Anda di halaman 1dari 39

BAB I

PENDAHULUAN

A. Profil Masjid

Masjid Ar-Rahman adalah satu-satunya masjid yang berada di Desa Batu


Niding Kec. Pseksu. Masjid ini berdiri atas dasar dorongan masyarakat yang
menuntut untuk ditingkatkannya kegiatan keagamaan serta meningkatkan
keimanan masyarakat. Masjid ini berdiri tahun 2000 dengan kondisi tanah hibahan
dari masyarakat dan dana pembangunan pada saat itu adalah dana desa.

Masjid Ar-Rahman terletak dilokasi yang strategis yaitu berdekatan dengan


permukiman masyarakat. Akses menuju masjid pun tidak jauh dan berdekatan
dengan jalan lintas desa. Serta lokasi masjid berdekatan dengan sungai dan lokasi
kalangan (pasar mingguan), jadi untuk lokasi masjid sangat strategis untuk
meningkatkan dakwah kepada masyakat.

Setiap tahunnya perkembangan masjid menurut pihak desa terus meningkat,


dengan adanya kegiatan-kegiatan keagamaan seperti yasinan setiap minggunya,
sholat berjamaah, kegiatan bulan Ramadhan, kegiatan hari besar Islam dan
kegiatan lainnya. Kegiatan pembinaan TPA sebelumnya tidak dilaksanakan
sebelumnya di Masjid melainkan di rumah Ustad ataupun Ustadzahnya, namun
semenjak tahun 2014 kegiatan TPA akhinya dilaksanakan di masjid yaitu setelah
sholat magrib berjamaah sampai sholat isya berjamaah. Berdasarkan data yang
diperoleh jumlah santri dan santriwati ditahun 2016 meningkat pesat yang terdaftar
yaitu 50 orang anak.

Kepengurusan masjid Ar- Rahman, sejak terbentuknya masih belum


maksimal, terlihat ketika pada saat pengamatan tidak adanya papan kepengurusan,
papan informasi saldo masjid dan papan petugas pelaksanaan peribadatan seperti
petugas sholat jum’at. Selain itu untuk organisasi masjid seperti IRMA (Ikatan
Remaja Masjid) dahulunya terbentuk namun ketika pada saat observasi tidak
terlihat struktur organisasinya. IRMA nya sendiri diisi oleh anggota karang taruna.

1
Afiliansi kelembagaan yang ada dimasjid AR-Rahman adalah mayoritas
Nahdlatul ulama. Hampir seluruh masyarakat termasuk afiliansi kelembagaan NU.
Namun ada beberapa masyakat yang memiliki afliansi berbeda tetapi itu bukan
masyakat asli melainkan masyarakat pendatang pada umunya.

Gambar 1.1 Masjid Ar-Rahman desa Batu Niding

B. Profil Posdaya Masjid

Berdasarkan musyawarah bersama dan menunjukkan pihak-pihak terkait


kepengurusan masjid AR-Rahman yaitu Sebagai Berikut :

1. Dewan Penasehat

a. Ketua : Bpk. Ridwan

b. Anggota

- Bidang Organisasi : Bpk. Sarkoni

- Bidang Syari’ah : Bpk. Komaruddin

- Bidang Pendidikan : Bpk. Sulkawi

2. Badan Kepengurus Harian

a. Ketua : Bpk. Sartimin

2
b. Wakil Ketua : Bpk. Yanto

c. Sekretaris : Bpk. Sam Sawal Komar

d. Bendahara : Bpk. Nardi

3. Bidang-bidang dan Seksi-seksi

a. Seksi Peribadatan : Sdr. Noval Setiawan

b. Seksi Pendidikan : Bpk. Tohadi

c. Seksi Peringatan Hari Besar Islam : Bpk. Ansori

d. Seksi Sosial dan HUMAS : Bpk. Iswanto

e. Seksi Remaja Masjid : Sdr. Rumsyah

f. Seksi Badan Amil Zakat : Bpk.Sunardi

C. Data Masyarakat Batu Niding

Masyarakat desa Batu Niding pada umumnya merupakan penduduk asli tanah
kelahiran desa tersebut. Suku masyarakat pun beragam, namun suku yang
mendominasi adalah suku masyarakat kikim, selain itu juga ada suku jawa namun
masyarakt tersebut penduduk pendatang.

Status agama yang dianut masyarakat desa Batu Niding 100% beragama
islam. Tempat peribadatan terdapat satu Masjid yang dikelola bersama masyarakat
desa Batu Niding.

Menurut data Desa tahun 2016 yaitu 924 jiwa, dengan penduduk laki-laki
berjumlah 460 jiwa, penduduk perempuan 464 jiwa. Untuk jumlah penduduk
dengan skala usia 0-15 tahun yaitu berjumlah 259 jiwa, skala usia 15-65 tahun
berjumlah 546 jiwa dan skala usia 65 keatas berjumlah 119 jiwa. Jadi dapat
diketahui jumlah penduduk terbanyak terdapat pada skala usia 15-65 tahun yang
berarti termasuk dalam usia produktif. Sementara untuk masyarakat dalam skala

3
umur balita dan anak-anak juga banyak hal ini perlu ditingkatkan dalam hal
pendidikan dan nilai kesehatannya.

Keluarga dalam suatu desa terdiri dari beberapa jenis keluarga. Keluarga itu
terdiri dari keluarga sejahtera dan keluarga pra sejahtera. Di Desa Batu Niding
juga memiliki keragaman jenis keluarga.

Keluarga Sejahtera adalah Keluarga yang dibentuk berdasarkan perkawinan


yang sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dan materi yang layak,
bertaqwa kepada Tuhan Yang /maha Esa, memiliki hubungan yang selaras, serasi,
dan seimbang antar anggota dan antar keluarga dengan masyarakat dan
lingkungan” (BKKBN,1994).

Keluarga sejahtera adalah dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah mampu


memenuhikebutuhan hidup spiritual dan materiil yang layak, bertakwa kepada
tuhan yang maha esa,memiliki hubungan yang sama, selaras, seimbang antara
anggota keluarga dengan masyarakat dan lingkungan.

Kesejahteraan keluarga tidak hanya menyangkut kemakmuran saja, melainkan


juga harus secara keseluruhan sesuai dengan ketentraman yang berarti dengan
kemampuan itulah dapat menuju keselamatan dan ketentraman hidup.

Jumlah Kartu keluarga di Desa Batu Niding yaitu 224 keluarga, namun
berdasarkan hasil pengamatan hanya terdiri dari 179 rumah, hal ini dikarena ada
beberapa keluarga yang mana satu rumah yang terdiri dari dua keluarga. Jika
dikategorikan diperoleh hasil 50 keluarga termasuk keluarga Sejahtera III, 26
keluarga termasuk keluarga Sejatera II 34 keluarga dan 56 termasuk keluarga
Sejahtera I dan 13 keluarga termasuk keluarga Pra Sejahtera. Untuk
mengkategorikan keluarga tersebut telah dilakukan sesuai hasil wawancara dan
pengamatan berdasarkan buku panduan keluarga sejahtera menurut BKKBN.

4
BAB II
PELAKSANAAN PROGRAM KKN
POSDAYA BERBASIS MASJID

A. Bidang Pengambangan Posdaya

Kegiatan KKN yang dilaksanakan di Desa Batu Niding dipusatkan di Masjid


Ar-Rahman dan telah dilakukan koordinasi dengan pihak setempat untuk
membentuk posdaya dan beberapa kegiatan. Adapun susunan kepengurusan
posdaya yaitu sebagai berikut:

Nama Posdaya

Posdaya AR-Rahman

Visi Posdaya

“Meningkatkan nilai Intelektual SDM masyarakat perdesaan dengan nilai-nilai


keislaman”

Misi Posdaya

1. Melakukan kegiatan mengajar disekolah untuk meningkatkan motivasi


belajar siswa di Desa Batu Niding

2. Turut serta melaksanakan pembinaan TK/TPA serta Pembinaan Remaja


Masjid Guna meningkatkan nilai pondasi Keislaman

3. meningktakan nilai keislaman masyarakat dengan kegiatan-kegiatan


keislaman seperti yasinan, tadarusan dan ta’lim.

4. membaur pada masyarakat dengan melaksanakan kegiatan-kegaitan


penyuluhan

5
Susunan Kepengurusan

1. Ketua Posdaya : Rumsyah

Wakil Ketua : Muchammad Sangkut

2. Sekretaris : Rindi Alfika MF

Wakil Sekretaris : Diti

3. Bendahara : Roza Rina Yolanda Sari

Wakil Bendahara : Poppy Angela

Bidang-bidang dan Seksi-seksi

4. Bidang Lingkungan dan Kesehatan :

Koordinator : Ahmad Hafiz Firgali

Anggota : Arif Pujianto

: Merly Elviana

5. Bidang Pendidikan :

Koordinator : Helvi Afriani

Anggota : Ayu Marisa

: Desi

6. Bidang Keagamaan :

Koordinator : Anggra Ramdhani

Anggota : Sartimin

: Rupyan

6
7. Bidang Pertanian & Peternakan :

Koordinator , : Resti Alfarisa

Anggota : Hardiansyah

: Helen

8. Bidang Olahraga

Koordinator : Siti Rahmi Hazriami

Anggota : Siska

: Rafli

Berdasarkan susunan kepengurusan diatas beberapa kegiatan yang telah


dilaksanakan di Desa Batu Niding yaitu sebagai berikut:

7
Gambar 2.1 Penyerahan Kenang-kenangan di SD 05 Pseksu

B. Bentuk Kegiatan

Setelah proses pembentukan kepengurusan anggota posdaya selanjutnya


adalah kegiatan perumusan kegiatan yang akan dilaksanakan. Adapun bentuk
kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu sebagai berikut :

1. Kegiatan Mengajar di Sekolah

Kegiatan ini dilaksanakan di SD Negeri 05 Pseksu. Kegiatan yang


dilaksanakan yaitu mengajar dikelas dengan jadwal jum’at dan sabtu. Hari
jum’at materi yaitu seputar keagamaan sedangkan hari sabtu keterampilan
meliputi Bahasa Inggris, IPA terpadu dan Lokakarya.

8
Dalam kegiatan ini dibagi menjadi 4 kelompok yaitu masing-masing 2
orang setiap kelas yaitu kelas 3, 4, 5 dan 6. Materi keagamaan meliputi sejarah
kebudayaan islam, ilmu fiqh dasar dan adab sehari-hari, untuk materi IPA
terpadu yaitu menyesuaikan dengan materi disekolah sedangkan materi bahasa
inggris yaitu perkenalan dasar.

Gambar 2.2 Kegiatan Mengajar Disekolah

9
2. Kegiatan Bimbingan Belajar

Kegiatan bimbingan belajar ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan di


posdaya, sasarannya yaitu anak sekolah mulai dari jenjang sekolah dasar hingga
sekolah menengah atas. Materi yang diajarkan yaitu meliputi IPA, MTK, B.
Inggris dan Keislaman. Kegiatan ini rutin dilaksanakan 3 hari setiap minggunya
yaitu hari senin, rabu dan kamis.

Gambar 2.3 Kegiatan Bimbingan Belajar

3. Kegiatan Pembinaan TKA dan TPA

Kegiatan pembinaan TPA dilaksanakan di Masjid Ar-Rahman. Pada saat


awal datang sedikit santri dan santriwatinya namun selanjutnya sampai kegiatan
KKN selesai tercatat 50 santri dan santriwati yang terdaftar. Kegiatan rutin
dilaksanakan setiap harinya selesai sholat magrib sampai selesai sholat isya
berjamaah.

4. Kegiatan Yasinan rutin dan Tadarusan

Kegiatan yasinan rutin dilaksanakan satu kali dalam seminggu yaitu malam
jum’at jika tidak ada kegiatan yasinan di isi dengan kegiatan tadarusan bersama.

10
Kegiatan tadarusan dilaksanakan bersama remaja masjid dan anggota karang
taruna sedangkan yasinan dilakukan bersama masyarakat desa Batu Niding.

5. Kegiatan Pembuatan Kebun Sehat

Kegiatan pembuatan kebun sehat ini dilakukan di depan posko, tepatnya


dihalaman, dengan memanfaatkan lahan yang minim. Kegiatan ini diharapkan
menjadi contoh bagi masyarakat. Tanaman yang ditanaman yaitu berupa
sayuran seperti cabai, sawi dan bayam.

Gambar 2.4. Pembuatan Kebun sehat dan Inovatif

11
6. Kegiatan Gotong Royong

Kegiatan gotong royong rutin dilaksanakan setiap minggunya, kegiatan


meliputi tempat ibadah atau masjid, jalan desa, sungai, tempat pembuangan
sampah serta tempat lainnya. Kegiatan ini dilaksanakan bersama anggota karang
taruna dan perangkat desa lainnya.

Gambar.2.5 Kegiatan Gotong Royong membersihkan Masjid

7. Kegiatan Olahraga Bola Volly

Kegiatan olahraga bola volly dilakukan di lapangan bola volley desa Batu
Niding, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keakraban dengan
masyarakat dan anggota karang taruna. Kegiatan ini dilaksanakan disore hari.

8. Kegiatan Pendataan Desa dan Pembuatan Nama Gang dan Gapura

Kegiatan pendataan desa dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui


jumlah jiwa dan kategori keluarga. Selain itu kegiatan juga meliputi pembuatan
nomor rumah, peta desa, nama gang dan gapura selamat datang. Kegiatan ini
dilakukan bersama kepala dusun, karang taruna dan sekretaris desa.

12
Gambar.2.6 Kegaiatan Pembuatan Nama Gang dan Tugu

C. Deskripsi Proses Kegiatan

Berikut deskripsi beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan:

1. Kegiatan Mengajar di SD 05 Pseksu

Kegiatan ini merupkan kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di


sekolah. Merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan 2 hari dalam
seminggunya. Kegiatan mengajar ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi
belajar siswa serta meningktan kreatifitas siswa-siswa di SD 05 Pseksu.

Kegiatan mengajar dilaksanakan pada hari jum’at dan sabtu dan kelas
yang digunakan yaitu kelas 3, 4, 5 dan 6. Sedangkan materi pendamping yang
diajarkan yaitu keagamaan, IPA dan MTK serta keterampilan dan Bahasa
Inggris. Hari jum’at kegaiatan mengajar keagamaan sedangkan hari sabtu
mengajar B.inggris dan keterampilan.

Pada saat proses pembelajaran minat siswa untuk belajar sangat antusias,
bahkan tidak ada siswa yang rebut saat proses pembelajaran. Selain itu siswa
SD 05 Pseksu cepat menangkap materi yang telah diajarkan. Sikap siswa

13
terhadap guru sangat sopan dan penurut, sehingga tidak kesulitan dalam proses
mengajarkan materi.

Karna minat dan motivasi belajar siswa yang tinggi sehingga proses
belajar mengajar sangat terbantu, selain itu juga fasilitas yang cukup memadai
juga membuat proses belajar mengajar lancar. Fasilitas kelas meliputi meja
belajar, kursi belajar, papan tulis, alat tulis, spidol dan penghapus semua ada
dan dalam kondisi yang baik.

Namun, kendala tetap ada dalam kegiatan belajar mengajar. Kendala


pertama yaitu fasilitas buku paket, kurangnya buku paket membuat siswa sulit
untuk belajar memahami materi secara mandiri, kendala kedua kurang
optimalnya media-media pembelajaran pendukung. Tetapi hal ini biasa
disiasati dengan memberikan materi pendamping kepada siswa dengan catatan-
catatan resume materi sedangkan untuk materi pendalaman dilaksanakan pada
saat proses belajar mengajar. Selain itu juga guru harus mampu menggunakan
metode-metode pembelajaran yang inovatif agar siswa cepat memahami materi
dan proses pembelajaran pun tidak membosankan.

Gambar 2.7 Kegiatan mengajar di SD 05 Pseksu

14
Gambar 2.8 Kegiatan Foto bersama dan penyerahan Plakat di SD 05 Pseksu

2. Kegiatan Bimbingan Belajar

Kegiatan bimbingan belajar adalah keguatan belajar mengajar yang


dilaksanakan diluar sekolah melainkan dilaksanakan diposko. Kegiatan ini
bertujuan agar menambah kegiatan positif anak-anak di Desa Batu Niding.
Selain itu untuk menambah wawasan siswa dan membantu siswa dalam
membuat tugas.

15
Kegiatan bimbingan belajar dilaksanakan 3 hari dalam seminggu,
yaitu hari senin, rabu dan jum’at pada pukul 13.00 s.d. 14.30. Kegiatan ini
ditanggapi positif oleh anak-anak di Desa Batu Niding, hal ini terlihat
banyaknya siswa yang ikut dalam kegiatan ini. Semangat dan antusias mereka
saat mengikuti belajar. Selain itu kegiatan bimbingan belajar ini juga
membantu siswa yang sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti Ujian
Nasional.

Kendala yang dihadapi adalah fasilitas seperti papan tulis yang besar
tidak tersedia sehingga proses belajar mengajar terganggu selain itu tmpt yang
kurnag memadai sehingga sulit menampung siswa untuk belajar. Kegiatan ini
seharusnya dilaksanakan secara terus-menerus agar minat dan keterangpilan
siswa lebih meningkat.

Gambar 2.9 Kegiatan rutinitas bimbingan belajar

3. Kegiatan Yasinan dan tadarusan di Masjid Ar-Rahman

Kegiatan yasinan dan tadarusan adalah kegiatan rutin membaca surah Yasin
setiap malam jum’at. Kegiatan ini biasanya di pimpin oleh alim ulama desa,
namun selama ada mahasiswa KKN kegaiatan ini dimasukkan beberapa kegiatan

16
seperti ceramah singkat. Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari masyarakat
desa Batu Niding, hal ini terlihat banyak ibu-ibu yang datang menghadiri kegiatan.

Kendala kegiatan ini adalah kurang responnya dari bapak-bapak di Desa Batu
Niding, hanya beberapa orang saja yang hadir. Maka dari itu, untuk mengantisipasi
masalah ini adalah perlunya himbauan penting dari perangkat desa agar
mengaktifkan kegiatan. Selain itu kegiatan ini bisa ditambah dengan ceramah-
ceramah singkat setiap kegiatannya agar menambah kesadaran masyarakat tentang
pentingnya ilmu agama.

Gambar 2.10. Kegiatan Yasinan di Masjid Ar-Rahman

17
4. Kegiatan Perlombaan Keagamaan di desa dan Tingkat Kecamatan

Kegiatan perlombaan diadakan sengaja untuk menguji atas materi yang telah
diajarkan. Selain itu untuk meningkatkan motivasi belajar siswa agar tetap
semngat mempelajari ilmu keagamaan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk
menjalin silahturahmi antar siswa itu sendiri.

Kegiatan perlombaan yang diadakan yaitu lomba adzan, lomba Hapalan Juz
Amma, lomba bacaan dan gerakan sholat dan lomba LCT keislaman. Kegiatan
lomba ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat dan dari peserta lomba. Peserta
lomba yang berhasil menjadi juara mendapat hadiah dan piagam.

Selain itu, kegiatan di Desa bermuara di acara perlombaan di kecamatan,


setiap desa mengirim ututsan untuk dilombakan. Tujuan kegiatan ini untuk
menjalin kerjasama antar mahasiswa KKN dan meningkatkan semangat juang bagi
peserta lomba. Kegiatan yang diadakan yaitu LCT keislaman, Dai cilik, Hapalan
Juz Amma, Tartil Qur’an dan lomba adzan. Kegiatan puncak dari acara ini adalah
Tablig Akbar.

Kendala dari kegiatan ini adalah kurangnya dukungan secara materil dari
perangkat desa sehingga acara yang dilakukan kurang meriah. Namun meskipun
begitu tanpa mengurangi dari makna acara tersebut acara berjalan dengan lancar
dan penuh pelajaran. Sehingga nantinya anggota karang taruna desa setempat
ataupun organisasi remaja masjid tetap menyelenggarakan kegiatan ini secara
rutin.

Gambar 2.11. Kegiatan Perlombaan Tingkat Kecamatan

18
5. Kegiatan Pembuatan kebun Sehat

Kegiatan pembuatan kebun sehat ini dilakukan didepan posko, adapun


tujuan dari pembuatan kebun sehat ini adalah sebagai contoh bagi masyarakat
bagaimana pembuatan kebun yang sederahana namun memiliki manfaat yang
besar. Selain itu juga dengan pembuatan kebun ini masyarakat bisa meningkatkan
inovatif dalam kegiatan pertanian

Kegaiatan pembuatan kebun sehat ini diawali dengan pembuatan media


tanam, media tanam yang digunakan yaitu ampas kopi yang tidak digunakan lagi.
Menurut pengamatan ampas kopi tidak berharga bagi masyarakat, namun hal
tersebut keliru ternyata ampas kopi tersebut bisa digunakan untuk pahan pupuk
organic sehingga tidak memerlukan biaya tambahan untuk membeli pupuk. Setelah
pembuatan media tanam, dilakukan kegiatan penggarapan lahan, lahan yang
digunakan adalah tanah yang tidak subur dan berbatu, oleh karena itu dilakukan
pencampuran dengan ampas kopi. Kegiatan terakhir penaburan benih, benih yang
digunakan yaitu benih sawi, bayam dan cabai.

Selain kegiatan pembuatan kebun sehat, kegiatan selanjutnya yaitu


pembuatan tanaman hortikultur, yang mana teknik penanaman ini sedang populer
dilakukan diperkotaan karena tidak memerlukan lahan yang cukup luas, melainkan
hanya memrlukan pipa paralon yang disusun secara horizontal, tanaman yang bisa
ditanam yaitu tanaman sawi dan bayam ataupun tnaman usia pendek dan tanaman
yang berakar pendek saja.

Kendala yang dihadapi dalam proses kegiatan ini adalah alat pertanian yang
sulit, sehingga untuk melakukan pembuatan kebun lebih sulit. Namun hal ini bisa
teratasi dengan meminjam peralatan dari masyarakat setempat. Selain itu kendala
juga pada saat proses penyemaian yang tidak maksimal karena sering diganggu
oleh hewan ternak seperti ayam, kambing dan kerbau. Namun hal ini bisa diatasi
dengan pembuatan persemaian dengan teknik persemaian gantung, yaitu dengan
menggunakan botol bekas aqua.

19
Gambar 2.12. Penanaman Bibit sawi, cabe dan Bayam

6. Kegiatan Pemberian Bibit Lele

Kegiatan pemberian bibit lele ini dilakukan karena melihat potensi desa
yang perlu dieksplorasi. Pada tahun 2014 desa Batu Niding mendapat bantuan
dana pengembangan desa dari kabupaten. Dana tersebut digunakan oleh
perangkat desa untuk membangun peternakan ayam dan kolam peternakan ikan.
Berdasar hal ini lah yang membuat kami untuk membuka jalan kepedulian
masyarakat untuk mengembangkan program desa. Dengan berkembangnya
program tersebut nantinya bisa mengurangi tingkat pengangguran di desa.

20
Kegiatan ini diawali dengan pembersihan sekitar kolam dan pengecekkan
lokasi kolam. Selanjutnya peletakkan benih bibit lele senyak 50 ekor yang
diperoleh dari Palembang. Selain itu, pembentukan kelompok ternak lele yang
berkerja sama dengan mahasiswa KKN dalam pembelajaran bersama
pembuatan proposal bantuan kepada pihak-pihak terkait untuk membantu
terealisasinya kelompok ternak ikan lele.

Kendala yang dihadapi yaitu dana yang tidak kunjung cair dari pemerintah
sehingga untuk pembelian bibit lele tidak bisa dilakukan, namun hal ini diatasi
dengan inisiatif untuk menyumbang bibit lele dan pelatihan pembuatan proposal
permohonan bantuan.

Gambar 2.13. Pelepasan Bibit Ikan Lele

21
7. Kegiatan Rutinitas Gotong Royong

Kegiatan gotong royong adalah kegiatan pembersihan yang dilakukan


secara bersama-sama. Kegiatan gotong royong rutin dilaksanakan
seminggu sekali. Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan, masjid, lapangan
bola volley, dan sekiat desa.

Kegiatan ini melibatkan beberapa pihak seperti perangkat desa, karang


taruna, masyarakat sekitar dan mahasiswa KKN. kegiatan gotong royong
yang telah dilaksanakan yaitu pembersihan lapangan bola voli, mushola
dan sungai sekitar desa.

Kendala yang dihadapi yaitu sulitnya untuk mengumpulkan


masyarakat untuk gotong royong, selain itu kurangnya kerja sama sehingga
kurang maksimalnya kegiatan. Namun hal ini dapat diatasi dengan
mengkoordinasikan dengan kepala desa. Kegiatan ini juga perlu
dilaksanakan secara bertahap agar kegiatan desa terbantu dan adanya
kegiatan yang positif.

22
Gambar 2.14. Kegiatan Gotong-Royong

8. Kegiatan Olahraga Bola Voli

Olahraga bola voli telah dilaksanakan rutin di Desa Batu Niding.


Kegiatan ini di tunggangi oleh anggota karang taruna. Untuk klub voli telah
terbentuk yaitu klub putra dan putri dengan nama cawang indah.

Kegiatan latihan dilakukan setiap sore bersama karang taruna. Selain


kegiatan latihan juga ada kegiatan turnamen bola voli yang diadakan oleh
mahasiswa KKN kelompok lain, sehingga klub diikut sertakan.

Kendala yang dihadapi yaitu fasilitas yang kurang yaitu minimnya


bola voli, lapangan yang memadai dan kurangnya koordinasi antar
kelompok sehingga kurang rapinya kegiatan latihan bersama. Namun hal
ini dapat diatasi dengan membuat jadwal rutin latihan dan pembagian
lapangan.

23
Gambar 2.15 Kegiatan Bermain Bola Voli Bersama Anggota Karang Taruna

9. Kegiatan Pembuatan Nama Gang, Nomor Rumah dan Gapura

Kegiatan pembuatan nama gang dilakukan dengan tujuan utuk


mempermudah pendataan desa, dari hasil yang telah dilaksanakan yaitu ada
19 gang yaitu gang raflesia, gang zamrud, gang kalimaya, gang kecubung,
gang badar besi, gang badar lumt, gang tawon, gang diamond, gang merah
delimah, gang ruby. Selain itu ada kegiatan penempelan rumah, dengan
tujuan agar setiap rumah mudah dikenali dan mudah diidentifikasi.
Selanjutnya kegiatan terakhir yaitu pembuatan papan selamat datang.

Kendala yang dihadapi yaitu kurangnya fasilitas untuk pembuatan


nama gang yaitu papan dan cat. Namun bisa diatasi dengan bantuan dari
masyarakat desa.

24
10. Kegiatan Pembinaan TPA Ar-Rahman

Kegiatan TPA Ar-Rahman telah berjalan sejak tahun 2014 silam,


namun secara organisir masih sangat kurang. Kegiatan TPA yaitu hanya
kegiatan mengaji dan kegiatan pembelajaran materi agama saja. Tidak ada
kegiatan tamabahan seperti kegiatan hataman Iqro dan Al-qur’an dan tidak
adanya acara wisuda bagi santri yang telah dinyatakan lulus.

Kegiatan TPA ini dilaksanakan setiap malam selasa, kamis dan malam
minggu saja. Kegiatan ini dilangsungkan setelah sholat berjamaah magrib
bersama dimasjid, tetapi setelah pengajian selesai tanpa adanya koordinasi
santri diperbolehkan untuk pulang. Jumlah santri ketika awal mahasiswa
KKN datang masih sangat sedikit. Namun setelah adanya kegiatan
Mahasiswa di TPA jumlah santri meningkat pesat. Jadwal kegiatan TPA
pun ditambah jadi setiap harinnya dan santri dikoordinir untuk pulang
setelah selesai sholat isya berjamaah. Selain itu ada agenda tambahan bagi
santri yaitu kegiatan menghapal ayat-ayat pendek.

Kendala yang diahadapi yaitu sebelumnya minat anak-anak di desa


Batu Niding masih minim untuk mengaji di TPA dikarenakan kurangnya
tenaga pendidik dan kurangnya biaya. Hal ini telah disiasati yaitu dengan
menarik biaya semampu muridnya saja, namun ketika ada Mahasiswa
KKN santri tidak dipungut biaya.

25
Gambar 2.16. Kegiatan Pembinaan TPA

11. Kegiatan Acara Perpisahan di Masjid

Setelah beberapa kegiatan usai, kegiatan akhir yang dilakukan yaitu


kegiatan penutupan yang dilaksanakan di Masjid Ar-Rahman. Kegiatan ini
bertujuan penyampaian rasa terima kasih mahasiswa KKN selama berada
di desa Batu Niding, selain itu kegiatan ini bertujuan untuk meminta maaf
atas kesalahan selama melaksanakan kegaiatan KKN. Kegiatan ini dihadiri

26
oleh seluruh mahasiswa KKN, anggota karang taruna dan perangkat desa
serta masyarakat setempat.

Kegiatan ini berisi penyerahan plakat kenang-kenangan kepada desa,


serta kegiatan pemberian bingkisan kenang-kenangan kepada perangkat
desa dan beberapa anggota karang taruna. Selain itu kegiatan ini juga
penyampaian atau laporan hasil pengamatan selama diadakannya kegiatan
KKN dan saran keberlanjutan program nantinya yang akan dikembangkan
oleh desa. Kegiatan ini ditutup dengan salam-salaman dan foto bersama.

D. Hasil Kegiatan

Berdasarkan beberapa program yang telah dijalankan berikut beberapa hasil


yang diperoleh :

1. Meningkatkanya Motivasi Belajar Siswa SD 05 Pseksu

Kegiatan mengajar mahasiswa dan mahasiswi KKN Uin Raden Fatah di


SD 05 Pseksu membuat hasil yang positif, yaitu memotivasi para siswa untuk
rajin belajar, menghormati guru, menghormati orang tua serta sesame siswa.
Menurut pihak sekolah biasanya siswa di SD 05 pseksu belajar dikelas tidak
terkendali, kurang semangat dan kurang mendengar nasehat guru. Akan tetapi
setelah kehadiran mahasiswa KKN siswa lebih semangat belajar dan lebih
mengikuti saran guru. Hal ini juga bisa diamati tidak adanya siswa yang bolos
selama mahasiswa KKN mengajar dikelas.

Selain itu juga antusiasme siswa terhadap mahasiswa KKN terlihat sangat
semngat mendatangi posdaya untuk mengikuti kegiatan bimbingan belajar dan
kegiatan belajar bersama. Biasanya siswa tidak ada kegiatan belajar bersama
dan tidak ada kegiatan bimbingan belajar melainkan belajar masing-masing
dirumah.

2. Meningkatnya minat anak-anak untuk belajar di TPA Ar-Rahman

27
Menurut ketua TPA yaitu bapak Sartimin, sebelum-sebelumnya anak
didik TPA Ar-Rahman sangat sedikit minatnya, hal ini disebabkan beberapa
factor seperti biaya dan minat atau pun motivasi dari anak tersebut. Namun
ketika dilaksanakannya kegiatan Mahasiswa KKN untuk mengajar di TPA,
jumlah anak yang mendaftar yaitu 40 orang. Untuk jumlah ini lebih banyak
dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Minat anak-anak untuk mengaji di TPA kurang dikarenakan masih


minimnya tenaga pendidik, sarana yang kurang memadai serta kurang
terorganisirnya jadwal mengaji sehingga seringkali banyak santri yang setelah
mengaji langsung pulang begitu saja. Tetapi setelah adanya kegiatan mahasiswa
KKN jadwal mengaji santri TPA lebih teratur yaitu setiap harinya kecuali
malam jum’at. Selain itu etika santri juga telah meningkat terhadap guru.

Selain itu minat dan motivasi santri TPA Ar-Rahman untuk menghapal
ayat pendek meningkat, tercatat ada 6 santri yang mengikuti kegiatan rutin
menghapal Al-Qur’an dan 3 santri yang dibawa untuk lomba tingkat kecamatan.

3. Terbentuknya Kebun Sehat yang Inovatif

Sebelumnya di Desa Batu Niding tidak ada kebun sehat sebagai bahan
percontohan, setelahnya telah terbentuk kebun sehat yang terletak di depan
posdaya yaitu kebun sawi, bayam dan cabai. Selain kebun yang sederhana dan
tidak memerlukan lahan yang luas kebun ini juga sangat inovatif karena
menggunakan bahan-bahan alami serta bahan daur ulang, seperti botol mineral
bekas untuk proses penyemaian, bambu sebagai pot atau media tanam serta
pemanfaatan ampas kulit kopi sebagai pupuk organik alami. Hal ini telah
memotivasi beberapa masyarakat dan masyarakat tersebut tertarik untuk
mengaplikasikannya.

28
Gambar 2.17 Hasil pembuatan kebun Sehat

Sebelumnya masyarakat mengaggap bahwa ampas kulit kopi dan kotoran


kerbau tidak berguna, sehingga tidak dimanfaatkan dan dibuang begitu saja.
Namun setelah dijelaskan dan telah dilakukan percontohan akhirnya ada
beberapa masyarakat yang menggunakan ampas kopi dan kotoran kerbau
sebagai pupuk organik.

Gambar 2.18. Hasil Pembuatan Kebun Inovatif

29
4. Adanya Nama Gang, nomor Rumah dan Tugu Penanda Nama Desa

Desa Batu Niding merupakan desa terbesar ketiga di kecamatan pseksu,


luasnya desa batu niding ini membuat desa ini terdiri banyak gang sehingga
untuk mendata atau mengenali setiap gang tersebut lebih sulit. Selain itu juga
dengan jumlah rumah penduduk yang banyak kepala desa pun kesulitan untuk
melakukan pendataan. Maka dari itu telah dilakukan kegiatan bersama karang
taruna untuk membuat nomor rumah, nama gang serta batas desa dengan tugu
bertuliskan selamat datang.

Dengan adanya nomor rumah kepala desa secara langsung dapat


mengiidentifikasi jika ada pihak pemerintah memerlukan data. Selain itu dengan
ada nya gang masyarakat tidak bingung lagi untuk menyebut nama gang
tersebut dan ini juga bisa membantu dalam proses pendataan begitu juga dengan
tugu selamat datang dapat menjadi sumber informasi bagi para pendatang.

Gambar 2.19. Hasil pembuatan Nomor Rumah

30
Gambar 2.20 Hasil Pembuatan Nama Gang

Gambar 2.21 Hasil Pembuatan Tugu Nama Desa

E. Keberlanjutan Program

Setelah berhasil melaksanakan beberapa kegiatan seperti dalam bidang


pendidikan, pertanian, keagamaan dan lingkungan ada beberapa kegiatan yang
bersifat berlanjut yang perlu ditingkatkan dan tetap dilaksanakan meskipun tidak
adanya mahasiswa KKN. Adapun kegiatan tersebut yaitu :

31
1. Program Pendidikan Anak Usia Dini dan TPA

Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum


jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan
bagianak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui
pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan
dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam
memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal,
nonformal, dan informal.

Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan


pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan
perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir,
daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan
perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-
tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.

Program pendidikan anak usia dini sangatlah penting, mengingat pekerjaan


orang tua di desa Batu Niding yang mayoritas sebagai petani dan sangat sedikit
waktu untuk mendidik anak. Maka dari itu, pentingnya pembentukan tempat atau
wadah pendidikan anak usia dini. Selanjutnya dengan diadakannya pendidikan
anak usia dini dapat meningkatkan kemampuan anak untuk berpikir dan yang
paling penting bisa menstimulus anak termotivasi melakukan kegiatan belajar
mengajar.

Selain itu program TPA perlu ditingkatkan beberapa program yang perlu
ditingkatkan yaitu seperti program tahfiz Al-Qur’an, program pelatihan keagmaan
dan peribadatan, dan program rutinitas tadarusan untuk program santri Al-Qur’an.
Bagaimanapun juga tingkat pemahaman keislaman menurut perangkat desa masih
sangat kurang, jadi anak-anak harus sedini mungkin dibentengi dengan nilai-nilai
keislaman.

32
2. Pengembangan Program Majlis Ta’lim

Kegaiatan majlis ta’lim selama mahasiswa KKN di Desa Batu Niding, tidak
dapat berjalan dengan baik, karena kurangnya dukungan dari masyarakat karena
kesibukan masyarakat tersebut oleh karena itu kami mensiasati dengan
mengadakan kajian keislaman disela-sela acara yasinan bersama.

Majlis ta’lim sendiri merupakan kegiatan non formal yang dilaksanakan


diluar lembaga pendidikan seperti disekolah maupun dipondok pesantren.
Kegiatan ini memiliki banyak sekali manfaat, selain meningkatkan keimanan, juga
dapat menambah erat silahturahmi antar masyarakat dan membangun semangat
masyarakat untuk tetap beribadah kepada Allah.

Majelis talim menjadi sarana dakwah dan tabligh yang berperan sentral pada
pembinaan dan peningkatan kualitas hidup umat agamaIslam sesuai tuntunan
ajaran agama. Majelis ini menyadarkan umat Islam untuk, memahami dan
mengamalkan agamanya yang kontekstual di lingkungan hidup sosial budaya dan
alam sekitar masing-masing, menjadikan umat Islam sebagai ummatan wasathan
yang meneladani kelompok umat lain. Untuk tujuan itu, maka pemimpinnya harus
berperan sebagai penunjuk jalan ke arah kecerahan sikap hidup Islami yang
membawa kepada kesehatan mental rohaniah dan kesadaran fungsional selaku
khalifah dibuminya sendiri.

Peranan secara fungsional majelis talim adalah mengokohkan landasan hidup


manusia muslim Indonesia pada khususnya di bidang mental spiritual keagamaan
Islam dalam upaya meningkatkan kualitas hidupnya secara integral, lahiriah dan
batiniahnya, duniawi dan ukhrawiah bersamaan (simultan), sesuai tuntunan ajaran
agama Islam yaitu iman dan taqwa yang melandasi kehidupan duniawi dalam
segala bidang kegiatannya.

Maka dari itu, pengembangan majlis Ta’lim di Desa Batu Niding perlu
diadakan kembali dan perlu ditingkatkan. Perlunya himbauan dari perangkat desa

33
agar masyarakat menyempatkan dan meluangkan waktunya mengikuti kegiatan
ta’lim setidaknya satu kali dalam satu minggu.

3. Program Pemberdayaan Remaja Masjid dan Karang Taruna

Pembinaan remaja dalam Islam bertujuan agar remaja tersebut menjadi anak
yang shalih; yaitu anak yang baik, beriman, berilmu, berketerampilan dan
berakhlak mulia.

Untuk membina remaja bisa dilakukan dengan berbagai cara dan sarana, salah
satunya melalui Remaja Masjid. Yaitu suatu organisasi atau wadah perkumpulan
remaja muslim yang menggunakan Masjid sebagai pusat aktivitas. Remaja Masjid
merupakan salah satu alternatif pembinaan remaja yang terbaik. Melalui organisasi
ini, mereka memperoleh lingkungan yang islami serta dapat mengembangkan
kreatitivitas.

Remaja Masjid membina para anggotanya agar beriman, berilmu dan beramal
shalih dalam rangka mengabdi kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk mencapai
keridlaan-Nya. Pembinaan dilakukan dengan menyusun aneka program yang
selanjunya ditindaklanjuti dengan berbagai aktivitas. Remaja Masjid yang telah
mapan biasanya mampu bekerja secara terstruktur dan terencana. Mereka
menyusun Program Kerja periodik dan melakukan berbagai aktivitas yang
berorientasi pada: keislaman, kemasjidan, keremajaan, keterampilan dan
Keilmuan.

Dalam hal pembinaan anak remaja, di desa Batu Niding masih sangat minim,
kegiatan remaja untuk keagamaan masih sangat kurang, hal ini terlihat belum
terbentuknya organisasi remaja masjid. Maka dari itu pemberdayaan program
organisasi perlu dilaksanakan agar remaja di Desa Batu Niding memiliki kegiatan
yang positif dan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan itu bisa
seperti kegiatan tadarusan bersama, kegiatan pelatihan mengurus jenazah, kegiatan
kajian keislaman serta kegiatan positif lainnya.

34
Karang Taruna adalah Organisasi Sosial wadah pengembangan generasi
muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab
sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah
desa atau kelurahan atau komunitas adat sederajat dan terutama bergerak
dibidang usaha kesejahteraan sosial.

Setiap Karang Taruna mempunyai tugas pokok secara bersama-sama


dengan Pemerintah dan komponen masyarakat lainnya untuk menanggulangi
berbagai masalah kesejahteraan social terutama yang dihadapi generasi muda,
baik yang bersifat preventif, rehabilitatif maupun pengembangan potensi generasi
muda di lingkungannya

Karang Taruna merupakan wadah pembinaan generasi muda yanmg berada di


Desa atau Kelurahan dalam bidang Usaha Kesejahteraan Sosial. Sebagai wadah
pembinaan tentu saja mempunyai beberapa program yang akan dilaksanakan yang
melibatkan seluruh komponen dan potensi yang ada di Desa atau Kelurahan yang
bersangkutan. Sebagai Lembaga atau Organisasi yang bergerak di bidang
Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan berfungsi sebagai subyek. Karang Taruna
sedapat mungkin mampu menunjukkan fungsi dan peranannya secara optimal.

Sebagai organisasi tentunya harus memiliki susunan pengurus dan anggota


yang lengkap dan masing-masing anggota dapat melaksanakan fungsinya sesuai
dengan bidang tugasnya serta dapat dapat bekerja sama dengan didukung oleh
administrasi yang tertib dan teratur. Memiliki program kegiatatan yang jelas
sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang ada disekitarnya Program
Kegiatan Karang Taruna belangsung secara melembaga terarah dan
berkesinambungan serta melibatkan seluruh unsur generasi muda yang ada.

Kemampuan untuk menghimpun dana secara tetap baik yang bersumber dari
Pemerintah maupun swadaya masyarakat untuk pelaksanaan program masyarakat
kegiatannya Karang Taruna harus memiliki sarana prasarana yang memadai baik
secara tertulis maupun administrasi Keberadaan Karang Taruna harus mampu

35
menunjukkan peran dan fungsinya secara optimal di tengah-tengah masyarakat
sehingga dapat memberikan legetimasi dan kepercayaan kepada komponen-
komponen yang lain yang sama-sama berpatisipasi dalam Pembangunan Desa atau
Keluraharan khususnya pembangunan dalam pembangunan dalam bidang
Kesejahteraan Sosial, salah satu komponen yang berperan dalam pembangunan
Desa atau Kelurahan adalah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat ( LPM ).

Pemberdayaan Karang Taruna dengan program LPM dalam Usaha


Kesejahteraan Sosial (UKS). Telah di ketahui bersama bahwa Karang Taruna
sebagai organisasi sosial kepemudaan yang ada di Desa atau Kelurahan
mempunyai tugas pokok yaitu seperti bersama-sama pemerintah menangani
permasalahan sosial (Pembangunan dibidang Kesejahteraan Sosial). Sebagai
organisasi Karang Taruna mempunyai program yang disesuaikan dengan
kepentingan atau keadaan masyarakat Desa atau Kelurahan masing-masing.

Dalam program atau kegiatan yang dilaksanakan LPM dan setelah dicermati,
dikaji dan dipahami maka dapat ditarik suatu garis kerjasama koordinasi, saling
mengisi, saling mendukung dan saling sumbang saran dengan program atau
kegiatan Karang Taruna sebagai bagian dari partisipasi masyarakat khususnya
generasi muda, bidang Usaha Kesejahteraan Sosial, program-programnya akan
dilaksanakan bersama-sama membahu pemerintah dalam pembangunan di Desa
atau Kelurahan meskipun Karang Taruna kosentrasinya pada Pembangunan
Bidang Kesejahteraan Sosial.

Beberapa program UKS Karang Taruna yang dapat dikontribusikan dengan


lembaga atau organisasi lain dan bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya,
antara lain: Pencegahan atau preventif terhadap tumbuhnya kenakalan remaja dan
penyalahgunaan narkoba, minuman keras dan lain-lain melalui kegiatan olah raga,
kesenian dan rekreasi dll. Pelayanan dan rehabilitasi sosial antara lain :kebersihan
lingkungan, penyantunan para penyandang cacat anak terlantar secara rujukan
maupun langsung, penyantunan para korban bencana dan lain-lain.

36
Pengembangan melalui kerjasama dengan organisasi sosial yang ada,
pembentukan Kelompok Usaha Bersama, ketrampilan ekonomi produktif dll.
Kependudukan dan lingkungan hidup, kesehatan dan gizi, KB, pertanian
dll.Program-program tersebut bersifat fleksibel (dapat berubah), mengembangkan
dan tuntas tanpa menimbulkan akses-akses negatif. Adapun fungsinya antara lain :
sebagai pencegahan, rehabilitasi, pengembangan dan penunjang. Selain dari
program , banyak kegiatan yang dapat diprogramkan untuk membangun Desa atau
Kelurahan khususnya pada bidang kesejahteraan sosial.

37
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Masjid yang berada di Desa Batu Niding Kec. Pseksu yaitu masjid Ar-
rahman. Masjid ini berdiri atas dasar dorongan masyarakat yang menuntut untuk
ditingkatkannya kegiatan keagamaan serta meningkatkan keimanan masyarakat.
Masjid ini berdiri tahun 2000 dengan kondisi tanah hibahan dari masyarakat dan
dana pembangunan pada saat itu adalah dana desa.

Desa Batu Niding adalah desa yang terletak di kecamatan Pseksu kabupaten
lahat Sumatera selatan. Pseksu terdiri dari 11 desa yaitu Batu Niding, Lubuk
Tuba, Lubuk Atung, Lubuk Mabar, Pagar Agung, Tanjung Raya, Talang Tinggi,
Penandingan, Sukajadi, Muara Cawang dan Tanjung Agung. Diantara sebelas
desa tersebut dikecamatan desa Batu Niding merupakan desa terbesar ketiga.

Jumlah masyarakat di desa batu niding yaitu 924 jiwa, untuk masyarakat
tamatan SD berjumlah 261 orang, tamatan SMP yaitu 75 orang, tamatan SMA 80
orang, tamatan Diploma 1 yaitu satu orang dan sarjana strata satu yaitu berjumlah
6 orang. Sedangkan sisanya tidak sekolah atau tidak tamat sekolah.

Kegiatan mahasiswa KKN kelompok 134 yang dilaksanakan di Desa Batu


Niding yaitu dalam sektor pendidikan, keagamaan, pertanian, kemasyarakatan dan
lingkunngan. Kegiatan-kegaiata yang telah dilaksanakan yaitu seperti mengajar di
SD setempat, pembinaan TPA, kegiatan yasinan, kegiatan penebaran bibit lele,
kegiatan pembuatan kebun sehat dan inovatif, kegiatan olahraga dan kegiatan
pembauatan nama gang, nomor rumah serta tugu nama desa.

Keberlanjutan program yang perlu ditingkatkan yaitu seperti pemberdayaan


remaja masjid dan anggota karang taruna, peningkatan majlis ta’lim dan
pembentukan penddidikan anak usia dini dan TPA.

38
3.2 Rekomendasi

Hendaknya program-program yang telah kami laksanakan dapat di jadikan


sebagai motivasi dan masukan untuk menambah pengalaman atau keterampilan
serta mendorong agar terwujudnya suatau masyarakat yang lebih aktif, dinamis,
sehat dan sejahtera serta dapat menjadi contoh Kelurahan atau Desa lain.

Agar pelaksanaan KKN lebih baik dan sesuai dengan Tujuan UIN Raden
Fatah Palembang, perlu di perhatikan beberapa rekomendasi yang dapat penyusun
berikan setelah melaksanakan KKN antara lain:

1. Dalam mempersiapkan pelepasan mahasiswa ke lokasi KKN di harapkan di


masa mendatang LPPM lebih mempersiapakan bekal, setidaknya dengan
adanya perkuliahan dengan mata kulia yang membahas bagai mana cara
berinterakasi secara langsung dsengan masyarakat dan untuk peserta KKN.
2. Untuk LPPM di harapkan meninjau jumlah unit atau peserta KKN yang di
turunkan agar sesui dengan luas daerah tempat KKN yang di tuju, juga
dalam pembagian tenaga (laki-laki dan Perempuan) yang sangat penting
dalam kelancaran melaksanakan semua program kegiatan agar program
yang di berikan dapat merata dan tepat sasaran
3. Lebih ditingkangkatkan lagi peran serta partisipasi perangkat desa baik itu
secara materil maupun moril agar kegiatan dapat berjalan dengan baik.
4. Dalam merancang KKN, LPPM diharakan lebih memperhatikan daerah
tempat KKN yang di tuju agar ilmu yang di peroleh dibangku kuliah dapat
di terapkan dengan lebih maksimal dalam kegiatan KKN sehingga dapat
meningkatkan daya saing lulusan UIN Raden Fatah Palembang.

39