Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Di era globalisasi saat ini, semakin banyak – banyak perusahaan –
perusahaan yang berdiri di Indonesia.Baik perusahaan sejenis maupun yang
tidak sejenis. Setiap perusahaan pasti memiliki rencana keuangan yang
berbeda – beda. Saat ini semua perusahaan wajib membuat suatu laporan
yang berkaitan dengan perkembangan keuangan perusahaan dalam suatu
periode tertentu.
Pihak – pihak yang memiliki kepentingan terhadap perkembangan suatu
perusahaan sangat lah perlu untuk mengetahui kondisi keuangan suatu
perusahaan tercermin dalam laporan keuangannya.Laporan keuangan dibuat
dengan maksud memberikan gambaran kemajuan perusahaan secara periodik.
Laporan keuangan terdiri dari data – data yang merupakan hasil dari
kombinasi antara fakta yang telah dicatat, prinsip – prinsip, dan kebiasaan –
kebiasaan dalam akuntansi serta pendapat pribadi yang tertuang dalam prinsip
akuntansi Indonesia tahun 1984.
Definisi laporan keuangan yaitu suatu media informasi yang digunakan oleh
suatu perusahaan untuk melaporkan keadaan dan posisi keuangan perusahaan
kepada pihak – pihak yang berkepentingan yaitu pihak internal dan eksternal
perusahaan yang bermanfaat bagi pihak tersebut dalam pengambilan
keputusan secara ekonomi.
Informasi tersebut disusun dan disajikan perusahaan dalam bentuk neraca,
laporan laba rugi, laporan perubahan modal dan laporan arus kas.Karena
laporan keuangan merupakan bentuk pertanggung jawaban pimpinan
perusahaan atau pihak manajemen atas tugas yang diberikan untuk mengelola
perusahaan kepada pihak – pihak yang berkepentingan dalam perusahaan.Jika
perusahaan tidak membuat laporan keuangan, maka pihak – pihak yang
berkepentingan dalam perusahaan tidak dapat mengambil keputusan ekonomi
dalam rangka memajukan perusahaan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Laporan Keuangan?

1
2. Bagaimana Manfaat Analisis Laporan Keuangan?
3. Bagaimana Teknik Analisis Laporan Keuangan?
4. Bagaimana Karakteristik Laporan Keuangan?
5. Bagaimana Keterbatasan Laporan Keuangan?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui Pengertian Laporan Keuangan
2. Untuk mengetahui Manfaat Analisis Laporan Keuangan
3. Untuk mengetahui Teknik Analisis Laporan Keuangan
4. Untuk mengetahui Karakteristik Laporan Keuangan
5. Untuk mengetahui Keterbatasan Laporan Keuangan

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Laporan Keuangan


Laporan keuangan adalah laporan yang berisi informasi keuangan sebuah
organisasi. Laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan merupakan
hasil proses akuntansi yang dimaksudkan sebagai sarana mengkomunikasikan
informasi keuangan terutama kepada pihak eksternal. Menurut Soemarsono
(2004: 34) “Laporan keuangan adalah laporan yang dirancang untuk para
pembuat keputusan, terutama pihak diluar perusahaan, mengenai posisi
keuangan dan hasil usaha perusahaan”. Menurut PSAK No.1 Paragraf ke 7
(Revisi 2009), “ Laporan Keuangan adalah suatu penyajian terstuktur dari
posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas”.
Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2009:1), laporan keuangan meliputi
bagian dari proses laporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap
biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas,
laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara
misalnya, sebagai laporan arus kas/laporan arus dana), catatan dan laporan lain
serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan
keuangan.1
Menurut Munawir (2010:5), pada umumnya laporan keuangan itu terdiri
dari neraca dan perhitungan laba-rugi serta laporan perubahan ekuitas. Neraca
menunjukkan/menggambarkan jumlah aset, kewajiban dan ekuitas dari suatu
perusahaan pada tanggal tertentu. Sedangkan perhitungan (laporan) laba-rugi
memperlihatkan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan serta beban
yang terjadi selama periode tertentu, dan laporan perubahan ekuitas
menunjukkan sumber dan penggunaan atau alasan-alasan yang menyebabkan
perubahan ekuitas perusahaan. Sedangkan menurut Harahap (2009:105),
laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu

1 Darminto, Dwi P. Analisis Laporan Keuangan: Konsep dan Aplikasi. (Edisi Ketiga.
Yogyakarta: UPP STIM YKPN. 2011) h. 78

3
perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Adapun jenis laporan
keuangan yang lazim dikenal adalah neraca, laporan laba-rugi atau hasil
usaha, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, laporan posisi keuangan.
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa laporan
keuangan untuk perusahaan terdiri dari laporan-laporan yang melaporkan
posisi keuangan perusahaan pada suatu waktu tertentu, yang dilaporkan dalam
neraca dan perhitungan laba-rugi serta laporan perubahan ekuitas dan laporan
arus kas, dimana neraca menunjukkan jumlah aset, kewajiban dan ekuitas
perusahaan. Laporan laba-rugi menunjukkan hasil operasi perusahaan selama
periode tertentu. Sedangkan laporan perubahan ekuitas menunjukkan sumber
dan penggunaan atau alasan-alasan yang menyebabkan perubahan ekuitas
perusahaan.2

B. Manfaat Analisis Laporan Keuangan


Kegiatan dalam analisis laporan keuangan dapat dilakukan dengan cara
menentukan dan mengukur antara pos – pos yang ada dalam satu laporan
keuangan. Kemudian, analisis laporan keuangan juga dapat dilakukan dengan
menganalisis laporan keuangan yang dimiliki dalam satu periode.Disamping
itu, analisis laporan keuangan dapat dilakukan pula antara beberapa periode.
Analisis laporan keuangan yang dilakukan untuk beberapa periode adalah
menganalisis antara pos – pos yang ada dalam satu laporan. Manfaat analisis
laporan keuangan adalah :3
1. Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam satu periode
tertentu, baik harta, kewajiban, modal, maupun hasil usaha yang telah
dicapai untuk beberapa periode.
2. Untuk mengetahui kelemahan – kelemahan apa saja yang menjadi
kekurangan perusahaan
3. Untuk mengetahui kekuatan – kekuatan yang dimiliki

2 Hanafi, Mamduh M. dan Abdul Halim. Analisis Laporan Keuangan. (Edisi Kedua.
Yogyakarta: UPP-AMP YKPN. 2005) h. 45
3 Darminto, Dwi P. Analisis Laporan Keuangan: Konsep dan Aplikasi. (Edisi Ketiga.
Yogyakarta: UPP STIM YKPN. 2011) h. 81

4
4. Untuk mengetahui langkah – langkah perbaikan apa saja yang perlu
dilakukan ke depan yang berkaitan dengan posisi keuangan perusahaan
saat ini
5. Untuk melakukan penilaian kinerja manejemen ke depan apakah perlu
penyegaran atau tidak karena sudah dianggap berhasil atau gagal.
6. Dapat juga digunakan sebagai pembanding dengan perusahaan sejenis
tentang hasil yang mereka capai.
Langkah yang dilakukan dalam analisis keuangan adalah :
1. Mengumpulkan laporan keuangan dan data yang diperlukan selengkap
mungkin
2. Melakukan pengukuran – pengukuran atau perhitungan – perhitungan
dengan rumus – rumus tertentu
3. Melakukan interpretasi terhadap hasil perhitungan dan pengukuran
4. Membuat laporan tentang posisi keuangan perusahaan
5. Memberikan rekomendasi yang dibutuhkan sehubungan dengan hasil
analisis tersebut.

C. Teknik Analisis Laporan Keuangan


Analisa terhadap laporan keuangan dimaksudkan agar data keuangan
tersebut dapat lebih berarti dalam mendukung keputusan yang akan diambil
baik oleh manajemen maupun pihak ekstern yang mempunyai kepentingan
terhadap perusahaan Beberapa faktor yang harus diperhatikan untuk dapat
mengetahui teknik analisa laporan keuangan, maka seorang analis harus
menguasai tentang:4
1. Proses penusunan laporan keuangan
2. Lingkungan bisnis yang akan dianalisa
3. Konsep, karakteristik laporan keuangan
4. Teknik analisa laporan keuangan
Ada dua metode analisa yang digunakan oleh setiap penganalisa laporan
keuangan, yaitu analisa horizontal dan analisa vertikal. Analisa horizontal
adalah analisa dengan mengadakan pembandingan laporan keuangan untuk
beberapa periode atau beberapa saat, sehingga akan detahui

4 Hanafi, Mamduh M. dan Abdul Halim. Analisis Laporan Keuangan. (Edisi Kedua.
Yogyakarta: UPP-AMP YKPN. 2005) h. 88

5
perkembangannya. Analisa vertikal yaitu apabila laporan keuangan yang
dianalisa hanya meliputi satu periode atau suatu saat saja , yaitu dengan
membandingkan antara pos yang satu dengan pos lainnya dalam laporan
keuangan tersebut, sehingga hanya akan diketahui keadaan atau hasil operasi
pada saat itu saja.
Teknik Analisa yang biasa digunakan dalam analisa laporan keuangan
adalah sebagai berikut:5
1. Analisa Perbandingan Laporan Keuangan
Adalah metode dan teknik analisa dengan cara memperbandingkan
laporan keuangan untuk dua periode atau lebih, dengan menunjukkan :
a. data absolute atau jumlah-jumlah dalam rupiah
b. Kenaikan atau penurunan dalam jumlah rupiah
c. Kenaikan atau penurunan dalam jumlah prosentase
d. Perbandingan yangdinyatakan dengan rasio
e. Prosentase dari total
2. Trend atau tendensi posisi dan kemajuan keuangan perusahaan yang
dinyatakan dalam prosentase (trend percentage analysis)
Adalah suatu metode atau teknik analisa untuk mengetahi tendensi
daripada keuangannya, apakah menunjukkan tendensi tetap, naik, atau
menurun.
3. Laporan dengan Prosentase per komponen atau common size
statement
Adalah suatu metodeanalisauntuk mengetahui prosentase
investasipada msing-masing aktiva terhadap total aktivanya, juga untuk
mengetahui struktur permodalannya dan komposisi perongkosan yang
terjadi dihubungkan dengan jumlah penjualannya.
4. Analisa sumber dan penggunaan modal kerja
adalah suatuanalisa untuk mengetahui sumber-sumber serta
penggunaan modal kerja atau untk mengetahui sebab-sebab berubahnya
modal kerja dalam periode tertentu.
5. Analisa Sumber penggunaan kas (Cash flow statement analysis)

5 Hutapea, Agnes. Analisis Laporan Keuangan. (Yogyakarta : Zenith Publisher. 2007) h. 32

6
Adalah suatu analisa untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya
jumlah uang kas atau untuk mengetahui sumber-sumber serta
pengguanannuang kas selama periode tertentu.
6. Analisa Rasio
Adalah suatu metode analisa untukmengetahui hubungan dari pos-
pos tertentu dalam neraca atau laporan laba rugi secara individu atau
kombinasi dari kedua laporan tersebut
7. Analisa Perubahan Laba Kotor
Adalah suatu analisa untuk mengetahui sebab-sebab perubahan
laba kotor suatu perusahaan dari periode ke periode yang lain atau
perubahan laba kotor suatu periode dengan laba yang dibudgetkan untuk
periode tersebut.
8. Analisa Break Even
Adalah suatu analisa untuk menentukan tingkat penjualan yang
harus dicapai oleh suatu perusahaan agar perusahaan tersebut tidak
menderita kerugian, tetapi juga belum memperoleh keuntungan.
Melakukan analisis laporan keuangan diperlukan metode dan teknik
analisis yang tepat. Tujuan nenentuan metode dan teknik analisis yang tepat
adalah untuk memaksimalkan hasil dari laporan keuangan. Terdapat metode
dalam analisis laporan keuangan :6
1. Metode Komparatif; Metode ini digunakan dengan memenfaatkan angka-
angka laporan keuangan dan membandingkannya dengan sngka-angka
laporan keuangan lainnya.
2. Trend Analysis; Rasio adalah gambaran situasi perusahaan pada suatu
waktu tertentu dan dari gambaran ini sebenarnya dapat kita bayangkan
kecenderungan (trend) situasi perusahaan dimasa yang akan datang
melalui gerkan pada masa lalu sampai masa kini. Analisis ini harus
menggunkan teknik perbandingan laporan keuangan beberapa tahun dan
dari sini digambarkan trendnya. Tren analisis ini biasanya dibuat melalui
grafik.
3. Common size financial statement; Metode ini merupakan metode analisis
yang menyajikan laporan keuangan dalam bentuk prestasi. Prestasi itu

6 Jusuf, Permana. ddk, Prinsip-Prinsip Akuntansi. (Jakarta : Salemba Empat. 2006) h. 124

7
biasa dikaitkan dengan suatu jumlah yang dinilai penting misalnya asset
untuk neraca, penjualan untuk laba rugi.
4. Metode index time series; Metode ini dihitung index dan digunakan untuk
mengkonfersikan angka-angka laporan keuangan. Biasanya ditetapkan
tahun dasar yang diberi index 100. Beranjak dari tahun dasar ini, dibuat
index tahun tahun lainnya sehingga dapat dibaca dengan mudah
perkembangan angka-angka laporan keuangan perusahaan tersebut pada
periode lain.
5. Rasio laporan keuangan; Rasio laporan keuangan adalah perbandingan
antara post–post tertentu dengan post lain yang memiliki hubungan
signifikan (berarti). Rasio keuangan ini hanya menyederhanakan hubungan
antara post tertentu dengan post yang lainnya. Dengan penyederhanaan ini
kita dapat menilai hubungan antar post dan dapat membandingkannya
dengan rasio sehingga dapat diberikan penilaian. Adapun rasio keuangan
adalah :
a. Likuiditas, menggambarkan kemampuan perusahaan dalam
menyelesaikan semua kebutuhan jangka pendek.
b. Solvabilitas, menggambarkan kemampuan perusahaan dalam
memenuhi atau menyelesaikan kebutuhan jangka panjang.
c. Rentabilitas/Profitabilitas, menggambarkan kemampuan perusahaan
dalam mendapatkan laba melalui semua sumber yang ada, seperti ;
penjualan, kas, aset, dan modal.
d. Laverage, merupakan rasio keuangan yang digunakan untuk
mengetahui posisi utang perusahaanterhadap modal maupun asset.
e. Activity, rasio keuangan yang digunakan untuk mengetahui aktivitas
dalam menjalan operasinya baik dalam penjualan dan kegiatan lainnya.
6. Analisis sumber dan Penggunaan kas dan dana; Analisis sumber dan
penggunaan kas dan dana dilakukan dengan menggunkan laporan

8
keuangan dua periode. Laporan ini dibandingkan dan dilihat mutasinya.
Seiap mutasi mempengaruhi post lainnya.7

D. Karakteristik Laporan Keuangan


Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2009:5-8), laporan keuangan yang
berguna bagi pemakai informasi bahwa harus terdapat empat karakteristik
kualitatif pokok yaitu dapat dipahami, relevan, keandalan, dan dapat
diperbandingkan.8
1. Dapat dipahami
Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan
keuangan adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh
pemakai. Untuk maksud ini, pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan
yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi, serta
kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar.
Namun demikian, informasi kompleks yang seharusnya dimasukkan dalam
laporan keuangan tidak dapat dikeluarkan hanya atas dasar pertimbangan
bahwa informasi tesebut terlalu sulit untuk dapat dipahami oleh pemakai
tertentu.
2. Relevan
Informasi harus relevan untuk memenuhi kebutuhan pemakai
dalam proses pengambilan keputusan. Informasi memiliki kualitas relevan
kalau dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai dengan
membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa
depan, menegaskan, atau mengkoreksi hasil evaluasi mereka dimasa lalu.
Peran informasi dalam peramalan (predictive) dan penegasan
(confirmatory) berkaitan satu sama lain. Misalnya informasi struktur dan
besarnya aset yang dimiliki bermanfaat bagi pemakai ketika mereka
berusaha meramalkan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan
peluang dan bereaksi terhadap situasi yang merugikan. Informasi yang
sama juga berperan dalam memberikan penegasan (confirmatory role)

7 Muhamad, Aliminsyah Ddk, Pengantar Akuntansi. (Edisi Ketujuh. Jilid 1. Jakarta :


Erlangga. 2003) h. 35
8 Jusuf, Permana. ddk, Prinsip-Prinsip Akuntansi. (Jakarta : Salemba Empat. 2006) h. 125

9
terhadap prediksi yang lalu, misalnya tentang bagaimana struktur
keuangan perusahaan diharapkan tersusun atau tentang hasil dari operasi
yang direncanakan. Informasi posisi keuangan dan kinerja di masa lalu
seringkali digunakan sebagai dasar untuk memprediksi posisi keuangan
dan kinerja masa depan dan hal-hal lain yang langsung menarik perhatian
pemakai, seperti pembayaran dividen dan upah, pergerakan harga sekuritas
dan kemampuan perusahaan untuk memenuhi komitmennya ketika jatuh
tempo. Untuk memiliki nilai prediktif, informasi tidak perlu harus dalam
bentuk ramalan eksplisit. Namun demikian, kemampuan laporan keuangan
untuk membuat prediksi dapat ditingkatkan dengan penampilan informasi
tentang transaksi dan peristiwa masa lalu. Misalnya nilai prediktif laporan
laba-rugi dapat ditingkatkan kalau akun-akun penghasilan atau badan yang
tidak biasa, abnormal dan jarang terjadi diungkapkan secara terpisah.
3. Keandalan
Informasi juga harus andal (reliable). Informasi memiliki kualitas
andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, material, dan dapat
diandalkan pemakaiannya sebagai penyajian yang tulus atau jujur dari
yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat
disajikan. Informasi mungkin relevan tetapi jika hakekat atau
penyajiannya tidak dapat diandalkan maka penggunaan informasi tersebut
secara potensial dapat menyesatkan. Misalnya jika tindakan hukum masih
dipersengkatakan, mungkin tidak tepat bagi perusahaan untuk mengakui
jumlah seluruh tuntutan tersebut dalam neraca, meskipun mungkin tepat
untuk mengungkapkan jumlah serta keadaan dari tuntutan tersebut.9

a. Penyajian jujur
Informasi harus digambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa
lainnya yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar dapat
diharapkan untuk disajikan. Jadi misalnya, neraca harus
menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa lainnya dalam
bentuk aset, kewajiban dan ekuitas perusahaan pada tanggal pelaporan
yang memenuhi kriteria pengakuan.
9 Jusuf, Permana. ddk, Prinsip-Prinsip Akuntansi. (Jakarta : Salemba Empat. 2006) h. 124

10
b. Substansi mengungguli bentuk
Jika informasi dimaksudkan untuk menyajikan dengan jujur
transaksi serta peristiwa lain yang seharusnya disajikan, maka
peristiwa tersebut perlu dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi
dan realitas ekonomi dan bukan hanya bentuk hukumnya.
c. Netralitas
Informasi harus diarahkan pada kebutuhan dan keinginan pihak
tertentu. Tidak boleh ada usaha untuk menyajikan informasi yang
menguntungkan beberapa pihak, sementara hal tersebut akan
merugikan pihak lain yang mempunyai kepentingan yang berlawanan.
d. Pertimbangan sehat
Penyusunan laporan keuangan ada kalanya menghadapi
ketidakpastian peristiwa dan keadaan tertentu, seperti ketertagihan
piutang yang diragukan, perkiraan masa manfaat prabrik serta
peralatan, dan tuntutan atas jaminan garansi yang mungkin timbul.
Ketidakpastian semacam itu diakui dengan mengungkapkan hakekat
serta tingkatnya dan dengan menggunakan pertimbangan sehat dalam
penyusunan laporan keuangan. Pertimbangan mengandung unsur
kehati-hatian pada saat melakukan perkiraan dalam kondisi
ketidakpastian, sehingga aset atau penghasilan tidak dinyatakan terlalu
rendah. Namun demikian, penggunaan pertimbangan sehat tidak
diperkenankan, misalnya pembentukan cadangan tersembunyi atau
penyisihan berlebihan dan sengaja menetapkan aset atau penghasilan
yang lebih rendah atau pencatatan kewajiban atau beban yang lebih
tinggi, sehingga laporan keuangan menjadi tak netral, dan karena itu
tidak memiliki kualitas andal.
e. Kelengkapan
Informasi dalam laporan keuangan harus lengkap dalam batasan
materialitas dan beban. Kesengajaan untuk tidak mengungkapkan
mengakibatkan informasi menjadi tidak benar atau menyesatkan dan
karena itu tidak dapat diandalkan dan tidak sempurna ditinjau dari segi
relevansinya.
4. Dapat dibandingkan

11
Pemakai harus dapat membandingkan laporan keuangan
perusahaan antara periode untuk mengidentifikasi kecenderungan posisi
dan kinerja keuangan. Pemakai juga harus dapat memperbandingkan
laporan keuangan antara perusahaan untuk mengevaluasi posisi keuangan
secara relatif. Oleh karena itu, pengukuran dan penyajian dampak
keuangan, transaksi, dan peristiwa lain yang serupa harus dilakukan
secara konsisten untuk perushaan bersangkutan, antar periode
perusahaan yang sama dan untuk perusahaan yang berbeda.

E. Keterbatasan Laporan Keuangan


Menurut Munawir (2010:9), keterbatasan laporan keuangan antara lain:10
1. Laporan keuangan yang dibuat secara periodik pada dasarnya
merupakan interim report (laporan yang dibuat antara waktu tertentu yang
sifatnya sementara) dan bukan merupakan laporan yang final.
2. Laporan keuangan menunjukkan angka dalam rupiah yang kelihatannya
bersifat pasti dan tepat, tetapi sebenarnya dengan standar nilai yang
mungkin berbeda atau berubah-ubah.
3. Laporan keuangan disusun berdasarkan hasil pencatatan transaksi
keuangan atau nilai rupiah dari berbagai waktu atau tanggal yang lalu
dimana daya beli (purchasing power) uang tersebut menurun, dibanding
dengan tahun-tahun sebelumnya, sehingga kenaikan volume penjualan
yang dinyatakan dalam rupiah belum tentu menunjukkan atau
mencerminkan unit yang dijual semakin besar, mungkin kenaikan tersebut
disebabkan naiknya harga jual barang tersebut yang mungkin juga diikuti
kenaikan harga-harga.
4. Laporan keuangan tidak dapat mencerminkan berbagai faktor yang dapat
mempengaruhi posisi atau keadaan keuangan perusahaan karena faktor-
faktor tersebut tidak dapat dinyatakan dengan suatu uang.

10 Muhamad, Aliminsyah Ddk, Pengantar Akuntansi. (Edisi Ketujuh. Jilid 1. Jakarta :


Erlangga. 2003) h. 38

12
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Analisis keuangan sangat penting untuk diterapkan dal sistem suatu
perusahaan. Karena dengan menggunakan analisis keuangan ini perusahaan
dapat mengetahui keuntungan dan kerugian yang dicapai perusahaan dalam
suatu periode.
Analisis laporan keuangan adalah suatu proses penelitian laporan
keuangan beserta unsure-unsurnya yang bertujuan untuk mengevaluasi dan
memprediksi kondisi keuangan perusahaan atau badan usaha dan juga
mengevaluasi hasil-hasil yang telah dicapai perusahaan atau badan usaha pada
masa lalu dan sekarang.
Analisis Common Size adalah analisis yang disusun dengan menghitung
tiap-tiap rekening dalam laporan laba-rugi dan neraca menjadi proporsi dari
total penjualan (untuk laporan laba-rugi) atau dari total aktiva (untuk neraca).
Analisa rasio adalah analisis yang menghubungkan perkiraan neraca dan
laporan laba rugi terhadap satu dengan yang lainnya, yang memberikan
gambaran tentang sejarah perusahaan serta penilaian terhadap suatu
perusahaan tertentu.
Beberapa isu yang harus dipertimbangkan dalam analisis laporan keuangan
agar laporan keuangan bis diperbandingkan (comparable). Analisis
berdasarkan laporan keuangan yang melibatkan beberapa perbandingan baik
terhadap perusahaan lainnya atau terhadap data pada periode-periodde
sebelumnya.

B. Saran
Saran saya sebuah perusahaan harus menggunakan Analisis Laporan
Keuangan dalam sistem operasional perusahaannya,dan juga perusahaan
tersebut harus memilih seorang analis yang mampu untuk menganalisis data
perusahaan sehingga dapat mencapai tujuan yang telah direncanakan atau akan
memperoleh hasil yang memuaskan.

13
DAFTAR PUSTAKA

Darminto, Dwi P. Analisis Laporan Keuangan: Konsep dan Aplikasi. (Edisi


Ketiga. Yogyakarta: UPP STIM YKPN. 2011)

Hanafi, Mamduh M. dan Abdul Halim. Analisis Laporan Keuangan. (Edisi


Kedua. Yogyakarta: UPP-AMP YKPN. 2005)

Hutapea, Agnes. Analisis Laporan Keuangan. (Yogyakarta : Zenith Publisher.


2007)

Jusuf, Permana. ddk, Prinsip-Prinsip Akuntansi. (Jakarta : Salemba Empat. 2006)

Muhamad, Aliminsyah Ddk, Pengantar Akuntansi. (Edisi Ketujuh. Jilid 1.


Jakarta : Erlangga. 2003)

14
MAKALAH
MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH
“Teknik-Teknik Analisis Laporan Keuangan”

Disusun Oleh :
Cecep Sumantri 1611130163
Shela Wahyu Ningsih 1611130144

Dosen :
Eka Sri Wahyuni, SE., MM

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
BENGKULU
2019

15
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur hanya untuk Allah SWT. Yang telah memberikan taufik
dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Sholawat dan
salam senantiasa dicurahkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dan
segenap keluarganya serta orang-orang yang meneruskan risalahnya sampai akhir
zaman.
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah. Kami
menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan
saran yang sifatnya membangun demi kebaikan makalah ini sangat diharapkan
dari para pembaca. Akhir kata, semoga karya tulis sederhana ini dapat bermanfaat
bagi kita semua.

Bengkulu, April 2019

Penulis

16
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR............................................................................ i
DAFTAR ISI.......................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.......................................................................... 1
B. Rumusan Masalah..................................................................... 2
C. Tujuan........................................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Laporan Keuangan.................................................... 3
B. Manfaat Analisis Laporan Keuangan.......................................... 4
C. Teknik Analisis Laporan Keuangan............................................ 5
D. Karakteristik Laporan Keuangan................................................ 9
E. Keterbatasan Laporan Keuangan................................................ 12

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan............................................................................... 14
B. Saran ......................................................................................... 14

DAFTAR PUSTAKA

ii

17