Anda di halaman 1dari 13

TOPIK RISET : AKUNTANSI MANAJEMEN (BALANCED SCORECARD)

NAMA : PUTU ADHISTY PRAJNA PUTRI


NIM : 1607531030
ABSEN : 03

Peneliti/Tahun/Judul
No. Objek Variabel Pengukuran Sampel Teknik Analisis Hasil
Artikel
Variabel : Balanced
Scorecard

Pengukuran :
Putu Ayu Titha Paramita
1. Perspektif keuangan : 1. Nasabah : 1. Perspektif keuangan: Baik
Pika dan Ida Bagus
ROA, BOPO, NPL, Rumus Solvin 2. Perspektif pelanggan: Baik
Dharmadiaksa/ 2018/
LDR dan Simple Pengujian Validitas 3. Perpektif proses bisnis internal:
Analisis Pengukuran PT. BPR Sari
1 2. Perspektif Pelanggan : Random dan reliabilitas data: Cukup Baik (tidak ada inovasi
Kinerja Perusahaan dengan Sedana
Kuisioner (Skala Likert) Sampling Cronbach Alpha pproduk baru yang ditawarkan)
Menggunakan Balanced
3. Perpektif Proses bisnis 2. Karyawan : 4. Perspektif pertumbuhan dan
Scorecard pada PT. BPR
internal : tingkat Sampling jenuh pembelajaran: Baik
Sari Sedana
pertumbuhan inovasi
4. Perspektif Pertumbuhan
dan pembelajaran :
Kuisioner (Skala Likert)
1. Perspektif keuangan: kurang baik
Variabel: Balanced
(karena nilai ROI dan NPM masih
Scorecard
dibawah standar rata yang
ditentukan)
Febrian Aji Prakoso dan Pengukuran:
Melakukan 2. Perspektif pelanggan: baik
Dien Noviany R/ 2017/ 1. Perspektif keuangan: Penelitian tidak
perhitungan Bobot 3. Perspektif proses bisnis internal:
Analisis Balanced KUD Karya Current Ratio, ROI, menyebutkan/
dan Skor baik
2 Scorecard sebagai Alat Mina Kota NPM menjabarkan Teknik
menggunakan Nilai 4. Perspektif pembelajaran dan
pengukuran Kinerja (Studi Tegal 2. Perspektif pelanggan: pengambilan
Rata-Rata Jumlah pertumbuhan: baik
Kasus pada KUD Karya kepuasan anggota dan sampel.
tiap Indikator.
Mina Kota Tegal) akuisisi angota
Ditinjau secara keseluruhan, KUD
3. Perspektif proses bisnis
Karya Mina Kota Tegal sangat sehat
internal: inovasi dan
dan termasuk kedalam kategori AA
proses pelayanan
dengan total skor sebesar 86,66%
4. Perspektif
pembelajaran dan
pertumbuhan:
kepuasan karyawan,
retensi karyawan, dan
pelatihan karyawan
Variabel : Balanced
scorecard

Pengukuran ;
1. Perspektif
keuangan: ROI,
PmoS, Growth
Sales
Ferdiana Permata Sari,
2. Perspektidf 1. Perspektif keuangan: cukup baik
Widya Susanti dan Nova
pelanggan: Tingkat (menurunnya ROI dan PMoS)
Retnowati/ 2017/ Penerapan Penelitian tidak
Kepuasan Anggota, 2. Perspektif pelanggan: baik
Balanced Scoreard sebagai KSU Sekar menyebutkan/ Teknik analisis data
3 Akuisisi Anggita 3. Perspektif proses bisnis internal:
Alat Ukur Kinerja pada Arum Malang menjabarkan Teknik Deskriptif Kualitatif
dan Retensi baik
Koperasi Serba Usaha pengambilan sampel
Anggota 4. Perspektif pertumbuhan dan
Sekar Arum Sejahtera
3. Perspektif proses pembelajaran: baik
Malang
bisnis internal:
MERR dan
Responsive Service
4. Perspektif
pertumbuhan dan
pembelajaran: ETO,
ETP, dan
Absenteism.
Variable : balanced Metode analisis data
Romaida Br. Sagala, scorecard 1. Pelanggan menggunakan 1. Perspektif keuangan: tidak baik
Lyndon R. J. Pangemanan, (anggota) dan keempat perspektif (perhitungan rasio likuiditas
dan Yolanda P. I. Rori/ KUD Pengukuran: pelanggan (non- dalam balanced belum memenuhi standar Menteri
4
2016/ Kinerja Koperasi Wenang 1. Perspektif keuangan: anggota): scorecard dan Negara Koperasi dan UKM,rasio
Unit Desa Wenang Ditinjau Rasio likuiditas, accidental kriteria rentabilitas menunjjukan pada
dari Balanced Scorecard solvabilitas, dan sampling keseimbangan klasifikasi <1% )
rentabilitas. dengan 2. Perspektif pelanggan: baik
2. Perspektif pelanggan: 2. Karyawan: menggunakan ratting 3. Perspektif proses bisnis internal:
pertumbuhan sampling jenuh/ scale baik dan efisien
pelanggan, kepuasan metode sensus 4. Perspektif pertumbuhan dan
pelanggan pembelajaran : baik
3. Perspektif proses bisnis
internal:
Manufacturing Cycle
Efficiency
4. Perspektif
pertumbuhan dan
pembelajaran:
produktivitas
karyawan. Retensi
karyawan, dan
kepuasan karyawan
Variable : Balanced
Scorecad

Pengukuran:
1. Perspektif keuangan:
Current Ratio, ROA,
1. Perspektif keuangan: cukup baik
ROE.
Novia Candra Permatasari (ROA menunjukkan 0,47%
Unit Simpan 2. Perspektif pelanggan:
dan Rina Dwiarti/ 2016, dibawah rata-rata standar ROA
Pinjam pertumbuhan Teknik pengambilan
Mengukur Kinerja Unit yang telah ditetapkan )
KOPARI pelanggan, kepuasan sampel Teknik analisis data
5 Simpan Pinjam KOPARI 2. Perspektif pelanggan: baik
Citra pelanggan (skala likert) menggunakan Deskriptif Kualitatif
Citra Gemilang Magelang 3. Perspektif proses bisnis internal:
Gemilang 3. Perspektif proses bisnis rumus Solvin
Tahun 2014 dngan Analsis baik
Magelang internal: Responsive
Balanced Scoreard 4. Perspektif pertumbuhan dan
Service
pembelajaran: baik
4. Perspektif
pertumbuhan dan
pembelajaran:
Employee Turn Over
dan kepuasan
karyawan
Variabel: Balanced
Scorecard

Pengukuran:
1. Perspektif keuangan:
CAR, NPL, LDR. ROE
ROA, BOPO
I Wayan Purwanta Suta dan 2. Perspektif 1. Karyawan:
G. A. Ayu Sri Asti pelanggan:retensi simple random 1. Perspektif keuangan: sangat baik
Dwiastuti/ 2016/ Kanpus PT pelanggan, akuisisi sampling 2. Perspektif pelanggan: sangat baik
Pengukuran Kinerja dengan Bank pelanggan, dan 2. Nasabah: Non Teknik analisis data 3. Perspektif proses bisnis internal:
6
Pendekatan Balance Pembangunan kepuasan pelanggan probability Deskriptif Kualitatif sangat baik
Sxorecard pada Kantor Daerah Bali 3. Perspektif proses bisnis sampling 4. Perspektif pertumbuhan dan
Pusat PT Bank internal: inovasi dan menggunakan pembelajaran: baik
Pembangunan Daerah Bali proses operasi rumus Solvin
4. Perspektif
pertumbuhan dan
pembelajaran:
produktivitas
karyawan. Retensi
karyawan, dan
kepuasan karyawan
Variabel: Balanced
Scorecard 1. Perspektif keuangan: buruk
(menurunnya ROA dan ROE)
Pengukuran: 2. Perspektif pelanggan: buruk
Novy Rachma Herawati, 1. Perspektif keuangan: (menurunnya tingkat kepuasan
Alvian Viko Isnandi, dan ROA dan ROE Penelitian tidak anggota dan menurunnya tingkat
Yulia Eka Sari/ 2018/ KUD 2. Perspektif pelanggan: menyebutkan/ Teknik analisis data pertumbuhan anggota)
7
Pengukuran Kinerja Madurasa Tingkat Kepuasan menjabarkan Teknik Deskriptif Kualitatif 3. Perspektif proses bisnis internal:
Koperasi Berbasis Balanced Anggota, Akuisisi pengambilan sampel buruk (menurunnya tingkat
Scorecard Anggita dan Retensi erkembangan jenis produk dan
Anggota jasa)
3. Perspektif proses bisnis 4. Perspektif pertumbuhan dan
internal: Inovasi, pembelajaran: buruk
Operasi dan Purna Jual.
4. Perspektif
pertumbuhan dan
pembelajaran:
produktivitas
karyawan.
Variabel: Balanced
Scorecard
Chauliah Fatma Putri, 1. Perspektif keuangan: sangat baik
Chiquitita Tiara Nisa/ 2018/ Pengukuran: Penelitian tidak Pengolahan data 2. Perspektif pelanggan: baik
Pengukuran Kinerja KSU UM 1. Balanced Scorecard menyebutkan/ menggunakan 3. Perspektif proses bisnis internal:
8
Terhadap Koperasi Serba Malang 2. Key Perfomance menjabarkan Teknik software mocrosoft baik
Usaha UM Malang dengan Indicator (KPI) pengambilan sampel excel 4. Perspektif pertumbuhan dan
Metode Balanced Scorecard 3. Objective Matrix pembelajaran: baik
(OMAX)
4. Traffic Light System
Variabel : Balanced
Scorecard
1. Perspektif keuangan: tdiak sehat
Pengukuran:
(rasio likuiditas berada dibawah
1. Perspektif keuangan:
Melita Isti Septiasari, Dwi standar perkoperasian, rasio
current ratio, total debt 1. Anggota
Putra Darmawan dan I Koperasi solvabilitas berada diatas standar
to asset dan ROA koperasi:
Wayan Suarthana/ 2015/ Perikanan perkoperasian dan rasio
2. Perspektif pelanggan: Rumus Sovin
Balanced Scorecard sebagai Segaraning Teknik analisis data rentabilias)
9 Kepuasan Pelanggan 2. Karyawan:
Pengukuran Kinerja Harum Deskriptif Kualitatif 2. Perspektif pelanggan: Cukup baik
dan retensi pelangan Accidental
Koperasi Perikanan Kabupaten 3. Perspektir proses bisnis internal:
3. Perspektif proses bisnis sampling
Segaraning Harum Badung telah berjalan efisien
internal: MCE (Sensus)
Kabupaten Badung 4. Perspektif pertumbuhan dan
4. Perspektif
pembelajaran: baik
pembelajaran dan
pertumbuhan:
kepuasan karyawan
dan retensi karyawan.
Hasil penilaian kinerja pada tahun
Variable: Balanced
Rudy Lizwaril/ 2015/ Penelitian ini tidak 2009-2013
Koperasi Scorecard Teknik analisis data
10 Pengukuran Kinerja menggunakan 1. Perspektif keuangan: Baik
INTI metode Deskriptif
Balanced Scorecard sampel. 2. Perspektif pelanggan: cukup
Pengukuran:
baik
1. Perspektif keuangan: 3. Perspektif proses bisnis internal:
Total Penjualan, Net kurang baik
Profit terhadap 4. Perspektif pertumbuhan dan
penjualan dan pembelajaran: cukup baik
Perputaran persediaan
2. Perspektif pelanggan:
pertubuhan perolehan
kontrak, peningkatan
kualitas layanan
3. Perspektif proses bisnis
internal:penyelesaian
laporan keuangan
bulanan dan motivasi
4. Perspektif pertumbuhan
dan pembelajaran:
produktivitas
karyawan.
Variabel : Balanced
Scorecard

Pengukuran:
1. Perspektif keuangan:
Hasil penelitian kinerja pada tahun
current ratio, total debt
Made Putri Krisna Dewi, 2009-2013:
to asset dan NPM
Made Antara dan I Nyoman 1. Perspektif keuangan: buruk
2. Perspektif pelanggan:
Gede Ustriyana/ 2015/ Penentuan sampel (rasio likuiditas tidak sehat, rasio
Koperasi Kepuasan anggota dan
Kinerja Koperasi Kredit baik anggota dan solvabilitas tidak sehat dan rasio
Kredit Kubu prtumbuhan anggota. Teknik analisis data
11 Kubu Gunung Tegaljaya karyawan koperasi profitabilitas kurang sehat)
Gunung 3. Perspektif proses bisnis Deskriptif Kualitatif
Desa Dalung Kecamatan menggunakan 2. Perspektif pelanggan: Baik
Tegaljaya internal: MCE
Kuta Utara Kabupaten rumus solvin. 3. Perspektif proses bisnis internal:
4. Perspektif
Badung (Pendekatan Efisien dan baik
pembelajaran dan
Balancd Scorecard) 4. Perspektif pertumbuhan dan
pertumbuhan:
pembelajaran: cukup baik
produktivitas
karyawan, kepuasan
karyawan dan retensi
karyawan.
Variabel: Balanced
Scorecard

Pengukuran:
1. Perspektif keuangan:
rasio likuiditas,
Hasil penelitian kinerja tahun 2011-
solvabilitas, aktivitas
2014:
dan modal sendiri.
1. Perspektif keuangan: Belum
2. Perspektif pelanggan:
Gijanto Purbo Suseno, efektif (rasio rentabilitas dan
Kepuasan apelanggan,
Nataliningsih dan Nuni 1. Anggota: simple aktivitas menunjukan hasil yang
retensi pelanggan,
Wahyuni/ 2018/ Balanced KUD random tidak baik)
akuisisi pelanggan.
Scorecard in Cooperative Bayongbong sampling Teknik analisis data 2. Perspektif pelanggan: kurang
12 3. Perspektif proses bisnis
Pervomance Analysis (Case Kabupaten 2. Karyawan: Deskriptif Kualitatif baik, masih perlu adanya
internal: proses inovasi
Study on Vilage Unit Garut accidential peningkatan kinerja.
operasi, layanan puran
Cooperative Bayongbong Sampling 3. Perspektif proses bisnis internal:
jual
Garut Regency, West Java) baik
4. Perspektif
4. Perspektif pembelajaran dan
pembelajaran dan
pertumbuhan: Cukup baik.
pertumbuhan:
kemampuan karyawan,
sistem informasi
memadai dan motivasi
pemberdayaan dan
pembelajaran
karyawan.
Hasil penelitian:
1. Pengadopsian balance scorecard
Jae Kyu Myung, An Variabel kritis: penelitian ini mengembangkan
Hyoung Tae dan Lee Su Penelitian ini 1. Pembelajaran dan model evaluasi daya saing
Yol/ 2019/ Corporate tidak pertumbuhan Penelitian tidak perusahaan terhadapperubahan
Teknik analisis data
13 Competitiveness Index of memiliki 2. Proses internal menggunakan iklim yang terjadi.
metode Deskriptif
Climate Change: A objek 3. Pemangku sampel. 2. Penelitian ini mendefinisikan
Balanced Scorecard penelitian. kepentingan bidang kinerja inti pada tiap
Approach 4. Kinerja perspektif balanced scorecard
3. Penelitian ini menajikan pedoman
praktis untuk praktisi dalam
mengubah sistem daya saing
dalam organisasi.
Variabel: balanced
scorecard dan keunggulan
kompetitif

Pengukuran:
1. Perspektif keuangan:
target pendapatan atas
realisasi untuk masing- Hasil penelitian :
masing layanan 1. Perspektif keuangan: terjadi
2. Perspektif pelanggan: peningkatan pendapatan secara
Kepuasan pelanggan, konsisten.
jumlah keluhan, 2. Perspektif pelanggan: baik
layanan waktu, 3. Perspektif proses bisnis internal:
Nurjannah Hamid/ 2018/
produktivitas bongkar baik
The Relationship between
muat. 4. Perspektif pembelajaran dan
Balanced Scorecard Pengambilan
Pelindo IV, 3. Perspektif proses bisnis Analisis regresi pertumbuhan: cukup baik
Perspectif and Competitive sample
14 Makasar, internal: target berganda dan 5. Analisis factor: factor dominan
Advantage Infrastructure menggunakan
Indonesia lalulintas kapal, target analisis faktor BSC pada perspektif keuangan
Assets of State-Owned Port sample jenuh
aliran barang untuk dengan 26,77%. Keunggulan
in Indonesia: Pelindo IV,
kargo, target aliran kompetitif sangan tominan di
Makasar, Indonesia.
container, target aliran bagian persaingan bisnis dengan
penumpang, target 54,73%
fasilitas pelabuhan, 6. Analisis regresi: terdapat
target efektivitas signifikansi dan efek positif
penggunaan teknoogi antara BSC dan keunggulan
informasi. kompetitif.
4. Perspektif
pembelajaran dan
pertumbuhan:
Pertumbahan jumlah
anggota personil dan
jumlah personil
pengintai.
Variable: balanced
scorecard

Pengukuran:
1. Perspektif keuangan:
current ratio, acid test
MTP Chrisanti, IMM ratio, total debt to total
1. Perspektif keuangan: Baik
Arsana dan LM Wahyuni/ asset, DER, ITO, ATO,
2. Perspektif pelanggan: baik
2018/ Perfomance PM, ROA, ROE 1. Karyawan: Teknik analisis
Hotel Plaza 3. Perspektif proses bisnis
15 Measurement using 2. Perspektif pelanggan: Accidental Kuantitatif dan
Sanur, Bali internal:baik
Balanced Scorecard in Kepuasan Pelanggan sampling Kualitatif.
4. Perspektif pertumbuhan dan
Prime Plaza Hotel Sanur- dan retensi pelangan
pembelajaran: baik
Bali 3. Perspektif proses bisnis
internal: SCE
Perspektif pembelajaran
dan pertumbuhan: kepuasan
karyawan dan retensi
karyawan.

Variable: balanced
scorecard

Pengukuran:
1. Perspektif keuangan:
rasio likuiditas, Hasil Pengukuran kinerja perusahaan
Luh Kadek Budi Martini profitabilitas, rasio pada periode 2014-2016:
dan Ida Bagus Raka Perusahaan activitas, rasio Penelitian tidak 1. Perspektif keuangan: Baik
Suardana/ 2019/ Company Pemerintah pertumbuhan menyebutkan/ Teknik analisis data 2. Perspektif pelanggan: baik
16
Perfomance Measurement (BUMN) di 2. Perspektif pelanggan: menjabarkan Teknik Deskriptif Kualitatif 3. Perspektif proses bisnis internal:
Applying Balanced Bali. Kepuasan Pelanggan pengambilan sampel baik
Scorecard Approach. dan pertumbuhan 4. Perspektif pertumbuhan dan
pelangan pembelajaran: baik
3. Perspektif proses bisnis
internal: MCE
4. Perspektif
pembelajaran dan
pertumbuhan:
kepuasan karyawan
dan retensi karyawan
Kinerja sistem yang baik akan dapat
dicapai ketika organisasi melakukan
Penelitian ini
Wendy Endrianto /2017/ Teknik analisis data pengukuran atas kinerja yang dimiliki
tidak Variable: Pada penelitian ini
Maximizing Strategy with mempelajari literatur dengan melakukan ebaluasi hasil dari
17 memiliki 1. Strategi dan tidak menggunakan
an Effective Balanced terkait dengan topik setiap kegiatan yang dilakukan, salah
objek balanced scorecard sampel.
Scorecard yang dibahas. satunya dengan menerapkan
penelitian.
pengukuran kinerja menggunakan
balanced scorecard.
Nasrulloh/ 2018/ The 1. Penerapan balanced scorecard
Variable: Penelitian ini
Implementation of Balancd berpengaruh pada meningkatnya
(Y) Balanced Scorecard menggunakan
Scorecard Toward Work PT Bank Teknik analisis data kompetensi karyawan
18 (X1) Kompetensi simple random
Perfomance Through Muamalat adalah eksplanatory 2. Penerapan balanced scorecard
Karyawam sampling dengan
Competency and Work berpengaruh pada disiplin kerja
(X2) Disiplin Kerja rumus solvin.
Discipline karyawan.
1. Model lima dimensi dalam sistem
evaluasi perusahaan dapat lebih
baik membantu perusahaan
menerapkan tujuan strategisnya.
2. Kinerja model lima dimensi
Huijuan Lin, Wanxin Li, dikelompokkan atas tahap
Variable: balanced Penelitian tidak
Yanglin Li/ 2017/ The New pelaksanaan mobilisasi.
scorecard menyebutkan/ Teknik analisis data
19 Balanced Scorecard Midea Group 3. Model lima dimensi dapat
- Model lima dimensi menjabarkan Teknik metode Deskriptif
Evaluation System With membantu memecahkan masalah
- Model empat dimensi pengambilan sampel
Midea Group Case dan membantu mengevaluasi
pelaksanaan strategis.
4. Model lima dimensi merupakan
sistem operasi praktis yang
didalamnua berbagai departemen
harus bekerja sama.
Ruggero Sainaghi, Paul 1. Adanya relevansi NPD untuk
Philips, Francesca Penelitian tidak tujuan yang berbeda terhadap
d’abgella/ 2018/ The Produk Variable: Pengembangan menyebutkan/ Teknik analisis data balanced scorecard
20
balanced scorecard of a new skipassfree Produk Baru (NPD) menjabarkan Teknik metode Deskriptif 2. Terdapat relevansi dari masing-
destination product: pengambilan sampel masing perspektif dalam balanced
Implications for scorecard
lodging and skiing firms
1. Hasilnya menunjukkan bahwa
peran perspektif keuangan
memiliki efek signifikan pada
pembentukan Mekanisme buah
I Muda, F Roosmawati, H S
Bunch (TBS) harga pasar yang ]
Siregar, Dkk/ 2017/ Variable: Persamaan struktural
Kebun Penelitian tidak 2. Variabel perspektif Non-
Perfomance Measurment (Y) Harga Pasar Model (SEM)
Kelapa Sawit menyebutkan/ keuangan tidak berpengaruh
21 Analysis of Palm (X1) Segi keungan dengan bantuan
di Sumatra menjabarkan Teknik signifikan terhadap pembentukan
Cooperative Cooperation (X2) Non keuangan perangkat lunak
Utara pengambilan sampel mekanisme TBS harga pasar.
with Uding Balanced (Z) Regulasi PLS.
Pentingnya
Scorecard
3. Variabel perspektif keuangan
disebabkan oleh variabel
peraturan sebagai variabel
moderat.

Model BSC ini dapat digunakan


T Harihayati, R Lubis, S
Penelitian tidak sebagai referensi oleh manajerial
Atin, U D Widianti/ 2018/
Variabel: Balanced menyebutkan/ Teknik analisis data dalam mengawasi pelaksanaan
22 The Company’s PT. XYZ
Scorecard menjabarkan Teknik metode Deskriptif aktivitas perusahaan dan
Perfomance Assessment
pengambilan sampel membuatnya mudah dalam
using Balanced Scorecard
mengukur pencapaian perusahaan di
semua sektor.
1. Hasil yang terkandung pada BSC
digunakan membentuk
mekanisme kunci untuk kontrol
manajerial dalam rapat
manajemen bulanan.
Nicholas Jhon Wake/ 2015/ Perusahaan Penelitian tidak Sistem manajemen proyek melayani
Variable: balanced Teknik analisis data
The Use of The Balaced Multinasional menyebutkan/ dua tujuan.
23 scorecard, manajemen adalah eksplanatory
Scorecard to Measure (Departemen menjabarkan Teknik 2. Pertama, ini menyediakan tautan
control perusahaan (studi kasus)
Knowledge Work R&D) pengambilan sampel antara sistem berbasis
pengukuran yaitu balanced
scorecard.
3. Kedua, sistem manajemen
proyek menyediakan mekanisme
kontrol birokrasi.
4. Sistem manajemen proyek
terbukti bermanfaat bagi
karyawan R&D.
Variabel: balanced
scorecard

Pengukuran:
1. Perspektif keuangan:
rasio likuiditas,
pendapatan
operasional, laba kotor,
Hasil Pengukuran kinerja:
Rivani, Herwan Abdul ROE, ROI, tingkat
1. Perspektif keuangan: Baik
Muhi, Zaenal Muttaquin/ KUD pertumbuhan ekonomi. Teknik analisis
2. Perspektif pelanggan: baik
2015/ Perfomance Analysis Cipanas, 2. Perspektif pelanggan: Teknik pengambilan menggunakan
24 3. Perspektif proses bisnis internal:
Based on Balanced Kabupaten Kepuasan Pelanggan, Sampel: sensus Deskriptif (Studi
baik
Scorecard at Cooperative in Cianjur akuisisi pelanggan dan kasus)
4. Perspektif pertumbuhan dan
Cianjur District, Indonesia pertumbuhan pelangan
pembelajaran: kurang baik
3. Perspektif proses bisnis
internal: proses inovasi
4. Perspektif
pembelajaran dan
pertumbuhan:
kepuasan karyawan
dan retensi karyawan

1. BSC bersifat fleksibel, dapat


menyesuaikan keadaan khusus
Patricia Quesado, Beatriz A
masing-masing organisasi,.
Guzman, Lucia L Penelitian ini
Penelitian tidak 2. Selain menjadi informasi yang
Rodrigues/ 2018/ tidak Variable: balanced Teknik analisis
menyebutkan/ berguna dan alat kontrol, BSC
25 Advantages and memiliki scorecard, keuntungan dan menggunakan
menjabarkan Teknik memungkinkan koordinasi orang
Contributions in The objek kontribusi Deskriptif
pengambilan sampel 3. BSC adalah bagian integral dari
Balanced Scorecard penelitian.
identifikasi misi, perumusan
Implementation
strategi dan implementasinya.
1. BSC, diartikan sebagai
manajemen strategis dan alat
kontrol,
2. Kemampuan fungsional BSC
menyediakan adaptasi paling
padat untuk strategi spesifik apa
pun yang dinyatakan organisasi
Vanya Banabakova, Marion modern
Penelitian tidak
Georgiev/ 2018/ The Role Variable: balanced Teknik analisis 3. Tinjauan kritis evolusi dalam
menyebutkan/
26 of The Balanced Scorecard scorecard, manajemen menggunakan pemodelan BSC dan
menjabarkan Teknik
As a Tool of Strategic kontrol Deskriptif memperluas aplikasinya untuk
pengambilan sampel
Management and Control memberikan solusi
4. Analisis penerapan BSC dalam
berbagai acara dan model
menyediakan kesempatan untuk
mencari cara dan dalam konteks
sosial pemerintahan dan
pengendalian yang diperlukan
untuk berpikir dan bekerja.