Anda di halaman 1dari 169

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA

MELALUI METODE TUTOR SEBAYA


KELAS V DI MI NURIL HUDA LOSARI
KECAMATAN SUMOWONO
KABUPATEN SEMARANG
TAHUN AJARAN 2015/2016

SKRIPSI

Diajukan untuk Memperoleh Gelar


Sarjana Pendidikan Islam

Oleh :
LUKMAN MA’ARIF
NIM : 11511036

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH


(PGMI)
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA
2016
i
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
MELALUI METODE TUTOR SEBAYA
KELAS V DI MI NURIL HUDA LOSARI
KECAMATAN SUMOWONO
KABUPATEN SEMARANG
TAHUN AJARAN 2015/2016

SKRIPSI

Diajukan untuk Memperoleh Gelar


Sarjana Pendidikan Islam

Oleh :
LUKMAN MA’ARIF
NIM : 11511036

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH


(PGMI)
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA
2016

ii
iii
iv
v
MOTTO

)‫ الطبرن‬: ‫خىر الناس احسنهم خلقا (رواه‬

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”

(H.R. Tabrani)

(TIM MGMP AQIDAH AKHLAK, 2012:70)

vi
PERSEMBAHAN

Skripsi ini saya persembahkan pada:

1. Kedua orang tuaku yang senantiasa memberiku begitu banyak kasih


sayang, perjuangan, dan pengorbanan hingga aku seperti sekarang
ini.
2. Adikku Fajar Ferdiawan yang kelak engkau menjadi anak yang lebih
baik dan dapat membanggakan kedua orang tua.
3. Orang yang selalu memberikan semangat sehingga terselasaikan skripsi
ini.
4. Teman-temanku PGMI A yang telah melukis banyak kenangan semoga
member berkah kehidupan bagi kita semua.
5. Semua mahasiswa angkatan 2011 yang sama-sama menimba ilmu di
IAIN SALATIGA.

vii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT, atas karuniaNya sehingga penelitian ini

dapat berjalan dengan baik dan lancar. Sholawat serta salam senantiasa

terlantunkan kepada Nabi Muhammad SAW semoga beliau senantiasa dirahmati

Allah.

Penelitian yang diberi judul “PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR

MATEMATIKA MELALUI METODE TUTOR SEBAYA PADA SISWA

KELAS V DI MI NURIL HUDA LOSARI KECAMATAN SUMOWONO

KABUPATEN SEMARANG TAHUN AJARAN 2015/2016”, pada dasarnya

diadakan penelitian ini bertujuan untuk menyempurnakan ataupun memperbaiki

penerapan metode pembelajaran yang dipakai oleh guru pengampu mata pelajaran

Matematika dan dengan sasaran akhir untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.

Penelitian ini mengacu pada prosedur penelitian tindakan kelas, yang

dilaksanakan dalam 2 siklus. Siklus kedua, penerapan metode pembelajaran tutor

sebaya pada siswa kelas V di MI Nuril Huda Losari Kecamatan Sumowono

Kabupaten Semarang Tahun 2016 dapat meningkatkan prestasi belajar

Matematika materi sifat-sifat bangun.

Peneliti menyadari bahwa skripsi yang ditulis ini masih jauh dari kata

sempurna dan tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak mungkin skripsi ini tidak

mungkin bisa selesai. Oleh karena itu pada kesempatan ini peneliti menyampaikan

ucapan terimakasih kepada:

1. Bapak Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd. selaku Rektor IAIN Salatiga.

2. Ibu Peni Susapti, M.Si. selaku ketua jurusan PGMI.

viii
3. Ibu Dra. Siti Farikhah, M.Pd. selaku dosen pembimbing yang telah

memotivasi serta membimbing peneliti sehingga peneliti mampu

menyelesaikan penelitian ini.

4. Bapak Drs. M. Choderin, M.A. selaku dosen pembimbing akademik.

5. Bapak Syamsul Muhajir,S.Ag selaku kepala Sekolah MI Nuril Huda

Losari Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang yang telah

memberikan kesempatan kepada peneliti untuk melakukan penelitian di

MI Nuril Huda Losari Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang.

6. Ibu Dwi Setyaningsih, S.Pd.I. selaku wali kelas V MI Nuril Huda Losari

Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang yang telah berkenan

memberikan waktu dan kesempatan bagi peneliti untuk melakukan

penelitian di kelasnya, serta semua siswa yang telah berkenan menjadi

subyek penelitian.

Dan hanyalah Allah SWT yang dapat membalas semua kebaikan.

Akhirnya, dengan segala kerendahan hati peneliti mempersembahkan hasil

penelitian yang jauh dari kesempurnaan ini kepada seluruh insan pendidikan.

Kritik dan saran pembangun dari pembaca yang budiman sangat berharga bagi

peneliti.

Sumowono, 7 Maret 2016

Peneliti

ix
ABSTRAK

Lukman Maarif.2016.PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR


MATEMATIKA MELALUI METODE TUTOR SEBAYA KELAS V
DI MI NURIL HUDA LOSARI KECAMATAN SUMOWONO
KABUPATEN SEMARANG TAHUN AJARAN 2015/2016. Skripsi.
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Jurusan Pendidikan Guru
Madrasah Ibtidaiyah. Institut Agama Islam Negeri Salatiga.
Pembimbing Dra. Siti Farikhah, M.Pd.

Kata Kunci : Prestasi Belajar dan Metode Pembelajaran Tutor Sebaya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan metode


pembelajaran tutor sebaya dapat meningkatkan prestasi belajar matematika kelas
V di MI Nuril Huda Losari Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang Tahun
ajaran 2015/2016.
Untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran tutor sebaya dapat
mencapai target KKM Matematika kelas V di MI Nuril Huda Losari Kecamatan
Sumowono Kabupaten Semarang Tahun ajaran 2015/2016. Subjek penelitian
terdiri dari 25 siswa, yakni laki-laki berjumlah 12 siswa, perempuan berjumlah
13 siswa. Penelitian dilakukan pada tanggal 15 februari – 23 februari 2016.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus
yang dari tiap-tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan,
pengamatan/observasi dan refleksi. Metode pengumpulan data yang digunakan
peneliti adalah tes tertulis, lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data
yang digunakan peneliti adalah membandingkan nilai pencapaian KKM yang
ditandai dengan adanya peningkatan Kriteria Ketuntasan pada setiap siklusnya.
Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I dan II, diperoleh data rata-rata
nilai seper ti berikut: dari siklus I 73,8. Pada siklus II rata-rata nilai yaitu 79,
artinya Naik 95,2 dari siklus I. Pada siklus II Sebanyak 22 siswa atau 88% dari
total 25 siswa dapat mencapai KKM.

x
DAFTAR ISI

LEMBAR BERLOGO...........................................................................................i

HALAMAN JUDUL............................................................................................ii

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING……………..……..……….........iii

LEMBAR PENGESAHAN KELULUSAN.......................................................iv

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN...........................................................v

MOTTO…………………………........................................................................vi

PERSEMBAHAN……………………..………………….…………..…..........vii

KATA PENGANTAR.........................................................................................ix

ABSTRAK...........................................................................................................xi

DAFTAR ISI.......................................................................................................xii

DAFTAR TABEL...............................................................................................xiii

DAFTAR LAMPIRAN......................................................................................xiv

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah…………………………….……………..............1

B. Rumusan Masalah ........................................................................................5

C. Tujuan Penelitian...........................................................................................5

D. Hipotesis

xi
1. Hipotesis Tindakan...................................................................................5

2. Indikator Keberhasilan.............................................................................6

E. Manfaat Penelitian

1. Secara Teoritik.........................................................................................6

2. Secara Praktis...........................................................................................6

F. Definisi Operasional

1. Prestasi Belajar........................................................................................8

2. Metode Tutor Sebaya..............................................................................9

3. Matematika..............................................................................................9

G. Metodologi Penelitian

1. Rancangan Penelitian.............................................................................10

2. Subyek Penelitian...................................................................................11

3. Langkah-Langkah Penelitian..................................................................12

4. Instrumen Penelitian...............................................................................14

5. Pengumpulan Data.................................................................................16

6. Analisis Data..........................................................................................16

H. Sistematika Penulisan.................................................................................18

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Prestasi Belajar

1. Pengertian Prestasi.................................................................................19

2. Pengertian Belajar..................................................................................19

3. Pengertian Prestasi Belajar.....................................................................20

4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar.............................20

xii
5. Fungsi Prestasi Belajar............................................................................24

B. Tutor Sebaya

1. Pengertian Tutor Sebaya.........................................................................25

2. Langkah-Langkah Metode Tutor Sebaya...............................................26

3. Teknik-Teknik Yang Dapat Dikembangkan Dalam Metode

Tutor Sebaya..........................................................................................27

4. Kelebihan Dan Kekurangan Metode Tutor Sebaya...............................28

C. Matematika

1. Pengertian Matematika..........................................................................30

2. Tujuan Mata Pelajaran Matematika Di MI............................................30

3. Fungsi Matematika Di MI.....................................................................31

4. Ruang Lingkup Matematika MI............................................................32

5. Materi Sifat-Sifat Bangun.....................................................................32

D. Metode Pengajaran Matematika

1. Pengertian Metode Mengajar................................................................37

2. Macam-Macam Metode Mengajar........................................................37

3. Kaitan Metode Tutor Sebaya Dengan Pembelajaran Matematika........40

BAB III Pelaksanaan Penelitian

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

1. Identitas MI Nuril Huda........................................................................42

2. Letak Geografis MI Nuril Huda............................................................42

3. Status Dan Luas Sekolah.......................................................................43

4. Keadaan Guru.......................................................................................43

xiii
5. Sarana Dan Prasarana............................................................................45

6. Data Jumlah Siswa Tahun Pelajaran 2015/2016...................................46

7. Visi Dan Misi MI Nuril Huda..............................................................46

B. Pelaksanaan Penelitian

1. Deskripsi Pelaksanaan Siklus I.............................................................47

2. Deskripsi Pelaksanaan Siklus II...........................................................51

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan

A. Standar Pencapaian KKM........................................................................57

B. Pemilihan Tutor Dan Teman Sebaya........................................................58

C. Deskripsi Hasil Penelitian Pra Siklus.......................................................60

D. Deskripsi Hasil Penelitian Per Siklus

1. Deskripsi Siklus I.................................................................................69

2. Deskripsi Siklus II................................................................................77

E. Pembahasan

1. Hasil Rekapitulasi...................................................................................86

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan................................................................................................92

B. Saran

1. Bagi Siswa..............................................................................................92

2. Bagi Guru...............................................................................................93

3. Bagi Sekolah..........................................................................................93

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................94

LAMPIRAN-LAMPIRAN.......................................................................95

xiv
DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Tabel Status Guru di MI Nuril Huda..…………………....................43

Table 3.2 Tabel Identitas Guru di MI Nuril Huda……….................................44

Tabel 3.3 Tabel Sarana dan Prasarana di MI Nuril Huda..... ....................................45

Tabel 3.4 Tabel Jumlah Siswa Tahun Ajaran 2015/2016 MI Nuril Huda.........46

Tabel 4.1 Tabel Hasil Belajar Matematika Semester 1......................................58

Tabel 4.2 Pengelompokan Tutor dan Teman Sebaya........................................60

Tabel 4.3 Tabel Hasil Tes Afektif Pra Siklus…………………………………..........61

Tabel 4.4 Tabel Hasil Tes Psikomotorik Pra Siklus……………………….........…....63

Table 4.5 Tabel Hasil Tes Kognitif Pra Siklus.......................................................65

Table 4.6 Tabel Pengamatan Kinerja Guru Pra Siklus......................................68

Tabel 4.7 Tabel Hasil Tes Afektif Siklus I………………………....................69

Tabel 4.8 Tabel Hasil Tes Psikomotorik Siklus I……………………..............61

Tabel 4.9 Tabel Hasil Tes kognitif Siklus I……………………………..........74

Tabel 4.10 Tabel Hasil Pengamatan Kinerja Guru Siklus I.........…..................77

Tabel 4.11 Tabel Hasil Tes Afektif Siklus II…………………………............78

Tabel 4.12 Tabel Hasil Tes Psikomotorik Siklus II..........................................80

Tabel 4.13 Tabel Hasil Tes Kognitif Siklus II..................................................82

Tabel 4.14 Tabel Hasil Pengamatan Kinerja Guru............................................86

Tabel 4.15 Tabel Hasil Rekapitulasi Tes Afektif Siswa Per Siklus…...............87

Tabel 4.16 Tabel Hasil Rekapitulasi Tes Psikomotorik Siswa Per Siklus.........88

Tabel 4.17 Tabel Hasil Rekapitulasi Tes Kognitif Siswa Per Siklus….............88

xv
Tabel 4.18 Tabel Hasil Rekapitulasi Prestasi Ketuntasan Belajar Siswa..........90

Tabel 4.19 Tabel Hasil Rekapitulasi Prestasi Ketuntasan Belajar Siswa Pra

Siklus, Siklus I, dan Siklus II KKM Nasional/Ideal………………..................90

Tabel 4.20 Tabel Hasil Rekapitulasi Pengamatan Kinerja Guru.......................91

xvi
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pra Siklus 96

Lampiran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I 102

Lampiran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II 109

Lampiran Dokumentasi Pembelajaran 116

Lampiran Surat Keterangan Penelitian 118

Lampiran Lembar Observasi Guru 119

Lampiran Instrumen Observasi Siswa 122

Lampiran Lembar Observasi Siswa 127

Lampiran Surat Pengantar Lembaga 141

Lampiran Silabus 142

Lampiran Surat Penunjukan Dosen Pembimbing 143

Lampiran Lembar Konsultasi 144

Lampiran SKK 146

Lampiran Daftar Riwayat Hidup 151

xvii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang

diikutsertakan dalam ujian nasional. Peserta didik dituntut untuk

menguasai materi pelajaran matematika dengan baik, karena dari sekolah

dasar sampai perguruan tinggi tidak lepas dari pembalajaran matematika.

Bahkan beberapa disiplin ilmu yang lain tidak lepas dari matematika.

Dengan kata lain, matematika merupakan mata pelajaran penting yang

harus dikuasai oleh siswa, karena sangat bermanfaat dalam kehidupan

sehari-hari dan merupakan kunci untuk mempelajari disiplin ilmu-ilmu

yang lain.

Penggunaan metode tutor sebaya, sejatinya dapat diterapkan dalam

berbagai mata pelajaran. Namun dalam hal ini, penulis lebih menekankan

penggunaan metode tutor sebaya pada mata pelajaran matematika kelas V .

Hal ini karena penggunaan metode tutor sebaya lebih cocok digunakan

dikelas-kelas tinggi dari pada digunakan dikelas-kelas rendah. Pemilihan

mata pelajaran matematika dikarenakan pelajaran ini menjadi momok

yang harus dihindari oleh sebagian siswa karena dianggap sebagai salah

satu pelajaran tersulit.

Oleh karena itu, pemilihan metode tutor sebaya untuk mata

pelajaran matematika dirasa sangat cocok digunakan pada materi sifat-sifat

1
bangun. Selain dapat mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran,

metode ini juga dapat menumbuhkan dan membangkitkan persaingan antar

siswa sehingga dapat merubah kelas menjadi lebih kompetitif.

Proses belajar mengajar yang dilakukan disekolah atau lembaga

formal bertujuan untuk mengubah atau mengarahkan peserta didik secara

terencana, baik itu dalam aspek pengetahuan, sikap, maupun ketrampilan.

Salah satu faktor yang mempengaruhi kebehasilan proses belajar mengajar

adalah faktor lingkungan belajar. Lingkungan belajar meliputi: teman,

guru, karyawan sekolah, bahan atau sumber ajar, dan fasilitas penunjang

keberhasilan proses belajar mengajar.

Diantara salah satu dari faktor lingkungan belajar, teman

memegang peranan penting dalam keberhasilan belajar. Terlebih lagi

adalah teman sekelas atau teman sebaya. Teman sebaya dapat diibaratkan

sebagai pisau bermata dua, disatu sisi teman sebaya dapat membantu

teman yang lain dalam memahami proses belajar mengajar, dan disisi lain

dapat menjadi gangguan bagi teman yang lain untuk belajar. Menyikapi

hal ini, perlunya mengubah fungsi teman kearah yang lebih positif, yakni

teman yang berfungsi sebagai pemacu belajar.

Dewasa ini, pembelajaran tidak hanya berpusat pada guru. Dalam

pembelajaran modern, justru “siswa” yang menjadi pusat pembelajaran,

sedangkan guru hanya sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran. oleh

karena itu, diperlukan metode yang tepat untuk membuat siswa aktif

dalam pembelajaran. Salah satu cara yang dapat dilakukan seorang guru

2
adalah menggunakan metode tutor sebaya sebagai mediator untuk

membantu teman yang lain dalam memahami pembelajaran.

Arti tutor sebaya sendiri, terdiri dari 2 kata gabungan, yaitu kata

tutor dan kata sebaya. Tutor adalah orang yang memberi pelajaran

(membimbing) kepada seseorang atau sejumlah kecil siswa

(http://kbbi.web.id/tutor, diakses 9 maret 2016 pukul 21:36 WIB).

Sedangkan pengertian sebaya dalam kamus Bahasa Indonesia Pusat

Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Jakarta (Tim Perumus,

2008:150) dijelaskan bahwa baya adalah umur, berumur atau tua, sedang

sebaya adalah sama umurnya, atau hampir sama kepandaiannya, seimbang

atau sejajar.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa metode teman

sebaya adalah metode pembelajaran yang dilakukan dengan menunjuk

beberapa teman sebaya yang memiliki tingkat kecerdasan dan pemahaman

diatas rata-rata, yang dibagi kedalam beberapa kelompok untuk

membimbing teman sebaya lain yang tingkat kecerdasan dan

pemahamannya dibawah siswa didik yang lain, sehingga pembelajaran

terpusat pada peserta didik untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Peran teman sebaya dapat menumbuhkan dan membangkitkan

persaingan belajar yang sehat, karena siswa yang ditunjuk menjadi tutor

tentu saja sudah diakui tingkat kematangannya oleh teman sekelas.

Dengan hal ini, maka siswa lain akan berusaha mengejar tingkat

3
kemampuan siswa yang dijadikan tutor tersebut. Dengan adanya kompetisi

antar siswa, diharapkan prestasi belajar siswa pun meningkat.

Dari hasil pengamatan yang dilakukan penulis di MI Nuril Huda

Losari, bahwa pembelajaran matematika materi sifat-sifat bangun pada

siswa kelas V dikategorikan rendah. Hal ini ditandai dengan antusias para

siswa yang tergolong rendah, keaktifan siswa yang minim, dan

pembelajaran yang hanya terpusat pada guru. Faktor tersebut

menyebabkan para siswa mendapat nilai rata-rata dibawah KKM, yakni

64,6 sedangkan nilai KKM sekolah adalah 65. Nilai tersebut masih jauh

jika dibandingkan dengan nilai KKM sekolah. Hal ini sebenarnya dapat

diatasi dengan pemilihan metode pembelajaran yang tepat. Yang dapat

mengaktifkan seluruh siswa dan pembelajaran tidak hanya terpusat pada

guru saja.

Berdasarkan faktor penyebab diatas, penulis merekomendasikan

penggunaan metode tutor sebaya pada mata pelajaran matematika materi

sifat-sifat bangun kelas V MI Nuril Huda Losari Sumowono. Hal ini

dikarenakan penggunaan metode tutor sebaya dapat menumbuhkan dan

membangkitkan persaingan antar siswa, dan dapat membuat suasana kelas

lebih aktif karena pembelajaran akan terpusat pada siswa. Selain itu, siswa

yang ditunjuk sebagai tutor akan merasa lebih dihargai karena

kemampuannya, sehingga ia akan terus belajar lebih baik lagi agar tidak

dikejar oleh teman-teman yang lain.

4
Untuk memahami persoalan diatas, perlu diadakan penelitian

tindakan kelas yang berjudul “PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR

MATEMATIKA MELALUI METODE TUTOR SEBAYA KELAS V

DI MI NURIL HUDA LOSARI KECAMATAN SUMOWONO

KABUPATEN SEMARANG TAHUN AJARAN 2015/ 2016”

B. Rumusan Masalah

Sebagai pokok masalah yang akan diteliti dalam permasalahan ini adalah:

apakah penggunaan metode tutor sebaya dalam pembelajaran matematika

dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V di MI Nuril Huda

Losari Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang Tahun Ajaran

2015/2016 ?

C. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan permasalahan tersebut maka tujuan penelitian ini adalah:

untuk mengetahui penggunaan metode tutor sebaya dalam meningkatkan

prestasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika kelas V di MI Nuril

Huda Losari Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang Tahun Ajaran

2015/2016.

D. Hipotesis

1. Hipotesis tindakan

Penulis dapat mengajukan hipotesis dalam penelitian tindakan kelas ini

yaitu: dengan menggunakan metode tutor sebaya dalam pembelajaran

5
Matematika dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V di MI

Nuril Huda Losari Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang tahun

ajaran 2015/2016.

2. Indikator keberhasilan

Penerapan metode tutor sebaya dapat dikatakan efektif apabila

indikator yang diharapkan dapat tercapai. Adapun indikator yang dapat

dirumuskan penulis yaitu :

a. Siswa memiliki rasa ingin tahu, sehingga dalam pembelajaran siswa

lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran.

b. Terdapat peningkatan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan

peningkatan nilai siswa yang diperoleh dari nilai tes harian siswa.

c. Jumlah siswa yang memperoleh nilai diatas kriteria ketuntasan

minimal (KKM) meningkat.

E. Manfaat Penelitian

Dalam penelitian ini ada dua manfaat penelitian yang penulis paparkan,

diantaranya adalah:

1. Secara teoritik

Hasil penelitian iini dapat dijadikan sebagai masukan bagi

pengembangan bagi ilmu pengetahuan, terutama berkaitan dengan

dunia pendidikan.

2. Secara praktis

a. Bagi Siswa

6
1) Memberikan pengalaman belajar yang bermakna pada

proses pembelajaran.

2) Meningkatkan penguasaan kompetensi yang harus dicapai.

3) Meningkatkan prestasi belajar matematika melalui metode

tutor sebaya.

b. Bagi Guru

1) Meningkatkan kinerja mengajar guru.

2) Membudayakan penelitian tindakan kelas untuk

memecahkan permasalahan berkaitan dengan kegiatan

proses pembelajaran.

c. Bagi Sekolah

1) Meningkatkan mutu pembelajaran, khususnya pada

pembelajaran matematika.

2) Memberikan sumbangan yang positif dalam kegiatan

pembelajaran disekolah.

d. Pembaca

Menambah pengetahuan dan dapat sebagai bahan perbandingan

untuk mengadakan penelitian lebih lanjut mengenai penerapan

metode tutor sebaya dalam pembelajaran matematika materi Sifat-

sifat bangun.

7
F. Definisi Operasional

1. Prestasi Belajar

Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan,

diciptakan, baik secara individual maupun kelompok. Prestasi tidak

akan pernah dihasilkan selama seseorang tidak melakukan kegiatan

(Hamdani, 2011:137). Bila dikaitkan dengan kata belajar, menjadi

prestasi belajar maka pengertian prestasi secara sempit mempunyai

pengertian penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang

dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai

tes atau angka yang diberikan oleh guru.

Sedangkan pengertian belajar adalah suatu aktifitas atau proses

untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan ketrampilan,

memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian (Suyono,

2011:9)

Dari dua pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar

adalah hasil dari belajar yang berupa perubahan tingkah laku atau

penampilan, dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca,

menulis, mengamati, mendengarkan, meniru, dan lain sebagainya.

Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu

pengetahuan, tetapi juga berbentuk kecakapan, ketrampilan sikap,

minat, watak, dan harga diri. Dengan kata lain, bentuk prestasi belajar

berupa peningkatan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik.

8
2. Metode tutor sebaya

Metode tutor sebaya ialah metode pembelajaran dengan

memanfaatkan siswa yang mempunyai keistimewaan, kepandaian dan

kecakapan didalam kelas untuk membantu memberi penjelasan,

bimbingan dan arahan kepada siswa yang kepandaiannya agak kurang

atau lambat dalam menerima pelajaran yang usianya hampir sama atau

sekelas (Sabbaruddin, 2009:13).

Pendapat lain mengatakan bahwa tutor sebaya adalah siswa yang

ditunjuk atau ditugaskan membantu teman-temannya yang mengalami

kesulitan belajar, karena hubungan teman umumnya lebih dekat

dibandingkan hubungan guru dengan siswa (Muhammad, 2011:24).

Dari dua pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa metode tutor

sebaya adalah suatu metode pembelajaran dengan guru menunjuk

seseorang atau beberapa orang atau anak yang memiliki kemampuan

atau kecerdasan diatas rata-rata untuk memberikan bantuan belajar

kepada teman sebaya atau teman sekelas yang memiliki tingkat

kepandaian atau pemahaman dibawahnya.

3. Matematika

Matematika berasal dari bahasa Yunani yaitu mathematika adalah

studi besaran, struktur, ruang dan perubahan. Matematika bisa

dibilamg sebagai ilmu yangtidak jauh dari realitas kehidupan manusia.

Proses pembentukan dan pengembangan ilmu matematika tersebut

sejak jaman purba hingga jaman sekarang tidak pernah berhenti.

9
Berbagai penemuan dan percobaan yang dilakukan oleh para ilmuan

di bidang matematika membuat pengertian orang tentang matematika

terus berkembang.

Dari segi istilah, Matematika adalah ilmu yang mempelajari

tentang bilangan, hubungan antara bilangan, dan prosedur operasional

yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan

(http://kbbi.web.id/matematika, diakses tanggal 8 februari 2016 pukul

20:26 WIB).

G. Metodologi Penelitian

1. Rancangan Penelitian

Penelitian ini dirancang dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas.

Penelitian Tindakan Kelas adalah bagaimana sekelompok guru dapat

mengorganisasikan kondisi praktek pembelajaran mereka dan belajar

dari pengalaman mereka sendiri. Mereka dapat mencobakan suatu

gagasan perbaikan dalam praktek pembelajaran mereka dan melihat

pengaruh nyata dari upaya itu (RochiatiW, 2005:13).

Jadi Penelitian Tindakan Kelas merupakan penelitian yang

dilakukan di dalam kelas terhadap proses pembelajaran yang

melibatkan guru dan siswa dalam rangka memperbaiki serta

memecahkan permasalahan yang muncul dari proses pembelajaran

tersebut melalui berbagai tindakan yang dilakukan oleh guru di dalam

kelas.

10
Penerepan PTK dalam penelitian ini didasarkan pada rendahnya

nilai pelajaran matematika materi sifat-sifat bangun dan kurangnya

nilai peserta didik dibandingkan dengan nilai KKM, serta adanya

keinginan guru untuk memperbaiki prestasi peserta didik dalam

pembelajaran Matematika materi sifat-sifat bangun dengan kegiatan

penelitian tindakan kelas. Dalam pelaksanaan Penelitian Tindakan

Kelas ini penulis berkolaborasi dengan guru kelas untuk

mengobservasi dan mengumpulkan data penelitian di dalam kelas,

melalui kegiatan pembelajaran.

Terdapat empat tahap yang digunakan secara sistematis dalam

prosedur penelitian dan diterapkan dalam pelaksanaan setiap siklus .

adapun tahapan tersebut menurut Kurt Lewin, pada setiap siklus yaitu

perencanaan (planning), tindakan (acting), observasi (observing), dan

refleksi (reflection) (Samsu Sumadayo, 2013:39).

2. Subyek Penelitian

Subyek yang akan di kenai tindakan adalah siswa kelas V MI

Nuril Huda Losari Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang.

Dengan jumlah siswa yaitu 25, laki-laki berjumlah 12 siswa,

perempuan berjumlah 13 siswa. Dasar pertimbangan pilihan subyek

adalah perlunya tindakan penelitian terhadap pembelajaran

Matematika dengan materi sifat-sifat bangun. Untuk penelitian sendiri,

peneliti berkolaborasi dengan guru kelas untuk mengobservasi dan

11
mengumpulkan data penelitian di dalam kelas melalui kegiatan

pembelajaran.

3. Langkah-langkah Penelitian

a. Perencanaan (planning)

Pada tahap ini dilakukan persiapan yang sangat matang,

agar pembelajaran Matematika materi sifat-sifat bangun dapat

tercapai.

Pada tahap ini dilakukan persiapan materi pembelajaran

Matematika dengan materi sifat-sifat bangun. Diantaranya:

1) Membuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

2) Membuat skenario pembelajaran dengan membuat kisi-kisi

panduan

3) Membuat lembar observasi untuk melihat bagaimana kondisi

belajar mengajar dikelas ketika strategi tersebut di aplikasikan.

4) Mendesain alat evaluasi untuk melihat apakah siswa telah

mampu menguasai materi pembelajaran Matematika dengan

materi pokok sifat-sifat bangun.

b. Pelaksanaan tindakan (action)

Tindakan ini merupakan pelaksanaan rencana pembelajaran

yang telah dipersiapkan. Pada tahap ini dilakukan apersepsi, proses

belajar, pretes, dan evaluasi. Pada tahap apersepsi siswa

dikondisikan untuk sipa mengikuti proses pembelajaran, guru

memberikan penjelasan kepada siswa tentang tujuan pembelajaran

12
serta manfaat yang akan diperoleh siswa setelah mengikuti

kegiatan belajar mengajar.

Pelaksanaan proses tindakan siklus I bertujuan untuk

mengetahui kemampuan siswa dalam memahami isi materi sifat-

sifat bangun dengan menggunakan metode tutor sebaya. Hasil dari

proses tindakan siklus I digunakan sebagai refleksi pelaksanaan

proses tindakan siklus II.

c. Observasi (observation)

. Peneliti menggunakan pedoman observasi yang telah

direncanakan dalam melaksanakan pengamatan pembelajaran yaitu

keaktifan dan keseriusan siswa dalam mengikuti kegiatan

pembelajaran, dan mengerjakan tugas.

d. Refleksi (reflecting)

Data yang diperoleh melalui observasi dikumpulkan dalam

tahap ini, secepatnya dilakukan analisis dan pemaknaan dengan

maksud untuk mengetahui apakah tindakan yang dilakukan telah

mencapai tujuan yang diharapkan atau tidak. Berdasarkan hasil

observasi tersebut, guru dapat merefleksikan diri tentang kegiatan

pembelajaran yang telah dilakukan. Sehingga dapat disajikan

landasan untuk melakukan tindakan kelas pada siklus berikutnya.

Untuk lebih jelasnya, tahapan-tahapan tersebut diatas dapat

digambarkan dalam model hubungan antar tahapan dalam siklus

sebagai berikut:

13
4. Instrument Penelitian

a. Soal tes

Dalam penelitian ini, peneliti memberikan soal-soal yang

disusun sesuai dengan indikator pembelajaran, untuk mengukur

hasil belajar siswa.

b. Pedoman Dokumentasi

Dokumentasi siswa ini berupa catatan siswa pada saat

proses pembelajaran berlangsung. Dokumentasi ini dapat dilihat

setiap akhir pertemuan, sehingga dapat mengelompokkan siswa

sesuai dengan tingkat kecerdasannya.

14
c. Pedoman Observasi

Digunakan untuk mendapatkan data tentang perubahan

yang terjadi selama proses pembelajaran dengan metode tutor

sebaya mata pelajaran matematika pada siswa kelas V MI Nuril

Huda Losari Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang tahun

ajaran 2015/2016.

Pedoman observasi dibagi kedalam dua bentuk, yaitu

pedoman observasi siswa dan pedoman observasi guru.

d. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)

Rencana pelaksanaan pembelajaran disusun dengan

memperhatikan langkah-langkah sesuai dengan metode yang akan

diterapkan. RPP yang akan digunakan memuat identitas sekolah,

alokasi waktu, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator,

langkah-langkah pembelajaran, alat dan bahan ajar, dan penilaian.

e. Silabus

Silabus disisin berdasarkan prinsip yang berorientasi

terhadap pencapaian kompetensi. Sesuai dengan prinsip tersebut

maka silabus mata pelajaran matematika memuat identitas sekolah,

standar kompetensi kompetensi dasar, materi ajar, indikator,

kegiatan pembelajaran, dan penilaian. Pembuatan silabus bertujuan

agar peneliti mempunyai acuan yang jelas dalam melakukan

tindakan dalam penelitian selama jangka waktu tertentu.

15
f. Materi

Materi ajar merupakan seperangkat isi pelajaran yang

disusun secara sistematis, menampilkan sosok utuh dari

kompetensi dasar secara runtut dan sistematis, sehingga secara

keseluruhan mampu menguasai semua kompetensi secara utuh dan

terpadu.

5. Pengumpulan Data

a. Tes

Teknik tes digunakan untuk mengumpulkan data mengenai

hasil belajar siswa. Bentuk tes yang dipakai adalah isian atau esai.

b. Pedoman Dokumentasi

Pedoman dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan

data yang bersifat dokumen. Disamping itu juga, berguna sebagai

bukti pelaksanaan tindakan, yaitu melalui pemotretan dan untuk

menemukan gambaran tentang MI Nuril Huda Losari, Sumowono.

c. Pedoman Observasi

Observasi digunakan untuk mendapatkan data tentang

perubahan yang terjadi selama proses pembelajaran dengan

menggunakan metode tutor sebaya.

6. Analisis Data

Untuk mengetahui keefektifan suatu metode dalam kegiatan

pembelajaran perlu diadakan analisa atas data yang diperoleh. Pada

penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif, yaitu suatu

16
analisa hasil pengamatan yang menggambarkan fakta sesuai dengan

data yang diperoleh, dengan tujuan untuk mengetahui prestasi yang

dicapai siswa, serta untuk memperoleh respon siswa terhadap kegiatan

pembelajaran. Untuk menganalisa tingkat keberhasilan atau prosentase

kebehasilan siswa. Setelah proses pembelajaran pada setiap putaran

siklus diadakan evaluasi. Kemudian dari hasil evaluasi yang didapat

baru dilakukan analisis.

Penghitungan analisis ini adalah sebagai berikut:

a. Untuk mengetahui nilai tes

Peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh

siswa. Yang selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa keseluruhan

sehingga akan diperoleh nilai rata-rata.

b. Untuk mengetahui ketuntasan belajar

Ketuntasan belajar terbagi dalam dua kategori, yaitu secara

individual dan klasikal. Berdasarkan petunjuk KTSP ketuntasan

belajar ideal untuk setiap indikator adalah 0-100%, dengan batas

kriteria ideal minimum 75% (Muslich,2007:36).

17
H. Sistematika Penulisan

Rangkaian penelitian disusun dengan sistematika penulisan sebagai

berikut:

BAB I : Menguraikan tentang pendahuluan, latar belakang masalah,

rumusan penelitian, hipotesis tindakan, devinisi

operasional, dan metodologi penelitian. Pada metodologi

penelitian terdiri dari rancangan penelitian, subyek

penelitian, siklus penelitian, pengumpulan data, analisis

data, dan sistematika penulisan.

BAB II : Menjelaskan tentang kajian pustaka yang meliputi : kajian

tentang prestasi belajar, kajian tentang tutor sebaya, kajian

tentang matematika dan metode pengajaran matematika.

BAB III : Menjelaskan tentang gambaran umum subyek penelitian,

Pelaksanaan penelitian, yang meliputi deskripsi

pelaksanaan setiap siklus.

BAB IV : laporan hasil penelitian persiklus, refleksi keberhasilan, dan

kegagalan pada tiap siklus.

BAB V : Merupakan bagian akhir penulisan yang mencakup

kesimpulan dan saran

18
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Prestasi Belajar

1. Pengertian Prestasi

Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan,

diciptakan, baik secara individual maupun kelompok. Prestasi tidak

akan pernah dihasilkan selama seseorang tidak melakukan kegiatan

(Hamdani, 2011:137).

2. Pengertian Belajar

Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk

memperoleh suatu perubahan, yaiutu perubahan tingkah laku yang

baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengamatannya sendiri dalam

interaksi dengan lingkungannya (Slameto, 2003:2). Belajar adalah

kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat

fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang

pendidikan (Syah, 2009:63). Selain dua pendapat diatas, bahwa belajar

juga dapat diartikan serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh

suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu

dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif,

afektif, dan psikomotor (Syaiful Bahri Djamarah, 2011:12).

19
3. Pengertian Prestasi Belajar

Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan,

diciptakan, baik secara individual maupun kelompok. Prestasi tidak

akan pernah dihasilkan selama seseorang tidak melakukan kegiatan

(Hamdani, 2011:137).

Prestasi belajar dibidang pendidikan adalah hasil dari pengukuran

terhadap siswa yang meliputi faktor kognitif, afektif, atau

psikomotorik setelah mengikuti proses pembelajaran yang diukur

dengan menggunakan instrument tes atau instrument yang relevan.

Jadi, prestasi belajar adalah hasil usaha belajar yang dinyatakan dalam

bentuk simbol, huruf maupun kalimat yang menceritakan hasil yang

sudah dicapai oleh setiap anak pada periode tertentu (Djamarah,

1994:19-20).

Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi.

Hasil dari evaluasi dapat memperlihatkan tinggi-rendahnya prestasi

belajar siswa.

4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Pada dasarnya, faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar

dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu faktor dari dalam

(intern) dan faktor dari luar (ekstern).

20
a. Faktor internal

Faktor internal adalah faktor yang berasal dari siswa. Faktor ini

antara lain sebagai berikut:

1) Kecerdasan (intelegensi)

Kecerdasan adalah kemampuan belajar disertai kecakapan

untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang dihadapinya.

Kemampuan ini sangat ditentukan oleh tinggi-rendahnya

intlegensi yang normal selalu menunjukkan kecakapan sesuai

dengan tingkat perkembangan sebaya (Hamdani, 2011:139).

Tingkat intelegensi sangat menentukan tingkat

keberhasilan belajar siswa. Semakin tinggi intelegensi seorang

siswa, semakin tinggi pula peluang untuk meraih prestasi yang

tinggi.

2) Faktor jasmaniah atau faktor fisiologis

Kondisi jasmaniah umumnya sangat berpengaruh terhadap

kemampuan belajar seoseorang. Faktor jasmaniah, yaitu panca

indera yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya, seperti cacat

atau sakit, dapat menjadi faktor penghambat tercapainya prestasi

belajar.

a) Sikap

Sikap, yaitu kecenderungan untuk mereaksi terhadap suatu

hal, orang, atau benda dengan suka, tidak suka, atau acuh tak

acuh. Sikap seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor

21
pengetahuan, kebiasaan, dan keyakinan. Sikap positif dapat

menggerakkannya untuk belajar, sedangkan sikap negatif

kepada siswa atau gurunya tidak akan mempunyai

kemampuan untuk belajar.

b) Minat

Minat memiliki pengaruh yang besar terhadap

pembelajaran. Jika menyukai suatu mata pelajaran, siswa

akan belajar dengan senang hati tanpa rasa beban.

Minat belajar yang telah dimiliki siswa merupakan salah

satu faktor yang dapat memengaruhi hasil belajarnya.

Apabila seseorang mempunyai minat yang tinggi terhadap

sesuatu, maka ia akan terus berusaha untuk melakukanyang

terbaik sehingga apa yang diinginkan akan tercapai.

c) Bakat

Bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki

seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan

datang. Setiap orang memiliki bakat dalam arti berpotensi

untuk mencapai prestasi sampai tingkat tertentu sesuai

dengan kapasitas masing-masing.

d) Motivasi

motivasi adalah pendorong yang mengubah energi dalam

diri seseorang kedalam bentuk aktivitas nyata (Djamarah,

2011:148). Motivasi dapat menentukan baik-tidaknya dalam

22
mencapai tujuan sehingga semakin besar motivasinya dalam

belajar, maka semakin tinggi pula peluang menggapai

prestasi belajarnya.

b. Faktor eksternal

Faktor eksternal terdiri dari dua macam, yaitu lingkungan sosial

dan lingkungan nonsosial. Yang termasuk dalam lingkungan sosial

adalah guru, kepala sekolah, staf administrasi, teman-teman, alat

belajar, dan lain-lain. Adapun yang termasuk dalam lingkungan

non sosial adalah gedung sekolah, kepala sekolah, tempat tinggal,

dan waktu belajar (Muhibbin Syah, 2002:132).

Pengaruh lingkungan umumnya bersifat positif dan tidak

memberikan paksaan kepada individu. Faktor eksternal yang dapat

memengaruhi prestasi belajar antara lain sebagai berikut:

1) Keadaan keluarga

Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama

dan utama. Keluarga memiliki pengaruh yang sangat kuat

terhadap perkembangan kepribadian anak berada di tengah-

tengah keluarganya. untuk mengoptimalkan kemampuan dan

kepribadian anak, orangtua harus menumbuhkan suasana

edukatif yang dilingkungan keluarganya sedini mungkin (Wiji

Suwarno, 40:2006).

Adanya rasa aman dalam keluarga sangat penting dalam

keberhasilan seseorang dalam belajar. Rasa aman tersebut

23
mendorong anak untuk belajar aktif, karena rasa aman

merupakan salah satu pendorong dari luar yang menambah

motivasi untuk belajar.

2) Keadaan sekolah

Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal pertama

yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar

siswa. Oleh karena itu, lingkungan sekolah yang baik dapat

mendorong siswa untuk belajar lebih giat. Keadaan sekolah ini

meliputi hubungan baik antara guru dan siswa, cara penyajian

pelajaran, alat-alat pelajaran dan kurikulum.

3) Lingkungan masyarakat

Lingkungan alam sekitar juga sangat berpengaruhterhadap

perkembangan pribadi anak, sebab dalam kehidupan sehari-hari

anak akan lebih banyak bergaul dengan lingkungan tempat ia

berada.

Ketika seorang anak berada di lingkungan masyarakat

yang teman-temannya rajin, maka kemungkinan besar sifat rajin

tersebut akan membawa pengaruh terhadap dirinya sehingga ia

turut belajar sebagaimana teman-temannya.

5. Fungsi Prestasi Belajar

Ada beberapa fungsi utama prestasi belajar, diantaranya

sebagai berikut:

24
a. Prestasi belajar sebagai indikator kualitas dan kuantitas

pengetahuan yang telah dikuasai anak didik.

b. Prestasi belajar sebagai lambing pemusatan hasrat ingin tahu.

c. Prestasi belajar sebagai indikator intern (bahwa prtestasi belajar

dapat dijadikan indikator tingkat produktivitas suatu institusi

pendidikan) dan ekstern (bahwa tinggi rendahnya prestasi belajar

dapat dijadikan indikator tingkat kesuksesan anak didik di

masyarakat) dari suatu institusi pendidikan.

d. Prestasi belajar dapat dijadikan indikator terhadap daya serap

(kecerdasan) anak didik.

Jika dilihat dari beberapa fungsi prestasi belajar di atas, betapa

pentingnya kita mengetahui prestasi belajar anak didik, baik secara

perseorangan atau secara kelompok, sebab fungsi prestasi belajar tidak

hanya sebagai indikator keberhasilan dalam bidang studi tertentu,

tetapi juga sebagai indikator kualitas institusi pendidikan.

B. Tutor Sebaya

1. Pengertian tutor sebaya

Tutor sebaya adalah siswa yang ditunjuk atau ditugaskan

membantu teman-temannya yang mengalami kesulitan belajar, karena

hubungan teman umumnya lebih dekat dibandingkan hubungan guru

dengan siswa (Muhammad, 2011:14).

25
Beberapa para ahli percaya bahwa satu mata pelajaran benar-benar

dikuasai hanya apabila seorang peserta didik mampu mengajarkan

kepada peserta didik yang lain. Mengajar teman sebaya memberikan

kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari sesuatu dengan

baik pada waktu yang sama, saat ia menjadi narasumber bagi yang

lain. Strategi/metode tutor sebaya memberikan cara praktis untuk

menghasilkan teman sebaya yang mampu mengajar teman lainnya di

dalam kelas. Strategi tersebut juga memberikan kepada pengajar

tambahan-tambahan apabila mengajar dilakukan oleh peserta didik

(Silbermen, 2009:165).

2. Langkah-langkah Metode Tutor Sebaya

Menurut Nurudin (2009: 9-10) langkah-langkah yang harus

dilakukan seorang guru dalam menerapkan metode tutor sebaya adalah

sebagai berikut:

a. Pilihlah materi yang mungkin dapat dipelajari oleh siswa secara

mandiri.

b. Pilihlah siswa yang berkompeten dalam bidang tersebut.

Berkompeten disini maksudnya siswa yang memiliki tingkat

pemahaman yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang

lain. Pemilihan didasarkan prestasi belajar matematika pada

semester lalu, dan pemilihan oleh guru kelas dalam mengangkat

seorang tutor.

26
c. Bagilah siswa menjadi kelompok-kelompok kecil yang hiterogen,

siswa yang pandai disebar dalam setiap kelompok dan bertindak

sebagai tutor.

d. Masing-masing kelompok diberi tugas mempelajari satu sub

materi. Setiap kelompok dipandu oleh siswa pandai yang bertindak

sebagai tutor dalam metode tutor sebaya.

e. Berilah waktu yang cukup untuk menyelesaikan materi tersebut.

Yang menhadi bagian terpenting dalam pelaksanaan metode tutor

sebaya ini adalah guru harus memberikan intruksi yang jelas kepada

kelompok akan tugas-tugasnya terutama tugas bagi seorang tutor

dalam tiap kelompok tersebut.

3. Teknik-teknik yang dapat dikembangkan dalam metode tutor

sebaya

Banyak teknik yang dapat dikembangkan dalam kegiatan belajar

menggunakan metode tutor sebaya diantaranya:

a. Tutorial individu

Metode ini dianggap sebagai metode belajar yang ideal,

karena satu orang tutor berhadapan dengan satu orang siswa.

Metode itu memiliki pengembangan metode lainnya, terutama

dalam hal pengembangan ketrampilan dan pengetahuan

konseptual. Pada kenyataannya, metode ini jarang dilaksanakan

sebab banyaknya tujuan menyebabkan perlunya kehadiran siswa-

siswa lainnya dan interaksi di antara mereka. Selain itu, kurangnya

27
siswa yang dapat dijadikan sebagai tutor menjadi masalah lain

dalam penerapan metode tutorial individu.

b. Tutorial kelompok

Pada dasarnya tutorial berdasarkan pada hubungan antara

satu orang guru dengan satu orang siswa di kelas. Namun dewasa

ini sudah mulai umum dilaksanakan tutorial kelompok, dimana

satu orang guru membimbing sekelompok siswa yang terdiri dari

lima sampai tujuh orang sekaligus pada waktu yang sama. Dengan

teknik ini, sebenarnya tidak banyak berbeda dengan pengajaran

kelas. Pendekatan tutorial kelompok lebih menitikberatkan pada

kegiatan bimbingan individu-individu dalam kelompok (Hamalik,

2003: 188-189).

4. Kelebihan dan kekurangan metode tutor sebaya

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan dalam menggunakan

metode tutor sebaya, yaitu sebagai berikut:

a. Kelebihan tutor sebaya

1) Ada kalanya hasilnya lebih baik bagi beberapa siswa yang

mempunyai perasaan takut atau patuh terhadap guru.

2) Bagi seorang tutor, pekerjaan tutoring akan dapat memperkuat

konsep yang sedang dibahas.

28
3) Bagi seorang tutor, merupakan kesempatan untuk melatih diri

memegang tanggung jawab dalam mengemban suatu tugas dan

melatih kesabaran.

4) Mempererat hubungan antar siswa, sehingga mempertebal

perasaan sosial.

b. Kekurangan tutor sebaya

1) Siswa yang dibantu sering kali belajar kurang serius karena

hanya berhadapan dengan temannya sendiri sehingga hasilnya

kurang memuaskan.

2) Ada beberapa orang siswa yang merasa malu atau enggan

untuk bertanya karena mereka takut kelemahannya diketahui

oleh temannya.

3) Pada kelas-kelas tertentu pekerjaan tutoring ini sukar

dilaksanakan karena perbedaan jenis kelamin antara tutor

dengan siswa yang diberi program perbaikan.

4) Bagi guru sukar untuk menentukan seorang tutor sebaya

karena tidak semua siswa yang pandai dapat mengajarkan

kembali kepada teman-temannya (Amiruddin, 2011:42).

Berdasarkan definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa metode

tutor sebaya adalah bagaimana memaksimalkan kemampuan siswa

yang berprestasi di kelas untuk mengajarkan dan menularkan ilmunya

29
kepada mereka yang kurang berprestasi. Sehingga siswa yang kurang

berprestasi dapat mengejar ketertinggalannya.

C. Matematika

1. Pengertian Matematika

Matematika berasal dari bahasa Yunani yaitu mathematika adalah

studi besaran, struktur, ruang dan perubahan. Matematika bisa

dibilamg sebagai ilmu yangtidak jauh dari realitas kehidupan manusia.

Proses pembentukan dan pengembangan ilmu matematika tersebut

sejak jaman purba hingga jaman sekarang tidak pernah berhenti.

Berbagai penemuan dan percobaan yang dilakukan oleh para ilmuan di

bidang matematika membuat pengertian orang tentang matematika

terus berkembang.

Dari segi istilah, Matematika adalah ilmu yang mempelajari

tentang bilangan, hubungan antara bilangan, dan prosedur operasional

yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan

(http://kbbi.web.id/matematika, diakses tanggal 8 pebruari 2016 pukul

20:26 WIB).

2. Tujuan Mata Pelajaran Matematika di MI

Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki

kemampuan sebagai berikut:

30
a. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar

konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma secara luwes,

akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah.

b. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi

matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau

menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika.

c. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami

masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan

menafsirkan solusi yang diperoleh.

d. Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, table, dan diagram,

atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah.

e. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam

kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian dan minat

dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri

dalam pemecahan masalah.

3. Fungsi Matematika MI

Mata pelajaran matematika memiliki beberapa fungsi, diantaranya

sebagai berikut:

a. Sebagai media atau sarana siswa dalam mencapai kompetensi.

b. Matematika berfungsi mengembangkan kemampuan

mengkomunikasikan gagasan melalui model matematika, diagram,

grafik atau tabel.

31
c. Mengembangkan kemampuan berhitung, mengukur, menurunkan

rumus dan menggunakan rumus matematika yang diperlukan dalam

kehidupan sehari-hari melalui pengukuran geometri, aljabar,

peluang dan statistika, kalkulus dan trigonometri.

4. Ruang Lingkup Matematika MI

Mata pelajaran matematika pada satuan pendidikan MI meliputi

aspek-aspek sebagai berikut:

a. Bilangan, suatu konsep matematika yang digunakan untuk

pengukuran atau pencacahan (penghitungan).

b. Geometri dan pengukuran, yang berhubungan dengan bangun datar

dan bangun ruang.

c. Pengolahan data, menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan

data. Contohnya : menyajikan bentuk data ke dalam table, diagram

gambar, diagram batang, dan diagram lingkaran.

5. Materi Sifat-Sifat Bangun

Materi diambil dari buku Matematika kelas V SD/MI Penulis

Sunaryo tahun 2007 penerbit pusat perbukuan Departemen Pendidikan

Nasional, Jakarta.

Materi yang diambill sesuai dengan penelitian adalah materi

semester II, yakni tentang sifat-sifat bangun yang terdiri dari bangun

ruang dan bangun datar.

32
a. Mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar

1) Sifat-sifat bangun datar

a) Segitiga

Segitiga adalah bangun datar yang memiliki tiga sisi dan

tiga sudut. Segitiga ada beberapa macam, yakni sebagai

berikut:

 Segitiga sama kaki

 Segitiga siku-siku

 Segitiga sembarang

 Segitiga sama sisi

b) Persegi panjang

Persegi panjang adalah bangun datar yang sisi-sisi

berhadapan sama panjang, dan keempat sudutnya siku-siku.

Sisi : AB = CD dan BC = DA

33
c) Persegi

Persegi adalah bangun datar yang keempat sisinya sama

panjang dan keempat sudutnya siku-siku.

Sisi AB = BC =CD = DA

Persegi memiliki 4 sudut dan 2 sisi sejajar

d) Trapesium

Sisi AB sejajar dengan CD

Trapesium adalah bangun datar segi empat dengan dua buah

sisinya yang berhadapan sejajar.

e) Jajar genjang

Sisi AB = CD dan BC = DA

Jajar genjang adalah bangun datar segiempat dengan sisi-

sisinya yang berhadapa sejajar dan sama panjang.\

f) Belah ketupat

Belah ketupat mempunyai

34
4 sisi, 4 titik sudut dan mem-

Punyai dua sisi sejajar.

g) Layang-layang

Bangun tersebut adalah bangun layang-layang. Bangun ini

memiliki 4 sisi, dan memiliki 4 titik sudut.

h) Lingkaran

Lingkaran adalah bangun datar yang jarak

semua titik lingkaran dengan pusat lingkaran

sama panjang

b. Mengidentifikasi Sifat-Sifat Bangun Ruang

1) Tabung

Tabung adalah bangun ruang yang

bagian atas dan bawahnya berbentuk

lingkaran yang sama (Sisi=3, dan

rusuk=2)

2) Prisma Tegak Segiempat Prisma tegak

segiempat mempunyai 6 sisi, 12 rusuk, dan 8 titik sudut.

35
3) Limas Segiempat

Limas Segiempat memiliki 8 rusuk, 3 titik sudut dan 5 sisi.

4) Limas Segitiga

Limas segitiga sejatinya hampir sama dengan limas segiempat,

hanya saja alasnya berupa segitiga. Limas segitiga memiliki 4

titik sudut, 6 rusuk dan 4 sisi.

5) kerucut

Gambar diatas adaklah bangun kerucut. Bangun kerucut

memiliki 2 sisi, yaitu lingkaran (dibawah) dan bidang

melengkung yang disebut selimut.

36
D. Metode Pengajaran Matematika

1. Pengertian Metode Mengajar

Metode mengajar adalah ilmu yang mempelajari cara-cara untuk

melakukan aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari

pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan

kegiatan belajar mengajar, sehingga proses belajar mengajar berjalan dengan

baik dan tujuan pengajaran tercapai (Asmani, 2010:138).

Dari pengertian metode diatas, dapat dipahami bahwa metode mengajar

matematika adalah cara yang dilakukan oleh seorang guru dalam

pembelajaran untuk membuat pembelajaran matematika berjalan dengan baik

melalui pemilihan cara mengajar yang tepat dalam mendesain pembelajaran

sehingga tujuan pembelajaran matematika dapat tercapai.

Sebagai seorang guru, mengenal berbagai macam metode pembelajaran

adalah hal yang wajib dikuasai untuk memaksimalkan pembelajaran. Dengan

penguasaan metode yang mumpuni, maka pembelajaran akan lebih

menyenangkan dan variatif. Sering kali siswa merasa bosan ketika guru

menggunakan metode yang sama dalam setiap pembelajaran, akibatnya

pembelajaran akan terasa membosankan sehingga berakibat pada menurnnya

prestasi belajar siswa. Oleh karena itu guru harus pandai-pandai merancang

pembelajaran dengan metode yang variatif untuk meningkatkan keaktifan

pembelajaran yang bertujuan meningkatkan prestasi belajar siswa.

2. Macam-macam Metode Mengajar

Contoh metode pembelajaran konvensional antara lain yaitu

metode ceramah, metode tanya-jawab, metode diskusi, metode

37
pemberian tugas, metode proyek, dan berbagai variasinya. Metode

mengajar sesuai perkembangannya kadang-kadang juga terjabarkan

dalam struktur tertentu. Struktur dimaksud sebagai pola-pola interaksi

siswa agar tujuan pembelajaran tercapai (Suyono, 2014:19).

Ada beberapa meode mengajar yang perlu diketahui oleh pendidik,

diantaranya sebagai berikut:

a. Metode Ceramah

Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan

menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada

sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif.

b. Metode Diskusi

Metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat

hubungannya dalam memecahkan masalah.

c. Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara

memperagakan barang, kejadian, aturan dan urutan melakukan suatu

kegiatan, baik secara langsung atau melalui penggunaan media

pengajaran yang relevan dengan pokok materi yang sedang

disajikan.

d. Metode Ceramah Plus

Metode ceramah plus adalah metode mengajar yang menggunakan

lebih dari satu metode, yakni metode ceramah dengan metode

lainnya.

38
e. Metode Resitasi

Metode resitasi adalah suatu metode mengajar yang mengharuskan

siswa membuat resume dengan kalimat sendiri.

f. Metode Percobaan

Metode percobaan adalah suatu cara mengajar yang memberikan

kesempatan pada siswa untuk melakukan percobaan tentang sesuatu

hal.

g. Metode Karya Wisata

Metode karya wisata adalah cara mengajar yang dilaksanakan

dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau objek tertentu di luar

sekolah untuk mempelajari sesuatu.

h. Metode Discovery

Metode disscovery merupakan suatu cara untuk mengembangkan

cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, dan menyelidiki

sendiri.

i. Metode Inquiry

Metode inquiry adalah metode yang mampu menggiring peserta didik

untuk menyadari apa yang telah didapatkan selama belajar (Asmani,

2010:139-161).

j. Metode Tutor Sebaya

Metode tutor sebaya adalah siswa yang ditunjuk atau ditugaskan

membantu teman-temannya yang mengalami kesulitan belajar,

39
karena hubungan teman umumnya lebih dekat dibandingkan

hubungan guru dengan siswa (Muhammad, 2011:14).

3. Kaitan Metode Tutor Sebaya Dengan Pembelajaran Matematika

Metode tutor sebaya adalah metode yang dapat digunakan dalam

seluruh mata pelajaran, salah satunya adalah matematika.

Penggunaan metode tutor sebaya dianggap tepat digunakan dalam

pembelajaran matematika karena matematika mudah dipahami oleh

siswa, jika penanaman konsep materi dilakukan dengan tepat.

Disinilah tugas guru membimbing para tutor untuk mendalami

konsep materi yang akan diajarkan. Dengan tepatnya penanaman

konsep yang diberikan terhadap para tutor, maka para tutor dirasa

matang dalam menguasai konsep materi. Hal ini bertujuan untuk

meminimalisir kesalahan penanaman konsep yang diajarkan kepada

para anggota kelompok oleh para tutor.

Pemilihan mata pelajaran matematika dalam penggunaan metode

tutor sebaya bukan tanpa alasan. Para siswa sering menganggap mata

pelajaran metematika sebagai momok menakutkan. Mereka

menganggap matematika adalah pelajaran yang sulit. Dengan adanya

seorang tutor maka anggapan mereka akan perlahan-lahan luntur.

Ketika mereka melihat beberapa temannya mampu menguasai materi

pelajaran matematika, mereka juga berpikiran bahwa mereka pun

juga bisa. “Kalau mereka bisa, aku juga pasti bisa” mungkin itu yang

akan terbayang dibenak mereka. Dengan adanya hal semacam ini,

40
kompetisi antar siswa dalam meraih prestasi belajar akan tumbuh

dan berkembang seiring jalannya waktu.

Selain itu, faktor kedekatan dengan guru juga menjadi faktor yang

tidak kalah penting dalam menghambat peningkatan prestasi belajar

matematika. Para siswa kadang menganggap guru matematika

sebagai sosok menakutkan. Ketika didalam kelas siswa merasa

tertekan atau tidak nyaman karena mereka sudah takut dengan sosok

seorang guru. Dengan bertindaknya teman mereka sebagai tutor dan

sumber belajar, tentunya siswa lain sudah mengenal dan memiliki

kedekatan dengan para tutor. Hal semacam ini tentunya

memunculkan rasa nyaman dalam pembelajaran yang menjauhkan

mereka dari keadaan tertekan dalam pembelajaran matematika. Hal

ini pula lau yang jika terus dikembangkan diharapkan mampu

meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran

matematika.

Berdasarkan pemaparan diatas, dapat disimpulkan bahwa

penggunaan metode tutor sebaya berkaitan erat dalam peningkatan

prestasi belajar matematika. Maka bukan hal yang tak mungkin, jika

penggunaan metode tutor sebaya dapat meningkatkan prestasi belajar

matematika.

41
BAB III

PELAKSANAAN PENELITIAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

1. Identitas MI Nuril Huda

a. Nama Madrasah : MI Nuril Huda Losari


b. NSM : 111233220095
c. NPSN : 60712838
d. Status Madrasah : Swasta
e. Tahunberdiri : 1958
f. PBM : Pagi
g. TahunAkreditasi : 2014
h. Status Akreditasi :B
i. Provinsi : Jawa Tengah
j. Kabupaten : Semarang
k. Kecamatan : Sumowono
l. Desa : Losari
m. Alamat : Jl. KH. Wahid Hasyim No. 03
n. KodePos : 50662

2. Letak Geografis MI Nuril Huda

MI Nuril Huda Losari berlokasi di Dusun Kalidukuh Desa

Losari Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang. MI Nuril Huda

bertempat diperempatan dusun Kalidukuh, didepan Balai Desa Losari.

Mi Nuril Huda berjarak 3 km dari Kecamatan Sumowono. Kepala

madrasah MI Nuril Huda Losari sekarang yaitu Bapak Syamsul

Muhajir, S.Ag.

42
3. Status dan Luas Sekolah

a. Status tanah : Tanah bengkok (Hak guna pakai)

b. Luas tanah : 1) Didirikan Bangunan = 600 m

2) Halaman Sekolah dll = 431 m

3) Luas tanah = 1.031 m

4. Keadaan guru

MI Nuril Huda memiliki 9 orang Guru. untuk lebih jelasnya

dapat dilihat pada tabel 3.1 dan 3.2

Tabel 3.1

Tabel Status Guru di MI Nuril Huda

No. Personal Jenis Status Ijazah Jumlah

Kelamin kepegawaian Terakhir

L P PNS GTY SLTA S1

1. Kepala 1 - 1 - - 1 1

Madrasa

2. Guru 3 5 - 8 1 7 8

3. Penjaga - - - - - - -

Jumlah 4 5 1 8 1 8 9

43
Tabel 3.2
Tabel Jumlah Guru di MI Nuril Huda

No Nama / NIP Tgl Tahun Pangkat Dinas Jabatan


Lahir Ijazah / Gol.rg Disini
1 Syamsul 26- S1 / Penata 01-06- Kepala
Muhajjir, 07- 2001 TK 1 / 2005 Madrasah
S.Ag. / 1968 III d
1968072620
00031001
2 Isnanto, 11- S1 / - 01-02- Guru
S.PdI. 02- 2004 2001
1978
3 Wulandari, 29- S1 / - 01-03- Guru
S.PdI. 07- 2001 2008
1971
4 Nur Tadho, 11- S1 / - 01-07- Guru
S.PdI. 10- 2009 2003
1983
5 Muliyah, 17- S1 / - 01-07- Guru
S.PdI. 12- 2010 2003
1984
6 Dwi 13- S1 / - 01-07- Guru
Setyaningsih, 06- 2010 2003
S.PdI. 1983
7 Daryati, 05- S1 / - 01-07- Guru
S.PdI. 01- 2010 2005
1979
8 Badriyah, 21- S1 / - 01-07- Guru
S.PdI. 02- 2012 2002
1984
9 Hendra 19- SMA / - 01-09- Guru
Setiyawan 06- 2010 2013
1991

44
5. Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana MI Nuril Huda sebagai berikut

Tabel 3.3

Tabel Sarana dan Prasarana di MI Nuril Huda

Jumlah

No Ruangan / Bangunan Baik Rusak Rusak Jumlah

Ringan Berat

1 Ruang Kepala 8 - 1 9

2 Ruang Kelas 1 - - 1

3 Ruang Guru 1 - - 1

4 Gudang - - 1 1

5 Perpustakaan - - 1 1

6 Laboratorium - - - -

7 Ruang Kesenian - - 1 1

8 Ruang UKS - - 1 1

9 Aula - - - -

10 Mushalla - - 1 1

11 WC Guru 1 - - -

12 WC Siswa - 3 - 3

45
6. Data Jumlah Siswa Tahun Pelajaran 2015/2016

Tabel 3.4

Tabel Jumlah Siswa Tahun Ajaran 2015/2016 di MI Nuril Huda

Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah

I 6 10 16

II 12 6 18

III 9 10 19

IV 7 3 10

V 12 13 25

V1 13 9 24

Jumlah 61 52 112

7. Visi dan Misi MI Nuril Huda

a. Visi :

“Dengan semangat kekeluargaan kita tingkatkan prestasi

berdasarkan iman dan takwa”

b. Misi :

1) Menumbuhkan semangat kekelurgaan kepada seluruh warga

sekolah,

2) Melaksanakan pembelajaran Pakem (Pembelajaran Aktif,


Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) sehingga siswa
berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang
dimiliki,

46
3) Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan terhadap ajaran
agama Islam, sehingga menjadi sumber kearifan dalam
bertindak.

B. Pelaksanaan Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing

adalah perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Adapun

gambaran ketiga siklus tersebut adalah:

1. Diskripsi Pelaksanaan Siklus I

a. Perencanaan

1) Menyiapkan materi Matematika dengan materi pokok sifat-

sifat bangun dengan uraian materi bangun datar dan bangun

ruang.

2) Membuat rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP)

3) Membuat lembar observasi siswa selama proses pembelajaran

dengan menggunakan metode tutor sebaya

4) Membuat lembar observasi mengajar guru

5) Membuat lembar soal pretest untuk mengetahui daya serap

siswa dalam pembelajaran Matematika.

6) Membuat lembar soal ulangan atau posttest untuk mengetahui

hasil belajar setelah melakukan siklus I.

7) Menunjuk 5 orang siswa menjadi tutor bagi para sebayanya.

47
8) Memberikan bimbingan sehari sebelum pembelajaran

matematika tentang materi yang akan diajarkan pada

pembelajaran Matematika pada esok hari.

9) Menginformasikan tugas para tutor ketika pembelajaran

matematika berlangsung, sehingga para tutor dapat

mempersiapkan diri untuk pembelajaran matematika dihari

berikutnya.

b. Pelaksanaan

Pelaksanaan pada siklus I, dilaksanakan pada tanggal 18

februari 2016 dan kegiatan pada tahap ini adalah melaksanakan

skenario pembelajaran yang telah direncanakan:

1) Guru melaksanakan apersepsi sebagai kegiatan awal dengan

melakukan tanyajawab tentang pengetahuan awal siswa tentang

bentuk bangun daftar dan sifat-sifatnya.

2) Guru menginformasikan bahwa yang bertindak sebagai

pengajar adalah teman mereka sendiri yang bertindak sebagai

tutor dengan penggunaan metode tutor sebaya.

3) Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok dengan pembagian

masing-masing kelompok mendapatkan satu orang tutor.

Pembagian ini berdasarkan rekomendasi guru kelas dan

diharapkan terjadi pemerataan kemampuan tiap-tiap kelompok.

4) Guru menjelaskan cara pembelajaran pada pertemuan ini

menggunakan metode tutor sebaya.

48
5) Para tutor menjelaskan tentang materi berupa bangun datar

kepada anggota kelompok mereka sampai waktu yang telah

diberikan habis.

6) Guru mengecek tugas para tutor agar konsep materi tidak

berubah/melenceng.

7) Guru menanyakan kepada semua siswa tentang pemahaman

mereka dalam memahami materi dan menyelesaikan soal

tentang bangun datar.

8) Guru memberikkan 2-3 soal untuk latihan dan dikerjakan

secara individu, dan ketika ada kesulitan mereka boleh

meminta bantuan para tutor untuk mengerjakan soal tersebut.

9) Guru membahas soal latihan tersebut dan meminta para tutor

untuk mengulangi bagian yang salah dari hasil yang dikerjakan

siswa-siswa yang lain.

10) Guru memberikan soal latihan berjumlah 20 soal untuk

mengevaluasi hasil pembelajaran siswa,

11) Guru memberikan waktu untuk mengerjakan soal secara

individu.

12) Guru menyuruh semua anggota kelompok untuk mengerjakan

soal didepan kelas dan membahas soal satu persatu

13) Guru memberikan penilaian terhadap hasil pekerjaan siswa.

49
14) Guru memberikan soal tes psikomotorik berupa menggambar

bangun datar (trapesium, jajar genjang, belah ketupat,

lingkaran, dan layang-layang).

c. Observasi

Tahap ini merupakan tahap pelaksanaan observasi terhadap

pelaksanaan pembelajaran.yang ditujukan untuk mengetahui

keefektifan dari metode tutor sebaya dalam meningkatkan

penguasaan materi Matematika tentang bangun datar yang telah

dilaksanakan. Pada siklus I kegiatan yang diamati adalah

1) Aktifitas guru, meliputi:

a) Penyampaian appersepsi

b) Penggunaan metode

c) Pemberian evaluasi

d) Pendekatan terhadap siswa

2) Aktifitas siswa, meliputi:

a) Untuk para tutor

 Penguasaan materi

 Keaktifan menjelaskan materi

 Kejelasan menjelaskan materi

 Pendekatan tutor dengan teman sebaya

b) Untuk teman sebaya

 Perhatian teman sebaya terhadap penjelasan tutor

 Keaktifan bertanya terhadap tutor

50
 Keaktifan maju kedepan kelas untuk mengerjakan soal

 Penyerapan dan penguasaan materi

d. Refleksi

Pada siklus I ini hasil belajar belum menunjukkan hasil

yang sesuai dengan yang diharapkan. Para tutor belum sepenuhnya

aktif dalam menyampaikan materi terhadap siswa yang lain,

mereka terlihat canggung dan belum mengalir dalam menjelaskan

materi kepada teman sekelompok mereka. Sehingga siswa lain

belum menguasai sepenuhnya akan materi yang disampaikan

melalui metode pembelajaran tutor sebaya. Hanya beberapa siswa

yang berkemampuan lebih baik yang mampu menyerap materi

dengan baik. selain itu, beberapa tutor telah melakukan tugas

mereka dengan baik, meskipun belum semua siswa yang terdapat

dalam kelompokknya yang sudah mampu menguasai materi. Dari

temuan yang didapat pada siklus I ini, akan digunakan sebagai

acuan pada siklus II. Harapannya dalam siklus II, terjadi

peningkatan kinerja para tutor, peningkatan kemampuan anggota

kelompok sehingga terjadi peningkatan prestasi belajar dengan

metode pembelajaran tutor sebaya.

2. Diskripsi Pelaksanaan Siklus II

a. Perencanaan

1) Menyiapkan materi ajar Matematika dengan materi pokok

sifat-sifat bangun dengan uraian materi bangun ruang.

51
2) Membuat rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP)

3) Membuat lembar observasi siswa selama proses

pembelajaran dengan menggunakan metode tutor sebaya

4) Membuat lembar observasi mengajar guru

5) Membuat lembar soal pretest untuk mengetahui daya serap

siswa dalam pembelajaran Matematika.

6) Membuat lembar soal ulangan atau posttest untuk

mengetahui hasil belajar setelah melakukan siklus II.

7) Menunjuk 5 orang siswa menjadi tutor bagi para

sebayanya.

8) Memberikan bimbingan sehari sebelum pembelajaran

matematika tentang materi yang akan diajarkan pada

pembelajaran Matematika pada esok hari.

9) Memberikan evaluasi tentang kekurangan para tutor dalam

pembelajaran matematika pada siklus I, dan memberikan

saran dan pengarahan dengan harapan peran mereka lebih

baik lagi pada siklus II, dari pada saat siklus I.

10) Menginformasikan tugas para tutor ketika pembelajaran

matematika berlangsung, sehingga para tutor dapat

mempersiapkan diri untuk pembelajaran matematika

dihari berikutnya.

52
b. Pelaksanaan

Pelaksanaan pada siklus II, dilaksanakan pada tanggal 22

februari 2016 dan kegiatan yang dilakukan pada tahap ini

adalah melaksanakan skenario pembelajaran yang telah

dirancang sesuai RPP, sebagai berikut:

1) Guru melaksanakan apersepsi sebagai kegiatan awal

dengan melakukan tanyajawab tentang bentuk pecahan

desimal, pengetahuan awal mereka tentang pecahan

desimal dan dimana saja mereka melihat bentuk pecahan

desimal dalam kehidupan sehari-hari

2) Guru menginformasikan kembali bahwa yang bertindak

sebagai pengajar adalah teman mereka sendiri yang

bertindak sebagai tutor dengan penggunaan metode tutor

sebaya.

3) Guru menginstruksikan para siswa untuk kembali

membentuk kelompok yang sama seperti pada siklus I

4) Guru kembali menjelaskan cara pembelajaran pada

pertemuan ini menggunakan metode tutor sebaya.

5) Para tutor menjelaskan tentang materi berupa mengubah

pecahan kedalam bentuk desimal kepada anggota

kelompok mereka sampai waktu yang telah diberikan

habis.

53
6) Guru menanyakan kepada semua siswa tentang pemahaman

mereka dalam memahami materi dan menyelesaikan soal

tentang mengubah pecahan menjadi bentuk desimal

7) Guru memberikan 2-3 soal untuk latihan dan dikerjakan

secara individu, dan ketika ada kesulitan mereka boleh

meminta bantuan para tutor untuk mengerjakan soal

tersebut.

8) Guru membahas soal latihan tersebut dan meminta para

tutor untuk mengulangi bagian yang salah dari hasil yang

dikerjakan siswa-siswa yang lain.

9) Guru memberikan soal latihan berjumlah 20 soal untuk

mengevaluasi hasil pembelajaran siswa,

10)Guru memberikan waktu untuk mengerjakan soal secara

individu.

11)Guru menyuruh tiap anggota kelompok untuk mengerjakan

soal didepan kelas dan membahas soal satu persatu

12)Guru memberikan penilaian terhadap hasil pekerjaan siswa.

13)Guru memberikan soal tes psikomotorik untuk

menggambar bangun ruang.

c. Observasi

Tahap ini merupakan tahap pelaksanaan observasi

terhadap pelaksanaan pembelajaran. Yang ditujukan untuk

mengetahui keefektifan dari metode pembelajaran tutor sebaya

54
dalam meningkatkan penguasaan materi matematika materi

pokok sifat-sifat bangun dan uraian materi bangun ruang yang

telah dilaksanakan. Pada siklus II kegiatan observasi berupa

pengamatan terhadap kemajuan berinteraksi antara para tutor

dengan anggota kelompok untuk menyelesaikan soal yang telah

diberikan, keaktifan siswa dalam bertanya dan mengerjakan

soal latihan serta keterampilan guru dalam mengajar dengan

menggunakan metode pembelajaran tutor sebaya. Untuk lebih

jelasnya lihat uraian dibawah ini:

1) Aktifitas guru, meliputi:

a) Penyampaian appersepsi

b) Penggunaan metode

c) Pemberian evaluasi

d) Pendekatan terhadap siswa

2) Aktifitas siswa, meliputi:

a) Untuk para tutor

 Penguasaan materi

 Keaktifan menjelaskan materi

 Kejelasan menjelaskan materi

 Pendekatan tutor dengan teman sebaya

3) Untuk teman sebaya

 Perhatian teman sebaya terhadap penjelasan tutor

 Keaktifan bertanya terhadap tutor

55
 Keaktifan maju kedepan kelas untuk mengerjakan

soal

 Penyerapan dan penguasaan materi

56
BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Standar Pencapaian KKM

Salah satu prinsip penelitian pada kurikulum berbasis kompetensi

adalah menggunakan acuan kriteria, yakni menggunakan kriteria tertentu

dalam menentukan kelulusan peserta didik. kriteria paling rendah untuk

menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan dinamakan Kriteria

Ketuntasan Minimal (KKM). Di setiap sekolah Kriteria Ketuntasan

Minimal (KKM) berbeda- beda. Sedangkan di MI Nuril Huda Losari

Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang tempat peneliti melakukan

penelitian, sekolah menetapkan standar pencapaian KKM kelas yaitu

dengan nilai 65 (enam puluh lima).

Dalam memberikan penilaian terhadap prestasi belajar siswa,

penelitian ini mengacu pada pencapaian target KKM siswa terhadap

jalannya pembelajaran dengan memperhatikan aspek- aspek sebagai

berikut:

a. Tuntas, apabila nilai siswa mencapai target KKM yang ditentukan yaitu

minimal mendapat nilai 65.

b. Tidak Tuntas, apabila nilai siswa tidak mencapai target KKM yang

ditentukan, yakni belum mendapat nilai minimal 65.

57
B. Pemilihan Tutor dan Teman Sebaya

Dalam pemilihan tutor, dilakukan oleh guru kelas. Hal ini dikarenakan

guru kelas lebih mengetahui tingkat kecerdasan siswa khususnya dalam

mata pelajaran matematika. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan

potensi yang dimiliki oleh para tutor. Untuk pemilihan tutor sebaya

sendiri, berdasarkan pada nilai tertinggi hasil belajar matematika siswa

semester I.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel dibawah ini:

Tabel 4.1

Tabel Hasil Belajar Matematika Semester 1

No. Nama Nilai

1. Ahmad Wildan Khairul 69

2. Ailsa Putri Kinanti 88

3. Aji Ferdiansyah 70

4. Amana Diva Kharifah 86

5. Avisa Intan Aurani 76

6. Bima Putra Pratama 74

7. Buya Ktsiron Nawal 84

8. Dila Asfina 83

9. Eka Zahra 74

10. Fathul Lubab A 72

Bersambung...

58
Sambungan....

11. Irkham Ahmad Rifai 68

12. Intan Kartika 87

13. Maulana Wildan Araf 69

14. Muhammad Khasan F 68

15. Muhammad Sadzli 75

16. Muhammad Usman 72

17. Muhammad Zakariya A L 80

18. Najwa Khairuna H 69

19. Nur Anita Kadiyaning 72

20. Salma 87

21. Sandi Asri Saputra 66

22. Silfiya Nuril Mala 68

23. Surya Setya W 70

24. Riza Diah Anisa 82

25. Vira Faizatul Azizah 82

Jumlah 1891

Rata-rata 75,64

Dari data hasil belajar matematika semester I diatas, dapat diambil

5 siswa yang mendapatkan nilai tertinggi, yakni:

1. Ailsa putri kinanti

2. Diva Kharifah

59
3. Intan Kartika

4. Muhammad Zakaria Abdul Latief

5. Salma

Sedangkan untuk pemilihan teman sebaya, pemilihan didasarkan pada

hasil belajar semester I dan kedekatan tutor dengan teman sebaya.

Tabel 4.2

Tabel Pengelompokan Tutor dan Teman Sebaya

Nama Siswa

Tutor Ailsa Putri Diva Intan Zakaria A Salma

Kinanti Kharifah Kartika Latief

Teman 1. Wildan 1. Najwa K 1. Buya K 1. Anita 1. Sandi A

Sebaya 2. Aji F 2. Bima P 2. Avisa I 2. Dila A 2. Fauzi

3. Eka Z 3. Silfiya N 3. M Usman 3. Sadzli 3. Fathul

4. Irkham A 4. Riza D 4. Maulana 4. Surya S 4. Vira F

C. Deskripsi Hasil Penelitian Pra Siklus

Pelaksanaan pra siklus dilakukan pada tanggal 16 februari 2016.

Dalam pelaksanaan pra siklus guru menyampaikan materi kepada siswa

dengan menggunakan metode ceramah dan penugasan. Penelitian ini

dilakukan untuk mengetahui adanya peningkatan prestasi belajar dari

sebelum menggunakan metode pembelajaran tutor sebaya dan sesudah

60
menggunakan metode pembelajaran tutor sebaya. Hasil tes pada

pembelajaran pra siklus ini dipaparkan dalam tabel dibawah ini:

Tabel 4.3

Tabel Hasil Tes Afektif Pra Siklus

No. Nama Aspek yang di Nilai

Tg. Jawab Mandiri Rasa Ingin Jujur

Tahu

1 Ahmad Wildan BT MT MB MT
Khairul
2 Ailsa Putri MB MT MB MB
Kinanti
3 Aji Ferdiansyah BT BT MB MT

4 Amana Diva MT MT MB MB
Kharifah
5 Avisa Intan MT MB MB MT
Aurani
6 Bima Putra BT MT MT BT
Pratama
7 Buya Katsiron MT MB MB MB
Nawal
8 Dila Asfina MB MB MB MB

9 Eka Zahra MT MT MB MB

10 Fathul Lubab A MT MT MB MB

11 Irkham Ahmad BT BT BT MT
Rifai
12 Intan Kartika MT MB MB MB

13 Maulana Wildan BT MT MT MT
Araf

Bersambung...

61
Sambungan....

14 Muhammad BT BT MT BT
Khasan F
15 Muhammad MT BT BT MT
Sadzli
16 Muhammad MT BT MT BT
Usman
17 Muhammad MT MB MB MB
Zakariya A L
18 Najwa Khairuna BT MT MT MT
H
19 Nur Anita MT MT MT MT
Kadiyaning
20 Salma MT MB MB MB

21 Sandi Asri MT BT BT MT
Saputra
22 Silfiya Nuril Mala BT MT BT MT

23 Surya Setya W BT MT MT BT

24 Riza Diah Anisa MT MB MB MB

25 Vira Faizatul MT MT MB MB
Azizah

Keterangan :

Belum Terlihat : ( BT )

Mulai Terlihat : ( MT )

Mulai Berkembang : ( MB )

Sudah Berkembang : ( SB )

62
Dari data diatas, dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu sebagai

berikut:

1. Dalam aspek tanggungjawab, kebanyakan siswa sudah menunjukkan

mulai terlihat (56%)

2. Dalam aspek Kemandirian, kebanyakan siswa sudah menunjukkan

mulai terlihat (48%) dan mulai berkembang (28%)

3. Dalam aspek rasa ingin tahu, kebanyakan siswa sudah menunjukkan

mulai berkembang (56%)

4. Dalam aspek kejujuran, kebanyakan siswa sudah menunjukkan mulai

berkembang (44%)

Tabel 4.4

Tabel Hasil Tes Psikomotorik Pra SIKLUS

No. Nama Aspek yang di Nilai

Ketrampilan Kecepatan Ketepatan Keserasian

1 Ahmad Wildan B B B B
Khairul
2 Ailsa Putri B B A A
Kinanti
3 Aji Ferdiansyah C B B B

4 Amana Diva B B B A
Kharifah
5 Avisa Intan B C A A
Aurani
6 Bima Putra B B B B
Pratama
7 Buya Katsiron B B A A
Nawal
Bersambung...

63
Sambungan....

8 Dila Asfina B B B A

9 Eka Zahra B B A B

10 Fathul Lubab A C B B C

11 Irkham Ahmad C B B C
Rifai
12 Intan Kartika A B A A

13 Maulana Wildan B B B B
Araf
14 Muhammad C B D C
Khasan F
15 Muhammad B B B B
Sadzli
16 Muhammad C B B A
Usman
17 Muhammad B B A A
Zakariya A L
18 Najwa Khairuna C C D B
H
19 Nur Anita B B B B
Kadiyaning
20 Salma A B A A

21 Sandi Asri C B C A
Saputra
22 Silfiya Nuril Mala C B B B

23 Surya Setya W B B B B

24 Riza Diah Anisa B B B A

25 Vira Faizatul B B B A
Azizah

64
Keterangan :

1. Ketrampilan = Ketrampilan menggunakan alat tulis/gambar

2. Kecepatan = Kecepatan menggambar bangun datar

3. Ketepatan = Ketepatan penempatan simbol

4. Keserasian = Keserasian bentuk sesuai ukuran yang telah

ditentukan

Dari tabel diatas, dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu sebagai

berikut:

1. Dalam aspek ketrampilan, siswa sudah menunjukkan kriteria baik

(60%)

2. Dalam aspek kecepatan, siswa sudah menunjukkan kriteria baik

(92%)

3. Dalam aspek ketepatan, siswa sudah menunjukkan kriteria baik

(60%)

4. Dalam aspek keserasian, siswa sudah menunjukkan kriteria sangat

baik (48%)

Tabel 4.5

Tabel Hasil Tes Kognitif Pra Siklus

No. Nama Nilai KKM


Individu Nasional
1 Ahmad Wildan Khairul 65  -
2 Ailsa Putri Kinanti 95  
3 Aji Ferdiansyah 55 - -
4 Amana Diva Kharifah 100  
5 Avisa Intan Aurani 50 - -
Bersambung...

65
Sambungan....

6 Bima Putra Pratama 55 - -


7 Buya Ktsiron Nawal 85  
8 Dila Asfina 75  
9 Eka Zahra 50 - -
10 Fathul Lubab A 75  
11 Irkham Ahmad Rifai 45 - -
12 Intan Kartika 95  
13 Maulana Wildan Araf 70  -
14 Muhammad Khasan F 35 - -
15 Muhammad Sadzli 65 - -
16 Muhammad Usman 45 - -
17 Muhammad Zakariya A L 90  
18 Najwa Khairuna H 30 - -
19 Nur Anita Kadiyaning 55 - -
20 Salma 90  
21 Sandi Asri Saputra 45 - -
22 Silfiya Nuril Mala 45 - -
23 Surya Setya W 70  -
24 Riza Diah Anisa 75  
25 Vira Faizatul Azizah 55 - -
Jumlah 1615
Rata-rata 64,6

Keterangan:

1. KKM individu yaitu 65

 : tuntas KKM sebanyak 12 siswa atau 48%

- : tidak tuntas KKM sebanyak 13 siswa atau 52%

2. KKM nasional yaitu 75

 : tuntas KKM sebanyak 9 siswa atau 36%

- : tidak tuntas KKM sebanyak 16 siswa atau 64%

66
Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa siswa yang

tuntas dalam KKM Individu sebanyak 12 siswa atau 48% dan yang tidak

tuntas sebanyak 13 siswa atau 52%. Sedangkan yang tuntas dalam KKM

Nasional sebanyak 9 siswa atau 32% dan yang tidak tuntas sebanyak 16

siswa atau 64%. Dari jumlah siswa yang ada di kelas V MI Nuril Huda

Losari Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang. Nilai rata- rata

kelasnya adalah 64,6. Hal tersebut disebabkan karena antusias siswa dalam

mendengarkan materi yang disampaikan oleh guru bisa dibilang rendah.

Hal ini dikarenakan metode yang digunakan guru cenderung monoton,

yakni hanya dengan metode ceramah dan penugasan. Penggunaan metode

ceramah dan penugasan yang sering dilakukan, berakibat kurangnya

antusias siswa dalam pembelajaran, karena metode tersebut sangat

membosankan. Selain itu, pada pra siklus ini, yang dilaksanakan pada hari

kedua setelah libur semester para siswa masih terlihat lesu menerima

pembelajatran. Hal ini dikarenakan efek liburan panjang yang libur

semester.

Dari data dan uraian pembelajaran pra siklus diatas dapat diambil

kesimpulan sebagai berikut:

a. Siswa merasa bosan karena guru menyampaikan materi secara

monoton tidak bervariasi sehingga perhatian siswa terhadap guru

kurang

67
b. Siswa masih cenderung pasif, ramai sendiri, tidak memperhatikan

gurunya sehingga siswa tidak bisa menguasai pembelajaran dengan

baik.

c. Hasil tes siswa masih banyak yang belum mencapai KKM yang

ditentukan madrasah karena siswa belum menguasai materi

pembelajaran.

d. Namun secara garis besar pra siklus berjalan dengan baik dan

kondusif, walaupun prestasi belajar siswa belum mencapai standar

nilai yang ditentukan. Hal ini harus dijadikan suatu acuan yang harus

dibenahi dalam pelaksanaan siklus I

Tabel 4.6

Tabel Pengamatan Kinerja Guru Pra Siklus

Skala Partisipasi
No Kegiatan yang diamati
A B C D

1. Penyampaian appersepsi √

2. Pendekatan terhadap siswa √

3. Penyampaian materi ajar √

4. Penggunaan metode √

5. Pemberian evaluasi √

Jumlah 6 6

Total 12

Kategori Baik

68
Dari data tersebut, dapat diketahui bahwa untuk total poin yang

terkumpul dalam lembar pengamatan guru adalah 12. Dengan poin 12

ini, kinerja guru dalam mengajar dapat dikategorikan baik.

D. Deskripsi hasil penelitian per siklus

1. Diskripsi siklus I

Pada siklus I mencari data menggunakan tes formatif dan

lembar observasi. Dari instrument tersebut diperoleh data tentang nilai

siswa MI Nuril Huda Losari Kecamatan Sumowono Kabupaten

Semarang sebagai berikut:

Tabel 4.7

Tabel Hasil Tes Afektif Siklus I

No. Nama Aspek yang di Nilai

Tg. Jawab Mandiri Rasa Ingin Jujur

Tahu

1 Ahmad Wildan BT MT MB MT
Khairul
2 Ailsa Putri MB MT MB MB
Kinanti
3 Aji Ferdiansyah BT BT MB MT

4 Amana Diva MT MT MB MB
Kharifah
5 Avisa Intan MT MB MB MT
Aurani
6 Bima Putra BT MT MT BT
Pratama
Bersambung...

69
Sambungan...

7 Buya Katsiron MT MB MB MB
Nawal
8 Dila Asfina MB MB MB MB

9 Eka Zahra MT MT MB MB

10 Fathul Lubab A MT MT MB MB

11 Irkham Ahmad BT BT BT MT
Rifai
12 Intan Kartika MT MB MB MB

13 Maulana Wildan BT MT MT MT
Araf
14 Muhammad BT BT MT BT
Khasan F
15 Muhammad MT BT BT MT
Sadzli
16 Muhammad MT BT MT BT
Usman
17 Muhammad MT MB MB MB
Zakariya A L
18 Najwa Khairuna BT MT MT MT
H
19 Nur Anita MT MT MT MT
Kadiyaning
20 Salma MT MB MB MB

21 Sandi Asri MT BT BT MT
Saputra
22 Silfiya Nuril Mala BT MT BT MT

23 Surya Setya W BT MT MT BT

24 Riza Diah Anisa MT MB MB MB

25 Vira Faizatul MT MT MB MB
Azizah

70
Keterangan :

Belum Terlihat : ( BT )

Mulai Terlihat : ( MT )

Mulai Berkembang : ( MB )

Sudah Berkembang: ( SB )

Dari data diatas, dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu sebagai

berikut:

1. Dalam aspek tanggungjawab, kebanyakan siswa sudah menunjukkan

mulai terlihat (56%)

2. Dalam aspek Kemandirian, kebanyakan siswa sudah menunjukkan

mulai terlihat (48%) dan mulai berkembang (28%)

3. Dalam aspek rasa ingin tahu, kebanyakan siswa sudah menunjukkan

mulai berkembang (56%)

4. Dalam aspek kejujuran, kebanyakan siswa sudah menunjukkan

mulai berkembang (44%)

Tabel 4.8

Tabel Hasil Tes Psikomotorik Siklus I

No. Nama Aspek yang di Nilai

Ketrampilan Kecepatan Ketepatan Keserasian

1 Ahmad Wildan B A B A
Khairul
Bersambung...

71
Sambungan....

2 Ailsa Putri A B A A
Kinanti
3 Aji Ferdiansyah B B B A

4 Amana Diva B B A A
Kharifah
5 Avisa Intan B B A A
Aurani
6 Bima Putra B B B A
Pratama
7 Buya Katsiron A B A A
Nawal
8 Dila Asfina A B A A

9 Eka Zahra B B A A

10 Fathul Lubab A C B B A

11 Irkham Ahmad C B B A
Rifai
12 Intan Kartika A A A A

13 Maulana Wildan B B B A
Araf
14 Muhammad C B B A
Khasan F
15 Muhammad B B B A
Sadzli
16 Muhammad B B B A
Usman
17 Muhammad B B A A
Zakariya A L
18 Najwa Khairuna B C D B
H
19 Nur Anita B B B A
Kadiyaning
20 Salma A B A A

Bersambung...

72
Sambungan....

21 Sandi Asri C B C A
Saputra
22 Silfiya Nuril Mala C B B A

23 Surya Setya W B B B A

24 Riza Diah Anisa B B A A

25 Vira Faizatul B B A A
Azizah

Keterangan :

1. Ketrampilan = Ketrampilan menggunakan alat tulis/gambar

2. Kecepatan = Kecepatan menggambar bangun datar

3. Ketepatan = Ketepatan penempatan simbol

4. Keserasian = Keserasian bentuk sesuai ukuran yang telah

ditentukan

Dari tabel diatas, dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu sebagai

berikut:

1. Dalam aspek ketrampilan, siswa sudah menunjukkan kriteria baik

(56%)

2. Dalam aspek kecepatan, siswa sudah menunjukkan kriteria baik

(88%)

3. Dalam aspek ketepatan, siswa sudah menunjukkan kriteria baik

(48%) dan sangat baik (44%)

4. Dalam aspek keserasian, siswa sudah menunjukkan kriteria sangat

baik (96%)

73
Tabel 4.9

Tabel Hasil Tes Kognitif Siklus I

No. Nama Nilai KKM


Individu Nasional
1 Ahmad Wildan Khairul 70  -
2 Ailsa Putri Kinanti 100  
3 Aji Ferdiansyah 60 - -
4 Amana Diva Kharifah 100  
5 Avisa Intan Aurani 75  
6 Bima Putra Pratama 85  
7 Buya Ktsiron Nawal 90  
8 Dila Asfina 75  
9 Eka Zahra 70  -
10 Fathul Lubab A 80  
11 Irkham Ahmad Rifai 55 - -
12 Intan Kartika 100  
13 Maulana Wildan Araf 75  
14 Muhammad Khasan F 50 - -
15 Muhammad Sadzli 70  -
16 Muhammad Usman 60 - -
17 Muhammad Zakariya A 100  
L
18 Najwa Khairuna H 45 - -
19 Nur Anita Kadiyaning 60 - -
20 Salma 100  
21 Sandi Asri Saputra 55 - -
22 Silfiya Nuril Mala 55 - -
23 Surya Setya W 75  
24 Riza Diah Anisa 80  
25 Vira Faizatul Azizah 60 - -
Jumlah 1845
Rata-rata 73,8

74
Keterangan:

1. KKM individu yaitu 65

 : tuntas KKM sebanyak 16 siswa atau 64%

- : tidak tuntas KKM sebanyak 9 siswa atau 36%

2. KKM nasional yaitu 75

 : tuntas KKM sebanyak 13 siswa atau 52%

- : tidak tuntas KKM sebanyak 12 siswa atau 48%

Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa siswa yang

tuntas dalam KKM sebanyak 16 siswa atau 52% dan yang tidak tuntas

sebanyak 9 siswa atau 36%. Sedangkan KKM nasional yang tuntas

sebanyak 13 siswa atau 52%, dan yang tidak tuntas sebanyak 12 siswa

atau 48%. Nilai rata- rata kelasnya adalah 73,8. Hal tersebut terjadi

karena kegiatan pembelajaran yang menggunakan metode

pembelajaran tutor sebaya dan para siswa yang sudah mulai terbiasa

dengan metode yang diterapkan. Mereka mulai terbiasa memakai

metode pembelajaran tutor sebaya. Dari pihak tutor, mereka memang

masih canggung dan belum terlalu percaya diri dalam mengajar teman-

teman sekelompoknya. Sedangkan dari pihak anggota kelompok,

masih terlihat mereka belum dapat menerima pembelajaran yang

berasal dari teman sebayanya. Mereka terlihat belum nyaman dan

masih malu bertanya tentang bagian-bagian yang mereka belum

pahami. Meskipun demikian, dalam siklus ini sudah terjadi

75
peningkatan prestasi belajar dibandingkan dengan pra siklus. Dari data

dan uraian diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

a. Siswa belum sepenuhnya fokus mengikuti pembelajaran karena

masih canggung menerapkan metode pembelajaran tutor sebaya.

Para tutor belum terlihat aktif sehingg belum menjangkau seluruh

anggota kelompok. Sedangkan anggota kelompok masih malu

ketika mereka ingin bertanya tentang bagian-bagian yang belum

mereka pahami. Hal ini lah yang menjadi faktor penghambat

pelaksanaan metode pembelajaran tutor sebaya padfa siklus I.

b. Penggunaan metode tutor sebaya masih belum terlihat efektif

dikarenakan kurangnya komunikasi dan koordinasi antara para

tutor dengan anggota kelompok. Selain itu, tugas para tutor masih

belum terlihat efektif, sehingga masih perlu adanya peningkatan

kinerja para tutor pada siklus selanjutnya.

c. Ada beberapa siswa yang belum mendapatkan nilai sesuai dengan

KKM yang telah ditentukan.

Secara garis besar siklus I berjalan dengan lancar, walaupun

dalam mengikuti pembelajaran menggunakan metode pembelajaran

tutor sebaya masih ada beberapa kekurangan yang masih perlu

diperbaiki pada siklus-siklus berikutnya. Namun begitu, penggunaan

metode ini sudah menunjukkan perubahan yang jelas dilihat dari hasil

belajar siswa yang sudah mulai nampak adanya peningkatan. meskipun

76
ada beberapa siswa yang belum memenuhi target KKM. Hal ini akan

menjadi acuan peneliti untuk memenuhi siklus II.

Tabel 4.10

Tabel Pengamatan Kinerja Guru Siklus I

No Kegiatan yang diamati


Skala Partisipasi

A B C D
1. Penyampaian appersepsi

2. Pendekatan terhadap siswa

3.
Penyampaian materi ajar √
4. Penggunaan metode

5. Pemberian evaluasi

Jumlah
4 9 2
Total
15
Kategori
Baik
Dari data tersebut, dapat diketahui bahwa untuk total poin yang

terkumpul dalam lembar pengamatan guru adalah 15. Dengan poin 15

ini, kinerja guru dalam mengajar dapat dikategorikan baik.

2. Diskripsi siklus II

Hasil tes siswa pada pembelajaran siklus II dipaparkan dalam

tabel dibawah ini :

77
Tabel 4.11

Tabel Hasil Tes Afektif Siklus II

No. Nama Aspek yang di Nilai

Tg. Jawab Mandiri Rasa Ingin Jujur

Tahu

1 Ahmad Wildan SB MB SB MB
Khairul
2 Ailsa Putri MB MB SB SB
Kinanti
3 Aji Ferdiansyah MT MB MB MB

4 Amana Diva MT MB SB SB
Kharifah
5 Avisa Intan SB SB SB MB
Aurani
6 Bima Putra MT MB MB MB
Pratama
7 Buya Katsiron MB SB SB SB
Nawal
8 Dila Asfina MB MB SB SB

9 Eka Zahra MT MB SB SB

10 Fathul Lubab A MB MB MB MB

11 Irkham Ahmad MB BT MB MB
Rifai
12 Intan Kartika MB MB SB SB

13 Maulana Wildan MB MT SB MB
Araf
14 Muhammad MB MT MB MB
Khasan F
15 Muhammad MB MB MB MB
Sadzli
Bersambung...

78
Sambungan....

16 Muhammad MT MT MT MB
Usman
17 Muhammad SB SB SB SB
Zakariya A L
18 Najwa Khairuna BT MB MB MB
H
19 Nur Anita MB MB MB SB
Kadiyaning
20 Salma SB SB SB SB

21 Sandi Asri MB MT MT MB
Saputra
22 Silfiya Nuril Mala MT MT MB MT

23 Surya Setya W MB MT MB MT

24 Riza Diah Anisa MT MB SB SB

25 Vira Faizatul MB MB MB MB
Azizah

Keterangan :

Belum Terlihat : ( BT )

Mulai Terlihat : ( MT )

Mulai Berkembang : ( MB )

Sudah Berkembang: ( SB )

79
Dari data tersebut, dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu sebagai

berikut:

1. Dalam aspek tanggungjawab, kebanyakan siswa sudah menunjukkan

mulai berkembang (52%)

2. Dalam aspek Kemandirian, kebanyakan siswa sudah menunjukkan

mulai berkembang (56%)

3. Dalam aspek rasa ingin tahu, kebanyakan siswa sudah menunjukkan

sudah berkembang (48%)

4. Dalam aspek kejujuran, kebanyakan siswa sudah menunjukkan

mulai berkembang (50%)

Tabel 4.12

Tabel Hasil Tes Psikomotorik Siklus II

No. Nama Aspek yang di Nilai

Ketrampilan Kecepatan Ketepatan Keserasian

1 Ahmad Wildan B A A A
Khairul

2 Ailsa Putri A B A A
Kinanti
3 Aji Ferdiansyah B A B A

4 Amana Diva A B A A
Kharifah
5 Avisa Intan A B A A
Aurani
6 Bima Putra B B B B
Pratama
Bersambung...

80
Sambungan....

7 Buya Katsiron A A A A
Nawal
8 Dila Asfina A B A B

9 Eka Zahra B B B A

10 Fathul Lubab A B A A A

11 Irkham Ahmad B B B A
Rifai
12 Intan Kartika A A A A

13 Maulana Wildan B B A A
Araf
14 Muhammad B B C A
Khasan F
15 Muhammad B B B A
Sadzli
16 Muhammad B B B B
Usman
17 Muhammad A A A A
Zakariya A L
18 Najwa Khairuna B B B B
H
19 Nur Anita B B B A
Kadiyaning
20 Salma A B A A

21 Sandi Asri B B B A
Saputra
22 Silfiya Nuril Mala B B B B

23 Surya Setya W B B B A

24 Riza Diah Anisa A B A A

25 Vira Faizatul A A A A
Azizah

81
Keterangan :

2 Ketrampilan = Ketrampilan menggunakan alat tulis/gambar

3 Kecepatan = Kecepatan menggambar bangun datar

4 Ketepatan = Ketepatan penempatan simbol

5 Keserasian = Keserasian bentuk sesuai ukuran yang telah

ditentukan

Dari data tersebut, dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu

sebagai berikut:

1. Dalam aspek ketrampilan, siswa sudah menunjukkan kriteria baik

(60%) dan sangat baik (40%)

2. Dalam aspek kecepatan, siswa sudah menunjukkan kriteria baik

(72%)

3. Dalam aspek ketepatan, siswa sudah menunjukkan kriteria sangat

baik (52%)

4. Dalam aspek keserasian, siswa sudah menunjukkan kriteria sangat

baik (80%)

Tabel 4.13

Tabel Hasil Tes Kognitif Siklus II

No. Nama Nilai KKM


Individu Nasional
1 Ahmad Wildan Khairul 85  
2 Ailsa Putri Kinanti 100  
3 Aji Ferdiansyah 75  
4 Amana Diva Kharifah 100  
5 Avisa Intan Aurani 80  
Bersambung...

82
Sambungan....

6 Bima Putra Pratama 75  


7 Buya Katsiron Nawal 100  
8 Dila Asfina 75  
9 Eka Zahra 75  
10 Fathul Lubab A 80  
11 Irkham Ahmad Rifai 65  -
12 Intan Kartika 100  
13 Maulana Wildan Araf 80  
14 Muhammad Khasan F 60 - -
15 Muhammad Sadzli 75  -
16 Muhammad Usman 70  -
17 Muhammad Zakariya A 100  
L
18 Najwa Khairuna H 55 - -
19 Nur Anita Kadiyaning 70  -
20 Salma 100  
21 Sandi Asri Saputra 60 - -
22 Silfiya Nuril Mala 65  -
23 Surya Setya W 75  
24 Riza Diah Anisa 85  
25 Vira Faizatul Azizah 70  -
Jumlah 1975
Rata-rata 79

Keterangan:

1. KKM individu yaitu 65

 : tuntas KKM sebanyak 22 siswa atau 88%

- : tidak tuntas KKM sebanyak 3 siswa atau 12%

2. KKM nasional yaitu75

 : tuntas KKM sebanyak 16 siswa atau 64%

- : tidak tuntas KKM sebanyak 9 siswa atau 36%

83
Pada siklus II ini siswa sudah mulai mengerti peran mereka

masing-masing dibandingkan siklus sebelumnya. Hal ini dikarenakan

guru telah menjelaskan kembali mengenai mekanisme atau cara

pembelajaran menggunakan metode pembelajaran tutor sebaya dengan

detail dan jelas, sehingga siswa memahami alur pembelajaran

menggunakan metode tersebut. Selain itu, para tutor telah

mendapatkan evaluasi sehari sebelum pembelajaran tentang bagaimana

mereka seharusnya bertindak. Dari data diatas bahwa siswa yang

tuntas dalam KKM individu sebanyak 22 siswa atau 88% dan yang

tidak tuntas sebanyak 3 siswa atau 12%. Sedangkan KKM nasional

siswa yang tuntas sebanyak 16 siswa atau 64% dan yang tidak tuntas

sebanyak 9 siswa atau 36%. Dari jumlah siswa yang ada dikelas V MI

Nuril Huda Losari Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang. Nilai

rata- ratanya adalah 79. Jadi ada peningkatan prestasi belajar siswa

yang signifikan dari siklus I ke siklus II.

Dari data dan uraian tersebut maka dapat disimpulkan

pembelajaran pada siklus II yang diantaranya adalah sebagai berikut:

a. Siswa sudah mengerti tentang tugas mereka masing-masing pada

metode pembelajaran tutor sebaya. Para tutor lebih berani

menguasai kelompok, karena mereka telah mendapat pengarahan

dari guru sehari sebelumnya. Mereka lebih percaya diri dan peduli

terhadap anggota kelompoknya.

84
b. Siswa yang menjadi anggota kelompok lebih berani dalam

bertanya, sehingga komunikasi antara tutor dan anggota

kelompok lebih berjalan lancar. Hal ini berpengaruh ketika

mereka belum mengerti tentang materi, sehingga mereka berani

bertanya kepada tutor untuk lebih meningkatkan pemahaman

mereka tentang materi terkait.

c. Sudah lebih banyak siswa yang mendapat nilai mencapai target

KKM dibandingkan dengan siswa yang belum mencapai KKM

individu.

d. Adanya peningkatan signifikan ketercapaian KKM nasional dari

siklus I ke siklus II. Selain itu rata-rata hasil belajar mereka juga

meningkat sampai 79.

e. Dalam pembelajaran siswa sudah mulai terbiasa menggunakan

metode pembelajaran tutor sebaya karena sudah ada pengalaman

dari siklus I dan adanya evaluasi dari guru terhadap tugas tutor

sehari sebelum pembelajaran dilaksanakan.

Dalam siklus II sudah ada peningkatan dari siklus sebelumnya.

Dalam pelaksanaan siklus II sudah berjalan baik. Pada siklus II ini,

peneliti telah berhasil dalam meningkatkan prestasi belajar matematika

materi pokok sifat-sifat bangun melalui metode tutor sebaya kelas V

MI Nuril Huda Losari Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang

tahun ajaran 2015/2016.

85
Tabel 4.14

Tabel Pengamatan Kinerja Guru Siklus II

No Kegiatan yang diamati


Skala Partisipasi

A B C D
1. Penyampaian appersepsi

2. Pendekatan terhadap siswa

3.
Penyampaian materi ajar √
4. Penggunaan metode

5. Pemberian evaluasi

Jumlah
12 6
Total
18
Kategori
Baik sekali
Dari data tersebut, dapat diketahui bahwa untuk total poin yang

terkumpul dalam lembar pengamatan guru adalah 18 atau naik 3 poin

dari siklus I. Dengan poin 18 ini, kinerja guru dalam mengajar dapat

dikategorikan baik sekali.

E. Pembahasan

1. Hasil rekapitulasi

a. Hasil rekapitulasi prestasi belajar Matematika materi pokok sifat-

sifat bangun melalui metode tutor sebaya pada pra siklus, siklus I,

dan siklus II adalah sebagai berikut:

86
Table 4.15

Hasil Rekapitulasi Nilai Afektif Siswa Per Siklus

Siklus Aspek yang dinilai

Tanggung Mandiri Rasa Ingin Jujur

Jawab Tahu

Pra Mulai Mulai Mulai Mulai

Siklus Terlihat Terlihat Berkembang Berkembang

(56%) (48%) (56%) (44%)

Siklus I Mulai Mulai Mulai Mulai

Terlihat Terlihat Berkembang Berkembang

(56%) (48%) (48%) (48%)

Siklus Mulai Mulai Sudah Mulai

II Berkembang Berkembang Berkembang Berkembang

(56%) (56%) (48%) (50%)

87
Table 4.16

Hasil Rekapitulasi Nilai Psikomotorik Siswa Per Siklus

Siklus Aspek yang dinilai

Ketrampilan Kecepatan Ketepatan Keserasian

Pra Siklus Baik (60%) Baik (92%) Baik (60%) Sangat Baik

(48%)

Siklus I Baik (56%) Baik (88%) Sangat Baik Sangat Baik

(48%) (96%)

Siklus II Baik (66%) Baik (72%) Sangat Baik Sangat Baik

Sangat Baik Sangat Baik (52%) (80%)

(40%) (28%)

Table 4.17

Hasil Rekapitulasi Nilai Kognitif Siswa Per Siklus

Siklus
NO Nama Prasiklus
II II
1. Ahmad Wildan Khairul 65 70 85
2. Ailsa Putri Kinanti 95 100 100
3. Aji Ferdiansyah 55 60 75
4. Amana Diva Kharifah 100 100 100
5. Avisa Intan Aurani 50 75 80
6. Bima Putra Pratama 55 85 75
Bersambung...

88
Sambungan....

7. Buya Ktsiron Nawal 85 90 100


8. Dila Asfina 75 75 75
9. Eka Zahra 50 70 75
10. Fathul Lubab A 75 80 80
11. Irkham Ahmad Rifai 45 55 65
12. Intan Kartika 95 100 100
13. Maulana Wildan Araf 70 75 80
14. Muhammad Khasan F 35 50 60
15. Muhammad Sadzli 65 70 75
16. Muhammad Usman 45 60 70
17. Muhammad Zakariya A 90 100 100
L
18. Najwa Khairuna H 30 45 55
19. Nur Anita Kadiyaning 55 60 70
20. Salma 90 100 100
21. Sandi Asri Saputra 45 55 60
22. Silfiya Nuril Mala 45 55 65
23. Surya Setya W 70 75 75
24. Riza Diah Anisa 75 80 85
25. Vira Faizatul Azizah 55 60 70
Jumlah 1615 1845 1975
Rata-rata 64,6 73,8 79

89
b. Hasil rekapitulasi prestasi ketuntasan belajar siswa pra siklus,

siklusI, siklus II, dan siklus III KKM Individu.

Tabel 4.18

Hasil Rekapitulasi Prestasi Ketuntasan Belajar Siswa

Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II

KKM Individual/ Kelas

Pelaksanaa Pra
Siklus I Siklus II
siklus
Ketuntasan
12 siswa 16 siswa 22siswa
Tuntas
atau 48% atau 64% atau 88%
13 siswa 9 siswa 3 siswa
Tidak tuntas
atau 52% atau 36% atau 12%

c. Hasil rekapitulasi prestasi ketuntasan belajar siswa pra siklus,

siklus I dan siklus II KKM Nasional

Tabel 4.19

Hasil Rekapitulasi Prestasi Ketuntasan Belajar Siswa Pra Siklus,

Siklus I, Siklus II, Dan Siklus III KKM Nasional/ Ideal

Pelaksanaa Pra
Siklus I Siklus II
siklus
Ketuntasan
13 siswa
9 siswa 16 siswa
Tuntas atau 52
atau 36% atau 64%
%
Tidak tuntas 16 siswa 12 siswa 9 siswa
atau 64% atau 48% atau36%

90
d. Hasil rekapitulasi lembar pengamatan terhadap kinerja guru

Tabel 4.20

Tabel Rekapitulasi Hasil Pengamatan Kinerja Guru

Siklus Total Poin Kinerja Kategori Kinerja

Guru Guru

Pra Siklus 12 Poin Baik

Siklus I 15 Poin Baik

Siklus II 18 Poin Baik Sekali

91
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kesimpulan dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul

“Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Melalui Metode Tutor Sebaya pada

Siswa Kelas V di MI Nuril Huda Losari Kecamatan Sumowono Kabupaten

Semarang Tahun Ajaran 2015/2016” adalah sebagai berikut:

Penggunaan metode pembelajaran tutor sebaya dapat meningkatkan

prestasi belajar Matematika melalui metode tutor sebaya pada siswa kelas

V di MI Nuril Huda Losari Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang

tahun ajaran 2015/2016. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai, dari pra

siklus 64,6. Pada siklus I rata-rata nilai yaitu 73,8, artinya Naik 9,2 dari

pra siklus. Sedangkan pada siklus II mengalami kenaikan 5,2 dari siklus I

menjadi 79. Jadi terjadi peningkatan di setiap siklus, baik dari banyaknya

siswa yang tuntas mencapai KKM yang telah ditentukan ataupun

jumlahnya nilai rata- rata kelas.

B. Saran

1. Bagi siswa

a. Siswa hendaknya lebih serius dan lebih aktif dalam belajar untuk

meningkatkan prestasi belajarnya.

b. Siswa hendaknya bekerja keras dalam belajar, baik dalam ruang kelas

maupun ketika berada di luar kelas

92
c. Siswa hendaknya berusaha meningkatkan belajar agar dalam

penguasaan materi bisa maksimal

2. Bagi Guru

a. Guru perlu mencari solusi terhadap permasalahan yang di hadapi saat

pembelajaran, salah satunya dengan memilih metode yang tepat

sehingga siswa bisa mengikuti pembelajaran dengan aktif dan hasil

optimal dan melengkapi fasilitas penunjang pembelajaran.

b. Penggunaan metode pembelajaran tutor sebaya telah terbukti

meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran Matematika materi sifat-

sifat bangun pada siswa kelas V di MI Nuril Huda Losari Kecamatan

Sumowono Kabupaten Semarang Tahun 2016 sehingga perlu

dikembangkan penggunaan metode tersebut.

3. Bagi Sekolah

a. Hendaknya pihak sekolah selalu memberi motivasi kepada guru agar

selalu aktif dan kreatif meningkatkan kualitas pembelajaran

b. Pihak sekolah hendaknya memfasilitasi pembelajaran dengan fasilitas

yang memadai untuk lebih meningkatkan presasi belajar siswa

c. Pihak sekolah hendaknya mendorong guru agar berinisiatif mencoba

metode-metode pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar, untuk

menemukan metode yang tepat.

93
DAFTAR PUSTAKA

Amiruddin. 2011. Implementasi Metode Tutor Sebaya Dalam Meningkatkan


Prestasi Belajar Siswa Pada Pelajaran IPS Terpadu Kelas VII A di Mts Al
Maarif Singasari Malang, (Online). (http://Iib.UINMalang.Ac.Id/. Diakses
7 Januari 2016)
Arikunto, Suharsimi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Asmani, Jamal Makmur. 2009. 7 Tips Aplikasi Paikem. Yogyakarta: DIVA Press.

Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia.


Jakarta: Pusat Bahasa.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2011. Psikologi Belajar. Jakarta: PT Rineka
Cipta.
Hamaliki, Oemar. 2003. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan
Pendekatan Sistem. Jakarta: Bumi Aksara.
Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.

Muhammad. 20011. Metode Tutor Sebaya. Jakarta: Pedoman Ilmu.

Muslich, Mansur. 2007. Ktsp Pembelajaran Berbasis Kompetensi Dan


Konstektual Panduan Bagi Guru, Kepala Sekolah, Dan Pengawas
Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.
Sabbaruddin. 2009. Peranan Metode Tutor Sebaya Dalam Meningkatkan Hasil
Belajar. Makassar: UPP PGSD.
Samsu Sumadayo. 2013. Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Silbermen. L. Melvin. 101 Strategi Pembelajaran Aktif. Terjemahan oleh


Sarjuli, Ammar Adzfar, Sutrisno, dkk. Yogyakarta: Pustaka Insan
Madani.
Siroj, Nuruddin. 2009. Bahan Ajaran Manajemen Pendidikan. Cirebon:
UNSWAGATI.
Slameto. 2003. Belajar dan Faktir-Faktor yang Mempengaruhinya.
Jakarta PT. Rineka Cipta.

94
Sunaryo. 2007. Matematika 5. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen
Pendidikan Nasional.
Suwarno, Wiji. 2006. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Yogyajarta: Ar-
Ruzz.
Suyono dan Hariyanto. 2014. Belajar dan Teori Pembelajaran: Teori dan Konsep
Dasar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Syah, Muhibbin. 2009. Psikologi Belajar. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.

Syah, Muhibbin. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Raja Grasindo Persada.

TIM MGMP AQIDAH AKHLAK. 20012. AQIDAH AKHLAK: Untuk Siswa Mts
Kelas VIII Semester I dan II. Semarang: Lancar Ilmu.
Wiriadmaja, Rochiati. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
http://kbbi.web.id/matematika

http://kbbi.web.id/tutor

95
Lampiran 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

PRA SIKLUS

Satuan pendidikan : MI Nuril Huda Losari

Mata Pelajaran : Matematika

Kelas/Semester : V/II

Materi pokok : Sifat-Sifat Bangun

Uraian Materi : Bangun Datar

Alokasi Waktu : 2 X 35 Menit

Standar Kompetensi : Memahami Sifat-Sifat Bangun dan Hubungan Antar

Bangun

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi Sifat-Sifat Bangun

Indikator : 1.Mengidentifikasi Sifat-Sifat bangun Segitiga, Persegi,

dan Persegi Panjang

2.Menggambar Bangun Segitiga, Persegi, dan Persegi

Panjang

96
A. Tujuan Pembelajaran

1. Siswa dapat menyebutkan sifat-sifat bangun segitiga

2. Siswa dapat menggambar bangun segitiga

3. Siswa dapat menyebutkan sifat-sifat bangun persegi

4. Siswa dapat menggambar bangun persegi

5. Siswa dapat menyebutkan sifat-sifat bangun persegi panjang

6. Siswa dapat menggambar bangun persegi panjang

B. Karakter siswa yang diharapkan

1. Kerja keras

2. Tanggungjawab

3. Mandiri

4. Jujur

C. Materi ( Bangun Datar = Segitiga, Persegi, dan Persegi Panjang)

D. Metode Pembelajaran

1. Ceramah

2. Tanyajawab

3. Penugasan

E. Langkah-langkah Pembelajaran

1. Kegiatan awal

a. guru mengkondisikan kelas agar tenang

b. guru mengucapkan salam dan menanyakan kabar siswa

c. guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa

d. guru mengabsen siswa

97
e. guru menginformasikan tujuan pembelajaran untuk hari ini

f. appersepsi (tanyajawab)

2. Kegiatan Inti

a. eksplorasi

1) guru meminta siswa menyimak penjelasan guru tentang materi

2) guru memberikan beberapa contoh soal dan cara penyelesaiannya

3) guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya

b. elaborasi

1) guru memberi soal latihan

2) guru memberi waktu siswa untuk mengerjakan soal

3) siswa menukar jawaban kepada teman lain untuk mencocokkan

jawaban

4) siswa maju kedepan untuk mengerjakan soal didepan kelas

c. konfirmasi

1) guru membahas hasil pekerjaan siswa

2) guru memberi kesempatan siswa bertanya

3) guru menjawab pertanyaan siswa dan memberi penguatan materi

4) guru memberikan penilaian

3. Kegiatan penutup

a) guru menginformasikan materi yang akan datang

b) guru mengakhiri pembelajaran dengan bacaan hamdalah

c) guru mengacapkan salam

F. Materi, Alat dan Sumber Belajar

98
1. Buku paket Matematika kelas V SD/MI

2. Buku LKS Matematika kelas V SD/MI

G. Penilaian

1. Prosedur tes

a. tes afektif : ada

b. tes psikomotorik : ada

c. tes kognitig : ada

2. Jenis tes

a. tes afektif : pengamatan

b. tes psikomotorik : pengamatan dan tertulis

c. tes kognitif : tes tertulis

3. Instrumen tes

a. tes afektif : tabel pengamatan

b. tes psikomotorik : tabel pengamatan + soal

c. tes kognitif : soal-soal

Soal-soal tes kognitif:

Ayo, isilah kolom kosong dibawah ini dengan jawaban yang benar !

Bangun Datar Gambar Banyaknya

No Sudut Sisi Sisi

sejajar

1 Segitiga sama (3) (3) -

99
sisi ABC (Sisi

=5 cm)

(Contoh)

2 Segitiga sama (3) (3) -

kaki JKL (sisi

JK=5 cm,

KL=7 cm, dan

KJ= 7cm)

3 Segitiga siku- (3) (3) -

siku PQR (PQ

= 5 cm, QR =

8 cm, dan RP

= 6 cm)

4 Segitiga (3) (3) -

sembarang

DEF (DE = 4

cm, EF =8 cm,

dan FD = 5

cm)

5 Persegi (4) (4) (2)

WXYZ

(panjang sisi =

6 cm)

100
101
Lampiran 2

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

SIKLUS 1

Satuan pendidikan : MI Nuril Huda Losari

Mata Pelajaran : Matematika

Kelas/Semester : V/II

Materi pokok : Sifat-Sifat Bangun

Uraian Materi : Bangun Datar

Alokasi Waktu : 2 X 35 Menit

Standar Kompetensi : Memahami Sifat-Sifat Bangun dan Hubungan Antar

Bangun

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi Sifat-Sifat Bangun Datar

Indikator : Mengidentifikasi Sifat-Sifat Bangun Trapesium, Jajar

Genjang, Belah Ketupat, Layang-Layang dan Lingkaran

Menggambar Bangun Trapesium, Jajar Genjang, Belah

Ketupat, Layang-Layang dan Lingkaran

102
A. Tujuan Pembelajaran

1. Siswa dapat mengidentifikasi sifat-sifat bangun trapesium

2. Siswa dapat menggambar bangun trapesium

3. Siswa dapat mengidentifikasi sifat-sifat bangun jajar genjang

4. Siswa dapat menggambar bangun jajar genjang

5. Siswa dapat mengidentifikasi sifat-sifat bangun belah ketupat

6. Siswa dapat menggambar bangun belah ketupat

7. Siswa dapat mengidentifikasi sifat-sifat bangun layang-layang

8. Siswa dapat menggambar bangun laying-layang

9. Siswa dapat mengidentifikasi sifat-sifat bangun lingkaran

10.Siswa dapat menggambar bangun lingkaran

B. Karakter siswa yang diharapkan

1. Kerja keras

2. Tanggungjawab

3. Komunikatif

4. Jujur

C. Materi (bangun datar = trapesium, jajar genjang, belah ketupat, layang-layang

dan lingkaran))

D. Metode Pembelajaran

1. Tanyajawab

2. Tutor Sebaya

3. Penugasan

103
E. Langkah-langkah Pembelajaran

1. Kegiatan awal

a. guru mengkondisikan kelas agar tenang

b. guru mengucapkan salam dan menanyakan kabar siswa

c. guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa

d. guru mengabsen siswa

e. guru mengulas materi pembelajaran pada pertemuan sebelumnya

f. guru menginformasikan tujuan pembelajaran untuk hari ini

g. appersepsi (tanyajawab)

2. Kegiatan Inti

a. eksplorasi

1) guru menggali pengetahuan awal siswa tentang materi

2) guru meminta siswa menyampaikan pengetahuan awal mereka

kepada teman-teman sekelas

3) guru memberikan tambahan terhadap jawaban siswa

b. elaborasi

1) guru menunjuk 5 orang siswa untuk bertugas sebagai tutor untuk

teman-teman lain

2) guru membagi kelas menjadi 5 kelompok

3) tiap tutor disebar kedalam masing-masing kelompok

4) masing-masing kelompok diberi tugas mempelajari sub materi

yang telah dipilih oleh guru dengan panduan oleh masing-masing

tutor sesuai arahan guru

104
5) guru memberikan waktu tiap kelompok bekerja sesuai instruksi

guru dan mengecek pembelajaran siswa

6) guru memberikan beberapa soal untuk dikerjakan tiap-tiap

kelompok

7) guru memberikan soal untuk dikerjakan secara individu

c. konfirmasi

1) guru membahas hasil pekerjaan siswa

2) guru memberi kesempatan siswa bertanya

3) guru menjawab pertanyaan siswa dan memberi penguatan materi

4) guru memberikan penilaian

3. Kegiatan penutup

a) guru menginformasikan materi yang akan datang

b) guru mengakhiri pembelajaran dengan bacaan hamdalah

c) guru mengacapkan salam

F. Materi, Alat dan Sumber Belajar

1. Buku paket Matematika kelas V SD/MI

2. Buku LKS Matematika kelas V SD/MI

G. Penilaian

1. Prosedur tes

a. tes afektif : ada

b. tes psikomotorik : ada

c. tes kognitig : ada

2. Jenis tes

105
a. tes afektif : pengamatan

b. tes psikomotorik : pengamatan dan tertulis

c. tes kognitif : tes tertulis

3. Instrumen tes

a. tes afektif : tabel pengamatan

b. tes psikomotorik : tabel pengamatan + soal

c. tes kognitif : soal-soal

Soal-soal tes kognitif:

Ayo, isilah kolom kosong dibawah ini dengan jawaban yang benar !

Bangun Datar Gambar Banyaknya

No Sudut Sisi Sisi

sejajar

1 Trapesium (4) (4) (1)

ABCD AB=

8cm BC=DA=

5cm dan

CD=4cm

2 Jajar Genjang (4) (4) (2)

PQRS

PQ=RS= 7cm

dan

106
107
108
Lampiran 3

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

SIKLUS 11

Satuan pendidikan : MI Nuril Huda Losari

Mata Pelajaran : Matematika

Kelas/Semester : V/II

Materi pokok : Sifat-Sifat Bangun

Uraian Materi : Bangun ruang

Alokasi Waktu : 2 X 35 Menit

Standar Kompetensi : Memahami Sifat-Sifat Bangun dan Hubungan Antar

Bangun

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi Sifat-Sifat Bangun Ruang

Indikator : Mengidentifikasi Sifat-Sifat Bangun Ruang (Tabung,

Prisma Tegak Segiempat, Limas Segiempat, Limas

Segitiga, dan Kerucut)

109
Menggambar Bangun Ruang (Tabung, Prisma Tegak

Segiempat, Limas Segiempat, Limas Segitiga, dan Kerucut)

A. Tujuan Pembelajaran

1. Siswa dapat mengidentifikasi sifat-sifat bangun tabung

2. Siswa dapat menggambar bangun Tabung

3. Siswa dapat mengidentifikasi sifat-sifat bangun prisma tegak segiempat

4. Siswa dapat menggambar bangun prisma tegak segiempat

5. Siswa dapat mengidentifikasi sifat-sifat bangun limas segiempat

6. Siswa dapat menggambar bangun limas segiempat

7. Siswa dapat mengidentifikasi sifat-sifat bangun limas segitiga

8. Siswa dapat menggambar bangun limas segitiga

9. Siswa dapat mengidentifikasi sifat-sifat bangun kerucut

10.Siswa dapat menggambar bangun kerucut

B. Karakter siswa yang diharapkan

1. Kerja keras

2. Tanggungjawab

3. Komunikatif

4. Jujur

C. Materi (Bangun Ruang = Tabung, Prisma Tegak Segiempat, Limas Segiempat,

Limas Segitiga, dan Kerucut)

D. Metode Pembelajaran

110
1. Tanyajawab

2. Tutor Sebaya

3. Penugasan

E. Langkah-langkah Pembelajaran

1. Kegiatan awal

a. guru mengkondisikan kelas agar tenang

b. guru mengucapkan salam dan menanyakan kabar siswa

c. guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa

d. guru mengabsen siswa

e. guru mengulas materi pembelajaran pada pertemuan sebelumnya

f. guru menginformasikan tujuan pembelajaran untuk hari ini

g. appersepsi (tanyajawab)

2. Kegiatan Inti

a. eksplorasi

1) guru menggali pengetahuan awal siswa tentang materi

2) guru meminta siswa menyampaikan pengetahuan awal mereka

kepada teman-teman sekelas

3) guru memberikan tambahan terhadap jawaban siswa

b. elaborasi

1) guru menunjuk 5 orang siswa untuk bertugas sebagai tutor untuk

teman-teman lain

2) guru membagi kelas menjadi 5 kelompok

3) tiap tutor disebar kedalam masing-masing kelompok

111
4) masing-masing kelompok diberi tugas mempelajari sub materi

yang telah dipilih oleh guru dengan panduan oleh masing-masing

tutor sesuai arahan guru

5) guru memberikan waktu tiap kelompok bekerja sesuai instruksi

guru dan mengecek pembelajaran siswa

6) guru memberikan beberapa soal untuk dikerjakan tiap-tiap

kelompok

7) guru memberikan soal untuk dikerjakan secara individu

c. konfirmasi

1) guru membahas hasil pekerjaan siswa

2) guru memberi kesempatan siswa bertanya

3) guru menjawab pertanyaan siswa dan memberi penguatan materi

4) guru memberikan penilaian

3. Kegiatan penutup

a) guru menginformasikan materi yang akan datang

b) guru mengakhiri pembelajaran dengan bacaan hamdalah

c) guru mengacapkan salam

F. Materi, Alat dan Sumber Belajar

1. Buku paket Matematika kelas V SD/MI

2. Buku LKS Matematika kelas V SD/MI

G. Penilaian

1. Prosedur tes

a. tes afektif : ada

112
b. tes psikomotorik : ada

c. tes kognitif : ada

2. Jenis tes

a. tes afektif : pengamatan

b. tes psikomotorik : pengamatan dan tertulis

c. tes kognitif : tes tertulis

3. Instrumen tes

a. tes afektif : tabel pengamatan

b. tes psikomotorik : tabel pengamatan + soal

c. tes kognitif : soal-soal

Soal-soal tes kognitif:

Ayo, isilah kolom kosong dibawah ini dengan jawaban yang benar !

Bangun Datar Gambar Banyaknya

No Rusuk sisi Titik

sudut

1 Tabung t=10cm (2) (3) -

dan r=3cm

2 Prisma tegak (12) (6) (4)

segiempat

ABCDE AB-

BC=CD=DA=5cm

113
114
115
Lampiran 4

Dokumentasi Proses Pembelajaran

116
117
118
Lampiran 6
INSTRUMEN OBSERVASI TERHADAP GURU
Pra Siklus
Nama sekolah : MI Nuril Huda
Nama guru : Dwi Setyaningsih, S.Pd.I
Mata pelajaran : Matematika
Kelas/ semester : V /2
Materi pokok : Bangun Datar

Silahkan mengisi lembar pengamatan sesuai dengan kenyataan dengan memberi


tanda ( √ ) pada kolom!

No Kegiatan yang diamati Skala Partisipasi

A B C D

1. Penyampaian appersepsi √

2. Pendekatan terhadap siswa √

3. Penyampaian materi ajar √

4. Penggunaan metode √

5. Pemberian evaluasi √

Jumlah 6 6

Total 12

Kategori Baik
Keterangan:
Skor: Rentang Kategori:
A=4 Nilai 16-20 (baik sekali)
B=3 Nilai 12-16 (baik)
C=2 Nilai 8-12 (sedang)
D=1 Nilai 4-8 (buruk)

119
INSTRUMEN OBSERVASI TERHADAP GURU
Siklus I
Nama sekolah : MI Nuril Huda
Nama guru : Dwi Setyaningsih, S.Pd.I
Mata pelajaran : Matematika
Kelas/ semester : V /2
Materi pokok : Bangun Datar

Silahkan mengisi lembar pengamatan sesuai dengan kenyataan dengan memberi


tanda ( √ ) pada kolom!
No Kegiatan yang diamati
Skala Partisipasi

A B C D
1. Penyampaian appersepsi

2. Pendekatan terhadap siswa

3.
Penyampaian materi ajar √
4. Penggunaan metode

5. Pemberian evaluasi

Jumlah
4 9 2
Total
15
Kategori
Baik
Keterangan:
Skor: Rentang Kategori:
A=4 Nilai 16-20 (baik sekali)
B=3 Nilai 12-16 (baik)
C=2 Nilai 8-12 (sedang)
D=1 Nilai 4-8 (buruk)

120
INSTRUMEN OBSERVASI TERHADAP GURU
Siklus II
Nama sekolah : MI Nuril Huda
Nama guru : Dwi Setyaningsih, S.Pd.I
Mata pelajaran : Matematika
Kelas/ semester : V /2
Materi pokok : Bangun Ruang

Silahkan mengisi lembar pengamatan sesuai dengan kenyataan dengan memberi


tanda ( √ ) pada kolom!
No Kegiatan yang diamati
Skala Partisipasi

A B C D
1. Penyampaian appersepsi

2. Pendekatan terhadap siswa

3.
Penyampaian materi ajar √
4. Penggunaan metode

5. Pemberian evaluasi

Jumlah
12 6
Total
18
Kategori
Baik sekali
Keterangan:
Skor: Rentang Kategori:
A=4 Nilai 16-20 (baik sekali)
B=3 Nilai 12-16 (baik)
C=2 Nilai 8-12 (sedang)
D=1 Nilai 4-8 (buruk)

121
Lampiran 7
INSTRUMEN OBSERVASI SISWA

1. Instrumen Observasi Afektif

Mata Pelajaran : Matematika


Kelas :V
Aspek yang dinilai : Tanggungjawab
No. Kriteria Skala Indikator Skala Hasil
1 Belum Terlihat 1-5 Tidak mau maju kedepan
(BT) ketika diminta maju
mengerjakan tugas atau hal
lain
2 Mulai Terlihat 6-10 Kadang-kadang mau maju
(MT) kedepan ketika mengerjakan
sesuatu sesuai tugasnya
3 Mulai 11-15 Sering maju kedepan ketika
Berkembang mengerjakan sesuatu sesuai
(MB) tugasnya
4 Sudah 16-20 Selalu maju kedepan
Berkembang mengerjakan tugasnya tanpa
(SB) perintah ganda dari guru

Mata Pelajaran : Matematika


Kelas :V
Aspek yang dinilai : Mandiri
No. Kriteria Skala Indikator Skala Hasil
1 Belum Terlihat 1-5 Dalam mengerjakan soal
(BT) masih bertanya sepenuhnya
kepada tutor

122
2 Mulai Terlihat 6-10 Soal yang dikerjakan dengan
(MT) bantuan tutor lebih banyak
dibandingkan dengan yang
dikerjakan sendiri
3 Mulai 11-15 Soal yang dikerjakan sendiri
Berkembang lebih banyak dibandingkan
(MB) dengan soal dengan bantuan
tutor
4 Sudah 16-20 Seluruh soal yang diberikan
Berkembang dikerjakan sendiri
(SB)

Mata Pelajaran : Matematika


Kelas :V
Aspek yang dinilai : Rasa Ingin Tahu
No. Kriteria Skala Indikator Skala Hasil
1 Belum Terlihat 1-5 Tidak ada pertanyaan yang
(BT) muncul dari siswa
2 Mulai Terlihat 6-10 Mulai berani bertanya kepada
(MT) para tutor
3 Mulai 11-15 Mulai berani bertanya kepada
Berkembang tutor dan guru ketika ada
(MB) perintah untuk bertanya
4 Sudah 16-20 Berani inisiatif bertanya
Berkembang kepada tutor dan guru
(SB)

Mata Pelajaran : Matematika


Kelas :V
Aspek yang dinilai : Jujur

123
No. Kriteria Skala Indikator Skala Hasil
1 Belum Terlihat 1-5 Tidak pernah atau belum
(BT) terlihat jujur dalam bersikap
dan bertutur kata
2 Mulai Terlihat 6-10 Kadang-kadang jujur dalam
(MT) bersikap dan bertutur kata
3 Mulai 11-15 Mulai dan sering jujur dalam
Berkembang bersikap dan bertutur kata
(MB)
4 Sudah 16-20 Selalu jujur dalam bertindak
Berkembang dan bertutur kata
(SB)

2. Instrumen Observasi Psikomotorik

Mata Pelajaran : Matematika


Kelas :V
Aspek yang di Nilai :Ketrampilan
No. Kriteria Skala Indikator Skala Hasil
1 Baik Sekali 16-20 Ketrampilan menggunakan
(A) alat tulis/gambar baik sekali
2 Baik (B) 11-15 ketrampilan dalam
menggunakan alat
tulis/gambar baik
3 Cukup (C) 6-10 ketrampilan dalam
menggunakan alat
tulis/gambar cukup
4 Kurang (D) 1-5 Ketrampilan dalam
menggunakan alat

124
tulis/gambar kurang

Mata Pelajaran : Matematika


Kelas :V
Aspek yang dinilai :Kecepatan
No. Kriteria Skala Indikator Skala Hasil
1 Baik Sekali 16-20 Sangat cepat dalam
(A) menggambar bangun
datar/ruang
2 Baik (B) 11-15 Cepat dalam menggambar
bangun datar/ruang
3 Cukup (C) 6-10 Lambat dalam menggambar
bangun datar/ruang
4 Kurang (D) 1-5 Sangat lambat dalam
meggambar bangun
datar/ruang

Mata Pelajaran : Matematika


Kelas :V
Aspek yang dinilai :Ketepatan
No. Kriteria Skala Indikator Skala Hasil
1 Baik Sekali 16-20 Sangat tepat dalam
(A) menempatkan simbol sesuai
bangun datar/ruang yang
diperintahkan
2 Baik (B) 11-15 Ada sedikit kesalahan dalam
penempatan simbol pada
bangun datar/ruang
3 Cukup (C) 6-10 Ada beberapa kesalahan
dalam penempatan simbol

125
pada bangun datar/ruang
4 Kurang (D) 1-5 Banyak kesalahan dalam
penempatan simbol bangun
datar/ruang

Mata Pelajaran : Matematika


Kelas :V
Aspek yang dinilai :Keserasian
No. Kriteria Skala Indikator Skala Hasil
1 Baik Sekali 16-20 Sangat tepat dalam
(A) menggambar bangun
datar/ruang sesuai ukuran
yang diperintahkan
2 Baik (B) 11-15 Ada sedikit kesalahan dalam
menggambar bangun
datar/ruang sesuai ukuran
yang diperintahkan
3 Cukup (C) 6-10 Ada beberapa kesalahan
dalam menggambar bangun
datar/ruang sesuai ukuran
yang diperintahkan
4 Kurang (D) 1-5 Banyak kesalahan dalam
menggambar bangun
datar/ruang sesuai dengan
unuran yang diperintahkan

126
Lampiran 8

Tabel Hasil Tes Afektif Pra Siklus

No. Nama Aspek yang di Nilai

Tg. Jawab Mandiri Rasa Ingin Jujur

Tahu

1 Ahmad Wildan BT MT MB MT
Khairul
2 Ailsa Putri MB MT MB MB
Kinanti
3 Aji Ferdiansyah BT BT MB MT

4 Amana Diva MT MT MB MB
Kharifah
5 Avisa Intan MT MB MB MT
Aurani
6 Bima Putra BT MT MT BT
Pratama
7 Buya Katsiron MT MB MB MB
Nawal
8 Dila Asfina MB MB MB MB

9 Eka Zahra MT MT MB MB

10 Fathul Lubab A MT MT MB MB

11 Irkham Ahmad BT BT BT MT
Rifai
12 Intan Kartika MT MB MB MB

13 Maulana Wildan BT MT MT MT
Araf
14 Muhammad BT BT MT BT
Khasan F
15 Muhammad MT BT BT MT
Sadzli
Bersambung...

127
Sambungan....

16 Muhammad MT BT MT BT
Usman
17 Muhammad MT MB MB MB
Zakariya A L
18 Najwa Khairuna BT MT MT MT
H
19 Nur Anita MT MT MT MT
Kadiyaning
20 Salma MT MB MB MB

21 Sandi Asri MT BT BT MT
Saputra
22 Silfiya Nuril Mala BT MT BT MT

23 Surya Setya W BT MT MT BT

24 Riza Diah Anisa MT MB MB MB

25 Vira Faizatul MT MT MB MB
Azizah

Keterangan :

Belum Terlihat : ( BT )

Mulai Terlihat : ( MT )

Mulai Berkembang : ( MB )

Sudah Berkembang : ( SB )

128
Tabel Hasil Tes Psikomotorik Pra SIKLUS

No. Nama Aspek yang di Nilai

Ketrampilan Kecepatan Ketepatan Keserasian

1 Ahmad Wildan B B B B
Khairul
2 Ailsa Putri B B A A
Kinanti
3 Aji Ferdiansyah C B B B

4 Amana Diva B B B A
Kharifah
5 Avisa Intan B C A A
Aurani
6 Bima Putra B B B B
Pratama
7 Buya Katsiron B B A A
Nawal
8 Dila Asfina B B B A

9 Eka Zahra B B A B

10 Fathul Lubab A C B B C

11 Irkham Ahmad C B B C
Rifai
12 Intan Kartika A B A A

13 Maulana Wildan B B B B
Araf
14 Muhammad C B D C
Khasan F
15 Muhammad B B B B
Sadzli
16 Muhammad C B B A
Usman
17 Muhammad B B A A
Zakariya A L
Bersambung...

129
Sambungan....

18 Najwa Khairuna C C D B
H
19 Nur Anita B B B B
Kadiyaning
20 Salma A B A A

21 Sandi Asri C B C A
Saputra
22 Silfiya Nuril Mala C B B B

23 Surya Setya W B B B B

24 Riza Diah Anisa B B B A

25 Vira Faizatul B B B A
Azizah

Keterangan :

1. Ketrampilan = Ketrampilan menggunakan alat tulis/gambar

2. Kecepatan = Kecepatan menggambar bangun datar

3. Ketepatan = Ketepatan penempatan simbol

4. Keserasian = Keserasian bentuk sesuai ukuran yang telah

ditentukan

Tabel Hasil Tes Kognitif Pra Siklus

No. Nama Nilai KKM


Individu Nasional
1 Ahmad Wildan Khairul 65  -
2 Ailsa Putri Kinanti 95  
3 Aji Ferdiansyah 55 - -
4 Amana Diva Kharifah 100  
5 Avisa Intan Aurani 50 - -
6 Bima Putra Pratama 55 - -
Bersambung....

130
Sambungan....

7 Buya Ktsiron Nawal 85  


8 Dila Asfina 75  
9 Eka Zahra 50 - -
10 Fathul Lubab A 75  
11 Irkham Ahmad Rifai 45 - -
12 Intan Kartika 95  
13 Maulana Wildan Araf 70  -
14 Muhammad Khasan F 35 - -
15 Muhammad Sadzli 65 - -
16 Muhammad Usman 45 - -
17 Muhammad Zakariya A L 90  
18 Najwa Khairuna H 30 - -
19 Nur Anita Kadiyaning 55 - -
20 Salma 90  
21 Sandi Asri Saputra 45 - -
22 Silfiya Nuril Mala 45 - -
23 Surya Setya W 70  -
24 Riza Diah Anisa 75  
25 Vira Faizatul Azizah 55 - -
Jumlah 1615
Rata-rata 64,6

Tabel Hasil Tes Afektif Siklus I

No. Nama Aspek yang di Nilai

Tg. Jawab Mandiri Rasa Ingin Jujur

Tahu

1 Ahmad Wildan BT MT MB MT
Khairul
2 Ailsa Putri MB MT MB MB
Kinanti
3 Aji Ferdiansyah BT BT MB MT

Bersambung...

131
Sambungan....

4 Amana Diva MT MT MB MB
Kharifah
5 Avisa Intan MT MB MB MT
Aurani
6 Bima Putra BT MT MT BT
Pratama
7 Buya Katsiron MT MB MB MB
Nawal
8 Dila Asfina MB MB MB MB

9 Eka Zahra MT MT MB MB

10 Fathul Lubab A MT MT MB MB

11 Irkham Ahmad BT BT BT MT
Rifai
12 Intan Kartika MT MB MB MB

13 Maulana Wildan BT MT MT MT
Araf
14 Muhammad BT BT MT BT
Khasan F
15 Muhammad MT BT BT MT
Sadzli
16 Muhammad MT BT MT BT
Usman
17 Muhammad MT MB MB MB
Zakariya A L
18 Najwa Khairuna BT MT MT MT
H
19 Nur Anita MT MT MT MT
Kadiyaning
20 Salma MT MB MB MB

21 Sandi Asri MT BT BT MT
Saputra
22 Silfiya Nuril Mala BT MT BT MT

Bersambung...

132
Sambungan....

23 Surya Setya W BT MT MT BT

24 Riza Diah Anisa MT MB MB MB

25 Vira Faizatul MT MT MB MB
Azizah
Keterangan :

Belum Terlihat : ( BT )

Mulai Terlihat : ( MT )

Mulai Berkembang : ( MB )

Sudah Berkembang : ( SB )

Tabel Hasil Tes Psikomotorik Siklus I

No. Nama Aspek yang di Nilai

Ketrampilan Kecepatan Ketepatan Keserasian

1 Ahmad Wildan B A B A
Khairul
2 Ailsa Putri A B A A
Kinanti
3 Aji Ferdiansyah B B B A

4 Amana Diva B B A A
Kharifah
5 Avisa Intan B B A A
Aurani
6 Bima Putra B B B A
Pratama
7 Buya Katsiron A B A A
Nawal
Bersambung...

133
Sambungan....

8 Dila Asfina A B A A

9 Eka Zahra B B A A

10 Fathul Lubab A C B B A

11 Irkham Ahmad C B B A
Rifai
12 Intan Kartika A A A A

13 Maulana Wildan B B B A
Araf
14 Muhammad C B B A
Khasan F
15 Muhammad B B B A
Sadzli
16 Muhammad B B B A
Usman
17 Muhammad B B A A
Zakariya A L
18 Najwa Khairuna B C D B
H
19 Nur Anita B B B A
Kadiyaning
20 Salma A B A A

21 Sandi Asri C B C A
Saputra
22 Silfiya Nuril Mala C B B A

23 Surya Setya W B B B A

24 Riza Diah Anisa B B A A

25 Vira Faizatul B B A A
Azizah

134
Keterangan :

1. Ketrampilan = Ketrampilan menggunakan alat tulis/gambar

2. Kecepatan = Kecepatan menggambar bangun datar

3. Ketepatan = Ketepatan penempatan simbol

4. Keserasian = Keserasian bentuk sesuai ukuran yang telah

ditentukan

Tabel Hasil Tes Kognitif Siklus I

No. Nama Nilai KKM


Individu Nasional
1 Ahmad Wildan Khairul 70  -
2 Ailsa Putri Kinanti 100  
3 Aji Ferdiansyah 60 - -
4 Amana Diva Kharifah 100  
5 Avisa Intan Aurani 75  
6 Bima Putra Pratama 85  
7 Buya Ktsiron Nawal 90  
8 Dila Asfina 75  
9 Eka Zahra 70  -
10 Fathul Lubab A 80  
11 Irkham Ahmad Rifai 55 - -
12 Intan Kartika 100  
13 Maulana Wildan Araf 75  
14 Muhammad Khasan F 50 - -
15 Muhammad Sadzli 70  -
16 Muhammad Usman 60 - -
17 Muhammad Zakariya A 100  
L
18 Najwa Khairuna H 45 - -
19 Nur Anita Kadiyaning 60 - -
20 Salma 100  
21 Sandi Asri Saputra 55 - -
22 Silfiya Nuril Mala 55 - -
23 Surya Setya W 75  
Bersambung...

135
Sambungan....

24 Riza Diah Anisa 80  


25 Vira Faizatul Azizah 60 - -
Jumlah 1845
Rata-rata 73,8

Tabel Hasil Tes Afektif Siklus II

No. Nama Aspek yang di Nilai

Tg. Jawab Mandiri Rasa Ingin Jujur

Tahu

1 Ahmad Wildan SB MB SD MB
Khairul
2 Ailsa Putri MB MB SD SB
Kinanti
3 Aji Ferdiansyah MT MB MB MB

4 Amana Diva MT MB SD SD
Kharifah
5 Avisa Intan SB SD SD MB
Aurani
6 Bima Putra MT MB MB MB
Pratama
7 Buya Katsiron MB SB SB SB
Nawal
8 Dila Asfina MB MB SB SB

9 Eka Zahra MT MB SB SB

10 Fathul Lubab A MB MB MB MB

11 Irkham Ahmad MB BT MB MB
Rifai
12 Intan Kartika MB MB SB SB

Bersambung...

136
Sambungan....

13 Maulana Wildan MB MT SB MB
Araf
14 Muhammad MB MT MB MB
Khasan F
15 Muhammad MB MB MB MT
Sadzli
16 Muhammad MT MT MT MT
Usman
17 Muhammad SB SB SB SB
Zakariya A L
18 Najwa Khairuna BT MB MB MB
H
19 Nur Anita MB MB MB SB
Kadiyaning
20 Salma SB SB SB SB

21 Sandi Asri MB MT MT MB
Saputra
22 Silfiya Nuril Mala MT MT MB MT

23 Surya Setya W MB MT MB MT

24 Riza Diah Anisa MT MB SB SB

25 Vira Faizatul MB MB MB MB
Azizah

Keterangan :

Belum Terlihat : ( BT )

Mulai Terlihat : ( MT )

Mulai Berkembang : ( MB )

Sudah Berkembang : ( SB )

137
Tabel Hasil Tes Psikomotorik Siklus II

No. Nama Aspek yang di Nilai

Ketrampilan Kecepatan Ketepatan Keserasian

1 Ahmad Wildan B A A A
Khairul

2 Ailsa Putri A B A A
Kinanti
3 Aji Ferdiansyah B A B A

4 Amana Diva A B A A
Kharifah
5 Avisa Intan A B A A
Aurani
6 Bima Putra B B B B
Pratama
7 Buya Katsiron A A A A
Nawal
8 Dila Asfina A B A B

9 Eka Zahra B B B A

10 Fathul Lubab A B A A A

11 Irkham Ahmad B B B A
Rifai
12 Intan Kartika A A A A

13 Maulana Wildan B B A A
Araf
14 Muhammad B B C A
Khasan F
15 Muhammad B B B A
Sadzli
16 Muhammad B B B B
Usman
Bersambung...

138
Sambungan....

17 Muhammad A A A A
Zakariya A L
18 Najwa Khairuna B B B B
H
19 Nur Anita B B B A
Kadiyaning
20 Salma A B A A

21 Sandi Asri B B B A
Saputra
22 Silfiya Nuril Mala B B B B

23 Surya Setya W B B B A

24 Riza Diah Anisa A B A A

25 Vira Faizatul A A A A
Azizah

Keterangan :

1. Ketrampilan = Ketrampilan menggunakan alat tulis/gambar

2. Kecepatan = Kecepatan menggambar bangun datar

3. Ketepatan = Ketepatan penempatan simbol

4. Keserasian = Keserasian bentuk sesuai ukuran yang telah

ditentukan

Tabel Hasil Tes Kognitif Siklus II

No. Nama Nilai KKM


Individu Nasional
1 Ahmad Wildan Khairul 85  
2 Ailsa Putri Kinanti 100  
3 Aji Ferdiansyah 75  
4 Amana Diva Kharifah 100  
Bersambung...

139
Sambungan....

5 Avisa Intan Aurani 80  


6 Bima Putra Pratama 75  
7 Buya Ktsiron Nawal 100  
8 Dila Asfina 75  
9 Eka Zahra 75  
10 Fathul Lubab A 80  
11 Irkham Ahmad Rifai 65  -
12 Intan Kartika 100  
13 Maulana Wildan Araf 80  
14 Muhammad Khasan F 60 - -
15 Muhammad Sadzli 75  -
16 Muhammad Usman 70  -
17 Muhammad Zakariya A 100  
L
18 Najwa Khairuna H 55 - -
19 Nur Anita Kadiyaning 70  -
20 Salma 100  
21 Sandi Asri Saputra 60 - -
22 Silfiya Nuril Mala 65  -
23 Surya Setya W 75  
24 Riza Diah Anisa 85  
25 Vira Faizatul Azizah 70  -
Jumlah 1975
Rata-rata 79

140
141
142
143
144
145
Lampiran 13

DAFTAR NILAI SKK

Nama : Lukman Ma’arif Fakultas : Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

NIM : 11511036 Jurusan : PGMI

NO NAMA KEGIATAN TANGGAL KETERANGAN NILAI

1. OPAK “Revitalisasi
Gerakan Mahasiswa Di Era
Modern Untuk Kejayaan
20-22
Indinesia” Yang Peserta 3
Agustus 2011
Diselenggarakan Oleh
Dewan Mahasiswa
(DEMA)

2. Membangun Mahasiswa
Cerdas Emosional,
23 Agustus
Spiritual, Dan Intelektual Peserta 2
2011
Melalui Achievement
Motivation Training (AMT)

3. ODK “Menemukan Muara Peserta


24 Agustus
Sebagai Mahasiswa 2
2011
Rahmatan Lil Alamin

4. Seminar Entrepreneurship 25 Agustus


Peserta 2
Dan Koperasi 2011

5. User Education (Pendidikan 19 September


Peserta 2
Pemakai) 2011

6. Bedah Buku “Super Teens 8 0ktober


Peserta 2
Super Leader” 2011

Bersambung...

146
Sambungan....

7. Bedah Buku Himpunan


Mahasiswa Indonesia
(HMI) “Sang Maha- 14 Mei 2012 Peserta 2
Segalanya Mencintai Maha-
Siswa”

8. Seminar Himpunan
Mahasiswa Jurusn (HMJ)
Tarbiyah “Pendidikan 6 Juni 2012 Peserta 2
Multikultural Sebagai Pilar
Karakter Bangsa”

9. Pelatihan Mengatasi
Kecemasan Tampil Di 9 Juni 2018 Peserta 2
Depan Umum

10. Bimbingan Belajar


Menghadapi UAS Siba oleh
CEC dan ITTAQO IAIN
Salatiga “Meningkatkan 29 Juni 2012 Peserta 2
Khazanah Keilmuan
Mutakhir Dengan Bhs.
Inggris dan Bhs. Arab”

11. Sarasehan Nasional “Peran


Mahasiswa dalam Realita 1 Juli 2012 Peserta 8
dan Idealita Bangsa”

12. Dialog Publik dan


Silaturahmi Nasional
“Kemanakah Arah 10 Nopember
Panitia 8
Kebijakan BBM? 2012
Mendorong Subsidi BBM
untuk Rakyat”

13. Temu Pramuka Penggalang


Penegak (TPPP) 2 Racana 6 Oktober
Peserta 2
Kusuma Dilaga-Woro 2013
Srikandhi

Bersambung...

147
Sambungan....

14. Mapaba I (Masa


Penerimaan Anggota Baru
PMII” Dengan Tema 4-6 Oktober
Panitia 3
“Menemukan Jati Diri 2013
Menuju Mahasiswa yang
Peka dan Peduli”

15. Musabaqah Tilawatil Quran


(MTQ) Mahasiswa V “BTQ 23 Oktober
Panitia 3
Wahana Apresiasi Untuk 2013
Mencetak Insan Qur’ani”

16. Pendidikan Pers Mahasiswa


Tingkat Dasar (PPMTD)
LPM DinamikA
23 November
“Menegaskan Kembali Peserta 2
2013
Kepeloporan Pers
Mahasiswa di Tengah Era
Globalisasi”

17. Seminar Regional


7 Desember
“Selamatkan Temanggung Peserta 4
2013
dari Lingkaran HIV/AIDS”

18. Pelatihan Administrasi


“Menciptakan Keseragaman
dalam Management 24 Januari
Peserta 2
Administrasi dan Keuangan 2014
Demi Menuju Tertib
Organisasi”

19. Dialog Interaktif &


Edukatif “Diaspora Politik
Indonesia di Tahun 2014, 1 April 2014 Peserta 2
Memilih Untuk Salatiga
Hati Beriman”

Bersambung...

148
Sambungan....

20. Tafsir Tematik “Konsep


Pemimpin Ideal Menurut 17 Mei 2014 Panitia 3
Al-Quran”

21. Seminar Nasional “Peran


Mahasiswa dalam
25 September
Mengawal Masa Depan Panitia 8
2014
Indonesia Pasca Pilpres
2014”

22. Gebyar Seni Qur’aniyy


(GSQ) Umum ke-VI Jawa
Tengah “Aktualisasi Makna 5 November
dan Syi’ar Al-Qur’an Peserta 2
2014
Sebagai Sumber Inspirasi”

23. “Seminar Nasional


Entrepreneurship” Racana 16 November
Kusuma Dilaga Peserta 8
2014

24. Kegiatan Pendidikan


Anggota Dasar (PAD) Al- 7 Desember
Panitia 3
Khidmah Kampus Kota 2014
Salatiga

25. Workshop Nasional


“Sukses Akademik, Sukses 16 Desember
Peserta 8
Bakat dan Hidup 2014
Bermartabat dengan Karya”

26. MUJAROFADZ
25 Desember
(Musyawarah Jam’iyyatul Panitia 3
2014
Qurro’ wal Huffadz)

Bersambung...

149
150
Lampiran 14

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Yang bertanda tangan dibawah ini:


1. Nama Lengkap : Lukman Ma’arif
2. TTL : Kabupaten Semarang, 16 januari 1993
3. Jenis Kelamin : Laki-laki
4. Alamat : RT 01 RW 05 Losari Sumowono kab. Semarang
5. Pendidikan : MI Nuril Huda Losari tahun 2005
MTS Nuril Huda Losari tahun 2008
MA Albidayah Bandungan tahun 2011
IAIN Salatiga tahun 2016

Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sesungguhnya serta
menurut keadaan yang sebenarnya.

Sumowono, 7 Maret 2016


Hormat Saya

Lukman Ma’arif
NIM.11511036

151