Anda di halaman 1dari 47

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Tgl.

Berlaku : 03/01/2011

SMK NEGERI 6 PALEMBANG

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam


Kelas/Semester : XI / 3
Tahun Pelajaran : 2011/2012
ISO 9001 : 2008

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Standar Kompetensi : 2. Memahami polusi dan dampaknya pada manusia


dan lingkungannya

Kompetensi Dasar : 2.1. Mengidentifikasi jenis limbah

Pertemuan Ke : 1, 2, 3, 4 dan 5

Indikator : 1. Menjelaskan pengertian limbah di lingkungan


2. Menngidentifikasi limbah berdasarkan jenis
senyawa, wujud dan sumbernya
3. Menngidentifikasi jenis limbah yang dapat
dimanfaatkan tanpa daur ulang dengan daur ulang

Alokasi waktu : 14 x 45’ Menit / 14 Jam Pelajaran

I. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi :
- Peserta didik dapat menyebuatkan pengertian limbah
- Peserta didik dapat menjelaskan limbah berdasarkan jenis senyawa, wujud dan
sumbernya
- Peserta didik dapat menjelaskan jenis limbah yang dapat dimanfaatkan tanpa
daur ulang dengan daur ulang

II. Materi Pembelajaran


1. Pengertian limbah
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 18/1999, Limbah didefinisikan
sebagai sisa/buangan dari suatu usaha dan/atau kegiatan manusia.

2. Pengelompokkan limbah berdasarkan jenis senyawa


Berdasarkan pengertian secara teknis :
• Limbah organik ialah limbah yang hanya berasal dari makhluk hidup (alami)
dan sifatnya mudah membusuk sehingga dapat diuraikan oleh
mikroorganisme.
• Limbah anorganik ialah limbah yang tidak dapat atau sulit terurai/busuk
secara alami oleh mikroorganisme.

Berdasarkan pengertian secara kimiawi :


• Limbah organik ialah limbah yang mengandung unsur karbon (C)
• Limbah anorganik ialah limbah yang tidak mengandung unsur karbon (C)
Contoh limbah organik : kotoran hewan, sisa tumbuhan mati, sisa makanan
dan lain-lain. Contoh limbah anorgnik : plastic, kertas, karet, logam-logaman
besi, aluminium), kaca dan lain-lain.

Pengelompokkan limbah berdasarkan wujud :


a. Limbah cair ialah segala limbah yang berwujud cair. Limbah cair terlarut
dalam air, selalu berpindah dan tidak pernah diam. Contoh limbah cair : air
deterjen, sisa cucian, air sabun, minyak jelantah, oli bekas dan lain-lain.
Limbah cair dapat diklasifikasikan menjadi empat kelompok :
1. Limbah cair domestik (domestic wastewater)
2. Limbah cair industri (industrial wastewater)
3. Rembesan dan Luapan (infiltration and inflow)
4. Air hujan (storm water)

b. Limbah padat ialah limbah yang berwujud padat. Biasanya disebut sebagai
sampah. Limbah padat bersifat kering, tidak dapat berpindah kecuali ada
yang memindahkannya. Contoh limbah padat : plastic, kertas, sisa makanan
dan lain-lain.
Limbah padat dapat diklasifikasikan menjadi enam kelompok :
1. Sampah organik mudah busuk (garbage)
2. Sampah anorganik dan organik tidak mudah busuk (rubbish)
3. Sampah abu (ashes)
4. Sampah bangkai binatang (dead animal)
5. Sampah sapuan (street sweeping)
6. Sampah industri (industrial waste)

c. Limbah gas ialah limbah yang berwujud gas. Limbah gas dapat dilihat
dalam bentuk asap.
Beberapa macam limbah gas yang umumnya ada di udara

Jenis Keterangan
Karbon monoksida(CO) Gas tidak berwarna, tidak berbau dan beracun
Karbon dioksida (CO2) Gas tidak berwarna, tidak berbau
Nitrogen oksida (NOx) Gas berwarna dan berbau
Sulfur oksida (SOx) Tidak berwarna, berbau tajam
Asam klorida (HCl) Berupa uap
Ammonia (NH3) Gas tidak berwarna, berbau
Metan (CH4) Gas berbau
Hidrogen fluorida (HF) Gas tidak berwarna
Nitrogen sulfida (NS) Gas berbau
Klorin (Cl2) Gas berbau

Pengelompokkan limbah berdasarkan sumber :


a. Limbah Domestik (Rumah Tangga) ialah limbah yang berasal dari kegiatan
pemukiman penduduk (rumah tangga) dan kegiatan usaha seperti pasar,
restoran dan gedung perkantoran.
b. Limbah Pertanian
c. Limbah Pertambangan
d. Limbah Industri

3. Jenis limbah yang dapat dimanfaatkan tanpa daur ulang dan dengan daur ulang.
a. Limbah organik : limbah yang tersusun dan berasal dari bahan organik
seperti tumbuhan dan hewan. Contoh : dedaunan, sisa makanan.
b. Limbah anorganik : limbah yang tersusun dan berasal daril bahan anorganik
biasanya diambil dari sumber daya alam tidak terbarui atau proses industri.
Contoh : sampah logam, kaca.
c. Limbah khusus : limbah yang disusun oleh bahan beracun dan berbahaya
(B3) atau radioaktif sehingga memerlukan penanganan khusus untuk
menghindari bahaya yang ditimbulkan. Contoh : sisa obat-obatan, sampah
nuklir, sisa batu baterai.

III.Metode Pembelajaran
1. Metode : pengamatan : pengamatan, penugasan, diskusi, tanya jawab.
2. Model Pembelajaran : Pembelajaran Langsung

IV. Kegiatan Pembelajaran


Pertemuan 1
A. Kegiatan awal (10 menit)
a. Guru mengucapkan salam dan mengecek kehadiran siswa.
b. Guru mereviu pelajaran yang lalu dan menanyakan secara
lisan tentang bahan-bahan buangan yang dihasilkan dari rumah tangga.
c. Guru menginformasikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai.
d. Guru menyampaikan strategi pembelajaran yang
digunakan.

B. Kegiatan Inti (65 menit)


1. Eksplorasi
a. Guru melibatkan peserta didik dalam mengartikan pengertian limbah
b. Guru melibatkan peserta didik dalam mengelompokkan
limbah berdasarkan jenis senyawa.

2. Elaborasi
a. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok.
b. Peserta didik membahas dan memecahkan permasalahan yang diberikan
guru.
c. Guru melihat pekerjaan siswa dan memberikan bimbingan bagi yang
mengalami kesulitan.

3. Konfirmasi
a. Setiap kelompok diminta mempresentasikan hasil kerjanya dan
kelompok lain menanggapi.
b. Guru mengklarifikasi apabila timbul permasalahn dan menarik
kesimpulan.

3. Kegiatan Akhir (15 menit)


a. Guru menutup pelajaran dengan membimbing siswa menyimpulkan materi
yang telah dipelajari.
b. Guru menyampaikan materi berikutnya dan memberikan PR.

Pertemuan 2
1. Kegiatan awal (10 menit)
a. Guru mengucapkan salam dan mengecek kehadiran siswa.
b. Guru mengingatkan peserta didik pelajaran yang lalu dan
menanyakan secara lisan tentang pengertian limbah.
c. Guru menginformasikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai.
d. Guru menyampaikan strategi pembelajaran yang
digunakan.

2. Kegiatan Inti (65 menit)


1. Eksplorasi
Guru melibatkan peserta didik dalam mengelompokkan limbah berdasarkan
wujudnya.

2. Elaborasi
a. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok.
b. Peserta didik membahas dan memecahkan permasalahan yang diberikan
guru.
c. Guru melihat pekerjaan siswa dan memberikan bimbingan bagi yang
mengalami kesulitan.

3. Konfirmasi
a. Setiap kelompok diminta mempresentasikan hasil kerjanya dan
kelompok lain menanggapi.
b. Guru mengklarifikasi apabila timbul permasalahn dan
menarik kesimpulan.

3. Kegiatan Akhir (10 menit)


a. Guru menutup pelajaran dengan membimbing siswa menyimpulkan materi
yang telah dipelajari.
b. Guru menyampaikan materi berikutnya dan memberikan PR.

Pertemuan 3
1. Kegiatan awal (10 menit)
a. Guru mengucapkan salam dan mengecek kehadiran siswa.
b. Guru mengingatkan peserta didik pelajaran yang lalu dan menanyakan
secara lisan tentang jenis-jenis sampah berdasarkan wujudnya.
c. Guru menginformasikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai.
d. Guru menyampaikan strategi pembelajaran yang
digunakan.
2. Kegiatan Inti (65 menit)
1. Eksplorasi
Guru melibatkan peserta didik dalam mengelompokkan limbah berdasarkan
sumbernya.

2. Elaborasi
a. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok.
b. Peserta didik membahas dan memecahkan permasalahan yang diberikan
guru.
c. Guru melihat pekerjaan siswa dan memberikan bimbingan bagi yang
mengalami kesulitan.

3. Konfirmasi
a. Setiap kelompok diminta mempresentasikan hasil kerjanya dan
kelompok lain menanggapi.
b. Guru mengklarifikasi apabila timbul permasalahn dan menarik
kesimpulan.

3. Kegiatan Akhir (10 menit)


a. Guru menutup pelajaran dengan membimbing siswa menyimpulkan materi
yang telah dipelajari.
b. Guru menyampaikan materi berikutnya dan memberikan PR.

Pertemuan 4
1. Kegiatan awal (10 menit)
a. Guru mengucapkan salam dan mengecek kehadiran siswa.
b. Guru mengingatkan peserta didik pelajaran yang lalu dan menanyakan
secara lisan tentang jenis-jenis sampah berdasarkan sumbernya.
c. Guru menginformasikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai.
d. Guru menyampaikan strategi pembelajaran yang
digunakan.

2. Kegiatan Inti (65 menit)


1. Eksplorasi
Guru melibatkan peserta didik dalam mengelompokkan jenis limbah yang
dapat dimanfaatkan tanpa daur ulang.

2. Elaborasi
a. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok.
b. Peserta didik membahas dan memecahkan permasalahan yang diberikan
guru.
c. Guru melihat pekerjaan siswa dan memberikan bimbingan bagi yang
mengalami kesulitan.
3. Konfirmasi
a. Setiap kelompok diminta mempresentasikan hasil kerjanya dan
kelompok lain menanggapi.
b. Guru mengklarifikasi apabila timbul permasalahn dan menarik
kesimpulan.

3. Kegiatan Akhir (10 menit)


a. Guru menutup pelajaran dengan membimbing siswa menyimpulkan materi
yang telah dipelajari.
b. Guru menyampaikan materi berikutnya dan memberikan PR.

Pertemuan 5
1. Kegiatan awal (10 menit)
a. Guru mengucapkan salam dan mengecek kehadiran siswa.
b. Guru mengingatkan peserta didik pelajaran yang lalu dan menanyakan
secara lisan tentang jenis limbah yang dapat dimanfaatkan tanpa daur ulang.
c. Guru menginformasikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai.
d. Guru menyampaikan strategi pembelajaran yang digunakan.

2. Kegiatan Inti (65 menit)


1. Eksplorasi
Guru melibatkan peserta didik dalam mengelompokkan jenis limbah yang
dapat dimanfaatkan dengan daur ulang.

2. Elaborasi
a. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok.
b. Peserta didik membahas dan memecahkan permasalahan yang diberikan
guru.
c. Guru melihat pekerjaan siswa dan memberikan bimbingan bagi yang
mengalami kesulitan.

3. Konfirmasi
a. Setiap kelompok diminta mempresentasikan hasil kerjanya dan
kelompok lain menanggapi.
b. Guru mengklarifikasi apabila timbul permasalahn dan menarik
kesimpulan.

3. Kegiatan Akhir (10 menit)


a. Guru menutup pelajaran dengan membimbing siswa menyimpulkan materi
yang telah dipelajari.
b. Guru menyampaikan materi berikutnya dan memberikan PR.
V. Alat, Bahan dan Sumber Belajar
- Buku IPA untuk SMK Kelas XI, Erlangga
- Buku IPA untuk SMK II A oleh Tim LP2IP Yogyakarta
- Buku IPA untuk SMK Modul 2, Sutrisno, Yudhistira
- Internet
- Lingkungan sekolah

VI. Penilaian Akhir


- Tes teori (tes formatif)
- Observasi/diskusi dan presentasi (kerja kelompok)

SOAL RPP
Pertemuan 1
1. Jelaskan pengertian dari limbah ? (Skor 2)
2. Jelaskan perbedaan antara limbah organik dan limbah anorganik ? (Skor 4)
3. Jelaskan hubungan antara limbah dengan keseimbangan lingkungan (Skor 4)

Pertemuan 2
1. Jelaskan jenis-jenis limbah berdasarkan wujudnya ? (Skor 3)
2. Limbah cair diklasifikasikan menjadi empat kelompok.
Jelaskan empat kelompok limbah cair tersebut ? (Skor 3)
3. a. Sebutkan lima macam limbah gas yang terdapat di udara ? (Skor 2)
b. Jelaskan sifat masing-masing gas tersebut (Skor 2)

Pertemuan 3
1. Berdasarkan sumbernya limbah dibagi empat jenis. Jelaskan
empat jenis limbah tersebut ? (Skor 4)
2. Sebutkan enam jenis limbah berdasarkan sifatnya ? (Skor 4)
3. Jelaskan yang dimaksud dengan limbah beracun ? (Skor 2)

Pertemuan 4
1. Jelaskan tiga jenis limbah berdasarkan dapat tidaknya dimanfaatkan ? (Skor 5)
2. Jelaskan tiga teknologi yang digunakan untuk mengolah limbah
tumbuhan ? (Skor 5)

Pertemuan 5
1. Jelaskan yang dimaksud dengan daur ulang ? (Skor 3)
2. Sebutkan minimal tiga contoh limbah yang dapat didaur ulang ? (Skor 3)
3. Sebutkan tahap-tahap pemprosesan limbah sebelum dibuang ke
perairan ? (Skor 4)
JAWABAN

Pertemuan 1
1. Limbah adalah semua bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber-sumber
aktivitas manusia maupun proses alam yang belum/tidak memiliki nilai ekonomis.

2. Limbah organik : berdasarkan pengertian secara kimiawi limbah organik


merupakan segala limbah yang mengandung unsur karbon (C), sehingga meliputi
limbah dari makhluk hidup (misalnya kotoran hewan dan manusia, sisa makanan
dan sisa-sisa tumbuhan), kertas, plastik dan karet. Namun secara teknis sebagian
Limbah anorganik : berdasarkan pengertian secara kimiawi, limbah anorganik
meliputi limbah-limbah yang tidak mengandung unsure karbon seperti logam
(misalnya besi dari mobil bekas atau perkakas dan aluminium dari kaleng bekas
atau peralatan rumah tangga), kaca dan pupuk anorganik. Secara teknis limbah
anorganik didefinisikan sebagai segala limbah yang tidak dapat atau sulit
terurai/busuk secara alami oleh mikroorganisme pengurai.

3. Hubungan antara limbah dengan keseimbangan lingkungan :


Jika suatu lingkungan terdapat limbah dengan frekuensi yang cukup banyak maka
akan menyebabkan perubahan kualitas lingkungan, baik perubahan populasi
maupun komunitas yang ada di lingkungan maka proses di dalam ekosistem tidak
stabil.

Pertemuan 2
1. Jenis-jenis sampah berdasarkan wujudnya :
a. Limbah cair
Limbah cair adalah segala jenis limbah yang berwujud cairan, berupa air beserta
bahan-bahan buangan lain yang tercampur (tersuspensi) maupun terlarut dalam
air. Contohnya air bekas mencuci pakaian, air bekas pencelupan warna pakaian
dan sebagainya.

b. Limbah padat
Limbah padat adalah segala jenis limbah yang berwujud padat. Limbah padat
bersifat kering, tidak dapat berpindah kecuali ada yang memindahkannya.
Contohnya sisa makanan, sayuran, potongan kayu, sobekan kertas, sampah
plastic dan logam

c. Limbah gas
Limbah gas adalah limbah zat (zat buangan) yang berwujud gas. Limbah gas
dapat dilihat dalam bentuk asap. Limbah gas selalu bergerak sehingga
penyebarannya sangat luas. Contohnya gas pembuangan kendaraan bermotor,
pembuatan bahan bakar minyak.
2. Limbah cair dapat diklasifikasikan menjadi empat kelompok yaitu :
a. Limbah cair domestik (domestic wastewater) yaitu limbah cair hasil buangan
dari perumahan (rumah tangga), bangunan perdagangan, perkantoran dan sarana
sejenis.
b. Limbah cair industri (industrial wastewater) yaitu limbah cair hasil buangan
industry.
c. Rembesan dan luapan (infiltration and inflow) yaitu limbah cair yang berasal
dari berbagai sumber yang memasuki saluran pembuangan limbah cair melalui
rembesan ke dalam tanah atau melalui luapan dari permukaan.
d. Air hujan (storm water) yaitu limbah cair yang berasal dari aliran air hujan di
atas permukaan tanah.

3. a. Lima macam limbah gas yang terdapat di udara : CO (karbon monoksida), CO 2


(karbon dioksida), NOx (nitrogen oksida), SOx (sulfur oksida) dan NH3
(amonia).
b. CO : gas tidak berwarna dan tidak berbau
CO2 : gas tidak berwarna dan tidak berbau
NOx : gas berwarna dan berbau
SOx : tidak berwarna dan berbau tajam
NH3 : gas tidak berwarna dan berbau

Pertemuan 3
1. Jenis-jenis sampah berdasarkan sumbernya :
Pengelompokan berdasarkan sumbernya :
a. Limbah domestik adalah limbah yang berasal dari kegiatan pemukiman
penduduk (rumah tangga) dan kegiatan usaha.
b. Limbah industri merupakan buangan hasik proses industri.
c. Limbah pertanian adalah limbah yang berasal dari daerah pertanian atau
perkebunan.
d. Limbah pertambangan adalah limbah yang berasal dari kegiatan pertambangan.

2. Enam jenis limbah berdasarkan sifatnya :


- Limbah mudah meledak
- Limbah mudah terbakar
- Limbah reaktif
- Limbah beracun
- Limbah penyebab infeksi
- Limbah korosif

3. Limbah beracun yaitu limbah yang mengandung pencemar yang bersifat racun bagi
manusia dan lingkungan yang dapat menyebabkan kematian atau sakit yang serius
apabila masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, kulit atau mulut.
Pertemuan 4
1. Tiga jenis limbah berdasarkan dapat tidaknya dimanfaatkan :
a. Sampah organic ialah sampah yang tersusun dan berasal dari bahan organik
seperti tumbuhan dan hewan. Contoh dedauanan, sisa makanan.
b. Sampah anorganik ialah sampah yang tersusun dan berasal dari bahan anorganik
biasanya diambil dari sumber daya alalm yang tidak terbarui atau proses
industri. Contoh sampah logam, kaca, plastic.
c. Sampah khusus ialah sampah yang tersusun oleh bahan beracun dan berbahaya
(limbah B3) atau radioaktif sehingga memerlukan penanganan khusus untuk
menghindari bahaya yang ditimbulkan. Contoh sisa obat-obatan, sampah nuklir
dan sisa batu baterai.
2. Tiga teknologi yang digunakan untuk mengolah limbah tumbuhan :
a. Teknologi ATD
Teknologi ATD ini mampu mengubah limbah tumbuhan menjadi pupuk organic
yang bersih dan terbebas dari bakteri pathogen.
b. Teknologi fermentasi probiotik
Teknologi fermentasi probiotik dapat mengubah limbah tumbuhan seperti
molasses, ampas debu, dedak padi, ampas tahu, bungkil kedelai, bungkil kelapa
dan ampas kopi dapat dikembangkan menjadi bahan baku pakan ternak.
c. Teknologi pengomposan
Teknologi pengomposan merupakan penguraian dan pemantapan bahan-bahan
organic secara biologis dalam suhu tinggi dengan hasil akhir berupa bahan yang
cukup bagus untuk diaplikasikan ke tanah. Teknologi pengomposan dapat
dilakukan secara aerob maupun anaerob dengan atau tanpa tambahan.

Pertemuan 5
1. Daur ulang adalah suatu proses ulang terhadap bahan buangan menjadi suatu
produk seperti awalnya atau menjadi produk lain yang dapat dimanfaatkan kembali.

2. Contoh limbah yang dapat didaur ulang ialah limbah kertas yang dapat didaur ulang
menjadi kertas kembali, limbah kaca dalam bentuk botol atau wadah bias didaur
ulang menjadi botol atau wadah kaca kembali atau dicampur dengan aspal untuk
menjadi bahan pembuat jalan, kaleng alumninum bekas bias didaur ulang menjadi
kalenga aluminium lagi, sisa-sisa makanan atau potongan sayuran dan buah-buahan
diolah menjadi pupuk kompos.

3. Tahap-tahap pemprosesan limbah sebelum dibuang ke perairan :


a. Penyaringan
b. Pemisahan partikel
c. Proses biologi, berupa penggunaan mikroorganisme aerobic untuk membantu
penghancuran limbah organik
d. Proses kimia yaitu pemakaian bahan-bahan kimia untuk menghilangkan rasa

5. Limbah beracun yaitu limbah yang mengandung pencemar yang bersifat racun bagi
manusia dan lingkungan yang dapat menyebabkan kematian atau sakit yang serius
apabila masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, kulit atau mulut.
FORMAT PENILAIAN DISKUSI / PRESENTASI

MATA PELAJARAN :
KELAS :
SK/KD/TOPIK :
HARI/TANGGAL :

Aspek Penilaian Nilai


NO NAMA SISWA Pemahaman Kerja Rata- Ket
Aktif Komunikasi Sikap
Materi sama rata
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
Menyetujui, Palembang, 18 Juli 2011
Wakil Bidang Kurikulum Guru IPA

Drs. H. Zulfikri, M.Pd Nurbani Mulia Utami, ST


NIP. 196406121989031012

Mengetahui,
Kepala Sekolah SMKN 6,

Dra. Hj. Natika, MM


NIP.195612221983032002
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Tgl. Berlaku : 03/01/2011

SMK NEGERI 6 PALEMBANG

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam


Kelas/Semester : XI / 3
Tahun Pelajaran : 2011/2012
ISO 9001 : 2008

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Standar Kompetensi : 2. Memahami polusi dan dampaknya pada manusia


dan lingkungannya

Kompetensi Dasar : 2.2. Mengidentifikasi jenis polusi pada lingkungan


kerja

Pertemuan : 8, 9, 10, 11, 12 dan 13

Indikator : 1. Mengidentifikasi jenis-jenis polusi berdasarkan


keberadaan dan jenis lingkungannya
2. Mengidentifikasi polutan berdasarkan jenis
senyawa, wujud dan sifatnya
3. Menngidentifikasi jenis polutan di lingkungan
yang dapat dimanfaatkan tanpa daur ulang dan
dengan daur ulang
4. Menjelaskan indikator-indikator polusi udara, air
dan tanah

Alokasi Waktu : 16 x 45’ Menit / 16 Jam Pelajaran

I. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi :
- Peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis polusi berdasarkan keberadaan
dan jenis lingkungannya
- Peserta didik dapat mengidentifikasi polutan berdasarkan jenis senyawa, wujud
dan sifatnya
- Peserta didik dapat menngidentifikasi jenis polutan di lingkungan yang dapat
dimanfaatkan tanpa daur ulang dan dengan daur ulang
- Peserta didik dapat menjelaskan indikator-indikator polusi udara, air dan tanah

II. Materi Pembelajaran


1. Pengertian Polusi (Pencemaran)
Masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen
lain ke dalam lingkungan oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun
sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan tidak dapat berfungsi
sesuai dengan peruntukkannya (UU RI no.23 tahun 1997).
Penyebab polusi disebut polutan
2. Pengelompokkan polusi berdasarkan sumbernya :
• Pencemaran alami
Pencemaran yang bahan pencemarannnya berasal dari alam. Contohnya : gas,
partikel debu yang yang dikeluarkan gunung meletus, debu, tanah, pasir yang
terbawa angin.
• Pencemaran karena kegiatan manusia
Contohnya : kegiatan industry, pertanian, pertambangan, rumah tangga.

Pengelompokkan polusi berdasarkan sifat zat pencemarannya :


• Pencemaran Biologis
Pencemaran terhadap lingkungan yang disebabkan oleh berbagai macam
mikroba yang dapat menimbulkan berbagai penyakit.
• Pencemaran Fisik
Pencemaran terhadap lingkungan yang disebabkan oleh benda cair, padat dan
gas.
• Pencemaran Kimiawi
Pencemaran terhadap lingkungan yang disebabkan oleh bahan/zat kimia.

Pengelompokkan polusi berdasarkan keberadaan di lingkungan :


• Polusi Udara
Masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau
komponen lain ke udara yang menyebabkan komposisi udara menjadi berubah
sehingga udara tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukkannya.
Jenis-jenis polutan di udara : materi partikulat, nitrogen oksida, sulfur oksida,
karbon oksida, hidrokarbon, ozon, suara.
• Polusi Air
Masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau
komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga menyebabkan
(tercemar) kualitas atau mutu air terganggu sampai tingkat tertentu air
sehingga udara tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukkannya.
Polutan di air : Agen penyebab penyakit limbah yang memerlukan O2, bahan
kimia organik, bahan kimia anorganik, nutrien tumbuhan, sedimen, bahan
radioaktif, panas.
• Polusi Tanah
Masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau
komponen lain ke dalam tanah sehingga menyebabkan perubahan sifat fisik
dan kimia tanah dan mempengaruhi keseimbangan ekologi.
Polutan utama di tanah : limbah padat (sampah), logam berat, pestisida,
nitrogen, fosfat, dan garam mineral. Sumber utama polusi tanah : kegiatan
pertanian

3. Pengelompokkan polutan berdasarkan jenis senyawa :


• Polutan Udara
• Asap
• Karbon monoksida
• Karbon dioksida
• CFC (Cloro Fluoro Carbon)
• Sulfur oksida
• Nitrogen oksida
• Polutan Air
• Logam berat dan senyawa kimia dari limbh pabrik yang dibuang ke sungai,
kolam dan perairan lainnya.
• Detergen, kaleng, plastik, sisa-sisa makanan dan sebagainya dari limbah
rumbah tangga atau limbah domestik.
• Pestisida, pupuk buatan dan sisa sampah pertanian dan kegiatan pertanian.
• Lumpur-lumpur hasil erosi dan tanah longsor.
• Zat asam dari hujan asam.
• Tumpahan minyak.

• Polutan Tanah
Zat pencemar/polutan yang berada di tanah anatara lain berasal dari limbah
industri, limbah rumah tangga, hujan asam, tumpahan minyak dan lain-lain.
Benda-benda padat seperti kertas, plasti, aluminium, kaleng, botol dan benda
cair seperti tumpahan minyak dan limbah cair pabrik.

Pengelompokkan polutan berdasarkan wujudnya :


• Polutan padat, misalnya kertas, kaleng, besi, logam, plastik dan lain-lain.
• Polutan cair, misalnya tumpahan minyak, pestisida, detergen dan sebagainya.
• Polutan gas, misalnya CFC, karbon dioksida, karbon monoksida, metana dan
lain-lain.

Pengelompokkan polutan berdasarkan sifatnya :


• Polutan biodegredable adalah polutan yang dapat diuraikan oleh proses alam.
Contoh : kayu, kertas, sisa makanan, sampah, dedauanan dan lain-lain.
• Polutan nonbiodegredable adalah polutan yang tidak dapat diuraikan oleh
proses alam sehingga akan tetap berada pada lingkungan tersebut untuk
jangka waktu yang sangat lama. Contoh : gelas, kaleng, pestisida, residu
radioaktif dan logam toksik.

4. Indikator Pencemaran
Pengukuran terhadap faktor-faktor fisik, kimia atau biologi yang menunjukkan
adanya degradasi atau kerusakan pada lingkungan yang tercemar.
• Indikator Polusi Udara
Contoh indikator fisik polusi udara adalah warna dan bau udara. Contoh
indikator kimia polusi udara adalah konsentrasi gas-gas polutan seperti CO2,
SO2 dan materi partikulat. Contoh indikator biologi polusi udara adalah lumut
kerak.
• Indikator Polusi Air
Contoh indikator fisik polusi air adalah kekeruhan, warna, bau dan suhu air.
Contoh indikator kimia polusi air adalah kandungan nutrisi dan logam berat,
DO dan BOD serta pH. Contoh indikator biologi polusi air adalah diatom,
rotifer dan bakteri koliform.
• Indikator Polusi Tanah
Contoh indikator fisik polusi tanah adalah warna, kepadatan dan tekstur tanah.
Contoh indikator kimia polusi tanah adalah pH, salinitas serta berbagai
kandungan senyawa organic dan anorganik dalam tanah. Contoh indikator
biologi polusi air adalah cacing tanah.
III.Metode Pembelajaran :
1. Metode : pengamatan : pengamatan, penugasan, diskusi, tanya jawab.
2. Model Pembelajaran : Pembelajaran Langsung

IV. Kegiatan Pembelajaran


Pertemuan 8
1. Kegiatan awal (10 menit)
a. Guru mengucapkan salam dan mengecek kehadiran siswa.
b. Guru mengingatkan peserta didik pelajaran yang lalu dan
menanyakan secara lisan tentang baku mutu lingkungan.
c. Guru menginformasikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai.
d. Guru menyampaikan strategi pembelajaran yang
digunakan.

2. Kegiatan Inti (65 menit)


1. Eksplorasi
Guru melibatkan peserta didik dalam mengidentifikasi jenis-jenis polusi
berdasarkan keberadaan.

2. Elaborasi
a. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok.
b. Peserta didik membahas dan memecahkan permasalahan yang diberikan
guru.
c. Guru melihat pekerjaan siswa dan memberikan bimbingan bagi yang
mengalami kesulitan.

3. Konfirmasi
a. Setiap kelompok diminta mempresentasikan hasil kerjanya dan
kelompok lain menanggapi.
b. Guru mengklarifikasi apabila timbul permasalahn dan
menarik kesimpulan.

3. Kegiatan Akhir (15 menit)


a. Guru menutup pelajaran dengan membimbing siswa menyimpulkan materi
yang telah dipelajari.
b. Guru menyampaikan materi berikutnya dan memberikan PR.

Pertemuan 9
1. Kegiatan awal (10 menit)
a. Guru mengucapkan salam dan mengecek kehadiran siswa.
b. Guru mengingatkan peserta didik pelajaran yang lalu dan menanyakan
secara lisan tentang pengertian pencemaran.
c. Guru menginformasikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai.
d. Guru menyampaikan strategi pembelajaran yang digunakan.
2. Kegiatan Inti (65 menit)
1. Eksplorasi
Guru melibatkan peserta didik dalam mengidentifikasi jenis-jenis polusi
berdasarkan jenis lingkungannya.

2. Elaborasi
a. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok.
b. Peserta didik membahas dan memecahkan permasalahan yang diberikan
guru.
c. Guru melihat pekerjaan siswa dan memberikan bimbingan bagi yang
mengalami kesulitan.

3. Konfirmasi
b. Setiap kelompok diminta mempresentasikan hasil
kerjanya dan kelompok lain menanggapi.
c. Guru mengklarifikasi apabila timbul permasalahn dan menarik
kesimpulan.

3. Kegiatan Akhir (15 menit)


a. Guru menutup pelajaran dengan membimbing siswa menyimpulkan materi
yang telah dipelajari.
b. Guru menyampaikan materi berikutnya dan memberikan PR.

Pertemuan 10
1. Kegiatan awal (10 menit)
a. Guru mengucapkan salam dan mengecek kehadiran siswa.
b. Guru mengingatkan peserta didik pelajaran yang lalu dan
menanyakan secara lisan tentang pengertian pencemaran air.
c. Guru menginformasikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai.
d. Guru menyampaikan strategi pembelajaran yang
digunakan.

2. Kegiatan Inti (65 menit)


1. Eksplorasi
Guru melibatkan peserta didik dalam mengidentifikasi jenis-jenis polutan
berdasarkan jenis senyawa.

2. Elaborasi
a. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok.
b. Peserta didik membahas dan memecahkan permasalahan yang diberikan
guru.
c. Guru melihat pekerjaan siswa dan memberikan bimbingan bagi yang
mengalami kesulitan.
3. Konfirmasi
a. Setiap kelompok diminta mempresentasikan hasil kerjanya dan
kelompok lain menanggapi.
b. Guru mengklarifikasi apabila timbul permasalahn dan menarik
kesimpulan.

3. Kegiatan Akhir (15 menit)


a. Guru menutup pelajaran dengan membimbing siswa menyimpulkan materi
yang telah dipelajari.
b. Guru menyampaikan materi berikutnya dan memberikan PR.

Pertemuan 11
1. Kegiatan awal (10 menit)
a. Guru mengucapkan salam dan mengecek kehadiran siswa.
b. Guru mengingatkan peserta didik pelajaran yang lalu dan
menanyakan secara lisan tentang jenis-jenis polutan berdasarkan jenis
senyawanya.
c. Guru menginformasikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai.
d. Guru menyampaikan strategi pembelajaran yang
digunakan.

2. Kegiatan Inti (65 menit)


1. Eksplorasi
Guru melibatkan peserta didik dalam mengidentifikasi jenis-jenis jenis-jenis
polutan berdasarkan wujud dan sifatnya.

2. Elaborasi
a. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok.
b. Peserta didik membahas dan memecahkan permasalahan yang diberikan
guru.
c. Guru melihat pekerjaan siswa dan memberikan bimbingan bagi yang
mengalami kesulitan.

3. Konfirmasi
a. Setiap kelompok diminta mempresentasikan hasil kerjanya dan
kelompok lain menanggapi.
b. Guru mengklarifikasi apabila timbul permasalahn dan
menarik kesimpulan.

3. Kegiatan Akhir (15 menit)


a. Guru menutup pelajaran dengan membimbing siswa menyimpulkan materi
yang telah dipelajari.
b. Guru menyampaikan materi berikutnya dan memberikan PR.
Pertemuan 12
1. Kegiatan awal (10 menit)
a. Guru mengucapkan salam dan mengecek kehadiran siswa.
b. Guru mengingatkan peserta didik pelajaran yang lalu dan
menanyakan secara lisan tentang jenis-jenis polutan berdasarkan wujudnya.
c. Guru menginformasikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai.
d. Guru menyampaikan strategi pembelajaran yang
digunakan.

2. Kegiatan Inti (65 menit)


1. Eksplorasi
Guru melibatkan peserta didik dalam mengidentifikasi jenis polutan yang
dapat dimanfaatkan tanpa daur ulang dan dengan daur ulang.

2. Elaborasi
a. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok.
b. Peserta didik membahas dan memecahkan permasalahan yang diberikan
guru.
c. Guru melihat pekerjaan siswa dan memberikan bimbingan bagi yang
mengalami kesulitan.

3. Konfirmasi
a. Setiap kelompok diminta mempresentasikan hasil kerjanya dan
kelompok lain menanggapi.
b. Guru mengklarifikasi apabila timbul permasalahn dan menarik
kesimpulan.

3. Kegiatan Akhir (15 menit)


a. Guru menutup pelajaran dengan membimbing siswa menyimpulkan materi
yang telah dipelajari.
b. Guru menyampaikan materi berikutnya dan memberikan PR.

Pertemuan 13
1. Kegiatan awal (10 menit)
a. Guru mengucapkan salam dan mengecek kehadiran siswa.
b. Guru mengingatkan peserta didik pelajaran yang lalu dan
menanyakan secara lisan tentang jenis-jenis polutan pencemaran udara
c. Guru menginformasikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai.
d. Guru menyampaikan strategi pembelajaran yang
digunakan.

2. Kegiatan Inti (65 menit)


1. Eksplorasi
Guru melibatkan peserta didik dalam menjelaskan tentang indikator-
indikator polusi udara, air dan tanah indikator-indikator polusi udara, air dan
tanah. .

2. Elaborasi
a. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok.
b. Peserta didik membahas dan memecahkan permasalahan yang diberikan
guru.
c. Guru melihat pekerjaan siswa dan memberikan bimbingan bagi yang
mengalami kesulitan.

3. Konfirmasi
a. Setiap kelompok diminta mempresentasikan hasil kerjanya dan
kelompok lain menanggapi.
b. Guru mengklarifikasi apabila timbul permasalahn dan menarik
kesimpulan.

3. Kegiatan Akhir (15 menit)


a. Guru menutup pelajaran dengan membimbing siswa menyimpulkan materi
yang telah dipelajari.
b. Guru menyampaikan materi berikutnya dan memberikan PR.

V. Alat, Bahan dan Sumber Belajar


- Buku IPA untuk SMK Kelas XI, Erlangga
- Buku IPA untuk SMK II A oleh Tim LP2IP Yogyakarta
- Buku IPA untuk SMK Modul 2, Sutrisno, Yudhistira
- Internet
- Lingkungan sekolah

VI. Penilaian Akhir


- Tes teori (tes formatif)
- Observasi/diskusi dan presentasi (kerja kelompok)

SOAL RPP

Pertemuan 8
1. Jelaskan pengertian dari pencemaran ? (Skor 2)
2. Jelakan dua jenis pencemaran berdasarkan sumbernya ? (Skor 4)
3. Jelaskan tiga jenis pencemaran berdasarkan sifat zat pencemarannya ? (Skor 4)

Pertemuan 9
1. Sebutkan empat jenis pencemaran berdasarkan sumber daya dan
sektor lingkungan ? (Skor 2,5)
2. Jelaskan perbedaan antara polutan primer dan polutan sekunder ? (Skor 2,5)
3. Tuliskan empat contoh sumber-sumber pencemaran air ? (Skor 2,5)
4. Jelaskan yang dimaksud dengan pencemaran tanah ? (Skor 2,5)
Pertemuan 10
1. Sebutkan macam-macam polutan di udara beserta dampaknya bagi (Skor 4)
manusia ?
2. Jelaskan pada keadaan seperti apa suatu zat atau benda dapat disebut
sebagai polutan atau zat pencemar terhadap lingkungan (Skor 4)
3. Apa yang dimaksud polutan ? (Skor 2)

Pertemuan 11
1. Jelaskan dua macam polutan berdasarkan sifatnya ? (Skor 4)
2. Jelaskan tiga macam polutan berdasarkan wujudnya ? (Skor 4)
3. Berikan empat contoh polutan yang termasuk ke dalam polutan gas ? (Skor 2)

Pertemuan 12
1. Mengapa CFC dapat mengakibatkan lapisan ozon menipis ? (Skor 4)
Jelaskan !
2. Berupa apakah zat-zat pencemar udara pada umumnya ? Sebutkan ! (Skor 3)
3. Tuliskan lima jenis polutan padat ? (Skor 3)

Pertemuan 13
1. Jelaskan yang dimaksud dengan indikator polusi ? (Skor 1,5)
2. Jelaskan indikator fisik bagi polusi air ? (Skor 2,5)
3. Apa yang dimaksud dengan DO dan BOD ? (Skor 2)
4. Parameter apa sajakah yang digunakan untuk mengetahui kualitas air ? (Skor 2,5)
5. Jelaskan mengapa cacing tanah dapat menjadi indikator biologi bagi
polusi tanah ? (Skor 1,5)

JAWABAN

Pertemuan 8
1. Pencemaran : masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan/atau
komponen lain ke dalam lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam,
sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan
lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan
peruntukkannya.

2. Dua jenis pencemaran berdasarkan sumbernya :


a. Pencemaran alami adalah pencemaran yang bahan pencemarannya berasal dari
alam, misalnya gas dan partikel debu yang dikeluarkan gunung meletus, debu,
tanah dan pasir yang terbawa angin.
b. Pencemaran karena kegiatan manusia misalnya kegiatan industry, pertanian,
pertambangan serta rumah tangga.
3. Tiga jenis pencemaran berdasarkan sifat zat pencemarannya :
a. Pencemaran biologis adalah pencemaran terhadap lingkungan yang disebabkan
oleh berbagai macam mikroba yang dapat menimbulkan wabah penyakit.
b. Pencemaran fisik adalah pencemaran terhadap lingkungan yang disebabkan oleh
benda cair, padat dan gas.
c. Pencemaran kimiawi adalah pencemaran terhadap lingkungan yang disebabkan
oleh bahan/zat kimia.

Pertemuan 9
1. Empat jenis pencemaran berdasarkan sumber daya dan sektor lingkungan :
- Pencemaran terhadap air
- Pencemaran terhadap udara
- Pencemaran terhadap tanah
- Pencemaran terhadap suara

2. Perbedaan polutan primer dan polutan sekunder


- Polutan primer ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara, contohnya
karbon monoksida (CO) dan sulfur dioksida (SO2)
- Polutan sekunder terbentuk dari reaksi polutan primer di atmosfer, contohnya
sulfur trioksida (SO3) dan ozon (O3)

3. Empat contoh sumber-sumber pencemaran air :


- Limbah cair pabrik yang mengandung logam berat
- Limbah pembuangan rumah tangga
- Limbah pertanian
- Zat asam dari hujan asam

4. Pencemaran tanah adalah peristiwa masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup,


zat, energi dan/atau komponen lain ke dalam tanah oleh kegiatan manusia atau oleh
proses alam, sehingga menyebabkan perubahan sifat fisik dan kimia tanah dan
mempengaruhi keseimbangan ekologi

Pertemuan 10
1. Macam-macam polutan di udara beserta dampaknya bagi manusia :
- Asap berdampak langsung pada mata menyebabkan perih
- CO (karbon monoksida) menyebabkan pusing-pusing
- CO2 (karbon dioksida) mengurangi kemampuan darah mengangkut oksigen

2. Suatu zat atau benda dapat disebut sebagai polutan atau zat pencemar terhadap
lingkungan jika :
- Jumlahnya melebihi jumlah normal/ambang batas
- Berada pada tempat yang tidak tepat
- Berada pada waktu yang tidak tepat
3. Polutan adalah suatu zat yang menjadi sebab pencemaran terhadap lingkungan atau
zat pencemar

Pertemuan 11
1. Dua macam polutan berdasarkan sifatnya :
a. Polutan biodegredable ialah polutan yang dapat diuraikan oleh proses alam.
Contoh kayu, kertas, bahan, sisa makanan, sampah, dedaunan dan lain-lain.
b. Polutan nonbiodegredable ialah polutan yang tidak dapat diuraikan oleh proses
alam sehingga akan tetap berada pada lingkungan tersebut untuk jangka waktu
yang sangat lama. Contoh gelas, kaleng, pestisida, residu radioaktif dan logam
toksik.

2. Tiga macam polutan berdasarkan wujudnya :


a. Polutan padat, misalnya kertas, kaleng, logam dan lain-lain
b. Polutan cair, misalnya tumpahan minyak
c. Polutan gas, misalnya CFC, CO, CO2

3. Empat contoh polutan yang termasuk ke dalam polutan gas :


- CFC
- CO (karbon monoksida)
- CO2 (karbon dioksida)
- metana

Pertemuan 12
1. CFC dapat mengakibatkan lapisan ozon menipis karena CFC bersifat sangat ringan
sehingga mudah terangkat ke atmosfer.

2. Zat-zat pencemar udara pada umumnya berupa debu, asap, dan gas buangan hasil
pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak dan batu bara oleh kendaraan/alat
transportasi dan mesin-mesin pabrik.

3. Lima jenis polutan padat : plastik, kaca, logam, besi, kaleng, kertas

Pertemuan 13
1. Indikator polusi adalah pengukuran terhadap faktor-faktor fisik, kimia atau biologi
yang menunjukkan adanya degradasi atau kerusakan pada lingkungan yang
tercemar

2. Indikator fisik bagi polusi air adakah kekeruhan, bau, warna dan suhu. Air yang
bersih seharusnya jernih (tidak keruh), tidak berbau, tidak berwarna dan suhunya
relatif sedang. Perubahan pada sifat-sifat fisik air bersih menandakan air telah
tercemar
3. DO (dissolved demand) adalah banyaknya oksigen yang terlarut didalam air
BOD (biochemical demand) adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh makhluk
hidup di dalam air untuk kebutuhan respirasinya

4. Parameter yang digunakan untuk mengetahui kualitas air :


- Nilai pH, tingkat keasaman dan alkanitas
- Suhu
- Warna
- Jumlah padatan
- Nilai BOD/COD
- Pencemaran bakteri patogen
- Kandungan minyak
- Kandungan logam berat
- Kandungan bahan radioaktif

5. Cacing tanah dapat menjadi indikator biologi bagi polusi tanah karena populasi
cacing tanah b oleh kondisi tanah habitatnya seperti kondisi suhu, kelembapan, pH,
salinitas, aerasi dan tekstur tanah sehingga apabila terjadi polusi tanah akan
menyebabkan perubahan kondisi tanah yang dapat mengakibatkan kematian pada
cacing tanah
FORMAT PENILAIAN DISKUSI / PRESENTASI

MATA PELAJARAN :
KELAS :
SK/KD/TOPIK :
HARI/TANGGAL :

Aspek Penilaian Nilai


NO NAMA SISWA Pemahaman Kerja Rata- Ket
Aktif Komunikasi Sikap
Materi sama rata
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
Menyetujui, Palembang, 18 Juli 2011
Wakil Bidang Kurikulum Guru IPA

Drs. H. Zulfikri, M.Pd Nurbani Mulia Utami, ST


NIP. 196406121989031012

Mengetahui,
Kepala Sekolah SMKN 6,

Dra. Hj. Natika, MM


NIP.195612221983032002
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Tgl. Berlaku : 03/01/2011

SMK NEGERI 6 PALEMBANG

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam


Kelas/Semester : XI / 3
Tahun Pelajaran : 2011/2012
ISO 9001 : 2008

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Standar Kompetensi : 2. Memahami polusi dan dampaknya pada manusia


dan lingkungannya

Kompetensi Dasar : 2.3. Mendeskripsikan dampak polusi terhadap


kesehatan manusia dan lingkungan

Pertemuan ke : 9 dan 10

Indikator : 1. Menjelaskan dampak polusi terhadap penurunan


kualitas hidup manusia
2. Menjelaskan dampak polusi terhadap kesehatan
manusia dan lingkungan dihubungkan dengan
fakta-fakta yang ada di lingkungan

Alokasi waktu : 8 x 45’ Menit / 8 Jam Pelajaran


I. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi :
- Peserta didik dapat menjelaskan dampak polusi terhadap penurunan kualitas
hidup manusia
- Peserta didik dapat menjelaskan dampak polusi terhadap kesehatan manusia dan
lingkungan dihubungkan dengan fakta-fakta yang ada di lingkungan

II. Materi Pembelajaran


1. Dampak Pencemaran Terhadap Kesehatan Manusia
a. Dampak pencemaran udara terhadap kesehatan manusia
Pencemaran udara berdasarkan pengaruhnya terhadap gangguan kesehatan
dibedakan menjadi tiga jenis yaitu :
• Iritansia
• Asfiksia
• Anestesia

b. Dampak pencemaran air terhadap kesehatan manusia


Pencemaran air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar, seperti
limbah industri, sisa agrokimia, pembuangan limbah domestik, sampah
organik dan tumpahan minyak. Hal ini mengurangi kualitas air dan
berdampak pada kesehatan manusia.
Berikut ini berbagai penyakit yang dapat ditimbulkan oleh pencemaran air:
• Penyakit menular
Penyakit menular akibat pencemaran air dapat terjadi karena berbagai
macam sebab, antara lain karena alasan berikut :
• Air yang tercemar dapat menjadi media bagi perkembangbiakan dan
persebaran mikroorganisme, termasuk mikroba patogen.
• Air yang telah tercemar tidak dapat lagi digunakan sebagai pembersih
sedangkan kebersihan manusia dan lingkungannya menjadi tidak
terjamin yang pada akhirnya menyebabkan manusia mudah terserang
penyakit.

• Penyakit tidak menular


Beberapa polutan atau pencemar air tersebut adalah sebagai berikut :
- Kadmium (Cd)
• Menyebabkan keguguran, kelahiran prematur atau kematian janin.
• Pada anak-anak menyebabkan kecacatan mental dan gangguan fisik.
• Pada orang dewasa meningkatkan resiko hipertensi (tekanan darah
tinggi.

- Merkuri (Hg)
• Pada wanita hamil dapat menyebabkan janin menjadi cacat mental.
• Tubuh yang terpapar merkuri untuk waktu yang lama dapat mengalami
kerusakan ginjal, syaraf dan jantung.
• Pada konsentrasi rendah, merukuri dapat menimbulkan sakit kepala,
depresi dan perubahan prilaku.
.
- Kobalt (Co)
• Mempengaruhi otot polos pembuluh darah akibatnya tekanan darah
menjadi tinggi dan dapat menyebabkan gagal jantung.
• Mengakibatkan kerusakan pada organ ginjal dan hati.

- Timbal (Pb)
• Menyebabkan keguguran, kelahiran prematur atau kematian janin.
• Pada anak-anak menyebabkan kecacatan mental dan gangguan fisik.
• Pada orang dewasa meningkatkan resiko hipertensi (tekanan darah
tinggi).

c. Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan manusia


Dampak polusi tanah terhadap manusia dirasakan secara tidak langsung dan
berlangsung dalam jangka waktu yang agak lama. Contohnya polusi tanah yang
disebabkan penggunaan bahan agrokimia dalam bidang pertanian. Penggunaan
pupuk dan pestisida dalam jumlah yang tidak tepat dapat mencemari tanah
dengan kadar racun yang beraneka ragam. Terjadinya degradasi tanah pertanian
semakin parah karena terakumulasinya bahan agrokimia tersebut. Pencemaran
tanah pada akhirnya akan berpengaruh terhadap manusia dalam bentuk
makanan dan minuman yang tercemar. Bahan tersebut akan masuk ke tanaman
dan akan dikonsumsi oleh manusia. Secara tidak langsung, bahan tersebut akan
terakumulasi dalam tubuh manusia dan akan menimbulkan dampak pada
kesehatan.
2. Dampak Pencemaran terhadap Lingkungan (Biotik dan Abiotik)
a. Dampak pencemaran udara terhadap lingkungan
Dampak pencemaran udara terhadap lingkungan antara lain :
1. Dampak terhadap tanaman
Tanaman yang tumbuh di daerah yang tingkat polusi udaranya tinggi dapat
mengganggu pertumbuhan tanaman tersebut. Selain itu tanaman rawan akan
penyakit seperti klorosis, nekrosis dan bintik hitam. Partikulat yang
menutupi permukaan daun akan menghambat proses fotosintesis. Dampak
SO2 terhadap tanaman dapat menimbulkan pemucatan pada bagian antara
tulang atau tepi daun. Emisi fluorin (F), sulfur dioksida (SO2) dan ozon (O3)
mengakibatkan proses asimilasi pada tumbuhan.

2. Hujan Asam
Penyebab utama hujan asam yaitu gas SO2 dan NO2 yang merupakan
polutan di udara.
Asam-asam tersebut larut dalam air hujan dan turun ke bumi. pH normal air
hujan adalah 5,6. Pencemar udara SO2 dan NO2 yang menghasilkan asam
dapat menyebabkan pH air hujan kurang dari 5,6 dan menyebabkan air
hujan asam. Dampak hujan asam terhadap lingkungan sebagai berikut:
- Hujan asam akan merusak tanaman. Tanaman akan tumbuh tidak normal,
bahkan kering dan mati karena tingkat keasaman tanah dan air menjadi
tinggi.
- Hujan asam mempengaruhi kualitas air permukaan. Air permukaan
menjadi asam, hewan dan tumbuhan air yang atidak tahan terhadap kadar
asam yang tinggi akan mengalami gangguan dan bahkan mati.
- Hujan asam dapat melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam
tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan. Hujan
asam dapat menyebabkan endapan logam beracun seperti oksida merkuri
(HgO) dan aluminium oksida (Al2O3) yang larut dalam air sehingga hewan
dan tumbuhan air dapat teracuni.
- Hujan asam bersifat korosif sehingga dapat merusak material dan
bangunan.
- Menyebabkan penyakit pernafasan.
- Pada ibu hamil dapat menyebabkan bayi lahir prematur dan meninggal.

3. Pemanasan Global dan Efek Rumah Kaca


Efek rumah kaca terjadi karena di atmosfer bumi ada gas yang mampu
menyerap sinar inframerah, yaitu sinar panas. Sinar panas ini dipancarkan
ke bumi. Gas yang mampu memberikan efek rumah kaca tersebut dikenal
dengan gas rumah kaca (GRK). Gas rumah kaca terdiri atas CO 2, nitrogen
oksida, uap air, metana, ozon maupun CFC. Bila gas-gas itu bergabung akan
membentuk awan. Awan akan memiliki sifat seperti kaca yaitu sinar
inframerah. Dampak dari efek rumah kaca adalah terjadinya pemanasan
global yang mengakibatkan hal-hal sebagai berikut :
• Terjadinya pencairan es di kutub sehingga permukaan air laut menjadi
tinggi.
• Menimbulkan banjir di daerah pantai.
• Dapat menenggelamkan pulau-pulau dan kota-kota besar yang berada di
tepi laut.
• Meningkatkanp penyebaran penyakit menular.
• Curah hujan di daerah yang beriklim tropis akan lebih tinggi dari normal.
• Tanah akan lebih cepat kering walaupun sering terkena hujan.
• Akan sering terjadi angin besar di berbagai tempat.
• Berpindahnya hewan ke daerah yang lebih dingin.
• Musnahnya hewan dan tumbuhan termasuk manusia yang tidak mampu
berpindah atau beradaptasi dengan suhu yang lebih tinggi

4. Penipisan lapisan ozon


Lapisan ozon merupakan selimut atmosfer bumi. Lapisan ini mencegah
radiasi sinar ultravioler cahaya matahari. Akibat pencemaran udara oleh
CFC, banyak partikel ozon terikat oleh radikal klor dari CFC. Selanjutnya
terjadilah penipisan lapisan ozon atau kemungkinan terjadinya lubang
lapisan ozon. Penipisan lapisan ozon dan terbentuknya lubang lapisan ozon
menyebabkan intensitas sinar ultraviolet yang sampai ke permukaan bumi
meningkat. Sinar ultraviolet langsung dipancarkan ke bumi sehingga dapat
menyebabkan kanker kulit dan berbagai penyakit pada tanaman.

b. Dampak pencemaran air terhadap Lingkungan


Dampak polusi air terhadap terhadap lingkungan :
1. Dampak pencemaran air karena buangan industri
Salah satu contoh dampak polusi air karena buangan industri adalah limbah
merkuri (Hg). Merkuri biasanya digunakan dalam proses penambangan
emas. Sisa penambangan yang dibuang ke perairan menyebabkan air
tercemar merkuri. Merkuri masuk ke dalam rantai makanan organisme air.
Merkuri akan terakumulasi dalam organisme air dan akan berdampak pada
kesehatan manusia.
2. Dampak pencemaran air karena pembusukan sampah organik
Sampah organik mengalami proses pembusukan karena adanya bakteri
pengurai. Penguraian akan menyebabkan kadar oksigen dalam air akan
berkurang dan menyebabkan gangguan terhadap kehidupan organisme air.
3. Dampak pencemaran air karena pemakaian bahan agrokimia
Pemakaian pupuk dan pestisida dapat menyebabkan pencemaran air. Selain
itu fosfat dan nitrogen hasil samping pemakaian pupuk akan menyebabkan
eutrofikasi (penimbunan mineral) yang menyebabkan pertumbuhan alga
dengan cepat (blooming alga). Alga yang menutupi perairan dapat
menyebabkan berkurangnya penetrasi cahaya matahari ke dalam air.
Akibatnya mengganggu kelangsungan hidup organisme air seperti
terhambatnya fotosintesis.
4. Dampak pencemaran air karena tumpahan minyak di perairan
Kecelakaan kapal tanker menyebabkan tumpahan minyak di perairan.
Tumpahan minyak tersebut akan menyebabkan keracunan dan kematian
organisme akuatik dan mengganggu ekosistem perairan secara ekologis.
5. Dampak pencemaran air terhadap terumbu karang
Indonesi memiliki terumbu karang terkaya di dunia. Terumbu karang
bermanfaat sebagai penahan ombak. Jika terumbu karang rusak
mengakibatkan semakin rawannya masyarakat pantai terhadap bencana
alam jika permukaan air naik. Terumbu karang terancam karena
penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan dan mencemarkan. Dampak
racun sianida dan peledakan di terumbu karang meliputi kerusakan fisik dan
matinya karang dan organisme nontarget lainnya secara luas dan kerusakan
ekosistem koral. Polusi yang bersumber dari darat termasuk limbah industri,
limbah cair dan sisa bahan kimia pertanian juga mengancam terumbu
karang.

c. Dampak pencemaran tanah terhadap lingkungan


Penyebab pencemaran tanah adalah bahan-bahan yang sukar hancur dan bahan
agrokimia. Pencemar berupa bahan yang sukar hancur akan berdampak
mengurangi estetika tanah dan lingkungan seperti lingkungan yang kumuh.
Pemanfaatan bahan agrokimia yang berlebihan untuk meningkatkan hasil
pertanian, justru akan merusak lingkungan dan hilangnya lapisan tanah yang
mengandung nutrisi.

III.Metode Pembelajaran :
1. Metode : pengamatan : pengamatan, penugasan, diskusi, tanya jawab.
2. Model Pembelajaran : Pembelajaran Langsung

IV. Kegiatan Pembelajaran


Pertemuan 9
1. Kegiatan awal (10 menit)
a. Guru mengucapkan salam dan mengecek kehadiran siswa.
b. Guru mengingatkan peserta didik pelajaran yang lalu dan
menanyakan secara lisan tentang indikator fisik polusi air.
c. Guru menginformasikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai.
d. Guru menyampaikan strategi pembelajaran yang
digunakan.

2. Kegiatan Inti (65 menit)


1. Eksplorasi
Guru melibatkan peserta didik dalam menjelaskan dampak polusi terhadap
penurunan kualitas hidup manusia.

2. Elaborasi
a. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok.
b. Peserta didik membahas dan memecahkan permasalahan yang diberikan
guru.
c. Guru melihat pekerjaan siswa dan memberikan bimbingan bagi yang
mengalami kesulitan.

3. Konfirmasi
a. Setiap kelompok diminta mempresentasikan hasil kerjanya dan
kelompok lain menanggapi.
b. Guru mengklarifikasi apabila timbul permasalahn dan menarik
kesimpulan.
3. Kegiatan Akhir (10 menit)
a. Guru menutup pelajaran dengan membimbing siswa menyimpulkan materi
yang telah dipelajari.
b. Guru menyampaikan materi berikutnya dan memberikan PR.

Pertemuan 10
1. Kegiatan awal (10 menit)
a. Guru mengucapkan salam dan mengecek kehadiran siswa.
b. Guru mengingatkan peserta didik pelajaran yang lalu dan
menanyakan secara lisan tentang penyakit yang disebabkan oleh radiasi
matahari.
c. Guru menginformasikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai.
d. Guru menyampaikan strategi pembelajaran yang
digunakan.

2. Kegiatan Inti (65 menit)


1. Eksplorasi
Guru melibatkan peserta didik dalam menjelaskan dampak polusi terhadap
kesehatan manusia dan lingkungan dihubungkan dengan fakta-fakta yang
ada di lingkungan.

2. Elaborasi
a. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok.
b. Peserta didik membahas dan memecahkan permasalahan yang diberikan
guru.
c. Guru melihat pekerjaan siswa dan memberikan bimbingan bagi yang
mengalami kesulitan.

3. Konfirmasi
a. Setiap kelompok diminta mempresentasikan hasil kerjanya dan
kelompok lain menanggapi.
b. Guru mengklarifikasi apabila timbul permasalahn dan
menarik kesimpulan.

3. Kegiatan Akhir (15 menit)


a. Guru menutup pelajaran dengan membimbing siswa menyimpulkan materi
yang telah dipelajari.
b. Guru menyampaikan materi berikutnya dan memberikan PR.

V. Alat, Bahan dan Sumber Belajar


- Buku IPA untuk SMK Kelas XI, Erlangga
- Buku IPA untuk SMK II A oleh Tim LP2IP Yogyakarta
- Buku IPA untuk SMK Modul 2, Sutrisno, Yudhistira
- Internet
- Lingkungan sekolah
VI. Penilaian Akhir
- Tes teori (tes formatif)
- Observasi/diskusi dan presentasi (kerja kelompok)

SOAL RPP
Pertemuan 1

1. Jelaskan empat jenis bakteri patogen yang dapat tersebar melalui air
beserta penyakit yang dapat ditimbulkannya ? (Skor 2,5)
2. Jelaskan bahaya yang dapat timbul dari keracunan timbal ? (Skor 1,5)
3. Apakah gangguan kesehatan yang dapat timbul dari menghirup gas
CO ? Mengapa gas CO dapat menyebabkan gangguan kesehatan
tersebut ? (Skor 2,5)
4. Sebutkan gangguan kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh materi
partikulat ? (Skor 1,5)
5. Apakah dampak dari polusi air terhadap kegiatan rumah tangga ? (Skor 2)

Pertemuan 2

1. Jelaskan dampak-dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh hujan ?


asam (Skor 2)
2. Jelaskan bagaimana pemanasan global dapat terjadi saat ini ? (Skor 2)
3. Bahaya apakah yang dapat timbul dari penipisan ozon di lapisan
atmosfer ? (Skor 2)
4. Mengapa eutrofikasi dapat menurunkan kadar oksigen terlarut di
perairan ? (Skor 2)
5. Sebutkan contoh dampak polusi tanah bagi kegiatan pertanian ? (Skor 2)

JAWABAN
Pertemuan 9

1. Empat jenis bakteri patogen yang dapat tersebar melalui air beserta penyakit yang
dapat ditimbulkannya :
- Vibrio Cholerae penyakit yang ditimbulkannya kolera
- Escherichia coli penyakit yang ditimbulkannya diare
- Salmonella typhi penyakit yang ditimbulkannya tifus
- Shigella dysentriae penyakit yang ditimbulkannya disentri

2. Bahaya yang dapat ditimbulkan dari keracunan timbal :


Pada wanita hamil dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur atau
kematian janin.
Pada anak-anak dapat menyebabkan kecacatan mental dan gangguan fisik.
Pada orang dewasa dapat meningkatkan resiko terkena hipertensi (tekanan darah
tinggi).

3. Gangguan kesehatan yang dapat timbul dari menghirup gas CO adalah pusing, sakit
kepala, rasa mual, ketidaksadaran (pingsan), kerusakan otak dan kematian.
Gas CO dapat menyebabkan gangguan kesehatan karena gas CO dapat bereaksi
dengan hemoglobin pada sel darah merah sehingga menghalangi pengangkutan
oksigen yang sangat dibutuhkan tubuh.

4. Gangguan kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh materi partikulat adalah dapat
menyebabkan penyakit paru-paru mulai dari peradangan sampai pembentukan
tumor paru-paru.

5. Dampak dari polusi air terhadap kegiatan rumah tangga yaitu menyebabkan air
berbau dan keruh serta dapat mengandung kuman atau zat berbahaya. Air yang
tercemar ini tentu tidak akan dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari manusia
seperti untuk minum, memasak, mandi dan mencuci.

Pertemuan 10

1. Dampak-dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh hujan asam :


a. Mempengaruhi kualitas air permukaan bagi bioat yang hidup di dalamnya.
Suatu penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang erat antara penurunan
pH dengan penurunan populasi ikan dan biota air lainnya.
b. Merusak tanaman. Hujan asam dapat merusak jaringan tanaman sehingga
menghambat pertumbuhannya dan dapat menyebabkan kematian.
c. Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah, sehingga
mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan. Air yang tercemar logam
berat jika dikonsumsi dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.
d. Bersifat korosif, sehingga merusak berbagai bahan logam seperti mobil dan
pagar, monumen dan patung atau komponen bangunan.
e. Menyebabkan penyakit pernafasan.
f. Pada ibu hamil dapat menyebabkan bayi lahir prematur dan meninggal.

2. Pemanasan global dapat terjadi saat ini akibat efek rumah kaca yang ditimbulkan
oleh gas-gas rumah kaca. Efek rumah kaca merupakan peristiwa tertahannya atau
terperangkapnya panas matahari di lapisan atmosfer bumi bagian bawah oleh gas-
gas rumah kaca yang membentuk lapisan di atmosfer. Gas-gas rumah kaca tersebut
memerangkap panas di bumi dengan cara menyerap panas matahari dan
memantulkannya kembali ke bumi, seharusnya sebagian besar panas matahari
dipantulkan ke luar angkasa. Hal ini menyebabkan suhu bumi meningkat sehingga
terjadi pemanasan global.

3. Bahaya yang dapat timbul dari penipisan ozon di lapisan atmosfer menyebabkan
sebagian besar radiasi sinar UV terpancar ke permukaan bumi. Sinar UV memiliki
dampak yang buruk terhadap makhluk hidup, diantaranya menimbulkan mutasi,
kanker kulit, penyakit pada tumbuhan dan pad akhirnya menurunkan populasi
makhluk hidup.

4. Eutrofikasi dapat menurunkan kadar oksigen terlarut di perairan karena ketika


ganggang yang mengalami blooming mati, sel-selnya akan turun ke dasar perairan
dan mengalami pembusukan, akibatnya terjadi peningkatan populasi bakteri
pembusuk yang membutuhkan banyak oksigen. Hal ini akan meningkatkan
kebutuhan oksigen.

5. Contoh dampak polusi tanah bagi kegiatan pertanian disebabkan oleh penggunaan
pestisida kimia, pupuk dan irigasi. Pestisida dapat membunuh hama pengganggu
juga dapat membunuh biota tanah yang bermanfaat bagi kesuburan tanah seperti
cacing tanah dan mikroorganisme. Pupuk yang digunakan berlebihan dapat menjadi
racun bagi tanaman, selain dampak terhadap kualitas tanah, pestisida dan pupuk
juga dapat menjadi polutan di air jika terbawa oleh aliran air ke perairan. Proses
irigasi dapat menyebabkan tanah mengalami Salinasasi, yaitu peningkatan kadar
garam. Kadar garam yang terlalu tinggi pada tanah juga dapat menjadi racun bagi
tanaman.
FORMAT PENILAIAN DISKUSI / PRESENTASI

MATA PELAJARAN :
KELAS :
SK/KD/TOPIK :
HARI/TANGGAL :

Aspek Penilaian Nilai


NO NAMA SISWA Pemahaman Kerja Rata- Ket
Aktif Komunikasi Sikap
Materi sama rata
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.

Menyetujui, Palembang, 16 Juli 2011


Wakil Bidang Kurikulum Guru IPA

Drs. H. Zulfikri, M.Pd Nurbani Mulia Utami, ST


NIP. 196406121989031012

Mengetahui,
Kepala Sekolah SMKN 6,

Dra. Hj. Natika, MM


NIP.195612221983032002
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Tgl. Berlaku : 03/01/2011

SMK NEGERI 6 PALEMBANG

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam


Kelas/Semester : XI / 3
Tahun Pelajaran : 2011/2012
ISO 9001 : 2008

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Standar Kompetensi : 2. Memahami polusi dan dampaknya pada manusia


dan lingkungannya

Kompetensi Dasar : 2.4. Mendeskripsikan cara-cara menangani limbah

Pertemuan ke : 13 dan 14

Indikator : 1. Menjelaskan metode penanganan limbah sesuai


dengan sifat dan wujud limbahnya
2. Melakukan pengolahan limbah

Alokasi Waktu : 8 x 45’ Menit / 8 Jam Pelajaran

I. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi :
- Peserta didik dapat menjelaskan metode penanganan limbah sesuai dengan sifat
dan wujud limbahnya
- Peserta didik dapat melakukan pengolahan limbah

II. Materi Pembelajaran


1. Cara-cara penanganan limbah cair
a. Pengolahan Primer (Primary Treatment)
- Penyaringan (Screening)
- Pengendapan
- Pengapungan (Flotation)

b. Pengolahan Sekunder (Secondary Treatment)


- Penyaringan dengan tetesan (trickling filter)
- Lumpur aktif (activated sludge)
- Kolam perlakuan (treatment ponds/lagoons)

c. Pengolahan Tersier (Tertiary Treatment)


- Saringan pasir (sand filter)
- Saringan multimedia
- Precoal
- Microstaining
- Vacum filter
- Penyerapan (adsorption)
- Pengurangan besi dan mangan
- Osmosis bolak balik

d. Desinfeksi (Desinfection)
Bertujuan untuk membunuh atau mengurangi mikroorganisme patogen
(penyebab penyakit) yang ada dalam limbah cair

e. Pengolahan Lumpur (Sludge Treatment)


Diolah dengan cara aerob digestion dan kemudian dibuang ke laut atau
landfill, dijadikan pupuk kompos atau dibakar

2. Cara-cara penanganan limbah padat


a. Penimbunan
 Penimbunan terbuka (open dumping)
 Sanitary landfill

b. Insinerasi
Pembakaran sampah/limbah padat menggunakan suatu alat yang disebut
incinerator.

c. Pembuatan kompos
Kompos adalah pupuk yang dibuat dari sampah organik seperti sayuan,
daun dan ranting serta kotoran hewan melalui proses degradasi/penguraian
oleh mikroorganisme tertentu.

d. Daur ulang
Proses pengolahan bahan buangan menjadi bahan yang dapat digunakan
kembali

3. Cara-cara penanganan limbah gas


a. Mengontrol emisi gas buang
 Gas sulfur oksida dapat dihilangkan dengan cara desulfurisasi
 Gas nitrogen oksida dapat dihilangkan dengan cara menurunkan suhu
pembakaran
 Menggunakan bahan bakar alternatif

b. Menghilangkan partikulat
- Filter udara adalah alat untuk menghilangkan materi partikulat padat
seperti debu, serbuk sari dan spora dari udara
- Pengendap siklon adalah alat pengendap materi partikulat yang ikut dalam
gas atau udara buangan
- Filter basah digunakan untuk membersihkan udara yang kotor dengan cara
menyalurkan udara ke dalam filter kemudian menyemprotkan air ke
dalamnya
- Pengendap sistem gravitasi digunakan untuk membersihkan udara yang
mengandung materi partikulat dengan ukuran partikel relatif besar yaitu
sekitar 50µ atau lebih.
- Pengendap elektrostatik digunakan untuk membersihkan udara yang kotor
dalam jumlah (volume) yang relatif besar dan pengotor udaranya
umumnya adalah aerosol atau uap air.

III.Metode Pembelajaran :
1. Metode : pengamatan : pengamatan, penugasan, diskusi, tanya jawab.
2. Model Pembelajaran : Pembelajaran Langsung

IV. Kegiatan Pembelajaran


Pertemuan 13
1. Kegiatan awal (10 menit)
a. Guru mengucapkan salam dan mengecek kehadiran siswa.
b. Guru mengingatkan peserta didik pelajaran yang lalu dan
menanyakan secara lisan tentang limbah organik.
c. Guru menginformasikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai.
d. Guru menyampaikan strategi pembelajaran yang
digunakan.

2. Kegiatan Inti (65 menit)


1. Eksplorasi
Guru melibatkan peserta didik dalam menjelaskan tentang metode
penanganan limbah sesuai dengan sifat dan wujud limbahnya.

2. Elaborasi
a. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok.
b. Peserta didik membahas dan memecahkan permasalahan yang diberikan
guru.
c. Guru melihat pekerjaan siswa dan memberikan bimbingan bagi yang
mengalami kesulitan.

3. Konfirmasi
a. Setiap kelompok diminta mempresentasikan hasil kerjanya dan
kelompok lain menanggapi.
b. Guru mengklarifikasi apabila timbul permasalahn dan menarik
kesimpulan.

3. Kegiatan Akhir (15 menit)


a. Guru menutup pelajaran dengan membimbing siswa menyimpulkan materi
yang telah dipelajari.
b. Guru menyampaikan materi berikutnya dan memberikan PR.

Pertemuan 14
1. Kegiatan awal (10 menit)
a. Guru mengucapkan salam dan mengecek kehadiran siswa.
b. Guru mengingatkan peserta didik pelajaran yang lalu dan
menanyakan secara lisan contoh limbah anorganik.
c. Guru menginformasikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai.
d. Guru menyampaikan strategi pembelajaran yang
digunakan.

2. Kegiatan Inti (65 menit)


1. Eksplorasi
Guru melibatkan peserta didik dalam menjelaskan tentang pengolahan
limbah.

2. Elaborasi
a. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok.
b. Peserta didik membahas dan memecahkan permasalahan yang diberikan
guru.
c. Guru melihat pekerjaan siswa dan memberikan bimbingan bagi yang
mengalami kesulitan.

3. Konfirmasi
a. Setiap kelompok diminta mempresentasikan hasil kerjanya dan
kelompok lain menanggapi.
b. Guru mengklarifikasi apabila timbul permasalahn dan menarik
kesimpulan.

3. Kegiatan Akhir (15 menit)


a. Guru menutup pelajaran dengan membimbing siswa menyimpulkan materi
yang telah dipelajari.
b. Guru menyampaikan materi berikutnya dan memberikan PR.

V. Alat, Bahan dan Sumber Belajar


- Buku IPA untuk SMK Kelas XI, Erlangga
- Buku IPA untuk SMK II A oleh Tim LP2IP Yogyakarta
- Buku IPA untuk SMK Modul 2, Sutrisno, Yudhistira
- Internet
- Lingkungan sekolah

VI. Penilaian Akhir


- Tes teori (tes formatif)
- Observasi/diskusi dan presentasi (kerja kelompok)
SOAL RPP
Pertemuan 1 dan 2

1. Jelaskan langkah-langkah pengolahan limbah cair ? (Skor 2)


2. Sebutkan kelebihan pengomposan ? (Skor 2)
3. Apakah keuntungan pembakaran sampah dengan insinerator
dibanding sanitary landfill ? (Skor 2)
4. Sebutkan cara-cara menangani limbah gas melalui proses
penghilangan materi partikulat dari udara pembuangan ? (Skor 2)
5. Jelaskan cara-cara menangani limbah B3 ? (Skor 2)

JAWABAN

Pertemuan 1 dan 2

1. Langkah-langkah pengolahan limbah cair :


- Proses persiapan meliputi pemisahan limbah cair dengan limbah padat.
- Proses pengolahan meliputi dekomposisi bahan dengan melibatkan udara dan
sinar matahari untuk menurunkan bakteri patogen dan meningkatkan DO.
Menghilangkan komponen seperti fosfor, zat tersuspensi, warna dan bau melalui
adsorbsi, elektrodialisis dan osmosis.

2. Kelebihan pengomposan :
- Jenis pupuk yang didapat adalah pupuk yang ramah lingkungan.
- Bahan yang dibutuhkan ada di sekitar kita.
- Masyarakat dapat membuat sendiri.
- Unsur hara yang terkandung dalam kompos lebih bertahan lama dibanding pupuk
buatan.

3. Keuntungan pembakaran dengan insinerator :


- Lahan yang digunakan relatif sedikit.
- Dapat dibangun di lokasi industri.
- Hasil pembakaran bersifat stabil dan anorganik.
- Gas hasil pembakaran sebagai alternatif energi.

4. Cara-cara menangani limbah gas melalui proses penghilangan materi partikulat dari
udara pembuangan :
- Filter udara
- Pengendap siklon
- Filter basah
- Pengendap sistem gravitasi
- Pengendap elektrostatik

5. Cara-cara menangani limbah B3 :


a. Proses mengubah karakteristik dan komposisi limbah B3, tujuannya agar
limbah tersebut menjadi tidak berbahaya dan atau beracun. Proses tersebut
dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi yang sesuai, seperti stabilisasi,
solidifikasi, insinerasi atau netralisasi, pertukaran ion dan membran sel serta
teknologi lain yang sesuai dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi.
b. Pengenceran dengan menambahkan cairan atau zat lainnya pada limbah B3
sehingga konsentrasi zat racun dan/atau tingkat bahanyanya turun. Akan tetapi
caranya sebaiknya jangan dilakukan dan dilarang karena bahan pencemarannya
masih tetap sama dengan sebelum dilakukan pengenceran.
c. Pengolahan limbah radioaktif dilakukan oleh Badan Tenaga Atom Nasional
(BATAB) yang merupakan instansi yang bertanggung jawab di bidang
pengelolaan limbah radioaktif.
FORMAT PENILAIAN DISKUSI / PRESENTASI

MATA PELAJARAN :
KELAS :
SK/KD/TOPIK :
HARI/TANGGAL :

Aspek Penilaian Nilai


NO NAMA SISWA Pemahaman Kerja Rata- Ket
Aktif Komunikasi Sikap
Materi sama rata
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.

Menyetujui, Palembang, 16 Juli 2011


Wakil Bidang Kurikulum Guru IPA

Drs. H. Zulfikri, M.Pd Nurbani Mulia Utami, ST


NIP. 196406121989031012

Mengetahui,
Kepala Sekolah SMKN 6,

Dra. Hj. Natika, MM


NIP.195612221983032002