Anda di halaman 1dari 16

TURBIN UAP

1. Pengertian Turbin
Turbin adalah sebuah mesin berputar yang mengambil energy dari aliran
fluida. Turbin merupakan alat untuk mengkonversi energy kinetic cairan yang
bergerak atau gas menjdi energy rotasi yang dapat untuk menggerakkan dynamo dan
menghasilkan gas.

2. Macam-macam Turbin
a. Turbin Air
Turbin air merupkan mesin yang berputr diakibatkan oleh energy kinetic dan
energy potensial dari alirn fluida.

b. Turbin Gas
Turbin gas adalah suatu alat yang memanfatkan gas sebagai fluida untuk
memutar turbin dengan memanfatkan kompresor dan mesin pembkar internal.
Didalam turbin gas, energy kinetic dikonversikan menjadi energy mekanik melalui
udara bertekanan yang memutar sudu turbin sehingga menghasilkan daya.
c. Turbin Uap
Turbin uap adalah suatu penggerak mula yang mengubah energy potensial
menjadi energy kinetic dan energy kinetic ini selanjutnya diubah menjadi energy
mekanik dalam bentuk putaran poros turbin.

3. Komponen Turbin Uap

a. Shaft Seal
Shaft seal adalah bagian dari turbin antara poros dengan casing yang berfungsi
untuk mencegah uap air keluar dari dalam turbin melewati sela-sela antara poros
dengan casing akibat perbedaan tekanan dan juga untuk mencegah udara masuk ke
dalam turbin selama turbin uap beroperasi.

b. Turbin Bearing
Turbin uap dilengkapi oleh bearing sebagai bagian untuk mengurangi gesekan
antara poros (bagian yang berputar) dengan casing/stator (bagian yang diam).

c. Balance Piston
Pada turbin uap, ada 50% gaya reaksi dari sudu yang berputar menghasilkan
gaya aksial terhadap sisi belakang dari silinder pertama turbin, gaya inilah yang perlu
dilawan oleh sistem balance piston.
d. Turbin Stop Valve
Atau disebut juga Emergency Stop Valve karena berfungsi untuk mengisolasi
turbin dari supply uap air pada keadaan darurat untuk menghindari kerusakan atau
juga overspeed.

e. Turbin Control Valve


Berfungsi untuk mengontrol supply dari uap air yang masuk ke dalam turbin
sesuai dengan sistem kontrol yang bergantung pada besar beban listrik.

f. Turning Device
Adalah suatu mekanisme untuk memutar rotor dari turbin pada saat start awal
atau pada saat setelah shut down untuk mencegah terjadinya distorsi/bending akibat
dari proses pemanasan atau pendinginan yang tidak seragam pada rotor.

g. Rotor
Turbin uap terdiri dari sebuah cakram yang dikelilingi oleh daun-daun cakram
yang disebut sudu-sudu. Sudu-sudu ini berputar karena tiupan dari uap bertekanan.

4. PRINSIP KERJA TURBIN UAP

Secara singkat prinsip kerja turbin uap adalah sebagai berikut :

a) Uap masuk kedalam turbin melalui nosel. Didalam nosel energi panas dari uap

dirubah menjadi energi kinetis dan uap mengalami pengembangan.

Tekanan uap pada saat keluar dari nosel lebih kecil dari pada saat masuk ke

dalam nosel, akan tetapi sebaliknya kecepatan uap keluar nosel lebih besar dari

pada saat masuk ke dalam nosel.


Uap yang memancar keluar dari nosel diarahkan ke sudu-sudu turbin yang

berbentuk lengkungan dan dipasang disekeliling roda turbin. Uap yang mengalir

melalui celah-celah antara sudu turbin itu dibelokkan kearah mengikuti

lengkungan dari sudu turbin. Perubahan kecepatan uap ini menimbulkan gaya

yang mendorong dan kemudian memutar roda dan poros turbin.

b) Jika uap masih mempunyai kecepatan saat meninggalkn sudu turbin berarti

hanya sebagian yang energi kinetis dari uap yang diambil oleh sudu-sudu turbin

yang berjalan. Supaya energi kinetis yang tersisa saat meninggalkan sudu turbin

dimanfaatkan maka pada turbin dipasang lebih dari satu baris sudu gerak.

Sebelum memasuki baris kedua sudu gerak. Maka antara baris pertama dan baris

kedua sudu gerak dipasang satu baris sudu tetap ( guide blade ) yang berguna

untuk mengubah arah kecepatan uap, supaya uap dapat masuk ke baris kedua

sudu gerak dengan arah yang tepat.

c) Kecepatan uap saat meninggalkan sudu gerak yang terakhir harus dapat dibuat

sekecil mungkin, agar energi kinetis yang tersedia dapat dimanfaatkan sebanyak

mungkin. Dengan demikian effisiensi turbin menjadi lebih tinggi karena

kehilangan energi relatif kecil.


5. Klasifikasi Turbin Uap

a. Klasifikasi Turbin berdasarkan Prinsip Kerjanya

1. Turbin Impulse
Turbin ini merubah arah dari aliran fluida berkecepatan tinggi menghasilkan
putaran impuls dari turbin dan penurunan energi kinetik dari aliran fluida. Tidak ada
perubahan tekanan yang terjadi pada fluida, penurunan tekanan terjadi di nozzle.

Adapun ciri-ciri dari turbin impuls antara lain:


- Proses pengembangan uap / penurunan tekanan seluruhnya terjadi pada sudu diam /
nosel.
- Akibat tekanan dalam turbin sama sehingga disebut dengan Tekanan Rata.
Kerja Turbin Impuls

2. Turbin Reaksi
Turbin ini menghasilkan torsi dengan menggunakan tekanan atau massa gas
atau fluida. Tekanan dari fluida berubah pada saat melewati sudu rotor. Pada turbin
jenis ini diperlukan semacam sudu pada casing untuk mengontrol fluida kerja seperti
yang bekerja pada turbin tipe multistage atau turbin ini harus terendam penuh pada
fluida kerja (seperti pada kincir angin).

Prinsip Kerja Turbin Reaksi

Ciri-ciri turbin ini adalah :


- Penurunan tekanan uap sebagian terjadi di Nosel dan Sudu Gerak

- Adanya perbedaan tekanan didalam turbin sehingga disebut Tekanan


Bertingkat.
Gambar 9. Perbandingan Turbin Impuls dan Turbin Reaksi

b. Klasifikasi turbin uap berdasarkan pada tingkat penurunan Tekanan


Dalam Turbin

1. Turbin Tunggal ( Single Stage )

turbin ini cocok untuk untuk daya kecil, misalnya penggerak kompresor,
blower, dll.

2. Turbin Bertingkat (Aksi dan Reaksi ).

Turbin dibuat bertingkat, biasanya cocok untuk daya besar. Pada turbin
bertingkat terdapat deretan sudu 2 atau lebih. Sehingga turbin tersebut terjadi
distribusi kecepatan / tekanan.

c. Klasifikasi turbin berdasarkan arah aliran Uap


Seperti dijelaskan diatas, salah satu karakter turbin dapat dibedakan
berdasarkan arah aliran uap, yaitu turbin aksial, turbin radial, dan turbin helikal.
Secara umum, arah aliran uap ditentukan oleh posisi relatif dari nose!, diaphragms,
sudu tetap dan sudu gerak.
1. Turbin aksial
Turbin aksial adalah turbin dengan arah uapnya mengalir sejajar terhadap
sumbu turbin (shaft). Pada proses· ekspansinya turbin ini dapat dibedakan menjadi
Turbin impuls dan turbin reaksi.
2. Turbin radial
Turbin radial adalah turbin dengan arah uapnya mengalir tegak lurus terhadap
sumbu turbin (shaft)
3. Turbin helikal
Turbin helikal adalah turbin dengan arah uapnya mengalir tangesial terhadap
lingkaran rotor dan menubruk/menimpa sudu gerak. Sudusudu dibentuk sedemikian
rupa sehingga arah aliran uap berbalik pada setiap sudu. Sebagian turbin helikal
digunakan untuk pemanfaatan uap kembali, dimana uap keluar dari sudu akan
dikembalikan untuk menubruk sudu gerak melalui kanal di turbin, hal tersebut akan
mengekspansi energy uap lebih banyak

d. Berdasarkan aplikasi dalam pemakaiannya, turbin uap dapat


digolongkan dalam tiga jenis utama

1. Turbin generator, yang dioperasikan di industri dan termal


2. Turbin mekanik, yang dioperasikan untuk menggerakan :kompresor, pompa,
blower.
3. Turbin kapaI (marine turbine), yang dioperasikan untuk menggerakan baling-
baling kapal.

6. SIKLUS RANKINE

Siklus Rankine adalah siklus termodinamika yang mengubah panas menjadi


kerja. Panas disuplai secara eksternal pada aliran tertutup, yang biasanya
menggunakan air sebagai fluida yang bergerak. Siklus ini menghasilkan 80% dari
seluruh energi listrik yang dihasilkan di seluruh dunia. Siklus ini dinamai untuk
mengenang ilmuwan Skotlandia, William John Maqcuorn Rankine. Siklus Rankine
adalah model operasi mesin uap panas yang secara umum ditemukan di pembangkit
listrik. Sumber panas yang utama untuk siklus Rankine adalah batu bara, gas alam,
minyak bumi, nuklir, dan panas matahari.
Siklus Rankine kadang-kadang diaplikasikan sebagai siklus Carnot, terutama
dalam menghitung efisiensi. Perbedaannya hanyalah siklus ini menggunakan fluida
yang bertekanan, bukan gas. Efisiensi siklus Rankine biasanya dibatasi oleh
fluidanya. Tanpa tekanan yang mengarah pada keadaan super kritis, range temperatur
akan cukup kecil. Uap memasuki turbin pada temperatur 565 oC (batas ketahanan
stainless steel) dan kondenser bertemperatur sekitar 30 oC. Hal ini memberikan
efisiensi Carnot secara teoritis sebesar 63%, namun kenyataannya efisiensi pada
pembangkit listrik tenaga batu bara sebesar 42%.

Fluida pada Siklus Rankine mengikuti aliran tertutup dan digunakan secara
konstan. Berbagai jenis fluida dapat digunakan pada siklus ini, namun air dipilih
karena berbagai karakteristik fisika dan kimia, seperti tidak beracun, terdapat dalam
jumlah besar, dan murah. Sistem siklus Rankine terdiri atas empat komponen, yaitu:
Pompa, Boiler, Turbin dan Kondenser. Dalam siklus Rankine yang sebenarnya,
kompresi oleh pompa dan ekspansi dalam turbin tidak isentropic,dengan kata lain
proses ini tidak bolak-balik dan entropi meningkat selama proses. Hal ini
meningkatkan tenaga yang dibutuhkan oleh pompa dan mengurangi energi yang
dihasilkan oleh turbin. Secara khusus, efisiensi turbin akan dibatasi oleh terbentuknya
titik-titik air selama ekspansi ke turbin akibat kondensasi. Titik-titik air ini
menyerang turbin, menyebabkan erosi dan korosi, mengurangi usia turbin dan
efisiensiturbin. Cara termudah dalam menangani hal ini adalah dengan
memanaskannya pada temperatur yang sangat tinggi. Adapun proses Ranklin terdapat
pada gambar berikut
Penjelasan :

Proses 1-2 : Fluida kerja (misalnya air) dipompa dari tekanan rendah ke tekanan
tinggi. Pada tahap ini fluida kerja berfase cair sehingga hanya membutuhkan energi
yang relatif kecil untuk proses pemompaan.

Proses 2-3 : Air bertekanan tinggi memasuki boiler untuk dipanaskan. Di sini air
berubah fase menjadi uap jenuh. Proses ini berlangsung pada tekanan konstan.

Proses 3-4: Uap jenuh berekspansi pada turbin sehingga menghasilkan kerja berupa
putaran turbin. Proses ini menyebabkan penurunan temperatur dan tekanan uap,
sehingga pada suhu turbin tingkat akhir kondensasi titik air mulai terjadi.

Proses 4-1: Uap basah memasuki kondenser dan didinginkan sehingga semua uap
berubah menjadi fase cair. Air dipompakan kembali (Proses 1-2)
7. Tipe Standar Keluar Steam Pada Turbin
Adapun standar keluaran steam pada turbin adalah
a. back pressure turbine

• steam keluar masih bertekanan relatif tinggi

• turbin jenis ini banyak digunakan di pabrik kimia

b. condensing turbine

• steam keluar = saturated steam atau bahkan sebagian steam telah


terkondensasi

• jenis ini banyak digunakan di pembangkit listrik


c. extraction/induction turbine

• gabungan back-pressure dan condensing turbine dalam satu rumah casing

• banyak digunakan dalam cogeneration

8. Pemeliharaan dan Perbaikan Turbin Uap

Untuk memungkinkan sebuah turbin uap beroperasi dengan baik dalam arti
efektif dan efisien, maka terhadap turbin perlu dilakukan suatu sistem pemeliharaan
dan perbaikan. Tersedia petunjuk-petunjuk berupa buku-buku, diantaranya:

a. Petunjuk pengoperasian (operation manual),


b. Petunjuk pemeliharaan (service instruction),
c. Petunjuk mengatasi gangguan (trouble shooting).
Agar tujuan pemeliharaan tercapai maka dari awal-awal pengoperasian turbin,
sudah harus diikuti petunjuk-petunjuk khusus tentang pengoperasiannya. Misalnya
sebelum mulai pengoperasian, pertama-tama perlu dilakukan pemeriksaan terhadap
pipa-pipa kerja setelah dikalibrasi untuk memastikan bahwa tidak akan terjadi antaran
tegangan pada turbin. Hal ini dapat diperiksa dengan jalan melepaskan skrup-skrup
flens.

Selama pengoperasian dilakukan pemeliharaan dengan memperhatikan alat pengukur


setiap saat, sebagai berikut:

a. Alat pengontrol kecepatan.


b. Alat pengontrol temperatur oli dan bantalan.
c. Alat pengontrol tekanan oli.
d. Mencek oli dan mengganti oli yang hilang dalam pemakaian.
Pemeliharaan secara reguler harus dilakukan, tujuan nya untuk mencegah
turbin dari kerusakan atau kemacetan. Setelah 500 jam beroperasi, sekurang-
kurangnya setiap tiga bulan sekali, dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Bersihkan saringan oli (oli filter)dengan cara mengeluarkan kawat kasanya,


lalu membilasnya dalam minyak tanah.
b. Periksa kandungan air dalam oli, bila perlu oli dipisahkan dan periksa
penyebab terdapatnya air.
c. Saringan uap (steam strainer)harus dilepas dan kotorannya dibuang.
Sesudah 2000 jam operasi, paling lambat sekali setahun, maka oli harus diganti.
Sebelum penggantian oli dengan oli yang baru, maka semua bagian-bagian yang
berhubungan dengan oli harus dibersihkan dengan hati-hati. Sesudah 10.000 jam
beroperasi, paling lambat setiap dua tahun, maka:

1. Semua paking dan clearance bantalan harus dicek.


2. Perlengkapan governor dan quick action stop harus dicek. Rod transmisi
dengan clearance yang berlebihan harus diganti.
Penjelasan diatas bukan satu-satunya cara pemeliharaan, tetapi sangat
tergantung kepada jenis turbin dan konstruksi dasar serta perlengkapannya. Di bawah
ini secara umum diberikan daftar petunjuk pemeliharaan turbin.

DAFTAR PETUNJUK PEMELIHARAAN


Periode Uraian Pemeliharaan
Harian 1. Cek semua paras oli dan tambah
bila perlu
2. Periksa temperatur bantalan dan
oli lubrikasi
3. Cek putaran turbin
4. Periksa kelancaran operasional,
serta selidiki perubahan kondisi
operasional

Mingguan 1. Coba katup trip untuk mencegah


terjadinya capuk karena endapan
atau korosi. Setel kembali jika
putaran turbin menurun
mendekati 80% putaran yang
diizinkan (rated speed)

Bulanan 1. Periksa sampel oli lubrikasi dan


bila perlu diperbaharui
2. Periksa sambungan governor dan
ganti bagian yang rusak
3. Periksa trip kecepatan lebih,
dengan menaikkan putaran
turbin, jika beban dibebaskan

Tahunan 1. Ukur semua clearance dan stel.


2. Bongkar dan bersihkan strainer
uap.
3. Cek bantalan dukung dan
bantalan rotor, jika aus ganti.
4. Periksa dan bersihkan reservoir
oli rumah bantalan dan ruang
pendingin.
5. Periksa poros rotor, cakra, sudu-
sudu tetap dan gerak.
6. Periksa kerja katup pengawal
(sentrel valve), dsb.

Walaupun dalam pasal pemeliharaan telah diuraikan cara-cara untuk menjaga


agar tidak terjadi kerusakan sebelum waktunya, tetapi tidak dapat dielakkan bahwa
kerusakan akan tetap saja terjadi. Sebelum suatu tindakan perbaikkan dilakukan,
maka terlebih dahulu harus diketahui jenis gangguan (trouble shooting) baru
kemudian dilakukan perbaikkan (remedy). Berikut jenis-jenis gangguan, penyebab
dan perbaikannya sebagai berikut:

No. Jenis Gangguan Prakiraan Penyebab Perbaikan


1. Turbin bergetar a. Clearance bantalan a. Ganti
terlalu besar bantalan
b. Kopeling kering, b. Harus
aus atau rusak dilumas /
c. Rotor rusak ganti
d. Rotor mengandung kopeling
kerak c. Ganti rotor
e. Alignment poros d. Bersihkan
tidak tepat rotor
e. Periksa
kedudukan
poros
2. Turbin tidak bisa distar a. Ada gangguan a. Bersihkan
dalam saringan uap b. Periksa kalau
(steam strainer) benar buka
b. Katup gerak cepat c. Buka roda
(quick action tangan katup
valve) tidak d. Periksa
terbuka mekanisme
c. Katup uap masuk kontrol dan
dalam keadaan stel kembali
tertutup
d. Salah stel pada alat
kontrol
3. Putaran poros turbin a. Governor tidak a. Periksa
tidak bisa naik berfungsi mekanisme
akibatnya daya turbin b. Kedudukan katup governor dan
tidak memadai nozel tidak tepat perbaiki
c. Tekanan uap bekas b. Periksa dan
terlalu tinggi betulkan
d. Terjadi beban lebih c. Periksa
(over load) saluran uap
bekas, pasti
kan apa
penyebabnya.
d. Sesuaikan
beban dengan
perencanaan

4. Kelajuan putaran poros a. Governor tidak a. Periksa fungsi


tidak dapat dikawal berfungsi governor, stel
kembali
5. Turbin berhenti a. Disebabkan over a. Diperbaiki atau
sebelum waktunya, speed trip distel kembali
sebelum pembebanan mechanime, dengan
berbentuk cakra mengencangkan
dengan baut dan “overspeed trip”
perspiral
6. Terlalu cepat terjadinya a. Cincin oli rusak a. Ganti
keausan bantalan b. Oli kurang b. Tambah oli
c. Oli kotor, dsb. c. Bersihkan
bantalan dan
ganti oli, dsb.
7. Terdapat kandungan air a. Terjadi ketirisan a. Ganti cincin
dalam oli uap melalui cincin karbon
karbon ke dalam
rumah bantalan
8. Temperatur bantalan a. Air pendingin a. Bersihkan
naik (terjadi over kurang lancar fasilitas air
heating) b. Viskositas oli pendingin
terlalu tinggi b. Ganti oli
dengan
viskositas
yang
disarankan
9. Terjadi denyutan pada a. Fundasi cacat a. Reparasi
putaran poros b. Bantalan utama fundasi
rusak b. Cek clearance
c. Roda tidak balans, atau ganti
karena kekurangan bantalan
sudu – sudu, dsb. c. Pasang sudu-
sudu baru,
kemudian
balansing.