Anda di halaman 1dari 20

SURVEI KESEHATAN LINGKUNGAN DI DESA RAYEUK KAREUNG

KECAMATAN BLANG MANGAT

DI
S
U
S
U
N

OLEH :
MAHASISWA/I STIKes DARUSSALAM

SEKOLAH TINGGI KESEHATAN DARUSSALAM LHOKSEUMAWE


PROGRAM STUDI PROFESI NERS
TAHUN AJARAN 2017-2018
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala
limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada tim penulis sehingga dapat menyelesaikan
laporan ini yang berjudul “kesehatan lingkungan”.

Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan laporan ini berkat bantuan dan
tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu
dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan laporan ini.

Tim penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan laporan ini masih dari
jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, tim
penulis telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki
sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, tim penulis dengan rendah hati
dan dengan tangan terbuka menerima masukan,saran dan usul guna penyempurnaan
laporan ini. Dan semoga dengan selesainya laporan ini dapat bermanfaat bagi seluruh
pembaca dan teman-teman.
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kesehatan lingkungan merupakan faktor penting dalam kehidupan sosial
kemasyarakatan, bahkan merupakan salah satu unsur penentu atau determinan
dalam kesejahteraan penduduk. Lingkungan yang sehat sangat dibutuhkan bukan
hanya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga untuk
kenyamanan hidup dan meningkatkan efisiensi kerja dan belajar.
Definisi kesehatan lingkungan menurut WHO (World Health Organization)
adalah suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan
agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia. Manusia dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya tidak pernah lepas dari lingkungan. Aktivitas manusia
dipengaruhi oleh lingkungan sebagai penunjang kehidupan, baik lingkungan fisik,
biologis, ataupun lingkungan sosial. Hubungan interaksi antara manusia dan
lingkungan jika tidak berjalan dengan baik dan seimbang akan menimbulkan
bahaya lingkungan yang selanjutnya menyebabkan munculnya permasalahan-
permasalahan kesehatan lingkungan. Pengetahuan tentang hubungan antara jenis
lingkungan sangat penting agar dapat menanggulangi permasalahan lingkungan
secara terpada dan tuntas. Interaksi manusia dengan lingkungan hidupnya
merupakan suatu proses yang wajar dan terlaksana sejak manusia itu dilahirkan
sampai akhir hidupnya. Permasalahan kesehatan lingkungan yang terdapat di
Indonesia yaitu urbanisasi penduduk, tempat pembuangan sampah, penyediaan
sarana air bersih, pencemaran udara, pembuangan limbah industri dan rumah
tangga, dan bencana alam atua pengungsian serta perencanaan tata kota dan
kebijakan pemerintah (Chandra, 2006).
Kesehatan lingkungan merupakan faktor penting dalam kehidupan sosial
kemasyarakatan, bahkan merupakan salah satu unsur penentu atau determinan
dalam kesejahteraan penduduk. Di mana lingkungan yang sehat sangat dibutuhkan
bukan hanya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga untuk
kenyamanan hidup dan meningkatkan efisiensi kerja dan belajar. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tingginya angka kematian bayi pada suatu daerah disebabkan
karena faktor perilaku (perilaku perawatan pada saat hamil dan perawatan bayi,
serta perilaku kesehatan lingkungan ) dan faktor kesehatan lingkungan.
Pada masa yang datang pemerintah lebih fokus pada pelaksanaan pembangunan
yang berkelanjutan dan pengembangan wilayah yang berkesadaran lingkungan,
sementara pihak pengguna infrastruktur dalam hal ini masyarakat secara
keseluruhan harus disiapkan dengan kesadaran lingkungan yang lebih baik (tahu
sesuatu atau tahu bersikap yang semestinya) Masa datang kita dihadapkan dengan
penggunaan IPTEK yang lebih maju dan lebih kompleks yang memerlukan
profesionalisme yang lebih baik dengan jenjang pendidikan yang memadai. Di
samping itu dalam proses pembangunan masa datang, diperlukan adanya teknologi
kesehatan lingkungan yang menitik beratkan upayanya pada metodologi mengukur
dampak kesehatan dari pencemaran yang ditimbulkan oleh adanya pembangunan,
Indikator ini harus mudah, murah untuk diukur juga sensitif menunjukkan adanya
perubahan kualitas lingkungan.

B. Rumusan Masalah
 Pengertian Kesehatan Lingkungan
 Syarat-syarat Lingkungan Yang Sehat
 Cara-cara Pemeliharaan Kesehatan Lingkungan
 Tujuan Pemeliharaan Kesehatan Lingkungan
 Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan
C. Tujuan
a. Tujuan di desa
 Untuk menyelesaikan tahap akhir perkuliahan stase komunitas, gerontik dan
keluarga yang di tempatkan di desa Rayeuk Kareung dengan jumlah
mahasiswa/i
 Melakukan pendataan Kesehatan Keluarga di setiap dusun Rayeuk Kareung
yang meliputi : Dusun Merandeh, Dusun Teungoh, Dusun Alue Glem, Dusun
Cot U
 Mahasiswa dapat mengetahui maksud, syarat-syarat, tata cara serta ruang
lingkup dari pada kesehatang lingkungan.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah Gampong
Asal-Usul Gampong (Legenda) usul GampongRayeukKareung bila dilihat dari
segi bahasa dapat: Karang Besar, Asal diartikan, Rayeuk Kareung berasal dari
Bahasa Aceh yang artinya ditinjau dari kata dan makna dalam terjemahan Bahasa
Indonesia Rayeuk Kareung bermakna : Karang Besar.
Sebelum Gampong Rayeuk Kareung dinamai sebagai gampong Rayeuk
Kareung dulunya dinamakan Meunasah Phep, yang artinya Meunasah rendah,
karena pada masa dulu ada Meunasah yang sangat rendah yang terbuat dari kayu.
GampongRayeukKareung terbentuk sejak tahun 1910, dulunya berada pada
Kabupaten Aceh Utara, namun sejak lahirnya UU No. 2 Tahun 2001 tentang
pembentukan Kota Lhokseumawe tanggal 21 Juni 2001, RayeukKareung menjadi
salah satu Gampong yang berada dalam wilayah Kecamatan Blang Mangat Kota
Lhokseumawe.

B. Kepala Pemerintahan
kepala Pemerintahan adalah seseorang yang memimpin Penyelenggaraan
sebutan untuk Kepala Pemerintah untuk Pemerintah Aceh adalal Keuchik, Keuchik
sangat berperan penting dalam kedudukannya sebagai perpanjangan tangan negara
yang dekat dengan masyarakat.
Untuk gampong rayeuk kareung, keuchik tahun 1990 sampai dengan saat ini
kepala pemerintahan atau sebutan lain keuchik sudah memimpin gampng rayeuk
kareung sebanyak 10 keuchik,untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 2 : Nama – Nama Keuchik Gampong Rayeuk Kareung


No Nama keuchik Nama SekDes Periode ket
kepemimpinan
1 Tgk. ismail 1910 - 1930
2 Tgk. sulaiman 1930 - 1945
3 Tgk. Mahmud 1945- 1955
4 Tgk.Yunus ismail 1955 - 1960
5 Tgk.Hasan Bramad Zulkifli 1960 - 1977
6 Tgk. Muhammad M.Ali Aji 1977 - 1983
7 Tgk. M.Isa Ali Husaini 1983 - 1988
8 M. Ali Hasan Muhibbudin 1988 - 2005
9 Abdullah Isa Ilyas Idris 2005 - 2012
10 Muhammad Isa, Ilyas Idris 2012 - 2018
S.Sos
Sumber : Data Gampong

C. Kepala Dusun
Kepala Dusun merupakan perangkat gampong dari unsur kewilayahan
dalam wilayah Gampong Rayeuk Kareung terbagi kedalam 4 wilayah perdusunan,4
(empat) wilayah atau dusun tersebut adalah Dusun Merandeh, Dusun Tengoh,
Dusun Alue Glem dan Dusun Cot U.

Tabel 4 : nama dusun dan Nama – Nama kepala Dusun Gampong


No Nama Dusun Priode Nama Kepala Ket
kepemimpinan Dusun
1 Dusun Merandeh 1977 - sekarang M. jafar P
2 Dusun Tengoh 1977 - 1988 M.Diah
1988 - 2005 Ibrahim.G
2005 - 2012 Hamdani. IB
2012 - sekarang M. Taib.Z
3 Dusun Alue Glem 1977 - 2000 Jamaluddin
2000 - 2005 Zulkifli. P
2005 - 2012 Ishak Salam

2012 - sekarang M. yunus Hasbi


4 Dusun Cot U 1977 - 1988 Razali Amin
1988 - 2005 Agani Hasan
2005 - sekarang M. Jamil
Syakubat
Sumber : data Gampong

D. Imum
Imum gampong merupakan salah satu mitra kerja Keuchik yang membidangi
urusan keagamaan, imum Gampong mempunyai tugas sebagai berikut:
1. Mengurus, melenggarakan dan memimpin seluruh kegiatan yang dengan
kemakmuran meunasah.
2. Mengkoordinasikan pelaksanaan Kegiatan keagamaan dan peningkatan
peribadatan serta pelaksanaan syariat Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
3. mengurus dan Mengelola harta dan kekayaan agama di wilayah Gampong
yang bersangkutan.
4. Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan hari-hari besar Islam
5. Mengurus dan Mengkoordinasikan pelaksanaan Zakat, infaq dan sedekah
dalam wilayah Gampong Yang bersangkutan.
6. Menyusun dan menyampaikan rencana kerja bidang keagamaan dan Syariat
Islam kepada Tuha Peut Gampong Melalui Keuchik.
7. Mengkoordinasikan dan mengawasi kegiatan-kegiatan guru pengajian dan
kegiatan balai pengajian pada tingkat Gampong;
8. Menjadi Anggota Peradilan adat dan rapat-rapat adat pada tingkat Gampong
9. Menjadi Penasehat pada acara nikah, Talak dan Rujuk diwilayah Gampong
yang bersangkutan.

Adapun susunan nama-nama Imum Gampong dari masa kemerdekaan sampai


dengan sekarang adalah sebagai berikut:

Tabel : Nama – Nama Imum Gampong

No Nama Imuem Periode ket


Kepemimpinan
1 Tgk. Ismail 1955 -1977
2 Tgk. Abdul Hamid 1977 – 1983
3 Tgk. Zulkifli 1983 – 2000
4 Tgk. Abdullah Majid 2000 – 2012
5 Tgk. Taib Harun 2012-
sekarang

E. Sejarah Pembangunan Gampong


Sejarah pembangunan Gampong sejak zaman Pemerintahan Belanda belum
mengarah dengan baik, hal ini sangat dipengaruhi oleh faktor finansial masyarakat
pada saat itu, sehingga keberlangsungan pembangunan pada saat itu belum
maksimal, banyak sarana dan prasarana umum yang rusak berat seperti jalan
mengakibatkan arus transportasi masyarakat tidak lancar serta kurangnya dukungan
pemerintah daerah untuk pembangunan ditingkat gampong.sejarah pembangunan
masa lalu Gampong untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel di bawah ini:

Tabel.Sejarah pembagunan Gampong


Tahun
No Urain Infrastruktur Sumber Dana Ket
pembagunan
Pembagunan
meunasah Rayeuk
Swadaya
1 Kareung dari kayu 1962 1965
Masyarakat
dengan atap daun
rumbia
Pembagunan Menasah Swadaya
2007 2008
Tiag beton masyarakat
Caritas
Pembagunan Cor
2008 Swadaya 2009
Lantai meunasah
masyarakat
ADG/BKPG
Pembagunan Atap dengan
2010 2012
Menasah Swadaya
Masyarakat
Pemasangan lantai 2012 ADG/BKPG 2013
kramik Meunasah dengan
Swadaya
Masyarakat
ADG/BKPG
Pemasangan Dinding dengan
2014 2015
Keramik Meunasah Swadaya
Masyarakat
Sumber Data FGD

Selanjutnya sejalan dengan peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah, tentang


sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dimana pembangunan nasional harus
berdasarkan usulan prioritas di tingkat Gampong sebagai sistem pemerataan
Pembangunan daerah serta partisipasi langsung masyarakat dalam melaksanakan
pembangunan baik dibidang infrastruktur, ekonomi maupun dibidang Sosial
budaya.
Dengan adanya dukungan penuh dari permerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
terutama dalam hal pendanaan, maka hasil pembangunan ditingkat Gampong,dapat
dinikmati langsung oleh masyarakat sesuai kebutuhan dan usulan prioritas
pembagunan.

F. Wilayah Perencanaan
1. Letak Geografis Gampong
Kebijakan sektoral pembangunan di Kota Lhokseumawe diarahkan untuk
meningkatkan taraf hidup, kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat di segala
lapisan secara merata, serta meletakkan landasan yang kuat untuk tahap
pembangunan selanjutnya,sehingga kedepan pelaksanaan pembangunan di
gampong Rayeuk kareung dapat benar-benar mencerminkan keterpaduan dan
keserasian antar program-program sektoral, dengan demikian sumber- sumber
potensi daerah dapat di dioptimalkan dan dapat dikembangkan secara merata.
Pelaksanaan pembangunan tentunya tidak terlepas dari upaya
meningkatkan kesejahteraan masyarakat, hai ini berkaitan dengan kondisi
ekonomi dan kemakmuran masyarakatnya, dilihat dari tingkat ekonomi
masyarakat, maka pertumbuhan dan perkembangan kecamatan akan sangat
berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan Gampong yang ada
disekitarnya.

G. Kondisi Fisik Dasar Gampong


GampongRayeukKareung yang secara struktural merupakan bagian integral yang
tak terpisahkan dari sistem perwilayahan Kecamatan Blang Mangat, secara
geografis GampongRayeukKareungterletakdisebelah timur Kota Lhokseumawe
dengan luas wilayah 450 Ha yang terbagi menjadi 4 Dusun, yakni Merandeh,
Dusun Teungoh, Dusun Alue Glem, Dusun Cot U. Adapun Batas wilayah
Gampong Rayeuk Kareung Kecaamatan Blang Mangat adalah sebagai berikut:
 Sebelah Utara Berbatas dengan Gampong Blang Punteut Kec. Blang Mangat
 Sebelah Timur berbatas dengan Gampong Blang Awew Kec. Syamtalira Bayu
 Sebelah Selatan berbatas dengan Gampong Asan Kareung Kec. Blang Mangat
 Sebelah Barat berbatas dengan Gampong Blang Buloh Kec. Blang Mangat.
BAB III
ANALISA DATA

A. Pengertian Kesehatan Lingkungan


Kesehatan lingkungan adalah suatu ilmu dan seni dalam mencapai keseimbangan antara
lingkungan dan manusia, ilmu dan juga seni dalam pengelolaan lingkungan sehingga dapat
tercapai kondisi yang bersih, sehat, nyaman dan aman serta terhindar dari gangguan
berbagai macam penyakit.
Ilmu Kesehatan Lingkungan mempelajari dinamika hubungan interaktif antara
kelompok penduduk dengan berbagai macam perubahan komponen lingkungan hidup yang
menimbulkan ancaman/berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat umum. Pengertian
kesehatan lingkungan menurut para ahli.
Menurut, Slamet Riyadi – Ilmu Kesehatan Lingkungan adalah bagian integral dari ilmu
kesehatan masyarakat yang khusus mempelajari dan menangani hubungan manusia dengan
lingkungannya dalam keseimbangan ekologi dengan tujuan membina & meningkatkan
derajat kesehatan maupun kehidupan sehat yang optimal.
Menurut, H.J. Mukono – Ilmu Kesehatan Lingkungan merupakan ilmu yang
mempelajari hubungan timbal balik antara faktor kesehatan dan faktor lingkungan.
Sedangkan menurut, WHO (World Health Organization) – Kesehatan lingkungan adalah
suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia & lingkungan agar dapat
menjamin keadaan sehat dari manusia.
Dan menurut, Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) – Kesehatan
lingkungan adalah suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan
ekologi yang dinamis antara manusia & lingkungannya untuk mendukung tercapainya
kualitas hidup manusia yang sehat & bahagia

B. Syarat-syarat Lingkungan Yang Sehat


a. Keadaan Air
Air yang sehat adalah air yang tidak berbau, tidak tercemar dan dapat dilihat
kejernihan air tersebut, kalau sudah pasti kebersihannya dimasak dengan suhu
1000C, sehingga bakteri yang di dalam air tersebut mati.
b. Keadaan Udara
Udara yang sehat adalah udara yang didalamnya terdapat yang diperlukan,Contoh
nya oksigen dan di dalamnya tidak tercemar oleh zat-zat yang merusak tubuh,
contohnya zat CO2 (zat carbondioksida).
c. Keadaan tanah
Tanah yang sehat adalah tanah yamh baik untuk penanaman suatu tumbuhan,
dan tidak tercemar oleh zat-zat logam berat.
d. Suara/kebisingan
Yaitu keadaan dimana suatu lingkungan yang kondisinya tidak bising yang
dapat mengganggu aktifitas/alat pendengaran manusia.

C. Cara-cara Pemeliharaan Kesehatan Lingkungan


a. Tidak mencemari air dengan membuang sampah disungai
b. Tidak membuang tinja sembarangan
c. Mengolah tanah sebagaimana mestinya
d. Menanam tumbuhan pada lahan-lahan kosong

D. Tujuan Pemeliharaan Kesehatan Lingkungan


a. Mengurangi Pemanasan Global.
Dengan menanam tumbuhan sebanyak-banyaknya pada lahan kosong, maka kita
juga ikut serta mengurangi pemanasan global, karbon, zat O2 (okseigen) yang
dihasilkan tumbuh-tumbuhan dan zat tidak langsung zat CO2 (carbon) yang
menyebabkan atmosfer bumi berlubang ini terhisap oleh tumbuhan dan secara
langsung zat O2 yang dihasilkan tersebut dapat dinikmati oleh manusia tersebut
untuk bernafas.
b. Menjaga Kebersihan LingkunganDengan lingkungan yang sehat maka kita harus
menjaga kebersihannya, karena lingkungan yang sehat adalah lingkungan yang
bersih dari segala penyakit dan sampah.Sampah adalah mush kebersihan yang
paling utama. Sampah dapat dibersihkan dengan cara-cara sebagai berikut ;
a) Membersihkan Sampah OrganikSampah organik adalah sampah yang dapat
dimakan oleh zat-zat organik di dalam tanah, maka sampah organik dapat
dibersihkan dengan mengubur dalam-dalam sampah organik tersebut, contoh
sampah organik :
1) Daun-daun tumbuhan
2) Ranting-ranting tumbuhan
3) Akar-akar tumbuhan
b) Membersihkan Sampah Non OrganikSampah non organik adalah sampah
yang tidak dapat hancur (dimakan oleh zat organik) dengan sendirinya, maka
sampah non organik dapat dibersihkan dengan membakar sampah tersebut
dan lalu menguburnya.

Tujuan dan ruang lingkup kesehatan lingkungan dapat dibagi menjadi


2,secara umum dan secara khusus.
a. Tujuan dan ruang lingkup kesehatan lingkungan secara umum, antara lain :
a) Melakukan koreksi atau perbaikan terhadap segala bahaya dan ancaman
pada kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia.
b) Melakukan usaha pencegahan dengan cara mengatur sumber-sumber
lingkungan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan
hidup manusia.
c) Melakukan kerja sama dan menerapkan program terpadu di antara
masyarakat dan institusi pemerintah serta lembaga non pemerintah dalam
menghadapi bencana alam atau wabah penyakit menular.
b. Tujuan dan ruang lingkup kesehatan lingkungan secara khusus, antara lain:
a) Menyediakan air bersih yang cukup dan memenuhi persyaratan kesehatan.
b) Makanan dan minuman yang di produksi dalam skala besar dan di konsumsi
secara luas oleh masyarakat.
c) Pencemaran udara akibat sisa pembakaran BBM, batu bara, kebakaran
hutan, dan gas beracun yang berbahaya bagi kesehatan dan makhluk hidup
lain dan menjadi penyebab terjadinya perubahan ekosistem.
d) Limbah cair dan padat yang berasal dari rumah tangga, pertanian,
peternakan, industri, rumah sakit, dan lain-lain.
e) Kontrol terhadap arthropoda dan rodent yang menjadi vektor penyakit dan
cara memutuskan rantai penularan penyakitnya.
f) Perumahan dan bangunan yang layak huni dan memenuhi syarat kesehatan.
g) Kebisingan, radiasi, dan kesehatan kerja.
h) Survei sanitasi untuk perencanaan, pemantauan, dan evaluasi program
kesehatan lingkungan.

E. Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan


Kontribusi lingkungan dalam mewujudkan derajat kesehatan merupakan hal yang
essensial di samping masalah perilaku masyarakat, pelayanan kesehatan dan faktor
keturunan. Lingkungan memberikan kontribusi terbesar terhadap timbulnya
masalah kesehatan masyarakat.
Menurut World Health Organization (WHO) ada 17 ruang lingkup kesehatan
lingkungan, yaitu :
 Penyediaan Air Minum
 Pengelolaan air Buangan dan pengendalian pencemaran
 Pembuangan Sampah Padat
 Pengendalian Vektor
 Pencegahan/pengendalian pencemaran tanah oleh ekskreta manusia
 Higiene makanan, termasuk higiene susu
 Kesehatan kerja
 Perumahan dan pemukiman
 Aspek kesling dan transportasi udara
 Tindakan-tindakan sanitasi yang berhubungan dengan keadaan epidemi/wabah,
bencana alam dan perpindahan penduduk.
 Tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menjamin lingkungan.
Di Indonesia, ruang lingkup kesehatan lingkungan diterangkan dalam Pasal
22 ayat (3) UU No 23 tahun 1992 ruang lingkup kesling ada 8, yaitu :
 Penyehatan Air dan Udara
 Pengamanan Limbah padat/sampah
 Pengamanan Limbah cair
 Pengamanan limbah gas
 Pengamanan vektor penyakit
 Penyehatan dan pengamanan lainnya, sepeti keadaan pasca bencana
F. MASALAH-MASALAH KESEHTAN LINGKUNGAN DI INDONESIA
Masalah Kesehatan lingkungan merupakan masalah kompleks yang untuk
mengatasinya dibutuhkan integrasi dari berbagai sector terkait. Di Indonesia
permasalah dalam kesehatan lingkungan antara lain :
a. Air Bersih
Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang
kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah
dimasak. Air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan
dapat langsung diminum.
Syarat-syarat Kualitas Air Bersih diantaranya adalah sebagai berikut :
 Syarat Fisik : Tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna
 Syarat Kimia : Kadar Besi : maksimum yang diperbolehkan 0,3 mg/l,
Kesadahan (maks 500 mg/l)
 Syarat Mikrobiologis : Koliform tinja/total koliform (maks 0 per 100 ml air)

G. Pembuangan Kotoran/Tinja
Metode pembuangan tinja yang baik yaitu dengan jamban dengan syarat sebagai
berikut :
a. Tanah permukaan tidak boleh terjadi kontaminasi
b. Tidak boleh terjadi kontaminasi pada air tanah yang mungkin memasuki mata air
atau sumur
c. Tidak boleh terkontaminasi air permukaan
d. Tinja tidak boleh terjangkau oleh lalat dan hewan lain
e. Tidak boleh terjadi penanganan tinja segar ; atau, bila memang benar-benar
diperlukan, harus dibatasi seminimal mungkin
f. Jamban harus babas dari bau atau kondisi yang tidak sedap dipandang
g. Metode pembuatan dan pengoperasian harus sederhana dan tidak mahal.

H. Kesehatan Pemukiman
Secara umum rumah dapat dikatakan sehat apabila memenuhi kriteria sebagai
berikut:
a. Memenuhi kebutuhan fisiologis, yaitu : pencahayaan, penghawaan dan ruang
gerak yang cukup, terhindar dari kebisingan yang mengganggu
b. Memenuhi kebutuhan psikologis, yaitu : privacy yang cukup, komunikasi yang
sehat antar anggota keluarga dan penghuni rumah
c. Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antarpenghuni rumah
dengan penyediaan air bersih, pengelolaan tinja dan limbah rumah tangga,
bebas vektor penyakit dan tikus, kepadatan hunian yang tidak berlebihan, cukup
sinar matahari pagi, terlindungnya makanan dan minuman dari pencemaran,
disamping pencahayaan dan penghawaan yang cukup
d. Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul
karena keadaan luar maupun dalam rumah antara lain persyaratan garis
sempadan jalan, konstruksi yang tidak mudah roboh, tidak mudah terbakar, dan
tidak cenderung membuat penghuninya jatuh tergelincir.

I. Pembuangan Sampah
Teknik pengelolaan sampah yang baik dan benar harus memperhatikan faktor-
faktor /unsur, berikut:
a. Penimbulan sampah.
Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah adalah jumlah penduduk
dan kepadatanya, tingkat aktivitas, pola kehidupan/tk sosial ekonomi, letak
geografis, iklim, musim, dan kemajuan teknologi
b. Penyimpanan sampah
c. Pengumpulan, pengolahan dan pemanfaatan kembali
d. Pengangkutan
e. Pembuangan
Dengan mengetahui unsur-unsur pengelolaan sampah, kita dapat mengetahui
hubungan dan urgensinya masing-masing unsur tersebut agar kita dapat
memecahkan masalah-masalah ini secara efisien.

J. Makanan dan Minuman


Sasaran higene sanitasi makanan dan minuman adalah restoran, rumah
makan, jasa boga dan makanan jajanan (diolah oleh pengrajin makanan di
tempat penjualan dan atau disajikan sebagai makanan siap santap untuk dijual
bagi umum selain yang disajikan jasa boga, rumah makan/restoran, dan
hotel).Persyaratan hygiene sanitasi makanan dan minuman tempat pengelolaan
makanan meliputi :
a. Persyaratan lokasi dan bangunan
b. Persyaratan fasilitas sanitasi
c. Persyaratan dapur, ruang makan dan gudang makanan
d. Persyaratan bahan makanan dan makanan jadi
e. Persyaratan pengolahan makanan
f. Persyaratan penyimpanan bahan makanan dan makanan jadi
g. Persyaratan peralatan yang digunakan
h. Pencemaran Lingkungan

Pencemaran lingkungan diantaranya pencemaran air, pencemaran tanah,


pencemaran udara. Pencemaran udara dapat dibagi lagi menjadi indoor air
pollution dan out door air pollution. Indoor air pollution merupakan problem
perumahan/pemukiman serta gedung umum, bis kereta api, dll. Masalah ini lebih
berpotensi menjadi masalah kesehatan yang sesungguhnya, mengingat manusia
cenderung berada di dalam ruangan ketimbang berada di jalanan. Diduga akibat
pembakaran kayu bakar, bahan bakar rumah tangga lainnya merupakan salah
satu faktor resiko timbulnya infeksi saluran pernafasan bagi anak balita.
Mengenai masalah out door pollution atau pencemaran udara di luar rumah,
berbagai analisis data menunjukkan bahwa ada kecenderungan peningkatan.
Beberapa penelitian menunjukkan adanya perbedaan resiko dampak pencemaran
pada beberapa kelompok resiko tinggi penduduk kota dibanding pedesaan. Besar
resiko relatif tersebut adalah 12,5 kali lebih besar. Keadaan ini, bagi jenis
pencemar yang akumulatif, tentu akan lebih buruk di masa mendatang.
Pembakaran hutan untuk dibuat lahan pertanian atau sekedar diambil kayunya
ternyata membawa dampak serius, misalnya infeksi saluran pernafasan akut,
iritasi pada mata, terganggunya jadual penerbangan, terganggunya ekologi
hutan.
K. Serangga dan Binatang Pengganggu
Serangga sebagai reservoir (habitat dan suvival) bibit penyakit yang kemudian
disebut sebagai vektor misalnya : pinjal tikus untuk penyakit pes/sampar, Nyamuk
Anopheles sp untuk penyakit Malaria, Nyamuk Aedes sp untuk Demam Berdarah
Dengue (DBD), Nyamuk Culex sp untuk Penyakit Kaki Gajah/Filariasis.
Penanggulangan/pencegahan dari penyakit tersebut diantaranya dengan merancang
rumah/tempat pengelolaan makanan dengan rat proff (rapat tikus), Kelambu yang
dicelupkan dengan pestisida untuk mencegah gigitan Nyamuk Anopheles sp,
Gerakan 3 M (menguras mengubur dan menutup) tempat penampungan air untuk
mencegah penyakit DBD, Penggunaan kasa pada lubang angin di rumah atau
dengan pestisida untuk mencegah penyakit kaki gajah dan usaha-usaha sanitasi.
Binatang pengganggu yang dapat menularkan penyakit misalnya anjing dapat
menularkan penyakit rabies/anjing gila. Kecoa dan lalat dapat menjadi perantara
perpindahan bibit penyakit ke makanan sehingga menimbulakan diare. Tikus dapat
menyebabkan Leptospirosis dari kencing yang dikeluarkannya yang telah terinfeksi
bakteri penyebab.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kesehatan lingkungnan yaitu bagian integral ilmu kesehatan masyarakat yang
khusus menangani dan mempelajari hubungan manusia dengan lingkungan dalam
keseimbangan ekologis.
Cara-cara Pemeliharaan Kesehatan Lingkungan :
1. Tidak mencemari air dengan membuang sampah disungai
2. Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor
3. Mengolah tanah sebagaimana mestinya
4. Menanam tumbuhan pada lahan-lahan kosong
Kontribusi lingkungan dalam mewujudkan derajat kesehatan merupakan hal
yang essensial di samping masalah perilaku masyarakat, pelayanan kesehatan dan
faktor keturunan
DAFTAR PUSTAKA

World Health Organization (WHO). Environmental Health. Disitasi dari


: http://www.WHO.int. Last Update : Januari 2008
Setiyabudi R. Dasar Kesehatan Lingkungan. Disitasi dari
: http://www.ajago.blogspot.htm. Last Update : Desember 2007
Departemen Kesehatan Repubik Indonesia.. Undang-undang Nomor 23 tahun 1992
tentangKesehatan.
Menteri Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan No 416 tahun 1990 tentang Syarat-
syarat dan Pengawasan Kualitas Air.
Soeparman dan Suparmin. 2001.Pembuangan Tinja dan Limbah Cair : Suatu
Pengantar. Jakarta : EGC.
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1098/MENKES/SK/VII/2003
tentangPersyaratan Hygiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran