Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Karbohidrat, berdasarkan pada massa, merupakan kelas biomolekul yang
berlimpah di alam. Lebih lazim dikenal sebagai gula, karbohidrat merupakan
produk akhir utama penggabungan fotosintetik dari karbon anorganik CO2 dalam
zat hidup. Perubahan energi matahari ini menjadi energi kinetik kimiawi dari
biomolekul menjadi karbohidrat sumber utama dari energimetabolik bagi
organisme hidup. Karbohidrat juga bertindak sebagai sumber karbon untuk
sintesis biomolekul lain dan sebagai bentuk adangan polimerik dari
energi. !elain itu, karbohidrat merupakan komponen dari banyak bahansekretorik
struktural dan selular serta nukleotida yang pada gilirannya jugadigunakan untuk
beragam fungsi. "adi, pada sistem kehidupan, karbohidratdigunakan untuk
banyak tujuan yang berbeda dan merupakan ontohterkemuka dari berbagai
kemampuan fungsional yang dapat dimiliki suatu kelaas biomolekul
(Amstrong,1995)
Karbohidrat didefinisikan sebagai polisakarida atau polihidrosiketon danderidatn
ya. !uatu karbohidrat merupakan suatu aldehid (-CHO) ( jika
oksigenkarbonil berkaitan dengan suatu atom karbon terminal, dan suatu keton
(=C=O) ( jika oksigen karbonil berikatan dengan suatu karbon internal
(Amstrong,1995)
Dalam alam, karbohidrat terdapat sebagai monosakarida #gulaindi)idual sederha
na(, oligosakarida, dan polisakarida. /onosakaridamerupakan bentuk karbohidrat
yang tidak dapat dihidrolisis menjadi bentuk yang lebih sederhana, dan bentuk
monoskaarida dapat dibagi lagi menjaditriosa,
tetrosa, pentosa, heksosa, heptosa, ataupun oktosa . Oligosakaridaumumnya
didefinisikan sebagai suatu molekul yang mengandung dua hinggasepuluh unit
monosakarida, beberapa diantaranya mempunyai berat molekul beberapa juta
(Mayes,1990)

Pengetahuan tentang struktur dan sifat1sifat karbohidrat yangmempunyai makna


fisiologis penting diperlukan untuk memahami peranannya dalam pengelolaan be
rbagai fungsi tubuh manusia. Glukosa
merupakan karbohidrat yang paling penting. Karbohidrat dalam makanandiserap
ke dalam darah sebagai glukosa, didalam hati karbohidrat diubahmenjadi glukosa,
dan dari glukosa semua karbohidrat lainnya di dalam tubuh dapat dibentuk
(Mayes,1990)
Glukosa merupakan bahan bakar utama untuk jaringan mamalia ( kecuali hewan
pemamah biak) dan bahan bakar uni)ersal bagi janin. 3nsur ini diubah menjadi
jenis1jenis karbohidrat lain yang mempunyai fungsi sangat
spesifik,misalnya glikogen untuk simpanan energi, ribosa di dalam asam nukleat,
galaktosa di dalam laktosa susu, dalam senyawa1senyawa lipid
komplekstertentu, dan dalam bentuk gabungan dengan protein, yaitu didalamglik
oprotein serta proteoglikan (Mayes,1990)

B. Rumusan Masalah
Menguji bahan untuk mengetahui kandungan yang terdapat di dalamnya
C. Tujuan
Menguji kualitatif karbohidrat pada sukrosa,maltose,dan fruktosa dengan uji
Barfoed
BAB II
METODE KERJA
A. ALAT DAN BAHAN

ALAT BAHAN
Pipet tetes 5 ml barfoed
Gelas ukur 1 ml sampel sukrosa
Tabung reaksi 1 ml sampel maltose
Hot plat 1 ml fruktosa
Pipet volume
Pipet gondok

B. Diagram Alir
Ambil tabung reaksi 3

Masukkan masing masing 5 ml barfoed

Tambahkan masing masing 1 ml sukrosa,1ml maltose,1 ml fruktosa kedalam
tabung reaksi

Panaskan di hot plat tunggu hingga 5 menit

Amati oerubahan/warna yang terjadi
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Sampel Warna Setelah Setelah Gambar
awal ditambahkan dipanaskan
masing masing selama 5
sampel menit
1.sukrosa Biru malam Biru Tidak ada
kehijauan(toska perubahan
tua) warna,tetapi
Adanya
gelembung
kecil-kecil
2.maltosa Biru malam Biru Tidak
kehijauan(toska adaanya
tua) perubahan
warna,tetapi
Adanya
gelembung
kecil-kecil
3.fruktosa Biru malsm Biru Adanya
kehijauan(toska gelembung
tua) kecil-
kecil,dan
dibawah
larutan
adanya
endapan
warna merah
bata sedikit

B. Pembahasan
Barfoed adalah uji untuk membedakan monosakarida dan disakarida
dengan mengontrol kondisi pH serta waktu pemanasan. Uji Barfoed di
temukan oleh kimiawan Denmark,Christen Thomsen Barfoed . Sehingga
untuk mengenang jasanya, uji karbohidrat ini di beri nama Uji Barfoed.
Untuk melakukan uji barfoed, terlebih dahulu harus du siapkan
reagennya. Reagent Barfoed terdiri dari larutan 0,33 molar
tembaga asetat netral
dalam 1% larutan asam asetat. Ada pendapat yang mengatakan bahwa
reagen ini tidak dapat di simpan lama, karena itu disarankan untuk
membuatnya ketika benar-benar akan melakukan analisa (Anonim,2013).
Prinsipnya berdasarkan reduksi Cu2+ menjadi Cu+. Pada pengujian
barfoed didapatkan hasil sampel (I,E,G,F,A) sampel sambal ABC positif
mengandung monosakarida pereduksi karena adanya perubahan warna
endapan menjadi merah bata dan pada sampel I,E,G didapatkan hasil
negative dikarenakan tidak adanya gula monosakarida pereduksi.
Mekanisme uji barfoed yaitu larutan Barfoed akan bereaksi dengan gula
reduksi (monosakarida) sehingga dihasilkan endapan merah kuprioksida.
Dalam duasana asam ini gula reduksi yang termasuk dalam golongan
disakarida memberikan reaksi yang sangat lambat dengan larutan
Barfoed sehingga tidak memberikan endapan merah kecuali pada waktu
percobaan yang diperlama. Uji ini untuk penunjukkan gula pereduksi
monosakarida (Sudarmadji, 1989). Gula reduksi adalah gula yang
memiliki gugus aldehid (aldosa) atau keton (ketosa) bebas (Makfoeld
dkk, 2002). Aldosa mudah teroksidasi menjadi asam aldonat, sedangkan
ketosa hanya dapat bereaksi dalam suasana basa (Fennema, 1996).
Secara umum, reaksi tersebut digunakan dalam penentuan gula secara
kuantitatif. Penggunaan larutan Fehling merupakan metode pertama
dalam penentuan gula secara kuantitatif. Larutan fehling merupakan
larutan alkalin yang mengandung tembaga (II) yang mengoksidasi aldosa
menjadi aldonat dan dalam prosesnya akan tereduksi menjadi tembaga (I),
yaitu Cu2O yang berwarna merah bata dan mengendap. Maltosa dan
laktosa adalah contoh gula reduksi.(Anonim,2010).
DAFTAR PUSTAKA
https://www.utakatikotak.com/kongkow/detail/6258/UJI-
KARBOHIDRAT (Diakses,senin 25 maret 2019)
http://httww.academia.edu/9049199/BAB_I_PENDAHULUAN_I.1_Latar
_Belakangps://w (Diakses,senin 25 maret 2019)
https://www.academia.edu/6815469/UJI_BARFOED (Diakses,senin 25
maret 2019)