Anda di halaman 1dari 22

LICHENES

LAPORAN PRAKTIKUM

Disusun untuk memenuhi tugas praktikum Botani Cryptogamae

Dosen pengampu:
Prof. Dr. H. Suroso Adi Yudianto, M.Pd.
Dr. Topik Hidayat, M.si.
Dr. Wahyu Surakusumah, M.T.

Pendidikan Biologi B 2015

Kelompok 5

Nama anggota :

Acep Pajar Irawan (1505699)

Astarini Mauludina (1501327)

Fatima Azka Nur Millatina (1505326)

Fauziani Rahmadatillah (1500561)

Reni Hoirunisa (1506507)

Santika Rodola Putri Simbolon (1500654)

DEPARTEMEN PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

BANDUNG

2016
A. Judul

Lichenes

B. Waktu Pelaksanaan
Hari, Tanggal : Selasa, 8 November 2016.
Waktu : 13.00 – 17.00 W.I.B
Tempat : Laboratorium Struktur Tumbuhan
C. Tujuan
1. Mengetahui ciri-ciri umum Lichenes
2. Dapat mengidentifikasi Lichenes
3. Dapat Mengklasifikasi Lichenes
D. Dasar Teori

Lichenes dikenal dengan nama lumut kerak, karena Lichenes memiliki bentuk yang
menyerupai kerak yang biasanya menempel di pohon-pohon, tebing atau batuan. Sebetulnya,
lumut kerak bukanlah golongan lumut, tapi merupakan simbiosis antara dua macam tumbuhan
yaitu golongan alga (Cyanophyta atau Chlorophyta) dengan jamur (Ascomycetes atau
Basidiomycetes). Apabila kita saya Lichenes tipis tipis dan diamati dibawah mikroskop, akan
terlihat adanya jalinan hifa atau miseliium jamur yang teratud dan pada bagian permukaan
terdapat kelompok alga bersel satu atau benang yang dijalin oleh hifa. Fungsi jamur pada
Lichenes adalah untuk mengokohkan tubuh dan menghisap air ataupun zat-zat makanan,
sedakna alga berfungsi untuk melakukan fotosintesis. Karena itu simbiosis antara kedua
tumbuhan tersebut bersifat mutualisme. Divisi Lichenes ini pada umumnya hidup sebagai
epiphyta dimana syarat hidupnya tidak banyak dan tahan terhadap kekeringan. Lichenes
berkembang biak dengan fragmentasi thallus atau soredium, yaitu potongannya yang dapat
tumbuh membesar. Pada mulanya, Lichenes terjadi bila spora jamur yang tumbuh bertemu
dengan alga yang sesuai karena jika tidak sesuai maka alga atau jamur tidak dapat verkembang
biak sendiri, (Yudianto, 1992, hlm. 107).

Klasifikasi Lichenes didasarkap pada jenis jamur yang bersimbiosis ( Ascomycetes atau
Basidiomycetes) dan tipe pembentukan tubuh buahnya (Ascocarpium atau Basidiocarpium).
Tipe Ascocarpium terbagi menjadi tiga macam, yaitu apothecium, perithecium, dan
cleistothecium. Apothecium memiliki bentuk cawan terbuka dan pada cawan tersebut terdapat
askus-askus yang menghasilkan askospora. Perithecium memiliki bentuk periuk atau seperti
botol berlubang, (Suroso dan Wahyu, 2016).

1
Divisi Lichenes memiliki 3 macam tipe thallus, yaitu tipe crustose, tipe foliose, dan tipe
fruticose. Tipe thallus crustose memiliki thallus yang berbentuk pipih dan melekat ada
substratnya sehingga sulit untuk dilepaskan atau dipisahkan dari substratnya. Tipe thallus
foliose memiliki thallus berbentuk lembaran dan mudah dipisahkan dari substratnya. Tipe
thallus yang terakhir adalah fruticose dimana thallusnya berbentuk tegak dan mirip perdu kecil,
(Yudianto, 1992, hlm. 108).

Berdasarkan kriteria yang sudah dibahas diata, Lichenes dibagi menjadi dua classis yaitu
classis Basidiolichenes dan classis Ascolichenes. Classis Basidiolichenes atau
Hymenolichenes dapat diambil contoh spesies Cora pavonia yang merupakan simbiosis antara
jamus Basidiomycetes dengan alga Chlorophyta yang memiliki thallus seperti kipas dan
biasanya terdapat di kulit pohon. Classis Ascolichenes memiliki lima ordo yaitu, Calicales yang
memiliki askokarp dengan askus-askus yang disintegrasi sehingga membentuk massa yang
hilang/hancurn seperti pada spesies Calicium, Ordo Graphidales yang memiliki thallus crustose
dengan apothecia yang memanjang dan membentuk suatu deretan sperti pada spesies Graphis,
Ordo Cyanophylales yang bersimbiosis dengan alga Cyanphyta seperti pada spesies Peltigera,
Ordo Lecanorales yang simbionnya dengan alga Chlorophyta dan memiliki tipe tubuh buah
apothecium di tepi thallusnya seperti pada spesies Parmelia, dan Ordo yang terakhir adalah
Caloplacales yang memiliki spora-spora berdinding tipis dan biasanya hanya terdiri dari dua
sel seperti pada Caloplaca, (Suroso dan Wahyu, 2016).

E. Alat dan Bahan


a. Alat Praktikum

Tabel 01. Alat yang Digunakan

Alat Jumlah
Alat Tulis 1 Set

b. Bahan Praktikum

Tabel 02. Bahan yang Digunakan

Bahan Jumlah
Foto Graphis elegans 1 Buah
Bioplastik Graphis 1 Buah

2
Herbarium Cora pavonia 1 Buah
Herbarium Usnea 1 Buah
Herbarium Physcia 1 Buah
Herbarium Cryptothecia 1 Buah
Herbarium Cetraria 1 Buah
Herbarium Caloplaca 1 Buah
Herbarium Ramalina 1 Buah
Bioplastik Cladonia 1 Buah
Bioplastik Evernia 1 Buah
Bioplastik Lobaria 1 Buah
Bioplastik Lepraria 1 Buah
Bioplastik Lecanora 1 Buah
Bioplastik Parmelia 1 Buah
Bioplastik Parmelia sulcata 1 Buah
Bioplastik Menegazzia 1 Buah
Bioplastik Perltigera 1 Buah
Bioplastik Alectoria 1 Buah
Herbarium Lecidea 1 Buah

F. Langkah Kerja

Bagan 01. Langkah Kerja Lichenes

Alat tulis, Bioplastik dan


Hasil
herbarium dan herbarium Spesies
pengamatan
bioplastik yang diamati dipotret untuk
dicatat dalam
akan diamati dengan dokumentasi
bentuk tabel
disiapkan seksama

3
G. Tabel Karakteristik Tabel 03. Karakteristik Lichenes

Thallus
Nama Askokarpiu
No Jamur Alga Tipe Pertumbuhan Percabangan Warna Habitat Rhizine Ciri khas Kemiripan
Species m
Thallus thalus thallus thallus
Cora abu
1 basidiomycetes chlorophyta tidak ada foliose Melingkar bebas kulit pohon v thalus seperti kipas kipas
pavonia kehijauan
pohon dan banyak rambut halus di
2 Cetraria ascomycetes chlorophyta apothecium foliose Bebas Bebas hijau v tanduk rusa
batu permukaan bawah
thalus lebar, apothecium di
3 Lobaria ascomycetes cyanophyta apothecium foliose Bebas tidak hijau tua kulit pohon v selada
tengah
4 Parmelia ascomycetes chlorophyta apothecium foliose Melingkar bebas abu abu kulit pohon v torehan pendek Palm
Parmelia
5 ascomycetes chlorophyta apothecium foliose Melingkar bebas abu abu kulit pohon v punya alur, torehan dalam
sulcata
torehan lebih dangkal dari
6 Physcia ascomycetes cyanophyta apothecium foliose Melingkar bebas abu abu kulit pohon v
parmelia
7 Peltigera ascomycetes cyanophyta apothecium foliose Melingkar dikotom biru tanah lembab v apothecium di tepi
putih
8 Menegazzia ascomycetes chlorophyta apothecium Foliose Melingkar bebas kulit pohon v thalus tebal selada
kehijauan
9 Caloplaca ascomycetes chlorophyta apothecium crustose lingkaran tidak orange kulit pohon v thalus pipih koral
Cryptotheci Abu dan Terdapat gradasi warna,
10 ascomycetes chlorophyta apothecium crustose Melingkar tidak kulit pohon - kue ape
a merah askokarp merah
putih/abu-
11 Graphis sp. ascomycetes chlorophyta apothecium crustose Bebas tidak kulit pohon - apothecium seperti coretan cendol
abu
Graphis putih/abu-
12 ascomycetes chlorophyta apothecium crustose Bebas tidak kulit pohon - apothecium lebih tebal lintah
elegans abu
putih
13 Lepraria ascomycetes chlorophyta apothecium crustose Bebas tidak kehijauan/a kulit pohon - Thalus kasar Lepra
bu
putih
14 Lecanora ascomycetes chlorophyta apothecium crustose Melingkar tidak kulit pohon - Apothecium jelas dan rapat Kerak telur
kehijauan
15 Lecidea ascomycetes chlorophyta apothecium crustose Melingkar tidak putih abu batu - Apothecium berwarna hitam Roti kismis
abu
16 Ramalina ascomycetes chlorophyta apothecium fruticose Bebas tidak kulit pohon - Thalus pipih rumput
kehijauan
putih
17 Cladonia ascomycetes chlorophyta apothecium fruticose Bebas dikotom tanah lembab - thalus tubus bercabang sedotan
kehijauan

4
Apothecium terbentuk di
18 Usnea ascomycetes chlorophyta apothecium fruticose Bebas bebas hijau kulit pohon Akar
tengah
19 Alectoria ascomycetes chlorophyta apothecium fruticose Bebas bebas Hijau kulit pohon - Thalus gilig tipis Aromanis
putih
20 Evernia ascomycetes chlorophyta apothecium fruticose Bebas dikotom kulit pohon - Bercabang pendek rumput laut
kehijauan

5
H. Tabel Klasifikasi

Tabel 04. Klasifikasi Lichenes

Klasifikasi Gambar Pengamatan Gambar Literatur Gambar Manual


Divisio : Lichenes
Classis : Basidiolichenes
Ordo : Hymenolichenes
Familia: Coraceae
Genus : Cora
Species: Cora pavonia

Gambar 04.1 Gambar 04.2


Cora pavonia Cora pavonia
(Dok. Kelompok, 2016) (Spielmann, 2001)
Divisio : Lichenes
Classis : Lecanoromycetes
Ordo : Lecanorales
Familia: Cetrariaceae
Genus : Cetraria
Species: Cetraria sp.

Gambar 04.3 Gambar 04.4


Cetraria sp. Cetraria sp.
(Dok. Kelompok, 2016) (Bouda, 2009)
Divisio : Lichenes
Classis : Ascolichenes
Ordo : Caloplacales
Familia: Caloplacaceae
Genus : Caloplaca
Species: Caloplaca sp.

Gambar 04.5 Gambar 04.6


Caloplaca sp. Caloplaca sp.
(Dok. Kelompok, 2016) (Jacinto, 2010)
Divisio : Lichenes
Classis : Ascolichenes
Ordo : Lecanorales
Familia: Cladoniaceae
Genus : Cladonia
Species: Cladonia sp.

Gambar 04.7 Gambar 04.8


Cladonia sp. Cladonia sp.
(Dok.Kelompok, 2016) (Navarro, 2011)

6
Divisio : Lichenes
Classis : Ascolichenes
Ordo : Arthoniales
Familia: Arthoniaceae
Genus : Cryptothecia
Species: Cryptothecia
sp.

Gambar 04.9 Gambar 04.10


Cryptothecia sp. Cryptothecia sp.
(Dok. Kelompok, 2016) (Robert, 2011)
Divisio : Lichenes
Classis : Ascolichenes
Ordo : Lecanorales
Familia: Parmeliaceae
Genus : Evernia
Species: Evernia sp.

Gambar 04.11 Gambar 04.12


Evernia sp. Evernia sp.
(Dok. Kelompok, 2016) (Jacinto, 2012)
Divisio : Lichenes
Classis : Ascolichenes
Ordo : Graphidales
Familia: Graphidaceae
Genus : Graphis
Species: Graphis sp.

Gambar 04.13 Gambar 04.14


Graphis sp. Graphis sp.
(Dok.Kelompok, 2016) (Kaminski, 2015)
Divisio : Lichenes
Classis : Ascolichenes
Ordo : Graphidales
Familia: Graphidaceae
Genus : Graphis
Species: Graphis
elegans

Gambar 04.15 Gambar 04.16


Graphis elegans Graphis elegans
(Dok. Kelompok, 2016) (Jenny, 2011)

7
Divisio : Lichenes
Classis : Ascolichenes
Ordo : Cyanophilales
Familia: Lobariaceae
Genus : Lobaria
Species: Lobaria sp.

Gambar 04.17 Gambar 04.18


Lobaria sp. Lobaria sp.
(Dok. Kelompok, 2016) (Zaca, 2015)
Divisio : Lichenes
Classis : Ascolichenes
Ordo : Lecanorales
Familia: Leprariaceae
Genus : Lepraria
Species: Lepraria sp.

Gambar 04.19 Gambar 04.20


Lepraria sp. Lepraria sp.
(Dok. Kelompok, 2016) (Jacinto, 2010)
Divisio : Lichenes
Classis : Ascolichenes
Ordo : Lecanorales
Familia: Lecanoraceae
Genus : Lecanora
Species: Lecanora sp.

Gambar 04.21 Gambar 04.22


Lecanora sp. Lecanora sp.
(Dok. Kelompok, 2016) (Thompson, 1809)
Divisio : Lichenes
Classis : Ascolichenes
Ordo : Lecanorales
Familia: Lecideaceae
Genus : Lecidea
Species: Lecidea sp.

Gambar 04.23 Gambar 04.24


Lecidea sp. Lecidea sp.
(Dok. Kelompok, 2016) (Hollinger, 2013)

8
Divisio : Lichenes
Classis : Ascolichenes
Ordo : Lecanorales
Familia: Parmeliaceae
Genus : Parmelia
Species: Parmelia sp.

Gambar 04.25 Gambar 04.26


Parmelia sp. Parmelia sp.
(Dok. Kelompok, 2016) (Crowley, 2005)
Divisio : Lichenes
Classis : Ascolichenes
Ordo : Lecanorales
Familia: Parmeliaceae
Genus : Parmelia
Species: Parmelia
sulcata

Gambar 04.27 Gambar 04.28


Parmelia sulcata Parmelia sulcata
(Dok. Kelompok, 2016) (Sharnoff, 2001)
Divisio : Lichenes
Classis : Ascolichenes
Ordo : Lecanorales
Familia: Parmeliaceae
Genus : Menegazzia
Species: Menegazzia sp.

Gambar 04.29 Gambar 04.30


Menegazzia sp. Menegazzia sp.
(Dok. Kelompok, 2016) (Kok Van Herk, 2009)
Divisio : Lichenes
Classis : Ascolichenes
Ordo : Cyanophilales
Familia: Peltigeraceae
Genus : Peltigera
Species: Peltigera sp.

Gambar 04.31 Gambar 04.32


Peltigera sp. Peltigera sp.
(Dok. Kelompok, 2016) (Hermansson, 2004)

9
Divisio : Lichenes
Classis : Ascolichenes
Ordo : Lecanorales
Familia: Usneaceae
Genus : Usnea
Species: Usnea sp.

Gambar 04.33 Gambar 04.34


Usnea sp. Usnea sp.
(Dok. Kelompok, 2016) (Lynette, 2010)
Divisio : Lichenes
Classis : Ascolichenes
Ordo : Lecidiales
Familia: Parmeliaceae
Genus : Alectoria
Species: Alectoria sp.

Gambar 04.35 Gambar 04.36


Alectoria sp. Alectoria sp.
(Dok. Kelompok, 2016) (Hollinger, 2013)
Divisio : Lichenes
Classis : Ascolichenes
Ordo : Lecanorales
Familia: Physciaceae,
Genus : Physcia
Species: Physcia sp.

Gambar 04.37 Gambar 04.38


Physcia sp. Physcia sp.
(Dok. Kelompok, 2016) (Barth, 2008)
Divisio : Lichenes
Classis : Lecanoromycetes
Ordo : Lecanorales
Familia: Ramalinaceae
Genus : Ramalina
Species: Ramalina sp.

Gambar 04.39 Gambar 04.40


Ramalina sp. Ramalina sp.
(Dok. Kelompok, 2016) (Mahendroo, 2011)

10
I. Badan Dikotomi Konsep

Bagan 02. Badan Dikotomi Konsep Lichenes

Lichenes

[1a] [1b]
Pertumbuhan Pertumbuhan
thallus melingkar thallus bebas
1, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 2, 3, 11, 12, 13, 16,
19, 20 17, 18, 19, 20

3a 3b
[2a] [2b]
Memiliki percangan tidak memiliki
tipe thallus foliose tipe thallus crustose
thallus percabangan thallus
1, 4, 5, 6, 7, 8 9, 10, 14, 15
2, 17, 18, 19, 20 3, 11, 12, 13, 16

5b 6b
4a 4b 5a 6a 7a 7b
Habitat pada kulit warna thallus putih
Alga Cyanophyta Alga Chlorophyta Habitat di batu Warna thallus hijau Alga Chlorophyta Alga Cyanophyta
pohon kehijaun
6, 7 1, 4, 5, 8 15. Lecidea 2, 18, 19 11, 12, 13, 16 3. Lobaria
9, 10, 14 17, 20

8a 8b 10a 10b 11b 12b 13b


9a 9b 11a 12a 13a
Percabangan thallus Pecabangan thallus tidak Memiliki Memiliki Rhizine Tipe thallus Habitat tanah Tipe thallus
Jamur Ascomycetes Basidiomycetes Tipe thallus foliose Habitat kulit pohon Tipe thallus foliose
bebas dikotom rhizine 9. Caloplaca fruticose lembap fruticose
4, 5, 8 1. Cora pavonia 2. Cetraria 20. Evernia 11, 12, 13
6. Physcia 7. Peltigera 10, 14 18, 19 17. Cladonia 16. Ramalina

14a 14b 15a 15b 16a 16b 17a 17b


Ciri khas
Warna thallus abu- Warna thallus putih Warna thallus abu Warna thallus putih ciri khas thallus gilig Apotechium Warna thallus putih warna thallus putih
abu kehijauan & merah kehijauan tipis terbentuk ditengah kehijauan abu-abu
4, 5 8. Menegazzia 10. Cryptothecia 14. Lecanora 19. alectoria 18. Usnea 13. Lepraria 11, 12

18a 18b 19a 19b


Ciri khas Ciri khas
Ciri khas torehan ciri khas torehn apotechium seperti apotechium lebih
pendek dalam, punya alur coretan tebal
4. Parmelia 5. Parmelia sukata 11. Graphis sp. 12. Graphis elegans

11
J. Kunci Determinasi

1a. Pertumbuhan thallus melingkar...........................................................................................2


1b. Pertumbuhan thallus bebas.................................................................................................3
2a.Tipe thallus foliose................................................................................................................4
2b. Tipe thallus crustose............................................................................................................5
3a. Memiliki percabangan thalus ..............................................................................................6
3b. Tidak memiliki percabangan thallus ...................................................................................7
4a. Alga Cyanophyta..................................................................................................................8
4b. Alga Chlorophyta ................................................................................................................9
5a. Habitat di batu ...........................................................................................................Lecidea
5b. Habitat di kulit pohon.........................................................................................................10
6a. Warna thallus hijau ............................................................................................................11
6b. warna thallus putih kehijauan ............................................................................................12
7a. Alga chlorophyta................................................................................................................13
7b. Alga Cyanophyta ..................................................................................................... Lobaria
8a. Percabangan thallus bebas.........................................................................................Physcia
8b. percabangan thallus dikotom...................................................................................Peltigera
9a. Jamur ascomycetes.............................................................................................................14
9b. Jamur basidiomycetes .....................................................................................Cora pavonia
10a. Memiliki rhizine ................................................................................................Caloplaca
10b. Tidak memiliki Rhizine....................................................................................................15
11a. Tipe thallus foliose................................................................................................ Cetraria
11b. Tipe thallus frutikose........................................................................................................16
12a. Habitat tanah lembap.............................................................................................Cladonia
12b. Habitat kulit pohon..................................................................................................Evernia
13a. Tipe thallus foliose...........................................................................................................17
13b. Tipe thallus fruticose............................................................................................Ramalina
14a. Warna thallus abu-abu .....................................................................................................18
14b. Warna thallus putih kehijauan ..........................................................................Menegazzia
15a. Warna thallus abu merah ................................................................................Cryptotechia

12
15b. Warna thallus putih kehijauan.................................................................................Lecnora
16a. Ciri khas apotechium terbentuk ditengah...................................................................Usnea
16b. Ciri khas thallus gilig tipis.....................................................................................Alectoria
17a. Putih kehijauan.......................................................................................................Lepraria
17b. Putih abu-abu....................................................................................................................19
18a. Ciri khas torehan pendek.......................................................................................Parmelia
18b. Ciri khas torehan dalam, memiliki alur .....................................................Parmelia sukata
19a. Ciri khas apotechium seperti coretan................................................................ Graphis sp.
19b. Ciri khasapotechium lebih tebal ................................................................Graphis elegans

K. Pembahasan
1. Cora Pavonia

Selain peran menguntungkan mampu hidup pada lingkungan ekstrim, tetapi cora pavonia
sangat peka terhadap polusi.. Cora pavonia sangat peka terhadap pencemaran paling rendah
sekalipun. Jika pada suatu daerah tidak terdapat lumut kerak, memberikan petunjuk bahwa
daerah itu telah terkena pencemaran. Cora pavonia bisa bermanfaat menjadi obat-obatan.

2. Cetraria

Cetraria merupakan simbiosis antara jamur Ascomycetes dengan alga Chlorophyta yang
memiliki askokarpium berupa apothecium. Spesies ini memiliki tipe thallus foliose dengan
pertumbuhan thallus bebas, memiliki percabangan thallus bebas, dan memiliki rhizine.
Cetraria memiliki thallus berwarna hijau dan terdapat banyak rambuh halus di permukaan
bagian bawah thallus. Habitat dari spesies ini adalah kulit pohon dan batuan.

3. Caloplaca

Termasuk kedalam jamur ascomycetes alga chlorophyta memiliki askokarp apotocium


tipe thallus crustose pertumbuhannya melingkar tidak memiliki percabangan dan thallusnya
itu berwarna oren memiliki rhizine terdapat pada kulit pohon memiliki cirikahas thallusnya
berbentuk pipih.

4. Cladonia

Cladonia memiliki thallus berupa semak dan memiliki banyak cabang dengan bentuk
seperti pita. Thallus tumbuh tegak atau menggantung pada batu, daun-daunan atau cabang
13
pohon. Tidak terdapat perbedaan antara permukaan atas dan bawah. Talus hanya menempati
bagian dasar dengan cakram bertingkat. Lumut kerak fruticose ini memperluas dan
menunjukan perkembangannya hanya pada batu-batuan, daun, dan cabang pohon

5. Cryptothecia

Cryptothecia termasuk jamur acomycetes alga chlorophyta askokarp apotocium tipe


thallusnya crustase pertumbuhan thallusnya melingkar tidak memilki percabangan warna
thallusnya abu kemerahan tidak memiliki rhizine habitatnya dikulit pohon memiliki cirikhas
dari yang lain yaitu memiliki alur merah.

6. Evernia

Evernia sp. termasuk alga chlorophyta memiliki askokarp apotocium tipe thallusnya
fruticose pertumbuhan bebas memiliki percabangan yang dikotom warna thallunya berwarna
putih kehijauan tidak memilki rhizine habitat dikulit pohon.

7. Graphis sp.

lumut kerak jenis Graphis sp. berwarna abu-abu. Habitatnya melekat pada pohon atau
batang kayu yang sudah mati. Pada bagian anatomi tampak 2 lapisan yaitu lapisan alga dan
jamur. Graphis sp. memiliki thallus tipe crustose yang tumbuh terbenam pada jaringan
tumbuhan disebut endoploidik atau endoplodal. Graphis sp. memiliki distribusi yang luar
biasa luas dan banyak ditemukan diseluruh amerika serikat dan eropa. Meskipun kurang
umum dari pada 50 tahun lalu karena seperti banyak lumut, sangat sensitive terhadap polusi
udara.

8. Graphis elegans

lumut kerak jenis Graphis berwarna abu-abu. Habitatnya melekat pada pohon atau batang
kayu yang sudah mati. Pada bagian anatomi tampak 2 lapisan yaitu lapisan alga dan
jamur. Graphis sp. memiliki thallus tipe crustose yang tumbuh terbenam pada jaringan
tumbuhan disebut endoploidik atau endoplodal. Graphis . memiliki distribusi yang luar biasa
luas dan banyak ditemukan diseluruh amerika serikat dan eropa. Meskipun kurang umum dari
pada 50 tahun lalu karena seperti banyak lumut, sangat sensitive terhadap polusi udara. Yang
membedakan Graphis elegans dengan yang lain adalah aphothecium nya lebih tebal.

9. Lobaria

14
Lobaria sp merupakan liken. Spesies ini merupakan simbiosis antara jamur ascomycota
dan alga cyanobacteria, epifit pada lumut.Populasi Lobaria pulmonaria dapat punah karena
industi kehutanan dan polusi udara. Habitat tumbuh dipohon dan tempat lembab. Termasuk
dalam kelompok liken foliose (menyerupai daun), berwarna hijau. Bentuknya menyerupai
jaringan di paru-paru.
10. Lepraria

Lichenes ini merupakan simbiosis dari jamur dengan alga.Memiliki bentuk seperti
lembaran dengan warna di permukaan atas nya hijau muda keputihan dan berhabitat
dipepohonan serta memiliki permukaan yang kasar.
11. Lecanora

Memiliki tipe askokarp apotecium. Warna thallusnya abu-abu. Tipe thallusnya crustose
dengan bentuk thallus yang pipih. Percabangan thallus tidak ada dan letak alat reproduksinya
di tengah. Ciri khasnya adalah bentuk thallusnya pipih dengan apotechiumnya yang besar

12. Lecidea

Lecidea merupakan simbiosis antara jamur Ascomycetes dengan Chlorophyta. Spesies ini
memiliki askokarpium berupa apothecium dan memiliki tipe thallus crustose. Pertumbuhan
pada Lecidea melingkar, tidak terdapat percabangan, dan tidak terdapat rhizine. Thallus pada
spesies ini berwarna putih abu dan memiliki apothecium yang berwarna hitam. Habitat
lecidea ada pada batuan.

13. Parmelia

Tipe askokarpnya foliose. Tidak ada percabangan thallus dengan letak alat reproduksinya
di tengah. Habitatnya di pohon. Memiliki warna thallus putih kehijauan. Alur pada thallusnya
tidak ada. Ciri khasnya adalah thallusnya pipih lebar menjari.

14. Parmelia sulcata

Parmelia sulcata merupakan simbiosis antara jamur Ascomycetes dengan alga


Chlorophyta yang memiliki tipe askokarpium berupa apothecium. Spesies ini memiliki tipe
thallus foliose dengan perumbuhan melingkar, percabangan bebas, dan memiliki rhizine.
Parmelia sulcata memiliki thallus berwarna abu-abu dan memiliki torehan yang dalam.
Habitat spesies ini ada pada kulit pohon.

15. Menegazzia

15
Menegazzia merupakan simbiosis antara jamur Ascomycetes dengan alga Chlorophyta
yang memiliki askokarpium berupa apothecium. Spesies ini memiliki tipe thallus foliose
dengan pertumbuhan melingkar, memiliki percabangan thallus bebas, dan memiliki rhizine.
Menegazzia memiliki thallus berwarna putih kehijauan dan memiliki thallus yang tebal.
Habitat dari spesies ini adalah kulit pohon.

16. Peltigera

Memiliki warna thallus kebiruan. Tipe askokarpnya apotecium. Tipe thallusnya foliose
dengan rhizine yang jarang. Habitatnya di tanah dan memiliki percabangan thallus. Letak alat
reproduksinya di ujung. Ciri khasnya adalah terdapat apotecium di ujung.

17. Usnea

Memiliki warna putih kehijauan dengan tipe askokarp apotecium. Tidak memiliki alur
pada thallus. Lichen ini memiliki pikobion Chlorophyce dengan mikobionnya Ascomycetes.
Tipe thallusnya fructicose. Bentuk thallusnya tubus dengan rhizine yang terlihat. Memiliki
percabangan dan habitatnya di pohon. Letak alat reproduksinya di ujung. Memiliki ciri khas
yakni thallusnya berembel dan keimiripannya seperti janggut.

18. Alectoria

Alectoria merupakan simbiosis jamur Ascomycetes dengan alga Chlorophyta yang


memiliki askokarpium berupa apothecium. Spesies ini memiliki tipe thallus fruticose dengan
perumbuhan thallus bebas, memiliki percabangan bebas dan tidak memiliki rhizine. Alectoria
memiliki thallus berwarna hijau dan bentuk thallus gilig tipis. Habitat spesies ini adalah kulit
pohon.

19. Physcia

Memiliki tipe thallus foliose dengan rhizine terlihat. Terdapat percabangan pada thallus.
Letak alat reproduksi di tengah. Warna thallus abu kebiru-biruan. Tipe askokarpnya
apotecium. Ciri khasnya memiliki cabang yang rapat.

20. Ramalina

Lichen ini memiliki tipe askokarp cleistotecium. Tipe thallusnya fructicose dengan bentuk
thallus yang pipih. Letak alat reproduksinya di ujung dan memiliki percabangan thallus. Ciri
khasnya adalah thallusnya pipih panjang dengan kemiripan seperti pita.

16
L. Nilai-nilai
a. Nilai Agama

Caloplaca salah satu cirinya memiliki tipe thallus yaitu crustose, dimana thallusnya
berbentuk pipih dan melekat kuat pada sustratnya. Lichen ini tidak dapat hidup jika
dipisahkan atau dilepaskan dari substratnya. Pelajaran yang dapat diambil dari kehidupan
Caloplaca ini adalah manusia sebagai salah satu ciptaan Alloh subhanahu wata `ala tidak
akan pernah bisa lepas dari Nya, dan bagaimana mungkin bisa lepas dari Nya sedangkan
Dia yang mengerti kita, memahami kita, mengurus kita, dan memelihara kita. Jadi untuk apa
kita susah-susah mencari tempat ataupun orang yang bisa mengerti kita sedangkan Alloh
subhanahu wata `ala yang mengerti kita selalu menunggu dita untuk kembali dan berharap
hanya padaNya.

b. Nilai Pendidikan

Lichenia yang hidupnya bersimbiosis dengan substratnya mengajarkan kita tentang balas
budi. Kita membutuhkan orang lain untuk menyelesaikan urusan kita, maka kita juga harus
membantu orang lain untuk meringankan urusnnya. Jadi sebagai tanda syukur kita yaitu
dengan berterimakasih terhadap yang telah membantu kita. Baik bantuan berupa tenaga
ataupun ahlak yang baik.

c. Nilai Sosial

Lichenia tidak dapat hidup tanpa substratnya dan hidup saling bersimbiosis mutualisme.
Hal itu menjadi suatu pertanda bahwa haluk tidak akan bisa hidup sendiri, tapi dalam
hidupnya pasti akan membutuhkan kepada yang lainnya, karna mahluk diciptakan untuk
hidup bersama, dalam bumi yang sama.

d. Nilai Ekonomi

Terdapat spesies Lichenes yang dapat digunakan sebagai obat atau jamu seperti Usnea
miseminalis yang apabila dijual dapat mendapat keuntungan dengan bahan yang idak terlalu
mahal. Selain itu Rocella tincioria dapat dijadikan sebagai bahan lakmus yang juga memiliki
harga jual.

M. Kesimpulan
1. Ciri-ciri umum dari Lichenes ialah melakukan simbiosis dengan alga Chlorophyta atau
Cyanophyta, memiliki askokarpium, memiliki pigmen, pada sebagian spesies memiliki

17
rhizine, memiliki thallus dengan tipe foliose, crustose atau fructicose, memiliki
pertumbuhan melingkar atau bebas, memiliki habitat pada substrat lembab seperti kulit
pohon, tanah, atau batuan.
2. Lichenes dapat dibedakan dengan divisi lainnya adalah adanya simbiosis yang terjadi
antara jamur dengan divisi alga, yaitu alga Cyanophyta atau ala Chlorophyta.
3. Lichenes dibagi aas dua classis yaitu Basidiolichenes dan Ascolichenes.
Basidiolichenes memiliki contoh spesies seperti Cora pavonia yang merupakan spesies
hasil simbiosis antara jamur Basidiomycetes dengan alga Chlorophyta. Classis
Ascolichenes memiliki lima Ordo yaitu, Calicales yang memiliki askokarp dengan
askus-askus yang disintegrasi sehingga membentuk massa yang hilang/hancur,
Graphidales yang memiliki thallus crustose dengan apohecia yang memanjang
membentuk suatu deretan, Cyanophilales merupakan bangsaAscolichenes yang
bersimbiosis dengan alga Cyanophyta, Lecanorales merupakan ordo yang bersimbiosis
dengan alga Chlorophyceae dan memiliki tipe tubuh buah apothecium di tepi
thallusnya, dan yang terakhir terdapat ordo Caloplacales yang merupakan ordo
Lichenes yang memiliki spora-spora berdinding tipis dan biasanya hanya terdiri dari
dua sel.

18
DAFTAR PUSTAKA

Yudianto, Suroso Adi. (1992). Pengantar Cryptogamae (Sistem Tumbuhan Rendah).


Bandung: Tarsito.

Yudianto, Suroso Adi dan Wahyu Surakusumah. (2015). Petunjuk Praktikum Botani
Cryptogamae. Bandung: Departemen Pendidikan Biologi UPI.

DAFTAR GAMBAR

Gambar 04.2 Cora pavonia


Spielmann, A. (2001). Consortium of North American Lichen Herbaria. [Online].
Tersedia: http://lichenportal.org/portal/imagelib/imgdetails.php?imgid=195650. [12
November 2016]

Gambar 04.4 Cetraria sp.


Bouda, F. (2009). Image of Cetraria islandica. [Online]. Tersedia:
http://eol.org/data_objects/1994693. [12 November 2016]

Gambar 04.6 Caloplaca sp.


Jacinto, V. (2010). Liquen Lichen (Caloplaca sp.). [Online]. Tersedia:
http://eol.org/data_objects/30103795. [12 November 2016]

Gambar 04.8 Cladonia sp.


Navarro, E. (2011). Image of Cladonia didyma. [Online]. Tersedia:
http://eol.org/data_objects/13121078. [12 November 2016]

Gambar 04.10 Cryptothecia sp.


Robert, L. (2011). Image of Cryptothecia rubrocincta. [Online]. Tersedia:
http://eol.org/data_objects/13130326. [12 November 2016]

Gambar 04.12 Evernia sp.


Jacinto, V. (2012). Liquen Lichen (Evernia sp.). [Online]. Tersedia:
http://eol.org/data_objects/30103490. [12 November 2016]

Gambar 04.14 Graphis sp.


i
Kaminsky, B. (2015). Lichens. [Online]. Tersedia:
http://natl.ifas.ufl.edu/biota/lichens.php. [12 November 2016]

Gambar 04.16 Graphis elegans


Jenny. (2011). Irish Lichens. [Online]. Tersedia: http://www.irishlichens.ie/pages
-lichen/l-28.html. [12 November 2016]

Gambar 04.18 Lobaria sp.


Zaca. (2015). Image of Lobaria scrobiculata. [Online]. Tersedia:
http://eol.org/data_objects/32156810. [12 November 2016]

Gambar 04.20 Lepraria sp.


Jacinto, V. 2009. Liquen Dust Lichen (Lepraria incana). [Online]. Tersedia:
http://eol.org/data_objects/30106617. [12 November 2016]

Gambar 04.22 Lecanora sp.


Thompson, D. 1809. Lecanora. [Online]. Tersedia:
http://eol.org/pages/6997446/overview. [12 November 2016]

Gambar 04.24 Lecidea sp.


Hollinger, J. (2013). Lecidea. [Online]. Tersedia:
http://eol.org/data_objects/32124476. [12 November 2016]

Gambar 04.26 Parmelia sp.


Crowley, B. (2005). Crottle. [Online]. Tersedia:
http://www.radleyvillage.org.uk/nature-post/crottle/. [12 November 2016]

Gambar 04.28 Parmelia sulcata


Sharnoff, S. (2001). Parmelia sulcata. [Online]. Tersedia:
http://www.sharnoffphotos.com/lichensE/parmelia_sulcata.html. [12 November 2016]

Gambar 04.30 Menegazzia sp.


Herk, K.V. (2009). Menegazzia. [Online]. Tersedia:
http://eol.org/pages/22622/overview. [12 November 2016]

Gambar 04.32 Peltigera sp.


Hermansson, S. (2004). Filtlav (Peltigera sp.). [Online]. Tersedia:
http://www.pbase.com/stureh/image/55852857. [12 November 2016]

Gambar 04.34 Usnes sp.

ii
Lynette. (2010). White Lichen. [Online]. Tersedia:
https://www.flickr.com/photos/25980517@N03/4320606399/in/gallery-martinlabar
-72157623535440879/. [12 November 2016]

Gambar 04.36 Alectoria sp.


Hollinger, J. (2013). Alectoria sp. [Online]. Tersedia:
https://www.flickr.com/photos/7147684@N03/12568980213. [12 November 2016]

Gambar 04.38 Physcia sp.


Barth, R. (2008). Rosette Lichen. [Online]. Tersedia:
http://www.fnanaturesearch.org/index.php?option=com_naturesearch&task=view&i
d=557. [12 November 2016]

Gambar 04.40 Ramalina sp.


Mahendroo, A. (2011). Lichen Fungi March. [Online]. Tersedia:
https://forwildlife.wordpress.com/fungi/march/. [12 November 2016]

iii