Anda di halaman 1dari 4

TOR (TERM OF REFERENSI)

Kabupaten : Lampung Timur


Instansi : Dinas Kesehatan
Program : JPKMM
Puskesmas : Sumber Rejo
Nama Kegiatan : Penyuluhan DBD
Tahun Anggaran : 2008

I. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Penyakit Demam Berdarah Dangue (Dengue Haemoragic Fever) adalah penyakit
menular yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti,
yang ditandai dengan demam mendadak 2 – 7 hari tanpa penyebab yang jelas,
lemah/leseu, gelisah, nyeri ulu hati, sakit kepala, nyeri retro orbital, mialgia, arthralgia,
rash, manifestasi perdarahan, lebam atau ruam, kadang-kadang mimisan, berak darah,
muntah darah, kesadaran menurun atau rejatan (syok).
Penyakit ini terutama menyerang pada anak-anal dan dapat menyebabkan kematian.
Tingginya insiden penyakit DBD merupakan masalah kesehatan bagi kabupaten
Lampung timur khususnya. Dimana untuk puskesmas Sumber Rejo pada tahun 2007
terdapat 3 kasus yang tersebar di 2 desa dengan suspect Demam Dengue 47 orang.
Tingginya insiden penyakit DBD ini antaranya karena :
- Kurangnya upaya penggerakan masyatakat dalam pemberantasan sarang nyamuk /
PSN – DBD.
- Terbatasnya dana
- Terbatasnya sarana penyuluhan
- Sistem pengelolaan limbah dan penyediaan air bersih yang tidak memadai
- Berkembangnya penyebaran dan kepadatan nyamuk-nyamuk
Dengan kondisi tersebut. Bila tidak dilakukan kegiatan penyuluhan akan membuat
keadaab memburuk.
Dengan dilakukan kegiatan penyuluhan DBD kepada masyarakat di harapkan
upaya penggerakan masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk DBD dapat
meningkat.
Kegiatan penyuluhan pencegahan DBD ini lebih efektif dan efisien di bandingkan cara
yang lain seperti fogging misalnya, karena lebih menghemat biaya dari pada fogging.

II. TUJUAN
a. Tujuan Umum
Dengan dilakukan kegiatan penyuluhan DBD ini di harapkan penyakit DBD di
wilayah kerja Puskesmas Sumber Rejo dapat di cegah, tidak terjadi kasus DBD
selama tahun 2008.
b. Tujuan Khusus
Untuk mencapai tidak terjadi kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Sumber Rejo
dilakukan penyuluhan dengan target 100 % desa endemi dilakukan secara
berkesinambungan.

III. SASARAN
Yang menjadi sasaran dalam kegiatan penyuluhan DBD ini adalah : Toma, kader,
masyarakat umum.
IV. PROSES
INPUT
 DANA
Kegiatan Penyuluhan pencegahan penyakit DBD ini dengan menggunakan dana
askeskin/JPKMM thun anggaran 2008.
 SDM
SDM yang terlibat dalam kegiatan ini adalah bersama-sama dengan pemegang
program P2M, Promkes, Kesling dan dokter Puskesmas Sumber Rejo dan Kepala
Puskesmas Sumber Rejo yang di bantu oleh Toma, Kepala desa dan Kader Kesehatan.
OUTPUT
 Terlaksananya program penyuluhan pencegahan
penyakit DBD di wilayah puskesmas Sumber Rejo terjadi penurunan kasus
DBD/tidak terjadi kasus DBD
OUT CAME (DAMPAK)
 Dengan dilakukannya program pelayanan
pencegahan penyakit DBD diwilayah puskesmas Sumber Rejo terjadi penurunan
kasus DBD/ tidak terjadi kasus DBD
 Dengan kegiatan program penyuluhan pencegahan
penyakit DBD di wilayah Kerja Puskesmas Sumber Rejo, manfaatnya dapat
dirasakan oleh masyarakat, sehingga masyarakat dapat berperan aktif dalam
penggerakan PSN – DBD.

V. STRATEGI DAN RENCANA KEGIATAN


a. Strategi
Kegiatan penyuluhan pencegahan penyakit DBD dilaksanakan dengan :
 Metode penyuluhan kelompok dengan melalui
tatap muka.
 Menggunakan media promosi leaflet dan poster
b. Rencana Kegiatan
 Membentuk tim penyuluhan, yang terdiri dari :
Pemegang program P2M = Munirwan
Petugas Promosi Kesehatan = R. Marlis Asnidar
Dokter Puskesmas = dr. Welly Oktaniandani
 Persipan materi, Yaitu :
Apa penyakit DBD, pengenalan penyakit DBD
Cara Penyebaran, sumber penularan dan cara penuluran penyakit DBD
Tata laksana pencegahan peristiwa DBD dan tata laksana pasien, kontak dan
lingkungan
Tata laksana waktu KLB
Pencatatan dan pelaporan
 Persipan lapangan
Dengan membuat undangan, izin tempat dan koordinasi

VI. WAKTU PELAKSANAAN


Minggu ke –II bulan Maret 2008, siang hari pkl. 09.00 s.d 12.00 WIB
VII. RENCANA PEMBIAYAAN