ekstrim adalah titik puncak atau
titik maksimum/minimum dari suatu grafik fungsi kuadrat.
Titik ekstrim pada fungsi kuadrat merupakan koordinat dengan absisnya
merupakan nilai sumbu simetri dan ordinatnya merupakan nilai ekstrim.
Untuk menentukan rumus dari titik ekstrim, dapat didapatkan melalui
bentuk kuadrat sempurna dari fungsi kuadrat. Adapun bentuk kuadrat sempurna
dari fungsi kuadrat, yaitu :
𝑏 2 𝐷
𝑦 = 𝑎 (𝑥 + ) −
2𝑎 4𝑎

Pembuktian bentuk kuadrat sempurna :


𝑦 = 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐

2
2𝑎 𝑎𝑏 2 𝑎𝑏 2 4𝑎𝑐
𝑦 = 𝑎𝑥 + 𝑏𝑥 + 2 − 2 +
2𝑎 4𝑎 4𝑎 4𝑎
2
𝑏 𝑏2 𝑏2
𝑦 = 𝑎 (𝑥 + 2 𝑥 + 2 ) − +𝑐
2𝑎 4𝑎 4𝑎
𝑏 2 𝑏 2 + 4𝑎𝑐
𝑦 = 𝑎 (𝑥 + ) −
2𝑎 4𝑎
𝑏 2 (𝑏 2 − 4𝑎𝑐)
𝑦 = 𝑎 (𝑥 + ) −
2𝑎 4𝑎
𝑏 2 𝐷
𝑦 = 𝑎 (𝑥 + ) −
2𝑎 4𝑎
Jadi, terbukti.
𝑏 2
Dari bentuk kuadrat sempurna diatas, kita misalkan (𝑥 + 2𝑎) = 0, karena

kita akan mencari nilai 𝑥 sehingga diperoleh :


𝑏 2
𝑎 (𝑥 + ) =0
2𝑎
𝑏 2
(𝑥 + ) = 0
2𝑎
𝑏
(𝑥 + ) = 0
2𝑎
𝑏
𝑥=−
2𝑎
𝑏 2 𝐷
Oleh karena (𝑥 + 2𝑎) = 0 , maka 𝑦 = − 4𝑎
𝑏
Jadi, diperoleh persamaan sumbu simetri yaitu : 𝑥 = − 2𝑎 dan titik puncak yaitu :
𝐷 𝑏 𝐷
𝑦 = − 4𝑎 , sehingga titik ekstrimnya yaitu : (− 2𝑎 ; − 4𝑎).

2. Sifat-sifat grafik fungsi


a. Berdasarkan koefisien 𝑥 2
Grafik fungsi kuadrat memiliki karakteristik atau ciri-ciri tertentu
berdasarkan nilai 𝑎 yang merupakan koefisien 𝑥 2 . Adapun karakteristik tersebut
ialah:
i. Jika 𝑎 > 0
𝑏
Pada diagram kartesius, nilai 𝑥 optimum adalah 𝑥 = − 2𝑎 kearah kanan
𝑏 2 𝐷
jika kita masukkan nilai 𝑎 > 0 atau 𝑎 positif kedalam 𝑦 = 𝑎 (𝑥 + 2𝑎) − 4𝑎, nilai
𝑏
𝑎 > 0 dikali dengan nilai 𝑥 ditambah dengan yang dikuadratkan nilainya akan
2𝑎
𝐷
semakin besar dan positif walau dikurang dengan . Sehingga grafik untuk
4𝑎
kearah kanan akan semakin membesar keatas begitu juga dengan kearah kiri
𝑏 2 𝐷
karena jika kita masukkan nilai 𝑎 > 0 kedalam 𝑦 = 𝑎 (𝑥 + 2𝑎) − 4𝑎 , nilai 𝑎 > 0
𝑏
dikali dengan nilai 𝑥 ditambah dengan yang dikuadratkan nilainya akan
2𝑎

semakin besar juga bernilai positif sehingga grafik untuk kearah kiri juga akan
semakin membesar keatas. Jadi, jika nilai 𝑎 > 0 maka grafik terbuka keatas (nilai
ekstrim minimum)
ii. Jika 𝑎 < 0
𝑏
Pada diagram kartesius, nilai 𝑥 optimum adalah 𝑥 = − 2𝑎 kearah kanan
𝑏 2 𝐷
jika kita masukkan nilai 𝑎 < 0 atau 𝑎 negatif kedalam 𝑦 = 𝑎 (𝑥 + 2𝑎) − 4𝑎 ,
𝑏
nilai 𝑎 < 0 dikali dengan nilai 𝑥 ditambah dengan yang dikuadratkan nilainya
2𝑎
𝐷
akan semakin besar dan bernilai negatif apalagi dikurangi dengan . Sehingga
4𝑎

grafik untuk kearah kanan akan semakin membesar kebawah begitu juga dengan
𝑏 2 𝐷
kearah kiri karena jika kita masukkan nilai 𝑎 < 0 kedalam 𝑦 = 𝑎 (𝑥 + 2𝑎) − 4𝑎 ,
𝑏
nilai 𝑎 < 0 dikali dengan nilai 𝑥 ditambah dengan yang dikuadratkan nilainya
2𝑎

akan semakin besar juga bernilai positif sehingga grafik untuk kearah kiri juga
akan semakin membesar kebawah. Jadi, jika nilai 𝑎 < 0 maka grafik terbuka
kebawah bawah (nilai ekstrim maksimum).

b. Berdasarkan diskriminan persamaan kuadrat


Dalam menentukan akar-akar persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 =0 dengan
menggunakan rumus kuadrat atau rumus 𝐴𝐵𝐶, yaitu:
−𝑏 ± √𝑏 2 − 4𝑎𝑐
𝑥1,2 =
2𝑎
Bukti :
Misalkan terdapat persamaan kuadrat :

𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 (kedua ruas dibagi dengan a)


𝑎𝑥 2 +𝑏𝑥+𝑐 0
=𝑎
𝑎

𝑏 𝑐 𝑐
𝑥2 + 𝑎 𝑥 + 𝑎 = 0 (kedua ruas dikurang dengan 𝑎)

𝑏 𝑐 𝑐 𝑐
𝑥2 + 𝑎 𝑥 + 𝑎 − 𝑎 = 0 − 𝑎

𝑏 𝑐 𝑏 2
𝑥2 + 𝑎 𝑥 = − 𝑎 (kedua ruas ditambah dengan (2𝑎) )

𝑏 𝑏 2 𝑐 𝑏 2
𝑥 2 + 𝑎 𝑥 + (2𝑎) = − 𝑎 + (2𝑎)

𝑏 2 𝑐 𝑏2
(𝑥 + ) =− +
2𝑎 𝑎 4𝑎2

𝑏 2 −4𝑎2 𝑐+𝑎𝑏 2
(𝑥 + 2𝑎) = 4𝑎3

𝑏 2 𝑎(−4𝑎𝑐+𝑏 2 )
(𝑥 + 2𝑎) = 4𝑎3

𝑏 2 −4𝑎𝑐+𝑏2
(𝑥 + 2𝑎) = (kedua ruas diakarkan)
4𝑎2

𝑏 2 −4𝑎𝑐+𝑏 2
√(𝑥 + ) =√
2𝑎 4𝑎2

𝑏 −4𝑎𝑐+𝑏 2
(𝑥 + 2𝑎) = ±√ 4𝑎2

𝑏 1
(𝑥 + 2𝑎) = ± 2𝑎 √−4𝑎𝑐 + 𝑏 2

𝑏 1 𝑏
(𝑥 + 2𝑎) = ± 2𝑎 √𝑏 2 − 4𝑎𝑐 (kedua ruas dikurang dengan 2𝑎)

𝑏 𝑏 1 𝑏
𝑥 + 2𝑎 − 2𝑎 = ± 2𝑎 √𝑏 2 − 4𝑎𝑐 − 2𝑎

𝑏 1
𝑥 = − 2𝑎 ± 2𝑎 √𝑏 2 − 4𝑎𝑐

𝑏 √𝑏 2 −4𝑎𝑐
𝑥 = − 2𝑎 ± 2𝑎
−𝑏±√𝑏 2 −4𝑎𝑐
𝑥= (terbukti)
2𝑎

Dari rumus tersebut terdapat istilah yang berada dalam tanda akar yaitu
𝑏 2 − 4𝑎𝑐 yang disebut sebagai diskriminan atau juga sering disebut determinan
suatu persamaan kuadrat. Biasanya diskriminan dinotasikan dengan huruf D.
Pemberian nama atau istilah diskriminan 𝐷 = 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 dikarenakan nilai 𝐷 =
𝑏 2 − 4𝑎𝑐 ini yang mendiskriminasikan/membedakan akar-akar persamaan
kuadart. Jadi kegunaan dari diskriminan adalah untuk menentukan jenis akar-akar
persamaan kuadrat. Selain untuk menentukan jenis akar-akar persamaan kuadrat,
diskriminan juga menentukan banyak titik potong grafik dengan sumbu 𝑥, yaitu
sebagai berikut.
i. Jika 𝐷 > 0
Berdasarkan nilai 𝐷 > 0 jika kita masukkan nilai 𝐷 kedalam rumus abc :
−𝑏±√𝑏2 −4𝑎𝑐 −𝑏±√𝐷 −𝑏+√𝐷
𝑥1,2 = = , maka akan terdapat dua akar real yaitu :𝑥1 =
2𝑎 2𝑎 2𝑎
−𝑏−√𝐷
dan 𝑥2 = , dan grafik memotong sumbu 𝑥.
2𝑎

ii. Jika 𝐷 = 0
Berdasarkan nilai 𝐷 = 0 jika kita masukkan nilai 𝐷 kedalam rumus abc :
−𝑏±√𝑏2 −4𝑎𝑐 −𝑏±√𝐷 −𝑏±√0 −𝑏
𝑥1,2 = = = = , maka akan terdapat dua akar kembar
2𝑎 2𝑎 2𝑎 2𝑎
−𝑏
yaitu : 𝑥1 = 𝑥2 = , dan grafik menyinggung sumbu 𝑥.
2𝑎

iii. Jika 𝐷 < 0


Berdasarkan nilai 𝐷 < 0 jika kita masukkan nilai 𝐷 kedalam rumus abc :
−𝑏±√𝑏2 −4𝑎𝑐 −𝑏±√−𝐷 −𝑏±𝑖√𝐷
𝑥1,2 = = = , maka akan terdapat dua akar tak real
2𝑎 2𝑎 2𝑎
−𝑏+𝑖√𝐷 −𝑏−𝑖√𝐷
yaitu : 𝑥1 = dan 𝑥2 = , dan grafik tidak memotong sumbu 𝑥.
2𝑎 2𝑎
3. Hubungan antara koefisien dan diskriminan fungsi kuadrat dengan
grafiknya

Hubungan antara koefisien dan diskriminan fungsi kuadrat dengan


grafiknya dapat terlihat pada gambar 3.1

𝐷>0 𝐷=0 𝐷<0


𝑎>0 𝑦 𝑦 𝑦

𝑥 𝑥 𝑥

𝑎<0 𝑦 𝑦 𝑦

𝑥 𝑥 𝑥

Gambar 3.1

Berdasarkan tabel diatas hal-hal yang merupakan keterkaitan antara


persamaan kuadrat dan fungsi kuadrat sebagai berikut:

 Untuk nilai 𝑎 > 0 dan 𝐷 > 0 maka persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 +


𝑐 = 0 mempunyai dua akar real dan berlainan, sehingga grafik
fungsi kuadrat 𝑦 = 𝑓(𝑥) = 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 terbuka ke atas
(mempunyai titik balik minimum) dan memotong sumbu 𝑥 di dua
titik yang berlainan.
 Untuk nilai 𝑎 > 0 dan 𝐷 = 0 maka persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 +
𝑐 = 0 mempunyai satu akar kembar, sehingga grafik fungsi kuadrat
𝑦 = 𝑓(𝑥) = 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 terbuka ke atas (mempunyai titik balik
minimum) dan menyinggung sumbu 𝑥.
 Untuk nilai 𝑎 > 0 dan 𝐷 < 0 maka persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 +
𝑐 = 0 tidak mempunyai akar-akar real, sehingga grafik fungsi
kuadrat 𝑦 = 𝑓(𝑥) = 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 terbuka ke atas (mempunyai titik
balik minimum) dan tidak memotong maupun menyinggung sumbu
𝑥.
 Untuk nilai 𝑎 < 0 dan 𝐷 > 0 maka persamaan kuadrat𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 +
𝑐 = 0 mempunyai akar-akar real dan berlainan, sehingga grafik
fungsi kuadrat 𝑦 = 𝑓(𝑥) = 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 terbuka ke bawah
(mempunyai titik balik maksimum) dan memotong sumbu 𝑥 di dua
titik yang berlainan.
 Untuk nilai 𝑎 < 0 dan 𝐷 = 0 maka persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 +
𝑐 = 0 mempunyai akar-akar real dan sama (kembar), sehingga
grafik fungsi kuadrat 𝑦 = 𝑓(𝑥) = 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 terbuka ke bawah
(mempunyai titik balik maksimum) dan menyinggung sumbu 𝑥.
 Untuk nilai 𝑎 < 0 dan 𝐷 < 0 maka persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 +
𝑐 = 0 tidak mempunyai akar-akar real, sehingga grafik fungsi
kuadrat 𝑦 = 𝑓(𝑥) = 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 terbuka ke bawah (mempunyai
titik balik maksimum) dan tidak memotong maupun menyinggung
sumbu 𝑥.

4. Contoh soal
1) Tentukanlah nilai 𝑘 agar fungsi 𝑦 = 𝑥 2 + 6𝑥 + 𝑘 − 1 menyinggung sumbu 𝑥!
Penyeleaian:
Diketahui:
𝑎 = 1, 𝑏 = 6, 𝑐 = 𝑘 − 1
Jawab:
Agar menyinggung sumbu 𝑥 maka
𝐷=0
𝑏 2 − 4𝑎𝑐 = 0
62 − 4(1)(𝑘 − 1) = 0
36 − 4𝑘 + 4 = 0
40 − 4𝑘 = 0
40 = 4𝑘
𝑘 = 10
Jadi, agar fungsi 𝑦 = 𝑥 2 + 6𝑥 + 𝑘 − 1 menyinggung sumbu 𝑥 maka nilai 𝑘
haruslah 10.

2) Jika grafik fungsi 𝑦 = 2𝑥 2 + (𝑝 − 1)𝑥 + 2 menyinggung sumbu 𝑥, nilai 𝑝


yang memenuhi adalah ...
Penyelesaian:
Diketahui:
Dari grafik fungsi diatas diperoleh
𝑎 = 2, 𝑏 = 𝑝 − 1 𝑑𝑎𝑛 𝑐 = 2
Jawab:
Grafik meninggung sumbu 𝑥, maka 𝐷 = 0
𝑏 2 − 4𝑎𝑐 = 0
(𝑝 − 1)2 − 4(2)(2) = 0
𝑝2 − 2𝑝 + 1 − 16 = 0
𝑝2 − 2𝑝 − 15 = 0
(𝑝 − 5)(𝑝 + 3) = 0
𝑝 = 5 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑝 = −3
Jadi nilai 𝑝 yang memenuhi adalah 𝑝 = 5 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑝 = −3

3) Gambarlah grafik fungsi kuadrat 𝑦 = 𝑥 2 − 6𝑥 + 8!


Penyelesaian :
o Karena 𝑎 = 1 > 0 maka grafik terbuka ke atas
o Titik potong terhadap sumbu 𝑥 :
𝐷 = 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 = (−6)2 − 4(1)(8) = 4 > 0
Karena 𝐷 > 0 maka ada dua titik potong terhadap sumbu 𝑥
Untuk 𝑦 = 0 maka 𝑥 2 − 6𝑥 + 8 = 0
(𝑥 − 4)(𝑥 − 2) = 0
𝑥 = 4 atau 𝑥 = 2
Diperoleh titik potong terhadap sumbu 𝑥 adalah (4,0) dan (2,0)
o Titik potong terhadap sumbu 𝑦 :
Untuk 𝑥 = 0 maka 𝑦 = (0)2 − 6(0) + 8 = 8
Diperoleh titik potong terhadap sumbu 𝑦 adalah (0,8)
𝑏 (−6)
o Sumbu simetri : 𝑥 = − =− =3
2𝑎 2(1)
𝐷 4
o Titik puncak : 𝑦 = − 4𝑎 = − 4(1) = −1

o Dua titik bantuan misalkan 𝑥 = 1 dan 𝑥 = 6


Untuk 𝑥 = 1 maka 𝑦 = (1)2 − 6(1) + 8 = 3 → (1,3)
Untuk 𝑥 = 6 maka 𝑦 = (6)2 − 6(6) + 8 = 8 → (6,8)
Sumbu simetri
𝑥=3

𝑦 = 𝑥 2 − 6𝑥 + 8

Titik Ekstrim
(3 , −1)

4) Gambarlah grafik fungsi kuadrat 𝑦 = −𝑥 2 + 4𝑥 + 5


Penyelesaian :
o Karena 𝑎 = 1 < 0 maka grafik terbuka ke bawah
o Titik potong terhadap sumbu 𝑥 :
𝐷 = 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 = (4)2 − 4(−1)(5) = 36 > 0
Karena 𝐷 > 0 maka ada dua titik potong terhadap sumbu 𝑥
Untuk 𝑦 = 0 maka −𝑥 2 + 4𝑥 + 5 = 0 (𝑑𝑖𝑘𝑎𝑙𝑖 − 1)
𝑥 2 − 4𝑥 − 5 = 0
(𝑥 − 5)(𝑥 + 1) = 0
𝑥 = 5 atau 𝑥 = −1
Diperoleh titik potong terhadap sumbu 𝑥 adalah (5,0) dan (−1,0)
o Titik potong terhadap sumbu 𝑦 :
Untuk 𝑥 = 0 maka 𝑦 = −(0)2 + 4(0) + 5 = 5
Diperoleh titik potong terhadap sumbu 𝑦 adalah (0,5)
𝑏 4
o Sumbu simetri : 𝑥 = − 2𝑎 = − 2(−1) = 2
𝐷 36
o Titik puncak : 𝑦 = − 4𝑎 = − 4(−1) = 9

o Dua titik bantuan misalkan 𝑥 = 1 dan 𝑥 = 4


Untuk 𝑥 = 1 maka𝑦 = −(1)2 + 4(1) + 5 = 8 → (1,8)
Untuk 𝑥 = 4 maka𝑦 = −(4)2 + 4(4) + 5 = 5 → (4,5)
10
8
6
4
2
y=-x^2+4x+5
0
-4 -2 -2 0 2 4 6 8
-4
-6
-8
DAFTAR PUSTAKA