Anda di halaman 1dari 19

KUMPULAN LAPORAN PRAKTIK STASE KOMUNITAS & KELUARGA

ASUHAN KEPERAWATAN, LAPORAN KUNJUNGAN DAN SATUAN ACARA


PENYULUHAN DI BANJAR TERUNA DESA BLAHBATUH GIANYAR
TANGGAL 14 JANUARI s/d 15 FEBRUARI 2019

OLEH :

NI PUTU WIDYASTUTI

NIM 18.901.2066

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRAMEDIKA BALI
2018
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BAPAK “WA” KHUSUSNYA
PADA IBU “WE” DENGAN HIPERTENSI
DI BANJAR TERUNA DESA BLAHBATUH GIANYAR

OLEH :

NI PUTU WIDYASTUTI

NIM 18.901.2066

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRAMEDIKA BALI
2019
YAYASAN SAMODRA ILMU CENDEKIA
STIKES WIRA MEDIKA BALI
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jln. Kecak no. 9A Gatot Subroto Timur Denpasar-Bali 80239

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BAPAK WA DENGAN


HIPERTENSI KHUSUSNYA PADA IBU WE DI BANJAR TERUNA DESA
BLAHBATUH GIANYAR TANGGAL 29 Januari s/d 2 Februari 2019

A. PENGKAJIAN
I. IDENTITAS UMUM KELUARGA
1. Identitas Kepala Keluarga
Nama : Bp.W.A Pendidikan : SD
Umur : 57 tahun Pekerjaan : Petani
Agama : Hindu Alamat : Br. Teruna
Suku : Bali

2. Komposisi Keluarga
No. Nama L/P Umur Hub. Dgn KK Pendidikan Pekerjaan

1. Ibu WE P 53 th Istri SD Buruh

2. An. E.A P 14 th Anak Belum tamat Pelajar


SMP
3. An. M.S P 13 th Anak Belum tamat Pelajar
SMP
3. Genogram
X X
X X

X
Bp. WA
57 th
Ibu WE 53
An. MS th
An. EA 14 13 th Hipertensi
th

Keterangan :

= Laki-laki

= Perempuan

= Meninggal

= Tinggal Serumah

4. Tipe Keluarga
a. Jenis tipe keluarga : Tipe keluarga Bp. WA adalah keluarga inti (nuclear
family)
b. Masalah yang terjadi dengan tipe tersebut : Tidak ada masalah yang
terjadi dalam keluarga Bp.WA yang keluarganya termasuk dalam jenis
tipe keluarga inti. Keluarga Bp.WA tetap bertanggung jawab dalam
perawatan keluarganya.
5. Suku Bangsa
a. Asal suku bangsa : seluruh anggota keluarga berasal dari suku Bali dan
bangsa Indonesia
b. Budaya yang berhubungan dengan kesehatan : keluarga mengatakan
tidak memiliki budaya yang mengkhusus dan berhubungan dengan
kesehatan

6. Agama dan Kepercayaan yang Mempengaruhi Kesehatan


Keluarga Bp.W.A beragama Hindu, keluarganya percaya bahwa
dengan rajin berdoa dan melakukan beberapa ritual keagamaan lainnya
maka akan mempengaruhi kesehatan seluruh anggota keluarganya

7. Status Sosial Ekonomi Keluarga


a. Anggota keluarga yang mencari nafkah : dalam keluarga Bp. WA sebagai
petani dan istrinya Ibu WE sebagai buruh harian.
b. Penghasilan : kurang lebih penghasilan yang didapat sekitar 1 juta /bulan
menurut keluarga cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga
c. Upaya lain : Keluarga rutin mengeluarkan uang untuk pembelanjaan
kebutuhan keluarga selama satu bulan, keperluan anak.
d. Harta benda yang dimiliki (perabot, transportasi, dll) : perabotan yang
dimiliki keluarga sepeda gayung, tempat tidur.
e. Kebutuhan yang dikeluarkan tiap bulan : kebutuhan bulanan keluarga,
kebutuhan anak.
f. Tabungan khusus kesehatan : keluarga mengatakan tidak memiliki
tabungan khusus kesehatan, hanya memiliki KIS yang ditanggung
pemerintah.

8. Aktifitas Rekreasi Keluarga


Keluarga sering melakukan rekreasi bersama-sama. Rekreasi yang biasanya
dilakukan tiap hari adalah menonton TV bersama pada malam hari sebelum
tidur.
II. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
1. Tahap Perkembangan Keluarga saat ini :
 Tahap perkembangan keluarga Bp.W.A saat ini termasuk keluarga pada
Tahap V, keluarga dengan anak remaja. Tahap keluarga dengan anak
remaja dimulai dari anak tertua berumur 13-20 tahun. Tugas
perkembangan keluarga pada tahap ini seperti:
 Keluarga Bp.WA menyeimbangkan kebebasan dengan tanggung jawab
ketika remaja menjadi dewasa dan mandiri.
 Memfokuskan kembali hubungan perkawinan
 Berkomunikasi secara terbuka antara orang tua dan anak-anak,
memberikan perhatian, memberikan kebebasan dalam batasan tanggung
jawab, mempertahankan komunikasi terbuka dua arah.

2. Tahap Perkembangan Keluarga yang belum terpenuhi dan kendalanya:


Tahap keluarga yang belum terlampaui tidak ada

3. Riwayat Kesehatan Keluarga Inti :


a. Riwayat terbentuknya keluarga inti :
Bp.W.A dan Ibu WE menikah atas dasar cinta, tanpa paksaan dari pihak
lain. Mereka menikah dengan usia yang tidak jauh berbeda, dan direstui
oleh keluarga dari kedua belah pihak. Bp.W.A dan Ibu WE mengatakan
bahwa ia merasa bahagia dengan perkawinannya selama ini.
b. Riwayat kesehatan keluarga inti :
Seluruh anggota keluarga Bp. WA sebelumnya tidak pernah mengalami
sakit yang serius. Biasanya mereka hanya menderita batuk, pilek ataupun
demam yang biasanya berobat ke puskesmas.

c. Riwayat Kesehatan Masing-masing Keluarga :


No. Nama Umur BB/TB Keadaan Imunisasi Masalah Tindakan yg
kesehatan kesehatan telah
dilakukan
1 Bp.WA 57 th 77kg/178cm Sehat Tidak Tidak ada -
diketahui
2 Ibu WE 53 th 60 kg/170cm Sehat Tidak Menderita Minum obat
diketahui HT captopril 2x25
terkontrol mg habis
kontrol lagi
3 An. EA 14 th 55kg/156cm Sehat Lengkap Tidak ada -
4 An. MS 13 th 42kg/153cm Sehat Lengkap Tidak ada -

d. Sumber pelayanan kesehatan yang dimanfaatkan


Keluarga Bp.WA mengatakan bila Ibu WE sakit atau merasa sakit kepala
selalu berobat ke puskesmas dan kontrol kembali.

4. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya :


Keluarga Bp.WA tidak memiliki riwayat penyakit keturunan tetapi Ibu WE
yang memiliki riwayat keturunan hipertensi dari ayahnya.

III. PENGKAJIAN LINGKUNGAN


1. Karateristik Rumah :
a. Luas rumah : Luas rumah yang dihuni Bp.WA seluas 4 are
b. Tipe rumah : tipe rumah Bp.W.A bergaya tradisional Bali.
c. Kepemilikan : rumah yang ditempati keluarga Bp.WA kepemilikannya
permanen tetapi saudara Bp.WA sebagai pemilik rumah tersebut
d. Jumlah dan rasio kamar/ ruangan : dalam rumah terdapat 2 kamar tidur, 1
kamar mandi, 1 dapur
e. Ventilasi/ jendela : sirkulasi udara diperoleh dari pintu depan dan jendela
depan dan samping rumah
f. Pemanfaatan ruangan : keluarga tidak memanfaatkan halaman untuk
menanam tanaman toga.
g. Septic tank : letak septic tank dibawah wc, keluarga tidak memiliki
sumur
h. Sumber air minum : sumber air minum untuk keperluan sehari-hari
dalam rumah tangga, keluarga menggunakan air sungai yang dimasak
sebelum di konsumsi.
i. Kamar mandi/ WC : kondisi kamar mandi cukup bersih, keluarga
memiliki 1 buah kamar mandi yang didalamnya juga berisi closet.
j. Sampah : tempat sampah ada di dalam rumah kemudian nanti sampahnya
dibawa keluar didepan gang agar diangkut petugas.
k. Kebersihan lingkungan : kondisi lingkungan keluarga cukup bersih,
rumah juga cukup bersih.

DENAH RUMAH

3 4 U

S
5

6
8

Keterangan :
1. : Pintu Masuk
2. : Balai dauh
3. : Balai Daje
4. : Merajan
5. : Balai Gede
6. : Balai Delod
7. : Dapur
8. : Kamar Mandi/WC

2. Karateristik Tetangga dan Komunitas RW (kepedulian tetangga dengan


keluarga):
Keluarga Bp.WA tinggal dilingkungan yang cukup padat, mayoritas
penduduk bersuku bali, rata-rata bekerja sebagai buruh, wiraswasta, petani,
PNS. Lingkungan tetangga cukup akrab dan saling menolong apabila ada
yang mengalami kesulitan.

3. Mobilitas Geografis Keluarga (lama tinggal, jalur transportasi) :


Keluarga Bp.WA sudah lama tinggal dirumah ini, rumah Bp.WA berjarak
±100 meter dari jalan raya. Jenis kendaraan yang dipakai biasanya sepeda
gayung.

4. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat (keakrifan


keluarga dalam masyarakat : arisan PKK, dll)
Bp.WA dan istrinya selalu berpartisipasi apabila ada kegiatan di balai banjar
maupun di pura

5. Sistem Pendukung Keluarga (terutama masalah keuangan)


Bila keluarga Bp.WA ada masalah, biasanya keluarga selalu
mendiskusikannya secara musyawarah bersama.

IV. STRUKTUR KELUARGA


1. Pola/cara Komunikasi Keluarga : interaksi dalam keluarga paling sering
dilakukan malam hari, pola komunikasi keluarga terbuka antara keluarga
apabila terdapat masalah keluarga biasanya mendiskusikannya bersama-
sama
2. Struktur Kekuatan Keluarga : keluarga saling mendukung satu sama lain,
respon keluarga bila ada anggota keluarganya yang bermasalah selalu
mencari jalan keluarnya bersama-sama
3. Struktur Peran (peran masing-masing anggota keluarga)
a. Bp.WA sebagai kepala keluarga dan sebagai pencari nafkah sebagai
petani dan buruh untuk keluarga selain itu juga berperan melakukan
pekerjaan rumah tangga seperti bersih-bersih pekarangan rumah .
b. Ibu WE sebagai istri dari Bp.WA bekerja sebagai buruh harian.
c. An. EA sebagai anak pertama dari pernikahan Bp. WA dengan ibu WE
d. An. MS adalah anak kedua dari pernikahan Bp.WA dengan Ibu WE
4. Nilai dan Norma Keluarga
Keluarga menerapkan nilai-nilai agama pada setiap anggota keluarga seperti
sembahyang setiap 2 kali sehari. Bila akan keluar rumah dan terlambat
datang harus memberi tahu dulu kepada anggota keluarga.

V. FUNGSI KELUARGA
1. Fungsi Afektif
a. Cara keluarga mengekspresikan perasaan kasih sayang : dengan saling
memperhatikan satu sama lain.
b. Perasaan saling memiliki : respon keluarga sangat bangga bila ada
anggota keluarga yang berhasil dan keluarga sangat sedih bila anggota
keluarga ada yang sakit/ meninggal
c. Dukungan terhadap anggota keluarga : keluarga selalu saling mendukung
apapun kegiatan positif yang dilakukan anggota keluarga
d. Kehangatan : keluarga cukup perhatian dalam membina rumah tangga
dan menjaga kondisi kesehatannya
e. Saling menghargai : keluarga saling mengerti, menghargai satu sama
lainnya

2. Fungsi Sosialisasi
a. Kerukunan hidup dalam keluarga : keluarga hidup rukun bersama
anggota lainnya
b. Interaksi dan hubungan dalam keluarga : keluarga selalu mengajarkan
dan menanamkan perilaku sosial yang baik yaitu perlunya berhubungan
baik berinteraksi dalam keluarga maupun masyarakat
c. Anggota keluarga yang dominan dalam pengambilan keputusan :
pengambil keputusan biasanya dilakukan oleh Bp.WA dengan didukung
oleh semua anggota keluarganya
d. Kegiatan keluarga di waktu senggang : keluarga biasnaya mengobrol dan
menonton TV
e. Partisipasi dalam kegiatan sosial : keluarga cukup aktif bermasyarakat
dengan mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh masyarakat
sekitar.

3. Fungsi Perawatan Keluarga


Fungsi perawatan kesehatan
Bp.WA mengatakan dirinya tidak pernah mengeluhkan sakit kepala atau
pusing. Keluarga Bp.WA khususnya Ibu WE mengatakan sejak 10 tahun
yang lalu sudah merasakan tanda-tanda tekanan darah tinggi seperti pusing,
sakit kepala tetapi tidak memeriksakan kesehatannya ke dokter maupun
puskesmas. Sejak 3 tahun yang lalu Ibu WE baru mulai memeriksakan
keadaannya. Ibu WE diketahui menderita tensi tinggi saat mengeluh badan
terasa lemah dan sakit kepala kemudian Bp.WA mengajak ke puskesmas
untuk memeriksa keadaan Ibu WE sampai sekarang Ibu WE berobat hanya
pada saat merasa sakit kepala saja dan di beri obat anti hipertensi. Keluarga
Bp.WA mengatakan jika Ibu WE mengeluh sakit kepala kembali Ibu WE
pergi sendiri untuk berobat ke puskesmas dan melakukan kontrol kembali
ketika obat habis. Ibu WE mengatakan bahwa ia tidak mengetahui tanda-
tanda terjadinya peningkatan atau penurunan tekanan darah secara pasti, ia
mengetahui beberapa jenis makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi
pada pasien yang memiliki penyakit hipertensi, namun terkadang tetap
memakan makan tersebut walaupun jarang. Menurut keluarga Bp.WA sudah
melakukan upaya pengobatan untuk penyakit yang diderita hanya pola
makan Ibu WE kadang teratur kadang tidak. Selain itu Ibu WE terkadang
mengalami susah tidur. Keluarga Bp.WA juga bertanya tentang akibat dari
penyakit hipertensi dan penanganannya. Pada saat pengkajian Ibu WE tidak
mengalami keluhan apa pun.
a. Pengetahuan dan persepsi keluarga tentang penyakit/ masalah kesehatan
keluarga :
Menurut keluarga, sakit yang dialami Ibu WE ini tidak terlalu dirasakan,
hanya pada saat Ibu WE merasa sakit kepala yang tidak tertahankan saja
keluarga Bp.WA mengunjungi pelayanan kesehatan. Anggota keluarga
mengatakan bahwa tidak mengetahui akibat yang bisa timbul akibat dari
tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol serta cara merawat anggota
keluarga yang sakit. Keluarga juga mengatakan tidak mengetahui tanda-
tanda apabila terjadi peningkatan pada tekanan darah. Keluarga Bp.WA
mengatakan tidak mengetahui pengobatan komplementer selain mendapat
obat dari dokter.
b. Kemampuan keluarga mengambil keputusan :
Keluarga mengatakan Ibu WE saat merasa pusing dan sakit pada kepala
di ajak ke puskesmas dan melakukan kontrol kembali bila obat habis.
Dan bila ada anggota keluarganya menderita penyakit seperti batuk,
pilek, ataupun demam keluarga biasanya berobat ke puskesmas.
c. Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit :
Keluarga mengatakan kurang paham cara merawat anggota keluarganya yang
menderita hipertensi mengenai makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh
dikonsumsi. Bila Ibu WE sakit kepala yang tidak tertahankan keluarga segera
mengajak Ibu WE berobat ke puskesmas dan memperoleh obat anti hipertensi.
d. Kemampuan keluarga memelihara lingkungan rumah yang sehat :
Keluarga Bp.WA mengatakan anaknya yaitu An. EA dan An. MS yang
biasanya menyapu setiap hari dan mengepel lantai di rumahnya.
e. Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan di masyarakat :
Selama ini keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan hanya pada saat
ada keluhan dan untuk penyakit hipertensi yang diderita Ibu WE

VI. STRES DAN KOPING KELUARGA


a. Stressor jangka pendek dan jangka panjang : stresor jangka pendek dan
jangka panjang bersumber dari keuangan seperti biaya untuk kebutuhan
sehari-hari. Tetapi kondisi ini tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-
hari
b. Respon keluarga terhadap stresor : upaya Bp. WA mengatasi stresnya
adalah terus bekerja dan bercerita dengan istri serta anak-anaknya.
c. Strategi koping : dalam menghadapi masalah biasanya keluarga
berdiskusi dengan saudara-saudaranya. Biasanya keluarga merasa
nyaman setelah berkomunikasi dengan anggota keluarganya yang lain
d. Strategi adaptasi fungsional : dari hasil pengkajian, tidak didapatkan
cara-cara maladaptive dalam mengatasi masalah

VII. PEMERIKSAAN FISIK


Hari/tanggal : Selasa, 29 Januari 2019 Jam : 17.00 wita
Pemeriksaan Nama Anggota Keluarga

Bp.WA Ibu WE An. EA An. MS

1 2 3 5 6
Tensi 130/80 mmHg, 150/90 mmHg 110/70 mmHg 110/70mmHg

Nadi 88x/mnt 88x/mnt 82x/mnt 80x/mnt


Suhu C 36,5 36,5 36,5 36,5
Respirasi 20x/mnt 20x/mnt 20 x/mnt 20 x/mnt
BB/TB 77kg/178cm 60kg/170cm 55kg/156cm 42kg/153cm
Kepala Bentuk normal, Bentuk normal, Bentuk normal, Bentuk normal,
rambut lurus, rambut lurus, rambut lurus, rambut lurus,
tidak ada luka, tidak ada luka, tidak ada luka, tidak ada luka,
nyeri tekan (-) nyeri tekan (-) nyeri tekan (-) nyeri tekan (-)
Mata, telinga, Normal, reflek Normal, reflek Normal, reflek Normal, reflek
hidung, pupil +/+, pupil +/+, pupil +/+, pupil +/+,
tenggorokan, kebersihan kebersihan kebersihan kebersihan
mulut mulut cukup, mulut cukup, mulut cukup, mulut cukup,
tenggorokan tenggorokan tenggorokan tenggorokan
normal normal normal normal
Leher Kaku kuduk (-), Kaku kuduk (-), Kaku kuduk (-) Kaku kuduk
pemb vena pemb vena pemb vena (-), pemb vena
jugularis (-), jugularis (-), jugularis (-), jugularis (-),
pem kel tiroid pem kel tiroid pem kel tiroid pem kel tiroid
(-) (-) (-) (-)
Thorax Simetris, bunyi Simetris, bunyi Simetris, bunyi Simetris, bunyi
jantung normal jantung normal jantung normal jantung normal
S1/S2 tunggal, S1/S2 tunggal, S1/S2 tunggal, S1/S2 tunggal,
suara nafas suara nafas suara nafas suara nafas
vesikuler, vesikuler, vesikuler, vesikuler,
wheezing/ronchi wheezing/ronchi wheezing/ronchi wheezing/ronchi
tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada
Abdomen Simetris, pemb Simetris, pemb Simetris, pemb Simetris, pemb
hepar, ginjal, hepar, ginjal, hepar, ginjal, hepar, ginjal,
limpa (-), limpa (-), limpa (-), limpa (-),
benjolan (-), benjolan (-), benjolan (-), benjolan (-),
nyeri tekan (-), nyeri tekan (-), nyeri tekan (-), nyeri tekan (-),
bising usus (+) bising usus (+) bising usus (+) bising usus (+)
Ekstremitas Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
atas-bawah kelainan kelainan kelainan kelainan
dan persendian pergerakan pergerakan pergerakan pergerakan
ROM aktif ROM aktif ROM aktif ROM aktif
Kekuatan otot 5 Kekuatan otot 5 Kekuatan otot 5 Kekuatan otot 5
Sistem Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak terkaji
Genetalia
Lainnya
Sasaran terutama pada yang mempunyai masalah kesehatan (sakit) dengan metode
Head to toe

VIII. HARAPAN KELUARGA


a. Terhadap masalah kesehatan : keluarga berharap penyakit hipertensi Ibu
WE bisa dikontrol agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
b. Terhadap petugas kesehatan yang ada : keluarga berharap petugas
pelayanan kesehatan dapat menanggulangi masalah kesehatan yang
terjadi pada Ibu WE dan membimbing keluarga dalam meningkatkan
kesehatan.

Gianyar, Februari 2019

(Ni Putu Widyastuti)


B. DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA
1. Analisa Data

Data (sign - symptom) Diagnosa Keperawatan


Data Subyektif Manajemen kesehatan keluarga
1. Ibu WE mengatakan sudah pernah diberitahu tidak efektif
tentang makanan yang boleh dan tidak
dikonsumsi tetapi Ibu WE terkadang tidak
menjalankannya
2. Keluarga Bp WA tidak membedakan
makanannya dengan anggota keluarga lain,
sehingga tidak ada pengurangan garam pada
makanan ibu WE
3. Ibu WE mengatakan setiap bulan kontrol ke
puskesmas untuk mengambil obat
4. Keluarga mengatakan Ibu WE saat pusing sakit
kepala di ajak ke puskesmas tanpa melakukan
dan kembali saat obat habis saja
Data Obyektif
1. Saat pengkajian keluarga bapak WA kooperatif
dalam menjawab menjawab pertanyaan
 Bp WA : 130/80 mmHg
 Ibu WE : 150/90 mmHg
 An. EA : 110/70 mmHg
 An. MS: 110/70 mmHg

SKORING/ PRIORITAS

DIAGNOSIS KEPERAWATAN KELUARGA

Diagnosa Keperawatan :

Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif pada keluarga Bp.WA khususnya pada
Ibu M.G dengan hipertensi

Kriteria Nilai Bobot Skoring Pembenaran

Sifat masalah:

 Aktual 3 3 Menurut keluarga Bapak WA mereka kurang


 Resiko mengetahui banyak tentang penyakit
2
 Potensial Hipertensi dan mengenai penyebabnya serta
1 cara pencegahannya.

Kemungkinan masalah
untuk diubah
 Mudah
 Sebagian
2 2 Keluarga mau mengikuti saran dari
 Tidak dapat
mahasiswa.
1

Potensial masalah Hipertensi dapat disebabkan oleh faktor-


untuk dicegah faktor berikut dan dapat dicegah dengan
merubah gaya hidup dari sekarang. Faktor
 Tinggi
3 3 tersebut yaitu, faktor
 Cukup
keturunan,kegemukan/obesitas, biasanya
 Rendah 2
terjadi pada usia 40 tahun, terlalu banyak
1 makan garam atau terlalu sedikit
mengkonsumsi makanan yang mengandung
kalium, kurang olah ragadan aktivitas, gaya
hidup modern yang cenderung
mengkonsumsi makanan instant, merokok
serta stress.

Menonjolnya masalah

 Segera diatasi 2 2 Keluarga menganggap masalah


 Tidak segera ketidaktahuan tentang Hipertensi merupakan
1
diatasi masalah yang harus segera diatasi, karena
 Tidak dirasakan menurut keluarga Bp.WA dapat
adanya masalah mempengaruhi kesehatan keluarga nantinya
0
khususnya pada Ibu WE

4
TOTAL
2. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN
a) Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif pada keluarga Bapak WA
khususnya pada Ibu WE dengan hipertensi.

Lembar Pengesahan

ASUHAN KEPERAWATAN, LAPORAN KUNJUNGAN DAN SATUAN


ACARA PENYULUHAN DI BANJAR TERUNA DESA BLAHBATUH
GIANYAR
TANGGAL 14 JANUARI s/d 15 FEBRUARI 2019

Gianyar, Februari 2019

CI/Pembimbing Klinik Mahasiswa

( Ns.Ni Nyoman Ariani.S.Kep.,M.Kes ) ( Ni Putu Widyastuti)


NIP . 196805271988032006 NIM. 18.901.2066

CT / Pembimbing Akademik

( Ns.Ni Nyoman Ariani.S.Kep.,M.Kes )


NIP . 196805271988032006