Anda di halaman 1dari 27

MAKALAH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

" Siklus Pengeluaran Kas "


Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah :
"Sistem Informasi Akuntansi"

Dosen : Dinu Rosiyan, SE, MM, Ak, CA

Disusun oleh :
Nama : Fakhira Millati
NIM : 2016020014
Prodi : Akuntansi
Kelas : Non Reguler 5A

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI DHARMA BUMIPUTERA


2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan Rahmat,
Taufik, dan Hidayah-Nya kepada saya atas terlaksananya pembuatan makalah “Sistem
Informasi Akuntansi : Siklus Pengeluaran” yang disusun oleh Fakhira Millati dalam
pengerjan tugas bidang studi Sistem Informasi Akuntansi sebagai usaha dalam peningkatan
pengetahuan serta melatih keaktifan mahasiswa / mahasiswi dalam berlangsungnya proses
belajar mengajar. Makalah ini saya susun secara ringkas dari beberapa sumber yang telah saya
riset sehingga menghasilkan rangkuman yang kemudian saya tumpahkan ke dalam makalah ini.

Kemudian dengan selesainya penyusunan makalah ini, saya sampaikan ucapan terima
kasih yang sebesar- besarnya kepada :

1. Tuhan Yang Maha Esa


2. Bpk. Dinu Rosiyan SE, MM, Ak, CA selaku dosen mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi
3. Orang Tua saya yang telah memberikan dukungan.

Kegiatan penyusunan makalah ini merupakan tugas individu, yang masih banyak
terdapat kekurangan dan kelemahan kemampuan saya, maka penyusunan makalah ini masih
sangat jauh dari sempurna untuk itu saran dan masukan yang membangun dari berbagai pihak
sangat saya harapkan demi kesempurnaan makalah yang saya buat ini.

Jakarta, 11 Januari 2019

Fakhira
Fakhira Millati

2016020014

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
SIA ( Sistem Informasi Akuntansi ) adalah sekumpulan sumber daya, seperti manusia
dan peralatan yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya menjadi
informasi. Di dalam SIA terdapat beberapa subsistem diantaranya siklus pendapatan, siklus
pengeluaran, siklus penggajian, siklus produksi, dan siklus keuangan. Dan masing – masing
siklus SIA tersebut memiliki lingkup yang berbeda.
Penulisan ini dilaksanakan atas dasar keingintahuan penulis tentang siklus pengeluaran,
yaitu prosedur pembelian dan pengeluaran kas untuk mengelola kebutuhan persediaan dalam
sistem informasi akuntansi.
Dalam makalah ini, Penulis akan membahas prosedur pembelian dan pengeluaran kas
secara lebih mendalam. Oleh sebab itu, Penulis berharap agar teman-teman dapat memahami
lebih dalam tentang prosedur pembelian dan pengeluaran kas serta dapat memanfaatkan
pengetahuan ini dengan baik dalam kegiatan ekonomi bagi peningkatan produktivitas manusia
dalam menjalankan sistem informasi akuntansi.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas , dapat di rumuskan Rumusan Masalah sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan Siklus Pengeluaran ?
2. Apa fungsi dan tujuan dari Siklus Pengeluaran ?
3. Apa saja keputusan keputusan penting dalam Siklus Pengeluaran ?
4. Bagaimana Subsistem Siklus Pengeluaran ?
5. Apa saja aktivitas Siklus Pengeluaran ?
6. Bagaimana prosedur aktivitas Siklus Pengeluaran ?
7. Apa saja fungsi yang terkait dengan Siklus Pengeluaran ?
8. Apa saja dokumen yang terkait dengan Siklus Pengeluaran ?
9. Bagaimana Flowchart pada Siklus Pengeluaran ?
10. Bagaimana pengendalian internal yang dilakukan dalam Siklus Pengeluaran ?
11. Apa ancaman yang ada pada Siklus Pengeluaran dan bagaimana pengendaliannya ?

C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah, tujuan penelitian ini yaitu :
1. Mengetahui pengertian dari Siklus Pengeluaran

1
2. Mengetahui fungsi dan tujuan dari Siklus Pengeluaran
3. Mengetahui keputusan penting di dalam Siklus Pengeluaran
4. Mengetahui subsistem pada Siklus Pengeluaran
5. Mengetahui aktivitas Siklus Pengeluaran
6. Mengetahui prosedur aktivitas Siklus Pengeluaran
7. Mengetahui fungsi terkait dengan Siklus Pengeluaran
8. Mengetahui dokumen terkait dengan Siklus Pengeluaran
9. Mengetahui Flowchart Siklus Pengeluaran
10. Mengetahui pengendalian internal dalam Siklus Pengeluaran
11. Mengetahui ancaman dan pengendalian dalam Siklus Pengeluaran

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Siklus Pengeluaran


Siklus Pengeluaran adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data
terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa. Siklus
pengeluaran melibatkan beberapa aktivitas yang berhubungan dengan pembelian bahan
mentah, persediaan barang-barang dan jasa. Kegiatan ini termasuk mengidentifikasikan dan

2
mendokumentasikan semua pengeluaran uang, menyipakan order pembelian menerima
kiriman barang dan mencatat persediaan.

B. Fungsi dan Tujuan Siklus Pengeluaran


Fungsi Siklus Pengeluaran :
 Mengetahui kebutuhan akan barang tersebut.
 Menempatkan Pesanan, Menerima dan menyimpan barang.
 Memastikan validitas kewajiban pembayaraan.
 Menyiapkan pengeluaran kas.
 Mengelola utang usaha.
 Memposkan transaksi ke dalam buku besar umum.
 Menyiapkan laporan keuangan dan laporan manajemen yang diperlukan.

Tujuan Siklus Pengeluaran :


 Menjamin bahwa semua barang dan jasa yang dipesan sesuai dengan aturan yang
dibutuhkan.
 Menerima semua barang yang dipesan dan memastikan bahwa barang yang diterima
dalam kondisi baik.
 Mengamankan barang hingga dibutuhkan.
 Menentukan faktur yang berkaitan dengan barang dan jasa yang benar.
 Mencatat dan mengklasifikasi pengeluaran dengan tepat.
 Mengirimkan uang ke pemasok yang tepat.
 Menjamin bahwa semua pengeluaran kas berkaitan dengan pengeluaran yang telah
diizinkan.
 Mencatat dan mengklasifikasi pengeluaran kas dengan tepat dan akurat.

Tujuan utama dalam siklus pengeluaran adalah untuk meminimalkan biaya total
memperoleh dan memelihara persediaan, perlengkapan, dan berbagai layanan yang
dibutuhkan organisasi untuk berfungsi.

C. Keputusan – keputusan penting Siklus Pengeluaran


1) Berapakah tingkat optimal persediaan dan perlengkapan yang akan ditanggung?
2) Pemasok manakah yang memberikan kualitas dan layanan terbaik dengan harga
terbaik ?
3) Dimanakah persediaan dan perlengkapan akan disimpan ?
4) Bagaimana cara organisasi mengkonsolidasi pembelian di lintas unit untuk
mendapatkan harga yang optimal ?
5) Bagaimana TI dapat digunakan untuk meningkgatkan baik efisiensi maupun
keakuratan fungsi logistik inbound ?
6) Apakah tersedia cukup kas untuk memanfaatkan diskon yang diberikan oleh
pemasok ?
7) Bagaimana pembayaran ke vendor dapat dikelola untuk memaksimalkan arus kas ?

D. Subsistem Siklus Pengeluaran

3
Subsistem yang ada dalam Siklus Pengeluaran adalah :
 Sistem Pembelian
 Sistem Penerimaan
 Sistem Voucher atau Pencatatan Utang
 Sistem Pengeluaran Kas

Hubungan yang ada pada Siklus Pengeluaran :


Dalam siklus ini, pihak eksternal yang terlibat adalah pemasok,sedangkan pihak internal
yang terkait adalah siklus produksi, siklus pendapatan, dan siklus buku besar dan pelaporan.
Bentuk interaksi antara siklus pengeluaran dan siklus lainnya adalah siklus pengeluaran
menerima pemberitahuan dari siklus pendapatan dan sistem produksi tentang kebutuhan
barang dan bahan baku,dan juga memberitahu kapan barang tersebut harus diterima. Siklus
pengeluaran juga mengirimkan data biaya ke siklus buku besar dan pelaporan untuk
dimasukkan ke dalam laporan keuangan dan laporan kinerja. Interaksi tersebut digambarkan
secara lengkap pada sebuah diagram konteks-yang merupakan level tertinggi dari diagram
arus data.

E. Aktivitas – aktivitas pada Siklus Pengeluaran


2 Aktivitas Utama dalam Siklus Pengeluaran yaitu Pembelian dan Pengeluaran Kas.

Berikut aktivitas Pembelian dalam Siklus Pengeluaran :


 Memesan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan)
 Menerima dan menyimpan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan)
 Membayar barang, Perlengkapan dan jasa (layanan)

F. Pengolahan Data Transaksi dalam Siklus Pengeluaran


 Sistem Manual - Pengolahan transaksi dalam siklus pengeluaran yang diselenggarakan
secara manual, mencakup prosedur-prosedur sebagai berikut:
a. Prosedur Pembelian Kredit
b. Prosedur Pengeluaran Kas

4
 Sistem Berbasis Komputer - Pengolahan transaksi dalam siklus pengeluaran yang
berbasis komputer mencakup prosedur-prosedur sebagai berikut :
a. Prosedur Permintaan Pembelian
b. Prosedur Pemesanan Barang
c. Prosedur Penerimaan Barang
d. Prosedur Pencatatan utang
e. Prosedur Pengeluaran Kas

G. Prosedur – prosedur pengolahan transaksi pada Siklus Pengeluaran

1) Prosedur Permintaan Barang

Aktivitas Bisnis yang pertama kali dilakukan dalam siklus pengeluaran adalah
permintaan barang atau suplais. Keputusan Kunci yang dibuat pada proses ini adalah
mengidentifikasi barang apa yang akan dibeli, kapan dibutuhkan, dan berapa banyak
yang akan di beli. Keputusan ini normalnya dibuat oleh fungsi pengawas persediaan
(inventory control), meskipun informasi tentang kebutuhan barang diperoleh dari
departemen pengguna barang. Permintaan pembelian kadang-kadang juga di buat oleh
siklus produksi atau dari fungsi penjualan yang menyampaikan informasi tentang back
order.

2) Prosedur Pemesanan Barang

Aktivitas pokok yang kedua dalam siklus pengeluaran adalah pemesana suplais
dan bahan baku. Aktivitas pembelian biasanya dilakukan oleh petugas pembelian atau
karyawan pembelian dalam departeman pembelian. Keputusan Kunci : Pemilihan
Pemasok. Keputusan penting yang dibuat pada tahap ini adalah pemilihan pemasok
dengan mempertimbangkan harga, kualitas, dan kualitas pengiriman. Komitmen
terhadap kualitas dan pengiriman yang dimiliki oleh para pemasok sangat penting,
Terutama pada sistem JIT, karena keterlambatan pengiriman atau dalam pengiriman
terdapat produk cacat dapat mengancam seluruh sistem. Sekali seorang pemasok
terpilih untuk memasok sebuah produk,identitas pemasok tersebut akan menjadi
bagian dari atau dimasukan ke dalam file induk persediaan. Hal ini dimaksudkan
untuk menghindari proses seleksi pemasok ketika akan membeli barang yang sama di
kemudian hari.

Dengan cara ini, maka kinerja pemasok secara periodik dievaluasi untuk
menentukan apakah pemasok tersebut masih dapat dipertahankan atau tidak. Evaluasi
ini tidak hanya melibatkan masalah harga,namun juga kualitas produk yang dibeli dan

5
kinerja pengiriman barang. Sistem Informasi Akuntansi yang baik, seharusnya juga
dirancang untuk dapat menangkap dan menelusur informasi ini.

3) Prosedur Penerimaan Barang

Aktivitas ketiga dalam siklus pengeluaran adalah menerima dan menyimpan


barang yang dipesan. Departemen penerima barang bertanggung jawab untuk
menerima barang yang dikirim oleh pemasok. Selain barang diterima, kemudian
dilaporkan ke manajer bagian gudang, untuk kemudian meneruskannya ke manajer
pabrik. Departemen penyimpanan barang yang bertanggung jawab kepada manajer
bagian gudang, bertanggung jawab untuk menyimpan barang. Informasi tentang
tentang penerimaan barang yang dipesan harus dikomunikasikan ke fungsi pengawas
persediaan, untuk memperbarui catatan persediaan. Tujuan diselenggarakan prosedur
ini adalah :

(a) Untuk menjamin bahwa semua penerimaan bahan baku,perlengkapan,dan aktiva


lain yang dibeli telah diotorisasikan.

(b) Untuk mencatat transaksi penerimaan dalam catatan akuntansi.

4) Prosedur Pencatatan Utang

Aktivitas keempat dalam siklus pengeluaran adalah proses persetujuan


pembayaran faktur pembelian. Proses ini dilaksanakan oleh departemen hutang
dagang yang bertanggung jawab terhadap direktur keuangan. Tujuan
diselenggarakannya subsistem ini adalah untuk mancatat kewajiban membayar kepada
pemasok. Input aplikasi ini adalah faktur pembelian, catatan penerimaan barang,
pesanan pembelian (open purchase order) dan file rincian pesanan pembelian
(purchase order detail files). Secara legal, kewajiban untuk membayar ke pemasok
mulai timbul saat barang diterima.meskipun demikian, untuk alasan praktis, sebagian
besar perusahaan mencatat utang setelah diterima dan disetujuinya faktur pembelian.
Tujuan dilakukannya cara ini adalah untuk mengotorisasi dan menentukan apakah
faktur yang diterima layak di bayar.tentunya faktur pembelian dikatakan layak di
bayar jika barang dan jasa yang dipesan benar-benar telah diterima oleh perusahaan.
6
Untuk mencapai tujuan ini,diperlukan informasi dari bagian pembelian (berupa
tembusan order pembelian) dan fungsi penerimaan barang (berupa laporan penerimaan
baranga). Tembusan order pembelian dari bagian pembelian menegaskan bahwa
barang atau jasa yang tercantum dalam faktur pembelian benar-benar dipesan.
Tembusan laporan penerimaan barang yang diterima dari bagian gudang menegaskan
tentang kuantitas dan kondisi yang diterima.

5) Prosedur Pencatatan Utang

Aktivitas terakhir pada siklus pengeluaran adalah pembayaran faktur yang


telah disetujui. Aktivitas ini disebut dengan aktivitas pengeluaran kas, dilaksanakan
oleh kasir yang bertanggung jawab kepada manajer keuangan. Tujuan
diselenggarakannya aplikasi ini adalah untuk menjamin bahwa pembayaran kepada
pemasok dilakukan tepat waktu dan dalam jumlah yang benar. Input bagi aplikasi ini
adalah catatan dari file voucher. Keputusan kunci dalam prosedur pengeluaran kas
adalah menentukan apakah perusahaan akan memanfaatkan fasilitas potongan yang
tersedia atau tidak. Untuk membuat keputusan ini dibutuhkan informasi anggaran kas
jangka pendek. Dalam anggaran kas tersebut tergambar taksiran arus kas masuk dan
arus kas keluar untuk satu periode tertentu di masa mendatang (biasanya satu tahun).
Informasi yang tercantum dalam anggaran tersebut berasal dari berbagai sumber.
Bagian piutang dagang memberikan proyeksi penerimaan kas. File utang dagang dan
file order pembelian menunjukan potensi pembayaran kepada para pemasok yang
bermakna taksiran arus kas keluar di masa mendatang. Fungsi sumber daya manusia
memberikan informasi tentang kebutuhan kas untuk pembayaran gaji karyawan.jika
cukup anggaran kas menunjukan bahwa perusahaan membutuhkan kas dalam jumlah
yang untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran kas,maka fasilitas potongan yang
tersedia harus dimanfaatkan agar dapat diperoleh penghematan pengeluaran kas.

H. Fungsi terkait dengan Siklus Pengeluaran

7
1. Fungsi Gudang
Dalam sistem akuntansi pembelian, fungsi gudang bertanggung jawab untuk
mengajukan permintaan pembelian sesuai dengan posisi persediaan yang ada di gudang dan
untuk menyimpan barang yang telah diterima oleh fungsi penerimaan.
2. Fungsi Pembelian
Fungsi pembelian bertanggung jawab untuk memperoleh informasi mengenai harga
barang, menentukan pemasok yang dipilih dalam pengadaan barang dan mengeluarkan order
pembelian kepada pemasok yang dipilih
3. Fungsi Penerimaan
Dalam sistem akuntansi pembelian, fungsi ini bertanggung jawab untuk melakukan
pemeriksaan terhadap jenis, mutu dan kualitas barang yang diterima dari pemasok guna
menentukan dapat atau tidaknya barang tersebut diterima oleh perusahaan. Dan juga
bertanggung jawab untuk menerima barang dari pembeli yang berasal dari transaksi retur
penjualan.
4. Fungsi Akuntansi
Fungsi akuntansi yang terkait dalam transaksi pembelian adalah fungsi pencatatan
persediaan. Fungsi pencatatan utang bertanggung jawab untuk mencatat transaksi pembelian
kedalam register bukti kas keluar. Dan untuk menyelenggarakan arsip dokumen bukti kas
keluar dan untuk menyelenggarakan arsip dokumen bukti kas keluar yang berfungsi sebagai
catatan utang. Sedangkan fungsi persediaan bertanggung jawab untuk mencatat harga pokok
persediaan barang yang dibeli kedalam kartu persediaan.

I. Dokumen yang terkait dengan Siklus Pengeluaran

JENIS TRANSAKSI DOKUMEN YANG DI GUNAKAN

8
Pembelian Kredit Permintaan Pembelian
Pesanan Pembelian
Laporan Penerimaan Barang
Voucher

Pengeluaran Kas Check

Retur Pembelian Memo Debit

1) Surat permintaan pembelian


Dokumen ini merupakan formulir yang diisi oleh fungsi gudang untuk meminta
fungsi pembelian melakukan pembelian barang dengan jenis, jumlah, dan mutu seperti yang
tersebut dalam surat permintaan pembelian.

2) Surat permintaan penawaran harga


Dokumen ini digunakan untuk meminta penawaran harga bagi barang yang
pengadaannya tidak bersifat berulang kali terjadi (tidak repetitif), yang menyangkut jumlah
rupiah pembelian yang besar.

3) Surat order pembelian


Dokumen ini digunakan untuk memesan barang kepada pemasok yang telah dipilih.

4) Laporan penerimaan barang


Dokumen ini dibuat oleh fungsi penerimaan untuk menunjukkan bahwa barang yang
diterima dari pemasok telah memenuhi jenis, spesifikasi, mutu dan kuantitas seperti yang
tercantum dalam surat order pembelian

5) Surat perubahan order pembelian


Kadangkala diperlukan perubahan terhadap isi surat order pembelian yang
sebelumnya telah diterbitkan. Perubahan tersebut dapat berupa perubahan kuantitas, jadwal
penyerahan barang, spesifikasi, penggantian atau hal lain yang bersangkutan dengan
perubahan bisnis. Biasanya perubahan tersebut diberitahukan kepada pemasok secara resmi
dengan menggunakan surat perubahan order pembelian.

6) Bukti kas keluar


Dokumen ini dibuat oleh fungsi akuntansi untuk dasar pencatatan transaksi
pembelian. Dokumen ini juga berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas untuk pembayaran
utang kepada pemasok.

9
J. Flowchart Siklus Pengeluaran

Prosedur Pengeluaran Kas:

10
1. Bagian Supplier membuat faktur rangkap 2. Lembar 1 dikirimkan ke Bagian Pembayaran,
dan lembar 2 disimpan sebagai arsip.
2. Bagian Pembayaran menerima Faktur lembar 1 dari Supplier. Berdasarkan faktur tersebut,
Bagian Pembayaran membuat Surat Permintaan Pengeluaran Kas (SPPK) rangkap 2.
Lembar 1 dikirimkan ke Manajer dan lembar 2 disimpan sebagai arsip.
3. Manajer menerima SPPK lembar 1. Berdasarkan SPPK lembar 1 tersebut, Manajer akan
menyetujui SPPK tersebut, dan mengirimkan SPPK yang telah disetujui kepada Bagian
Pemegang Kas.
4. Bagian Pemegang Kas menerima SPPK yang telah disetujui. Berdasarkan SPPK yang telah
disetujui tersebut, Bagian Pemegang Kas membuat Bukti Kas Keluar (BKK) rangkap 3.
Lembar 1 beserta uang dikirimkan ke Bagian Pembayaran, lembar 2 dikirimkan ke Bagian
Akuntansi dan lembar 3 disimpan sebagai arsip.
5. Bagian Pembayaran menerima BKK Lembar 1 beserta uang, selanjutnya Bagian
Pembayaran melakukan pembayaran kepada Supplier.
6. Supplier menerima pembayaran dari Bagian Pembayaran. Berdasarkan pembayaran
tersebut, Supplier membuat Surat Pelunasan Pembayaran (SPP) rangkap 2. Lembar 1
dikirimkan ke Bagian Pembayaran dan lembar 2 disimpan sebagai arsip.
7. Bagian Pembayaran menerima SPP lembar 1, kemudian membuat Laporan Pembayaran
(LP) rangkap 2. Lembar 1 dikirimkan ke Bagian Akuntansi dan lembar 2 disimpan sebagai
arsip.
8. Berdasarkan BKK lembar 2 dari Bagian Pemegang Kas dan LP lembar 1 dari Bagian
Pembayaran, Bagian Akuntansi membuat Laporan Pengeluaran Kas (LPK) rangkap 2.
Lembar 1 dikirimkan ke Manajer dan lembar 2 disimpan sebagai arsip.

Jobdesc dari masing-masing Entitas:


1. Supplier
– Membuat faktur rangkap 2
Lembar 1 : dikirimkan ke Bagian Pembayaran
Lembar 2 : disimpan sebagai arsip
– Menerima data pembayaran (berupa uang cash) dari Bagian Pembayaran
– Membuat Surat Pelunasan Pembayaran (SPP) rangkap 2
Lembar 1 : dikirimkan ke Bagian Pembayaran
Lembar 2 : disimpan sebagai arsip

2. Bagian Pembayaran
– Menerima faktur dari Supplier
– Membuat Surat Permintaan Pengeluaran Kas (SPPK) rangkap 2
Lembar 1 : dikirimkan ke Manajer
Lembar 2 : disimpan sebagai arsip
– Menerima Bukti Kas Keluar (BKK) beserta uang dari Bagian Pemegang Kas
– Melakukan pembayaran ke Supplier
– Menerima SPP lembar 1 dari Supplier
– Membuat Laporan Pembayaran (LP) rangkap 2
11
Lembar 1 : dikirimkan ke Bagian Akuntansi
Lembar 2 : disimpan sebagai arsip

3. Bagian Pemegang Kas


– Menerima SPPK yang telah disetujui dari Manajer
– Membuat Bukti Kas Keluar (BKK) rangkap 3
Lembar 1 : dikirimkan ke Bagian Pembayaran beserta uang
Lembar 2 : dikirimkan ke Bagian Akuntansi
Lembar 3 : disimpan sebagai arsip

4. Bagian Akuntansi
– Menerima BKK lembar 2 dari Bagian Pemegang Kas
– Menerima Laporan Pembayaran (LP) lembar 1 dari Bagian Pembayaran
– Membuat Laporan Pengeluaran Kas (LPK) rangkap 2
Lembar 1 : dikirimkan ke Manajer
Lembar 2 : disimpan sebagai arsip

5. Manajer
– Menerima Surat Permintaan Pengeluaran Kas (SPPK) lembar 1
– Menyetujui SPPK dan mengirimkan SPPK tersebut ke Bagian Pemegang Kas
– Menerima Laporan Pengeluaran Kas (LPK) dari Bagian Akuntansi sebagai
pertanggungjawaban.

12
TRANSAKSI PEMBELIAN TUNAI:

13
1. Bagian Gudang yang biasanya membutuhkan barang, membuat SPP (Surat Permintaan
Pembelian) rangkap 2. Lembar 1 dikirim ke Bagian Pembelian, dan lembar 2 disimpan oleh
Bagian Gudang sebagai arsip.
2. Bagian Pembelian menerima SPP lembar 1 dari Bagian Gudang. Berdasarkan SPP lembar 1,
maka Bagian Pembelian membuat SPPH.
3. SPPH tersebut dikirimkan ke Bagian Supplier. Dan Supplier membuat SPH. SPH tersebut
dikirimkan ke Bagian Pembelian. Berdasarkan SPH tersebut, Bagian Pembelian membuat
SDP (Surat Daftar Pembelian) dikirim ke Pimpinan untuk mendapat persetujuan.
4. Jika Pimpinan menyetujui SDP tersebut, maka SDP yang telah disetujui dikirimkan kembali
ke Bagian Pembelian. Jika tidak, maka kembali ke transaksi awal.
5. Berdasarkan SDP yang sudah disetujui, Bagian Pembelian membuat SOP (Surat Order
Pembelian) rangkap 4. Lembar ke-1 dikirim kepada Supplier. Lembar ke-2 dikirim ke
Bagian Keuangan. Lembar ke-3 dikirim ke Bagian Gudang dan lembar ke-4 disimpan
sebagai arsip.
6. Supplier menerima SOP lembar ke-1 dari Bagian Pembelian. Kemudian Supplier membuat
faktur rangkap 2. Lembar ke-1 dikirim beserta barang pesanan ke Bagian Pembelian.
Lembar ke-2 disimpan sebagai arsip.
7. Bagian Pembelian menerima faktur beserta barang pesanan dari Supplier. Kemudian, faktur
dan barang dikirim ke Bagian Gudang.
8. Bagian Gudang menerima barang dan mencatat barang masuk berdasarkan SOP lembar ke-3
dan membuat LPB (Laporan Penerimaan Barang) rangkap 3. Lembar ke-1 dikirimkan ke
Bagian Pembelian. Lembar ke-2 dan Faktur dikirim ke Bagian Keuangan. Dan lembar ke-3
disimpan sebagai arsip.
9. Bagian Keuangan menerima SOP lembar ke-2 dan , Faktur serta LPB lembar ke-2 dari
Bagian Gudang.
10. Berdasarkan SOP lembar ke-2, Faktur dari Bagian Pembelian serta LPB lembar ke-2,
Bagian Keuangan melakukan pembayaran kepada Bagian Supplier.
11. Bagian Supplier menerima uang dari Bagian Keuangan. Supplier membuat Faktur Lunas
rangkap 2. Lembar ke-1 dikirmkan ke Bagian Keuangan dan lembar ke-2 disimpan sebagai
arsip.
12. Bagian Keuangan menerima faktur lunas. Berdasarkan faktur lunas tersebut, Bagian
Keuangan membuat Laporan Pembayaran Tunai rangkap 2. Lembar ke-1 dikirimkan ke
Pimpinan dan lembar ke-2 disimpan sebagai arsip.

Jobdesc atau Uraian Kegiatan (Operating List) untuk Transaksi Pembelian Tunai :
1. Bagian Gudang
 Melakukan pengecekan terhadap persediaan barang
 Membuat Surat Permintaan Pembelian (SPP) rangkap 2 :
Lembar pertama dikirim ke Bagian Pembelian, lembar kedua disimpan sebagai arsip.
 Menerima Surat Order Pembelian (SOP) dari Bagian Pembelian

14
 Berdasarkan SOP dan Faktur yang diterima dari Bagian Pembelian, membuat Laporan
Penerimaan Barang (LPB) rangkap 3 :
Lembar pertama dikirim ke Bagian Pembelian, lembar kedua ke Bagian Keuangan,
dan lembar ketiga disimpan sebagai arsip.

2. Bagian Pembelian
 Menerima SPP dari Bagia Gudang
 Berdasarkan SPP, membuat Surat Permintaan Penawaran Harga (SPPH) yang dikirim
ke Supplier
 Menerima Surat Penawaran Harga (SPH) dari Supplier. Berdasarkan SPH, membuat
Surat Daftar Pembelian (SDP) yang dikirim ke Pimpinan
 Menerima SDP ang telah di ACC oleh Pimpinan
 Berdasarkan SDP ACC, membuat Surat Order Pembelian (SOP) rangkap 4 :
Lembar pertama dikirim ke Supplier, lembar kedua dikirim ke Bagia Keuangan,
lembar ketiga dikirim ke Bagian Gudan, dan lembar keempat disimpan sebagai arsip
 Menerima Faktur beserta Barang dari Supplier, kemudian mengirimkannya ke bagian
Gudang
 Menerima LPB dari Bagian Gudang

3. Pimpinan
 Menerima SDP dari Bagian Pembelian
 Meng-ACC SDP, kemudian mengirmnkannya ke Bagiang Pembelian
 Menerima Laporan Pembelian Tunai (LPT) dari Bagian Keuangan

4. Supplier
 Menerima SPPH dari Bagian Pembelian
 Berdasarkan SPPH, membuat SPH yang dikirimkan ke Bagian Pembelian
 Menerima SOP dari Bagian Pembelian
 Berdasarkan SOP, membuat Faktur rangkap 2 :
Lembar satu dikirim beserta Barang ke Bagian Pembelian, dan lembar kedua sebagai
arsip
 Menerima uang / pembayaran dari Bagian Pembelian, kemudian membuat faktur lunas
rangkap 2 :
Lembar pertama dikirim ke Bagian Keuangan, dan lembar kedua disimpan sebagai
arsip

5. Bagian Keuangan
 Menerima SOP dari Bagian Pembelian
 Menerima LPB beserta Faktur dari Bagian Gudang
 Berdasarkan SOP dan LPB serta Faktur, melakukan pembayaran ke supplier.
 Menerima faktur lunas dari supplier, berdasarkan faktur lunas membuat laporan
pembelian tunai (LPT) rangkap 2:
Lembar 1 dikirim ke pimpinan, dan lembar kedua disimpan sebagai arsip

15
16
TRANSAKSI PEMBELIAN KREDIT:
1. Bagian Gudang yang biasanya membutuhkan barang, membuat SPP (Surat Permintaan
Pembelian) rangkap 2. Lembar 1 dikirim ke Bagian Pembelian, dan lembar 2 disimpan oleh
Bagian Gudang sebagai arsip.
2. Bagian Pembelian menerima SPP lembar 1 dari Bagian Gudang. Berdasarkan SPP lembar 1,
maka Bagian Pembelian membuat SPPH.
3. SPPH tersebut dikirimkan ke Bagian Supplier. Dan Supplier membuat SPH. SPH tersebut
dikirimkan ke Bagian Pembelian. Berdasarkan SPH tersebut, Bagian Pembelian membuat
SDP (Surat Daftar Pembelian) dikirim ke Pimpinan untuk mendapat persetujuan.
4. Jika Pimpinan menyetujui SDP tersebut, maka SDP yang telah disetujui dikirimkan kembali
ke Bagian Pembelian. Jika tidak, maka kembali ke transaksi awal.
5. Berdasarkan SDP yang sudah disetujui, Bagian Pembelian membuat SOP (Surat Order
Pembelian) rangkap 4. Lembar ke-1 dikirim kepada Supplier. Lembar ke-2 dikirim ke
Bagian Keuangan. Lembar ke-3 dikirim ke Bagian Gudang dan lembar ke-4 disimpan
sebagai arsip.
6. Supplier menerima SOP lembar ke-1 dari Bagian Pembelian. Kemudian Supplier membuat
faktur rangkap 2. Lembar ke-1 dikirim beserta barang pesanan ke Bagian Pembelian.
Lembar ke-2 disimpan sebagai arsip.
7. Bagian Pembelian menerima faktur beserta barang pesanan dari Supplier. Kemudian, faktur
dan barang dikirim ke Bagian Gudang.
8. Bagian Gudang menerima barang dan mencatat barang masuk berdasarkan SOP lembar ke-3
dan membuat LPB (Laporan Penerimaan Barang) rangkap 3. Lembar ke-1 dikirimkan ke
Bagian Pembelian. Lembar ke-2 dan faktur dikirim ke Bagian Keuangan. Dan lembar ke-3
disimpan sebagai arsip.
9. Bagian Keuangan menerima SOP lembar ke-2, Faktur serta LPB lembar ke-2 dari Bagian
Gudang.
10. Berdasarkan SOP lembar ke-2, Faktur dari Bagian Pembelian serta LPB lembar ke-2,
Bagian Keuangan membuat Laporan Pembelian Kredit (LPK) rangkap 2. Lembar pertama
diserahkan ke Pimpinan dan lembar kedua disimpan sebagai arsip.

Jobdesc atau Uraian Kegiatan (Operating List) untuk Transaksi Pembelian Tunai :
1. Bagian Gudang
 Melakukan pengecekan terhadap persediaan barang
 Membuat Surat Permintaan Pembelian (SPP) rangkap 2 :
Lembar pertama dikirim ke Bagian Pembelian, lembar kedua disimpan sebagai arsip.
 Menerima Surat Order Pembelian (SOP) dari Bagian Pembelian
 Berdasarkan SOP dan Faktur yang diterima dari Bagian Pembelian, membuat Laporan
Penerimaan Barang (LPB) rangkap 3 :
Lembarpertama dikirim ke Bagian Pembelian, lemabar kedua ke Bagian Keuangan, dan
lembar ketiga disimpan sebagai arsip.

17
2. Bagian Pembelian
 Menerima SPP dari Bagia Gudang
 Berdasarkan SPP, membuat Surat Permintaan Penawaran Harga (SPPH) yang dikirim
ke Supplier
 Menerima Surat Penawaran Harga (SPH) dari Supplier. Berdasarkan SPH, membuat
Surat Daftar Pembelian (SDP) yang dikirim ke Pimpinan
 Menerima SDP ang telah di ACC oleh Pimpinan
 Berdasarkan SDP ACC, membuat Surat Order Pembelian (SOP) rangkap 4 :
Lembar pertama dikirim ke Supplier, lembar kedua dikirim ke Bagia Keuangan, lembar
ketiga dikirim ke Bagian Gudan, dan lembar keempat disimpan sebagai arsip
 Menerima Faktur beserta Barang dari Supplier, kemudian mengirimkannya ke bagian
Gudang
 Menerima LPB dari Bagian Gudang

3. Pimpinan
 Menerima SDP dari Bagian Pembelian
 Meng-ACC SDP, kemudian mengirmnkannya ke Bagiang Pembelian
 Menerima Laporan Pembelian Kredit (LPK) dari Bagian Keuangan

4. Supplier
 Menerima SPPH dari Bagian Pembelian
 Berdasarkan SPPH, membuat SPH yang dikirimkan ke Bagian Pembelian
 Menerima SOP dari Bagian Pembelian
 Berdasarkan SOP, membuat Faktur rangkap 2 :
Lembar satu dikirim beserta Barang ke Bagian Pembelian, dan lembar kedua sebagai
arsip

5. Bagian Keuangan
 Menerima SOP dari Bagian Pembelian
 Menerima LPB beserta Faktur dari Bagian Gudang
 Berdasarkan SOP dan LPB serta Faktur, membuat Laporan Pembelian Kredit (LPK)
rangkap 2 :
Lembar pertama dikirim ke Pimpinan, dan Lembar kedua disimpan sebagai arsip.

18
Prosedur retur pembelian suatu perusahaan:
 Vendor mengirim barang yang telah di order oleh perusahaan ke bagian penerimaan barang
disertai nota pembelian yang akan dicatat oleh bagian akuntansi persediaan.
 Oleh bagian penerimaan barang, barang tersebut dicek apakah sesuai dengan pesanan.
Karena tidak sesuai, bagian penerimaan barang membuat Surat Permohonan Retur
Pembelian (SPRP). SPRP diberikan ke bagian akuntansi persediaan, sedangkan barangnya
diberikan ke bagian gudang.
 Di bagian akuntansi persediaan, SPRP dan Nota Pembelian digabungkan untuk membuat
Memo Debit yang digunakan sebagai dasar pencatatan barang yang akan di retur.
 Memo Debit diberikan ke bagian gudang, bersama dengan barang lalu bagian gudang
membuat Catatan Pengeluaran Barang (CPB) yang dibuat arsip oleh bagian gudang. Dan
barang retur dikirim ke vendor bersama dengan Memo Debit.

K. Pengendalian Internal Siklus Pengeluaran dan Pembelian

19
Unsur-unsur pengendalian intern dalam siklus pembelian dirancang untuk mencapai
tujuan pokok pengendalian akuntansi, yaitu menjaga kekayaan (persediaan) dan kewajiban
perusahaan, menjamin ketelitian dan keandalan data akuntansi (utang, kas, persediaan). Untuk
merancang unsur-unsur pengendalian akuntansi yang diterapkan dalam siklus pembelian,
terdapat tiga unsur pokok yaitu :
1) Organisasi
 Fungsi pembelian terpisah dari fungsi penerimaan barang.
 Fungsi pembelian harus terpisah dengan fungsi akuntansi.
 Fungsi penerimaan barang harus terpisah dengan fungsi penyimpanan barang.
 Transaksi pembelian harus dilaksanakan oleh fungsi gudang, fungsi pembelian,
penerimaan barang, pencatat utang, dan fungsi akuntansi yang lain.
 Transaksi retur pembelian harus dilaksanakan oleh fungsi pembelian, penerimaan
barang, pencatat utang, fungsi akuntansi yang lain.

2) Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan


 Surat permintaan pembelian otorisasi oleh fungsi gudang untuk barang digudang,
atau oleh kepala fungsi yang bersangkutan untuk barang yang langsung dipakai.
 Surat order pembelian diotorisasi oleh fungsi pembelian atau pejabat yang lebih
tinggi.
 Laporan penerimaan barang diotorisasi oleh fungsi penerimaan barang.
 Bukti kas keluar oleh kepala fungsi pencatatan utang atau pejabat yang lebih tinggi.
 Memo debit untuk retur pembelian diotorisasi oleh fungsi pembelian.
 Laporan pengiriman barang untuk retur pembelian diotorisasi oleh fungsi pengiriman
barang.
 Pencatatan terjadinya utang didasarkan atas bukti kas keluar yang didukung dengan
surat order pembelian, laporan penerimaan barang, dan faktur dari pemasok.
 Pencatatan berkurangnya utang karena retur pembelian didasarkan memo debit yang
didukung dengan laporan pengiriman barang.
 Pengurangan utang di dalam arsip bukti kas keluar yang belum dibayar dan
pencatatan di dalam register bukti kas keluar diotorisasi oleh fungsi pencatat utang.
 Pencatatan di dalam jurnal umum diotorisasi oleh fungsi pencatat jurnal.

3) Praktik yang sehat ;


 Surat permintaan pembelian bernomor urut tercetak dan pemakaiannya
dipertanggungjawabkan oleh fungsi gudang.
 Surat order pembelian bernomor urut tercetak dan pemakaiannya
dipertanggungjawabkan oleh fungsi pembelian.
 Laporan penerimaan barang bernomor urut tercetak dan pemakaiannya
dipertanggungjawabkan oleh fungsi penerimaan barang.
 Memo debit untuk retur pembelian bernomor urut tercetak dan pemakaiannya
dipertanggungjawabkan oleh fungsi pembelian.

20
 Laporan penerimaan barang bernomor urut tercetak dan pemakaiannya
dipertanggungjawabkan oleh fungsi pengiriman barang.
 Pemasok dipilih berdasarkan jawaban penawaran harga bersaing dari berbagai
pemasok.
 Barang hanya diperiksa dan diterima oleh fungsi penerimaan barang jika fungsi ini
telah menerima tembusan surat order pembelian dari fungsi pembelian.
 Fungsi penerimaan barang melakukan pemeriksaan barang yang diterima dari
pemasok dengan cara menghitung dan menginspeksi barang tersebut dan
membandingkannya dengan tembusan surat order pembelian.
 Terdapat pengecekan, syarat pembelian, dan ketelitian perkalian di dalam faktur dari
pemasok sebelum faktur tersebut diproses untuk dibayar.
 Catatan yang berfungsi sebagai buku pembantu utang secara periodik direkonsiliasi
dengan rekening control utang di dalam buku besar.
 Pembayaran faktur dilakukan sesuai dengan syarat pembayaran guna mencegah
kehilangan kesempatan untuk memperoleh potongan tunai.
 Bukti kas keluar beserta dokumen pendukungnya dicap “lunas” oleh fungsi
pengeluaran kas setelah cek dikirimkan kepada pemasok.

Pengendalian Internal Siklus Pengeluaran


1) Otorisasi Transaksi
a) Subsistem pembelian
bagian pengendalian persediaan memonitor tingkat persediaan secara terus
menerus. Ketika tingkat persediaan jatuh pada titik pemesanan ulang yang telah
ditetapkan, bagian pengendalian persediaan secara formal akan mengotorisasi
pengisian kembali melalui permintaan pembelian.
b) Subsistem pengeluaran kas
bagian utang usaha mengotorisasi pengeluaran kasmelalui bukti kas keluar. Untuk
memberikan pengendalian yang efektif di seluruh arus kas dari perusahaan. Staf
administrasi bagian pengeluaran kas seharusnya tidak menulis cek tanpa
otorisasi yang jelas. Jurnal pengeluaran kas (daftar cek) yang berisi nomor
voucher mengotorisasi tiap cek dan merupakan jejak audit untuk memverifikasi
setiap cek yang ditulis.

2) Pemisahan Pekerjaan
a. Pemisahan Pengendalian Persediaan dari Gudang
Dalam subsistem pembelian, aktiva fisik utamanua adalah persediaan. Bagian
pengendalian persediaan mencatat secara terperinci berbagai aktiva tersebut,
sedangkan bagian gudang harus menyimpannya.
b. Pemisahan Bagian Buku Besar dan Utang Usaha dengan Pengeluaran Kas
Aktiva yang berpotensi menghadapi eksposur dalam subsistem pengeluaran
kas adalah kas. Catatan yang mengendalikan aktiva ini adalah buku pembantu

21
utang usaha dan akun kas di buku besar. Seseorang dengan tanggung jawab
gabungan antara menulis cek, mencatat akun kas, dan mencatat utang usaha dapat
melakukan penipuan diperusahaan.

3) Supervisi
Area yang mendapat manfaat paling banyak dari supervisi di siklus pengeluaran
adalah bagian penerimaan. Banyak sekali aktiva yang bernilai mengalir melalui area
ini ke gudang. Supervisi yang ketat di bagian ini akan mengurangi peluang terjadinya
dua jenis eksposur :
a. Inspeksi Aktiva
Ketika barang datang dari pemasok, staf administrasi bagian penerimaan harus
memeriksa jumlah dan kondisinya.
b. Pencurian Aktiva
Bagian penerimaan kadang kacau dan tidak teratur dalam masa – masa sibuk.
Di situasi ini, persediaan yang masuk menghadapi potensi pencurian kecuali
jika diamankan di gudang. Prosedur pemeriksaan yang tidak benar disertai
dengan supervisi yang tidak memadai dapat menciptakan situasi yang kondusif
untuk terjadinya pencurian persediaan dalam transit
4) Catatan Akuntansi
Tujuan pengendalian catatan akuntansi adalah untuk menyimpan jejak audit yang
memadai agar dapat menelusuri sebuah transaksi dari dokumen sumbernya hingga ke
laporan keuangan. Siklus pengeluaran mempengaruhi berbagai catatan akuntansi
berikut ini : buku besar pembantu utang usaha, daftar voucher, daftar cek, dan buku
besar

5) Pengendalian Akses
a) Akses langsung : Dalam siklus pengeluaran, perusahaan harus mengendalikan
akses ke aktiva fisik seperti kas dan persediaan.

b) Akses Tidak Langsung : Perusahaan harus membatasi akses ke berbagai dokumen


yang mengendalikan aktiva fisiknya.

6) Verifikasi Independen
a. Verifikasi Independen oleh Bagian Utang Usaha
Bagian utang usaha memainkan peran penting dalam kegiatan verifikasi yang
dilakukan oleh lainnya dalam sistem ini. Tiap dokumen berisi berbagai fakta yang
berbeda mengenai transaksi pembelian, yang harus di rekonsiliasi oleh staf
administrasi bagian utang usaha sebelum perusahaan mengakui kewajiban.

b. Verifikasi Independen oleh Bagian Buku Besar

22
Dari berbagai angka ringksan ini,staf administrasi bagian buku besar
memverifikasi bahwa kewajiban total yang dicatat sama dengan pengendalian yang
diterima dan bahwa pengurangan total dalam utang usaha sama dengan total
pengeluaran kas.

L. Ancaman pada Siklus Pengeluaran

Proses Ancaman Prosedur pengendalian yang dapat diterapkan


/Aktivitas
Pesan barang Mencegah kehabisan atau Sistem pengendalian persediaan; Catt persediaan
kelebihan persediaan perpetual; teknologi kode garis; penghitungan
persediaan secara periodik
Meminta barang yang tidak Catt persediaan perpetual yang akurat; persetujuan
dibutuhkan permintaan pembelian
Membeli dgn harga yang Meminta penawaran kompetitif; gunakan pemasok
dinaikkan yang disetujui; persetujuan pesanan pembelian;
pengendalian anggaran
Membeli barang berkualitas Gunakan vendor yang disetujui; awasi kinerja
rendah vendor; pengendalian anggaran
Membeli dari pemasok yang Persetujuan pesanan pembelian; batasi akses ke file
tidak diotorisasi utama pemasok
Komisi (kickback) Kebijakan; mintalah bag. Pembelian untuk
mengungkapkan kepentingan financial dengan
pemasok; audit vendor
Terima dan Menerima barang yang tidak Minta bagian penerimaan untuk memverifikasi
simpan dipesan keberadaan pesanan pembelian yang valid
barang Membuat kesalahan dalam Dokumentasikan kinerja pegawai; insentif untuk
penghitungan penghitungan yang akurat
Mencuri persediaan Pengendalian akses fisik; penghitungan periodic
persediaan dan rekonsiliasi perhitungan fisik
dengan catt; dokumentasikan semua kiriman
persediaan
Setujui dan Gagal menagkap kesalahan dalam Periksa kembali akurasi faktur; training bagi
bayar faktur faktur dari vendor pegawai bag. Utang usaha
dari vendor Membayar barang yang tidak Hanya membayar faktur yang didukung oleh
diterima laporan penerimaan asli
Gagal memanfaatkan diskon Penyimpanan file yang tepat; anggaran arus kas
pembelian yang tersedia

23
Membayar faktur yang sama 2x Hanya membayar faktur yang didukung oleh
bundle voucher asli
Kesalahan mencatat dan Pengendalian edit berbagai entri data dan
memasukkan data dalam utang pemrosesan
usaha
menyalahgunakan kas, cek. Batasi akses ke cek kosong, mesin penandatangan
cek; pemisahan tugas antara bagian utang usaha
dengan kasir; rekonsiliasi rek bank oleh orang yang
independent dari proses pengeluaran kas; alat
perlindungan cek termasuk positive pay.
Pengendalian Kehilangan data Buat cadangan dan rencana pemulihan dari
umum bencana; pengendalian akses fisik dan logis
Kinerja kurang baik Pembuatan dan peninjauan ulang secara periodic;
laporan kinerja yang memadai
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Siklus Pengeluaran adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data
terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa. Siklus
pengeluaran melibatkan beberapa aktivitas yang berhubungan dengan pembelian bahan
mentah, persediaan barang-barang dan jasa. Kegiatan ini termasuk mengidentifikasikan dan
mendokumentasikan semua pengeluaran uang, menyipakan order pembelian menerima
kiriman barang dan mencatat persediaan.
Terdapat 2 Aktivitas Utama dalam Siklus Pengeluaran yaitu Pembelian dan Pengeluaran
Kas. Prosedur – prosedur terkait siklus pengeluaran adalah Prosedur Permintaan Pembelian;
Prosedur Pemesanan Barang; Prosedur Penerimaan Barang; Prosedur Pencatatan utang;
Prosedur Pengeluaran Kas. Fungsi – fungsi yang terkait diantaranya Fungsi Gudang; Fungsi
Pembelian; Fungsi Penerimaan; Fungsi Akuntansi. Serta dokumen yang dikeluarkan dalam
siklus pengeluaran diantaranya Permintaan Pembelian; Pesanan Pembelian; Laporan
Penerimaan Barang; Voucher; Check; Memo Debit
Alur dalam Siklus Pengeluaran dapat digambarkan pada flowchart siklus pengeluaran
kas, pembelian kredit, pembelian tunai, dan retur pembelian. Pengendalian internal pada
siklus pengeluran dapat dilakukan dengan otorisasi transaksi, pemisahan fungsi kerja,
supervise, catatan akuntansi, pengendalian akses dan verifikasi independen

24
DAFTAR PUSTAKA

 https://linlindaantebellum.wordpress.com/matkul-smstr-3/sia/resume6/
 http://anwarsaya.blogspot.com/2013/10/siklus-pengeluaran-sistem-informasi.html
 http://akbunhi.blogspot.com/2014/01/sistem-informasi-akuntansi-siklus.html
 http://ilfen.blogspot.com/2012/11/makalah-siklus-pengeluaran.html
 http://lautanhidupku.blogspot.com/2013/10/v-behaviorurldefaultvmlo.html
 http://anwarsaya.blogspot.com/2013/10/siklus-pengeluaran-sistem-informasi.html?m=1
 http://siastephanie.blogspot.com/2012/04/siklus-pengeluaran.html?m=1
 https://bq3monica.wordpress.com/category/flowchart-pembelian/
 https://bq3monica.wordpress.com/2012/04/28/flowchart-pengeluaran-kas/
 https://farida-datakuliah.blogspot.com/2018/02/siklus-pengeluaran-dalam-prosedur.html
 https://dwiermayanti.wordpress.com/2009/10/13/sistem-pengendalian-intern-pembelian/
 https://oriza8.wordpress.com/artikel/pendidikan/pengendalian-intern-dalam-sistem-
informasi-akuntansi/
 http://lautanhidupku.blogspot.com/2013/10/v-behaviorurldefaultvmlo.html

25