Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM

OLEH,
KELOMPOK : Kelompok V
NAMA :
 RAHMAWATI ( A241 16 004)
 RISWAN ( A 241 16 009)
 ANIS INDRAWATI (A 241 16 013)
 ALMA ( A 241 16 016)
 RIFKIAWAN LAPSERE ( A 241 16 037)
 I PUTU KUSUMA YUDA ( A 241 16 052)
 ANRIANA ALBERTIN ( A 241 16 073)
 LINDA S. PAGAJA ( A 241 16 105)
 RUSTIN R. SAOMI ( A 241 16 127)

DOSEN :
Dr. Sahrul Saehana, M.Si
Ni Made Wiwik Astuti, S.Pd., M.Ed

LABORATORIUM FISIKA MODERN


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2018
PERCOBAAN
HUKUM OHM

I. Tujuan
a. Menunjukan hubungan antara beda potensial dengan kuat arus pada sebuah
hambatan.
b.Menunjukan hubungan antara beda potensial dengan kuat arus dalam bentuk
grafik.
c. Menghitung besarnya hambatan berdasarkan grafik hubungan antara beda
potensial dengan kuat arus.
d.Menghitung besarnya daya pada tiap hambatan.

II. Alat dan Bahan


1.Sumber Tegangan atau Power Supplay (1 buah)
2.Multimeter (2 buah)
3.Rheostat ( 1 bauh)
4.Lampu pijar (1 buah)
5.Kabel Penghubung (secukupnya)
III. Dasar Teori
Hukum ohm berbunyi sebagai berikut: besarnya kuat arus yang timbul pada
suatu pengantar berbanding lurus dengan beda potensial atau tegangan antara
kedua ujung pengantar tersebut.
Hukum ohm menggambarkan bagaimana arus, tegangan, dan tahanan
berhubungan. George ohm menentukan secara eksperimental bahwa jika
tegangan yang melewati sebuah tahanan bertambah nilainya maka arusnya juga
akan bertambah nilainya. Begitu juga sebaliknya. Hukum ohm dapat dituliskan
dalam rumus sebagai berikut:
V = I . R............................................................... (3.1)
Keterangan:
V = Tegangan
R = Tahanan
I = Kuat arus
Hukum ohm juga menyatakan bahwa pada tegangan yang konstan, jika nilai
tahanan di perkecil maka akan diperoleh arus yang lebih kuat. Begitu juga
sebaliknya dan dapat ditulis sebagai berikut:
𝑉
𝐼 = 𝑅..................................................................... (3.2)

Hukum ohm dapat diterapkan dalam rangkaian tahana seri.Yang di maksud


dengan rangkaian tahanan seri adalah tahanan di hubungkan ujung tahanan yang
ada pada rangkaian ke ujung atau dalam suatu rantai. Untuk mencari arus yang
mengalir pada rangkaian seri dengan tahanan lebih dar satu, diperlukan jumalah
total nilai tahanan tahanan tersebut. Hal ini dapat di mengerti karena setiap
tahanan yang ada pada rangkaian seri akan memberikan hambatan bagi arus untuk
mengalir (Rusdianto, 1999)
Resistor merupakan elemen pasif yang paling sederhana. Kita akan memulai
bahasan kita dengan memperhatikan hasil kerja fisikawan jerman, George Simon
Ohm, yang pada tahun 1827 mempublikasikan sebuah pamflet yang memaparkan
hasil-hasil dari usahanya mengukur arus dan tegangan serta hubungan matematika
di antara keduanya. Salah satu hasil yang diperoleh adalah pernyatan tentang
relasi fundamental yang saat ini kita sebut sebagai hukum ohm. Meskipun hal ini
telah ditemukan 46 tahun sebelumnya di inggris oleh Henry Cavendish. Pamflet
yang dipublikasikan oleh georg simon ohm banyak menerima kritik yang tak
pantas dan menjadi bahan tawaan selama beberapa tahun setelah di publikasi
pertamanya akhirnya karya itu diterima beberapa tahun setelahnya.
Hukum ohm menyatakan bahwa tegangan pada terminal-terminal material
penghantar berbanding lurus terhadap arus yang mengalir melalui material ini,
secara matematika hal ini dirumuskan sebagai :
V = I . R............................................................... (3.3)
Dimana konstan proporsionalitas atau kesebandinagn R disebut resistansi.Satuan
untuk resistansi adalah ohm, dan bisa disingkat dengan huruf besar omega, Ω
(Durbin, 2005)
Elektron–elektron bebas bergerak dalam suatu medan listrik yang
memperagakan periode yang sama sebagai lettice-nya. Selama gerakan gerakan
mereka, elektron-elektron bebas ini sering sekali disebarkan oleh medan. Uraian
yang sesuai untu gerakan elektron jenis ini harus menggunakan metode mekanika
kuantum. Disini uraian yang termasuk sederhana sudah mencukupi. Ketika tidak
terdapat medan listrik eksternal, elekton-elektron tersebut bergerak kesegala arah
dantidak ada transportasi muatan netto atau arus listrik. Tetapi jika digunakan
sebuah medan listrik eksternal, terjadi aliran gerakan dari gerakan-gerakan
elektron sembarang sehingga terjadi arus listrik. Tampaknya alamiah untuk
menganggap kekuatan dari arus tersebut sesuai dengan medan listrik.
Untuk membuktikan hubungan ini, kita meninjau hasil-hasil percobaan yang
telah dilakukan. Salah satu hukum fisika yang mungkin paling dikenal oleh para
mahasiswa adalah hukum ohm, yang menyatakan bahwa untuk suatu konduktor
logam pada suhu konstan, perbandingan antara perbedaan antara perbedaan
potensial ∆V antara dua titik dari konduktor dengan arus listrik I yang melaui
konduktor tersebut adalah konstan.

Kuat Arus Listrik


Aliran listrik ditimbulkan oleh muatan listrik yang bergerak di dalam suatu
penghantar. Arah arus listrik (I) yang timbul pada penghantar berlawanan arah
dengan arah gerak elektron. Muatan listrik dalam jumlah tertentu yang menembus
suatu penampang dari suatu penghantar dalam satuan waktu tertentu disebut
sebagai kuat arus listrik. Jadi kuat arus listrik adalah jumlah muatan listrik yang
mengalir dalam kawat penghantar tiap satuan waktu. Jika dalam waktu t mengalir
muatan listrik sebesar Q, maka kuat arus listrik I adalah:
𝑄
𝐼= ............................................................ (3.4)
𝑡

Keterangannya:
I = Kuat arus listrik (Ampere)
Q = Muatan listrik (Coulomb)
t = Waktu (sekon)
Para ahli telah melakukan perjanjian bahwa arah arus listrik mengalir dari kutub
positif ke kutub negatif.Jadi arah arus listrik berlawanan dengan arah aliran
elektron. Ketika tidak terdapat medan listrik eksternal, elekton-elektron tersebut
bergerak kesegala arah dantidak ada transportasi muatan netto atau arus listrik.
Ketika tidak terdapat medan listrik eksternal, elekton-elektron tersebut bergerak
kesegala arah dantidak ada transportasi muatan netto atau arus listrik

Beda Potensial atau Tegangan Listrik


Terjadinya arus listrik dari kutub positif ke kutub negatif dan aliran elektron
dari kutub negatif ke kutub positif, disebabkan oleh adanya beda potensial antara
kutub positif dengan kutub negatif, dimana kutub positif mempunyai potensial
yang lebih tinggi dibandingkan kutub negatif. Beda potensial antara kutub positif
dan kutub negatif dalam keadaan terbuka disebut gaya gerak listrik dan dalam
keadaan tertutup disebut tegangan jepit.

Hubungan Antara Kuat Arus Listrik dan Tegangan Listrik


Hubungan antara V dan I pertama kali ditemukan oleh seorang guru Fisika
berasal dari Jerman yang bernama George Simon Ohm dan lebih dikenal sebagai
Hukum Ohm yang berbunyi: Besar kuat arus listrik dalam suatu penghantar
berbanding langsung dengan beda potensial (V) antara ujung-ujung penghantar
asalkan suhu penghantar tetap.
Hasil bagi antara beda potensial (V) dengan kuat arus (I) dinamakan hambatan
listrik atau resistansi (R) dengan satuan ohm.
𝑉
𝑅= atau V = I . R............................................. (3.5)
𝐼

Keterangan:
R = Hambatan listrik (Ω)
V = Beda potensial atau tegangan (V)
I = Kuat arus listrik (A)
IV. Prosedur Kerja

a. Cara 1
1. Menyiapkan alat dan bahan yang diguakan dalam percobaan ini.
2. Merangkai alat dan bahan seperi gambar di bawah ini :

Gambar 4.1 Rangkaian Cara 1


3. Mengatur Multimeter sebagai voltmeter DC dan amperemeter DC.
4. Mengatur sumber tegangan pada nilai 6 Volt, sehingga lampu menyala
sangat terang seperti gambar dibawah ini :

Gambar 4.2 Susunan Komponen Rangkaian Cara 1


5. Mengatur besar hambatan atau mengeser rheostat sampai lampu mati.
6. Melihat dan mencatat besar nilai tegangan dan arus yang terukur pada
tabel hasil pengamatan.
b. Cara 2
1. Merangkai alat dan bahan seperi gambar di bawah ini :

Gambar 4.3 Rangkaian Cara 2


2. Mengatur Multimeter sebagai voltmeter DC dan amperemeter DC.
3. Mengatur sumber tegangan pada nilai 6 Volt, sehingga lampu menyala
sangat terang seperti gambar dibawah ini :

. Gambar 4.4 Susunan Komponen Rangkaian Cara 2

4. Mengatur besar hambatan atau mengeser rheostat sampai lampu mati.


5. Melihat dan mencatat besar nilai tegangan dan arus yang terukur pada
tabel hasil pengamatan.
V. Hasil Pengamatan
a. Cara 1

Tabel 5.1 Hasil Pengamatan Cara 1

b.Cara 2

Tabel 5.2 Hasil Pengamatan Cara 2

NST Voltmeter : 0.1 V


NST Amperemeter : 0.01 A
VI. Analisa Data
a. Perhitungan Umum
Cara 1
1. Mencari Besar Hambatan dan Daya Pada setiap Perlakuan
- Untuk mencari besar hambatan digunakan persamaan ;
𝑽
R= 𝑰

- Untuk mencari besarnya daya digunakan persamaan ;


P=VI
Berdasarkan persamaan diatas maka diperoleh hasil perhitungan
sebagai berikut :

Tabel 6.1 Hasil Perhitungan Cara 1

Cara 1
2. Mencari Besar Hambatan dan Daya Pada setiap Perlakuan
- Untuk mencari besar hambatan digunakan persamaan ;
𝑽
R= 𝑰

- Untuk mencari besarnya daya digunakan persamaan ;


P=VI
Berdasarkan persamaan diatas maka diperoleh hasil
perhitungan sebagai berikut :

Tabel 6.2 Hasil Perhitungan Cara 2

b. Perhitungan Ralat Hambatan


 Cara 1
𝟏 𝑽
∆𝑹 = | 𝑰 | |∆𝑽| +|𝑰𝟐| |∆𝑰|

1. Perlakuan yang diambel sebagai sampel perhitungan adalah perlakuan 1


1 5.1
-∆𝑅 = |0.4| |0,1| +|(0,4)2 | |0.01|

= |2,5||0,1| +|31,8||0,01|

= 0,57 Ω

-KTPm = ∆𝑅= 0,57 Ω

∆𝑅
-KTPr = 𝑥 100 = 4,4 %
𝑅

∆𝑅
-Angka Berarti = 1-Log ( 𝑅 )

= 1-Log (0.044)
= 2 AB
-Pelaporan = (R ± ∆𝑅) Ω
= ( 1,2 ± 0,057) 101 Ω

 Cara 2
1.Perlakuan yang diambel sebagai sampel perhitungan adalah perlakuan 1
1 4.0
-∆𝑅 = | | |0,1| +| | |0.01|
0.35 (0,35)2

= |2,85||0,1| +|32,65||0,01|

= 0,61 Ω

-KTPm = ∆𝑅= 0,61 Ω

∆𝑅
-KTPr = 𝑥 100 = 5,3%
𝑅

∆𝑅
-Angka Berarti = 1-Log ( 𝑅 )

= 1-Log (0.053)
= 2 AB
-Pelaporan = (R ± ∆𝑅) Ω
= ( 1,1 ± 0,061) 101 Ω

VII. Pembahasan
Hukum ohm berbunyi sebagai berikut: besarnya kuat arus yang timbul pada
suatu pengantar berbanding lurus dengan beda potensial atau tegangan antara
kedua ujung pengantar tersebut.
Hukum ohm menggambarkan bagaimana arus, tegangan, dan tahanan
berhubungan. George ohm menentukan secara eksperimental bahwa jika
tegangan yang melewati sebuah tahanan bertambah nilainya maka arusnya juga
akan bertambah nilainya. Begitu juga sebaliknya.

Adapun fungsi alat dan bahan pada percobaan ini adalah power supplay
digunakan untuk sebagai sumber tegangan yang dapat diatur sesuai keperluan
percobaan. Multimeter digunakan sebagai voltmeter dan amperemeter, dimana
voltmeter untuk mengukur tegangan dan amperemeter digunakan untuk mengukur
arus. Kabel penghubung digunakan untuk mengalirkan arus pada komponen-
komponen yang digunakan pada percobaan. Lampu digunakan sebagai indikator
yang akan diamati dan diukur besar hambatannya. Rheostat difungsikan untuk
sebagai hambatan dimana hambtannya dapat diatur.

Pada percobaan ini dilakukan dengan 2 cara, dimana pada cara 1 diperoleh
nilai rata-rata besar hambatannya adalah 8,47 Ω dan rata-rata nilai dayanya adalah
0.74 watt, sedangkan untuk cara 2 diperoleh rata-rata nilai hambatanya adalah
7,95 Ω dan nilai rata-rata dayanya adalah 0,72 watt.

Untuk nilai KTPr pada percobaan ini digunakan sebagai tolak ukur seberapa
besar tingkat ketelitian dalam melakukan percobaan, dimana semakin kecil KTPr
maka semakin besar tingkat kesuksesan dari percobaan yang dilakukan dan
begitupun sebaliknya. Adapun nilai KTPr yang diperoleh pada cara 1, perlakuan
1 sebagai sampel perhitungan ralat yang digunakan adalah 4,4%, dimana nilai
tersebut menunjukan kesalahan percobaan ini sebesar 0,044. Sedangkan untuk
cara 2 didapatkan 5,3%, dimana nilai tersebut menunjukan kesalahan percobaan
ini sebesar 0,053.

Kemudian pada percobaan ini ditentukan juga nilai angka berarti, dimana
nilai ini yang menunjukan seberapa besar tingkat kesuksesan dalam percobaan,
dimana semakin banyak angka berarti yang dilaporkan maka tingkat keberhasilan
pada percobaan juga semakin besar. Rata-rata nilai AB yang diperoleh adalah 2
AB.

Berdasarkan data yang diperoleh pada tabel hasil pengamatan dapat


dijelaskan bahwa hubungan arus dan tegangan berbanding lurus, dimana semakin
besar tegangan maka semakin besar pula nilai arus yang diperoleh dan berbanding
terbalik dengan hambatanya.

Kemudian dapat dilihat pada grafik pada hasil pengamatan dimana pada cara
1 dan cara 2 menunjukan grafik yang linear hubungan tegangan dan arus. Hal ini
dapat menjelaskan bahwa Hukum OHM sudah terbukti dimana menjelaskan “
hubungan arus dan tegangan berbanding lurus, kemudian berbanding terbalik
dengan hambatannya”.

VIII. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang dilakukan dapat disimpulkan ;

1.Tegangan dan arus berbanding lurus dilihat dari data yang diperoleh dan
grafik yang telah digambarkan, berbanding terbalik dengan hambatan.
2.Jadi sesuai data tersebut, Hukum OHM dapat terbukti yang menyatakan
bahwa “ Tegangan berbanding lurus dengan kuat arus dan berbanding
terbalik dengan hambatan”.
3. Adapun Hasil perhitungan yang diperoleh adalah ;
 Cara 1

 Cara 2

4.Grafik hasil percobaan


 Cara 1

 Cara 2

DAFTAR PUSTAKA
Alonso. (1979). Dasar-Dasar Fisika Universitas. Jakarta: Erlangga

Durbin. (2005). Rangkaian Listrik. Jakarta: Erlangga

Tim Penyusun. (2018). Penuntun Praktikum Fisika Dasar. Palu : Universitas

Tadulako.