Anda di halaman 1dari 20

RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS)

PEMBANGUNAN HOTEL SUTET


TAHUN 2016
PENJELASAN PELAKSANAAN PEKERJAAN ELEKTRIKAL

I. SPESIFIKASI UMUM

I.1. UMUM

Yang dimaksud dengan pekerjaan elektrikal adalah pengadaan dan pemasangan peralatan
elektrikal pada rumah pompa serta pemasangan dan pengujian instalasi pencahayaan dan
instalasi tenaga. Sistem tegangan listrik yang termasuk dalam lingkup pekerjaan rekanan
adalah tegangan 20 kV dan 380 V/ 220 V.

I.2. LINGKUP PEKERJAAN

Yang termasuk dalam lingkup pekerjaan adalah pekerjaan yang termasuk dalam paket
pekerjaan elektrikal seperti yang disebut di bawah ini:
1. Pekerjaan Elektrikal
 Pemasangan dan pengujian instalasi pencahayaan dalam ruangan secara lengkap
termasuk di dalamnya pengkawatan dan konduit, titik nyala lampu, armatur, saklar,
dan kotak kontak.
 Pemasangan dan pengujian instalasi pencahayaan luar ruangan secara lengkap
termasuk di dalamnya pengawatan, titik nyala lampu, tiang, dan sistem pengaturan.
 Pemasangan dan pengujian instalasi tenaga dalam bangunan dan luar bangunan
lengkap dengan fixture/ perlengkapannya.
 Panel-panel subdistribusi dan Panel Distribusi Utama secara lengkap.
 Pekerjaan pentanahan / grounding
 Pemasangan dan pengerjaan instalasi generator set (genset)

I.3. REFERENSI STANDARD

Referensi standard dalam dokumen ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran


mengenai jenis dan kualitas material yang akan digunakan. Material yang digunakan dapat
digantikan oleh standard lain dengan syarat bahwa kualitas keseluruhan sekurang-
kurangnya sama dengan apa yang ditetapkan dalam dokumen ini.

Standard yang dapat diterima pada prinsipnya adalah:


1. Standar
SNI - Standard Nasional Indonesia
 SNI-04-0227-1994 tentang Tegangan Standar.
 SNI-04-0255-200 tentang Persyaratan Umum Instalasi Listrik.
 SNI-03-7015-2004 tentang Sistem Proteksi Petir pada Bangunan.
 SNI-03-6197-2000 tentang Konversi Energi Sistem Pencahayaan.
 SNI-03-6575-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan
Buatan pada Bangunan.
 SNI-03-7018-2004 tentang Sistem Pasokan Daya darurat
ANSI - American national Standard Institute
AS - Australian Standard
ASTM - American Society for Testing And Materials
AWS - American Welding Society
AWWA - American Water Work Association
BS - British Standard
ISO - International Organitation for Standardization
PUIL - Peraturan Umum Instalasi Listrik
NEC - National Electric Code
2. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik No : 023/PRT/78 tentang
Peraturan Instalasi Listrik (PIL)
3. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik No : 024/PRT/78 tentang
Syarat-syarat Penyambungan Listrik (SPL)
4. Peraturan/persyaratan dan Ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan oleh Dinas
Keselamatan Kerja Pemerintah Daerah setempat (Perintah Daerah Istimewa
Yogyakarta).
5. Ketentuan yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat mesin, peralatan, dan material yang
digunakan.
6. Peraturan/persyaratan lainnya yang berlaku sah di Indonesia.
7. Menjaga keindahan dan kerapian pemasangan instalasi.

I.4. PEKERJAAN ELEKTRIKAL

1. Peralatan Elektrikal

Jumlah dan jenis peralatan elektrikal yang harus disediakan dan dipasang pada
pekerjaan ini adalah sesuai dengan peralatan yang tercantum dalam gambar perencanaan
dan atau pada BOQ. Spesifikasi dan pemasangan peralatan elektrikal harus sesuai dengan
gambar perencanaan. Pemasangan peralatan elektrikal ini harus sedemikian rupa
sehingga memudahkan dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan tersebut.

2. Alat Transmisi Listrik

1. Umum
a. Transformator daya yang digunakan adalah Transformator 3 Phasa 200 kVA 20kV/
400V
b. Transformator daya yang digunakan adalah transformator dengan merk Unindo atau
yang setara
c. Transformator ditempatkan pada gardu distribusi dengan peralatan yang tercantum
dalam gambar perencanaan dan atau pada BOQ.
2. Ketentuan Teknis Bahan dan Peralatan
Transformator 3 Phasa 200 kVA 20kV/ 400V
Merk : UNINDO
Design standars : IEC 76
Transformer type : Hermetically Sealed Totally Oil Filled
Service Condition : Indoor
Type of oil : Mineral Oil Class 1 acc. to IEC 296
Number of phase : 3 Phase
Frequency : 50 Hz
Capacity : 630 kVA
Primary Voltage : 20 kV
Secondary Voltage : 0.4 kV
Vector Group : Dyn5
Cooling : ONAN
Temperature Rise – Oil : 60°C
Temperature Rise – Winding : 65°C
No load losses at nominal voltage : 1225 Watts
On Load losses at principal tapping : 8800 Watts

3. Panel Listrik
1. Umum
Panel tegangan rendah:
a. Jumlah dan jenis panel listrik yang harus disediakan dan dipasang pada pekerjaan
ini adalah sesuai dengan peralatan yang tercantum dalam gambar perencanaan
dan atau pada BOQ.
b. Panel harus dibuat dan dites di pabrik. Termasuk seluruh alat dan perlengkapan
yang tidak tercantum dalam gambar atau spesifikasi teknis ini, tetapi diperlukan
untuk melengkapi sistem kontrol.
c. Rangka panel terbuat dari rangka besi yang kuat dan ditutup dengan pelat besi.
Tebal pelat yang digunakan minimum 2,2 mm.
d. Rangka panel dengan pintu-pintunya harus dibersihkan dari bekas-bekas lasan,
gergajian/potongan. Kemudian di cat dengan anti karat dan dicat finishing sampai
3 (tiga) lapis dengan warna abu-abu atau sesuai dengan permintaan pemberi
tugas.
e. Panel harus kuat dan bebas dari guncangan pada saat daya listrik diputuskan atau
disambungkan, dan harus bebas pula dari getaran magnetik (magnetic vibration).
f. Alat-alat termasuk pemutus arus harus bebas dari kerusakan elektro magnetik dan
kejutan panas dari arus hubungan singkat.
g. Untuk panel utama dan panel tenaga diutamakan bentuk panel listrik yang
berdiri sendiri. Atau terbenam di dalam dinding, menonjol tergantung pada
kondisi ruangan setempat.
h. Panel harus dilengkapi dengan pintu yang dapat dikunci dan pegangan dari
chrome.
i. Kisi-kisi ventilasi harus disediakan pada bagian pintu yang dapat dibuka atau
pada bagian lain bila diperlukan. Kisi-kisi ventilasi harus dilengkapi dengan
kawat kasa agar serangga tidak dapat masuk ke dalamnya.
j. Seluruh terminal untuk penyambungan keluar harus ada disisi sebelah bawah
panel.
k. Terminal kabel masuk disesuaikan dengan kabel masuk.
l. Kabel masuk dilengkapi dengan cable lug (kabel schoen) yang besarnya
disesuaikan dengan ukuran kabel.
m. Panel harus dengan 5 rel pengumpul/bus bar (masing-masing satu untuk R-S-T, 1
untuk netral dan pentanahan) yang besarnya sesuai gambar kerja.
n. Besarnya busbar harus diperhitungkan dengan besar arus yang mengalir dalam
busbar tersebut tanpa menyebabkan kenaikkan suhu lebih besar dari 65° C. Untuk
itu penampang busbar harus sesuai ketentuan dalam PUIL.
o. Setiap busbar copper harus diberi warna sesuai peraturan PLN, dimana lapisan
warna busbar tersebut harus tahan terhadap panas yang timbul. Bus bar adalah
batang tembaga murni dengan minimum konduktivitas 98%, rating ampere sesuai
gambar.

p. Bus bar harus dicat sesuai dengan kode warna dalam PUIL sebagai berikut
Fase : Merah, Kuning dan Hitam
Netral : Biru
Ground : Hijau / Kuning
q. Busbar menggunakan busbar merk Hager atau yang setara.
r. Sakelar kontrol dan lampu isyarat harus diletakkan pada bagian yang mudah
dioperasikan.
s. Panel-panel daya dan penerangan lengkap dengan semua komponen yang
harus ada seperti yang ditunjukkan pada gambar. Panel-panel yang dimaksud
untuk beroperasi pada 220/380V, 3 fase, 4 kawat, 50 Hz dan solidly grounded
dan harus dibuat mengikuti standard PUIL, IEC, VDE/DIN, BS, NEMA dan
sebagainya
t. Pintu panel haris dilengkapi dengan master key
u. Konstruksi dalam panel-panel serta letak dari komponen-komponen dan sebagainya
harus diatur sedemikian rupa sehingga perbaikan-perbaikan, penyambungan-
penyambungan pada komponen dapat mudah dilaksanakan tanpa mengganggu
komponen-komponen lainnya.
v. Ukuran dari tiap-tiap unit panel harus disesuaikan
w. Ketinggian panel yang dipasang pada dinding (wall-mounted) adalah 1600 mm dari
lantai terhadap as panel.
x. Semua panel harus ditanahkan.

2. Ketentuan Teknis Bahan dan Peralatan


Box Panel Metal IP55-IK10 uk.600x400x250 Legrand

4. Komponen Panel

Molded Case Circuit Breaker dan atau Miniatur Circuit Breaker


 Circuit breaker untuk panel-panel utama, harus mempunyai interupting
capacity minimum 18 kA dilengkapi dengan pengaman terhadap arus lebih,
arus hubungan singkat dan tegangan di bawah nominal, serta dilengkapi dengan
shunt trip. Miniature Circuit breaker untuk arus-arus cabang, minimum
mempunyai interupting capacity 10 kA.
 Circuit breaker harus dari tipe automatic trip dengan kombinasi thermal dan
instantaneous magnetic unit.
 Circuit breaker yang digunakan adalah circuit breaker dengan merk Merlin Gerin
atau yang setara.
Yang digunakan adalah
1. MCB Schneider Domae 4A 1 fasa, 4,5kA
2. MCB Schneider Domae 2A 1 fasa, 4,5kA
3. MCCB 3 Phase 75A/10kA EZC100F3075
4. MCCB 3 Phase 60A/10kA EZC100F3060
5. Domae MCB 3 Phase 10A/4.5kA
6. MCCB 3 Phase 50A/10kA EZC100F3050
7. Domae MCB 3 Phase 6A/4.5kA
8. MCCB 3 Phase 80A/10kA EZC100F3080
9. MCCB 3 Phase 100A/10kA EZC100F3100
10. MCCB 3 Phase 20A EZC100B3020/10kA
11. Compact NS100N TM100D 3Poles 800A/36kA (29640)
12. MCB Schneider Domae 25A 1 fasa, 4,5kA
13. MCB Schneider Domae 20A 1 fasa, 4,5kA
14. MCB Schneider Domae 10A 1 fasa, 4,5kA
15. MCB Schneider Domae 32A 1 fasa, 4,5kA

Amperemeter
 Amperemeter yang digunakan dari tipe untuk dipasang pada panel.
 Amperemeter yang digunakan adalah tipe flush mounting
 Pemasangan Amperemeter dilengkapi dengan trafo arus dengan maksimal ratio
5
 Amperemeter yang digunakan adalah Amperemeter dengan merk Merlin Gerin
atau yang setara
a. Amperemeter dapat digunakan untuk mengukur dengan skala maksimal
arus minimal 500 A
b. Amperemeter yang digunakan adalah amperemeter digital
Yang digunakan adalah Ammeter 0-100 A DIN96x96mm
Current Transformer
 Current Transformer yang digunakan dari tipe untuk dipasang pada panel.
 Current transformer yang digunakan adalah jenis current transformer yang
sudah 1 set termasuk selektor untuk pengukuran arus 3 fase (CMA) atau 3 buah
current transformer 1 fase
 Current transformer yang digunakan adalah current transformer dengan merk
Merlin Gerin atau yang setara
 Current transformer yang digunakan adalah yang kompatibel dengan
amperemeter yang digunakan

Voltmeter
 Voltmeter yang digunakan harus dari tipe untuk dipasang pada panel.
 Dilengkapi dengan selector switch dengan 7 posisi, yaitu (RS, RT, ST, R0, S0,
T0, dan 0)
 Voltmeter yang digunakan adalah voltmeter dengan merk Merlin Gerin atau
yang setara
Yang digunakan adalah Voltmeter 0-400 V
Selector switch
 Selector switch yang digunakan harus dari tipe untuk dipasang pada panel.
 Selector switch yang digunakan adalah selector yang dapatmenggunakan 1 buah
voltmeter untuk pengukuran tegangan yang berbeda (fase ke fase dan fase ke
netral)
 Selector switch yang digunakan adalah selector switch dengan merk Merlin
Gerin atau yang setara
a. Amperemeter dapat digunakan untuk mengukur dengan skala maksimal
arus minimal 400 A
b. Amperemeter yang digunakan adalah amperemeter digital
 Selector switch yang digunakan adalah yang kompatibel dengan voltmeter yang
digunakan

Sistem interlock genset (ATS-AMF)


 Pada Main Distribution Panel dirangkai sebuah sistem interlock yang digunakan
untuk otomatisasi pengubahan catu daya dari PLN-genset dan genset-PLN saat
terjadi pemadaman listrik
 Sistem interlock harus dapat mengubah otomatis catu daya dari PLN-genset dan
genset-PLN
 Sistem interlock dapat disusun dari komponen-komponen kontaktor magnetik,
dan push button.
 Komponen-komponen yang digunakan dalam sistem interlock genset bermerk
Merlin Gerin atau yang setara
 Selain menggunakan system interlock genset, dapat pula digunakan system dengan
guna yang serupa seperti Auto Start / Auto Mains Failure (AMF) / (ATS)
 Selain adanya system interlock, diperlukan adanya saklar manual untuk
menonaktifkan catu daya
Yang digunakan adalah
Panel AMF ATS 200kVA
 Box Panel 1800 X 700 X 700 free standing powder coating
 Motorized COS 4P 400A (GAE)
 MCCB 3P 300A 36kA (Schneider)
 Battrey Charger 24V/5A
 AMF Module Deepsea 4520
 Rele 8 Pin 10A LY2
 MCB 1P 6A Schneider Electric
 Power Meter A20
 DC Voltmeter + Ammeter
 Wiring diagram dan manual

Lampu indikator/ Pilot Lamp


 Lampu indikator yang digunakan harus dari tipe untuk dipasang pada panel.
 Warna lampu yang digunakan disesuaikan dengan fase
o Merah untuk fase R/ L1
o Kuning untuk fase S/ L2
o Biru untuk fase T/ L3
 Pemasangan lampu indikator dilengkapi dengan fuse pengaman
 Lampu indikator yang digunakan adalah lampu indikator dengan merek TEND
atau yang setara.
Yang digunakan adalah Pilot Lamp 22mm LED 220VAC

5. Label

Rekanan wajib mengadakan Label yang terbuat dari plat plastik yang
dipasang tulisan Label dipasang pada panel-panel control atau yang memerlukan.
Label dituliskan dengan huruf timbul dengan panjang dan lebar seperlunya, minimal
lebar 2 cm. Label-label tersebut terutama dipasang pada panel-panel kontrol untuk
mengetahui fungsi setiap peralatan.

6. Kabel

Kabel Tegangan Rendah (Kabel Tenaga Dan Penerangan)


a. Seluruh instalasi tenaga menggunakan kabel NYY 0,6/1 kV dan instalasi
penerangan menggunakan kabel NYM dengan ukuran sesuai dengan gambar,
serta mempunyai sertifikat ISO 9002.
b. Seluruh instalasi yang ditanam dan berhubungan langsung dengan tanah, harus
menggunakan jenis kabel tanah NYFGbY 0,6/1 kV, atau NYY dengan pipa
pelindung.
c. Rekanan tidak diperkenankan mengganti tipe/ jenis kabel yang telah ditetapkan.
d. Sambungan kabel (moof kabel) di dalam tanah tidak diperkenankan tanpa
persetujuan direksi proyek. Dalam keadaan terpaksa dan dengan persetujuan
dari direksi proyek maka rekanan harus menggunakan sambungan (moof kabel)
dengan resin dari merek 3 M atau yang setara.
e. Kabel yang dipergunakan harus merek kabel Supreme, kabelindo, atau yang
setara.
f. Inti tembaga dari kabel yang digunakan harus terbuat dari tembaga timah
dengan 98% (sembilan puluh delapan persen) kemampuan daya hantar
(conductivity).
g. Kabel untuk hantaran tenaga sekurang-kurangnya harus berdiameter 6
(empat) mm² untuk kontrol dan isyarat digunakan kabel sekurang-kurangnya
2,5 (dua setengah) mm² untuk penerangan dan kotak kontak 250 W) digunakan
kabel sekurang-kurangnya 2,5 (dua setengah) mm².
h. Jenis kabel yang digunakan adalah kabel dengan inti tembaga dan isolasi PVC
atau yang sejenis, antara lain: NYM, NYY, atau NYFGbY.
i. Kabel kontrol dengan inti tembaga harus cukup diameternya untuk menerima
beban penuh, beban pemutus arus dan mempunyai rugi tegangan yang kecil.
j. Tiap kabel pada saluran utama dari tegangan menengah dan rendah bagi
tenaga harus cukup diameternya untuk menghantarkan arus sebesar yang
diperlukan untuk alat pemutus arus (switch gear) dan motor kontrol.
k. Setiap jenis kabel sebelum dipasang harus dimegger terlebih dahulu
isolasinya dengan megger 500 Volt. Hasil merger antara fase minimum 500
megaohm.
kabel yang digunakan harus dari jenis PVC kecuali ditunjukkan lain pada
gambar.
l. Peralatan bantu untuk pelindung kabel harus dilengkapi dan dipasang dengan
cara yang sebenarnya.
Yang digunakan
Kabel NYFGbY (3x2,5 sqmm)
Kabel N2XSY ( 3 X 35 sqmm )
Kabel NYY (3x 240 sqmm)
Kabel NYA (1x95 sqmm)
Kabel NYY (3x 400 sqmm)
Kabel NYM 3x1,5 sqmm
Kabel NYM 3x2,5 sqmm
Kabel NYM 3x4 sqmm
7. Pelindung Kabel

a. Pelindung kabel yang digunakan harus dari jenis PVC kecuali ditunjukkan lain
pada gambar.
b. Peralatan bantu untuk pelindung kabel harus dilengkapi dan dipasang dengan
cara yang sebenarnya.
c. Pada beberapa tempat yang ditunjukkan dalam gambar,harus digunakan
flexible konduit lengkap dengan alat-alat bantunya.
Yang digunakan adalah
Pipa Conduit Clipsal
Spec : diameter 20 mm
Elbow Cable Tray
Spec : 100 x 100 x 50 x 1.2 mm
Jointing Cable Tray
Spec : tinggi 50mm
ElBow Clipsal
Spec : 20mm
T-Dos Clipsal
Spec : 20mm 3 Lubang
Cross-Dos Clipsal
Spec : 20mm 4
Arde copper
Spec : diameter 5/8" (ground rod)
Drill head
Spec : diameter 5/8"
pipa PVC
Spec : diameter 32 mm

8. Penanaman Kabel Tanah

a. Penanaman kabel harus sesuai dengan peraturan yang berlaku dan dilengkapi
dengan petunjuk seperti tersebut dalam bagian ini.
b. Kabel ditanam 80 cm di bawah permukaan tanah pada jalan umum atau minimal
bocor pada jalan umun atau minimal bocor pada jalan sendiri/ lingkungan.
c. Kabel yang ditanam harus dilindungi dengan pasir urug minimal dengan
ketebalan 5 cm disekeliling kabel. Dengan diameter kabel ± 8 cm, maka ketebalan
pasir dihitung 20 cm.
d. Fungsi pasir adalah sebagai pelindung mekanis atas tekanan beban dari atas
e. Di atas pasir perlu dipasang batu pelindung atau batu peringatan, dipasang
menutupi sepanjang galian kabel. Pada ubin pelindung tercantum tanda  dan
tegangan kerjanya.
f. Batu pelindung dibuat dari ubin dan diberi cat warna merah tipis.
g. Di dalam tanah, tergelar lebih dari 1 kabel. Untuk membedakan kabel satu
dengan lainnya diberi label yang terbuat dari timah hitam.
h. Pada timah label tersebut tercantum :
o Nama kabel dan ukuran tabel.
o Jenis isolasi.
o Nomor perintah kerja, tanggal penggelaran, nama perusahaan atau
pemborong kerja.
i. Timah label ini diikatkan dengan kawat galvanis pada tiap - tiap 6 meter.
j. Setelah penggelaran selesai, parit galian ditimbun, jalur arah label harus diberi
tanda. Tanda jalur galian dipasang patok beton kerap disebut patok pilot kabel.
k. Patok pilot kabel dipasang pada :
o Titik masuk crossing / boring jalan.
o Titik masuk gardu.
o Titik belok kabel.
o Titik naik kabel ke atas liang.
l. Pada penggelaran panjang kabel disambung pada tiap-tiap 1 Haspel (1
gulungan). Sebelum disambung, kabel di “seling” (overlap) 1 meter.
m. Titik sambungan kabel diberi patok sambungan (mof kabel), sehingga mudah
dicari jika terjadi gangguan kabel.
n. Terminasi kabel pada PHB distribusi dilakukan dengan sepatu kabel
o. Radius belokan kabel diambil 15 x diameter kabel.
p. Rekanan wajib mengembalikan galian tanah dalam keadaan semula dengan
seluruh biaya menjadi kewajiban Rekanan.
q. Pekerjaan penanaman kabel tidak boleh dilakukan pada malam hari dan saat
hujan.
r. Dalam keadaan tidak memungkinkan dan setelah ada ijin dari Direksi Proyek,
Rekanan dapat melakukan penyambungan kabel dengan cast resin tipe buatan 3
M atau yang setara. Patok tanda dengan tulian mof Kabel, harus dipasang.di
atasnya sesuai petunjuk pada butir h di atas.
s. Pada setiap percabangan di dalam tanah, harus digunakan sambungan bakar
(thermo weld), setiap penyambungan ini harus disaksikan oleh Direksi Proyek.
t. Pada penyeberangan jalan atau saluran dipakai pipa galvanis atau pipa PVC dari
mutu yang baik.

9. Pertanahan

a. Rekanan wajib membuat suatu sistem pentanahan yang baik, sesuai dengan
peraturan yang berlaku beserta syarat-syarat tersebut dalam pasal ini serta
gambar perencanaan yang ada.
b. Seluruh panel-panel harus ditanahkan sendiri-sendiri, dengan kawat tembaga
BC sesuai yang ditunjukkan dalam gambar.
c. Semua titik lampu yang mempunyai rumah terbuat dari logam dan stop
kontak harus disambungkan ke sistem pentanahan, sesuai dengan peraturan
yang berlaku.
d. Dalamnya pentanahan adalah sesuai dengan petunjuk dalam gambar
perencanaan (minimum 5 m) dan ujungnya diberi spit tembaga ukuran ½”
panjang 50 cm dihubungkan dengan kawat tembaga.
e. Pada setiap penanaman pentanahan (grounding-rod) dilengkapi dengan
junction box yang dapat dibuka untuk pengujian.
f. Hasil pengukuran tahanan tanah maksimum 5 ohm.
g. Pengujian dilakukan oleh Rekanan dengan disaksikan oleh Direksi Proyek.
h. Pada setiap titik pentanahan, harus diberi patok tanda ukuran 20 x 20 x 60
cm terbuat dari beton dengan tulisan ARDE.
i. Ruang generator harus diberi sistem pentanahan disepanjang dinding dalam
ruang tersebut. Kawat tembaga tersebut harus diberi klem khusus.

10. Instalasi Tenaga

a. Penjelasan tentang kabel secara umum dapat dilihat pada bagian Kabel yang
telah dijelaskan sebelumnya.
b. Seluruh instalasi didalam bangunan dan kabel-kabel utama digunakan NYM 3
x 2.5 mm2 kecuali disebutkan lain,
c. Kabel yang digunakan untuk instalasi tenaga adalah kabel dengan merk
Supreme atau yang setara.
d. Instalasi yang digunakan adalah instalasi dengan sistem inbow kecuali
disebutkan lain
e. Semua kabel yang terlihat mata (exposed) harus diberi penahan dengan klem
sehingga kabel tersebut kelihatan lurus dan baik.
f. Konduit yang digunakan adalah konduit dengan merk CLIPSAL atau yang
setara dengan diameter minimum 20 mm
g. Seluruh klem-klem harus buatan pabrik dan tidak diperkenankan membuat
sendiri.
h. Rekanan wajib melaksanakan sistem instalasi tenaga ke mesin-mesin/alat
yang membutuhkan, sesuai dengan petunjuk gambar dan uraian berikut.
i. Rekanan wajib memasang kabel dan instalasi sampai dengan motor,
kecuali dinyatakan lain dalam gambar.
j. Kabel yang digunakan adalah jenis NYY atau NYFGbY yang disesuai
kebutuhan dan ditunjukkan dalam gambar.
k. Rekanan wajib membuat penahan/tray kabel pada tiap-tiap sambungan ke
motor, supaya konduit tidak goyang, dengan biaya menjadi tanggungan
Rekanan.
l. Sambungan pada panel-panel motor,harus menggunakan flexible conduit
dan peralatannya agar keliatan rapi.
m. Warna kabel di sesuaikan dengan phasenya sesuai dengan peraturan yang
berlaku.
n. Kabel yang diatas harus diletakkan pada cable tray.
o. Letak pasti dari peralatan atau mesin-mesin di sesuaikan dengan gambar dan
kondisi setempat apabila terjadi kesukaran dalam menentukan letak tersebut
dapat meminta petunjuk Konsultan Pengawas.
p. Pelaksana Pekerjaan wajib memasang kabel sampai dengan peralatan tersebut,
kecuali dinyatakan lain dalam gambar.
q. Tarikan kabel yang melalui trench harus diatur dengan baik / rapi sehingga tidak
saling tindih dan membelit.
r. Tarikan kabel yang menuju peralatan yang tidak melalui trench atau yang
menelusuri dinding ( outbow ) harus dilindungi dengan pipa pelindung.
s. Agar diusahakan pipa pelindung tidak bergoyang maka harus dilengkapi dengan
klem-klem dan perlengkapan penahan lainnya, sehingga nampak rapi.
t. Semua kabel di kedua ujungnya harus diberi tanda dengan kabel mark yang jelas
dan tidak mudah lepas untuk mengindentifikasikan arah beban.
u. Setiap pemasangan kabel daya harus diberikan cadangan kurang lebih 1 m
disetiap ujungnya.

11.Tray Kabel

a. Kabel tray terbuat dari besi siku dan pelat strip yang besar dan ukuran
sesuai dengan petunjuk pada gambar perencanaan.
b. Rekanan wajib membuat dan memasang kabel tray tersebut dengan baik,
ketinggian seperti ditunjukkan dalam gambar atau disesuaikan dengan kondisi
di lapangan dengan persetujuan Direksi Proyek.
c. Penggantung-penggantung harus dibuat dengan baik sehingga bila ada
pembebanan tray tersebut tidak akan berubah bentuk.
d. Kabel-kabel yang terletak di atas tray tersebut harus diklem pada setiap jarak
2 (dua) pelat strip, dengan menggunakan klem khusus dari material yang baik.
d. Besi siku dan pelat strip buatan Krakatau Steel atau yang setara.
Yang digunakan adalah
Cable Tray
Spec : 50 x 50 x 2400 x 1.2 mm

12. Instalasi Pencahayaan Dalam Ruangan

1. Kabel Penerangan dan Conduit


a. Penjelasan tentang kabel secara umum dapat dilihat pada bagian Kabel yang
telah dijelaskan sebelumnya.
b. Untuk penerangan dan stop kontak biasa, kabel yang dapat dipergunakan
adalah tipe NYM 2x 2,5 mm2 dan untuk tenaga dipakai tipe NYM 3x2,5
mm2 kecuali disebutkan lain.
c. Untuk penyambungan kabel-kabel digunakan junction box yang tutupnya
dapat dilepas dan dipasang kembali dengan mudah, dengan memakai sekrup.
Junction box yang digunakan adalah junction box dengan merek Clipsal atau
yang setara.
d. Pemasangan kabel-kabel diatas plafond harus disusun rapi dan harus
diklem/diikat kawat dan pada prinsipnya kabel-kabel tidak diperkenankan
diklem pada konstruksi bangunan. Klem yang digunakan adalah klem
dengan merk Master atau yang setara.
e. Penyambungan kabel-kabel penerangan, stop kontak didalam doos
menggunakan las/dop yang merterbuat dari bakelit berwarna. Las/dop yang
digunakan adalah las/dop dengan merk Legrand atau yang setara
f. Kabel-kabel instalasi penerangan menggunakan kabel merk Supreme atau
yang setarabuatan Kabel Metal dan Kabelindo atau Supreme.
g. Instalasi yang digunakan adalah instalasi dengan sistem inbow kecuali
disebutkan lain

2. Material untuk Instalasi


a. Kotak kontak dan saklar yang digunakan adalah kotak kontak dan saklar
dengan merk Broco atau yang setara
b. Kotak kontak dan saklar yang akan dipasang adalah tipe pemasangan masuk
(flush mounting)
c. Kotak kontak dan saklar dipasang 150 cm dari permukaan lantai kecuali
disebutkan lain.
d. Saklar Standar tipe dinding 10A/220 V kecuali disebutkan lain
e. Kotak Kontak Standar tipe dinding 400 VA kecuali disebutkan lain
f. Fitting lampu yang digunakan adalah fitting dengan merk Broco atau yang
setara
g. Fitting TL D downlight tunggal kecuali disebutkan lain
h. Semua lighting fixtures harus dicat dengan cat bakar bebas dari karat dan
lecet-lecet.
i. Konstruksi lighting fixtures diatur agar memberikan efisiensi penerangan
yang maksimal, rapih, kuat serta sedemikian rupa hingga pekerjaan-
pekerjaan seperti penggantian lampu, pembersihan, pemeriksaan dan
pekerjaan maintenance dengan mudah dapat dilaksanakan.

3. Lampu/Tube/Bulb/ Fluorescent dan Armaturnya


a. Lampu yang digunakan adalah lampu dengan merk Philips atau yang setara.
 Lampu indoor Tornado 23W CoolDaylight, lumen output 1550 lumen,
warna putih
 Lampu indoor Tornado 20W CoolDaylight, lumen output 1250 lumen,
warna putih
 Lampu indoor EHL Twister 45W/865, lumen output 3000 lumen, warna
putih

b. Lampu dan armaturenya harus sesuai dengan yang dimaksudkan, seperti yang
dilukiskan dalam gambar-gambar elektrikal.
 Semua armature lampu yang terbuat dari metal harus mempunyai terminal
pentanahan (grounding).
 Box tempat ballast, kapasitor, dudukan stater dan terminal blok harus cukup
besar dan dibuat sedemikian rupa sehingga panas yang ditimbulkan tidak
menggangu kelangsungan kerja dan unsur teknis komponen lampu itu
sendiri.
 Ventilasi di dalam box harus dibuat dengan sempurna. Kabel-kabel dalam
box harus diberikan saluran atau klem-klem tersendiri, sehingga tidak
menempel pada ballast atau kapasitor.
 Box terbuat dari plat baja tebal minimum 0,7 mm, dicat dasar tahan karat,
kemudian difinish dengan cat akhir oven warna putih.
 Ballast harus jenis 1 “Low Ballast” dan harus juga digunakan single lamp
ballast (satu ballast untuk satu lampu flourentscent).
 Armature lampu down light terdiri dari dudukan dimana dudukan harus dari
bahan allumunium silicon alloy atau dari moulded plastic. Lubang-lubang
ventilasi harus ada dan ditutup dengan kasa nylon untuk mencegah
masuknya serangga.

13. Instalasi Pencahayaan Luar Ruangan

a. Lampu yang digunakan adalah lampu dengan merk Philips atau yang setara.
Lampu outdoor 100 W 220 V warna kuning kecuali disebutkan lain
b. Penjelasan tentang kabel secara umum dapat dilihat pada bagian Kabel yang
telah dijelaskan sebelumnya.
c. Kabel instalasi dipasang di dalam tanah (underground) yaitu kabel NYFGbY 2
x 6 mm2 merk Supreme atau yang setara.
d. Untuk penyambungan kabel-kabel digunakan junction box yang tutupnya dapat
dilepas dan dipasang kembali dengan mudah, dengan memakai sekrup. Junction
box yang digunakan adalah junction box dengan merek Clipsal atau yang setara.
e. Tiang lampu yang digunakan adalah tiang lampu penerangan outdoor dengan
tinggi 5 meter kecuali disebutkan lain
f. Tiang dan peralatan lain yang melalui proses pengecatan harus dicat dengan cat
bakar bebas dari karat dan lecet-lecet.
g. Sistem kontrol pencahayaan luar ruangan dilakukan pada lokasi Sub
Distribution Panel penerangan luar ruangan
h. Konstruksi diatur agar memberikan efisiensi penerangan yang maksimal, rapih,
kuat serta sedemikian rupa hingga pekerjaan-pekerjaan seperti penggantian
lampu, pembersihan, pemeriksaan dan pekerjaan maintenance dengan mudah
dapat dilaksanakan.

14. Diesel Generating Set

1. Umum
a. 1 (satu) Unit Diesel Generating set kapasitas 200kVA Prime Power disediakan
sebagai sumber daya cadangan bila PLN padam.
b. Bila PLN padam, maka Genset akan start secara otomatis (Auto Start)
c. Ketika catu daya PLN sudah hidup kembali, maka catu daya akan kembali ke
catu daya dari PLN
d. Mesin Diesel Generator yang dipergunakan harus mampu menghasilkan suatu
daya listrik dengan kapasitas tidak kurang seperti yang ditunjukkan dalam
Gambar Rencana untuk tipe pemakaian secara terus-menerus pada kondisi kerja
setempat,
e. Mesin Diesel Generator harus dilengkapi dengan suatu dudukan yang terbuat
dari bahan baja atau yang setara
f. Generator yang dipergunakan harus mampu membangkitkan tegangan tanpa
bantuan sumber daya lain, dimana rangkaian medan magnitnya mendapatkan
catu daya dari terminal Generator melalui suatu rangkaian elektronik dengan
tidak mempergunakan sikat komutator.
g. Rangkaian elektronik yang dimaksud dalam butir di atas harus mampu mengatur
tegangan Generator secara terus-menerus pada tegangan nominal sebesar
220/380 Volt dengan toleransi tidak lebih dari 1,5 %.
h. Generator yang dipergunakan harus mampu menghasilkan daya listrik sesuai
dengan kondisi terpasang yang ditunjukkan didalam Gambar Rencana secara
terus-menerus pada putaran nominal mesin Diesel dan pada tegangan nominal
i. Generator yang dipergunakan harus dibuat untuk pemakaian dalam ruangan
dengan kelas pengamanan tidak kurang dari IP 23 dan dapat menahan kelebihan
beban 10 % selam 1 jam dalam selang waktu 12 jam.
j. Mesin Diesel Generator secara keseluruhan harus mampu dioperasikan dari
Main Distribution Panel (MDP).
k. MDP harus mempunyai bagian yang dapat mengoperasikan mesin secara
otomatis pada saat terjadi gangguan pada sumber daya yang berasal dari PLN
(system interlock)

2. Ketentuan Teknis Bahan dan Peralatan

Diesel Engine (Single Operation)


Genset 200kVA
Perkins Engine Model 1306C-E87TAG3
Alternator Stamford / Leroy Somer
Rated Output Power (Prime Power) 160 KW
Rated Output Power (Prime Power) 200 KVA
Panel control manual yang sudah terpasang: voltmeter, ammeter,
frekuensimeter/rpm, hour run counter, pengukur tekanan minyak, pengukur suhu air
dan sistem safety shutdown untuk tekanan minyak rendah, temperature air tinggi, dan
kelebihan kecepatan (overspeed) mesin.

15. Peralatan Instalasi

a. Peralatan instalasi yang dimaksud adalah material-material untuk melengkapi


instalasi tersebut, supaya keliatan baik dan memenuhi persyaratan.
b. Semua klem-klem kabel harus buatan pabrik dan tidak diperkenankan membuat
sendiri.
c. Semua kabel yang terlihat mata (expose) harus diberi penahan dengan klem
sehingga kabel tersebut kelihatan lurus dan baik.
d. Doos/junction box yang digunakan harus cukup besarnya dan minimum 10 cm
terbuat dari bahan logam. Junction box dianjurkan buatan National Matsushita
atau yang setara. Setelah terpasang doos-doos ini harus ditutup dengan baik
dengan penutup yang khusus untuk itu.
e. Junction box harus dari bahan metal dengan kedalaman tidak kurang dari 35
mm. Kotak dari metal harus mempunyai terminal pentanahan.
f. Saklar atau kotak kontak dinding terpasang pada junction box dengan
menggunakan baut atau ditanamkan dalam dinding.
g. Semua sambungan kabel harus dipilih kawatnya dengan baik, sehingga tidak
menimbulkan beda tegangan satu sama lain, kemudian diisolasi dengan isolasi
PVC dan terakhir diberi penutup atau dop. Dop ini disyaratkan buatan 3 M atau
yang setara.

I.5. PENGUJIAN PERCOBAAN

1. Umum
a. Sebelum daya listrik digunakan ke instalasi, seluruh instalasi harus sudah
di uji dengan disaksikan Direksi Proyek dan didapat hasil yang baik.
b. Sebelum melakukan pengujian, Rekanan wajib memberitahukan secara
tertulis pada direksi proyek paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum
pengujian tersebut dilaksanakan.

2. Prosedur Pengujian
a. Rekanan bertanggung jawab penuh atas pengadaan alat dan tenaga untuk
pengujian.
b. Direksi proyek berhak memerintahkan kepada Rekanan, setiap saat untuk
melakukan pengujian bila Direksi Proyek merasa bahwa pekerjaan tersebut
sudah dapat diuji.
c. Bagian perbagian hasil pengujian harus dijalankan secara teliti. Pengujian
sebagian pekerjaan yang sudah selesai dapat merupakan bagian dari
pengujian keseluruhan, sehingga laporan test harus ditandatangani/disahkan
oleh Direksi Proyek.
3. Pengujian Peralatan Elektrikal

Sebelum semua peralatan utama dari sistem dipasang, harus diadakan pengujian
secara individual. Peralatan tersebut baru dapat dipasang setelah dilengkapi dengan
sertifikat pengujian yang baik dari pabrik pembuat dan LMK / PLN serta instansi
lainnya yang berwenang untuk itu. Setelah peralatan tersebut dipasang, harus
diadakan pengujian secara menyeluruh dari sistem untuk menjamin bahwa sistem
berfungsi dengan baik.

Pengetesan ini meliputi :

a. NO LOAD TEST
Test ini dilakukan tanpa beban artinya peralatan di test satu per satu seperti misal
pengujian Instalasi 0,6/1 KV (Kabel Tegangan Rendah):
o Pengukuran tahanan isolasi
 Pengujian tahanan isolasi instalasi listrik didasarkan atas peraturan yang
berlaku
 Pengujian tahanan isolasi dilakukan dengan menggunakan megger 500
Volt putaran tangan.
 Pada saat pengujian semua titik lampu dan saklar harus dalam keadaan
terbuka.
 Pengujian dilakukan setiap kali, untuk setiap jurusan (group).
 Hasil minimum yang diijinkan adalah 100 Mega Ohm.
o Pengukuran tahanan instalasi dengan megger 1,000 Volt
o Pengukuran tahanan pentanahan
 Setelah diadakan penanaman pentanahan (ground rod), pengujian
tahanan tanah dapat dilaksanakan.
 Pengujian untuk ini dapat menggunakan alat uji tahanan tanah
elektronik.
 Tahanan maksimum yang diijinkan adalah 5 Ohm.

Harus diberikan hasil test berupa Laporan Pengetesan / hasil pengujian


pemeriksaan. Apabila hasil pengujian dinyatakan baik, maka test berikutnya
harus dilaksanakan secara keseluruhan ( Full Load Test ).
o Test fungsi dari masing-masing peralatan proteksi.
o Test operasi dari peralatan kontrol dan seluruh relay yang terkait.

b. FULL LOAD TEST (Test Beban Penuh)


Tes beban penuh ini harus dilaksanakan Pelaksana Pekerjaan sebelum penyerahan
pertama pekerjaan. Tes ini meliputi :
o Tes nyala lampu-lampu dengan nyala semuanya.
o Tes pompa-pompa seluruhnya, yang dilaksanakan bersama-sama sub
pekerjaan pompa pompa.
o Tes peralatan (beban) lainnya.

Lamanya tes ini harus dilakukan 3x24 jam non stop dengan beban penuh, dan semua
biaya dan tanggung jawab teknik sepenuhnya menjadi beban Pelaksana Pekerjaan,
dengan schedule / pengaturan waktu oleh Konsultan Pengawas.
Hasil tes harus mendapat pengesahan dari Perencana dan Konsultan Pengawas.
Selesai test 3x24 jam harus dibuatkan Berita Acara tet jam untuk lampiran penyerahan
pertama pekerjaan.

4. Pengujian Generator Set

Pengujian harus dilakukan menurut standard pabrik dan minimal meliputi testing :
 Insulation level
 Squence
 Protection device
 Operation
 Full load running ( Load Bank / Building Load )
 Temperature rise
 Governour control
 Sound pressure level

Test lapangan harus dilakukan minimal meliputi :


 Squence
 Protection device
 Operation
 Sound pressure level
 Load running ( Load Bank / Building Load ) :
- 0% selama 15 menit tanpa interupsi.
- 25% selama 1 jam tanpa interupsi.
- 50% selama 1 jam tanpa interupsi dan rejection & sudden load test
- 75% selama 2 jam tanpa interupsi
- 100% selama 1 jam tanpa interupsi
- 110% selama 1 jam tanpa interupsi
- 100% selama 3 jam tanpa interupsi dan rejection & sudden load test
 Setelah lulus uji dengan load bank, akan dilakukan uji beban nyata selama
2 hari ( 2 x 24 jam)
5. Hasil Pengujian Yang Tidak Baik

a. Bila didapat hasil pengujian yang tidak baik,rekanan harus segera


memperbaiki pekerjaannya.
b. Direksi Proyek berhak memerintahkan kepada rekanan untuk membongkar
pekerjaannya bila ternyata hasil uji tidak baik karena kecerobohan
pekerjaan rekanan, dan semua biaya yang diakibatkan menjadi tanggungan
rekanan.
c. Setelah diadakan perbaikan dan dianggap memuaskan oleh Direksi
Proyek, pengujian dapat diulangi atas tanggungan biaya rekanan.
d. Bila pengujian mendapat hasil buruk sebanyak 3 (tiga) kali setelah
diperbaiki, rekanan wajib membongkar pekerjaannya.
e. Pengujian dilakukan sampai mendapatkan hasil baik sesuai dengan pasal-
pasal di atas.

I.6. LABEL DAN PEMASANGAN TANDA

Panel dan bagian yang penting pada instalasi harus diberi keterangan dan pelat
penunjuk nama untuk memudahkan pelayanan dan pemeliharaan. Label yang
diberikan adalah label yang tebuat dari pelat plastik dengan tulisan berupa huruf
timbul dengan ukuran dan huruf yang ditentukan kemudian.

I.7. GAMBAR REVISI

a. Setelah seluruh instalasi dipasang dan diuji dengan baik, rekanan wajib
membuat gambar revisi, dengan keadaan sebenarnya/as built drawing.
b. Rekanan diwajibkan membuat dalam rangkap 3 (set) cetak biru ditambah
1 set cetak kalkir untuk diserahkan kepada direksi proyek.

I.8. PETUNJUK PEMELIHARAAN/PERBAIKAN

a. Rekanan wajib melengkapi buku/brosur petunjuk pemeliharaan/perbaikan


peralatan yang diadakannya pada pekerjaan mekanikal maupun elektrikal.

b. Peralatan yang harus diadakan petunjuk pemeliharaan/perbaikannya meliputi


:

1. komponen panel, pabrik pembuat dan diagram segaris.


2. Cara penanaman kabel dan lokasi/route.
3. Cara penggunaan generator dan motor dan instalasi dengan listrik PLN.
4. Lampu-lampu.
5. Diagram kontrol pompa.

c. petunjuk-petunjuk tersebut harus diadakan dalam rangkap 3 (tiga) masing-


masing disusun dan dijilid dengan baik serta diserahkan kepada direksi
proyek.

II. PEKERJAAN LAIN-LAIN

Yang dimaksud dengan pekerjaan lain-lain adalah semua pekerjaan yang tidak
diuraikan dalam spesifikasi teknis tetapi tercantum dalam gambar perencanaan
dan harus dilaksanakan sesuai dengan gambar perencanaan.

d. Dalam uji coba peralatan, wakil dari pabrik/agen harus hadir menyaksikan
pengujian.
e. Biaya test/uji coba termasuk penyediaan bahan bakar, tenaga ahli dan lain
sebagainya sudah diperhitungkan oleh rekanan dan diajukan sebelumnya.

Anda mungkin juga menyukai