Anda di halaman 1dari 18

MENGEMBANGKAN STRATEGI

DAN RENCANA PEMASARAN

Disusun Oleh :

1. Ade Tri Darma Pertiwi 1611011006


2. Ririn Nafisa Ulfa 1611011026
3. Aprilia Sharlita Sihite 1611011034
4. Intan Mayang Sari 1611011036
5. Khonsa Nu’ma Sari 1611011058

UNIVERSITAS LAMPUNG

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

JURUSAN MANAJEMEN

2017/2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan karunianya,
sehingga makalah Manajemen Pemasaran ini dapat diselesaikan. Tugas ini diajukan untuk
memenuhi salah satu tugas mata kuliah manajemen pemasaran.

Tugas ini berisi tentang mengembangkan strategi dan rencana pemasaran dalam kasus
pemasaran. Pada kesempatan ini juga penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan penulisan makalah ini.

Penyusun menyadari masih banyak terdapat kekurangan dalam penulisan makalah ini, untuk
itu kritik dan saran akan sangat berharga untuk penulis dalam memperbaiki penulisan
makalah ini. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi setiap usaha kita. Amin.

Bandar Lampung, 17 September 2017

Penyusun
DAFTAR ISI
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Unsur utama proes manajemen pemasaran adalah strategi dan rencana pemasaran yang
mendalam dan kreatif yang dapat memadu kegiatan pemasaran. Perkembangan strategi
pemasaran yang benar sepanjang waktu memerlukan bauran disiplin dan fleksibilitas.
Perusahaan harus tetap berpegang pada strategi, tetapi juga menemukan cara baru untuk terus
mengembangkannya. Pemasaran juga harus selalu meningkatkan strategi untuk sejumlah
produk dan jasa di dalam organisasinya. Sebagai pemasar bisnis-ke-bisnis yang sangat
sukses, Siemens, misalnya, harus senantiasa merancang dan mengimplementasikan kegiatan
pemasaran pada berbagai tingkat dan untuk banyak unit organisasi.

B. Rumusan Masalah

Dirumuskan beberapa masalah diantaranya:

1. Bagaimana perencanaan strategis dilaksanakan pada berbagai tingkat organisasi yang


berbeda?
2. Apa cakupan rencana pemasaran?

C. Manfaat Penelitian

Manfaat yang akan dicapai diantaranya:

1. Memahami perencanaan strateegis yang dilaksanakan pada berbagai tingkat


organisasi yang berbeda.
2. Memahami apa saja cakupan rencana pemasaran.
BAB II

PEMBAHASAN

A. PERENCANAAN STRATEGIS KORPORAT DAN DIVISI

Tiga bidang utama atau area kunci dalam perencanaan strategik yang harusmendapat prioritas
oleh pemasar:

1. Mengelola bisnis perusahaan sebagai portofolio investasi


2. Menilai kekuatan setiap bisnis dengan mempertimbangkan tingkatpertumbuhan pasar
dan posisi perusahaan.
3. Menyesuaikan diri dengan pasar serta menentukan strategi.

Untuk setiap bisnis, perusahaan harus mengembangkan rencana stratejik untuk mencapai
tujuan jangka panjang.

Empat tingkat Organisasi:

1. Tingkat Korporat : bertanggung jawab merancang strategi korporat untuk panduan


seluruh perusahaan, berwenang dalam penentuan dan alokasi sumber daya divisi serta
menilai bisnis mana yang akan di eliminasi atau dikembangkan.
2. Tingkat Divisi : menentukan rencana alokasi dana tiap unit bisnis dalam divisi.
3. Tingkat Unit Bisnis : menentukan rencana strategis untuk menghantarkan unit bisnis
menuju masa depan yang menguntungkan.
4. Tingkat Produk : mengembangkan rencana pemasaran untuk mencapai tujuannya
dalam pasar produk
Kantor pusat (korporat) melaksanakan empat kegiatan perencanaan:

1. Mendefinisikan misi korporat


2. Menentukan unit bisnis strategik (SBU)
3. Menugaskan sumber daya pada setiap SBU
4. Menilai peluang pertumbuhan

Misi Korporat

Misi yang dikembangkan oleh organisasi harus turut dipahami oleh setiap elemen yang ada
dalam organisasi tersebut (manager dan karyawan) dikarenakan pernyataan misi yang logis
dan jelas akan memberi pengertian yang sama mengenai tujuan, arah, serta peluang
organisasi.

Untuk mendefinisikan misinya, perusahaan harus menjawab pertanyaan klasik Peter Drucker
meliputi:

 Apa bisnis kita?


 Siapa pelanggannya?
 Apa nilai pelanggannya?
 Akan menjadi apa bisnis kita?
 Bagaimana seharusnya bisnis kita nanti? Pernyataan misi (mission statement) harus
mencerminkan visi.

Seiring berjalannya waktu, misi yang di rumuskan oleh perusahaan bisa berubah
untuk memanfaatkan peluang baru atau merespon kondisi pasar yang baru. Misalnya:
amazone.com merubah misi bisnisnya dari toko buku online terbesar didunia menjadi toko
online terbesar di dunia. Pernyataan misi merupakan pernyataan yang paling baik
ketika pernyataan tersebut mencerminkan visi. Visi merupakan impian yang hampir mustahil
yang memberikan arah bagi perusahaan untuk 10 –20 tahun mendatang. Misalnya: presiden
Sony, Akio Morita yang memimpikan setiap orang mampu mendengarkan musik dengan alat
pemutar CD portable.

Lima karakteristik utama pernyataan misi bisnis yang baik:

1. Fokus pada jumlah tujuan yang terbatas.


2. Pernyataan misi menekankan kebijakan dan nilai utama perusahaan.
3. Pernyataan misi mendefinisikan bidang kompetitif utama perusahaan akan beroperasi,
meliputi: industri, produk dan aplikasi, kompetensi, segmen pasar, serta vertikal dan
geografis.
4. Pernyataan misi mengambil pandangan jangka panjang.
5. Pernyataan misi yang baik adalah pendek, mudah diingat dan mempunyai arti.

Menurut Guy Kawasaki, misi hendaknya dirumuskan dalam tiga sampai empat kata.
Misalnya misi yang dirumuskan Federal Express: “peace of mind”.

Google
 Misi: mengatur infromasi dunia dan membuatnya dapat diakses dan digunakan secara
universal

Unit Bisnis Strategis

Perusahaan sering mendefinisikan bisnis mereka berdasarkan produk.

Tetapi, menurut Ted Levitt, definisi pasar dari sebuah bisnis lebih unggul dari definis produk.

1. Perusahaan harus melihat bisnis mereka sebagai proses memuaskan pelanggan, dan
bukan proses menghasilkan barang.
2. Produk bersifat sementara; kebutuhan dasar dan kelompok pelanggan senantiasa ada
selamanya.

Sebuah bisnis dapat mendefinisikan dirinya sendiri berdasarkan 3 dimensi kelompok


pelanggan:

1. Kelompok pelanggan
2. Kebutuhan pelanggan
3. Teknologi

Perusahaan Definisi Produk Definisi Pasar


Missouri- Kami menjalankan kereta api Kami adalah pemindah orang da
PacificRailroad n barang
Xerox Kami membuat peralatan Kami membantu
fotokopi meningkatkanproduktivitas
kantor
Standard Oil Kami menjual bensin Kami memasok energi
Columbia Pictures Kami menjual film Kami memasarkan hiburan
Encyclopedia Britannic Kami menjual ensiklopedia Kami mendistribusikan informas
a i
Carrier Kami membuat pendinginudar Kami menyediakan kendali iklim
a dan pemanas di rumah

Perusahaan besar (korporasi) biasanya mengelola bisnis yang cukup berbeda, dimana setiap
bisnisnya memerlukan strateginya sendiri.

Satu SBU (strategic business unit) mempunyai 3 karakteristik:

1. SBU adalah satu bisnis tunggal, atau kumpulan bisnis yang berhubungan,yang dapat
direncanakan secara terpisah dari bagian perusahaan lainnya.
2. SBU mempunyai kelompok pesaingnya sendiri.
3. SBU mempunyai manajer yang bertanggung jawab atas perencanaan strategis dan
kinerja laba, yang mengendalikan sebagian besar faktor yang mempengaruhi laba.

Tujuan mengidentifikasi SBU perusahan adalah mengembangkan strategi terpisah dan


menentukan pendanaan yang tepat. Contoh: indofood memperluas bisnisnya ke produk
minuman, tidak hanya makanan. Perusahaan sering mendefinisikan unit bisnisnya dengan
berdasarkan produk.Misalnya perusahaan berada pada bisnis pakaian, bisnis otomotif.

Menurut Levitt, sebaiknya perusahaan mendefinisikan bisnisnya berdasarkan definisipasar,


dikarenakan perusahaan harus melihat bisnis mereka sebagai proses memuaskan pelanggan
dan bukan proses menghasilkan barang dikarenakan produk bersifat sementara sedangkan
kebutuhan bersifat kekal.

Transportasi adalah kebutuhan, sedangkan kuda, gerobak, mobil, pesawat, kapal adalah
produk yang menuhi kebutuhan itu.

Menilai Peluang Pertumbuhan

Penilaian peluang pertumbuhan meliputi perencanaan bisnis baru, penyusutan, serta


menghilangkan bisnis lama. Jika terdapat kesenjangan antara penjualan yang diinginkan di
masa depan dengan penjualan yang diproyeksikan sehingga terjadi kesenjangan perencanaan
strategis (strategic planning gap), maka korporat harus mengembangkan atau mengakuisisi
bisnis baru untuk mengisinya.

Gambar 1. Kesenjangan Perencanaan Strategis


Gambar 2. Tiga Strategi Pertumbuhan Intensif : Kisi-kisi Pasar-Produk Ansoff

Sumber Daya bagi SBU

 Manajemen harus memutuskan bagaimana cara mengalokasikan sumber daya


korporat pada setiap SBU.
 Pada tahun 1970an, terdapat beberapa model perencanaan portofolio untuk
memberikan sarana analitis bagi pengambilan keputusan investasi.
 Metode terbaru didasarkan pada analisis nilai pemegang saham, dan apakah nilai
pasar perusahaan lebih besar dengan SBU atau tanpa SBU (baik dijual maupun
dipisahkan).

Model Boston Consulting Group (BCG)

 Merupakan matriks yang sangat bermanfaat dalam penganalisaan kesehatan portofolio


bisnis dengan mendasarkan pada pertumbuhan pasar dan pangsa pasar relative.
 Mengembangkan dan mempopulerkan matriks pertumbuhan-pangsa pasar (growth-
share matrix).
 Tingkat pertumbuhan pasar di sumbu tegak menunjukkan tingkat pertumbuhan pasar
tahunan di tempat bisnis beroperasi.
 Pangsa pasar relatif di sumbu mendatar, menunjukkan pangsa pasar relatif SBU
dibandingkan pesaing terbesarnya.
 Menggambarkan ukuran kekuatan perusahaan itu di pasar itu.
Matriks pertumbuhan pangsa pasar dibagi menjadi 4 sel, masing-masing menunjukkkan jenis
bisnis yang berbeda:

 Tanda tanya (question mark)


o Unit bisnis yang beroperasi di pasar dengan pertumbuhan yang tinggi, namun
pangsa pasar relatifnya rendah.
 Bintang (star)
o Jika bisnis tanda tanya berhasil, bisnis tersebut akan masuk ke kategori bintang.
 Sapi perah (cash cow)
o Bila pertumbuhan pasar tahunan turun menjadi kurang dari 10 persen, sang
bintang menjadi sapi perahan jika masih memiliki pangsa pasar yang relatif
terbesar.
o Menghasilkan banyak kas bagi perusahaan
 Anjing (dog)
o Anjing menggambarkan bisnis yang memiliki pangsa pasar yang rendah di pasar
yang tumbuh dengan lambat.
 Setelah menempatkan berbagai bisnisnya ke matriks pertumbuhan pangsa pasar,
perusahaan harus memutuskan apakah portofolio bisnisnya sehat.
o Portofolio yang tidak seimbang adalah yang mempunyai terlalu banyak anjing
atau tanda tanya dan/atau terlalu sedikit bintang dan sapi perah.
 Tugas perusahaan selanjutnya adalah menentukan tujuan, strategi, dan anggaran yang
diberikan kepada masing-masing SBU.

4 strategi:
1. Kembangkan, untuk meningkatkan pangsa pasar SBU, meskipun harus mengorbankan
laba jangka pendek.
2. Pertahankan, untuk mempertahankan pangsa pasar SBU.
3. Panenlah, untuk meningkatkan pemasukan kas jangka pendek SBU dengan
mengabaikan akibat jangka panjangnya (misal: perampingan biaya).
4. Lepaskan, untuk menjual atau melikuidasi suatu bisnis karea sumber daya akan lebih
baik digunakan di tempat lain.

Strategi Korporasi
Rencanan perusahaan yang ada sekarang memungkinkan untuk membuat proyeksi penjualan
total dan laba. Namun, terdapat kesenjangan strategi perencanaan. Perusahaan perlu
mengidentifikasi peluang untuk menumbuhkan lebih lanjut bisnisperusahaan saat ini (peluang
pertumbuhan intensif).

1. Mengidentifikasi peluang untuk menumbuhkan lebih lanjut bisnis perusahaan saat ini
(peluang pertumbuhan intensif).
 Pertumbuhan intensif
o Dilakukan dengan cara meninjau peluang meningkatkan bisnis yang ada melalui:
 Strategi penetrasi pasar, strategi untuk mendapatkan lebih banyak pangsa
pasar dengan produk lamanya yang ada di pasar.
 Strategi pengembangan pasar, strategi untuk menemukan atau
mengembangkan pasar baru bagi produk lamanya
 Strategi pengembangan produk, strategi untuk mengembangkan produk baru
yang diminati untuk pasar yang sudah ada.
 Strategi diversifikasi, strategi mengembangkan produk baru pada pasar baru.

Bagan Perluasan Pasar Produk

2. Mengidentifikasi peluang untuk membangun atau memperoleh bisnis yang berkaitan


dengan bisnis perusahaan saat ini (peluang pertumbuhan integratif).
o Penjualan dan laba perusahaan dapat ditingkatkan dengan melakukan integrasi ke
hulu, ke hilir, atau horizontal dalam industrinya.

3. Mengidentifikasi peluang untuk menambah bisnis menarik yang tidak berkaitan dengan
bisnis perusahaan saat ini (peluang pertumbuhan diversifikasi).
 Pertumbuhan diversifikasi
o Pertumbuhan diversifikasi dapat ditempuh oleh perusahaan bila terdapat peluang
bisnis yang menarik serta perusahaan memiliki bauran kekuatan bisnis yang
memadai untuk berhasil.
o Misalnya : “Walt Disney Companies”, semula sebagai produser film animasi,
kemudian mengembangkan bisnisnya dengan memasuki industri penyiaran
dengan bendera “Disk Channel”.
Bila terdapat banyak peluang yang baik selain dari bisnis yang ada. Peluang yang baik adalah
peluang dimana industrinya amat menarik dan perusahaan memiliki bauran keunggulan bisnis
untuk meraih kesuksesan.
 Strategi diversifikasi konsentris
o Mencari produk baru yang memiliki sinergi teknologi dan/atau pemasaran dengan
lini produk yang ada, meskipun produk tersebut ditujukan untuk pelanggan yang
berbeda.
 Strategi diversifikasi horisontal
o Mencari produk baru yang menarik bagi pelanggannya saat ini walaupun
teknologinya tidak berhubungan dengan lini produk yang ada.
 Strategi diversifikasi konglomerasi
o Mencari bisnis baru yang tidak mempunyai hubungan dengan teknologi, produk,
ataupun pasar yang ada sekarang.
B. PERENCANAAN STRATEGIS UNIT BISNIS

Misi Bisnis
Setiap unit bisnis harus mendefinisikan misi spesifiknya di dalam misi perusahaan yang lebih
luas

Analisis SWOT

Keseluruhan evaluasi tentang:


o kekuatan (Strength),
o kelemahan (Weakness),
o peluang (Opportunity), dan
o ancaman (Threat) perusahaan.

Analisis Lingkungan Eksternal


Unit bisnis harus mengamati kekuatan lingkungan makro (demografi, ekonomi, teknologi,
politik-hukum, dan sosial-budaya). Juga, pelaku lingkungan mikro utama (pelanggan,
pesaing, saluran distribusi,pemasok).
 Peluang (opportunity)
o Wilayah kebutuhan dan minat pembeli dimana perusahaan dapat beroperasi secara
menguntungkan
3 peluang pasar yang utama:
 Memasok sesuatu yang persediaannya sedikit
 Memasok produk atau jasa yang ada dengan cara yang baru atau unggul.
o Metode deteksi masalah
o Metode ideal
o Metode rantai konsumsi
 Menghasilkan produk atau jasa seluruhnya baru

Analisis peluang pasar (Market Opportunity Analysis- MOA)


 Untuk menentukan daya tarik dan probabilitas keberhasilan dengan pertanyaan:
o Dapatkah kita mengartikulasikan manfaat secara meyakinkan padapasar sasaran
tertentu?
o Dapatkah kita menentukan letak pasar sasaran dan menjangkau mereka dengan
media dan saluran perdagangan yang efektif biaya?
o Apakah perusahaan kita memiliki atau mempunyai akses terhadap kemampuan
dan sumber daya penting yang kita perlukan untuk menghantarkan manfaat
pelanggan?
o Dapatkah kita menghantarkan manfaa dengan lebih baik daripada pesaing aktual
atau potensial?
o Apakah tingkat pengembalian (keuntungan) finansial memenuhi atau melebihi
batas atas investasi yang diperlukan?

Ancaman lingkungan (environmental threats)


 Tantangan yang ditempatkan oleh tren atau perkembangan yang tidak disukai yang
akan menghasilkan penurunan penjualan atau laba akibat tidak adanya tindakan
pemasaran yang defensif.
Analisis Lingkungan Internal

Mengkaji kemampuan pemasaran, keuangan, produksi, dan organisasi unit bisnis.


 Kekuatan (Strength)
 Kekuatan utama (major strength)
 Kekuatan kecil (minor strength)
 Faktor netral (neutral factor)
 Kelemahan (Weakness)
 Kelemahan kecil (minor weakness)
 Kelemahan utama (major weakness)
 Peluang pemasaran (marketing opportunity)

Formulasi Tujuan
 Tujuan (goal) mengindikasikan apa yang ingin dicapai oleh unit bisnis.
 Management By Objectives (MBO):
 Tujuan harus diatur berurutan, mulai dari yang paling penting sampai yang
tidak penting
 Sebisa mungkin, tujuan harus bersifat kuantitatif
 Tujuan harus realitstis
 Tujuan harus konsisten

Formulasi Strategis
 Tak adalah rencana untuk mendapatkan tujuan (goal).
 Strategi pemasaran
 Strategi teknologi
 Strategi pengadaan yang kompetibel

Strategi Generik Porter


 Kepemimpinan biaya secara keseluruhan
 Mencapai biaya produksi dan distribusi terendah sehingga mereka dapat
menetapkan harga yang lebih murah dibandingkan dengan pesaing mereka dan
memenangkan pangsa pasar yang besar.
o Terampil dalam hal rekayasa, pembelian, produksi, maupun distribusi
 Diferensiasi
 Unit bisnis berkonsentrasi untuk mencapai kinerja yang terbaik dalam
memberikan manfaat bagi pelanggan yang dinilai penting oleh sebagian besar
pasar
o Menjadi terbaik dalam hal pelayanan, kualitas, gaya, teknologi.
 Fokus
 Unit bisnis memfokuskan diri pada satu atau lebih segmen pasar yang sempit
daripada mengejar pasar yang lebih besar.
Aliansi Strategis
 Memiliki mitra strategis
 Mengambil bentuk aliansi pemasaran yang terbagi ke dalam:
 Aliansi produk atau jasa
 Perusahaan memberikan lisensi kepda perusahaan lain utnuk memproduksi
produknya, atau dua perusahaan bersama-sama memasarkan produk mereka yang
saling melengkapi atau suatu produk baru.
 Aliansi promosi
 Perusahaan setuju melakukan promosi untuk produk atau jasa perusaahaan lain.
 Aliansi logistik
 Perusahaan menawarkan dukungan logistik bagi produk perusahaan lain.
 Aliansi harga
 Satu atau lebih perusahaan turut serta dalam kolaborasi pemberian harga khusus.
C. PERENCANAAN PRODUK: SIFAT DAN ISI RENCANA PEMASARAN

Rencana Pemasaran adalah dokumen tertulis yang meringkas apa yang telah di pelajari
pemasaran tentang pasar dan mengindikasi bagaimana perusahaan berencana menjangkau
tujuan pemasarannya. Kini rencana pemasaran semakin berorientasi pada pelanggan dan
pesaing, mempunyai alasan yang lebih baik, dan lebih realistis dari masa lalu. Sebagian besar
rencana pemasaran yang memiliki durasi satu tahun tertuang dalam 5 sampai 50 halaman.
Kegagalan rencana pemasaran saat ini yang paling sering dinyatakan menurut eksklusif
pemasaran, disebabkan oleh kurangnya realism, tidak adanya analisis yang cukup kompetitif,
dan fokusnya yang hanya jangka pendek. Isi rencana pemasaran:
 Rangukuman eksekutif dan daftar isi
Rencana pemasaran harus di buka dengan rangkuman singkat tujuan utama dan rekomendasi
menejemen senior. Daftar isi mengarisbawahi sisa rencana tersebut serta semua perisip
pendukung dan rincian operasional.
 Analisis situasi
Menampilkan data latar brlakang yang relevan tentang penjualan, biaya, pasar, pesaing, dan
berbagai kekuatan dalam lingkungan makro. Analisis meliputi analisis kapabilitas
perusahaan, analisis Customer meliputi market forecast, segmentasi, informasi tentang
perilaku pelanggan dan analisa kebutuhan pasar. Sedangkan analisis persaingan menyangkut
kegiatan pesaing.
 Strategi pemasaran
Di sini manager produk mendefinisikan misi, tujuan pemasaran dan keuangan, serta
kelompok dan kebutuhan yang ingin di puaskan oleh penawaran pasar. dilakukan dengan
memuat tujuan berupa angka-angka seperti target yang ingin dicapai, pertumbuhan, market
share dan lain-lain. Strategi ini sering dimuat dalam istilah STP (Segmentation, Targeting,
dan Positioning). Strategi pemasaran sering juga diwujudkan dengan taktik pemasaran yang
meliputi 4P yaitu Product, Price, Place dan Promotion).
 Proyeksi keuangan
Meliputi peramalan penjualan, pengeluaran, dan analisis titik impas (BEP).
 Kendali implementasi
Bagian ini mengarisbawahi kendali untuk mengamati dan menyesuaikan implementasi
rencana. Umumnya , bagian inni menyebutkan tujuan dan anggaran setiap bulan atau kuartal,
jadi managemen dapat meninjau hasil setiap periode dan mengambil tindakan korektif yang
di perlukan.
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
1. Kemajuan teknologi baru dan kekuatan pasar baru menciptakan perekonomian baru.
Perusahaan dan pemasar perlu menambah alat dan praktik baru jika mereka
mengharapkan keberhasilan.
2. Empat pendorong khusus perekonomian baru adalah digitalisasi dan konektivitas,
disintermediasi dan reintermediasi, kustomisasi dan kustomerisasi, dan konvergensi
industri. Digitalisasi secara khusus memperkenalkan kapabiliatas baru yang
menggembirakan bagi konsumen dan dunia bisnis.
3. Perekonomian baru menggeser beberapa praktik bisnis perekonomian lama menuju ke
pengorganisasian berdasarkan segmen pelanggan (bukannya hanya berdasarkan
produk). Berfokus pada nilai masa hidup pelanggan (bukan pada transakai). Berfokus
pada para pemercaya (dan bukan hanya pada pemegang saham), membuat semua
orang melakukan pamasaran, membangun merek melalui perilaku (bukannya iklan),
berfokus pada mempertahankan pelanggan (sebanyak memperoleh pelanggan),
mengukur kepuasan pelanggan, dan menyedikitkan janji tetapi memberikan lebih
banyak.
4. Perusahaan mengadapi banyak pertanyaan dalam mengadopsi e-marketing (pemasar
elektronik). Tiga dari antaranya adalah mengetahui cara merancang situs web yang
menarik, mengetahui cara beriklan pada web, dan mengetahui cara menyusun model
pendapatan dan laba yang sehat bagi bisnis dot com mereka.
5. Perusahan juga menjadi terampil dalam Manajemen Relasioal Pelanggan (CRM:
Customer Relationship Management), yang berfokus pada memenuhi kebutuhan
individual para pelanggan yang penting. Keterampilan menuntut pembentukan basis
data pelanggan dan melakukan penggalian data untuk melacak tren, segmen dan
kebutuhan individual.

Saran

Dalam menghadapi persaingan pemasaran, penentuan strategi pemasaran dan rencana


pemasaran sangat penting dan hal ini juga harus ditunjang oleh manajer pemasar yang
professional dan memiliki kreatifitas yang tinggi. Jadi tempatkanlah manajemen pemasaran
anda sebagai bagian penting dalam perusahaan demi mencapai tujuan bisnis yaitu
profitabilitas yang tinggi.
DAFTAR PUSTAKA

Kotler dan Keller, 2009, Manajemen Pemasaran, Jilid 1, Edisi ke 13. Jakarta: Erlangga.