Anda di halaman 1dari 37

LAPORAN MAGANG

Disusun untuk memenuhi salah satu syarat


Kelulusan dalam menempuh Matakuliah Magang

Oleh:
YUDA FAUZAN
6211151116

UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL
CIMAHI
2018

i
ii
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Puji syukur selalu penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
rahmat dan karunianya penulis dapat menyelesaikan laporan magang ini dengan
baik dan tepat waktu. Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas Mata
kuliah On Job Training. Pada kesempatan ini juga penulis mengucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen mata kuliah yang bersangkutan yang
telah memberikan tugas ini kepada penulis sebagai bentuk pelatihan untuk
menghadapi dunia kerja setelah lulus nanti.

Penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang turut
membantu dalam pembuatan laporan magang ini yang dimana tidak bisa
disebutkan satu persatu. Selain itu, penulis sadar makalah yang disusun ini masih
jauh dari kata sempurna. Oleh karena keterbatasan waktu dan kemampuan
penulis, maka penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Semoga
laporan magang ini dapat berguna bagi penulis sendiri serta mahasiswa Hubungan
Internasional Universitas Jenderal Achmad Yani dan juga seluruh masyarakat
pada umunya.

Sekian dan terimakasih

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Cimahi, 04 September 2018

Yuda Fauzan

iii
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN MAGANG........... Error! Bookmark not


defined.

KATA PENGANTAR ........................................................................................... iii

DAFTAR ISI .......................................................................................................... iv

DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. vi

DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................... vii

BAB I ...................................................................................................................... 1

PENDAHULUAN .................................................................................................. 1

1.1 Latar Belakang Magang ............................................................................... 1

1.2 Maksud dan Tujuan Magang ........................................................................ 3

1.2.1 Tujuan Umum ...................................................................................... 3

1.2.2 Tujuan Khusus...................................................................................... 3

1.3 Manfaat Magang .......................................................................................... 4

1.4 Tempat dan Waktu pelaksanaan Magang .................................................... 4

1.4.1 Tempat Magang.................................................................................... 4

1.4.2 Waktu Magang ..................................................................................... 5

1.5 Metode Pengumpulan Data Laporan Magang.............................................. 5

1.6 Sistematika Penulisan Laporan Magang ...................................................... 6

BAB II ..................................................................................................................... 8

MARKAS BESAR POLISI REPUBLIK INDONESIA ......................................... 8

DIVISI HUBUNGAN INTERNASIONAL ............................................................ 8

2.1 Sejarah Divhubinter Polri............................................................................. 8

2.2 Visi Divhubinter Polri ................................................................................ 13

2.3 Misi Divhubinter Polri ............................................................................... 13

iv
2.4 Kedudukan,Tugas, dan Fungsi Divhubinter Polri ...................................... 14

2.5 Struktur Divhubinter Polri ......................................................................... 16

BAB III ................................................................................................................. 18

BAGIAN PROTOKOL ......................................................................................... 18

3.1 Profil bagian Protokol ................................................................................ 18

3.2 Tugas, Fungsi, dan Peran bagian Protokol ................................................. 18

3.3 Visi bagian Protokol ................................................................................... 19

3.4 Misi bagian Protokol .................................................................................. 19

3.5 Struktur Organisasi bagian Protokol .......................................................... 19

BAB IV ................................................................................................................. 21

LAPORAN KEGIATAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN ............................... 21

4.1 Pelaksanaan Kegiatan................................................................................. 21

4.2 Hasil Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan ...................................... 22

BAB V................................................................................................................... 23

PENUTUP ............................................................................................................. 23

5.1 Kesimpulan ................................................................................................ 23

5.2 Saran ........................................................................................................... 24

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... viii

v
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 struktur Organisasi Divisi Hubungan Internasional Polri .................... 17


Gambar 2 Struktur Organisasi bagian Protokol DIVHUBINTER Polri ............... 20

vi
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Foto Copy Lembar Konfirmasi Laporan Magang

Lampiran 2 Surat telah Menyelesaikan/ Sertifikat Magang

Lampiran 3 Lembar Kegiatan Magang

Lampiran 4 Lembar Penilaian Magang

Lampiran 5 Lampiran Dokumentasi dan Berkas Kegiatan Magang

vii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Magang

Magang merupakan mata kuliah wajib yang harus diselesaikan oleh seluruh
mahasiswa program Ilmu Hubungan Internasional FISIP UNJANI. Tepatnya
magang ini merupakan mata kuliah pada semester 6 yang dimana
dilaksanakan ketika libur semester genap ke ganjil. Selain karena magang
adalah kewajiban bagi mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional, magang
juga sangat bermanfaat bagi mahasiswa terutama bagi saya sendiri karena
dengan adanya magang mahasiswa dapat belajar langsung bagaimna dunia
kerja berjalan sehingga nantinya setelah menyelesaikan kuliah tidak akan
terlalu kebingungan dalam menghadapi dunia kerja.

Kegiatan magang selain karena untuk mengenal dunia kerja serta untuk
mencari pengalaman, magang juga untuk memperoleh informasi yang
kemudian nantinya dituangkan kedalam bentuk karya tulis ilmiah. Yang
nantinya dijadikan sebagai salah satu persyaratan dalam menyelesaikan
program studi Ilmu Hubungan Internasional pada Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Poitik di UNJANI.

Magang juga bermanfaat bagi mahasiswa di setiap organisasi, perencanaan


karir dan pengembangan karir sangat diperlukan.proses perencanaan
memungkinkan SDM untuk mengetahui tujuan–tujuan karir dan jenjang
yang mengarah pada tujuan tersebut. Oleh karena itu, melaui aktifitas
pengembangan SDM dapat memilih cara untuk meningkatkan dirinya
sendiri dan menentukan tujuan karirnya.

Karir adalah seluruh pekerjaan yang dimiliki atau dilakukan oleh individu
selama masa hidupnya. Karir merupakan pola dari pekerjaan dan sangat

1
berhubungan dengan pengalaman (posisi, wewenang, keputusan, dan
interpretasi subyektif atas pekerjaan), dan aktifitas selama masa kerja
individu. Definisi ini menekankan bahwa karir tidak berhubungan dengan
kesuksesan atau kegagalan, namun lebih kepada sikap dan tingkah laku, dan
kontinuitas individu dalam aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaannya.
Sedangkan tujuan karir adalah posisi di masa mendatang yang ingin dicapai
oleh individu dalam pekerjaannya.1

Adapun untuk melaksanakan kewajiban saya selaku mahasiswa Ilmu


Hubungan Internasional, saya memilih untuk melaksanakan magang di
Markas Besar Polisi Republik Indonesia (MABESPOLRI) di Divisi
Hubungan Internasional (DIVHUBINTER) bagian Protokol. Karena pada
institusi itu cukup sesuai dengan apa yang telah dipelajari di kampus.
Terutama menegenai hal-hal yang sifatnya bersangkutan dengan hubungan
langsung dengan negara-negara lain, seperi dalam hal yang menyangkut
dengan etika diplomatik dan konsuler. Khususnya di bagian protokol tempat
saya melaksankan magang.

Bagian Protokol DIVHUBINTER POLRI memiliki atau dalam


melaksanakan tugas, Bagian Protokol dibantu oleh Subbagyantadis yang
bertugas untuk melayani setiap tamu yang akan melakukan kunjungan
kedinasan dengan POLRI. Selain itu juga dibantu oleh Subbagyanjaldis
bertugas untuk menyiapkan administrasi surat izin perjalanan dinas ke luar
negeri dll. Dalam hal ini saya diarahkan untuk terlibat atau membantu dalam
beberapa aktifitas yang ada di bagian protoko sehingga dalam setiap
keterlibatan saya cukup banyak menerima ilmu baru. Contohnya seperti
ketika membantu subagyanjaldis dalam menyiapkan dokumen seperti
paspor, visa dll yang diperlukan untuk melakukan kunjungan kedinasan
keluar negeri.

1
Rivai, Veithzal. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan Dari Teori ke
Praktik. Jakarta : Grafindo Persada

2
DIVHUBINTER POLRI tepat nya di bagian Protokol yang merupakan
tempat saya melakukan magang cukup memberikan ketertarikan kepada diri
saya sendiri selaku mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional karena hal-hal
yang menjadi pekerjaan pokok ialah hal yang bersangkutan dengan masalah-
masalah yang sifatnya administratif tetapi tidak keluar dengan apa yang
telah diajarkan di kampus, walaupun kebanyakan yang diajarkan dikampus
adalah hal yang mengenai proses analisa suatu kebijakan atau suatu
fenomena internasional tetapi mgang di DIVHUBINTER POLRI bagian
protokol menjadi suatu tambahan ilmu juga untuk melengkapi ilmu yang di
peroleh di kampus.

1.2 Maksud dan Tujuan Magang

Maksud dari pelaksanaan magang yang telah dilakukan adalah untuk


memberikan mahasiswa pengalaman, ilmu kerja dan sarana
pengimplementasian teori-teori yang telah dipelajari saat perkuliahan di
lingkungan kerja. Pelakasanaan magang juga bermaksud untuk membantu
mahasiswa menyusun penulisan laporan magang yang merupakan keharusan
bagi mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasiona Fakultas Ilmu
Sosial Dan Ilmu Politik UNJANI untuk keperluan pengujian laporaan
magang. Adapun tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan magang ini adalah :

1.2.1 Tujuan Umum


a. Untuk memberikan pengalaman dan mengetahui secara langsung
mengenai dunia kerja yang sebenarnya
b. Untuk melatih mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang
telah dipelajari di perkuliahan kedalam lingkungan dunia kerja
c. Untuk sarana mahasiswa mengembangkan keterampilan softskill
1.2.2 Tujuan Khusus
a. Untuk memberikan pengalaman dan mengetahui secara langsung
menganai dunia kerja yang sebenarnya di badan pemerintahan
seperti MABESPOLRI DIVHUBINTER

3
b. Untuk melatih mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang
telah dipelajari di perkuliahan seperti analisis fenomena dan
kebijakan, penyusunan laporan yang benar dan lainnya kedalam
lingkungan dunia kerja MABESPOLRI DIVHUBINTER
c. Untuk sarana mahasiswa mengembangkan keterampilan softskill
yang didapatkan baik dari perkuliahan atau keorganisasian
mahasiswa kedalam lingkungan kerja MABESPOLRI
DIVHUBINTER

1.3 Manfaat Magang

Manfaat dari adanya magang bagi mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional


ialah mahasiswa mampu belajar untuk mengaplikasikan setiap ilmu yang
didapat semasa perkuliahan terutama pengaplikasian teori-teori HI dalam
menganalisa suatu fenomena internasional secara langsung. Selain itu,
dengan danya magang juga mahasiswa di tuntut untuk belajar secara
langsung mengenai bagaimana suatu institusi, perusahaan atau organisasi
bekerja yang dimana hal tersebut akan berguna bagi mahasiswa untuk
mempersiapkan diri dalam menghadapi dunia kerja. Serta dengan adanya
magang mahasiswa akan semakin belajar lebih banyak dalam membuat
suatu tulisan yang bersifat ilmiah yaitu pembuatan laporan magang yang
juga nantinya akan sangat berguna untuk membuat laporan atau tugas yang
akan datang.

1.4 Tempat dan Waktu pelaksanaan Magang


1.4.1 Tempat Magang
Tempat pelaksanaan magang dilaksanakan di Markas Besar polisi
Republik Indonesia (MABESPOLRI) Divisi Hubungan Internasional
bagian Protokol

4
MABESPOLRI Divisi Hubungan Internasional berlokasi di Jl.
Trunojoyo 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jakarta 12110

1.4.2 Waktu Magang

Pelaksanaan waktu magang dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan


dengan pihak MABESPOLRI DIVHUBINTER yaitu dari tgl 6
Agustus 2018 sampai dengan tanggal 30 Agustus 2018

1.5 Metode Pengumpulan Data Laporan Magang

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tiga


metode atau teknik dalam pengumpulan data, yaitu:

1 Teknik berbasis observasi atau pengmatan merupakan teknik


pengumpulan data, dimana peneliti melakukan pengamatan secara
langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang
dilakukan.2 Pada dasarnya teknik observasi digunakan untuk melihat
dan mengamati perubahan fenomena-fenomena sosial yang tumbuh
dan berkembang yang kemudian dapat dilakukan perubahan atas
penilaian tersebut, bagi pelaksana observaser untuk melihat obyek
moment tertentu, sehingga mampu memisahkan antara yang
diperlukan dengan yang tidak diperlukan.3
2. Teknik berbasis dokumen atau studi pustaka, pengumpulan data
berbasis dokumen yang merupakan setiap bahan yang menyediakan
informasi tentang fenomena sosial tertentu yang keberadaannya secara
independen dari tindakan peneliti. Dan Piergiorgio Corbetta,
mengklarifikasikan dokumen dalam dokumen pribadi (personal
document) dan dokumen institusi (Institutional document).4 Contoh

2
Ridwan. Metode Riset. Jakarta : Rineka Cipta. 2004. Hal 104
3
Margono S. Metologi Penelitian Pendidikan Komponen MKDK. Jakarta: PT. Rineka Cipta. 2007.
Hal. 159
4
Umar Suryadi Bakry, Metode Penelitian Hubungan Internasional, Jakarta: Pustaka Pelajar. 2015.
hal. 171

5
dokumen pribadi adalah buku harian, surat, otobiografi, sedangkan
contoh dokumen institusi adalah dokumn milik badan-badan publik,
perjanjian, laporan resmi kenegaraan, dll.
3. Teknik berbasis internet, internet digunakan untuk mengakses materi
ilmiah tradisional atau dokumen (artikel, jurnal ilmiah, dan bukti),
internet juga dapat dioptimalkan untuk mengumpulkan data autau
informasi yang berkaitan dengan topik penelitian. Penggunaan internet
adalah hanya mengumpulkan informasi faktual tentang topik atau
informasi atas peristiwa tertentu yang ingin dicari untuk mendukung
penelitian.5

1.6 Sistematika Penulisan Laporan Magang

BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini, yang diuraikan adalah tentang latar belakang magang, maksud
dan tujuan magang, manfaat magang secara umum dan khusus, tempat dan
waktu pelaksanaan magang, metode pengumpulan data laporan magang, dan
sistematika penulisan laporan magang.

BAB II NAMA LEMBAGA ATAU INSTANSI TEMPAT MAGANG

Pada bab ini, yang diuraikan adalah tentang sejarah, visi, misi, tugas,
wewenang, dan struktur organisaisi dari lembaga atau instansi tempat
dilaksanakannnya magang.

BAB III NAMA UNIT KERJA ATAU PENEMPATAN MAGANG

Pada bab ini, yang diuraikan adalah tentang profil, tugas, fungsi, visi, misi,
tujuan, sasaran, dan struktur organisasi dari unit atau penempatan
dilaksanakannya magang.

5
Ibid., hal. 176

6
BAB IV LAPORAN KEGIATAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN
ATAU MAGANG

Pada bab ini, yang diuraikan adalah tentang pelaksanaan kegiatan praktik
kerja lapangan atau magang dan pada bab ini juga diuraikan tentang hasil
laporan praktik kerja lapangan atau magang.

BAB V PENUTUP

Pada bab ini, yang diuraikan adalah tentang kesimpulan dan saran
berdasarkan dari hasil laporan praktik kerja lapangan atau magang.

7
BAB II

MARKAS BESAR POLISI REPUBLIK INDONESIA

DIVISI HUBUNGAN INTERNASIONAL

2.1 Sejarah Divhubinter Polri

Sejalan dengan tujuan nasional yang diamanatkan dalam Pembukaan


Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 alenia ke-4
dan RPJPN tahun 2005 – 2025, maka Polri sebagai bagian dari aparatur
pemerintahan Indonesia telah berperan aktif di dalam mewujudkan kerja
sama Internasional berupa penanganan kejahatan transnasional dan
kejahatan internasional, penggelaran personel Polri dalam misi pemeliharaan
perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan misi kemanusiaan
dalam konteks perbantuan tenaga ahli pada daerah atau negara yang
mengalami bencana alam. Disamping itu Polri secara aktif dan berkelanjutan
juga melaksanakan misi pengembangan kapasitas serta memberikan
perlindungandan pelayanan bagi warga negara Indonesia (WNI) di luar
negeri.

Apa yang dilakukan oleh Polri tersebut di atas merupakan penjabaran misi
Polri sesuai dengan Grand Strategy Polri tahun 2005 – 2025 yang
didalamnya terdapat wujud nyata dari Perpolisian Internasional yang
menjadi tugas pokok dan tanggung jawab dari Divisi Hubungan
Internasional Polri.

Divhubinter Polri sebagai salah satu unsur pembantu pimpinan Polri


terbentuk sejak tahun 2010. Namun keberadaan dan pelaksanaan tugas
pokoknya dalam bidang hubungan dan kerjasama Internasional sudah ada
sejak tahun 1952 yang pada saat itu dilaksanakan oleh NCB INTERPOL
Indonesia. Dengan demikian maka keberadaan Divhubinter Polri sendiri
tidak dapat lepas dari sejarah terbentuknya NCB INTERPOL Indonesia.

8
1. Periode Seksi INTERPOL 1952 -1955

Pembentukan NCB-INTERPOL Indonesia secara yuridis, didasarkan


pada Konstitusi ICPO-INTERPOL pasal 32 yang menyatakan bahwa
setiap negara anggota harus menunjuk suatu badan yang berfungsi
sebagai National Central Bureau / NCB (Biro Pusat Nasional) guna
menjamin hubungan dengan berbagai departemen/instansi pemerintah di
dalam negeri, NCB-NCB negara lain dan Sekretariat Jenderal ICPO-
INTERPOL.

Pada tahun 1952 Pemerintah Indonesia mengirim 2 (dua) orang utusan


sebagai peninjau pada Sidang Umum ICPO-INTERPOL ke-21 di
Stockholm, Swedia. Pada tahun 1954, Indonesia resmi diterima menjadi
anggota ICPO-INTERPOL. Pada periode 1952-1954 ini, Pemerintah
Indonesia belum menunjuk suatu badan tertentu yang berfungsi sebagai
NCB Indonesia.

Seluruh permasalahan yang menyangkut tugas-tugas NCB Indonesia


dilaksanakan oleh Kantor Perdana Menteri Indonesia. Baru pada akhir
tahun 1954, dengan Surat Keputusan Perdana Menteri Republik
Indonesia No. 245/PM/1954 tanggal 5 Oktober 1954 Pemerintah
Republik Indonesia menunjuk Jawatan Kepolisian Negara sebagai NCB
Indonesia untuk mewakili Pemerintah Indonesia dalam organisasi ICPO-
INTERPOL dan sebagai Kepala NCB Indonesia ditunjuk Kepala
Kepolisian Negara. Untuk menindaklanjuti Keputusan Perdana Menteri
Republik Indonesia tersebut, maka terbentuklan Seksi INTERPOL pada
Dinas Reserse Kriminil sesuai dengan Order Kepala Kepolisian Negara
No. 1/VIII/1954 No. Pol. : I/I/7/Sek tanggal 15 Oktober 1954.

2. Periode NCB Indonesia 1955 -1960

Pada periode 1955-1960, kejahatan internasional telah berkembang dan


sudah tidak mengenal batas negara. Menghadapi masalah tersebut pada
tahun 1956 Pimpinan Jawatan Kepolisian Negara menganggap perlu

9
adanya perubahan status NCB Indonesia, sehingga akhirnya dikeluarkan
Order Kepala Kepolisian Negara No. 25/I/1956 yang melepaskan Seksi
INTERPOL dari Dinas Reserse Kriminil menjadi NCB Indonesia yang
berada langsung dibawah Kepala Kepolisian Negara.

3. Periode Dinas INTERPOL 1961 - 1966

Iklim Politik di Indonesia setelah tahun 1960 kurang menguntungkan


untuk NCB Indonesia, sebagai akibat keluarnya Indonesia dari
keanggotaan PBB. Sekalipun demikian, secara resmi NCB Indonesia
tidak pernah memutuskan hubungan dengan Paris sebagai Pusat
Organisasi. Pimpinan Kepolisian saat itu menempuh kebijaksanaan guna
menyesuaikan diri dengan kondisi politik, dengan dikeluarkannya Order
Direktur Reserse/Depak No. 9/UM/1964 tanggal 14 April 1964 yang
menetapkan bahwa untuk sementara waktu NCB Indonesia sebagai
Dinas INTERPOL dibawah Direktur Reserse Kriminal Depak.

4. Periode Biro INTERPOL 1967 - 1968

Pada tahun 1967 NCB Indonesia berada langsung dibawah


Menteri/Pangak, berdasarkan Surat Keputusan Menteri/Pangak No. Pol.:
92/SK/Menpangak/1967 tanggal 26 Juni 1967. Belum sempat SK
Menteri/Pangak tersebut dilaksanakan, telah keluar Peraturan
Menteri/Pangak No. 5/Prt/MP/1967 tanggal 1 Juli 1967 yang
menentukan bahwa pada Markas Besar Angkatan Kepolisian dibentuk
Biro INTERPOL.

5. Periode Sekretariat NCB Indonesia 1969 - 1975

Pada tahun 1969 dengan Surat Keputusan Pangak No. Pol. :


21/SK/Pangak/1969 tanggal 17 Februari 1969 dibentuk Sekretariat NCB
Indonesia yang berada dibawah Komandan Jenderal Komando Reserse.

10
6. Periode Bakersinpol 1976 - 1983

Sesuai dengan Keputusan Menhankam Pangab No. Kep/15/IV/1976


tentang Pokok-pokok Organisasi dan Prosedur Kepolisian Negara RI dan
Surat Keputusan Kapolri No. Pol. : Skep/50/VII/1977 tanggal 1 Juli
1977 tentang Pokok-pokok Organisasi dan prosedur Polri, dibentuk
Badan Kerjasama Internasional Kepolisian RI pada tingkat Mabes Polri
(Bakersinpol) sebagai Badan Pelaksanan Pusat yang berada langsung
dibawah Kapolri.

Sesuai dengan Keputusan Kapolri tersebut, Bakersinpol adalah


merupakan badan yang melaksanakan fungsi NCB Indonesia ditambah
dengan tugas-tugas hubungan luar negeri pada umumnya.

7. Periode Sekretariat NCB – INTERPOL 1984 -1996

Pada tahun 1984 dengan Keputusan Pangab No. Kep/11/P/III/1984


tanggal 31 Maret 1984 tentang Pokok-pokok Organisasi dan Prosedur
Kepolisian Negara RI, Organisasi Polri mengalami perubahan.
Demikian juga dengan Bakersinpol berubah menjadi Sekretariat NCB-
INTERPOL yang berkedudukan di bawah Kapolri yang bertujuan
membina, menyelenggarakan dan melaksanakan fungsi INTERPOL di
Indonesia.

Pada tahun 1992 sesuai dengan Keputusan Pangab No. Kep/11/X/1992


tanggal 5 Oktober 1992, jabatan Kepala Sekretariat NCB-INTERPOL
(Kaset NCB-INTERPOL) diubah menjadi Sekretaris NCB-INTERPOL
(Ses NCB-INTERPOL).

8. Periode Sekretariat NCB – INTERPOL Indonesia 1997 - 2009

Pada tahun 1997 sesuai dengan Keputusan Pangab No. Kep/09/X/1997


tanggal 10 Oktober 1997 tentang Pokok-pokok Organisasi dan Prosedur

11
Polri, nama Sekretariat NCB-INTERPOL ditambah dengan kata
“Indonesia” sehingga sebutan organisasi menjadi Sekretariat NCB-
INTERPOL Indonesia (Set NCB-INTERPOL Indonesia) dan sebutan
jabatannya menjadi Sekretaris NCB-INTERPOL Indonesia (Ses NCB-
INTERPOL Indonesia).

Berdasarkan Lampiran “J” Keputusan Kapolri No. Pol. Kep/53/X/2002


tanggal 17 Oktober 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Set NCB-
INTERPOL Indonesia, tugas Set NCB-INTERPOL Indonesia selain
bertugas menyelenggarakan kerjasama/ koordinasi melalui wadah ICPO-
INTERPOL dalam rangka mendukung upaya penanggulangan kejahatan
internasional/ transnational ditambah dengan tugas lain di luar bidang
INTERPOL yaitu menyelenggarakan kerjasama internasional/ antar
negara dalam rangka mendukung pengembangan Polri dan kegiatan
“Peacekeeping operation” di bawah bendera PBB.

Pada tahun 2008, Sekretariat NCB-INTERPOL Indonesia yang


sebelumnya membawahi 4 (empat) bidang yaitu bidang INTERPOL,
bidang Kerjasama Internasional, bidang Hubungan Antar Lembaga dan
bidang Komunikasi Internasional, telah dikembangkan dengan
membawahi 6 (enam) bidang yaitu bidang INTERPOL, bidang Konvensi
Internasional, bidang Protokol, bidang LO dan Perbatasan, bidang
Kerjasama Pendidikan dan Misi Kepolisian, serta bidang Komunikasi
Internasional.

9. Periode Divhubinter Polri 2010 - sekarang

Dengan adanya reformasi ditubuh Polri dan semakin besarnya beban


tugas Sekretariat NCB-INTERPOL Indonesia dalam kerjasama
internasional Polri yang tidak hanya menangani kerjasama dalam
penanggulangan kejahatan internasional/ transnasional, tetapi juga dalam
meningkatkan kemampuan kapasitas sumber daya manusia dan sarana
prasarana serta tugas misi kemanusiaan dan perdamaian, maka

12
berdasarkan Peraturan Kapolri nomor 21 tahun 2010 organisasi ini
dikembangkan menjadi Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter)
Polri yang terbagi dalam 2 (dua) biro yaitu Sekretariat NCB-INTERPOL
Indonesia dan Biro Misi Internasional.

Namun demikian jabatan Kepala NCB-INTERPOL Indonesia tetap


diemban oleh Kapolri, sedangkan pelaksana harian NCB-INTERPOL
Indonesia diemban oleh Kepala Divhubinter Polri. Perubahan tersebut
mengamanatkan bahwa Divhubinter Polri menjadi “one gate system”
Polri dalam kerja sama internasional bidang kepolisian, baik dalam
penanggulangan kejahatan internasional/transnasional, pengembangan
kapasitas, maupun misi internasional/misi kemanusiaan.

2.2 Visi Divhubinter Polri

Visi Divhubinter Polri adalah terwujudnya kerja sama kepolisian, penegakan


hukum dan misi internasional serta memberikan perlindungan dan pelayanan
WNI / WNA baik di dalam maupun di luar negeri.

2.3 Misi Divhubinter Polri


1. melaksanakan kerja sama internasional dengan organisasi pemerintah
dan organisasi non pemerintah baik secara bilateral maupun multilateral;
2. melaksanakan kerja sama dengan kepolisian negara sesama anggota
ICPO-INTERPOL dan ASEANAPOL dalam upaya memonitor,
mencegah dan memberantas kejahatan transnasional dan internasional;
3. membantu dan bekerja sama dengan perwakilan Republik Indonesia dan
lembaga terkait di luar negeri dalam memberikan perlindungan dan
pelayanan kepada warga negara Indonesia;
4. melaksanakan kerja sama internasional dalam upaya turut serta menjaga
perdamaian dunia;

13
5. melaksanakan pengembangan kapasitas baik sumber daya manusia
maupun sarana dan prasarana;
6. melaksanakan kerja sama dan koordinasi pengamanan wilayah
perbatasan dengan negara yang berbatasan langsung;
7. melaksanakan kegiatan protokoler dan administrasi perjalanan dinas ke
luar negeri;
8. melaksanakan pertukaran informasi dan komunikasi internasional
melalui pemanfaatan jaringan INTERPOL, ASEANAPOL dan jaringan
komunikasi lainnya;
9. melaksanakan pertemuan dan kesepakatan internasional baik yang
bersifat bilateral maupun multilateral.

2.4 Kedudukan,Tugas, dan Fungsi Divhubinter Polri

Kedudukan Divhubinter Polri merupakan unsur pengawas dan pembantu


pimpinan di bidang hubungan internasional yang berada di bawah Kapolri.
Divhubinter Polri bertugas menyelenggarakan kegiatan National Central
Bureau (NCB)-INTERPOL dalam upaya penanggulangan kejahatan
internasional/ transnasional, mengemban tugas misi internasional dalam misi
perdamaian, kemanusiaan dan pengembangan kemampuan sumber daya
manusia serta turut membantu pelaksanaan perlindungan hukum terhadap
Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri.
Dalam melaksanakan tugasnya tersebut di atas, Divhubinter Polri
menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :

1. perencanaan dan pembinaan kegiatan administrasi personel dan logistik,


ketatausahaan dan urusan dalam, pelayanan keuangan, serta pengkajian
strategis Divhubinter Polri dalam kerangka kerja sama internasional;

2. penyiapan administrasi perjalanan dinas personel Polri ke luar negeri dan


pelaksanaan koordinasi protokoler rangkaian kegiatan kunjungan dinas
tamu VVIP dan anggota organisasi internasional;

14
3. pelaksanaan kerja sama lintas sektoral dalam rangka penanggulangan
kejahatan Internasional/transnasional, pertukaran informasi intelijen
kriminal, pelayanan umum internasional (International Public Service),
bantuan teknis dan taktis investigasi yang berkaitan dengan Ekstradisi
dan Bantuan Hukum Timbal Balik dalam Masalah Pidana (MLA);

4. pertukaran informasi tentang kejahatan internasional/ transnasional dan


informasi lainnya berkaitan dengan international event dan kerja sama
internasional melalui sistem jaringan komunikasi INTERPOL,
ASEANAPOL, UNDPKO (United Nation Department of Peacekeeping
Operations) dan sistem teknologi informasi lainnya;

5. pelaksanaan koordinasi dengan pihak terkait dan memfasilitasi personel


Polri yang dipersiapkan untuk melaksanakan tugas misi perdamaian dan
kemanusiaan;

6. pelaksanaan koordinasi dengan pihak terkait khususnya pihak kepolisian


negara akreditasi dan organisasi resmi internasional (PBB, ICPO-
INTERPOL) serta organisasi internasional lainnya yang diakui dalam
rangka pengembangan sumber daya manusia dan sarana prasarana Polri;

7. pelaksanaan dan pembinaan Atase Polri, Senior Liaison Officer (SLO),


Staf Teknis Polri, dan Liaison Officer (LO) serta personel Polri yang
bertugas di luar negeri, organisasi internasional dan kantor kepolisian di
negara akreditasi;

8. pelaksanaan koordinasi dengan Atase Kepolisian negara lain atau


LO/penegak hukum negara lain di Indonesia serta melakukan koordinasi
dan komunikasi dengan instansi terkait dalam rangka pengamanan dan
penegakan hukum di perbatasan;

9. pelaksanaan hubungan kerja sama internasional di luar negeri yang


meliputi kerja sama di bidang kepolisian, penegakan hukum dan
perlindungan WNI di luar negeri.

15
2.5 Struktur Divhubinter Polri
Dalam menjalankan tugas fokok, fungsi dan kedudukannya Divisi
Hubungan Internasional Polri memiliki struktur seperti yang di tunjukan
Gambar 2.1

16
Gambar 1 struktur Organisasi Divisi Hubungan Internasional Polri

17
BAB III

BAGIAN PROTOKOL

3.1 Profil bagian Protokol

Bagian Protokol merupakan salah satu bagian yang ada di DIVHUBINTER


POLRI yang dimana bagian ini merupakan bagian yang menyediakan atau
memfasilitasi setiap tamu dari luar negeri yang akan melakukan kunjungan
dinas ataupun anggota polri yang hendak melakukan kunjungan dinas keluar
negeri adapun dalam menjalankan tugasnya bagian protokol dibantu oleh 2
sub bagian yaitu sub bagian pelayanan tamu dinas (Subbagyantadis) dan sub
bagian pelayanan perjalanan dinas (subbagyanjaldis).

3.2 Tugas, Fungsi, dan Peran bagian Protokol

Bagian Protokoler bertugas melaksanakan kegiatan administrasi perjalanan


bagi personel Polri yang akan melaksanakan tugas ke luar negeri,
memberikan pelayanan kepada tamu pejabat asing/organisasi Internasional.

Dalam melaksanakan tugas, Bagian Protokol menyelenggarakan fungsi


pelayanan perjalanan dinas Polri, pelayanan kunjungan dinas tamu VVIP
dan anggota organisasi internasional.

Dalam melaksanakan tugas, Bagian Protokol dibantu oleh:

1. Subbagyantadis, bertugas :
a) menyelenggarakan pelayanan protokoler pejabat asing/organisasi
internasional;
b) melakukan koordinasi dengan Spripim tentang rencana kunjungan
pejabat asing/organisasi internasional;
c) memfasilitasi kegiatan kunjungan pejabat asing/organisasi
internasional.

18
2. Subbagyanjaldis, bertugas :
a) menyiapkan administrasi surat izin perjalanan dinas ke luar negeri;
b) memfasilitasi pengurusan paspor dinas dan visa serta exit permit ke
Kemenlu;
c) melaksanakan pendataan personel Polri yang bertugas ke luar
negeri.

3.3 Visi bagian Protokol

Visi dari bagian protokol ialah untuk mendukung tercapainya visi


DIVHUBINTER POLRI saat ini

3.4 Misi bagian Protokol

Misi dari bagian protokol ialah untuk mendukung tercapainya misi


DIVHUBINTER POLRI saat ini

3.5 Struktur Organisasi bagian Protokol

Struktur organisasi bagian protokol Divisi Hubungan Internasional Polri


dapat dilihat seperti pada gambar 3.1

19
Gambar 2 Struktur Organisasi bagian Protokol DIVHUBINTER Polri

20
BAB IV

LAPORAN KEGIATAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

4.1 Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan praktik kerja lapangan yang diberikan ke mahasiswa sesuai dengan


kebutuhan, arahan dan instruksi dari penanggung jawab di tempat magang.
Secara keseluruhan mahasiswa selalu akan mendapat instruksi pekerjaan
saat akan melaksanakan magang. Namun, tidak setiap waktu jenis pekerjaan
yang diberikan akan memiliki dampak atau subtansi yang sesuia dengan
ilmu-ilmu yang dipelajari diperkuliahan.

Rincian kegiatan magang selama satu bulan di BAKESBANGPOL JABAR


adalah sebagai berikut:

Minggu pertama: dimulai pada tanggal 6-10 Agustus 2018, dimana


kegiatanya ialah melakukan pengenalan dengan DIVHUBINTER POLRI
lalu pembagian bagian yang akan menjadi tempat magang di minggu
pertama selanjutnya ialah membantu dalam hal administrasi seperti halnya
menerima surat masuk dan memasukannya kedalam buku catatan surat
masuk serta mambantu mengirimkan surat dari bagian tempat magang ke
bagian yang lain yang ada di DIVHUBINTER

Minggu kedua: dimulai pada tanggal 13-16 Agustus 2018, mahasiswa mulai
diberikan kepercayaan untuk ikut membantu lebih seperti mempersiapkan
dokumen-dokumen yang diperlukan untuk kunjungan dinas Polri ke luar
negeri tepatnya yang hendak melakukan kunjungan ke negara Spanyol dan
Brunei Darusalam dalam rangka Pertemuan ASEANAPOL, serta seperti
halnya di minggu pertama ialah membantu menerima surat masuk dan
mengirim surat keluar serta tidak lupa mendatanya.

Minggu ketiga: dimulai pada tanggal 20-24 Agustus 2018, pekerjaan yang
dilakukan masih sama seperti pada minggu pertama dan kedua. Terutama
pekerjaan yang di minggu kedua masih berlanjut di minggu ketiga karena

21
banyaknya dokumen yang mesti dipersiapkan untuk anggota Polri yang
hendak melakukan kunjungan dinas ke luar negeri terutama yang akan
berangkat ke Spanyol dan Brunei Darusalam.

Minggu keempat: dimulai pada tanggal 27-30 Agustus 2018, pada minggu
ini pekerjaan yang dilakukan oleh mahasiswa masih sama seperti yang
dilakukan pada minggu-minggu sebelumnya.

Karena minggu keempat ini merupakan minggu terakhir maka mahasiswa


diberikan kesempatan untuk mengumpulkan hal-hal yang dirasa perlu untuk
dijadikan bahan dalam pembuatan laporan magang.

4.2 Hasil Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan

Hasil yang diperoleh dari magang selama kurang lebih satu bulan terhitung
dari tanggal 6 Agustus 2018 sampai 31 Agustus 2018 adalah mendapatkan
banyak pengalaman yang tidak mungkin didapat diruang perkuliahan atau
diruang kelas, karena ketika magang di MABESPOLRI DIVHUBINTER
bagian protokol mahasiswa terutama saya sendiri mendapatkan wawasan
bagaimana prakteknya suatu teori yang didapat didalam kelas. Selain itu,
pengalaman bekerja layaknya staf dari bagian tersebut menjadikan tambahan
pengetahuan untuk nantinya menghadapi dunia kerja.

Selama proses magang mahasiswa dibimbing oleh para staf bagian itu untuk
memahami bagaimana mereka bekerja sehingga semua yang diajarkan
menjadi suatu pengetahuan dan wawasan yang baru bagi mahasiswa.
Terutama apa yang diajarkan itu merupakan ilmu yang belum diajarkan atau
di dapat di perkuliahan.

22
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Praktek kerja lapangan atau magang yang merupakan kewajiban yang harus
dilaksanakan untuk menyelesaikan perkuliahan di semester 6 serta untuk
mencari pengalaman kerja oleh seluruh mahasiswa Ilmu Hubungan
Internasional dengan waktu sekurang-kurangnya selama satu bulan atau 30
hari kerja. Saya sendiri selaku mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional
UNJANI telah melaksanakan magang selama kurang lebih 30 hari kerja di
salah satu institusi pemerintahan yaitu MABESPOLRI DIVHUBINTER di
bagian protokol. Disana mahasiswa terutamanya saya sendiri mendapatkan
banyak wawasan baru mengenai bagaimana lingkungan dunia kerja secara
langsung di lapangan.

Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari dilaksanakannya magang di


MABESPOLRI DIVHUBINTER bagian protokol ialah bahwasannya setiap
institusi atau perusahaan ataupun organisasi memiliki atau terbagi kedalam
berbagai lingkup kerja atau bagian. Dibagian protokol sendiri yang dimana
dibagian itu saya melaksankan magang memiliki ruang lingkup kerja hanya
pada segala hal yang bersangkutan dengan penyediaan pelayanan atau
menfasilitasi setiap anggota Polri yang hendak melakukan kunjungan dinas
baik dari dalam negeri indonesia ke luar negeri ataupun sebaliknya.

Atas dasar pengalaman yang didapat selama melaksanakan magang di


MABESPOLRI DIVHUBINTER bagian Protokol bahwasannya wawasan di
perkuliahan tidak sepenuhnya dapat menjadi tolak ukur untuk bisa bekerja di
dunia kerja setelah lulus nanti karena banyak hal yang dapat dipelajari
diperkuliahan belum tentu didapat di dunia kerja ataupun sebaliknya.
Sehingga adanya magang ini akan sangat membantu mahasiswa untuk
mengetahui dan memahami serta menyeimbangkan pengetahuan sehingga

23
apabila waktunya untuk menghadapi dunia kerja sudah dipersiapkan dengan
sebaik mungkin.

5.2 Saran

Dengan berlandaskan pengalaman yang didapat selama mempersiapkan


untuk magang hingga melaksanakan magang hingga selesai, maka saran
yang dapat diberikan adalah supaya pihak kampus atau jurusan mampu
memberikan peran lebih lagi bagi mahasiswa sehingga dalam prosesnya
mahasiswa dapat mempersiapkan dengan baik sehingga hasilnya nya pun
akan lebih baik. Selain itu, harus adanya upaya untuk memperluas
jangkauan pemikiran mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional UNJANI
terhadap dunia kerja sehingga nantinya tidak hanya mandeg di kementrian
luar negeri saja. Tetapi masih banyak juga institusi atau perusahan ataupun
organisasi yang sesuai dengan program studi Ilmu Hubungan Internasional.

24
DAFTAR PUSTAKA

Buku:

Divisi Hubungan Internasional Polri. Vademikum Divisi Hubungan Internasiona


Polri, jakarta. Divisi Hubungan Internasional Polri. 2012.

Margono S. Metologi Penelitian Pendidikan Komponen MKDK. Jakarta: PT.


Rineka Cipta, 2007.

Ridwan. Metode Riset. Jakarta : Rineka Cipta, 2004.

Rivai, Veithzal. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan


Dari Teori ke Praktik. Jakarta : Grafindo Persada.

Umar Suryadi Bakry, Metode Penelitian Hubungan Internasional. Jakarta: Pustaka


Pelajar, 2015.
LAMPIRAN 1

ix
LAMPIRAN 2
LAMPIRAN 3
LAMPIRAN 4
LAMPIRAN 5