Anda di halaman 1dari 28

HALAMAN JUDU L

LAPORAN POSISI KEUANGAN DAN LAPORAN ARUS KAS

Untuk memenuhi salah satu tugas : Akuntansi Keuangan Menengah


Dosen : Verra Rizki Amelia, S. E., M. Acc.

Di susun Oleh

Iyah 1704140003
Yuliani 1704140009
Ahmad Bahrul Elmi 1704140006
Mufidatul Laela 1704140015
Fitria Arifin 1704140010
Dewi Anjar Wati 1704140022
Sri Wahyuni 1704140025

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PALANGKA RAYA


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
JURUSAN EKONOMI ISLAM
PRODI AKUNTANSI SYARIAH
TAHUN 1440 H / 2018 M

i
KATA PENGANTAR

‫ب ِۡس ِم ٱ ه َِّلل ٱ هلر ۡ ۡح َٰم ِن ٱ هلر ِح ِمي‬

Assalamualaikum Warahmatullahhi Wabarakatuh.

Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wata’ala

yang mencurahkan ‘inayah dan taufiqNya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah

tentang Laporan Posisi Keuangan Dan Laporan Arus Kas.

Sholawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad

Shallallahu ‘alaihi wassalam, yang telah membimbing kita dari zaman jahiliyah ke

zaman yang terang benderang ini.

Dengan selesainya makalah ini kami tidak lupa mengucapkan ribuan terima kasih

kepada pihak yang telah membantu terutama Orang tua, Dosen Mata Kuliah ibu Verra

Rizki Amelia, S. E., M. Acc. dan teman-teman yang telah membantu.

Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna, oleh sebab itu kami

mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak untuk kesempurnaan makalah ini.

Dengan selesainya makalah ini kami dapat bermanfaat bagi semua pihak, terutama untuk

para pembaca yang ingin mengetahui lebih jauh tentang Laporan Posisi Keuangan Dan

Laporan Arus Kas. Jazakumullahhahu khairan.

Wassalamualaikum Warahmatullahhi Wabarakatuh.

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...................................................................................................... i
KATA PENGANTAR .................................................................................................. ii
DAFTAR ISI ................................................................................................................ iii
PENDAHULUAN ........................................................................................................ 1
A. Latar belakang ..................................................................................................... 1

B. Rumusan masalah ................................................................................................ 2

C. Metode Penulisan................................................................................................. 2

D. Tujuan Penulisan ................................................................................................. 2

E. Kegunaan praktis ................................................................................................. 3

BAB II PEMBAHASAN .............................................................................................. 4


A. Laporan Posisi Keuangan .................................................................................... 4

1. Pengertian Laporan Posisi Keuangan..................................................... 4

2. Kegunaan laporan Posisi Keuangan ....................................................... 4

3. Batasan laporan posisi keuangan ............................................................ 4

4. Klasifikasi dalam laporan posisi keuangan ............................................ 5

5. Format umum penyajian laporan posisi keuangan ............................... 6

6. Format laporan posisi keuangan ............................................................. 7

B. Laporan Arus Kas .............................................................................................. 10

1. Pengertian Laporan Arus Kas ............................................................... 10

2. Tujuan Laporan Arus Kas ..................................................................... 11

3. Arus Kas Dari Aktivitas Operasi ( operating activities )...................... 11

4. Arus Kas Dari Aktivitas Investasi (Investing Activities) ...................... 12

iii
5. Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan (financing activities) .................. 13

6. Metode Pelaporan Arus kas ................................................................... 14

7. Gambaran Penyusunan Laporan Arus Kas ......................................... 16

8. Kegunaan laporan arus kas ................................................................... 20

BAB III PENUTUP .................................................................................................... 23


A. Kesimpulan ........................................................................................................ 23

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 24

iv
BAB I PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Pada dasarnya setiap perusahaan perlu mengetahui perkembangan
kegiatan usahanya dari waktu kewaktu sehingga perusahaan dapat memahami
keadaan keuangan perusahaan pada saat tertentu dan mengetahui apakah
perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian. Perusahaan mengetahui itu
semua melalui laporan pertanggungjawaban pimpinan perusahaan dalam bentuk
laporan keuangan.

Neraca merupakan salah satu dari laporan keuangan yang paling penting,
hal ini dikarenakan neraca berisi mengenai harta kekayaan yang dimiliki oleh
perusahaan pada suatu periode tertentu. Dengan neraca, maka para kreditur atau
penanam modal dan pihak-pihak l;ain yang berkepentingan dapat mempelajari
tentang kemampuan dari perusahaan tersebut didalam melunasi kewajiban-
kewajibannya baik jangka pendek maupun jangka panjang serta kecenderungan
perusahaan pada masa yang akan datang.

Arus kas juga menyajikan ikhtisar terinci mengenai arus kas masuk dan
arus kas keluar, atau sumber dana penggunaan kas selama suatu periode. Maka
dari itu, makalah ini membahas mengenai laporan posisi keuangan dan laporan
arus kas sebagai salah satu komponen penting dalam laporan keuangan.

1
B. Rumusan masalah
1. Apa Pengertian Laporan Posisi Keuangan?
2. Apa Kegunaan Laporan Posisi Keuangan?
3. Apa Saja Batasan Laporan Posisi Keuangan?
4. Bagaimana Klasifikasi Dalam Laporan Posisi Keuangan?
5. Bagaimana Format Umum Penyajian Laporan Posisi Keuangan?
6. Bagaimana format laporan posisi keuangan?
7. Apa Pengertian Arus Kas?
8. Apa Tujuan Laporan Arus Kas?
9. Bagaimana Arus Kas Aktivitas Operasi ?
10. Bagaimana Arus Kas Aktivitas Investasi ?
11. Bagaimana Arus Kas Aktivitas pendanaan ?
12. Bagaimana Metode Pelaporan Arus Kas?
13. Bagaimana Metode Pelaporan Arus Kas?
14. Bagaimana gambaran penyususnan laporan arus kas?
15. Apan Kegunaan Laporan Arus Kas?

C. Metode Penulisan
Adapun metode penulisan makalah ini menggunakan metode
kepustakaan, yaitu mengumpulkan bahan-bahan yang relevan dari perpustakaan
IAIN Palangka Raya, yang berhubungan dengan permasalahan yang akan di
bahas .

D. Tujuan Penulisan
1. Untuk Mengetahui Laporan Posisi Keuangan.
2. Untuk Mengetahui Laporan Posisi Keuangan.
3. Untuk Mengetahui Batasan Laporan Posisi Keuangan.
4. Untuk Mengetahui Klasifikasi Dalam Laporan Posisi Keuangan.
5. Untuk Mengetahui Format Umum Penyajian Laporan Posisi Keuangan.

2
6. Untuk Mengetahui format laporan posisi keuangan?
7. Untuk Mengetahui Pengertian Arus Kas.
8. Untuk Mengetahui Tujuan Laporan Arus Kas.
9. Untuk Mengetahui Arus Kas Aktivitas Operasi .
10. Untuk Mengetahui Arus Kas Aktivitas Investasi .
11. Untuk Mengetahui Arus Kas Aktivitas pendanaan .
12. Untuk Mengetahui Metode Pelaporan Arus Kas.
13. Untuk Mengetahui Metode Pelaporan Arus Kas.
14. Untuk Mengetahui gambaran penyususnan laporan arus kas.
15. Untuk Mengetahui Kegunaan Laporan Arus Kas.

E. Kegunaan praktis
1. Menambah waasan mengenai laporan posisi keuangan.
2. Menambah wawasan mengenai laporan arus kas.

3
BAB II PEMBAHASAN

PEMBAHASAN

A. Laporan Posisi Keuangan


1. Pengertian Laporan Posisi Keuangan
Laporan posisi keuangan adalah (statement of financial position), juga disebut
sebagai neraca (balance sheet), melaporkan aset, liabilitas, dan ekuitas perusahaan
bisnis pada tanggal tertentu. Laporan keuangan ini memberikan informasi tentang sifat
dan jumlah investasi dalam sumber daya perusahaan, kewajiban, kepada kreditor, dan
ekuitas atas sumber daya neto. Oleh karen itu, laporan ini membantu dalam
memprediksi jumlah, waktu, dan ketidakpastian arus kas masa depan.

2. Kegunaan laporan Posisi Keuangan


Dengan memberikan informasi tentrang aset, liabilitas, dan ekuitas, laporan
posisi keuangan memberikan dasar untuk menghitung timbal balik hasil (rate of
return) dan mengevaluasi struktur modal perusahaan. Analisis juga menggunakan
informasi dalam laporan posisi keuangan untuk menilai resiko dan kas masa depan
arus perusahaan. Dalam hal ini, analisis menggunakan laporan posisi keuangan untuk
menilai likuiditas, solvabilitas, dan fleksibilitas keuangan.

3. Batasan laporan posisi keuangan


Beberapa batasan utama laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut :

a. Sebagian besar aset dan liabilitas dilaporkan sebesar historis. Akibatnya,


informasi yang diberikan dalam laporan posisi keuangan sering dkritik karena
tidak melaporkan nilai wajar yang lebih relevan.
b. Perusahaan mengggunakan penilaian dan estimasi untuk menentukan beberapa
pos yang dilaporkan dalam laporan posisi keuangan.

4
c. Laporan posisi keuangan mengabaikan beberapa pos yang memiliki nilai
keuntugan, tetapi perusahaan tidak dapat mencatatnya secara objektif.

4. Klasifikasi dalam laporan posisi keuangan


Akun laporan posisi keuangan dapat diklasifikasikan. Artinya, laporan
posisi keuangan dikelompokkan bersama pos yang serupa untuk memperoleh subtotal
yang signifikan. Lebih lanjut, pos-pos dittetapkan sedemikian rupa sehingga laporan
akan menampilkan hubungan-hubungan yang relevan.
IASB menunjukkan bahwa bagian dan subbagian laporan keuangan akan
lebih informatif daripada laporan keuangan secara keseluruhan. Oleh karena itu IASB
membatasi pelaporan akun yang berupa hanya ringkasan (total aset, aset neto, total
liabilitas, dan lain-lain). Sebaliknya, perusahaan harus melaporkan dan
mengklasifikasikan setiap pos dengan cukup terperinci untuk memungkinkan
pengguna dalam menilai jumlah, waktu, dan ketidakpastian arus kas masa depan,
klasifikasi tersebut juga memudahkan pengguna untuk mengevaluasi likuiditas dan
fleksibilitas keuangan, dan profitabilitas, dan risiko.
Untuk mengklasifikasi pos dalam laporan keuangan, perusahaan
mengelompokkan pos yang memiliki karakteristik serupa dan memisahkan pos dengan
karakteristik yang berbeda. Misalnya, perusahaan harus melaporkan secara terpisah :
a. Aset dan liabilitas dengan karakteristik likuiditas umum yang berbeda.
b. aset yang berbeda pada fungsi yang diharapkan dalam operasi pusat
perusahaan atau aktivitas lainnya.
c. Liabilitas yang berbeda dalam jumlah, sifat, dan waktu.

5
UNSUR UNSUR LAPORAN POSISI KEUANGAN

1. Aset. sumber daya yang dikendalikan oleh entitas sebagai akibat dari
peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi masa depan
diharapkan.
2. Liabilitas. kewajiban, entitas masa kini yang timbul dari peristiwa
masa lalu, penyelesaiannya diperkirakan mengakibatkan arus keluar
dari umber daya entitas yang mengandung manfaat ekonomis.
3. Ekuitas. Hak residual atas aset entitas setelah dikurangi semua
liabilitas.

5. Format umum penyajian laporan posisi keuangan


Aset Ekuitas dan liabilitas
Aset tidak lancar Ekuitas
Investasi Modal saham
Aset tetap Premi shaam
Aset tak berwujud Saldo laba
Aset lainnya Akumulasi penghasilan komperehensif lain
Aset lancar Kepentingan non pengendali (hak minoritas)
Liabilitas jangka panjang
Liabilitas jangka pendek

6
6. Format laporan posisi keuangan
IFRS tidak menentukan urutan atau format dimaan perusahaan menyajikan pos
yang ada dalam laporan posisi keuangan. Dengan demikian, beberapa perusahaan
menyajikan aset terlebih dahulu, diikuti oleh ekuitas, dan kemudian liabilitas.
Perusahaan lain melaporkan aset lancar pertama dibagian aset, dan liabilitas jangka
pendek pada bagian liabilitas. Sebagian besar perusahaan melaporkan pso-pos seperti
piutang dan set neto, dan kemudian mengungkapkan informasi tembahan yang terkait
dengan akun kontra dalam catatan atas laporan keuangan.
Secara umum, perusahaan menggunakan bentuk laporan untuk menyajikan
informasi laporan posisi keuangan. Bentuk akun (account from) :

SCIENTIFIC PRODUCTS, INC


LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 DESEMBER 2011

Aset
Aset tidak lancar
Investasi jangka panjang
Investasi pada efek yang $82.000
dimiliki untuk penagihan
Tanah yang miliki 5.500 $87.500
Untuk pengambangan masa
depan
Aset tetap
Tanah 125.000
Gedung $975.800
Dikurangi akumulasi penyusutan 341.200 634.600
Total aset tetap 759.600

7
Aset tak berwujud
Biaya pengembangan yang 6.000
dikapitalisasi
Good will 66.000

Aset tak berwujud yang 28.000 100.000


dapat diidentifikasi lainnya
Total aset tidak lancar 947.100

Aset lancar
Persediaan 489.713
Biaya dibayar dimuka 16.252
Piutang usaha 165.824
Dikurangi penyisihan piutang tak 1.850 163.974
tertagih
Investasi jangka pendek 51.030

Kas dan setara kas 52.485


Total aset lancar 773.454
Total aset
$1.720.554

Ekuitas
Modal saham-preferen $300.000
Modal saham-biasa 400.000
Premi saham preferen 10.000
Premi shaam-biasa 27.500

8
Saldo laba 170.482
Akumulasi penghasilan (8.650)
komperehensif lain

Dikurangi : shaam tresuri 12.750


Ekuitas yang dapat $886.582
didistribusikan kepada
pemilik
Hak minoritas 13.500
Total ekuitas $900.082

Liabilitas jangka panjang


Liabilitas obligasi yang jatuh 425.000
tempo pada 31 januari 2020
Provisi yang berkaitan dengan 75.000
pensiun
Total liabilitas jangka 500.000
panjang

Liabilitas jangka pendek


Wesel bayar 80.000
Utang usaha 197.532
Utang bunga 20.500
Utang gaji dan non upah 5.560
Provisi yang berkaitan dengan 12.500
jaminan
Penerimaan depositi dari 4.380
pelanggan

9
Total liabilitas jangka 320.472
pendek
Total liabilitas 820.472
Total ekuitas dan liabilitas $1.720.554

B. Laporan Arus Kas


1. Pengertian Laporan Arus Kas
Laporan arus kas menyajikan arus kas masuk dan arus kas keluar dari kas
dan setara kas dengan kategori aktivitas operasi, investasi dan pendanaan selama
waktu periode tertentu. Kas dapat didefinisikan sebagai jumlah kas yang ada
ditangan (cash on hand), treasury bills, commercial paper, money market
fund dan rekening giro pada bank (cash in bank)termasuk overdraft pada bank.
Kas harus memenuhi syarat sebagai berikut :

a. Setiap saat dapat ditukar menjadi kas


b. Tanggal jatuh temponya sangat dekat
c. Kecil resiko perubahan nilai yang disebabkan oleh perubahan tingkat
bunga (investasi yang jatuh tempo maksimal tiga bulan).

Setara kas (cash equivalent) dapat diartikan sebagai investasi yang bersifat
jangka pendek, sangat likuid dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam
jumlah tertentu, tanpa menghadapi resiko perubahan nilai yang signifikan.
Definisi dari setara kas menandakan bahwa investasi tersebut hanya untuk
memenuhi komitmen jangka pendek dan bukan untuk tujuan investasi.

Laporan arus kas disyaratkan sebagai bagian dari kelengkapan dalam


laporan keuangan. Hal ini sesuai dengan PSAK 2, yang direvisi bulan Desember
2009 dan sesuai dengan kebijakan konvergensi IFRS (international Financial
Reporting Standart) yang mensyaratkan bahwa laporan arus kas disajikan

10
sebagai bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan untuk setiap periode
penyajian laporan keuangan.

2. Tujuan Laporan Arus Kas


Tujuan utama dari laporan aruskas ini adalah untuk memberikan informasi
yang relevan tentang penerimaan dan pembayaran kas dari suatu perusahaan
selama dari suatu periode. Untuk mencapai tujuan ini, laporan arus kas
melaporkan sebagai berikut.

a. Pengaruh kas dari operasi selama suatu periode.


b. Transaksi investasi
c. Transksi pendanaan dan
d. Kenaikan atau penurunan neto kas selama suatu periode.
Pelaporan sumber, penggunaan, dan kenaikan atau penurunn neto kas
membantu investor, kreditor, dan pihak lain mengetahui apa yang terjadi pada
sumber daya yang paling likuid dalam perusahaan. Oleh karena sebagian besar
individu mengelola buku cek dan mempersiapkan pengembalian pajak dengan
basis kas, mereka dapat mengetahui informasi yang dilaporkan dalam laporan
arus kas.

Laporan arus kas memberikan jawaban atas pertanyaan yang penting,


tetapi sangat sederhana seperti berikut.

a. Dari mana kas berasal selama periode tersebut?


b. Berapa kas yang digunakan selama periode tersebut?
c. Berapa perubahan saldo kas selama periode tersebut?

3. Arus Kas Dari Aktivitas Operasi ( operating activities )


Aktivitas operasi dapat didefinisikan sebagai aktivitas utama penghasil
pendapatan perusahaan (principal revenue-producing activities). Arus kas dari
aktivitas operasi terkait dengan aktivitas menghasilkan pendapatan dari entitas.

11
Contoh arus kas dari aktivitas operasi adalah :

a. Penerimaan kas dari penjualan barang


b. Penerimaan kas dari penjualan jasa
c. Penerimaan kas dari royalti, komisi dan pendapatan lainnya yang diterima
tunai.
d. Pembayaran kas kepada pemasok barang
e. Pembayaran kas kepada karyawan
f. Pemayaran kas kepada pemasok jasa lainnya
g. Pembayaran atau restitusi pajak penghasilan kecuali secara khusus
merupakan bagian dari aktivitas pendanaan dan investasi
h. Penerimaan dan pembayaran kontrak yang dimiliki untuk tujuan
diperdagangkan atau diperjualbelikan.

4. Arus Kas Dari Aktivitas Investasi (Investing Activities)


Aktivitas investasi adalah perolehan (acquisition) dan pelepasan (disposal)
aset jangka panjang dan investasi non setara kas. Aktivitas investasi
mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber
daya yang diperoleh perusahaan yang ditujukan untuk menghasilkan pendapatan
dan arus kas masa depan.

Contoh arus kas dari aktivitas investasi adalah :

a. Arus kas yang diterima, misalnya :


1) Penjualan aset tetap
2) Penjualan surat berharga yang berupa investasi
3) Penagihan pinjaman pokok jangka panjang/pinjaman (tidak termasuk
bunga jika merupakan kegiatan investasi)
4) Penjualan aset lainnya yang digunakan dalam kegiatan produksi
(tidak termasuk persediaan)
b. Arus kas yang keluar, misalnya :

12
1) Pembayaran untuk mendapatkan aset tetap
2) Aktiva tak berwujud dan aktiva jangka panjang lain, termasuk
pengembangan yang dikapitalisasikan
3) Pembelian investasi jangka panjang
4) Perolehan saham atau instrumen keuangan perusahaan lain
5) Pemberian pinjaman pada pihak lain
6) Pembayaran untuk aset lain yang digunakan dalam kegiatan
produktif seperti hak paten (tidak termasuk persediaan yang
merupakan persediaan operasional)

5. Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan (financing activities)


Aktivitas pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan
besaran dan komposisi modal ekuitas dan pinjaman perusahaan.
Contoh arus kas dari aktivitas pendanaan :
a. Arus kas masuk misalnya :
1) Pengeluaran saham atau instrumen modal lainnya
2) Pengeluaran wesel
3) Penjualan obligasi
4) Pengeluaran surat hutang hipotik
5) Serta pinjaman lainnya
b. Arus kas keluar misalnya :
1) Pembayaran deviden dan pembagian lainnya yang diberikan kepada
pemilik
2) Pembelian saham perusahaan (treasury stock)
3) Pelunasan pokok pinjaman
4) Pembayaran kas oleh lessee untuk mengurangi kewajiban yang
berkaitan dengan sewa gedung usaha pembiayaan.

Dalam hal pelunasan pinjaman meliputi pinjaman pokok dan bunga,


pelunasan yang dilakukan mengarah pada jumlah pokok pinjaman yang

13
diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan (financing activity) dan dibayarkan
mengarah kebunga, harus diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi (operating
activity)

Demikian juga dengan arus kas dari penjualan dan pembelian surat
berharga yang dimiliki untuk tujuan diperdagangkan oleh suatu perusahaan
investasi, diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi. Sedangkan arus kas dari
penjualan dan pembelian surat berharga yang dimiliki untuk tujuan investasi
oleh perusahan pabrikasi, diklasifikasikan sebagai aktivitas investasi.1

6. Metode Pelaporan Arus kas


a. Metode Langsung

Metode langsung pada hakikatnya adalah menguji kembali setiap item


laporan laba rugi dengan tujuan untuk melaporkan seberapa besar kas yang
diterima atau dibayarkan terkait dengan setiap komponen laba rugi tersebut.

Metode langsung lebih dianjurkan oleh PSAK karena lebih memfokuskan


pada arus kas daripada laba bersih akrual oleh karena itu dianggap lebih
informatif dan terperinci. Selanjutnya oleh IAI (Ikatan Akuntan Indonesia)
dalam PSAK No.2 menyatakan dengan metode langsung, informasi mengenai
kelompok utama penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto dapat
diperoleh dengan baik :

1) Dari catatan akuntansi perusahaan.


2) Dengan menyesuaikan penjualan, beban pokok penjualan, dan pos-pos lain
dalam laporan laba rugi untuk perubahan persediaan, piutang usaha dan
hutang usaha dalam periode berjalan, pos bukan kas lainnya, dan pos lain
yang berkaitan dengan arus kas investasi dan pendanaan.

1
Imam Ghozali, Teori Akuntansi, Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2007.

14
b. Metode Tidak Langsung

Dengan metode ini laba atau rugi bersih disesuaikan dengan mengoreksi
pengaruh dari transaksi bukan kas, akrual dari penerimaan atau pembayaran kas
untuk operasi masa lalu dan masa depan dan unsur penghasilan atau beban yang
berkaitan dengan arus kas investasi dan pendanaan. Metode tidak langsung ini
merupakan rekonsiliasi laba bersih yang diperoleh perusahaan dengan
melakukan penyesuaian sebagai berikut :

1) Pendapatan dan beban yang tidak melibatkan arus kas masuk dan kas
keluar, contohnya adalalah amortitasi premium/diskonto investasi obligasi,
beban penyisihan piutang ragu-ragu, beban penyusutan aktiva tetap, beban
amortisasi aktiva tidak berwujud dan beban amortisasi premium/diskonto
utang obligasi.
2) Keuntungan dan kerugian yang terkai dengan aktivitas investasi atau
pembiayaan, contohnya adalah keuntungan dan kerugian penjualan aktiva
tetap, keuntungan dan kerugian penjualan investasi dalam saham, dan
keuntungan serta kerugian atas penebusan kembali utang obligasi.
Perubahan dalam aktiva lancar (selain kas) dan kewajiban lancar sebagai
hasil dari transaksi pendapatan dan beban yang tidak mempengaruhi arus
kas, contohnya adalah perubahan dalam saldo piutang usaha, persediaan
barang dagang, biaya dibayar dimuka, utang usaha, utang gaji/upah, utang
bunga dan utang pajak penghasilan.

15
Format Dasar Laporan Arus Kas

Laporan arus kas

Arus kas dari aktivitas operasi $xxxx


Arus kas dari aktivitas investasi xxx
Arus kas dari aktivitas pendanaan xxx
Kenaikan (penurunan) neto atas kas xxx
Kas pada awal tahun xxx
Kas pada akhir tahun $xxx

7. Gambaran Penyusunan Laporan Arus Kas


a. sumber informasi
Perusahaan memperoleh informasi untuk mempersiapkan laporan arus kas
dari beberapa sumber:
1) Laporan posisi keuangan komparatif
2) Laporan laba rugi tahun berjalan, dan
3) Data transaksi yang dipilih.
Contoh sederhana berikut ini menunjukan bagaimana perusahaan
menggunakan sumber informasi tersebut dalam menyusun laporan arus
kas.
Pada tanggal 1 januari 2011, ditahun pertama operasinya,
Telemarketing Inc, menerbitkan 50.000 saham biasa dengan nilai pari $1,
sebesar $50.000 secara tunai. Perusahaan menyewa ruang kantor, furnitur,
dan peralatan tekomunikasi dan melalukan jasa pemasaran sepanjang
tahun pertama. Pada bulan juni 2011, perusahaan membeli tanah seharga
$15.000, ilustrasi menunjukan laporan posisi keuangan komparatif pada
awal dan akhir tahun 2011.

16
TELEMARKETING INC.
LaporanPosisiKeungan

Aset 31 des.2011 1 jan.2011 kenaikan/penurunan


Tanah $15.000 $-0- $15.000 Kenaikan
Piutangusaha 41.000 -0- 41.000 Kenaikan
Kas 31.000 -0- 31.000 Kenaikan
Total $87.000 $-0-
EkuitasdanLiabilitas
Modal saham $50.000 $-0- 50.000 Kenaikan
Saldolaba 25.000 -0- 25.000 Kenaikan
Utangusaha 12.000 -0- 12.000 Kenaikan
Total $87.000 $-0-

b. Mempersiapkan laporan Arus Kas

Mempersiapkan laporan arus kas dari sumber ini melibatkan empat


langkah berikut.

1) Menentukan kas yang diperoleh dari (atau digunakan untuk)


aktivitas operasi
2) Menentukan kas yang diperoleh dari atau digunakan untuk aktivitas
investassi dan pendanaan
3) Menentukan perubahan ( kenaikan atau penurunan) kas selama
periode berjalan
4) Rekonsiliasi perubahan kas dengan saldo kas awal dan akhir.
a. Kas yang diperoleh dari aktivitas operasi adalah kelebihan
penerimaan atas pembayaran kas dari aktivitas operasi.
Analisis laporan posisi keuangan komparatif Telemarketing
mengungkapkan dua pos yang aan memengaruhi perhitungan kas neto
yang diperoleh dari aktivitas operasi.
1) Penambahan piutang usaha mencerminkan kenaikan pendapatan non
kas sebesar $41.000

17
2) Penambahan utang usaha mencerminkan kenaikan bebn nonkas
sebesar $12.000
Oleh karena itu, untuk menghitung kas yang diperoleh dari operasi,
Telemarketing Inc. Mengurangi kenaikan piutangusaha dari laba neto
($41.000), dan perusahan menambahkan kembali kenaikan utang usaha
kelaba neto ($12.000). akibat dari penyesuaian ini, perusahaan
menentukan kas yang diperoleh dari operasi sebesar $10.000, dihitung dari
tabel dibawah ini

Selanjutnya perusahaan menetukan aktivitas investasi dan


pendanaan. Salah satu aktivitas investasi Telemarketing Inc. adalah tanah
hal ini terdapat dua aktivitas pendanaan : (1) Modal saham-biasa
meningkat sebesar $50.000 dari penerbitan 50.000 saham biasa secara
tunai. (2) Perusahaan membayar dividen tunai aebesar $14.000. dengan
mengetahui jumlah yang peroleh/digunakan oleh aktivitas operasi,investasi
dan pendanaan maka perusahaan dapat menentukan kenaikan neto kas.
Perhatikan ilustrasi dibawah ini menyajikan laporan arus kas
Telemarketing Inc. Untuk tahun 2011.

18
c. Aktivitas nonkas yang signifikan
Tidak semua aktivitas perusahaan yang signifikan melibatkan kas. Contoh
aktivitas non kas yang signifikan adalah sebagai berikut.
1) Penerbitan saham biasa untuk untuk membeli aset
2) Konversi Obligasi menjadi saham biasa.
3) Penerbitan utang untuk membeli aset.
4) Pertukaran aset jangka panjang.

19
8. Kegunaan laporan arus kas
a. Likuiditas Keuangan
Rumus untuk rasio
Kas Neto yang Diperoleh dari ativitas Operasi
= Rasio cakupankas utang lancar
Rata-rata Liabilitas Jangka Pendek

Semakin tinggi rasio cakupan kas utang lancar, semakin kecil


kemungkinan perusahaan akan memiliki masalah likuiditas. Misalnya rasio yang
mendekati 1:1 adalah baik, menunjukan bahwa perusahaan dapat memenuhi
semua kewajiban kini dari arus kas internal.
b. Fleksibilitas keuangan
Rasio cangkupan utang kas (cash debt coverage ratio) memberikan
informasi tentang fleksibilitas keuangan. Rasio ini menunjukkan kemampuan
perusahaan untuk membayar liabilitasnya dari kas neto yang diperoleh dari
aktivitas operasi, tanpa harus melikuidasi asset yang digunakan dalam
operasinya.
Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi = Rasio cakupan utang kas
Rata-rata total liabilitas

Rumus untuk Rasio Cakupan Utang Kas


Semakin tinggi easio ini, semakin kecil kemungkinan perusahaan akan
mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo.
Rasio ini memberikan sinyal apakah perusahaan dapat membayar utangnya dan
bertahan hidup jika sumber dana eksternal menjadi terbatas atau terlalu mahal.

20
c. Arus Kas Bebas
Cara yang lebih canggih untuk memeriksa flekasibilitas keuangan
perusahaan adalah dengan mengembangkan analisi arus kas bebas. Arus kas
bebas (free cash flow) adalah jumlah arus kas diskresioner yang dimiliki
perusahaan. Perusahaan dapat menggunakan arus kas ini untuk membeli
investasi tambahan, melunasi utangnya, membeli saham tresuri, atau hanya
untuk menambah likuiditas. Pengguna laporan keuangan dapat menghitung arus
kas bebas
Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi - Pengeluaran Modal – Dividen =
Arus Kas Bebas

Rumus untuk Arus Kas Bebas


Dalam analisis arus kas bebas, pertama-tama kita mengurangkan
pengeluaran modal untuk menunjukkan hal tersebut merupakan pengeluaran
diskresioner terkecil yang umumnya dibuat perusahaan. (Tanpa upaya
berkelanjutan untuk mempertahankan dan memperluas fasilitas, kecil
kemungkinan bagi perusahaan untuk dapat terus mempertahankan posisi
kompetitifnya). Kemudian kita mengurangkan dividen. Meskipun perusahaan
dapat memotong dividen, biasanya perusahaan melakukannya hanya dalam
keadaan darurat keuangan. Jumlah yang dihasilkan setelah pengurangan
tersebut merupakan arus kas bebas perusahaan. Jelas bahwa semakin besar
jumlah arus kas bebas, semakin besar jumlah fleksibilitas keuangan perusahaan.

21
NESTOR COMPANY
Analisis Arus Kas Bebas
kas neto yaang diperoleh dari
aktivitas operasi 411.750
Pengeluaran modal (252.500)
Dividen (19.800)
Arus Kas Bebas 139.450

Perhitungan ini menunjukkan bahwa Nestor memiliki kas neto yang


diperoleh dari aktivitas operasi yang positif dan subtansial $411.750. laporan
arus kas Nestor menunjukkan bahwa perusahaan membeli peralatan sebesar
$182.500 dan tanah senilai $70.000 sehingga diperoleh total pengeluaran modal
sebesar $252.500. Nestor memiliki arus kas yang lebih cukup untuk memenuhi
pembayaran deviden, sehingga memiliki fleksibilitas keuangan yang
memuaskan.
Seperti yang ditunjukkan pada Ilustrasi 5-24, Nestor menggunakan arus
kas bebas untuk menebus obligasi dan menambah likuiditas. Jika perusahaan
menemukan investasi tambahan yang menguntungkan, perusahaan dapat
menambah pengeluaran tanpa membayarkan dividen atau pengeluarkan modal.
Perusahaan yang memiliki fleksibiilitas keuangan yang kuat dapat mengambil
keuntungan dari investasi yang menguntungkan bahkan dalam masa-masa sulit.
Selain itu, fleksibilitas keuangan yang kuat membebaskan perusahaan dari
kekhawatiran tentang kemampuan bertahan hidup dalam kondisi ekonomi yang
buruk. Bahkan perusahaan dengan fleeksibilitas keuangan yang sering kali
berjalan lebih baik dalam perekonomian yang buruk karena dapat mengambioo
keuntungan dari peluang yang tidak bisa diambil oleh perusahaan lain.

22
BAB III PENUTUP

PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Laporan posisi keuangan adalah (statement of financial position), juga disebut


sebagai neraca (balance sheet), melaporkan aset, liabilitas, dan ekuitas
perusahaan bisnis pada tanggal tertentu. laporan ini membantu dalam
memprediksi jumlah, waktu, dan ketidakpastian arus kas masa depan.
2. Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang menyajikan lalu lintas arus
kas masuk dan arus kas keluar dari kas dan setara kas. Laporan arus kas tersebut
memberikan kepada pengguna suatu dasar untuk menilai kemampuan entitas
untuk menghasilkan menghasilkan dan memanfaatkan kasnya. Laporan arus kas
digunakan oleh pihak manajemen untuk mengevaluasi kegiatan operasional yang
telah berlangsung, dan merencanakan aktivitas investasi dan pembiayaan dimasa
mendatang. Laporan arus kas juga digunakan oleh pihak kreditor dan investor
dalam menilai tingkat likuiditas maupun potensi perusahaan dalam
menghasilkan laba (keuntungan). Arus kas dari aktivitas operasi terkait dengan
aktivitas menghasilkan pendapatan dari entitas, misalnya penagihan kas dari
penjualan dan penyerahan jasa, pembayaran kepada pemasok dan pembayaran
gaji kepada karyawan.

23
DAFTAR PUSTAKA

Ghozali, Imam. 2007. Teori Akuntansi. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro
Warfield, Kieso weygandt. 2017. Akuntansi keuangan Menengah. Yogyakarta: Salemba
empat

24