Anda di halaman 1dari 2

Cardiorespiratori Arest

No. Dokumen : SOP


No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :

Halaman : 1/2

YULIA KARTIKA
Puskesmas Tragah
NIP 19800315 200903 2 002

1. Pengertian Cardiorespiratory arrest merupakan kondisi kegawat daruratan karena berhentinya


aktivitas jantung paru secara mendadak yang mengakibatkan kegagalan sistem
sirkulasi. Hal ini disebabkan oleh malfungsi mekanik jantung paru atau elektrik
jantung. Kondisi yang mendadak dan berat ini mengakibatkan kerusakan organ.
2. Tujuan Sebagai acuan dalam penatalaksanaan Tinea Unguinum di Puskesmas Tragah.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Tragah Tentang
4. Refrensi Permenkes no. 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinik bagi Dokter di
Fasyankes Primer.
5. Alat dan Bahan 1. Alat Tulis
2. Buku Regsiter
3. Rekam Medis
6. Prosedur / 1. Pasien biasanya datang dalam keadaan pingsan/tidak sadarkan diri.
Langkah-langkah 2. Heteroanamnesa keluarga pasien mengenai kemungkinan kejadian :
tenggelam, gagal jantung, tersedak, keracunan gas, overdosis obat.
Tanyakan juga kemungkinan adanya keluhan sebelum tidak sadar seperti:
nyeri dada, pusing, lemah badan.
3. Mencatat hasil anamnesa di kartu status pasien
4. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tanda-tanda vital meliputi: tekanan
darah, nadi , pernafasan. Pemeriksaan kepala/leher, dada, perut , dan
ekstrimitas.
Pemeriksaan khusus:
EKG (bila memungkinkan segera) asistole, VF
5. Pemberian terapi :
Melakukan resusitasi jantung paru pada pasien
6. Konseling dan Edukasi
a. Memberitahu keluarga mengenai kondisi pasien dan tindak lanjut dari
tindakan yang telah dilakukan, serta meminta keluarga untuk tetap
tenang dan tabah menemani pasien pada kondisi tersebut.
b. Memberitahu keluarga untuk melakukan pola hidup sehat seperti
mengurangi konsumsi makanan berlemak, menghentikan konsumsi
rokok dan alkohol, menjaga berat badan ideal, mengatur pola makan,
melakukan olah raga ringan secara teratur.
7. Kriteria rujukan
Pasien dirujuk ke spesialis berdasarkan kemungkinan penyebab (SpPD,
SpJP atau SpB, dan seterusnya) untuk
tatalaksana lebih lanjut

1/2
7. Diagram Alir
Mula
i

Anamnesa pemeriksaan fisik dan Kartu status


ECG (bila memungkinkan)

Penegakan diagnosis
cardiorespiratory arrest

Melakukan
Melakukan resusitasi jantung
jantung
paru pada
paru pada pasien pasien

Monitoring

Form informed
KIE consent

Lembar observasi
Rujuk RS
pasien rujukan

Form rujukan
selesai

8. Unit Terkait 1. UGD


2. Poli Umum
3. KIA/Kb/Imunisasi

9. Rekaman No Yang dirubah Isi perubahan Tanggal mulai diberlakukan


Historis

2/2