Anda di halaman 1dari 18

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Aktivitas kehidupan manusia melibatkan banyak kegiatan, dari kegiatan kecil, merokok, merebus
air untuk kopi, pergi bekerja naik kendaraan, penggunaan AC di kantor sampai dengan proses
yang lebih besar yaitu indstri ternyata memberi dampak pada lingkungan. Pengaruh aktivitas
manusia tersebut terhadap fenomena alam yang terjadi belum banyak yang dikenal karena masih
begitu asing dan masih ada silang pendapat dari banyak ahli. Pengetahuan ini begitu “ maya “
karena tidak terlihat secara kasat mata dan dampaknya tidak langsung dirasakan oleh manusia
pada saat ini. Dampak pemanasan global dan timbulnya lubang ozon akan dirasakan manusia
beberapa tahun kemudian dalam jangka panjang. Pemanasan global dan timbulnya lubang ozon
merupakan isu global yang selama ini didengung-dengungkan oleh berbagai pihak, baik lembaga
peduli lingkungan, pemerintah, instansi pendidikan, maupun para pelaku industri. Fenomena
tersebut hanya merupakan mitos selama beberapa dekade belakangan, karena manusia pada saat
itu belum merasakan pengaruh yang signifikan terhadap dampak yang ditimbulkan. Namun
setelah terjadi berbagai peristiwa yang menguatkan mitos tersebut, seperti panasnya suhu udara,
tenggelamnya pulau atau kota, timbulnya berbagai bencana alam : banjir, longsor, dan lain
sebagainya, masyarakat dunia mulai menyikapinya secara serius.
B. Perumusan Masalah

Perumusan masalah dari peulisan makalah ini adalah sebagai berikut :


1. Apa itu pemanasan global dan lubang ozon ?
2. Mengapa pemanasan global dan lubang ozon dapat terjadi ?
3. Dimana negara / wilayah yang terkena dampak adanya pemanasan global dan lubang ozon ?
2
4. Siapa yang terlibat dalam pemanasan global dan lubang ozon ?
5. Bagaimana dampak pemanasan global dan lubang ozon ?
6. Apa saja langkah antisipatif dalam menghadapi pemanasan global dan lubang ozon ?
7. Apa saja persamaan dan perbedaan kajian pemanasan global dan lubang ozon ?

C. Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :


1. Mengetahui arti pemanasan global dan lubang ozon
2. Mengetahui penyebab terjadinya pemanasan global dan lubang ozon
3. Mengetahui negara / wilayah yang terkena dampak adanya pemanasan global dan lubang ozon
4. Mengetahui pelaku yang terlibat dalam pemanasan global dan lubang ozon
5. Mengetahui dampak pemanasan global dan lubang ozon
6. Mengetahui langkah antisipatif dalam menghadapi pemanasan global dan lubang ozon
7. Mengetahui persamaan dan perbedaan kajian pemanasan global dan lubang ozon

D. Manfaat Penulisan

Penulisan ini diharapkan dapat bermanfaat secara teoritis maupun praktis :


1. Manfaat teoritis

Hasil penulisan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan Geografi
dan ilmu pengetahuan lainnya pada umumnya yang erat kaitannya dalam kajian pemanasan
global dan lubang ozon.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi pemerintah

Hasil penulisan ini dapat dijadikan pedoman maupun masukan bagi pemerintah khususnya dalam
menangani isu pemanasan global dan timbulnya ubang ozon 3
b. Bagi masyarakat

Hasil penulisan ini dapat dijadikan himbauan, masukan, dan kesadaran kepada masyarakat akan
pentingnya menjaga bumi dan lingkungannya dari berbagai dampak yang ditimbukan akibat
adanya pemanasan global dan timbulnya lubang ozon. 4
BAB II PEMBAHASAN
A. Sekilas Pemanasan Global dan Lubang Ozon

Secara garis besar, pemanasan global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer,
laut, dan daratan Bumi ( wikipedia : 2011 ). Gejala naiknya suhu permukaan bumi karena naiknya
intensitas efek rumah kaca. Isu pemanasan global muncul karena mempunyai dampak yang
sangat besar bagi dunia dan kehidupan makhluk hidup, yaitu perubahan iklim dunia dan kenaikan
permukaan laut.
Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar
peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan
oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah
kaca ( wikipedia : 2011 ). Sehingga dengan adanya peningkatan intensitas efek rumah kaca
disebabkan oleh adanya eningkatan kadargas rumah kaca ( GRK ) seperti uap air, karbondioksida,
ozon,metana, CFC, dan lain sebagainya yang ada di udara.
Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer pada ketinggian 19 - 48 km (12 - 30 mil) di atas
permukaan Bumi yang mengandung molekul-molekul ozon. Konsentrasi ozon di lapisan ini
mencapai 10 ppm dan terbentuk akibat pengaruh sinar ultraviolet Matahari terhadap molekul-
molekul oksigen. Peristiwa ini telah terjadi sejak berjuta-juta tahun yang lalu, tetapi campuran
molekul-molekul nitrogen yang muncul di atmosfer menjaga konsentrasi ozon relatif stabil (
wikipedia : 2011 ). Ozon adalah gas beracun sehingga bila berada dekat permukaan tanah akan
berbahaya bila terhisap dan dapat merusak paru-paru. Sebaliknya, lapisan ozon di atmosfer
melindungi kehidupan di bumi karena ia melindunginya dari radiasi sinar ultraviolet yang dapat
menyebabkan kanker.
Lubang ozon sebenarnya adalah istilah kiasan. Pada awal tahun 1980-an, para peneliti yang
bekerja di Antartika mendeteksi hilangnya ozon secara 5
periodik di atas benua tersebut. Keadaan yang dinamakan lubang ozon (suatu area ozon tipis pada
lapisan ozon) ini, terbentuk saat musim semi di Antartika dan berlanjut selama beberapa bulan
sebelum menebal kembali. Studi-studi yang dilakukan dengan balon pada ketinggian tinggi dan
satelit-satelit cuaca menunjukkan bahwa persentase ozon secara keseluruhan di Antartika
sebenarnya terus menurun ( wikipedia : 2011 ). Lubang tersebut merupakan hasil dari tenaga
matahari yang mengeluarkan radiasi ultra yang tinggi. Radiasi itu berpecah menjadi molekul
oksigen sekaligus melepaskan atom bebas di mana setengahnya diikat dengan molekul oksigen
yang lain untuk membentuk ozon. Dengan demikian lubang ozon tentu saja akan merisaukan
karena dengan menurunnya kadar ozon, sinar ultraviolet-B yang akan sampai ke bumi akan
bertamah banyak. Dampak radiasi sinar UV-B sangat berbahaya bagi kehidupan makhluk hidup
di bumi.
B. Terjadinya Pemanasan Global Dan Lubang Ozon
1. Pemanasan Global

Seperti yang telah kita ketahui segala sumber energi yang terdapat di bumi berasal dari matahari.
Sebagian besar energi tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak.
Ketika energi ini mengenai permukaan bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang
menghangatkan bumi. Permukaan bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan
kembali sisanya sebagai radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun,
sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca
yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali
radiasi gelombang yang dipancarkan bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di
permukaan bumi. Oleh karena itu suhu di permukaan bumi akan meningkat, dan terjadilah efek
rumah kaca ( ERK ). Peningkatan kadar gas rumah kaca menyebabkan meningkatnya intensitas
efek rumah kaca, sehingga menyebabkan pemanasan global. 6
Gambar 1. Terjadinya pemanasan global akibat efek rumah kaca
Sumber : http://sobatbaru.blogspot.com/2008/04/pemanasan global, diakses 27 Oktober 2011 Jika
tersebut terjadi berulang-ulang akan mengakibatkan suhu rata-rata bumi terus meningkat. Banyak
ahli berpendapat bahwa penyebab utama pemanasan global adalah aktivitas manusia walau ada
penyebab lain yang bersifat alami. Penyebab pemanasan global yang diakibatkan leh aktivitas
manusia antara lain : a). Pembakaran bahan bakar batu bara, misalnya untuk pembangkit listrik
b). Pembakaran minyak bumi, misalnya untuk kendaraan bermotor c). Pembakaran gas alam,
misalnya untuk keperluan memasak
Akibat dari proses pembakaran itu, karbodioksida dan gas – gas lainnya terlepas ke atmosfer. Gas
– gas tersebut disebut gas rumah kaca. Sebenarnya efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh
segala makhluk 7
hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. "Global
Warming," sehingga es akan menutupi seluruh permukaan bumi. Akan tetapi, akibat jumlah gas-
gas tersebut telah berlebih di atmosfer, pemanasan global menjadi akibatnya
2. Lubang Ozon

Lapisan ozon mulai dikenal oleh seorang ilmuwan dari Jerman, Christian Friedrich Schonbein
pada tahun 1839. Ia berwarna biru pucat yang terbentuk dari tiga atom oksigen (O3).
Gambar 2. Proses Perusakan lapisan ozon Sumber : http://sobatbaru.blogspot.com/2008/04/ozon
Ozon adalah gas yang tidak berwarna dan ditemui di lapisan stratosfer yaitu lapisan awan yang
terletak antara 15 hingga 35 kilometer dari permukaan bumi. Istilah 'ozon' atau lebih tepat lagi
'lapisan ozon' mulai mendapat perhatian sekitar tahun 1980an ketika para ilmuwan menemukan
adanya 'lubang' di lapisan ozon di Antartika. Lubang tersebut merupakan hasil dari tenaga
matahari yang mengeluarkan radiasi ultra yang tinggi. Radiasi itu berpecah menjadi molekul
oksigen sekaligus melepaskan atom bebas di mana setengahnya diikat dengan molekul oksigen
yang lain untuk membentuk ozon .Dengan terjadinya reaksi ini 8
akan mengurangi konsentrasi ozon di stratosfer. Semakin banyak senyawa yang mengandung
khlor dan brom perusakan lapisan ozon semakin parah.
Ada tiga penyebab terbentuknya lubang ozon ada tiga. Sinar matahari, halogen dan temperatur
rendah. Di saat temperatur turun melebihi ambang batas, awan terbentuk di stratosfer. Halogen,
khususnya polutan, seperti klorin dan brom, berubah menjadi senyawa kimia yang bereaksi
dengan cepat di ozon. ( Professor Ross Salawitch ahli kimia dan biokimia dari University of
Maryland : 2011, dikutip : http://www.suarapasuruan.com/penurunan temperatur picu tipisnya
lapisan ozon/) Berdasar hasil penelitian ilmuwan lainnya, lapisan ozon yang menjadi pelindung
bumi dari radiasi UV-B ini semakin menipis. Gas CFC disebut juga sebagai gas yang
menyebabkan terjadinya penipisan lapisan ozon ini. CFC digunakan oleh masyarakat modern
seperti lemari es, bahan dorong dalam penyembur, pembuatan buih dan bahan pelarut
terutamanya bagi kilang-kilang elektronik. Sehingga kegiatan manusia merupakan faktor utama
dalam pembentukan lubang ozon. Manusia kurang memperhatikan dampak yang ditimbulkan
akibat lubang ozon. Menurut Rowlan dan molina ( 1973) yang dikutip Sunu ( 2001 )
menyebutkan bahwa lubang zon diakibatkan oleh aktivitas manusia di industri dan rumah tangga,
nitrogen oksida ( Nox ) dari sembran jet pesawat terbang supersonik, dan sulur oksida dari
gunung berapi. Zat – zat imia perusak lapisan ozon lainnya seperti halon, CFC( untuk ulkas, AC,
bahan penyemprot pestisida dan insektisida, penyemprot cat, penyemprot rambut ) methy
bromide. Senyawa CFC dikenal sehari – hari sebagai freon.
C. Negara / Wilayah Yang Terkena Dampak Adanya Pemanasan Global Dan Lubang Ozon

Seperti ada pembahasan semula, bahwa pemanasan global dan lubang ozon disebabkan karena
aktivitas manusia. Tentu saja, negara – negara yang 9
menggunakan produk ataupun alat untuk mendukung aktivitas mereka yang mengganggu
kerusakan lingkungan, khususnya berdampak pada pemanasan global, merupakan negara yang
terkena imbas dari pemanasan global. Negara – negara tersebut antara lain negara – negara maju :
Inggris, AS, dan negara berkembang seperti Indonesia ( Jakarta ), India ( Mumbai ). Seperti yang
dikutip oleh TEMPO Interaktif: 28 Maret 2007 : Lebih dari dua per tiga kota-kota besar di dunia
akan terkena dampak pemanasan global. Salah satunya adalah Jakarta. Inilah hasil penelitian
yang dipublikasikan di jurnal Environment and Urbanization hari ini. Jakarta adalah satu dari 180
kota di dunia yang 70 persen wilayahnya berada di kawasan pantai berelevasi rendah yang
terancam oleh naiknya permukaan laut akibat pemanasan global itu. Kota lainnya antara lain
Tokyo, New York, Mumbai di India, Shanghai, dan Dhaka. Negara – negara tersebut merupakan
negara yang terkena dampak pemanasan global akibat naiknya permukaan air laut. Selain itu,
kota – kota besar di Indonesia maupun di negara lain juga ikut terkena dampak adanya
pemanasan global. Hal tersebut dapat ditandai dengan suhu udara pada siang hari yang naik,
cuaca ekstrim di sejumlah wilayah, dan lain sebagainya. Sedangkan wilayah yang terkena
dampak lubang ozon adalah kutub utara maupun kutub selatan.
Gambar 3. Lubang ozon di antartika
Sumber : http://langitselatan.com/2008/05/04/ketika-es-antartika-terancam-oleh-pulihnya-lubang-
ozon/, diakses 26 Oktober 2011 10
D. Pelaku Pemanasan Global Dan Timbulnya Lubang Ozon

Manusia merupakan pelaku utama timbulnya pemanasan global dan lubang ozon. Aktivitas
manusia yang tidak memikirkan dampak – dampak yang ditimbulkan adanya pemanasan global
dan lubang ozon bisa menambah parahnya dampak yang ditimbulkan akibat fenomena –
fenomena tersebut. Tentu saja yang akan rugi adalah manusia itu sendiri karena ulah mereka.
Selain itu penggunaan barang – barang rumah tangga yang tidak ramah lingkungan, seperti
semprotan minyak wangi, semprotan rambut, AC, kulkas, dan lain sebagainya memicu bertambah
rusaknya lapisan ozon di muka bumi ini. Pembakaran yang dilakukan oleh manusia, seperti
pembakaran hutan, pembakaran minyak bumi misalnya untuk kendaraan bermotor yang
menghasilkan gas karbon merupakanaktivitas – aktivitas yang dapat menimbulnya gejala
pemanasan global dan timbulnya lubang ozon. Oleh karena itu faktor manusialah yang andil
besar timbulnya pemanasan global dan ubang ozon, meskipun faktor alam juga ikut berperan.
Sehingga manusialah pelaku sekaligus yang menerima dampak pemanasan global dan timbulnya
lubang ozon atas konsekuensi aktivitas yang mereka lakukan sehari – hari.
E. Dampak Pemanasan Global dan Lubang Ozon
1. Pengaruh cuaca

Apabila daerah di bagan tara bumi ( kutub utara ) akan memanas lebih dari daerah – daerah lain
di bumi, dengan kondisi demikian maka akan berakibat antara lain ;
a. gunung – gunung es aan mencair
b. daratan akan mengecil
c. daerah – daerah yang sebelumya mengalami salju ringan mungkin tidak akan mengalaminya
lagi
d. di daerah subtropis again pegunungan yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta salju akan
lebih cepat mencair
11
e. musim tanam akan menjadi lebih panjang di beberapa area, temperatur pada musim dingin dan
malam hari akan cenderung meningkat, serta
f. daerah tropis akan menjadi lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan
2. Pengaruh kenaikan permukan laut

Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat sehingga
volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pengingkatan tinggi muka air
aut 30% berasal dari pencairan es dan sisanya berasal dari pemuaian air akibat peningkatan
temperatur. Apabila separuh es di Greenland dan antartika meleleh maka terjadi kenaikan
permukaan air lait di dunia rata – rata setinggi 6-7 meter ( Susanta, 2007 ). Perubahan tinggi
permukaan air laut sangat mempengaruhi kehidupan, antara lain :
a. Apabila kenaikan air laut mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang pun akan meningkat
di daratan.
b. Apabila kenaikan air laut sedikit saja, pengaruhnya akan cepat terlihat pada di ekosistem
pantai. Rawa – rawa pantai yang telah ada akan tenggelam dan akan terbentuk rawa – rawa baru.
c. Banyak pulau – pulau yang hilang akibat tenggelam, serta akan terjadinya erosi dari tebing,
pantai, dan bukit pasir akan meningkat.
3. Pengaruh terhadap pertanian

Pengaruh pemanasan global tidaklah sama di beberapa tempat, misalnya ada negara yang
mendapatkan keuntungan lebih dari tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam, seperti
di kanada. Namun, masyarakat di daerah pertanian gurun akan menggunakan air irigasi dari
gunung – gunung yang jauh dapat menderita jika kumpulan salju akan mencair sebelum bulan
masa tanam. Dengan kondisi ini, anaman tidak akan tumbuh, misalnya di daerah Afrika. 12
Adapun dampak pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim terhadap ketahanan
pangan di daerah asia, seperti di Indonesia antara lain sebagai berikut :
a. menurunnya produktivitas pertanian, khususnya pada wilayah pantai akibat naiknya temperatur
bumi
b. terjadinya iklim ekstrim yang meningkat, sehingga sektor pertanan akan kehilangan produksi
akibat bencana kekeringan dan banjir yang silih berganti
c. kerawanan pangan akan meningkat di wilayah yang rawan bencana kering dan banjir
d. tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan hama dan

4. Pengaruh terhadap hewan dan tumbuhan

Selain manusia, hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang tidak bisa menghindar dari
kejadian ini. Hewan dan tumuhan tentuakan mengalai kesulitan juga untuk berpindah atau
beradaptasi karena sebagian besar lahan telah dikuasai oleh manusia. Dalam menghadapi
pemanasan global, hewan akan berpindah mencari tempat sesuai habitatnya. Adapun tumbuhan
yang tidak bisa bergerak sendiri akan menyesuaikan dengan iklim dalam hal pertumbuhannya.
Tumbuhan yang bsa menyesuaikan tentu terus berkembang, tetapi tumbuhan yang tidak dapat
menyesuaikan tentuakan punah. Kepunahan hewan dan tumbuhan terjadi apabila hewan dan
tumbuhan tersebut tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
5. Pengaruh terhadap kesehatan manusia

Adapun pengaruh pemanasan global dan timbulnya ubang ozon bagi kesehatan manusia, antara
lain :
a. Mempengaruhi kesehatan tubuh manusia terhadap penakit – penyakit tular vektor, seperti
demam berdarah dan malaria.
13
b. Lebih banyak orang yang terkena penyakit atau meninggal karena stress panas.
c. Meningkatnya insiden alergi dan penyakit pernafasan karena udara yang hangat akan
memperbanak polutan
d. Meningkatnya penyakit – penyakit tropis laina, seperti demam kuning dan encepalitis
e. Timbulnya kanker kulit, katarak, penurunan kekebalan tubuh, melemahnya sistem kekebalan
tubuh, dan lain sebagainya

F. Langkah antisipasi terhadap pemanasan global dan lubang ozon

Tindakan yang lebih baik dalam menghadapi dampak pemanasan global dan lubang ozon adalah
sebagai berikut :
1. Mengubah perilaku perorangan
a. Menghemat penggunaan air, listrik
b. Mematikan ac bila tidak diperlukan
c. Menggunakan alat transportasi alternatif untuk mengurangi emisi karbon
2. Melakukan langkah secara kolektif
a. Mencari energi aternatif

Sebagian besar pembangit listrik menggunakan bahan bakar fosil : minyak bumi, batu bara, gas
alam. Ketiganya mengeluarkan CO2. Jadi semakin kita boros menggunakan listrik, semakin
banyak CO2 yang dikeluarkan. Daripada terus boros listrik dan emerintah harus membangun
pembangkit listrik berbahan bakar fosil baru untuk memenuhi kebutuhan aktivitas manusia, lebih
baik melakukan hemat listrik. Adapun solusi alternatif dalam mencari energi alternatif antara lain
membangun pembangkit listrik dengan energi bersih, seperti energi matahari, air , angin, panas
bumi, dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi dampak terjadinya pemanasan
global dan lubang ozon akibat penggunaan gas – gas yang mengeluarkan CO2 14
b. Melestarikan hutan

Melestarikan hutan dapatdilakukan dengan menanam pohon sebanyak mungkin untuk mencegah
terjadinya pemanasan global. Selain iyu jangan menebang hutang secara liar, agar keberadaan
ekosistem hutan tetap lestari.
c. Mengurangi emisi gas karbon dari industri dan eksplorasi sumber daya alam.
G. Persamaan dan Perbedaan Kajian fenomena pemanasan global dan lubang ozon

Jika ditinjau dari kejadiannya, pemanasan global merupakan kejadian yang diakibatkan oleh
meningkatnya temperatur rata – rata pada lapisan atmosfer, meningkatnya temperatur pada air
laut, dan meningkatnya temperatur pada daratan. Sedangkan lubang ozon terjadi akibat adanya
lubang yang merupakan hasil dari tenaga matahari yang mengeluarkan radiasi ultra yang tinggi.
Radiasi itu berpecah menjadi molekul oksigen sekaligus melepaskan atom bebas di mana
setengahnya diikat dengan molekul oksigen yang lain untuk membentuk ozon. Dengan terjadinya
reaksi ini akan mengurangi konsentrasi ozon di stratosfer. Semakin banyak senyawa yang
mengandung khlor dan brom perusakan lapisan ozon semakin parah. Ruang lingkup akibat
adanya pemanasan global pada umumnya terjadi hampir di negara – negara dunia, termasuk di
wilayah kutub utara maupun kutub selatan. Sedangkan ruang lingkup akibat adanya lubang ozon,
dapat dijumpai pada daerah antartika, dimana jika menggunakan citra satelit lubang ozon tampak
biru ataupun keungu – unguan.
Selain proses terjadinya lubang ozon dan pemanasan global yang berbeda – beda, perbedaan
gejala kedua fenomena tersebut sebenarnya hampir berkaitan, namun yang membedakan adalah
penyebab fenomena tersebut. Fenomena pemanasan global misalnya, dapat disebabkan oleh
aktivitas manusia antara lain : penggunaan bahan bakar karbon, penggundulan hutan, dan lain
sebagainya. Sedangkan lubang ozon juga dapat 15
timbul akibat aktivitas manusia itu sendiri seperti penggunaan AC, penggunaan semprotan dan
lain sebagainya.
Beberapa persamaan kajian fenomena pemanasan global dan lubang ozon adalah sama – sama
berdampak bagi kehidupan makhluk hidup di dunia ini. Sebagian besar makhluk hidup akan
merasakan dampak negatif adanya fenomena tersebut. Namun, manusia kadang memalalukan
begitu saja. Sehingga berbagai aktivitas yang dilakukan manusia sering kali tidak tersadari bahwa
sebenarnya aktivitas yang dilakukannya sangat merugikan. Dampak adanya pemanasan global
dan lubang ozon mungkin sampai saat ini belum begitu besar. Namun diperkirakan pada suatu
kelak nanti manusia akan menyesal akibat ulah mereka sendiri. Beberapa gejala – gejala
pemanasan global dan lubang ozon pada dekade ini antara lain : suhu udara pada siang hari
maupun malam sangat ekstrim di sejumlah negara misalnya di Indonesia, timbulnya berbagai
bencana alam seperti banjir, tanah longsor di sejumlah negara merupakan gejala – gejala yang
menandakan timbulnya pemanasan global, dan lain sebagainya. Selain itu dalam citra satelit yang
direkam oleh NASA menunjukkan bahwa dalam 10 tahun terakhir lubang ozon semakin hari
semakin besar. Hal ini menandakan bahwa gejala – gejala tersebut lambat laun akan terasa.
Gambar 4. Lubang ozon berwarna biru yang semakin tahun semakin membesar
Sumber : http://ozonewatch.gsfc.nasa.gov, diakses 27 Oktober 2011 16
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan

Dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan antara lain :


1. Pemanasan global merupakan fenomena meningkatnya temperatur rata – rata pada lapisan
atmosfer, meningkatnya temperatur air laut dan meningkatnya temperatur pada daratan.
Sedangkan lubang ozon adalah lubang yang berasal dari hasil tenaga matahari yang
mengeluarkan radiasi ultra tinggi, kemudian radiasi tersebut pecah menjadi oksigen sekaligus
melepaskan atom bebas dimana setengahnya diikat oleh molekul oksigen lain untuk membentuk
ozon. Area ozon yang tipis pada lapisan ozon disebut lubang zon
2. Pemanasan global disebabkan adanya kadar gas rumah kaca yang menyebabkan meningkatnya
intensitas efek rumah kaca. Sedangkan lubang ozon disebabkan karena sinar matahari, halogen,
dan temperatur. Selain itu pengaruh / aktivitas manusia dapat menimbulkan pemanasan global,
seperti pembakaran hutan, penggunaan motor yang menimbulkan asap. Selain itu dalam
menggunakan berbagai alat rumah tangga yang mengandung gas flor dapat menyebabkan lubang
ozon.
3. Negara yang terkena dampak adanya pemanasan lobal hampir terjadi di seluruh belahan bumi,
termasuk kutub utara maupun kutup selaan. Sedangkan wilayah yang terkena dampak adanya
lubang ozon dapat terlihat di kutub utara dan kutup selatan yang tampak berwarna biru dengan
menggunakan citra satelit.
4. Pelaku utama dalam pemanasan global dan lubang ozon adalah ulah & tingkah laku manusia.
5. Dampak adanya pemanasan global dan lubang ozon antara lain berpengaruh terhadap cuaca,
kenaikan permukaan air laut, pengaruh terhadap pertanian, pengaruh terhadap hewan dan
tumbuhan, dan pengaruh terhadap kesehatan manusia
17
6. Langkah antisipasi terhadap pemanasan global dan lubang zon adalah dengan cara mengubah
perilaku perorangan dan melakukan langkah secara kolektif
7. Persamaan kajian fenomena pemanasan global dan lubang ozon adalah sama – sama akan
berdampak bagi kehidupan makhluk hidup di dunia ini. Sedangkan perbedaan kajian fenomena
tersebut terletak pada proses terjadinya lubang ozon maupun pemanasan global, ruang lingkup
pemanasan global dan lubang ozon, serta ulah manusia.

B. Saran

Adapun saran yang dapat kami ajukan antara lain:


1. Kepada masyarakat

Hendaknya masyarakat menjaga dan merawat lingkungan di sekitarnya. Selain tu masyarakat


hendaknya memiliki kesadaran dalam mengantisipasi adanya dampak pemanasan global dan
lubang ozon.
2. Kepada pemerintah

Hendaknya emerintah bersama masyarakat maupun bersama instansi – instansi yang terkait
mampu memberikan kontribusi dalam mencegah dan menghadapi dampak pemanasan global.
Pemerintah juga harus memberikan solusi yang terbaik dalam masalah ini, seperti mencari solusi
agar penggunaan bahan bakar fosil bisa dicarikan alternatif dengan bahan bakar lainnya yang
ramah lingkungan misalnya dengan menggunakan minyak kelapa, dengan menggunakan sinar
matahari, dan lain sebagainya.
3. Kepada lembaga – lembaga terkait

Hendaknya lembaga – lembaga terait seperti Walhi dan aktivis – aktivis kampus bersama
komponen masyarakat dan pemerintah hendaknya bersama – sama dalam menjaga lingkungan
sekitarnya. Gerakan menanam sejuta pohon di setiap tempat perlu digalakkan. 18
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. Ketika Es Antartika Terancam oleh Pulihnya Lubang Ozon
http://langitselatan.com/2008/05/04/ketika-es-antartika-terancam-oleh-pulihnya-lubang-ozon/,
diakses 26 Oktober 2011
Anonim, Lubang Ozon. http://id.wikipedia.org/lubang ozon, diakses 27 Oktober 2011
Anonim, Ozon. http://ozonewatch.gsfc.nasa.gov, diakses 27 Oktober 2011
Anonim, pemanasan global. http://id.wikipedia.org/pemanasan global
Anonim, pemanasan Global http://sobatbaru.blogspot.com/2008/04/pemanasan global, diakses 27
Oktober 2011
Sinaga,D, Jakarta Terancam pemanasan
Global.http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1986/11/08/ILT/mbm.19861108.ILT36206.id.
html. Diakses 26 Oktober 2011 Sunu, P, Melindungi Lingungan Dengan Menerapkan ISO 14001.
Jakarta : PT Gramedia, 2001. Susanta, G, Akankah Indonesia Tenggelam Akibat Pemanasan
Global ?. Jakarta : Penebar Plus, 2007.
Ulfa, E, Penurunan Temperatur Picu Tipisnya Lapisan ozon.
http://www.suarapasuruan.com/penurunan temperatur picu tipisnya lapisan ozon/. Diakses 27
Oktober 2011