Anda di halaman 1dari 5

ANALISIS JURNAL

1. Judul Artikel: Pengaruh Do’a Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis
(Ggk) Pre-Hemodialysis
2. Kata Kunci: Do’a, Gagal ginjal kronis, Tekanan darah.
3. Penulis: Hilda Nur Afriani, Rohman Azzam, Busrja M.Nur
4. Telaah Step 1 (Fokus penelitian)
Problems  Masalah dikemukakan dengan jelas disertai fakta
Gagal ginjal akut (GGK) ialah penyakit menahun
yang menyebabkan ekskresi perifer maupun kegagalan
untuk mengkonsentrasikan urine dan penyakit tulang
akibat ginjal dimana keadaan ini dapat menjadi parah dan
menimbulkan kecacatan (Brunner & Suddart, 2014) dalam
Ns Padila, 2012). GGK adalah suatu kondisi yang ditandai
dengan hilangnya fungsi ginjal secara bertahap dari waktu
ke waktu ditandai dengan GFR ≤ 60 ml / min / 1.73m²
(Kozier, 2011). Sedangkan Hemodialisis adalah suatu
metode untuk mengeluarkan cairan yang berlebihan dan
toksin saat darah pasien bersirkulasi melalui ginjal buatan
(dialyzer) (Fransiska. K, 2011).
Data badan kesehatan dunia (WHO) menyebutkan
penderita GGK di USA pada tahun 2014 sebanyak 500.000
orang penduduk ditetapkan untuk rutin hemodialysis dan
1.140 orang Amerika therapy peritoneal dialysis, Menurut
Kamaludin & Rahayu (2009) jumlah GGK di Indonesia
adalah 150.000 juta penduduk dan hemodialysis secara
rutin dan terjadwal sebanyak 100.000 ribu orang
(Riskesdas, 2013). WHO memperlihatkan yang menderita
gagal ginjal baik akut maupun kronik mencapai 50%
sedangkan yang diketahui dan mendapatkan pengobatan
hanya 25% dan 12,5% yang terobati dengan baik
(Riskesdas, 2013).
Negara Indonesia yang menjalani hemodialysis
perkorwil dari urutan tertinggi sampai dengan terendah
adalah Jawa Barat sebanyak 5.000 orang, Jawa Timur
sebanyak 3.800 orang, Jawa Tengah 2.100 orang, Bali
sebanyak 2.100 orang, provinsi DKI (Daerah Khusus
Ibukota) Jakarta menempati urutan ke - 5 sebanyak 1800

Prodi Ners UIN Alauddin Makassar 2019


orang, Sumatera Selatan sebanyak 1.200 orang, Daerah
Istimewa Yogyakarta (DIY) sebanyak 900 orang, Sumatera
Utara sebanyak 800 orang, Sulawesi sebanyak 300 orang,
Kalimantan sebanyak 200 orang, dan Sumatera Barat
sebanyak 100 orang (Riskesdas, 2013). Laporan rekap data
pasien GGK yang rutin hemodialysis Di RSI Cempaka
Putih-Jakarta Pusat menunjukkan bahwa pada 2015
sebanyak 17.647 orang, tahun 2016 sebanyak 18.567 orang
dan pada tahun 2017 sebanyak 19.741 orang. Terlihat
bahwa jumlah pasien gagal ginjal kronis dari 3 tahun
terakhir ini pada tahun 2009 - tahun 2017 meningkat pesat
dalam terapi hemodialysis (Rekam Medik RSIJ Cempaka
Putih, 2018).
Intervention  Intervensi apa yang digunakan dalam penelitian
Intervensi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah
melakukan berdoa sebelum Hemodiais
 Bagaimana mekanisme intervensi tersebut dapat
mengatasi masalah
Dengan berdo’a mengakibatkan perubahan
positif terjadi di hipotalamus - bagian otak yang
mengatur fisiologi tubuh melepaskan hormon
endorphin yang ikut menurunkan tekanan darah,
menurunkan ketegangan otot, menurunkan
denyut jantung dan meningkatkan kapasitas paru
- paru untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh
Smeltzer, S.C. & Bare, B.G. (2008)
Comparison Intervention  Apakah terdapat intervensi pembanding dalam penelitian?
Dalam penelitian ini tidak ada intervensi pembanding.
Outcome  Apa hasil dari penelitian?
Hasil nya terdapat penurunan tekanan darah pada
kelompok intervensi setelah intervensi do’a baik pada
tekanan darah sistolik maupun diastolik. Hasil uji t
berpasangan sebelum dan sesudah diberikan intervensi do’a
pada kelompok intervensi dan kontrol menghasilkan nilai
sig <0.05 pada tekanan darah sistolik dan diastolik, artinya
terdapat perbedaan sebelum dan setelah diberikan
intervensi do’a. Hasil uji t tidak berpasangan antara
kelompok intervensi dan kontrol tekanan darah sistolik

Prodi Ners UIN Alauddin Makassar 2019


menghasilkan nilai sig>0.05, artinya tidak terdapat
perbedaan antara kelompok intervensi dan kontrol
sedangkan tekanan darah diastolik menghasilkan nilai
sig<0.05, artinya terdapat perbedaan antara kelompok
intervensi dan kontrol. Kesimpulan pemberian intervensi
do’a pada pre-hemodialysis terbukti dapat menurunkan
tekanan darah.

5. Telaah Step 2 (Validitas)


Recruitment  Bagaimana tehnik sampling
Teknik sampling dilakukan dengan 2 teknik yaitu dengan
cara purposive sampling. Purposive sampling dan
rancangan Quasi Experimental minimal memenuhi satu
dari tiga syarat rancangan true experiment yaitu sampel
diambil secara acak, ada kelompok kontrol dan ada
intervensi. Rancangan pretest-posttest control group design
dilakukan dengan menilai sebelum dan setelah perlakuan
pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan.
 besar sampel
Jumlah responden pada pasien GGK pre-
hemodialysis di ruang hemodialysis Rumah Sakit
Islam Jakarta Cempaka Putih adalah 32 orang. 16
orang responden pada intervention group dan 16
orang pada control group yang memenuhi kriteria
inklusi.
 criteria inklusi dan ekslusi.
Dalam penelitian ini tidak melapirkan kriteria inklusi dan
ekslusi
Maintenance  Bagaimana intervensi dilaksanakan?
Peneliti akan mengobservasi yaitu mengukur
tekanan darah responden menggunakan
tensimeter digital merk Omron yang telah siap
pakai. Hasil pengukuran dicatat dalam lembar
observasi yang terdapat pada meja pasien.
 Bagaimana standar operasional intervensi?
Adapun kegiatan relaksasi dapat dilaksanakan
dengan prosedur empat langkah yang melibatkan:
1. Menemukan suasana lingkungan yang tenang;

Prodi Ners UIN Alauddin Makassar 2019


2. Mengendorkan otot-otot tubuh secara sadar;
3. Selama sepuluh sampai dua puluh menit
memusatkan diri pada perangkat mental
4. Menerima dengan sikap yang pasif terhadap
pikiran-pikiran yang sedang bergolak (Suratih,
K. Suranah. Riyanto, 2014).
 Dosis intervensi yang efektif?
Penelitian dilakukan selama 5 hari. Dalam 1 hari
dilakukan dalam 2 shift. 1x shift dilakukan
pengukuran tekanan darah pada 3 orang
responden . Itu berarti dalam 2x shift maka dapat
dilakukan pengukuran tekanan darah sebanyak 6
orang terhadap intervention group dan control
group.
Measurement  Bagaimana cara pengukuran variabel penelitian?
Analisa data yang digunakan yaitu analisis univariat dan
bivariat. Analisis univariat adalah untuk menjelaskan
karakteristik masing-masing variabel yang diteliti dan
Analisis bivariat merupakan analisa data terhadap dua
variabel penelitian yang diduga berhubungan menggunakan
uji t karena data berdistribusi normal.
 instrumen apa yang digunakan dalam mengukur dan
bagaimana validitas dan reliabilitas instrument yang
digunakan?
Instrumen data dalam penelitian ini adalah tensimeter
digital, lembar observasi tekanan darah responden GGK
Pre-hemodialysis dan kuisioner. Dalam kuisioner yang
akan digunakan berisi tentang data demografi responden
berupa nama responden (dalam bentuk initial), umur
responden, gender, jenjang pendidikan dan lama
hemodialysis. Sedangkan lembar observasi adalah kertas
kerja yang akan digunakan oleh penelitian untuk
mendokumentasikan hasil pengukuran tekanan darah yang
dilakukan baik Pre-Intervention maupun Post-Intervention

6. Telaah Step 3 (Aplikabilitas)


a. Apakah dapat diterapkan?

Prodi Ners UIN Alauddin Makassar 2019


Penelitian ini dapat dilakukan dalam semua bidang kesehatan. Tidak hanya untuk
pasien yang akan melakukan hemodialysis tetapi bisa juga dilakukan untuk semua
pasien yang akan melakukan pengobatan. Penelitian ini tidak membutuhkan biaya dan
bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.
c. Apa saja langkah yang harus dilakukan untuk penerapan intervensi tersebut?
Ada 4 empat langkah yang dilakukan sebelum melakukan intervensi yaitu, melibatkan:
(1) menemukan suasana lingkungan yang tenang; (2) mengendorkan otot-otot tubuh
secara sadar; (3) selama sepuluh sampai dua puluh menit memusatkan diri pada
perangkat mental; (4) menerima dengan sikap yang pasif terhadap pikiran-pikiran
yang sedang bergolak (Suratih, K. Suranah. Riyanto, 2014).
d. Kelebihan
1) Jurnal ini merupakan jurnal yang di terbitkan pada tahun 2018, memiliki e-ISSN :
2581-1975, p-ISSN : 2597-7482DOI: https://doi.org/10.31539/jks.v2i1.379
2) Dapat dilakukan pada semua kalangan masyarakat karena tidak membutuhkan
biaya untuk melakukannya
3) Tidak hanya dilakukan oleh pasien dengan tekanan darah dengan gagal ginjal
kronik, tetapi bisa dilakukan pada semua pasien yang hendak melakukan
pengobatan agar diberi kesembuhan.
4) Dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Tidak membutuhkan waktu dan
tempat tertentu.
5) Menggunakan 2 kelompok sebagai pembanding efektivitas suatu intervensi

e. Kekurangan
1) Dalam jurnal ini, dalam pengambilan sampel menggunakan 2 teknik pengambilan
sampel yaitu purposive sampling dan true experiment
2) Tidak melampirkan kriteria inklusi dan ekslusi
3) Tidak menjelaskan standar operasional prosedur secara detail, mulai dari fase
orientasi sampai fase terminasi
4) Penelitian hanya melakukan 1 intervensi. Tidak ada intervensi lain yang dapat
dijadikan sebagai intervensi pembanding.

Prodi Ners UIN Alauddin Makassar 2019