Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

PERADABAN SUKU AZTEC

DISUSUN OLEH :

1. KANIA D.A
2. SRIBINAWARTI
3. SOFIATUN
4. M. SAPEI

KELAS : X IPS 1

SMA NEGERI 9 KOTA CIREBON


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Aztek adalah peradaban Mesoamerika yang berkembang di kawasan


tengah Meksiko pada zaman Pascaklasik sejak 1300 sampai 1521 tarikh Masehi.
Masyarakat Aztek terdiri atas bermacam-macam suku bangsa yang mendiami
kawasan tengah Meksiko, khususnya suku-suku bangsa penutur bahasa
Nahuatl yang mendiami sebagian besar kawasan Mesoamerika sejak abad ke-14
sampai abad ke-16. Peradaban Aztek melahirkan sejumlah negara kota (altepetl).
Beberapa di antaranya bergabung membentuk persekutuan, konfederasi politik,
bahkan kekaisaran. Kekaisaran Aztek merupakan konfederasi tiga negara kota yang
terbentuk pada 1427, yakni Tenochtitlan (negara kota orang Mexica atau orang
Tenochca), Texcoco, dan Tlacopan. Negara kota Tlacopan sebelumnya merupakan
bagian dari Kekaisaran Tepanek yang berpusat di negara kota Azcapotzalco.
Meskipun seringkali dijadikan sebutan khusus bagi orang Mexica Tenochtitlan,
istilah Aztek juga digunakan sebagai sebutan umum bagi negara-negara kota dan
masyarakat Nahua di kawasan tengah Meksiko pada zaman pra-Spanyol[1]maupun
pada zaman penjajahan Spanyol (1521–1821). Definisi Aztek maupun orang Aztek
sudah lama menjadi topik bahasan ilmiah semenjak ilmuwan Jerman, Alexander
von Humboldt, melazimkan penggunaannya pada awal abad ke-19.

Sebagian besar suku bangsa di kawasan tengah Meksiko pada zaman


Pascaklasik memiliki ciri-ciri asasi budaya Mesoamerika yang sama, dan sejumlah
besar ciri budaya Aztek tidak dapat begitu saja disebut sebagai ciri khas orang
Aztek. Dengan alasan yang sama, gagasan "peradaban Aztek" sebaiknya dipahami
sebagai salah satu ruang lingkup khusus dalam peradaban umum
Mesoamerika.[4] Peradaban kawasan tengah Meksiko mencakup budi daya
tanaman jagung, penggolongan masyarakat menjadi kaum ningrat (pipiltin) dan
rakyat jelata (macehualtin), penyembahan terhadap banyak dewa (Tezcatlipoca,
Tlaloc, dan Quetzalcoatl), dan sistem penanggalan xiuhpohualli (penanggalan 365
hari) yang disisipi sistem penanggalan tonalpohualli (penanggalan 260 hari). Yang
khas dari orang Mexica Tenochtitlan adalah dewa pelindungnya yang

1
bernama Huitzilopochtli, piramida-piramida kembar, dan tembikar yang dikenal
dengan sebutan Aztek I sampai IV.

1.2 Rumusan Masalah


1. Dimanakah Letak Geografis Peradaban Suku Aztec itu ?
2. Apa saja hasil kebudayaan Suku Aztec ?
3. Jelaskan faktor kemunduran Suku Aztec ?

2
BAB II
PEMBAHASAN

2. 1 Letak Geografis
Kerajaaan Aztec berdiri sekitar tahun 1298 M dan mencapai puncak
kejayaannya pada tahun 1450 M. Kerajaan Aztec mengalami kehancuran setelah
datangnya bangsa Spanyol, dengan raja terakhirnya Monte Zuma II. Pusat kerajaan
Aztec berada di daerah semenanjung Yukatan. Benua Amerika terdiri dari tiga bagian
yaitu Amerika Utara, Tengah dan Selatan Amerika Utara adalah beriklim kutub dan
sedang. Amerika Selatan beriklim sedang, sedangkan Amerika Selatan, Tengah ,
Kepulauan Laut Karibia dan Mexico beriklim tropis. Penduduk Asli benua Amerika
Adalah bangsa Indian, dengan peradabannya Aztec, Maya dan Inca. Aztec terletak
di lembah-lembah dan dataran tinggi meksiko.

2. 2 Legenda Suku Aztec


Mexico City yang kini menjadi ibukota Meksiko, dibangun oleh raja terakhir
Dinasti Aztec pada tahun 1325M. Aztec adalah salah satu di antara suku-suku bangsa
kulit merah Amerika Selatan yang datang ke Meksiko pada abad ke-12. Kehidupan
bangsa Aztec berpusat pada pertanian. Namun pada abad ke-16, bangsa Spanyol
datang ke Meksiko untuk menancapkan imperialismenya di kawasan itu. Bangsa
Aztec melakukan perlawanan dan terjadilah pertempuran di antara keduanya yang
dimenangkan oleh Spanyol.
Sejak saat itu, jutaan orang Spanyol berdatangan ke Meksiko dan tinggal di
sana, sementara bangsa Aztec tersingkir dan akhirnya punah. Kaum Aztek atau Aztec
adalah orang Amerika Tengah dari sentral Meksiko yang kaya dengan warisan
mitologi dan kebudayaan. Dalam bahasa Nahuatl, bahasa suku Aztek, “Aztek”
berarti seseorang yang berasal dari Aztlán”. Kaum Aztek juga menyebut diri mereka
sebagai Mehika atau Meshika atau Mexica, asal nama “Meksiko”. Penggunaan nama
Aztek sebagai istilah yang merujuk kepada mereka yang mempunyai ekonomi, adat,
agama, dan bahasa Mexica diawali oleh Alexander von Humboldt.
Legenda Aztek merupakan satu dari beberapa kebudayaan, yang disebut
secara umum sebagai “nahuas” mengikut bahasa mereka. Ketika kaum Aztek sampai

3
ke lembah Anahuac. Mereka dianggap oleh nahuas lain sebagai yang paling tidak
berperadaban, jadi mereka memutuskan untuk belajar, dan mengambil dari kaum-
kaum lain, mereka banyak belajar dari Toltec tua (yang sering dikelirukan dengan
kebudayaan Teotihuacan yang lebih tua. Kaum Aztek menggabungkan beberapa
tradisi dicampurkan dengan tradisi mereka sendiri. Karena itu mereka mempunyai
beberapa mitos penciptaan, satu darinya menggambarkan empat era sebelum dunia
sekarang, kesemuanya berakhir dengan malapetaka.
Era kelima akan kekal disebabkan pengorbanan hero kepada matahari.
Dongeng ini dikaitkan dengan kota tua Teotihuacan, yang telah musnah ketika kaum
Aztek tiba. Mitos yang lain menggambarkan dunia sebagai ciptaan. dewa kembar,
Tezcatlipoca dan Quetzalcoatl. Tezcatlipoca kehilangan kakinya dalam proses
ciptaan dunia dan semua gambaran dewa ini menggambarkan Tezcatlipoca tanpa
kaki dan menampakkan tulang. Quetzalcoatl juga dikenali sebagai Tezcatlipoca Putih.
Menurut legenda, mereka mengembara ke Lago de Texcoco di Meksiko Tengah dari
suatu tempat di utara yang dikenali sebagai Aztlán. Mereka dipandu oleh dewa
mereka Huitzilopochtli. Ketika mereka tiba di sebuah pulau di tengah danau, mereka
melihat burung elang memakan seekor ular ketika bertengger di atas kaktus nopal,
gambaran yang sesuai dengan ramalan yang menyuruh mereka membuat pemukiman
baru di situ. Kaum Aztek membuat kota mereka yang dikenal sebagai Tenochtitlan.
Tempat tersebut, pada masa sekarang merupakan pusat kota Meksiko. Burung Elang
legendaris itu pun juga terdapat dalam bendera Meksiko.

2.3 Hasil Kebudayaan Suku Aztec


Hasil Kebudayaan suku Aztec adalah :
- Kuil berbentuk piramida yang tengahnya berlubang untuk memasukan kurban
(emas dan perak)
- Konsep kepercayaannya menyembah dewa-dewa
- Ditemukan patung di kota Vera Cruz, yang beratnya 30 ton sebagai perwujudan
dewa utama yang disucikan
- Mampu mengusahakan tambang emas dan perak
- Suku Aztec tiap 52 tahun sekali mengadakan upacara besar-besaran yang
dipusatkan di Hall of the Star, ibukota kerajaan Aztec.

4
Pemerintahan Pada tahun 1519, beberapa saat sebelum kedatangan bangsa
Spanyol seluruh penduduk imperium Aztec berjumlah 2, 5 juta. Pemerintahannya
bersifat sentralisasi. Gubernur provinsi diangkat pemerintah pusat. Sebagai
masyarakat yang teratur, bangsa Aztec sudah mengenal pengadilan. Dan sudah
mempunyai tentara yang teratur untuk menjaga imperium.
Arsitektur Arsitektur El Tajin terkenal karena reliefnya yang rumit, banyak
yang menggambarkan permainan bola Mesoamerica kuno yang kadang-kadang
dibandingkan dengan bola basket. “Jika tidak ada tindakan, dalam 10, 20 atau 100,
hieroglif itu akan ilang, ” kata Bravo yang berasal dari Universitas UNAM Meksiko.
Bravo menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menyimulasikan efek udara yang
terkena polusi dan hujan asam pada bangunan-bangunan granit lunak El Tajin.
Dia menyebutkan, erosi pada zat-zat penyebab kontaminasi seperti klorin,
sulfat, dan nitrat di udara dari pembangkit listrik dan kilang minyak sebagai
penyebabnya. Veracruz dan negara-negara bagian tetangganya merupakan basis dari
fasilitas-fasilitas minyak dan pelabuhan paling penting di Meksiko. Kota itu
dibangun di pantai tropis Veracruz oleh peradaban Totonac.
Pada puncak kejayaannya mulai abad ke sembilan hingga abad ke 13. Suku
Aztecs, yang menguasai Meksiko ketika orang-orang Spanyol datang, berada pada
puncak kejayaan pd abad ke-13 dan 14. Piramida Peotihuacan Pada abad ke-13,
ketika Orang-orang Aztec menyapu masuk ke Meksiko Bagian Tengah, Kota
Teotihuacan yang dulunya padat ini (kira2 puncak kejayaanya sekitar 400 M) telah
sepi ditinggalakan para pembangunnya yang misterius. Bahkan orang-orang Aztec
yang ganas pun sangat terpukau saat pertama kali melihat bangunan piramida-
piramida kematian ini.
Pusat upacaranya yang megah, dimana puluhan ribu masyarakatnya
berkumpul di tengah-tengah monumen batu keramat, terbenam di bawah rimbunnya
pepohonan nan hijau. Orang-orang Aztec menamai situs purbakala ini dan
mengidentifikasi monumen-monumen paling agung dan megah sesuai dengan
kepercayaannya sendiri, yaitu Piramida Matahari dan Piramida Bulan. Karena
berasumsi bahwa beberapa bangunan ini adalah makam, mereka menyebut jalan raya
utamanya Street of the Dead (Jalan Para Arwah). Makam-makam yang berharga dan
mengerikan baru-baru ini ditemukan di Piramida Bulan dalam penggalian yang

5
dipimpin oleh Cabrera Castro dari National Institute of Antropology and History
Meksiko, dan Saburo Sugiyama dari Aichi Prefectural University Jepang.
Menggali jauh ke dalam struktur batu setinggi 43 meter, para arkeolog
menemukan lima lokasi pemakaman. Mereka membersihkan lapisan terakhir tanah
dari dasar dan menemukan lokasi pembantaian yang mengerikan. Kepala-kepala
tanpa tubuh dan jasad para pejuang dan para pejabat penting asing, mamalia
karnivora, burung pemangsa, dan reptilia mematikan. Dua kuburan massal yang
terpaut jarak waktu setengah abad menyampaikan pesan yang sama, militer
Teotihuacan mendominasi bagian dari Mesoamerika dengan kekuatan brutal. Di
bawah penggalian pengarah Saburo Sugiyama, terbaring jasad-jasad sepuluh pria
dari sekitar tahun 300 M.
Kemungkinan tawanan perang, mereka dibuat tunduk untuk selamanya,
dengan tangan terikat dibelakang tubuh dan semua barang dan perhiasannya dilucuti,
mereka dipenggal kepalanya dan dilempar ke sebuah timbunan. Semua korban ini
adalah orang asing, seperti yang ditunjukkan oleh analisa tulang dan gigi bertahtakan
batuan hijau dan pyrite.
Bukti-bukti menunjukkan, semua korban ini dibunuh dalam upacara ritual
untuk menyucikan tahapan2 berikutnya dari konstruksi piramida ini. Kurban paling
awal, dari sekitar tahun 200 M, menandai perluasan signifikan dari bangunan ini.
Orang asing yang terluka, mungkin tahanan perang, tampaknya dikubur hidup-hidup.
Tangannya diikat di belakang tubuhnya, aneka binatang lambang kekuatan mitologi
dan militer mengelilingi mayat-mayat mereka. Berbagai persembahan dibuat sangat
indah, temasuk berbagai senjata obsidian, dan patung kecil dari batu hijau solid.
Kemungkinana kurban-kuburan ini dipersembahkan untuk seorang Dewi Perang.
Teotihuacan salah satu perkotaan pertama dibelahan bumi barat. Luasnya hampir 20
kilometer persegi, pada masa kejayaannya, kota perdagangan kaya dengan jaringan
luas. Tak diketahui sebabnya, kota ini runtuh mendadak sekitar tahun 600 M. Banyak
penduduknya yang misterius melarikan diri, mereka meninggalakan sedikit catatan
untuk digali informasinya. Hanya tersisa reruntuhan kota dan aneka petunjuk yang
menggugah rasa ingin tahu akan sebuah budaya yang pada masanya sangat kuat.
Kepercayaan Kepercayaan suku Aztec mengorbankan nyawa manusia saat pemujaan
merupakan warisan dari suku Toltek. Walaupun begitu, suku Aztec meneruskan

6
pemujaan sendiri yaitu Huiyzilopochtti, dewa yang memeperhatikan peruntungan
politik Tenochtitlan. Tidak seperti suku Toltek yang mengagungkan dewa
Tezkatlipoka.

2.3 Mata Pencaharian


Bangsa Aztek adalah petani terampil , mengisi tanah ke dalam daerahberawal
untuk menciptakan ladang subur yang disebut “ chinampa “. Di ladang ini mereka
menanam pepohonan untuk mencengkeram tanah. Pada 1320-an mereka mulai
membangun kota Tenochtitlan pada salah satu pulau tersebut.[22]Petani Aztek
berjalan atau mendayung perahu kuno selama berjam-jam menuju pasar di kota-kota
seperti Tlataleco untuk menjual hasil pertanian yang ditukar dengan biji cokelat, yang
mereka gunakan sebagai uang ( barter ). Bangsa Aztek juga menjadi pedagang jarak
jauh, yang menggabungkan perdagangan dengan karya cerdas militer. Setiap tahun
Tenochtitlan mengambil 9000 ton jagung, kacang, dan beras dalam bentuk pajak.

2.4 Kepercayaan
Bangsa Aztek menganut kepercayaan politheisme. Bangsa Aztek percaya
bahwa mereka hidup di era “ Matahari Kelima “ dan suatu saat era ini akan berakhir.
Agar hari kiamat tertunda, dewa-dewa mereka, terutama dewa matahari
Huitzilopochtli, harus disenangkan hatinya dan diberi makan setiap hari. Bangsa
Aztek percaya bahwa tugas suci mereka adalah menyediakan “chalchiuhualt “, suatu
nektar yang terdapat dalam darah manusia, bagi dewa matahari. Tanpa darah ini,
alam semesta akan berhenti berfungsi. Bagi bangsa Aztek, jantung manusia
merupakan simbol kehidupan, dan Huitzilopotchli perlu diberi makan darah dan
jantung manusia sehingga dia tidak murka terhadap bangsa Aztek. Dari awal hingga
akhir, mereka tetap kecanduan untuk mengorbankan manusia dengan metode
mengerikan berupa mencungkil jantung para korban hidup-hidup, dan kecanduan
untuk berperang sebagai alat yang diperlukan untuk menawan sejumlah besar
korban-korban untuk dikorbankan sesuai tuntutan agama mereka. Hasil wajar dari
pengorbanan manusia ini adalah kanibalisme ritual.

7
2.5 Sistem Pemerintahan
Pada 1426 Raja Aztek Itzcoatl membentuk persekutuan dengan dua kerajaan
tetangga, yaitu Texcoco dan Tlacopan, serta menaklukkan tetangga mereka yang
berkuasa, bangsa Tapanek. Jauh sebelum bangsa Aztek menjadi penguasa besar,
mereka merupakan para saudagar ulung yang disebut “ pochteca “. Bangsa Aztek
juga mendirikan piramida, istana, dan kuil besar. Kuil di Tenochtitlan merupakan
pusat kekaisarran dan tempat suci. Setelah melakukan kampanye militer, upacara
pengorbanan diadakan di kuil itu, terkadang mencapai 20.000 korban persembahan
dalam sehari. Kekaisaran Aztek pada tahun 1500 Kekaisaran Aztek berpenduduk
lebih dari 10 juta dan menjadi penguasa tunggal di sebagian besar Meksiko,
kebanyakan dari daerah tersebut merupakan daerah yang ditaklukkan.

2.6 Ilmu pengetahuan


Orang-orang Aztek itu mengambil alih sistem kalender Amerika –Latin
dengan akurat, dan mereka mengombinasikan agama leluhur mereka dengan agama
pemukim terdahulu sehingga tercipta suatu panteisme dan ritual rumit seperti Hindu.
Mereka mengelompokkan satu tahun yang memiliki 365 hari menjadi 18 bulan yang
terdiri dari 20 hari, sisa 5 hari di anggap sebagai hari sial. Batu peninggalan memiliki
gambar berbeda untuk setiap harinya. Mereka juga membuat naskah yang tersusun
dari piktogram-piktogram dan fonem-fonem permainan kata, yang lebih Mereka
praktis daripada piktograf-piktograf tradisional Amerika-latin, dan menghasilkan
beberapa puisi yang sangat instropektif.

2.7 Kemunduran Suku Aztec


Bangsa Aztec mengalami kehancuran karena datangnya Spanyol. Dengan
raja terakhirnya Monte Zuma II. Bangsa Spanyol banyak membunuh orang-orang
Aztec. Polusi Hancurkan sisa kebudayaan Pra-Aztec MEXICO CITY, Kilang-kilang
minyak dan pembangkit-pembangkit tenaga listrik yang memompa polutan udara
asam ke pantai Teluk Meksiko mengancam kelestarian lukisan-lukisan dinding
(mural) batu di reuntuhan kota El Tajin yang berasal dari era sebelum kemunculan
suku Aztec.

8
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Bangsa Aztec merupakan suatu bangsa yang berperadaban tinggi di
meksiko, telah mengenal kepercayaan polythiesme, dan dewa matahari adalah
Tuhan mereka yang sangat di takuti, karena ketakutan akan marahnya sang dewa
Bangsa Aztec melakukan pengorbanan hati dan darah manusia di atas altar
pyramid untuk dipersembahkan kepada sang dewa.
Pennggalan bangsa aztec sangat tinggi dengan pembuatan jalan, jembatan
serta kuil-kuil pyramid yang sangat megah. Kemajuan teknologi mereka sangat
tinggi pada masa itu. Sebagian besar mata pencaharian mereka bertani dan
berdagang membuat ekonomi stabil dan makmur. Dengan semua kehebatan yang
mereka ciptakan membuat mereka menjadi pusat peradaban pada waktu itu,
sehingga membuat bangsa spanyol berhasyrat untuk menaklukannya.

3.2. Saran
Peradaban tingkat tinggi di Aztec Meksiko sangat menarik untuk kita
pelajari, tidak terbayang kehebatan mereka dalam menciptakan suatu kebudayaan
dan teknologi yang tnggi pada waktu itu. Walaupun di bangasa kita tidak
mengalami masa peredaban tinggi pada waktu dulu, dengan mempelajari bangsa
Aztec harus membuat kita termotivasi untuk mencontoh semangat mereka, namun
harus tetap pada konteks masa kini yang kita jalani saat ini.
Semoga kita dapat mengambil manfaat dari semua peradaban bangsa
Aztec namun hanya sisi yang positif yang kita ambil, sisi primitif yang terkandung
didalamanya harus kita buang jauh-jauh karena sudah tidak singkron dengan era
globalisasi masa kini.

9
DAFTAR PUSTAKA

http://embosatria.blogspot.com/2011/05/bab.html
http://www.historicalwaktu.online/2017/03/makalah-sejarah-dunia-peradaban-suku.html
http://asikpuisi.blogspot.com/2012/03/makalah-perkembangan-bangsa-aztec_07.html

10