Anda di halaman 1dari 2

PRE WORK

PEMBELAJARAN : Supervisory Education 1 ( SE1 )


MATERI ICT : Operational Excellence
NAMA INSTRUKTUR : Tri H. Pamungkas
HARI / TANGGAL : Senin / 8 April 2019
NAMA PESERTA / NIP : Lemuel Artios Lumban Tobing / 87111085Z
UNIT KERJA : UIP3BS – UPT PADANG

Lesson Learn :
Operational Excellence adalah elemen dari kepemimpinan organisasi yang berfokus pada aplikasi terhadap
prinsip, sistem dan perangkat untuk membangun faktor kinerja yang unggul dengan melakukan peningkatan
berkelanjutan.
The Shingo House adalah model pendekatan dalam membangun keunggulan operasional (operation
excellence). Model The Shingo House dihasilkan dari riset dalam membangun budaya peningkatan kinerja.
Fokus pada The Shingo House adalah membangun perilaku yang mencerminkan upaya peningkatan kinerja
secara berkelanjutan.
Pengertian guiding principle (prinsip dasar) adalah perilaku yang berlandaskan pada prinsip – prinsip
peningkatan kinerja.
Dimensi yang mendukung keberhasilan operational excellence pada The Shingo House adalah :
(1) Dimensi Pertama : Culture Enabler. (2) Dimensi Kedua : Continous Process Improvement. (3) Dimensi
Ketiga : Enterprise Alignment. (4) Dimensi Keempat : Result
Visi dari keunggulan operasional adalah mendorong peningkatan dan perbaikan Program dan kepribadian
seorang pemimpin tidak cukup untuk mewujudkan perubahan berkelanjutan. Perubahan nyata hanya mungkin
terjadi jika prinsip keunggulan operasional dipahami dan tertanam dalam budaya. Fokus pemimpin
berorientasi pada prinsip dan budaya. Fokus manajer pada perancangan dan penyelarasan sistem untuk
mendorong perilaku berlandaskan prinsip dasar dan mengajarkan penggunaan konsep pendukung secara
konkrit.

Semua organisasi beroperasi dalam kondisi persaingan yang sangat ketat. Organisasi didorong untuk berjuang
mempertahankan pelanggan lama dan menarik pelanggan baru untuk membeli produk maupun layanannya.
Organisasi menghabiskan waktu untuk memamhami posisi produk maupun layanan di pasar. Dengan kata
lain, organisasi menghabiskan waktu untuk dapat memahami Kebutuhan Pelanggan.

Operational Excellence mendorong seluruh organisasi untuk dapat menyelaraskan proses, sumber daya dan
tindakan untuk mencari strategi yang paling tepat untuk membangun Daya Saing.
Untuk membangun daya saing, organisasi perlu membangun order qualifiers (batasan persyaratan) dan order
winner (batasan pemenang). Tujuan dari operational excellence adalah memahami order qualifies yang harus
dipenuhi sekaligus membangun order winner untuk memenangkan persaingan.

1 Maximal 2 halaman
PRE WORK
PEMBELAJARAN : Supervisory Education 1 ( SE1 )
MATERI ICT : Operational Excellence
NAMA INSTRUKTUR : Tri H. Pamungkas
HARI / TANGGAL : Senin / 8 April 2019
NAMA PESERTA / NIP : Lemuel Artios Lumban Tobing / 87111085Z
UNIT KERJA : UIP3BS – UPT PADANG

Order Qualifiers adalah kriteria kunci untuk membuat produk atau layanan sebagai persyaratan kelayakan
sehingga kita dapat diterima di pasar.
Order Winners adalah kriteria kunci yang membuat pelanggan memilih produk atau layanan kita dibanding
dengan kompetitor. Pengertian lain Order Winnder adalah kunci yang membuat pelanggan memperoleh
kepuasan dan mendapatkan nilai tambah dari produk / layanan yang diberikan.
Operational Excellence dipicu oleh kebutuhan untuk melakukan perubahan. Perubahan bisa terjadi karena
adanya perubahan eksternal maupun perubahan internal organisasi. Organisasi menetapkan strategi yang tepat
untuk memastikan organisasi dapat terus tumbuh dan berkembang.
Perubahan sebaiknya dilakukan pada aktivitas kunci agar memberikan hasil yang optimal, oleh karena itu
perlu ditetapkan aktivitas kunci ini. Setelah itu perlu menetapkan indikator kinerja untuk melihat keberhasilan
perubahan target yang harus dicapai.
Flowchart dipergunakan dalam industri manufakturing untuk menggambarkan proses-proses operasionalnya
sehingga mudah dipahami dan mudah dilihat berdasarkan urutan langkah dari suatu proses ke proses lainnya.
Dalam membuat program, Anda juga menetapkan sasaran program dengan prinsip SMART.

Breakthrough :
1. Penerapan Prinsip SMART harus lebih ditekankan pada penentuan Program kerja Unit dan kegiatan
pekerjaan sehari-hari.
2. PLN mempelajari kekuatan perusahaan-perusahaan besar untuk meningkatkan kinerja dan keuntungan
perusahaannya tanpa mengabaikan pelanggan.
3. PLN mempelajari kembali program-program yang digunakan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan
menggunakannya secara terus menerus dan tidak mengganti program-program tersebut ketika pimpinan
berganti. Program-program tersebut harus mampu dinilai oleh setiap insan PLN bukan sebagai pekerjaan
sampingan/tugas tambahan, melainkan bagian dari tugas utama di setiap lini insam PLN.

2 Maximal 2 halaman