Anda di halaman 1dari 5

PENERAPAN METODE QUESTION STUDENT HAVE

DALAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF


UNTUK PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS
SISWA KELAS V SD NEGERI 1 BANYUMUDAL
Oleh:
1) 2) 3)
Yuliana Dewi , H. Setyo Budi , Kartika Chrysti Suryandari
FKIP, PGSD Universitas Sebelas Maret
e-mail: dewi_yuli7@yahoo.com
1 Mahasiswa PGSD FKIP UNS, 2,3 Dosen PGSD FKIP UNS

Abstrak: Penerapan Metode Question Student Have dalam Model Pembelajaran


Kooperatif untuk Peningkatan Pembelajaran IPS Siswa Kelas V SD. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan metode Question Student Have dalam model
pembelajaran kooperatif yang dapat meningkatkan pembelajaran IPS. Penelitian ini termasuk
ke dalam Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus, dengan tiap
siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah
seluruh siswa kelas V SD Negeri 1 Banyumudal sejumlah 29 siswa. Teknik pengumpulan
datanya observasi, wawancara, tes performance dan tes evaluasi. Hasil penelitian
menunjukkan penggunaan metode Question Student Have dalam model pembelajaran
kooperatif menurut pola yang tepat mampu meningkatkan pembelajaran IPS siswa kelas V
SD.

Kata kunci: metode, question student have, kooperatif, pembelajaran, IPS

Abstract: The Application Question Student Have Method in Cooperative Learning Model
to Improve Social Studies Learning Fifth Grade Student SDN 1 Banyumudal in Academic
Year 2012/2013. The purpose of this research to describe the application Question Student
Have method in cooperative learning model to improve social studies learning. This research
of Classroom Action Research. Each cycle consisting of three meetings, with each cycle
consisting of planning, action, observation, and reflection. The subjects of this research all
fifth grade student SDN 1 Banyumudal with total 29 students. Data collection technique using
observation, interviews, test performance and test evaluation. The conclusions show
application Question Student Have method in cooperative learning model according to a
precise pattern to improve social studies learning fifth grade student SDN 1 Banyumudal.

Keywords: method, question student have, cooperative, learning, Social Studies Learning

PENDAHULUAN masyarakat dengan meninjau dari berbagai


Pendidikan adalah usaha dan rencana aspek kehidupan atau satu perpaduan”.
guru untuk mewujudkan proses Salah satu cara untuk mewujudkan
pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif, proses pembelajaran IPS yang aktif,
dan menyenangkan agar siswa dapat kreatif, inovatif, dan menyenangkan adalah
belajar secara aktif dan mengembangkan dengan menerapkan model pembelajaran
potensi dirinya. Sumiati dan Asra (2009) dan metode yang inovatif dalam kegiatan
menyatakan bahwa pembelajaran adalah belajar-mengajar. Adapun salah satu model
proses belajar yang dipandang sebagai pembelajaran yang dirasa tepat untuk
pencipta lingkungan yang memberi mewujudkan pembelajaran IPS yang
rangsangan bagi terciptanya pengetahuan berkualitas adalah Model Pembelajaran
peserta didik. Sardjiyo, Sugandi, dan Kooperatif. Djamarah (2010)
Ischak (2010) mengemukakan “IPS adalah mengemukakan “Pembelajaran kooperatif
bidang studi yang mempelajarai, menelaah, adalah sistem kerja atau belajar kelompok
menganalisis, gejala dan masalah sosial di yang terstruktur”. Pengembangan
pembelajaran kooperatif akan lebih mempunyai skemata tentang apa yang
memotivasi dan meningkatkan rasa akan dipelajari. Untuk mengatasi
percaya diri siswa, karena pada saat siswa pembelajaran kooperatif yang tidak
belajar dalam kelompok kecil akan berjalan dengan efektif dapat diterapkan
berkembang suasana belajar yang terbuka metode-metode untuk mengembangkan
dan demokratis yang akan memberikan pembelajaran kooperatif sehingga akan
kesempatan secara optimal bagi siswa tercipta suasana belajar aktif, yaitu salah
untuk memperoleh informasi yang lebih satunya dapat menggunakan Metode
banyak mengenai materi yang dibelajarkan Question Student Have.
dan akan mengembangkan sikap sosialnya, Suprijono (2009) menyatakan bahwa
sehingga akan memaksimalkan dan Metode Question Student Have merupakan
meningkatkan hasil belajar siswa. salah satu metode pendukung
Kenyataannya yang ada di lapangan pengembangan dalam pembelajaran
guru dalam mengajar mata pelajaran Ilmu kooperatif untuk melatih peserta didik agar
Pengetahuan Sosial belum sepenuhnya memiliki kemampuan dan keterampilan
melaksanakan model dan metode bertanya. Sedangkan Zaini, Munthe, dan
pembelajaran yang menuntut interaksi Aryani (2008) menyatakan bahwa
antar siswa yang saling asah, asih, dan “Questions Students Have (pertanyaan
asuh sehingga tercipta masyarakat belajar dari siswa) merupakan teknik yang tidak
(Learning community). Guru lebih menakutkan yang dapat dipakai untuk
cenderung menerapkan pembelajaran yang mengetahui kebutuhan dan harapan peserta
tradisional dan metode yang konvensional, didik”. Dengan penerapan Metode
di mana guru sering membiarkan adanya Question Student Have dalam model
siswa yang mendominasi kelompok atau pembelajaran kooperatif saat kegiatan
menggantungkan diri pada kelompok dan belajar siswa akan membangun
kebanyakan siswa menganggap bahwa pengetahuannya. Saat kegiatan belajar
guru adalah satu-satunya sumber ilmu. siswa akan melakukan serangkaian
Serta apabila guru memberikan tugas kegiatan membaca materi yang dilanjutkan
membaca materi sebagian besar anak membuat pertanyaaan secara individu pada
sangat cepat dalam membaca materi dan tiap kelompok, pertanyaan individu dalam
tidak mengulangnya sehingga sangatlah kelompok akan diseleksi menjadi
sedikit pemahaman tentang materi pertanyaan kelompok yang selanjutnya
pelajaran IPS, serta saat pembelajaran dikumpulkan menjadi pertanyaan kelas
masih sedikit siswa yang berani bertanya setelah diseleksi oleh guru. Kegiatan
tentang hal-hal yang belum mereka pahami membaca materi dan membuat pertanyaan
walaupun guru sudah memberikan akan menambah pengetahuan siswa,
kesempatan untuk bertanya. Fenomena memotivasi siswa untuk belajar dan
pembelajaran di atas mengakibatkan hasil menjawab pertanyaan yang dibuat sendiri
Nilai Ulangan Kenaikan Kelas Semester 2 ataupun pertanyaan yang dibuat oleh
Kelas IV A SD Negeri 1 Banyumudal mata teman-teman sekelasnya. Kegiatan bekerja
pelajaran IPS rata-rata nilai masih di kelompok akan mengembangkan
bawah KKM (68) yaitu sebanyak 67%, hubungan siswa dalam kelompok,
sedangkan target yang ingin dicapai penerimaan terhadap teman kelas yang
peneliti yaitu dengan nilai rata-rata siswa lemah dalam bidang akademik, dan
75. meningkatkan rasa harga diri. Dengan
Banyak kita jumpai pembelajaran kegiatan-kegiatan tersebut akan
kooperatif yang diterapkan dalam kelas memberikan pengalaman belajar dan
tidak berjalan efektif. Diskusi salah satu menambah pengetahuan siswa, sehingga
mekanisme membangun kooperatif tidak akan terjadi perubahan tingkah laku dari
berjalan efektif karena banyak hal, siswa yang belum tahu menjadi tahu dan
misalnya diskusi banyak didominasi oleh yang belum mengerti menjadi mengerti.
salah seorang peserta didik yang telah
Berdasarkan kenyataan dan indikator kinerja dalam penelitian yaitu: 1)
permasalahan sebagaimana di atas, maka Proses pembelajaran IPS dengan
peneliti mengajukan penelitian tindakan penerapan Metode Question Student Have
kelas dengan judul “Penerapan Metode dalam model pembelajaran kooperatif
Question Student Have dalam Model dengan persentase keberhasilan sebesar
Pembelajaran Kooperatif untuk 90%, 2) Keefektifan penerapan Metode
Peningkatan Pembelajaran IPS Siswa Question Student Have dalam model
Kelas V SD N 1 Banyumudal Tahun pembelajaran kooperatif dengan persentase
Ajaran 2012/2013”. keberhasilan sebesar 85%, 3) 85% siswa
Rumusan masalah dari penelitian ini tuntas mencapai KKM, 4) 85% siswa
adalah bagaimana penerapan metode mengalami peningkatan keterampilan
Question Student Have dalam model membuat pertanyaan.
pembelajaran kooperatif untuk Prosedur penelitian tindakan kelas
peningkatan pembelajaran IPS siswa kelas berupa perencanaan, pelaksanaan,
V SD N 1 Banyumudal Tahun Ajaran observasi, dan refleksi. Pelaksanaan
2012/2013? tindakan dalam tiga siklus, masing-masing
Tujuan penelitian ini yaitu untuk siklus tiga pertemuan.
mendeskripsikan penerapan metode
Question Student Have dalam model HASIL DAN PEMBAHASAN
pembelajaran kooperatif untuk Penelitian Tindakan Kelas ini
peningkatan pembelajaran IPS siswa kelas dilakukan dalam tiga siklus. Penelitian
V SD N 1 Banyumudal Tahun Ajaran dilaksanakan pada bulan Maret sampai
2012/2013. April 2013. Kegiatan pada siklus I dinilai
masih kurang, sehingga perlu diperbaiki
METODE PENELITIAN pada siklus II. Hasil pelaksanaan pada
Penelitian ini dilaksanakan melalui siklus II mengalami peningkatan yang
Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sumber sangat baik dan dapat mencapai indikator
data dalam penelitian tindakan kelas ini kinerja yang peneliti tentukan. Peneliti
meliputi siswa, guru kelas, teman sejawat ingin memantapkan hasil tersebut pada
dan dokumen. Arikunto (2008) siklus pemantapan atau siklus III. Hasil
berpendapat bahwa “data yang baik adalah yang diperoleh pada siklus III mengalami
data yang diambil dari sumber yang tepat sedikit penurunan pada proses
dan akurat”. Teknik pengumpulan data pembelajaran guru dan siswa, tes
yang digunakan adalah teknik triangulasi performance, serta tes evaluasi siswa dan
dengan observasi, tes, wawancara, dan mengalami peningkatan keefektifan.
dokumentasi. Teknik analisis data yang Walaupun mengalami sedikit penurunan
dipergunakan dalam penelitian ini adalah hasil penelitian pada siklus III
teknik deskriptif dengan didukung data menunjukkan hasil yang sangat baik dan
kualitatif dan kuantitatif. Deskripsi semua indikator kinerja penelitian tercapai,
kualitatif untuk menganalisis penerapan sehingga peneliti mengakhiri penelitian
Metode Question Student Have dalam tindakan kelas ini.
model pembelajaran kooperatif, sedangkan Berikut peneliti sajikan perbandingan
deskripsi kuantitatif digunakan untuk persentase hasil observasi dari siklus I, II,
menganalisis data yang berupa hasil tes dan III.
evaluasi dan tes performance tentang Tabel 1. Perbandingan Persentase Hasil
peningkatan pembelajaran IPS. Prosedur Observasi Pembelajaran Guru dari Siklus I,
analisis data yang dilakukan yaitu reduksi II, dan III.
data, penyajian data dan penarikan
kesimpulan. Siklus Persentase
Sebagai dasar untuk mengetahui Siklus I 96 %
keefektifan dan keberhasilan tindakan serta Siklus II 99,6 %
pedoman analisis data perlu adanya Siklus III 99 %
Berdasarkan tabel 1 dapat dilihat pembelajaran kooperatif untuk
bahwa proses pembelajaran guru pada meningkatkan hasil belajar IPS siswa
siklus I memperoleh persentase 96 % dan diperoleh dari tes performance dan tes
pada siklus II meningkat menjadi 99,6 %. evaluasi, tes performance digunakan untuk
Penelitian dilanjutkan ke siklus III menilai keterampilan siswa dalam
mencapai 99 %. Walaupun di siklus III membuat pertnyaan yaitu sebagai berikut:
mengalami penurunan, penelitian dapat
dikatakan berhasil karena hasil tersebut Tabel 4. Perbandingan Persentase Hasil
sudah mencapai indikator kinerja yang Tes Performance Siswa dari Siklus I, II,
telah ditetapkan oleh peneliti. dan III.
Siklus Persentase
Tabel 2. Perbandingan Persentase Hasil Siklus I 76 %
Observasi Pembelajaran Siswa dari Siklus Siklus II 100 %
I, II, dan III. Siklus III 97 %
Si kl us Persentase Berdasarkan tabel 4 dapat dilihat
Siklus I 95 % bahwa hasil tes performance siswa siklus I
Siklus II 98,6 % mencapai 76%, siklus II meningkat
Siklus III 98 % menjadi 100%, dan siklus III mengalami
Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat sedikit penurunan menjadi 97%. Walupun
bahwa proses pembelajaran siswa saat terjadi penurunan tetapi hasil tes
menerapkan metode QSH pada siklus I performance pada siklus III masih bisa
memperoleh persentase 95 % dan pada mencapai indikator kinerja dan mampu
siklus II meningkat menjadi 98,6 %. memantapkan keberhasilan hasil dari
Penelitian dilanjutkan ke siklus III siklus II.
mencapai 98 %. Walaupun di siklus III
mengalami penurunan, penelitian dapat Tabel 5. Perbandingan Persentase Hasil
dikatakan berhasil karena hasil tersebut Tes Performance Siswa dari Siklus I, II,
sudah mencapai indikator kinerja yang dan III.
telah ditetapkan oleh peneliti. Siklus Persentase
Pra tindakan 0%
Tabel 3. Perbandingan Persentase Hasil
Observasi Keefektifan Metode QSH dalam Siklus I 76 %
Model Pembelajaran Kooperatif dari Siklus II 89 %
Siklus I, II, dan III. Siklus III 86 %
Siklus Persentase Berdasarkan tabel 5 dapat dilihat
hasil pra tindakan mencapai 0%, siklus I
Siklus I 92 % meningkat sangat baik menjadi 76 %,
Siklus II 98,6 % siklus II meningkat sangat baik menjadi
Siklus III 100 % 89%, siklus III mengalami sedikit
Berdasarkan tabel 3 dapat dilihat penurunan menjadi 86 %. Walupun terjadi
bahwa keefektifan metode QSH dalam penurunan tetapi hasil tes evaluasi siswa
model pembelajaran kooperatif dari setiap pada siklus III masih bisa mencapai
siklusnya selalu mengalami peningkatan indikator kinerja dan mampu
yang baik. Dari siklus I memperoleh memantapkan keberhasilan hasil dari
persentase 92% dan pada siklus II siklus II.
meningkat menjadi 98,6%. Penelitian Penurunan hasil observasi dan hasil
dilanjutkan ke siklus III mencapai 100 %. belajar siswa dapat terjadi karena guru
Hasil tersebut menunjukkan bahwa mengalami kesulitan saat membimbing
penelitian telah berhasil dan dapat anak yang kurang pandai, dari
mencapai indikator kinerja yang telah pembelajaran siklus II ada 4 siswa yang
ditetapkan oleh peneliti. perlu bimbingan guru yang intensif,
Berdasarkan pelaksanaan tindakan keempat siswa ini kemampuannya tidak
menggunakan metode QSH dalam model
menentu dan saat guru memberikan guru untuk menyampaikan materi
penjelasan siswa lama untuk memahami pembelajarn baru dan juga memudahkan
penjelasan guru (daya tangkap rendah), siswa untuk memahami materi, mampu
kemampuan siswa membuat pertanyaan mendorong siswa untuk aktif, menjadikan
tidak stabil dan dari pengamatan untuk kegiatan pembelajaran lebih
keempat siswa ini saat membaca materi menyenangkan, tidak membosankan, siswa
kurang bersungguh-sungguh walaupun antusias dalam belajar tanpa rasa takut
guru sudah sangat sering mengingatkan untuk bertanya.
untuk lebih tekun dan bersungguh-sungguh
saat membaca materi dan membuat DAFTAR PUSTAKA
pertanyaan. Berdasarkan pernyataan di atas Arikunto, S.S & Supardi. (2008).
ada penyebab lain yang mendukung Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:
penurunan hasil tes evaluasi siswa yaitu Bumi Aksara.
guru dalam menyampaikan materi Djamarah, S.B. (2010). Guru & Anak
pembelajaran menggunakan power point Didik Dalam Interaksi Edukatif
dapat memperjelas materi yang Suatu Pendekatan Teoritis Psikologi.
disampaikan, namun karena guru baru Banjarmasin: Rineka Cipta.
pertama kali menyampaikan materi dengan Sardjio, Sugandi, D. Ischak. (2010).
power point membuat perhatian siswa Pendidikan IPS di SD. Jakarta:
terpecah, siswa kurang fokus saat guru Universitas Terbuka.
menyampaikan materi. Memang siswa Suprijono, A. (2009). Cooperatif Learning
terlihat senang saat pembelajaran karena Teori & Aplikasi Paikem.
suasana baru dengan adanya persentasi Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
materi menggunakan power point, tetapi
saat guru menyampaikan materi siswa Sumiati dan Asra. (2009). Metode
lebih memperhatikan power point dari Pembelajaran. Bandung: CV
pada penjelasan guru. Wacana Prima.
Dengan hasil observasi dan Zaini, H. Munthe, B. Aryani, S.K. (2008).
perolehan nilai siswa di atas sudah Strategi Pembelajaran Aktif.
mencapai indikator kinerja penelitian Yogyakarta: Pustaka Insani Madani
sehingga peneliti memutuskan untuk dan CTSD.
menghentikan penelitian.

SIMPULAN DAN SARAN


Berdasarkan hasil penelitian dapat
diambil kesimpulan bahwa penggunaan
metode Question Student Have dalam
model pembelajaran kooperatif menurut
pola yang tepat mampu meningkatkan
pembelajaran IPS, terbukti hasil belajar
dan observasi dapat mencapai indikator
kinerja penelitian.
Berdasarkan simpulan di atas maka
peneliti memberikan saran yaitu para guru
sekolah dasar hendaknya menindaklanjuti
penggunaan metode Question Student
Have dalam model pembelajaran
kooperatif untuk meningkatkan hasil
belajar IPS siswa. Dengan menggunakan
metode Question Student Have dalam
model pembelajaran kooperatif dalam
mengajar tentunya akan memudahkan bagi