Anda di halaman 1dari 7

TUGAS AKUNTANSI MANAJEMEN & BIAYA LANJUTAN

Western Chemical Company

Oleh:
Oleh:
Trias Rachmatika (1806278882)
Ade Hanifa Putri (1806278636)
Ellyanova Afifah (1506700676)

Kelas: F18-2S
Dosen:
Dr. Katjep K. Abdoelkadir

MAGISTER AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS INDONESIA
2019
Statement Of Authorship

“Kami yang bertandatangan dibawah ini menyatakan bahwa makalah/tugas terlampir adalah murni
hasil pekerjaan kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang kami gunakan tanpa
menyebutkan sumbernya.
Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk makalah/tugas pada mata
ajaran lain kecuali kami menyatakan dengan jelas bahwa kami menyatakan dengan jelas
menggunakannya.
Kami memahami bahwa tugas yang kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau
dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme.”

Mata Ajaran : Akuntansi Manajemen dan Biaya Lanjutan


Judul Makalah/Tugas : Tugas Akuntansi Manajemen dan Biaya Lanjutan (Case: Western
Chemical Company)
Tanggal : 5 April 2019
Dosen : Dr. Katjep K. Abdoelkadir

Nama : Trias Rachmatika


NPM : 1806279033
Tandatangan :

Nama : Ade Hanifa Putri


NPM : 1806278882
Tandatangan :

Nama : Ellyanova Afifah


NPM : 1506700676
Tandatangan :
Summary Case:

Western Chemical Corp. merupakna perusahaan besar yang sudah menjalankan usahanya selama
75 tahun di bidang industry kimia dengan menjual bahan kimia dan menawarkan jasa pengolahan
air dan limbah. Perusahaan ini memiliki lebih dari 35 pabrik di 19 negara dengan menggunakan
berbagai pengaturan kepemilikan, 3 negara diantaranya yaitu Malaysia, Praha dan Polandia.
Informasi keuangan terkait kinerja pabrik-pabrik perusahaan dibuat oleh akuntan kantor pusat.

Di Praha, perusahaan mendirikan divisi dengan perusahaan lokal dalam membentuk Joint Venture.
Usaha tersebut didirikan dengan pendanaan secara eksternal ditambah dengan setoran modal oleh
WCC sebesar $5.000.000 dan juga setoran modal dari perusahaan lokal dengan nilai total investasi
untuk mendirikan divisi di Praha sebesar $35.000.000 sampai $40.000.000. Dalam divisi di Praha
perusahaan merupakan sebagai pihak yang mengelola perusahaan dengan memperoleh
management fees. Divisi WCC di Polandia dimiliki secara 100 % dan dijadikan sebagai anak
perusahaan WCC dengan total investasi $40.000.000 sampai $45.000.000. Divisi di Malaysia
dimiliki oleh perusahaan 100 %, pabrik ini dibangun untuk meningkatkan kapasitas produksi di
wilayah pasifik.Pabrik-pabrik kimia WCC ternyata memiliki perbedaan dalam struktur
kepemilikan dan perbedaan pendapatan yang dilaporkan. Perusahaan sedang menghadapi masalah
dalam mengukur kinerja pabrik atau unit operasi di luar negeri, begitupula dengan kinerja
perusahaan secara keseluruhan. Adanya pengaturan kepemilikan yang berbeda dan penggunaan
pendanaan lokal serta prinsip akuntansi konvensional yang masih digunakan membuat kesalahan
dalam memahami laporan keuangan, sehingga sulit untuk mengukur kinerja keuangan operasi luar
negeri perusahaan.

Pertanyaan dan Jawaban Kasus:

1. Apa penyebab masalah dalam mengukur kinerja keuangan Western Chemical


Corporation?
Penyebab masalah dalam mengukur kinerja keuangan WCC adalah pencatatan untuk
pabrik-pabrik yang beroperasi di luar negeri dilakukan secara terpusat, adanya
kemungkinan perbedaan perlakuan atau standard di beberapa negara itu dan kondisi yang
juga berbeda-beda di setiap wilayah. Contohnya, WCC bergabung atau melakukan joint
venture dengan perusahaan lokal di Praha dan terdapat minority interest serta hutang,
pabrik di Malaysia merupakan cabang WCC yang memiliki peran untuk menambah
kapasitas produksi perusahaan, dan pabrik di Poland merupakan sebagai anak perusahaan.

2. Apakah ada cara alternatif unuk mengukur kinerja keuangan agar dapat mencegah
permasalahan Western Chemcals Corp. dengan metodenya sekarang?
Metode alternative untuk mengukur kinerja keuangan (Hansen and Mowen, 510;2015):
- Return on Investment (ROI)
ROI dapat digunakan untuk mengukur kinerja suatu divisi perusahaan dan bisa
digunakan oleh shareholder untuk mengetahui kesehatan suatu perusahaan.
Keuntungan menggunakan ROI yaitu dapat mendorong efisiensi biaya, mendorong
manajemen untuk melihat hubungan antara sales, expenses dan investment, sedangkan
kelemahannya yaitu manajer menjadi hanya fokus pada target jangka pendek dan
membuat manajer menolak proyek yang dapat mengurangi ROI.
ROI = Operating Income/ Average Operating Assets

- Residual Income (RI)


Residual Income yaitu selisih antara operating income dengan target pengembalian
investasi. Keuntungan menggunakan RI yaitu mengukur kinerja perusahaan dalam
satuan uang, sedangkan kelemahannya adalah memberikan angka yang absolut atas
pengembalian investasi. Misalnya Residual Income Divisi A $300.000 sedangkan
Divisi B $100.000, dapat kita lihat bahwa divisi A residual incomenya lebih besar,
namun sebenarnya residual return divisi B lebih besar. Operating asset divisi A $15
juta dan divisi B $2,5 juta sehingga residual return B lebih besar dari A.
Residual Income = Operating Income – (Minimum rate of return × Operating
Assets)

- Economic Value Added (EVA)


EVA digunakan untuk mengukur apakah suatu divisi itu menambah kekayaan
perusahaan atau malah mengurangi kekayaan perusahaan. Jika perhitungan EVA
menunjukan hasil negatif maka suatu divisi tersebut mengurang kekayaan bukan
menambah kekayaan perusahaan.
EVA= After Tax Operating Income – (Weighted Average Cost of Capital × Total
Capital Employed)
- Return on Sales (ROS)
Untuk mengukur kinerja keuangan dan merupakan salah satu komponen ROI
(Horngren et al. 903;2015):
ROS = Operating Income/ Sales

3. Evaluasi penggunaan pendekatan Economic Value Added yang didiskusikan oleh


manajemen WCC, apa kelebihan dan kelemahannya?
Perusahaan mencoba menerapkan EVA di divisi Malaysia, lalu perusahaan mendiskusikan
hal-hal sebagai berikut:
- Adanya pemisahan penyusunan laporan keuangan untuk pihak eksternal (external
reporting) dan internal (managerial reporting).
- Kondisi yang berbeda-beda disetiap pabrik mendorong penyusunan laporan keuangan
dilakukan oleh masing-masing divisi sesuai dengan kondisinya, tidak terpusat,
diharapkan laporan tersebut lebih akurat karena memahami situasi dan kondisi di lokasi
masing-masing divisi. Seperti di Praha, perusahaan menerima management fee dan
terdapat minority interest, sedangkan di Poland dan Malaysia tidak ada management
fee. Lalu, di Poland hanya sebagai anak perusahaan dimana di dalam cost of salesnya
ada transfer pricing. Selain itu, di Malaysia sebenarnya berperan untuk meningkatkan
kapasitas produksi di kawasan pasifik bukan sebagai penjual, terlihat pada laporan
keuangan dimana cost of sales nya sangat tinggi, hingga melebihi revenues.
- Dengan EVA, manajemen lebih fokus pada cost of capital terkait dengan income yang
dihasilkan

Kelebihan EVA:
- Karena EVA memberikan nilai apakah suatu divisi dapat meningkatkan kekayaan atau
mengurangi kekayaan, sehingga apabila menggunakan EVA perusahaan tidak perlu
membandingkan divisi-divisinya
- EVA lebih fokus pada cost of capital terkait dengan income yang dihasilkan.

Kelemahan EVA:
- Tidak menunjukan proyeksi kinerja dimasa depan
- Bergantung pada transparansi pihak internal
- Sulit menentukan biaya modal, dimana modal dapat berasal dari internal maupun
external dengan tingkat modal yang berbeda-beda.

4. Bagaimana seharusnya kinerja Western Chemical Corporation diukur?


Sebaiknya perusahaan tidak membandingkan income yang dihasilkan oleh setiap divisi
yang memiliki kondisi yang berbeda-beda, selain itu juga tidak cukup apabila hanya
membandingkan budgeted dengan actual. Menurut kami, perusahaan dapat menggunakan
lebih dari satu alternatif pengukuran untuk setiap divisinya karena kemungkinan adanya
perbedaan struktur kepemilikan dan kondisi lainnya. Seperti perusahaan dapat
menggunakan EVA, ROI, atau RI sehingga akan menghasilkan interpretasi yang lebih
lengkap dan analisis yang lebih mendalam tentang performa setiap divisi.

5. Apa yang harus Samantha chu jelaskan kepada analis jika ia menanyakan secara
spesifik tentang investasi perusahaan di Praha, Poland, dan Malaysia?
- WCC memiliki divisi yang beroperasi di luar negeri dengan karakteristik divisi yang
beragam. Terdapat divisi yang memiliki struktur kepemilikan yang berbeda dan fungsi
yang berbeda. Pertama divisi di Praha, berperan sebagai penjual (region of sales) yang
didirikan bersama perusahaan lokal, hal ini memberikan efek yaitu jika terdapat
keuntungan atau kerugian, maka keuntungan kerugian tersebut dibagi sesuai dengan
proporsi kepemilikannya. Selain itu, divisi di Praha juga menggunakan pendanaan
external dimana akan mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan, terdapat cost of
debt yang mengurangi income perusahaan dan juga semakin banyak debt maka risiko
divisi tersebut juga meningkat. Lalu di divisi Praha perusahaan juga menetapkan
adanya managemeny fee yang diterima oleh WCC. Kedua terdapat divisi yang ditunjuk
sebagai divisi yang fokus untuk meningkatkan kapasitas produksi di kawasan tertentu
seperti divisi di Malaysia (region of manufacture) sehingga nilai gross profitnya akan
minus (tidak memiliki keuntungan). Ketiga, terdapat divisi yang bertindak sebagai anak
perusahaan, dimana terdapat transaksi menggunakan transfer pricing yaitu divisi di
Poland yang berperan sebagai penjual (region of sales).
- Adanya rencana untuk pemisahan laporan keuangan dengan standard yang juga
berbeda untuk pihak internal dan pihak external, serta dibuat tidak secara terpusat
melainkan dibuat oleh akuntan disetiap divisi.
DAFTAR REFERENSI

Hansen, Don R.& Maryanne M. Mowen. (2015). Cornerstones of Cost Management,


Third edition, USA: South-Western-Cengage Learning.