Anda di halaman 1dari 29

KUMPULAN LAPORAN PRAKTIK STASE KEPERAWATAN KELUARGA

(ASUHAN KEPERAWATAN, LAPORAN KUNJUNGAN DAN SATUAN ACARA PENYULUHAN)


DI BANJAR PANDE, BLAHBATUH, BLAHBATUH-GIANYAR
TANGGAL 18 - 25 FEBRUARI 2019

OLEH :

DEWA AYU MADE PRADNYANITI

NIM 18.901.1984

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRAMEDIKA BALI
2019
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BAPAK “NS” DENGAN DIABETES MELLITUS
DI BANJAR PANDE, BLAHBATUH, BLAHBATUH, GIANYAR
TANGGAL 18 - 25 FEBRUARI 2019

A. PENGKAJIAN
I. DATA UMUM KELUARGA
1. Identitas Kepala Keluarga
Nama : Bapak NS
Umur : 56 tahun
Agama : Hindu
Suku : Bali
Pendidikan : Sekolah Dasar (SD)
Pekerjaan : Pegawai Swasta
Alamat : Banjar Pande

2. Komposisi Keluarga
No. Nama L/P Umur (Th) Hub. Dgn Pendidikan Pekerjaan
KK
1 Ibu W P 53 Istri SMA Wiraswasta
2 Anak Y P 22 Anak S1 Pelajar
3 Anak D P 17 Anak SMA Pelajar

3. Genogram

Keterangan:
: Laki
laki
: Perempuan
: Tinggal Serumah
4. Tipe Keluarga
a) Jenis tipe keluarga : Tipe keluarga Bapak NS yaitu tipe keluarga
inti (Nuclear Family) dimana dalam keluarga terdiri dari ayah,
ibu dan anak.
b) Masalah yang terjadi dengan tipe tersebut : Tidak ada masalah
yang terjadi dalam keluarga Bapak NS yang keluarganya
termasuk dalam jenis tipe keluarga inti. Keluarga Bapak NS
tetap bertanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga
dalam perawatan seluruh anggota keluarganya.

5. Suku Bangsa
a) Asal suku bangsa : seluruh anggota keluarga berasal dari suku
Bali dan bangsa Indonesia. Bahasa yang di gunakan sehari- hari
Bahasa Indonesia, Bahasa Bali.

b) Budaya yang berhubungan dengan kesehatan : keluarga


mengatakan tidak memiliki budaya khusus yang berhubungan
atau dapat mempengaruhi dengan kesehatan.

6. Agama dan Kepercayaan yang Mempengaruhi Kesehatan

Keluarga Bapak NS beragama Hindu, keluarganya percaya bahwa


dengan rajin berdoa dan melakukan beberapa ritual keagamaan
lainnya maka akan mempengaruhi kesehatan seluruh anggota
keluarganya, maka dari itu seluruh anggota keluarga melakukan
persembahyangan sehari sekali secara bersama-sama.

7. Status Sosial Ekonomi Keluarga


a) Anggota keluarga yang mencari nafkah dalam keluarga adalah
Bapak NS dan Ibu W.

b) Penghasilan : kurang lebih penghasilan yang didapat sekitar 4


juta/bulan menurut keluarga cukup untuk memenuhi kebutuhan
keluarga.
c) Upaya lain : Keluarga rutin mengeluarkan uang untuk
pembelanjaan kebutuhan keluarga selama satu bulan, keperluan
anak sekolah, pembayaran listrik dll.

d) Harta benda yang dimiliki (perabot, transportasi, dll) : perabotan


yang dimiliki keluarga antara lain TV, kipas angin, kulkas,
perabotan dapur, 2 buah sepeda motor.

e) Kebutuhan yang dikeluarkan tiap bulan : kebutuhan bulanan


keluarga, kebutuhan anak,dan pembayaran listrik dan air.

f) Tabungan khusus kesehatan : keluarga mengatakan sudah


memiliki jaminan kesehatan KIS mandiri.

8. Aktivitas Rekreasi Keluarga


Keluarga sering melakukan rekreasi bersama-sama. Rekreasi yang
biasanya dilakukan tiap hari di rumah adalah menonton TV bersama
pada malam hari sebelum tidur. Rekreasi keluar rumah hanya
sesekali dan lebih mengarah kepada kegiatan persembahyangan atau
nangkil ke Pura.

II. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA

1. Tahap Perkembangan Keluarga saat ini


Tahap perkembagan keluarga Bapak NS pada saat ini termasuk
dalam tahap perkemabgan keluarga Tahap VI (Keluarga melepas
anak usia dewasa muda). Tahap perkembagan keluarga ini dimulai
ketika anak pertama meninggalkan rumah, bisa singkat bisa lama
tergantung jumlah anak (biasa berlangsung 6 - 7 tahun).
Tujuan keluarga tahap ini adalah memperluas siklus keluarga dengan
memasukan anggota keluarga baru dari perkawianan anak-anaknya,
melanjutkan untuk memperbaharui dan menyesuaikan kembali
hubungan perkawinan, dan membantu ortu lansia yg sakit-sakitan
dari suami maupun istri.
2. Tahap Perkembangan Keluarga yang belum terpenuhi dan
kendalanya
Tahap keluarga yang belum terlampaui adalah menfokuskan
hubungan perkawinan dan memasukan anggota keluarga baru, hal ini
dikarenakan anak pertama masih mengemban pendidikan untuk
jenjang sarjana.

3. Riwayat Kesehatan Keluarga Inti


a) Riwayat terbentuknya keluarga inti :

Bapak NS dan Ibu W menikah atas dasar cinta, tanpa paksaan


dari pihak lain. Mereka menikah dengan usia yang tidak jauh
berbeda, hanya terpaut 3 tahun, dan direstui oleh keluarga dari
kedua belah pihak. Bapak NS dan Ibu W mengatakan bahwa ia
merasa bahagia dengan perkawinannya selama ini.

b) Riwayat kesehatan keluarga inti :

Seluruh anggota keluarga Bapak NS sebelumnya tidak pernah


mengalami sakit yang serius. Biasanya mereka hanya menderita
batuk, pilek, sakit kepala, ataupun demam yang biasanya
berobat ke dokter praktek swasta dekat rumah mereka.

c) Riwayat Kesehatan Masing-masing Keluarga :

No Nam Umu BB/TB Keadaan Imunisasi Masalah Tindakan


a r kesehatan kesehatan yg telah
dilakukan
1 Bapa 56 th 56 kg/158 Sakit Lengkap Diabetes Injeksi
k NS cm Mellitus insulin
(Lantus :
10 unit)
dan
(Apidra : 4
unit)
2 Ibu W 53 th 52 kg/154 Sehat Lengkap Tidak ada 
cm
3 Anak 22 th 49 kg/159 Sehat Lengkap Tidak ada 
Y cm
4 Anak 17 th 45 kg/160 Sehat Lengkap Tidak ada 
D cm

d) Sumber pelayanan kesehatan yang dimanfaatkan

Bapak NS mengatakan saat merasa kesemutan, lemah, lelah, dan


penglihatan kabur, Bapak NS selalu berobat ke dokter praktek
dekat rumahnya dan setiap bulan selalu mencari obat (insulin)
ke Rumah Sakit Famili Husada.

4. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya


Keluarga Bapak NS memiliki riwayat penyakit keturunan dimana
diperkirakan memiliki riwayat keturunan Diabetes Mellitus dari
ayahnya, akan tetapi keluarga belum berani memastikan hal tersebut,
dikarenakan dulu sang ayah tidak pernah dilakukan pemeriksaan
kadar gula darah.

III. PENGKAJIAN LINGKUNGAN


1. Karateristik Rumah
a) Luas rumah : Luas rumah yang dihuni Bapak NS seluas 6 are.
b) Tipe rumah : tipe rumah Bapak NS adalah rumah permanen
bergaya tradisional Bali.
c) Kepemilikan : rumah yang ditempati keluarga kepemilikannya
sendiri dan Bapak NS sebagai pemilik rumah tersebut.
d) Jumlah dan rasio kamar atau ruangan : dalam rumah terdapat 3
kamar tidur, 2 kamar mandi, 1 dapur, 1 kamar tamu, dan 1
garase motor.
e) Ventilasi atau jendela : sirkulasi udara diperoleh dari pintu depan
dan jendela depan dan samping rumah.
f) Pemanfaatan ruangan : keluarga sudah memanfaatkan ruangan
sesuai. Kamar tidur untuk tidur, dapur untuk memasak dan
makan, halaman untuk menanam tanaman obat dan bunga.
Tanaman obat yang ada yaitu daun insulin, lidah buaya, kayu
manis, jahe, dan kunyit.
g) Sumber air minum : sumber air minum untuk keperluan sehari-
hari dalam rumah tangga, menggunakan air dari sumber mata
air.
h) Kamar mandi atau WC : kondisi kamar mandi bersih, tidak licin,
dan pencahayaan cukup dengan lampu pada malam hari, dan
dengan sinar matahari pada siang hari. Keluarga memiliki 2
buah kamar mandi yang didalamnya juga berisi closet duduk
dan closet jongkok.
i) Sampah : tempat sampah dirumah menggunakan keranjang diisi
plastik yang terbuka dan kemudian di angkut oleh petugas
sampah.
j) Kebersihan lingkungan : kondisi lingkungan keluarga cukup
bersih, rumah juga cukup bersih.
k) Denah rumah

5 2 1
8
8 8

6 3
8

4
Keterangan :
1. Merajan (Pura)
2. Kamar Tidur
3. Bale Delod (Bali)
4. Dapur
5. Toilet
6. Garase motor
7. 8 : Pintu
8. : Jendela
9. : Tempat Sampah

2. Karateristik Tetangga dan Komunitas RW (kepedulian tetangga


dengan keluarga)
Keluarga Bapak NS tinggal dilingkungan yang cukup padat,
mayoritas penduduk bersuku bali, rata-rata bekerja sebagai buruh,
wiraswasta, swasta, petani, dan PNS. Lingkungan tetangga cukup
akrab dan saling menolong apabila ada yang mengalami kesulitan.
Budaya setempat yang mempengaruhi kesehatan tidak ada.

3. Mobilitas Geografis Keluarga (Lama Tinggal, Jalur


Transportasi)
Keluarga Bapak NS sudah lama tinggal dirumah ini, rumah Bapak
NS berada di Gang Batur Banjar Pande. Jenis kendaraan yang
dipakai biasanya sepeda motor.

4. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat


(Keaktifan Keluarga dalam Masyarakat : Arisan PKK, dll)
Bapak NS, Ibu W, selalu berpartisipasi apabila ada kegiatan di balai
banjar maupun di pura.

5. Sistem Pendukung Keluarga (terutama masalah keuangan)


Bila keluarga Bapak NS ada masalah, biasanya keluarga selalu
mendiskusikannya secara musyawarah bersama untuk memperoleh
jalan keluar terbaik.

IV. STRUKTUR KELUARGA


1. Pola atau cara Komunikasi Keluarga
Interaksi dalam keluarga paling sering dilakukan pada sore hingga
malam hari setelah Bapak NS pulang kerja, pola komunikasi
keluarga terbuka antara keluarga apabila terdapat masalah keluarga
biasanya mendiskusikannya bersama-sama.
2. Struktur Kekuatan Keluarga
Keluarga saling mendukung satu sama lain, respon keluarga bila ada
anggota keluarganya yang bermasalah selalu mencari jalan keluarnya
bersama-sama.
3. Struktur Peran (peran masing-masing anggota keluarga)
a) Bapak NS sebagai kepala keluarga dan sebagai pencari nafkah
untuk keluarga.
b) Ibu W sebagai istri Bp NS dirumah sebagai seorang ibu rumah
tangga, dan membantu pemasukan Bp NS dengan menjahit baju
adat tradisional bali (Kebaya).
c) Anak Y sebagai anak pertama dari Bp NS ikut serta membantu
pekerjaan yang ada di rumah seperti membersihkan rumah,
selain mengemban pendidikan sarjana.
d) Anak D merupakan anak ke dua dari Bapak NS yang saat ini
sedang mengikuti pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA).
4. Nilai dan Norma Keluarga
Keluarga menerapkan nilai-nilai agama pada setiap anggota keluarga
seperti sembahyang setiap akan bepergian dan sembahyang rutin 1
kali sehari tiap pagi atau malam hari. Bila akan keluar rumah dan
terlambat datang harus memberi tahu dulu kepada anggota keluarga.

V. FUNGSI KELUARGA
1. Fungsi Afektif
a) Cara keluarga mengekspresikan perasaan kasih sayang : dengan
saling memperhatikan satu sama lain, menyakan apakah ada
masalah, atau ada yang bisa dibantu.
b) Perasaan saling memiliki : respon keluarga sangat bangga bila
ada anggota keluarga yang berhasil dan keluarga sangat sedih
bila anggota keluarga ada yang sakit, mengalami musibah, dan
meninggal.
c) Dukungan terhadap anggota keluarga : keluarga selalu saling
mendukung apapun kegiatan positif yang dilakukan anggota
keluarga, dan selalu menghargai kerja keras serta usaha yang
telah dilakukan.
d) Kehangatan : keluarga cukup perhatian, menggunakan tutur kata
yang sopan dan lembut dalam membina rumah tangga dan
menjaga kondisi kesehatannya.
e) Saling menghargai : keluarga saling mengerti, menghargai satu
sama lainnya.
2. Fungsi Sosialisasi
a) Kerukunan hidup dalam keluarga : keluarga hidup rukun dan
bahagia bersama anggota lainnya.
b) Interaksi dan hubungan dalam keluarga : keluarga selalu
mengajarkan dan menanamkan perilaku sosial yang baik sesuai
dengan norma di masyarakat yaitu seperti perlunya berhubungan
dan berinteraksi dalam keluarga maupun masyarakat. Anggota
keluarga yang dominan dalam pengambilan keputusan biasanya
dilakukan oleh Bapak NS dengan didukung oleh semua anggota
keluarganya.
c) Kegiatan keluarga di waktu senggang : keluarga biasanya
mengobrol dan menonton TV pada sore ataupun malam hari.
d) Partisipasi dalam kegiatan sosial : keluarga cukup aktif
bermasyarakat dengan mengikuti kegiatan-kegiatan yang
diadakan oleh masyarakat sekitar.
3. Fungsi Perawatan Keluarga
a) Kondisi perawatan kesehatan seluruh anggota keluarga
Saat dilakukan pengkajian Bapak NS mengatakan bahwa dirinya
menderita penyakit Diabetes Mellitus sejak 4 tahun yang lalu
tepatnya pada tahn 2015. Awal mulanya gejala yang dialami
Bapak NS yaitu merasa sering kencing, lesu, mudah lelah,
penglihatan kabur, dan kesemutan pada ekstremitas, karena
keluhan ini kemudian keluarga Bapak NS yaitu istrinya Ibu. W
mengantar Bapak NS ke dokter praktik di dekat rumah untuk
memeriksakan keadaan Bapak NS. Setelah dilakukan
pemeriksaan gula darah sewaktu, didapatkan hasil GDS 375
g/dL, tetapi untuk selanjutnya Bapak “NS” tidak rutin kontrol
kadar gula darah ke pelayanan kesehatan. Kemudian 3 bulan
yang lalu Bapak “NS” dirawat inap di Rumah Sakit Famili
Husada dikarenakan kadar gula darah sewaktunya yakni 700
g/dL. Sejak 3 bulan belakangan ini Bapak “NS” mengatakan
telah rutin melakukan pemeriksaan gula darah sebulan sekali ke
klinik dokter dan mengikuti instruksi dari dokter terkait terapi
medis (insulin) yang diberikan, yakni Lantus (10 unit) dan
Apidra (4 unit). Pada saat dilakukan pengkajian pertama,
didapatkan kadar gula darah sewaktu pasien 126 g/dL. Pada saat
dilakukan pengkajian kedua, didapatkan kadar gula darah
sewaktu pasien 135 g/dL.
b) Pengetahuan dan persepsi keluarga tentang penyakit/ masalah
kesehatan keluarga :
Menurut keluarga, sakit yang dialami Bapak NS ini disadari dan
dirasakan oleh seluruh anggota keluarga. Bapak NS dan anggota
keluarganya mengatakan sudah mengetahui bahwa dirinya
menderita Diabetes Mellitus tetapi kurang mengetahui tentang
pentingnya tindakan pencegahan terkait komplikasi yang bisa
terjadi dan efek samping yang bisa muncul apabila pemantauan
kadar gula darah tidak rutin dan perawatan untuk
mempertahankan atau menurunkan kadar gula darah tidak
maksimal. Keluarga Bapak NS juga kurang mengetahui tentang
tindakan penanganan gawat darurat pada Diabetes Mellitus.
Selain itu keluarga Bapak NS juga kurang mengetahui tindakan
komplementer apa selain rebusan insulin, susu kedelai, yang
sekiranya dapat membantu menurunkan kadar gula darah.
c) Kemampuan keluarga mengambil keputusan :
Keluarga mengatakan Bapak NS sejak 3 bulan belakangan ini
ada tau tidak ada keluhan, telah rutin melakukan pemeriksaan
gula darah sebulan sekali ke klinik dokter dan mengikuti
instruksi dari dokter terkait terapi medis (insulin) yang
diberikan, yakni Lantus (10 unit) dan Apidra (4 unit). Dan bila
ada anggota keluarganya menderita penyakit seperti batuk,
pilek, ataupun demam keluarga biasanya berobat ke dokter
praktek tersebut.
d) Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit :
Keluarga mengatakan kurang mengetahui tentang pentingnya
tindakan pencegahan terkait komplikasi yang bisa terjadi dan
efek samping yang bisa muncul apabila pemantauan kadar gula
darah tidak rutin dan perawatan untuk mempertahankan atau
menurunkan kadar gula darah tidak maksimal. Keluarga Bapak
NS juga kurang mengetahui tentang tindakan penanganan gawat
darurat pada Diabetes Mellitus. Selain itu keluarga Bapak NS
juga kurang mengetahui tindakan komplementer apa selain
rebusan insulin, susu kedelai, yang sekiranya dapat membantu
menurunkan kadar gula darah.
e) Kemampuan keluarga memelihara lingkungan rumah yang
sehat:
Keluarga Bapak NS mengatakan biasa menyapu rumahnya
setiap hari dan mengepel lantai. Keluarga jarang memanfaatkan
tanaman obat yang ada di rumah, hal ini dikarenakan semenjak
menggunakan insulin, keluarga mengurangi pemanfaatan
tanaman obat untuk menurunkan kadar gula darah.
f) Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan di
masyarakat :
Selama ini keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan hanya
pada saat ada keluhan dan untuk kontrol serta pengambilan obat
setiap satu bulan sekali.

VI. STRES DAN KOPING KELUARGA


1. Stressor jangka pendek
Stresor jangka pendek bersumber dari kebutuhan perekonomian
keluarga yang semakin meningkat ditambah lagi dengan pengeluaran
bertambah terkait pendidikan anak.
2. Stresor jangka panjang
Bapak NS cemas akan komplikasi yang dapat terjadi karena penyakit
Diabetes Mellitus yang dialami, apalagi beliau melihat kakaknya
yang juga mengalami Diabetes Mellitus, hal ini lebih menambah
kecemasan.
3. Respon keluarga terhadap stresor
Upaya Bapak NS mengatasi stress biasanya berkumpul dan bercerita
bersama teman - temannya di tempat kerja.
4. Strategi koping
Dalam menghadapi masalah biasanya keluarga berdiskusi dengan
saudara-saudaranya. Biasanya keluarga merasa nyaman setelah
berkomunikasi dengan anggota keluarganya yang lain.

5. Strategi adaptasi fungsional


Dari hasil pengkajian, tidak didapatkan cara-cara maladaptive dalam
mengatasi masalah.

VII. PEMERIKSAAN FISIK


Hari / tanggal : Senin, 18 Februari 2019
Jam : 16.00 Wita
Pemeriksaan Nama Anggota Keluarga

Bapak NS Ibu W Anak Y Anak D

1 2 3 5 6
Tensi 130/90 110/80 120/70 110/70
mmHg, mmHg mmHg mmHg
Nadi 100x/mnt 84x/mnt 96x/mnt 82x/mnt
Suhu C 36,6 36,5 36,2 36,4
Respirasi 19x/mnt 20x/mnt 18 x/mnt 16 x/mnt
BB/TB 56 kg/158 52 kg/154 49 kg/159 45kg/160c
cm cm cm m
Kepala Bentuk Bentuk Bentuk Bentuk
normal, normal, normal, normal,
rambut rambut rambut rambut
lurus, tidak lurus, lurus, lurus,
ada luka, tidak ada tidak ada tidak ada
nyeri tekan luka, nyeri luka, nyeri luka, nyeri
(-) tekan (-) tekan (-) tekan (-)
Mata, telinga, Normal, Normal, Normal, Normal,
hidung, reflek pupil reflek reflek reflek
tenggorokan, mulut +/+, pupil +/+, pupil +/+, pupil +/+,
kebersihan kebersi- kebersihan kebersihan
mulut han mulut mulut mulut
cukup, cukup, cukup, cukup,
tenggoro- tenggoro- tenggoro- tenggorok
kan normal kan kan an normal
normal normal

Leher Bendungan Kaku Kaku Kaku


vena, kuduk (-), kuduk (-) kuduk
jugularis pemb vena pemb vena (-), pemb
(-), kaku jugularis jugularis vena
kuduk (-), (-), pem (-), pem jugularis
pem kel kel tiroid kel tiroid (-), pem
tiroid (-) (-) (-) kel tiroid
(-)
Thorax Simetris, Simetris, Simetris, Simetris,
bunyi bunyi bunyi bunyi
jantung jantung jantung jantung
normal normal normal normal
S1/S2 S1/S2 S1/S2 S1/S2
tunggal, tunggal, tunggal, tunggal,
suara nafas suara suara suara
vesikuler, nafas nafas nafas
wheezing/ro vesikuler, vesikuler, vesikuler,
nchi tidak wheezing/ wheezing/ wheezing/
ada ronchi ronchi ronchi
tidak ada tidak ada tidak ada
Abdomen Simetris, Simetris, Simetris, Simetris,
pemb hepar, pemb pemb pemb
ginjal, hepar, hepar, hepar,
limpa (-), ginjal, ginjal, ginjal,
benjolan (-), limpa (-), limpa (-), limpa (-),
nyeri tekan benjolan benjolan benjolan
(-), bising (-), nyeri (-), nyeri (-), nyeri
usus (+) tekan (-), tekan (-), tekan (-),
bising bising bising
usus (+) usus (+) usus (+)
Ekstremitas atas- Pasien Tidak ada Tidak ada Tidak ada
bawah dan mengatakan kelainan kelainan kelainan
persendian kadang- pergera- pergera- pergera-
kadang kan ROM kan ROM kan ROM
kesemutan aktif aktif aktif
pada kaki. Kekuatan Kekuatan Kekuatan
Tidak ada otot 5 otot 5 otot 5
kelainan
pergerakan
ROM aktif
Kekuatan
otot 5
Sistem Genetalia Tidak Tidak Tidak Tidak
terkaji terkaji terkaji terkaji
Lainnya
Sasaran terutama pada yang mempunyai masalah kesehatan (sakit) dengan
metode Head to toe.

VIII. HARAPAN KELUARGA


1. Terhadap Masalah Kesehatan
Keluarga berharap penyakit Diabetes Mellitus Bapak NS terutama
pada kadar gula darahnya bisa dikontrol agar tidak terjadi hal-hal
yang tidak diinginkan atau tidak mengarah kepada komplikasi
Diabetes Mellitus.
2. Terhadap Petugas Kesehatan yang Ada
Keluarga berharap petugas pelayanan kesehatan dapat
menanggulangi masalah kesehatan yang terjadi pada Bapak NS dan
membimbing keluarga dalam meningkatkan kesehatan baik itu
dalam pemberian pendidikan kesehatan, pemberdayaan di
masyarakat, ataupun pemanfaatan tanaman obat keluarga.
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA
Analisa Data
Data (sign - symptom) Diagnosa Keperawatan
Data Subyektif Manajemen kesehatan
– Bapak “NS” mengatakan 3 bulan yang lalu tidak efektif
dirawat inap di Rumah Sakit Famili Husada
dikarenakan kadar gula darah sewaktunya yakni
700 g/dL.
– Bapak NS dan anggota keluarganya mengatakan
bahwa kurang mengetahui tentang pentingnya
tindakan pencegahan terkait komplikasi yang bisa
terjadi.
– Bapak NS dan anggota keluarganya mengatakan
kurang mengetahui efek samping yang bisa
muncul apabila pemantauan kadar gula darah
tidak rutin dan perawatan untuk mempertahankan
atau menurunkan kadar gula darah tidak
maksimal.
– Keluarga Bapak NS mengatakan kurang
mengetahui tentang tindakan penanganan gawat
darurat pada Diabetes Mellitus (misalnya pada
kondisi gula darah rendah).
– Selain itu keluarga Bapak NS juga kurang
mengetahui tindakan komplementer apa selain
rebusan insulin, susu kedelai, yang sekiranya
dapat membantu menurunkan kadar gula darah.
Data Obyektif
– Bapak NS tampak kurang mengetahui tentang
tindakan penanganan gawat darurat pada Diabetes
Mellitus.
– Bapak NS tampak kurang mengetahui tindakan
komplementer.
– Hasil pemeriksaan gula darah Bapak NS tanggal
18 Februari 2019 didapatkan kadar gula darah
sewaktu pasien 126 g/dL.
– Hasil pemeriksaan gula darah Bapak NS tanggal
20 Februari 2019 didapatkan kadar gula darah
sewaktu pasien 135 g/dL.

Diagnosa Keperawatan
Manajemen kesehatan tidak efektif

C. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN


Skoring/ Prioritas diagnosis Keperawatan Keluarga
Manajemen kesehatan tidak efektif pada keluarga Bapak NS dengan
hipertensi

Kriteria Nila Bobot Skoring Pembenaran


i
Sifat masalah: Bapak NS dan anggota
Aktual 3 3 3 keluarganya mengatakan kurang
x 1=1
3
Resiko 2 mengetahui efek samping yang
Potensial 1 bisa muncul apabila pemantauan
kadar gula darah tidak rutin dan
perawatan untuk mempertahankan
atau menurunkan kadar gula darah
tidak maksimal.
Kemungkinan Keluarga mau mengikuti saran
masalah untuk dari mahasiswa.
diubah
Mudah 2 2
Sebagian 1
Tidak 0
dapat
Potensial Manajemen kesehatan tidak
masalah untuk efektif pada keluarga Bapak NS
dicegah dengan Diabetes Mellittus dapat
Tinggi 3 3 3 disebabkan oleh faktor-faktor
x 1=1
3
Cukup 2 berikut dan dapat dicegah dengan
Rendah 1 merubah gaya hidup dari
sekarang, terutama pada
pengetahuan keluarga tentang
penyakit, komplikasi,
pencegahan, penanganan gawat
darurat, serta komplementer yang
bisa membantu menjaga
kestabilan kadar gula darah.
Untuk mengatasi hal tersebut
dapat dilakukan dengan
pemberian pendidikan kesehatan
disertai demonstrasi.
Menonjolnya Keluarga menganggap masalah
masalah ketidaktahuan tentang perawatan
Segera 2 2 Diabetes Mellitus merupakan
diatasi 1 masalah yang harus segera diatasi,
Tidak karena menurut keluarga Bapak
segera diatasi 0 NS dapat mempengaruhi
Tidak kesehatan jangka panjangnya.
dirasakan
adanya
masalah
TOTAL 4
D. PERENCANAAN KEPERAWATAN

Rencana Asuhan Keperawatan Keluarga Bapak NS dengan Diabetes Mellitus

DATA DIAGNOSA NOC NIC


Data Subyektif Manajemen 1. Keluarga mampu 1. Keluarga mampu mengenal masalah
– Bapak “NS” mengatakan 3 kesehatan mengenal masalah. :
bulan yang lalu dirawat inap di tidak efektif Perilaku patuh : a. Berikan pendidikan kesehatan
Rumah Sakit Famili Husada a. Pengobatan yang sesuai dengan kemmpuan
dikarenakan kadar gula darah disarankan kognitif, psikomotor, dan afektif
sewaktunya yakni 700 g/dL. b. Kontrol secara rutin pasien.
– Bapak NS dan anggota mengenai kondisi b. Bina hubungan saling percaya
keluarganya mengatakan penyakit c. Tentukan pengetahuan
bahwa kurang mengetahui c. Menunjukkan perilaku kesehatan dan gaya hidup
tentang pentingnya tindakan pencegahan penyakit perilaku saat ini
pencegahan terkait komplikasi d. Menunjukkan perilaku d. Berikan informasi tentang
yang bisa terjadi. atau usaha mengatasi perawatan penyakit dan perilaku
– Bapak NS dan anggota penyakit yang mendukung kesehatan
keluarganya mengatakan e. Menunjukkan e. Pengajaran proses penyakit,
kurang mengetahui efek pengetahuan yang pencegahan dan
samping yang bisa muncul maksimal mengenai penatalaksanaan kegawat
apabila pemantauan kadar gula penyakit daruratan penyakit.
darah tidak rutin dan f. Kaji tingkat pengetahuan pasien
perawatan untuk terkait dengan proses penyakit
mempertahankan atau spesifik
menurunkan kadar gula darah g. Review pengetahuan pasien
tidak maksimal. mengenai kondisinya
– Keluarga Bapak NS h. Jelaskan proses penyakit, sesuai
mengatakan kurang kebutuhan
mengetahui tentang tindakan 2. Mengambil Keputusan : 2. Dukungan Pengambilan
penanganan gawat darurat pada a. Partisipasi dalam Keputusan
Diabetes Mellitus (misalnya keputusan a. Fasilitasi pengambilan
pada kondisi gula darah keperawatan kesehatan keputusan kolaboratif.
rendah). b. Menggunakan teknik b. Yakinkan keluarga bahwa
– Selain itu keluarga Bapak NS penyelesaian masalah pasien sedang diberikan
juga kurang mengetahui untuk mencapai perawatan terbaik.
tindakan komplementer apa outcome yang c. Hargai dan dukung mekanisme
selain rebusan insulin, susu diinginkan koping adaptif yang digunakan
kedelai, yang sekiranya dapat keluarga
membantu menurunkan kadar 3. Merawat anggota 3. Merawat anggota keluarga yang
gula darah. keluarga yang sakit sakit
Data Obyektif Manajemen diri: Diabetes a. Berikan pengajaran prosedur/
– Bapak NS tampak kurang Mellitus demonstrasi tindakan
mengetahui tentang tindakan a. Memantau kadar gula komplementer Diabetes Mellitus
penanganan gawat darurat pada darah (Pijat Refleksi Kaki)
Diabetes Mellitus. b. Mempertaahankan b. Kaji pengalaman pasien
– Bapak NS tampak kurang kadar gula darah sebelumnya dan tingkat
mengetahui tindakan dalam batas normal pengetahuan pasien terkait
komplementer. c. Menggunakan obat- tindakan yang akan dilakukan
– Hasil pemeriksaan gula darah obatan atau terapi c. Jelaskan tujuan tindakan yang
Bapak NS tanggal 18 Februari sesuai resep akan dilakukan
2019 didapatkan kadar gula d. Mengikuti diit yang d. Jelaskan prosedur/ demonstrasi
darah sewaktu pasien 126 direkomendasikan tindakan komplementer Diabetes
g/dL. e. Membatasi asupan Mellitus (Pijat Refleksi Kaki)
– Hasil pemeriksaan gula darah gula e. Kaji harapan pasien mengenai
Bapak NS tanggal 20 Februari f. Membatasi konsumsi tindakan yang dilakukan
2019 didapatkan kadar gula gula f. Diskusikan pilihan - pilihan
darah sewaktu pasien 135 g. Berpartisipasi dalam tindakan pengobatan
g/dL. olahraga yang komplementer Diabetes Mellitus
direkomendasikan yang memungkinkan
g. Libatkan keluarga atau orang
terdekat pada saat prosedur/
demonstrasi tindakan
komplementer Diabetes Mellitus
(Pijat Refleksi Kaki)
4. Memodifikasi 4. Memodifikasi lingkungan
lingkungan a. Identifikasi factor risiko
a. Pengendalian factor b. Identifikasi sumber agensi untuk
risiko menurunkan risiko
b. Lingkungan rumah c. Identifikasi strategi koping yg
yang aman digunakan
d. Diskusikan dan rencanakan
aktifitas pegurangan risiko terkait
diit.
5. Memanfaatkan fasilitas 5. Memanfaatkan fasilitas kesehatan
kesehatan Konseling
a. Perilaku mencari
a. Bangun hubungan terapiutik
pelayanan kesehatan
b. Mendapat bantuan b. Tetapkan tujuan konseling
dari professional c. Bantu pasien untuk
kesehatan mengidentifikasi masalah dan
c. Mencari bantuan bila memanfaatkan fasilitas pelayanan
diperlukan kesehatan terkait.
d. Melakukan perilaku
kesehatan atas
inisiatif sendiri
E. PELAKSANAAN DAN EVALUASI
Catatan perkembangan asuhan keperawatan keluarga Bapak NS dengan Diabetes Mellitus

No.
Hari/Tanggal Implementasi Evaluasi Paraf
Diagnosa
Rabu, 20 1 1. Mempertahankan bina hubungan saling S:
Februari 2019, percaya a. Ibu W mengatakan bahwa
Pkl. 16.00 wita ketika Bapak NS mengeluh
pusing, mata berkunang-
2. Memberikan pendidikan kesehatan kunang, kaki dan tangan
tentang Diabetes Mellitus : kesemutan maka Ibu W
a. Menentukan pengetahuan pasien segera mengantar Bapak
tentang pengertian, tanda gejala, NS ke dokter penyakit
penyebab Diabetes Mellitus. dalam.
b. Memberikan informasi tentang b. Keluarga Bapak NS
perawatan penyakit, diit, komplikasi, mengatakan mulai mengerti
pencegahan, dan penanganan tentang proses penyakit
kedaruratan pada Diabetes Mellitus. Diabetes Mellitus, dan
c. Mereview pengetahuan pasien makanan apa yang boleh
mengenai kondisinya dan tidak boleh. Selain itu
d. Menjelaskan proses penyakit keluarga Bapak NS mulai
e. Memberikan informasi tentang meyakini perawatan
contoh-contoh pengobatan komlementer untuk
komplementer untuk Diabetes mengurangi keluhan
Mellitus. kesemutan yakni Pijat
Refleksi Kaki.
3. Membantu keluarga memberi dukungan c. Keluarga mengatakan
pengambilan keputusan : belum melakukan gaya
a. Membantu pasien untuk hidup sehat secara
mengklarifikasi nilai dan harapan maksimal untuk
yang mungkin akan membantu mendukung perawatan
dalam membuat pilihan yang Bapak NS, keluarga
penting. mengatakan akan berusaha
memperbaiki diit,
4. Membantu keluarga mengidentifikasi memanfaatkan tanaman
risiko yang ada di lingkungan, dan
a. Mengkaji ulang kesehatan masa lalu melakukan pijat refleksi
dan dokumentasikan bukti yang kaki.
menunjukkan adanya penyakit medis O :
b. Menginstruksikan faktor risiko dan a. Keluarga tampak berespon
rencana untuk mengurangi faktor dengan baik saat menerima
risiko. kehadiran mahasiswa,
keluarga tampak kooperatif
5. Memberikan pendidikan kesehatan pada menjawab pertanyaan yang
keluarga tentang pemanfaatan fasilitas diberikan, keluarga Bapak
kesehatan seperti, konsultasi, rujukan NS tampak mengerti
dan bantuan sistem kesehatan. tentang apa yang telah di
jelaskan dan langsung mau
mempraktikan apa yang
telah diajarkan.
b. GDS Bapak ND : 120 g/dL
A:
Masalah kesehatan teratasi
sebagian
P:
a. Lanjutkan intervensi
b. Libatkan keluarga secara
aktif dan berikan
reinforcement positif atas
usaha keluarga mengatasi
masalah Bapak NS.