Anda di halaman 1dari 13

BAB l

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kegiatan praktek kerja nyata merupakan kegiatan penerapan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang di pelajari selama perkuliahan di Universitas Muhammadiyah Ponorogo
khususnya Fakultas Teknik pada Program Studi Teknik Informatika. Kegiatan praktek kerja
nyata dilaksanakan di dinas/instansi daerah yang dilaksanakan di setiap akhir semester
sebagai bagian dari kegiatan perkuliahan sehingga pengetahuan yang dipelajari di dalam
perkuliahan dapat segera diterapkan dan dikembangkan dalam kegiatan praktek nyata.

Kegiatan ini sesuai dengan visi, misi dan tujuan Universitas Muhammadiyah
Ponorogo yaitu Visi : Menjadi Universitas yang unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni berdasarkan nilai-nilai Islami.

Adapun Misi dari Universitas Muhammadiyah Ponorogo yaitu:

1. Menyelenggarakan pendidikan akademik, profesi, dan vokasi yang berkualitas


berdasarkan nilai-nilai Islam;
2. Menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas
berdasarkan nilai-nilai Islam;
3. Menyelenggarakan pengelolaan institusi yang amanah dan bertumpu pada sistem
penjaminan mutu;
4. Menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan sivitas akademika dalam
kehidupan yang Islami;
5. Menyelenggarakan kerjasama dengan pihak lain yang saling menguntungkan dan
dapat dipertanggungjawabkan.

Sedangkan tujuan Universitas Muhammadiyah Ponorogo adalah:

1. Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik, profesi, dan vokasi yang
unggul dalam bidang ipteks berdasarkan nilai-nilai Islam;
2. Menghasilkan lulusan yang berdaya saing nasional dalam bidang ipteks berdasarkan
nilai-nilai Islam;
3. Menghasilkan karya penelitian yang berkualitas dalam bidang ipteks berdasarkan
nilai-nilai Islam;
4. Menghasilkan karya pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas dalam bidang
ipteks berdasarkan nilai-nilai Islam;
5. Mewujudkan tata kelola institusi yang amanah dan bertumpu pada sistem penjaminan
mutu;
6. Mewujudkan kultur kehidupan Islami pada seluruh sivitas akademika;

1
7. Menghasilkan kerjasama dan jaringan kerja dengan pihak lain yang saling
menguntungkan dan dapat dipertanggungjawabkan.

1.2 Tujuan dan Manfaat Penulisan

1.2.1 Tujuan Umum


Secara umum praktek kerja nyata mempunyai tujuan :

1. Mahasiswa mempunyai pengalaman bekerja yang berharga melalui keterlibatan dalam


pelaksanaan pekerjaan dalam praktek kerja nyata di dinas/instansi daerah.

2. Mahasiswa dapat berpikir berdasarkan ilmu yang diperoleh di Perguruan Tinggi guna
menjadi tenaga profesional di bidang teknologi dan informasi.

3. Meningkatkan hubungan antara Perguruan Tinggi dengan dinas/instansi daerah


sehingga Perguruan Tinggi dapat lebih berperan dan menyesuaikan kegiatan
pendidikan dengan kebutuhan SDM pada dinas/instansi tersebut.

4. Perguruan Tinggi memperoleh umpan balik dari masukan yang dapat berguna untuk
meningkatkan pendidikan sesuai dengan kebutuhan pembangunan.

1.2.2 Tujuan Khusus


a. Bagi Penulis
1) Memperdalam pengertian dan penghayatan terhadap pemanfaatan ilmu dan
teknologi yang dipelajari di Perguruan Tinggi bagi penerapan secara nyata.

2) Memberikan pengalaman belajar dan bekerja sebagai kader pemerintahan


sehingga mendewasakan cara berfikir seta meningatkan daya penalaran
mahasiswa dalam melakukan perumusan dan pemecahan masalah yang
dihadapi.

b. Bagi Instansi
1) Memperoleh bantuan pemikiran dan tenaga, ilmu, teknologi dan seni dalam
melaksanakan kegiatan pembangunan terlebih lagi dalam teknologi dan
informasi.

2) Memanfaatkan bantuan tenaga mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan


pembangunan terlebih lagi dalam teknologi dan informasi.

2
c. Bagi Universitas
1) Memperoleh umpan balik sebagai hasil dari pendidikan dan penerapannya
dalam kegiatan praktek kerja nyata sehingga materi perkuliahan dan
pengembangan ilmu pengetahuan sesuai dengan kebutuhan pembangunan.

2) Meningkatkan, memperluas dan mempererat kerjasama dengan


dinas/instansi daerah tersebut melului kegiatan Praktek Kerja Nyata

1.3 Manfaat
1) Memperdalam pengertian dan penghayatan terhadap pemanfaatan ilmu dan teknologi
yang dipelajari pada lingkup Universitas bagi penerapan secara nyata.
2) Memberikan pengalaman belajar dan bekerja dan juga meningatkan daya penalaran
berfikir dalam melakukan perumusan dan pemecahan masalah yang dihadapi.

1.4 Waktu, Lokasi dan Tempat Kerja Praktek


Kegiatan Praktek Kerja Nyata (PKN) ini dilaksanaan mulai tanggal 1 Februari s/d 1
Maret 2019, bidang PUSDALOPS-PB pada Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) Jl. Sekar Putih Timur. No.32, Tonatan, Kec. Ponorogo, Kab. Ponorogo.

1.5 Profil BPBD Ponorogo

a. Berdiri : Tahun 2011


b. Alamat : Jl. Sekar Putih Timur. No.32, Tonatan, Kab. Ponorogo
c. Alamat E-mail : bpbd.ponorogo@yahoo.com
d. Visi & Misi : Salam Tangguh Salam Kemanusiaan
e. Jenis-jenis Kegiatan pada kantor BPBD Ponorogo :
 Sekretariat
1) Penyelenggaraan urusan umum BPBD
2) Penyelenggaraan urusan kepegawaian BPBD
3) Penyelenggaraan urusan keuangan BPBD
4) Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis perencanaan dan
evaluasi BPBD
5) Penyusunan laporan pelaksanaan rencana kerja subbag perencanaan
kegiatan BPBD

 Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi


1) Perbaikan lingkungan daerah bencana
2) Perbaikan sarana dan prasarana umum

3
3) Memberikan bantuan perbaikan rumah masyarakat
4) Melaksanakan pembangunan kembali sarana & prasarana
5) Melaksanakan penerapan rancang bangun yang tepat dan penggunaan
peraturan yang lebih baik dan tahan bencana

 Bidang Kedaduratan dan Logistik


1) Penanganan pengungsi
2) Operasional penanggulangan bencana
3) Pembinaan, pelatihan pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban
bencana
4) Pengoordinasi sistem komunikasi kebencanaan
5) Penyediaan logistik penanggulangan bencana

 Bidang Pencegahan & Kesiapsiagaan


1) Militasi bencana
2) Sosialisasi teknis pencegahan dan kesiapsiagaan
3) Pembinaan kebencanaan
4) Pembinaan kesiapsiagaan bencana
5) Penginformasian peta rawan bencana
6) Pengkoordinasian upaya pengurangan resiko bencana
7) Peningkatan masyarakat dikawasan rawan bencana melalui : gladi
lapangan, simulasi, wajib latih dan sosialisasi

 Struktur Organisasi

Gambar 1.5 Struktur dari BPBD Kab. Ponorogo

4
BAB lI

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Bencana
Menurut Undang-undang No. 24 tahun 2007, bencana merupakan suatu peristiwa atau
rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan
masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor
manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan,
kerugian harta benda dan dampak psikologis. (UU No. 24 Tahun 2007).

Menurut (UU No. 24 Tahun 2007), bencana dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :

1) Bencana Alam
Bencana alam antara lain berupa gempa bumi karena alam letusan gunung
berapi, angin topan, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan/lahan karena faktor
alam, hama penyakit tanaman, epidemi, wabah, kejadian luar biasa, dan kejadian
antariksa/benda-benda angkasa.

2) Bencana Non-Alam
Bencana non-alam antara lain kebakaran hutan/lahan yang disebabkan oleh
manusia, kecelakan transportasi, kegagalan konstruksi/teknologi, dampak industri,
ledakan nuklir, pencemaran lingkungan dan kegiatan keantariksaan.

3) Bencana Sosial
Bencana sosial antara lain berupa kerusuhan sosial dan konflik sosial dalam
masyarakat yang sering terjadi.

2.2 Prabencana
Penanggulangan bencana pada tahap ini dilakukan dalam situasi tidak terjadi bencana
dan pada saat terdapatnya potensi terjadi bencana. Penanggulangan bencana pada situasi tidak
terjadi bencana tahap meliputi :

1) Perencanaan penanggulangan bencana. Dilakukan melalui penyusunan data tentang


risiko bencana pada suatu wilayah dalam waktu tertentu berdasarkan dokumen resmi
yang berisi program kegiatan penanggulangan bencana.

2) Pengurangan risiko bencana. Dilakukan untuk mengurangi dampak buruk yang


mungkin timbul, terutama dilakukan dalam situasi sedang tidak terjadi bencana.

3) Pencegahan. Kegiatannya meliputi : identifikasi bahaya (sumber) ancaman bencana,


kontrol terhadap SDA yang berpotensi menimbulkan bencana, pemantauan

5
penggunaan teknologi yang berpotensi sebagai sumber ancaman bencana, penataan
ruang dan pengelolaan lingkungan hidup, penguatan ketahanan sosial masyarakat.

4) Pemaduan dalam perencanaan pembangunan. Dilakukan dengan cara mencantumkan


unsur-unsur rencana penanggulangan bencana ke dalam rencana pembangunan pusat
dan daerah.

5) Persyaratan analisis risiko bencana. Ditunjukkan dalam dokumen yang disahkan oleh
pejabat pemerintah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

6) Pelaksanaan dan penegakan rencana tata ruang. Dilakukan untuk mengurangi risiko
bencana yang mencakup pemberlakuan peraturan tentang penataan ruang, standar
keselamatan, dan penerapan sanksi terhadap pelanggar.

7) Pendidikan pelatihan, dan persyaratan standar teknis penanggulangan bencana.

2.3 Tanggap Darurat


Pada fase ini, dilakukan berbagai upaya penanggulangan bencana yang meliputi :
1) Pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi, kerusakan dan sumber daya.
2) Penentuan status keadaan darurat bencana.
3) Penyelamatan dan evakuasi masyarakat terkena bencana.
4) Pemenuhan kebutuhan dasar.
5) Perlindungan terhadap kelompok rentan.
6) Pemulihan dengan segera prasarana dan sarana vital.

2.4 Pasca Bencana


Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada vase pasca bencana meliputi :

1) Rehabilitasi
2) Rekonstruksi

2.5 Pedoman Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana


Penyelenggaraan penanggulangan bencana merupakan serangkaian upaya yang
meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang berisiko timbulnya bencana, kegiatan
pencegahan bencana, tanggap darurat dan rehabilitasi. Kegiatan ini bertujuan untuk menjamin
terselenggaranya pelaksanaan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu,
terkoordinasi dan menyeluruh dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat
dari ancaman, risiko dan dampak bencana. (PP 21 Tahun 2008).
6
Secara umum perencanaan dalam penanggulangan bencana dilakukan pada setiap
tahapan dalam penyelenggaran penanggulangan bencana. dalam penyelenggaraan
penanggulangan bencana, agar setiap kegiatan dalam setiap tahapan dapat berjalan dengan
terarah, maka disusun suatu rencana yang spesifik pada setiap tahapan penyelenggaraan
penanggulangan bencana. (PERKA BNPB No. 4 Tahun 2008).

Perencanaan penanggulangan bencana disusun berdasarkan hasil analisis risiko


bencana dan upaya penanggulangannya yang dijabarkan dalam program kegiatan
penanggulangan bencana dan rincian anggarannya. Perencanaan penanggulangan bencana
merupakan bagian dari perencanaan pembangunan. Setiap rencana yang dihasilkan dalam
perencanaan ini merupakan program/kegiatan yang terkait dengan pencegahan, mitigasi dan
kesiapsiagaan yang dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RJPJ),
Jangka Menengah (RJPJ) maupun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahunan. Rencana
penanggulangan bencana ditetapkan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan
kewenangan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun.

Penyusunan rencana penanggulangan bencana dikoordinasikan oleh :

1) BNPB untuk tingkat nasional.


2) BPBD provinsi untuk tingkat provinsi.
3) BPBD kabupaten/kota untuk tingkat kabupaten/kota.

Rencana penanggulangan bencana ditinjau secara berkala setiap 2 (dua) tahun atau
sewaktu-waktu apabila terjadi bencana. Secara garis besar proses penyusunan/penulisan
rencana penanggulangan bencana adalah sebagai berikut :

Gambar 2.5 Proses Penyusunan Penanggulangan Bencana

7
BAB lII

METODE PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA NYATA

3.1 Metodologi Pelaksanaan PKN


Praktek Kerja Nyata (PKN) dimulai pada tanggal 1 February 2019 sampai dengan
1 Maret 2019, adapun proses kegiatan umum yang kita kerjakan di PUSDALOPS-PB BPBD
Ponorogo pada saat Praktek Kerja Nyata, yaitu :
1) Memantau, menerima, mencari, mengolah, verifikasi dan mendistribusikan
data/informasi, gejala/ancaman/kejadian bencana
2) Melaksanakan administrasi Pusdalops antara lain pencatatan gejala/ancaman/kejadian
bencana, pengisian log book, pembuatan laporan harian, laporan darurat dll.
3) Pengecekan data sumberdaya dari instansi terkait.
4) Pengumpulan data/informasi kejadian bencana (jenis, lokasi, waktu, korban, upaya,
dll.)

Dalam pelaksanaan PKN di BPBD Ponorogodi bagi menjadi beberapa sub-bidang,


diantaranya yaitu : web design, web developer, web master, web programmer dan web
administrator.

Web designer adalah seseorang yang bekerja dengan unsur-unsur visual pada suatu
halaman web. Dia adalah orang yang membuat wajah halaman web tampak begitu “cantik”.
Para web design mengintegrasikan komponen seperti gambar, file flash, atau multimedia ke
dalam halaman web untuk menambah pengalaman visual user, atau untuk melengkapi content
page. Pemahaman tentang Client-side scripting, HTML, CSS, cara memanipulasi image dan
animasi merupakan beberapa hal yang dikuasai oleh web designer.

Berikut adalah bagian hal yang harus dipahami oleh seorang web designer:

1. Client-side scripting: JavaScript


2. Server-Side scripting: PHP, ASP, dsb.
3. Cascading Style Sheets
4. HTML
5. Manipulasi image : Adobe Photosop, GIMP, Corel Draw, dsb.
6. Animasi, biasanya berupa flash.

Web designer biasanya bekerja dalam tim untuk memastikan sebuah tampilan website
dapat membuat aplikasi web bekerja dengan baik. Keterampilan tambahan berupa
komunikasi, tentu akan menjadi sangat berguna bagi para web designer.

Sisi lain yang juga harus dipahami oleh web designer adalah usability/kegunaaan, standar
W3C untuk HTML dan CSS dan kompabilitas tampilan pada browser yang berbeda.

8
3.2 Rangkuman Pekerjaan Yang Dilakukan Selama PKN
Beberapa pekerjaan pokok yang sering dilakukan pada saat Praktek Kerja Nyata di
Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah yaitu :

NO PERENCANAAN JENIS KEGIATAN


Minggu 1
1 04/02/2019 Menambahkan Driver 2 Printer (Epson & HP)
Merekap Ulang Jumlah Objek Bencana Alam/Non-Alam
2 06/02/2019
Kabupaten Ponorogo tahun 2017-2018
Menghitung Data Kejadian Bencana Alam Per Bulan Selama
3 07/02/2019
Periode tahun 2018
Minggu 2
4 11/02/2019 Menambahkan 3 Driver pada Printer Karyawan
Merekap Ulang Laporan Kejadian Kebakaran Alam/Non-Alam
5 12/02/2019
per Bulan Pada Tahun 2017
Menghitung dan Membuat Laporan Data Kejadian Bencana
6 12/09/2019
Tahun 2019
Membuat table Kejadian Bencana Alam Banjir untuk
7 15/02/2019
Pemasangan Peta/Denah Kab. Ponorogo di PUSDALOPS-PB
Minggu 3
Membuat Grafik Data Kejadian Bencana Tahun 2019 dengan
8 20/02/2019
Ms. Excel
Minggu 4
Perancangan Membuat Desain Peta/Denah Kabupaten
9 01/03/2019
Ponorogo
Pemasangan Peta/Denah Kabupaten Ponorogo pada
10 04/03/2019
PUSDALOPS

Tabel 3.2 Rangkuman Kegiatan Selama PKN

3.3 Temuan Kendala Atau Permasalahan di Tempat PKN


3.3.1 Kendala Teknis
Selama ini, proses yang dilakukan untuk memasukkan data pada Kantor
BPBD Kabupaten Ponorogo masih dengan sistem manual yaitu menggunakan
microsoft excel. Hal ini dapat memperlambat para staf di Kantor BPBD Kabupaten
Ponorogo dalam pendataan barang inventaris.

9
3.3.2 Kendala Sistem
Belum adanya sistem untuk mengelola aset-aset inventaris di BPBD
Ponorogo, maka diperlukan membuat rancangan serta database yang diperlukan dan
membangun sistem informasi pengelolaan aset berbasis web pada BPBD Ponorogo.

3.4 Saran dari Penulis Atas Temuan Kendala dan Permasalahan Selama di Tempat
PKN
Dalam penulisan laporan ini penulis banyak memperoleh data-data dan informasi-
informasi melalui studi pustaka yang berhubungan langsung dengan teori tentang bentuk
sistem yang diharapkan. Untuk memperbaiki sistem pengelolaan inventaris barang yang
sudah ada pada BPBD Kabupaten Ponorogo untuk masa yang akan datang.

3.4.1 Kendala Teknis


Menghasilkan sebuah sistem informasi yang mengelola dan mengolah data
inventaris barang pada BPBD Kabupaten Ponorogo khususnya pengelolaan aset
inventaris dan juga Menerapkan dan mengembangkan pengetahuan tentang
pemrgraman khususnya PHP dan MySQL.

3.4.2 Kendala Sistem


Sistem yang coba dibuat oleh penulis menggunakan bahasa pemrograman
PHP dengan menggunakan MySQL sebagai databasenya dan juga desain web
menggunakan CSS.

10
BAB lV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan
Peraktek Kerja Nyata sangat penting dilakukan karena dengan PKN Mahasiswa
mempunyai pengalaman bekerja yang berharga melalui keterlibatan dalam pelaksanaan
pekerjaan dalam praktek kerja nyata di dinas/instansi daerah dan Mahasiswa dapat berpikir
berdasarkan ilmu yang diperoleh di Perguruan Tinggi guna menjadi tenaga profesional di
bidang teknologi dan informasi.

Setelah Praktek Kerja Nyata (PKN) di Kantor BPBD Ponorogo penulis dapat
menyimpulkan sebagai berikut :
1) Penulis dapat mengetahui banyak hal tentang masalah bencana dan logistik.
2) Pengumpulan, pengolahan/analisis, verifikasi dan pendistribusian data/informasi
secara cepat, tepat dan akurat.
3) Penulis dapat mengenal dan menjalin persaudaraan dengan pegawai di BPBD.
4) Ketertiban dan kedisiplinan pada dunia kerja.

4.2 Saran

Dari hasil kegiatan PKN yang telah dilakukan, ada beberapa saran agar PKN dapat
dilaksanakan dengan baik dan lancar kedepannya serta diharapkan bagi mahasiswa yang
melakukan PKN di suatu instansi agar mempersiapkan diri dengan menguasai hal-hal yang
akan diterapkan di tempat PKN, agar memudahkan dalam melakukan pelaksanaan PKN di
instansi tesrebut. Selain itu, bagi Universitas, sebaiknya mahasiswanya yang akan melakukan
PKN itu dibekali terlebih dahulu mengenai pekerjaan yang akan dilakukan di
instansi/perusahaan, sehingga mahasiswa merasa siap baik secara mental maupun fisiknya.
Serta untuk sosialisasi mengenai PKN dimohon untuk dipersiapkan jauh-jauh hari sehingga
tidak mendadak dan mahasiswa sendiri bisa mempersiapkan secara matang.

11
DAFTAR PUSTAKA

Putri, FD. 2017. Sistem Peringatan Dini (Early Warning System) Tsunami BPBD Kota
Padang. Padang: Scribd
Saragih, R. 2016. Laporan Pkl Bpbd. Pematangsiantar: Scribd
Fauzi,A. 2015. Laporan Praktek Kerja Lapangan Pada Badan Penanggulangan Bencana
Daerah Kabupaten Kebumen. Kebumen:

Hidayat, W. 2016. Laporan Magang. NTB:

Pusdalops PB. 2010. Pedoman Umum Prosedur Operasi Standar Penanggulangan Bencana.
Padang:

Nawiyah. 2013. Perancangan Sistem Informasi Inventaris Barang Berbasis Web Pada
Sekretariat Daerah Kabupaten Pidie. Pidie:

Indah dan Diana. 2016. Analisa Dan Perancangan Sistem Informasi Inventaris Barang Pada
Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kudus. Kudus:

12
DAFTAR LAMPIRAN

Halaman
Lampiran 1. Surat Keterangan Penunjukan Dosen Pembimbing ....................................... A-1
Lampiran 2. Foto Copy Surat Permohonan PKN .............................................................. B-1
Lampiran 3. Surat Jawaban dari Perusahaan/Instansi ........................................................ C-1
Lampiran 4. Kegiatan Harian PKN .................................................................................... D-1
Lampiran 5. Form Penilaian .............................................................................................. E-1

13