Anda di halaman 1dari 4

LOG BOOK

PENERAPAN LATIHAN GERAK ROM PASIF


(Range Of Motion) PADA PASIEN CVA INFARK DENGAN
MASALAH KEPERAWATAN HAMBATAN MOBILITAS FISIK DI RUANG
PAVILIUN 7B RUMAH SAKIT ANGKATAN LAUT Dr. RAMELAN SURABAYA

Disusun Oleh :
Roudhotun Nikmah
NPM. 1120018021

Pembimbing Akademik :
Erika Martining W, S.Kep., Ns., M.Ked.Trop

Pembimbing Klinik :
Letkol Puji Agung Wibowo

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA
2018
LOG BOOK

Judul : Penerapan Latihan Gerak ROM Pasien (Range Of Motion) Pada


Pasien CVA Infark Dengan Masalah Keperawatan Hambatan
Mobilitas Fisik Di Ruang Paviliun 7B Rumah Sakit Angkatan Laut
Dr. Ramelan Surabaya.
Nama Klien : Tn. J
No. RM : 565XXX
Diagnosa Medis : CVA Infark
Masalah Keperawatan : Hambatan Mobilitas Fisik
Tindakan : Latihan Gerak ROM Pasif (Range Of Motion)
Riwayat Penyakit
1. Pengkajian
Pada sistem pernafasan (B1 : Breathing) tampak cuping hidung, terdapat otot bantu
pernapasan, batuk berdahak, didapatkan akumulasi sputum yang tertahan, Respiration
Rate = 8x/menit, terdapat suara nafas tambahan Ronchi di Bronkus Apikal Lobus
Anterior Kanan-Kiri Bagian Atas.
Pada sistem kardiovaskuler (B2 : Bledding/Blood) pasien mengeluh sakit kepala,
kram kaki sebelah kiri, suara jantung s1 s2 tunggal, tidak ada suara tambahan, edema
ekstremitas atas dan bawah bagian tubuh pasien sebelah kiri, dan Tekanan Darah =
120/70 mmHg.
Pada sistem persyarafan (B3 : Brain) pasien tampak gelisan dengan GCS 3 2 5, Nilai
total GCS 10, Konjungtiva pucat, pupil isokor, pada leher terdapat gangguan menelan,
pada pendengaran atau syaraf VIII tidak ada gangguan, pada penciuman/syaraf I tidak
ada gangguan, pada syaraf VII mulut pasien pelo kesebelah kanan, pada syaraf XII
pasien terpasang NGT, perabaan pasien hangat.
Pada sistem perkemihan-eliminasi uri (B4 : Bladder) produksi urine pasien 800ml/24
jam, warna kuning, bau khas amonia, pasien terpasang kateter urine.
Pada sistem Pencernaan-eliminasi alvi (B5 : Bowel) terdapat gangguan menelan atau
syaraf IX dan X, pada abdomen terdapat nyeri tekan, peristaltik menurun, BAB 2x sehari
dengan konsistensi cair, karena asupan nutrisi yang kurang (hanya susu dan air mineral)
lewat selang NGT.
Pada sistem muskuloskeletal-integument (B6 : Bone) kemampuan gerak sendi pasien
terbatas pada bagian tubuh sebelah kiri, terjadi penurunan kekuatan otot, hemiparesis
(satu sisi tubuh menjadi lemah namun tidak sepenuhnya lumpuh), kulit teraba hangat dan
turgor kulit cukup.
2. Masalah Keperawatan/ Diagnosa Keperawatan
a. Konfusi akut berhubungan dengan riwayat stroke, hambatan mobilitas.
b. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan mukus berlebihan, sekresi
yang tertahan.
c. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan penurunan kekuatan otot
d. Ansietas berhubungan dengan ancaman pada status nutrisi, stroke
e. Defisit perawatan diri : mandi, berpakaian, makan, eliminasi berhubungan dengan
kelemahan, hambatan mobilitas
f. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan asupan
diet kurang, ketidakmampuan makan (makan melalui selang NGT)
g. Gangguan menelan berhubungan dengan masalah perilaku makan, makan melalui
selang, gangguan pernafasan
h. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan keletihan otot pernapasan, disfungsi
neuromuskular
3. Intervensi Keperawatan (Pilihan)
Range Of Motion Pasif (Latihan Gerak ROM Pasif)
a. Indikasi :
1) Stroke atau penurunan kesadaran
2) Kelemahan otot
3) Fase rehabilitasi fisik
4) Klien dengan tirah baring lama
b. Kontraindikasi :
1) Trombus atau emboli dan keradangan pada pembuluh darah
2) Kelainan sendi atau tulang
3) Klien dengan fase imobilisasi karena kasus penyakit (jantung)
4) Trauma baru kemungkinanan ada fraktur yang tersembunyi atau luka dalam
5) Nyeri berat
6) Sendi kaku atau tidak dapat bergerak
4. Prinsip Tindakan : Berdasarkan EBN
Sesuai dengan isi jurnal yang ada pada jurnal keperawatan Soedirman volume 8
nomer 1 bulan maret 2013 yang dikemukakan oleh Bandy dan Bringgle dalam Uliya
(2000) yang menyatakan bahwa latihan ROM pasif dapat dilakukan 1-3 kali sehari.
5. Komplikasi Mekanis
6. Hasil Yang Didapatkan
7. Kompetensi Yang Tercapai
8. Evaluasi Diri
9. Referensi (Minimal 5 Referensi)