Anda di halaman 1dari 16

INSTRUMENTASI

LAJU ALIR

Dosen Pengampu:
Heny Kusumayanti S.T., M.T

Disusun oleh :
Kelompok 5

Zulfia Mutiara P 21030116060047/2016


Nadia Tina Aisyah 21030116060050/2016
M. Afif Prabowo 21030116060068/2016
Hasna Luthfitri 21030116060080/2016
Ade Nurfattah 21030116060087/2016

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA


DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI
SEKOLAH VOKASI
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2017

Page | i
KATAPENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
kehendak-Nya lah penulis selaku kelompok 5 bisa menyelesaikan makalah ini tepat pada
waktunya.
Adapun maksud dan tujuan penulis membuat makalah ini, adalah untuk memenuhi salah
satu tugas dari mata kuliah Instrumentasi yang diampu oleh Ibu Heny Kusumayanti S.T.,
M.T. dan juga untuk menambah wawasan mengenai Laju Alir.
Dalam pembuatan dan penyusunan makalah ini masih kurang dari kata sempurna. Maka
dari itu, penulis mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun dan dapat
menyempurnakan makalah ini dari segi manapun.
Akhir kata penulis berharap semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua baik untuk
hari ini dan untuk masa yang akan datang .

Semarang, 5 November 2017

Penulis

Page | ii
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL .................................................................................................... i


KATA PENGANTAR ..................................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ........................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................................... 1
1.3 Tujuan ........................................................................................................................ 1
BAB II ISI ......................................................................................................................... 2
2.1 Macam Macam Aliran ................................................................................................ 2
2.2 Gambar Aliran ............................................................................................................ 4
2.3 Prinsip kerja dan cara kerja Alat Pengukur Laju Alir ................................................. 4
2.4 Perbedaan Macam Macam Aliran .............................................................................. 8
2.5 Kelebihan dan Kekurangan ......................................................................................... 9
2.6 Aplikasi...................................................................................................................... 10
BAB III PENUTUP ......................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................... 13

Page | iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam pabrik-pabrik pengolahan dilengkapi dengan berbagai macam alat


pengoperasian setiap peralatan saling mendukung antar satu peralatan dengan
peralatan yang lainnya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan maka diperlukan
peralatan pendukung. Salah satu pendukung yang penting dalam suatu pabrik
adalah peralatan instrument pabrik. Peralatan instrument merupakan bagian dari
kelengkapan keterpasangan peralatan yang dapat digunakan untuk mengetahui
dan memperoleh sesuatu yang dikehendaki dari suatu kegiatan kerja peralatan
mekanik. Salah satu peralatan instrument yang penting adalah alat ukur.
Pengukuran laju alir diperlukan untuk menentukan proporsi dan jumlah bahan
yang mengalir masuk dan keluar proses. Dengan kata lain, pengukuran laju alir
menunjukan berapa banyak fluida yang digunakan atau didistribusikan ke dalam
proses.

Pengukuran laju alir ditentukan dengan mengukur kecepatan cairan atau


perubahan energi kinetiknya. Perbedaan tekanan yang terjadi pada saat cairan
melintasi pipa mempengaruhi kecepatan suatu aliran. Karena luas penampang
pipa sudah diketahui, kecepatan rata-rata merupakan indikasi dari laju alirnya.

Banyak metoda yang sudah dikenal untuk pengukuran laju alir cairan. Alat yang
dapat digunakan disesuaikan dengan sifat fluida tertentu, seperti: bersih, jernih,
kotor, basah, kering, erosif, korosif, uap, sluri, multi pase, kental, dan lain-lain.
Selain itu dikaitkan dengan sifat aliran seperti turbulensi dan laminar.

1.2 Rumusan Masalah


 Apa saja macam macam aliran ?
 Bagaimana prinsip kerja dan cara kerja dari Alat pengukur laju alir ?
 Apa kelebihan dan kekurangan dari alat pengukur laju alir ?
 Dimana pengaplikasian Gear Pump?

1.3 Tujuan
 Mengetahui prinsip kerja dan cara kerjaAlat pengukur laju alir.
 Mengetahui kelebihan dan kekurangan dariAlat pengukur laju alir.
 Mengetahui pengaplikasian dari alat pengukur laju alir tersebut

Page | 1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Macam Macam Aliran
2.1.1 Klasifikasi aliran
Secara garis besar jenis aliran dapat dibedakan atau dikelompokkan
sebagai berikut (Olson, 1990):
a) Aliran Tunak (steady)

Suatu aliran dimana kecepatannya tidak terpengaruh oleh


perubahan waktu sehingga kecepatan konstan pada setiap titik
(tidak mempunyai percepatan).
b) Aliran Tidak Tunak (unsteady)

Suatu aliran dimana terjadi perubahan kecepatan terhadap waktu.

2.1.2 Tipe-tipe aliran

Bilangan Reynolds merupakan bilangan yang tak berdimensi yang dapat


membedakan suatu aliran dinamakan laminer, transisi dan turbulen.

Dimana:

V = kecepatan fluida (m/s)

D = diameter dalam pipa (m)

ρ = rapat massa fluida (kg/m3)

µ = viskositas dinamik fluida


(kg/ms) atau (N.s/m2)

Page | 2
a) Aliran Laminar

Aliran laminar didefinisikan sebagai aliran dengan fluida yang


bergerak dalam lapisan–lapisan atau lamina–lamina dengan satu
lapisan meluncur secara lancar. Aliran laminar ini mempunyai nilai
bilangan Reynoldsnya kurang dari 2300 (Re < 2300).

Gambar 3. Aliran Laminar

b) Aliran transisi merupakan aliran peralihan dari aliran laminer ke


aliran turbulen. Keadaan peralihan ini tergantung pada viskositas
fluida, kecepatan dan lain-lain yang menyangkut geometri aliran
dimana nilai bilangan Reynoldsnya antara 2300 sampai dengan 4000
(2300<Re<4000) .

Gambar 4. Aliran Transisi

c) Aliran Turbulen

Aliran turbulen didefinisikan sebagai aliran yang dimana pergerakan


dari partikel-partikel fluida sangat tidak menentu karena mengalami
percampuran serta putaran partikel antar lapisan, yang
mengakibatkan saling tukar momentum dari satu bagian fluida ke
bagian fluida yang lain dalam skala yang besar. Dimana nilai
bilangan Renoldsnya lebih besar dari 4000 (Re>4000).

Page | 3
Gambar 5. Aliran Turbulen.

2.2 Gambar Aliran


2.2.1 Aliran Laminar

2.2.3 Aliran Transisi

2.2.2 Aliran Turbulen

2.3 Cara kerja alat pengukuran laju alir

Jenis alat ukur aliran fluida yang paling banyak digunakan diantaranya alat
ukur lainnya adalah alat ukur fluida jenis laju aliran. Hal ini dikarenakan
oleh konstruksinya yang sederhana dan pemasangannya yang mudah. Alat
ukur aliran fluida jenis ini dibagi empat jenis yaitu:

Page | 4
2.3.1 Venturi meter

Venturi Meter ini merupakan alat primer dari pengukuran aliran yang
berfungsi untuk mendapatkan beda tekanan. Sedangkan alat untuk
menunjukan besaran aliran fluida yang diukur atau alat sekundernya
adalah manometer pipa U. Venturi Meter memiliki kerugian karena
harganya mahal, memerlukan ruangan yang besar dan rasio diameter
throatnya dengan diameter pipa tidak dapat diubah.

Untuk sebuah venturi meter tertentu dan sistem manometer tertentu,


kecepatan aliran yang dapat diukur adalah tetap sehingga jika kecepatan
aliran berubah maka diameter throatnya dapat diperbesar untuk
memberikan pembacaan yang akurat atau diperkecil untuk
mengakomodasi kecepatan aliran maksimum yang baru.

Untuk Venturi Meter ini dapat dibagi 4 bagian utama yaitu:

• Bagian Inlet : Bagian yang berbentuk lurus dengan diameter yang sama
seperti diameter pipa atau cerobong aliran. Lubang tekanan awal
ditempatkan pada bagian ini.

• Inlet Cone: Bagian yang berbentuk seperti kerucut, yang berfungsi


untuk menaikkan tekanan fluida.

• Throat (leher): Bagian tempat pengambilan beda tekanan akhir bagian


ini berbentuk bulat datar. Hal ini dimaksudkan agar tidak mengurangi
atau menambah kecepatan dari aliran yang keluar dari inlet cone.

Page | 5
Pada Venturi meter ini fluida masuk melalui bagian inlet dan diteruskan
ke bagian outlet cone. Pada bagian inlet ini ditempatkan titik
pengambilan tekanan awal. Pada bagian inlet cone fluida akan
mengalami penurunan tekanan yang disebabkan oleh bagian inlet cone
yang berbentuk kerucut atau semakin mengecil kebagian throat.
Kemudian fluida masuk kebagian throat inilah tempat-tempat
pengambilan tekanan akhir dimana throat ini berbentuk bulat datar. Lalu
fluida akan melewati bagian akhir dari venturi meter yaitu outlet cone.
Outlet cone ini berbentuk kerucut dimana bagian kecil berada pada
throat, dan pada Outlet cone ini tekanan kembali normal.

Jika aliran melalui venturi meter itu benar-benar tanpa gesekan, maka
tekanan fluida yang meninggalkan meter tentulah sama persis dengan
fluida yang memasuki meteran dan keberadaan meteran dalam jalur
tersebut tidak akan menyebabkan kehilangan tekanan yang bersifat
permanen dalam tekanan. Penurunan tekanan pada inlet cone akan
dipulihkan dengan sempurna pada outlet cone. Gesekan tidak dapat
ditiadakan dan juga kehilangan tekanan yang permanen dalam sebuah
meteran yang dirancangan dengan tepat.

2.3.2 Nozzle

Flow Nozzle sama halnya dengan plat orifice yaitu terpasang diantara dua
flensa. Flow Nozzle biasa digunakan untuk aliran fluida yang kecil.
Karena flow nozzle mempunyai lubang lebih besar dan kehilangan
tekanan lebih kecil daripada plat orifice sehinga flow nozzle dipakai untuk
fluida kecepatan tinggi pada temperatur tinggi dan untuk penyediaan air
ketel. Flow nozzle ini merupakan alat primer dari pengukuran aliran yang
berfungsi untuk mendapatkan beda tekanannya. Sedangkan alat untuk
menunjukkan besaran aliran fluida yang diukur atau alat sekundernya
adalah berupa manometer. Pada flow nozzle kecepatan bertambah dan

Page | 6
tekanan semakin berkurang seperti dalam venturi meter. Dan aliran fluida
akan keluar secara bebas setelah melewati lubang flow nozzle sama seperti
pada plat orifice. Flow nozzle terdiri dari dua bagian utama yang
melengkung pada silinder.

2.3.3 Pitot tubes

Prinsip Kerja

Energi kinetik dikonversikan menjadi static pressure head

Cara kerja pitot tube adalah:

1. Pipa yang mengukur tekanan statis terletak secara radial pada batang
yang dihubungkan ke manometer (pstat).
2. Tekanan pada ujung pipa di mana fluida masuk merupakan tekanan
stagnasi (p0).
3. Kedua pengukuran tekanan tersebut dimasukkan dalam persamaan
Bernoulli untuk mengetahui kecepatan alirannya..
4. Sulit untuk mendapat hasil pengukuran tekanan stagnasi secara nyata
karena adanya friksi pada pipa. Hasil pengukuran selalu lebih kecil dari
kenyataan akibat faktor C (friksi empirik).

Page | 7
2.3.4 Flat orifice

Prinsip kerja dari orifice meter adalah:

1. Fluida yang diukur alirannya dialirkan melalui plat orifice.


2. Perbedaan atau selisih tekanan fluida yang melalui orifice antara
up stream dan down stream dicatat..
3. Suhu dan tekanan fluida pada up stream dicatat untuk mengetahui
densitasnya.

3 Perbedaan macam macam Aliran


Pada aliran laminar, partikel-partikel fluida mengalir lembut bagikan
lapisan-lapisan laminar. Sebaliknya, pada aliran turbulen, partikel-partikel
fluida saling bercampur dan mengalir secara tidak beraturan. Untuk
menyatakan besaran-besaran seperti kecepatan, tekanan, dan sebagainya
pada aliran turbulent, biasanya dipakai statistical average. Kecepatan
fluida pada saat terjadi transisi antara laminer dan turbulent disebut dengan
kecepatan kritis.

Page | 8
4 Kelebihan dan kekurangan alat pengukuran laju alir
4.1 Venturi Meter

Kelebihan :

1. Mempunyai penurunan tekanan yang lebih kecil pada kapasitas yang


sama.
2. Dapat pengukur debit besar.
3. Jauh dari kemungkinan tersumbat kotoran.
4. Mengukur cairan yang mengandung endapan padatan (solid).

Kekurangan :

1. Lebih mahal harganya.


2. Sulit dalam pemasangan karena panjang.
3. Tidak tersedia pada ukuran pipa dibawah 6 inchi.

4.2 Pitot Tube

Kelebihan:

1. Susunan sederhana.
2. Relatif mudah dan murah.
3. Tidak perlu adanya kalibrasi.
4. Pressure drop aliran kecil.

Kekurangan:

1. Keakuratanrendah untuk beberapa aplikasi.


2. Pipa harus lurus dengan kecepatan aliran untuk mendapatkan hasil
yang baik.

4.3 Orifice Meter

Kelebihan:

1. Konstruksinya sederhana
2. Rancangannya mudah

Page | 9
3. Harganya relatif murah
4. Mudah dikalibrasi
5. Mudah dirancang/didapat
6. Tingkat ketelitian cukup baik

Kekurangan : Penurunan tekanan sedang-tinggi

4.4 Noozle

Kelebihan :

1. Akurasinya tinggi
2. Pressure recovery baik
3. Tahan terhadap abrasi

Kekurangan : pressure recoverynya rendah.

5. Aplikasi Alat PengukurLaju Alir Di Industri


5.1 Venturimeter
Aplikasi tabung venturi digunakan untuk menangani fluida
cair,lumpur,dan air limbah. Berikut adalah penggunaan venturi pada
sebuah PLTU, untuk mengukur debit aliran udara panas yang masuk
ke pulverizer. Pada tanda lingkaran merah dan biru adalah titik ambil
tekanan statir dari aliran udara yang ada. Pada sistem ini digunakan
tiga titik pada sisi luas penampang dan tiga titik di luas penampang
yang lebar. Sedangkan garis hijau adalah arah aliran udara didalam
venturi tersebut.

Page | 10
5.2 Pitot Tube
Flow meter jenis ini dipakai pada pipa-pipa berukuran lebih besar untuk
aplikasi gas, steam, dan liquida bersih. Bekerja berdasarkan selisih tekanan
antara ujung pitot tube yang menghadap aliran terhadap tekanan di
sekeliling aliran.

5.4 Noozle

Umumnya dipakai untuk aplikasi steam/vapor pada kecepatan tinggi


(Reynolds number >50000).

Page | 11
BAB III
PENUTUP

Proses pengukuran aliran fluida dapat menggunakan alat ukur venturi meter, nozzle,
pitot tube, dan orifice meter. Pada dasarnya prinsip kerja dari keempat alat ukur ini
adalah sama yaitu bila aliran fluida yang mengalir melalui alat ukur ini mengalir
maka akan terjadi perbedaan tekanan.

Page | 12
DAFTAR PUSTAKA
Arif. 2013. PPT Instrumentasi.
file:///C:/Users/MY%20PC/Documents/pptinstrumenbab7-130930131037-
phpapp02.pdf . Doakses pada 5 november 2017
Nadia. 2015. Alat Ukur menggunakan Venturi Meter. https://artikel-
teknologi.com/alat-ukur-aliran-menggunakan-venturi-meter/ .diakses pada 5
November 2017
Setya. 2014. Macam Macam Macam Laju Alir Fluida.
https://mechanicals.wordpress.com/2014/03/23/macam-macam-aliran-
fluida/ . Doakses pada 4 November 2017
Unila. 2015. Laju Alir Fluida.
http://digilib.unila.ac.id/6872/15/15%20BAB%20II.pdf . Diakses pada 5
November 2017

Page | 13