Anda di halaman 1dari 16

Nama : Arma Ahmadi

Nim : 150534600719
Prodi : S1 PTE A 15

A. Latar Belakang
Wireless adalah jaringan tanpa kabel yang merupakan suatu solusi terhadap komukasi
yang tidak bisa dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel. Misalnya orang yang
ingin mendapat informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berada diatas mobil
atau pesawat terbang, maka mutlak jaringan tanpa kabel diperlukan karena koneksi kabel
tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat. Saat ini jaringan tanpa kabel sudah
marak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit dan mampu memberikan kecepatan
akses yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan kabel.
Berkembangnya teknologi yang baru tidak selalu berarti teknologi yang lebih
konvensional lantas ditinggalkan. Sebenarnya antara teknologi yang baru dengan teknologi
yang lama kedua hal ini saling melengkapi, teknologi baru tidak akan bisa dikembangkan
tanpa adanya teknologi yang lama. Dan yang terpenting, diantara sederatan teknologi baru
yang kini sedang berkembang, banyak diantaranya yang saling melengkapi sistem satu sama
lain. Sebagai contoh, teknologi wireless bisa membantu aplikasi dalam teknologi satelit relai.
Makalah ini disusun dengan tujuan untuk memperoleh gambaran yang memadai tentang
wireless yang marak digunakan dalam perkembangan teknologi dan komunikasi sekarang
ini.
Di Indonesia sendiri, penggunaan dari internet yang berbasis wi-fi sudah mulai
merajalela di beberapa kota besar. Sekarang ini pun, bisnis telepon berbasis Voice over
Internet Protocol atau VoIP juga telah menggunakan wi-fi. Aplikasi tersebut dinamakan
VoWi-Fi (Voice over Wi-Fi). Berdasarkan paparan diatas dapat disimpulakan bahwa kuantitas
penggunaan wi-fi cenderung meningkat dan secara ekonomi pula hal ini berpengaruh positif
bagi perekonomian nasional.
Wireless LAN sangat layak untuk diterapkan dimana saja dan kapan saja. Jika ingin
mengkoneksikan dua komputer atau lebih di lokasi yang sukar atau tidak mungkin untuk
memasang kabel jaringan, sebuah jaringan wireless mungkin cocok untuk diterapkan. Pada
awalnya wi-fi atau wireless fidelity digunakan untuk perangkat nirkabel dan jaringan area
lokal atau LAN, namun sekarang banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini
memungkinkan seseorang menggunakan komputer dengan kertu nirkabel atau wireless card
maupun personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet yang
menggunakan titik akses terdekat atau lebih dikenal dengan hotspot.
Wireless LAN hampir mirip dengan jaringan ethernet kabel dalam mengirim data bentuk
paket. Setiap adapter memiliki nomor ID yang permanen dan unik yang berfungsi sebagai
sebuah alamat, dan tiap paket selain berisi data juga menyertakan alamat penerima dan
pengirim paket tersebut. Sama saja dengan adapter internet, sebuah wireless card LAN akan
memeriksa keadaan kondisi jaringan sebelum paket langsung dikirimkan. Wireless LAN
biasanya menggunakan slah satu dri dua topologi1. Pada topologi ad hoc biasa dikenal
dengan jaringan peer to peer. Setiap PC dilengkapi dengan sebuah adapter wireless LAN
yang mengirim dan menerima data dari dan ke PC lain yang dilengkapi dengan adapter yang
sama, dalam radius ± 100 meter atau sekitar 300 kaki. Untuk topologi infrastruktur, tiap PC
mengirim dan menerima data dari titik akses, yang dipasang di dinding atau langit-langit
berupa sebuah kotak yang berukuran kecil dan berantena.

B. Sejarah Wireless LAN


Pada akhir tahun 1970-an IBM mengeluarkan hasil percobaan mereka tentang
rancangan WLAN dengan teknologi IR, perusahaan lain seperti Hewlett Packard atau HP
menguji WLAN dengan RF. Dari kedua perusahaan tersebut hanya mencapai data rate
sebesar 100 Kbps. Karena tidak memenuhi standar dari IEEE 802 untuk LAN yaitu 1 Mbps
maka produknya tidak dipasarkan. Baru pada tahun 1985, menetapkan pita Industrial
Scientific and Medical (ISM band) yaitu 902 sampai 928 MHz, 2400 sampai 2483.5 MHz dan
5725 sampai 5850 MHz yang bersifat tidak terlisensi, sehingga perkembangan WLAN secara
komersial sangat diperhatikan dengan serius. Barulah pada tahun 1990, WLAN dapat
dipasarkan dengan produk yang menggunakan teknik spread spectrum atau SS pada pita
ISM, frekuensinya terlisensi sebesar 18-19 GHz dan teknologi IR dengan data rate >1 Mbps.
Pada tahun 1997, sebuah lembaga independen bernama IEEE membuat spesifikasi atau
standar WLAN pertama yang diberi kode 802.11. Peralatan yang dapat sesuai standar 802.11
dapat bekerja pada frekuensi 2,4 GHz serta kecepatan transfer data atau throughput teoritis
maksimal 2 Mbps. Pada bulan Juli tahun 1999, IEEE kembali mengeluarkan standar baru
yang bernama 802.11b dengan kecepatan transfer data teoritis maksimal 11 Mbps.
Sedangkan peralatan yang sesuai dengan standar ini juga bekerja pada frekuensi 2,4 GHz.
Salah satu kekurangan peralatan wireless yang bekerja pada frekuensi ini adalah
kemungkinan akan terjadinya interferensi dengan cordless phone, microwave, atau
peralatan lain yang menggunakan gelombang radio pada frekuensi yang sama.
Pada saat yang hampir bersamaan, IEEE membuat standar baru yang bernama 802.11a
yang menggunakan teknik berbeda. Frekuensi yang digunakan adalah sebesar 5 GHz dan
kecepatan transfer data teoritis maksimal sampai 54 Mbps. Gelombang radio yang
dihasilkan oleh peralatan 802.11a relatif sulit menembus dinding atau yang lainnya yang
dapat menghalangi. Namun jarak jangkauan gelombang radio relatif lebih pendek
dibandingkan 802.11b. Secara teknis 802.11b tidak kompetibel dengan 802.11a. Tapi
sekarang ini cukup banyak pabrik hardware yang membuat peralatan yang mendukung
kedua spesifikasi tersebut.
Saat pada tahun 2002, IEEE membuat standar yang baru yang dapat menggabungkan
kelebihan 802.11a dan 802.11b yang diberi kode 802.11g. Spesifikasi ini bekerja pada
frekuensi 2,4 GHz dengan kecepatan transfer data teoritis maksimal sebesar 54 Mbps.
Peralatan yang digunakan di 802.11g kompatibel dengan 802.11b sehingga bisa saling
bertukar. Pada tahun 2006, diciptakan 802.11n yang dikembangkan dari gabungan teknologi
802.11b dan 802.11g. teknologi tersebut dikenal dengan istilah Multiple Input Multiple
Output (MIMO). MIMO dirancang berdasarkan standar Pre-802.11n. kata “Pre-” disini
berarti “Prestandard version of 802.11n”. MIMO memberikan peningkatan dari throughput,
keunggulan reabilitas dan peningkatan jumlah klien yang terkoneksi. MIMO dapat
menembus penghalang lebih baik selain itu jangkauannya lebih luas. Secara teknis MIMO
lebih unggul dibandingkan 802.11b, 802.11a maupun 802.11n. Peralatan wi-fi MIMO dapat
emncapai kecepatan transfer data sebesra 108 Mbps.
Pengertian wireless sendiri adalah kumpulan dari spesifikasi yang digunakan untuk
jaringan lokal nirkabel atau WLAN. Sedangkan jaringan wireless merupakan jaringan yang
dapat mengkoneksikan dua PC atau lebih yang menggunakan gelombang radio. Jadi sistem
jaringan wi-fi tidak memerluka penghubung berupa kabel network antar PC. Bila jenis coax
atau kabel UTP memerlukan kabel sebagai media transfer, namun jika menggunakan
wireless hanya menggunakan ruang atau space dimana jarak jangkauan network dibatasi
dengan kekuatan pancaran gelombang radio dari masing-masing PC.
Norman Abramson, seorang profesor di Universitas Hawaii, mengembangkan jaringan
komunikasi komputer nirkabel pertama di dunia, ALOHAnet, yang berbiaya rendah dan
hampir serupa radio. Sistem ini melibatkan tujuh komputer dari empat pulau untuk
berkomunikasi dengan komputer pusat di Pulau Oahu tanpa menggunakan saluran telepon.
Pada tahun 1979, FR Gfeller dan U. Bapst menerbitkan makalah di IEEE Prosiding yang
berisi laporan tentang ujicoba jaringan nirkabel untuk komunikasi dengan menggunakan
inframerah-tersebar. Tak lama kemudian, pada tahun 1980, P. Ferrert melaporkan
percobaannya tentang aplikasi eksperimental dari sebuah kode tunggal penyebaran
spektrum radio untuk komunikasi terminal nirkabel dalam Konferensi Nasional
Telekomunikasi IEEE. Pada tahun 1984, perbandingan antara inframerah dan komunikasi
spread spectrum CDMA untuk jaringan informasi kantor nirkabel diterbitkan oleh Kaveh
Pahlavan dalam Simposium Jaringan Komputer IEEE yang kemudian terbit di Majalah
Komunikasi IEEE Masyarakat. Pada bulan Mei 1985, upaya Marcus telah membuat FCC
mengumumkan eksperimental band ISM untuk aplikasi komersial teknologi spektrum sebar.
Kemudian, M. Kavehrad melaporkan sebuah sistem PBX nirkabel eksperimental
menggunakan divisi kode akses. Laporan-laporan ini mendorong kegiatan industri radio
portabel dan ponsel yang signifikan dalam pengembangan generasi baru jaringan area lokal
nirkabel dan perbaruan diskusi dan informasi-informasi dalam bidang ini.
Generasi pertama dari modem data nirkabel dikembangkan pada awal tahun 1980 oleh
operator radio amatir, yang sering disebut sebagai radio paket. Mereka menambahkan
sebuah modem band suara komunikasi data, dengan kecepatan data di bawah 9.600-bit /s,
untuk sistem radio jarak pendek yang ada, biasanya dalam band amatir yang berjarak dua
meter. Generasi kedua modem nirkabel dikembangkan segera setelah pengumuman FCC di
band eksperimental untuk penggunaan teknologi spektrum-sebar non-militer. Modem ini
berkecepatan data ratusan kbit/s. Generasi ketiga dari modem nirkabel kemudian ditujukan
untuk kompatibilitas dengan LAN yang ada dengan kecepatan data dalam Mbit/s. Beberapa
perusahaan mengembangkan produk generasi ketiga dengan kecepatan data diatas 1 Mbit/s
dan beberapa produk sudah diumumkan pada lokakarya IEEE Workshop tentang Wireless
LAN.

Gambar Mbit/s WLAN PCI Card (802.11g)


Pada Lokakarya IEEE pertama perihal LAN Nirkabel diadakan pada tahun 1991. Pada saat
itu produk pertama LAN nirkabel baru saja muncul di pasar dan komite IEEE 802.11 baru saja
memulai kegiatannya untuk mengembangkan sebuah standar LAN nirkabel. Fokus lokakarya
pertama adalah evaluasi terhadap teknologi alternatif. Pada tahun 1996, teknologi ini
dianggap telah cukup berkembang, berbagai aplikasi telah diidentifikasi dan teknologi yang
memungkinkan aplikasi ini telah pula dipahami dengan baik. Chip set ditujukan untuk
implementasi dan aplikasi LAN nirkabel, yang menjadi kunci teknologi untuk pertumbuhan
pasar yang cepat. Wireless LAN semakin banyak digunakan di rumah sakit, bursa efek, di
gedung-gedung seperti kampus dan perkantoran untuk akses nomaden, jaringan LAN point-
to-point, jaringan ad-hoc, dan aplikasi yang lebih besar melalui internetworking. Standar,
varian dan alternatif IEEE 802.11 seperti forum interoperabilitas wireless LAN dan Eropa
HiperLAN telah membuat kemajuan pesat demikian halnya dengan PCS tak berlisensi
‘Layanan Komunikasi Pribadi’ dan supernet, yang kemudian diubah namanya menjadi U-NII,
telah membuka peluang baru.

Gambar WLAN Protocol


Perangkat WLAN pada awalnya begitu mahal dan digunakan sebagai alternatif LAN kabel
di tempat dimana pengkabelan sangat sulit atau tidak mungkin. Pengembangan utama
meliputi solusi spesifik industri and protokol proprietary, tetapi pada akhir 1990-an
digantikan dengan standar, versi, dan jenis utama dari IEEE 802.11 (dalam produk dengan
menggunakan Wi-Fi sebagai nama merek). Namun, ada juga beberapa produk yang tidak
berhasil di pasaran, seperti ATM alternatif dengan menggunakan teknologi standar 5 GHz,
yaitu HiperLAN/2. Sejak tahun 2002 telah ada standar yang lebih baru ditambahkan ke
802,11; 802.11n yang beroperasi di kedua band yakni 5GHz dan 2,4 Ghz pada kecepatan 300
Mbit/s, dengan begitu, kebanyakan router yang lebih baru termasuk yang diproduksi oleh
Apple Inc telah dapat disiarkan jaringan nirkabel pada kedua band nirkabel, yang disebut
dualband. Sebuah HomeRF yang dibentuk pada tahun 1997 telah pula mempromosikan
teknologi yang bertujuan untuk digunakan di rumah, tetapi gagal dan dibubarkan pada akhir
2002.

C. Cara Kerja Wireless Network


Wireless bekerja dengan menggunakan tiga komponen dibawah ini, yang sebagai media
untuk mengirim dan menerima data dari dan ke sesama pengguna teknologi wireless
tersebut, yaitu :
1. Sinyal Radio (Radio Signal).
2. Format Data (Data Format).
3. Struktur Jaringan (Network Structure).

Masing-masing dari ketiga komponen ini memiliki cara kerja sendiri-sendiri dalam hal
cara kerja dan fungsinya. Mereka bekerja dan mengontrol lapisan yang berbeda. Dalam hal
ini Sinyal Radio bekerja pada lapisan bawah yang biasa disebut dengan physical layer, atau
lapisan fisik. Lalu Format Data mengendalikan beberapa lapisan diatasnya. Dan yang sebagai
alat untuk mengirim dan menerima sinyal radio adalah strukture jaringan. Jadi cara kerja
perangkat wireless dalam jaringan sama dengan MODEM dalam hal mengirim dan
menerima data, Sehingga pada saat akan mengirim data, peralatan-peralatan Wireless tadi
akan berfungsi sebagai alat yang mengubah data digital menjadi sinyal radio. Lalu saat
menerima, peralatan tadi berfungsi sebagai alat yang mengubah sinyal radio menjadi data
digital yang bisa dimengerti dan diproses oleh komputer.
Wireless LAN menggunakan electromagnetic airwaves (radio atau infrared) untuk
menukarkan informasi dari satu titik ke titik lainnya tanpa harus tergantung pada
sambungan secara fisik.Gelombang radio biasa digunakan sebagai pembawa karena dapat
dengan mudah mengirimkan daya ke penerima. Data ditransmikan dengan cara
ditumpangkan pada gelombang pembawa sehingga bisa diekstrak pada ujung penerima.
Data ini umumnya digunakan sebagai pemodulasi dari pembawa oleh sinyal informasi yang
sedang ditransmisikan. Begitu datanya sudah dimodulasikan pada gelombang radio
pembawa, sinyal radio akan menduduki lebih dari satu frekuensi, hal ini terjadi karena
frekuensi atau bit rate dari informasi yang memodulasi ditambahkan pada sinyal carrier.
Multiple radio carrier bisa ada dalam suatu ruang dalam waktu yang bersamaan tanpa
terjadi interferensi satu sama lain jika gelombang radio yang ditransmisikan berbeda
frekuensinya. Untuk mengekstrak data, radio penerimanya diatur dalam satu frekuensi dan
menolak frekuensi-frekuensi lain. Pada konfigurasi wireless LAN tertentu,
transmitter/receiver (transceiver) device, biasa disebut access point, terhubung pada
jaringan kabel dari lokasi yang fixed menggunakan kabel standard. Sebuah access point bisa
mensupport sejumlah group kecil dari user dan bisa dipakai dalam jarak antara seratus
sampai beberapa ratus kaki.

Gambar Access Point Outdoor


Access point (atau antena yang terhubung pada access point) biasanya diletakkan pada
tempat yang tinggi tapi dapat juga diletakkan dimana saja untuk mendapatkan cakupan yang
dikehendaki. End user access wireless LAN menggunakan wireless-LAN adapters, biasa
terdapat pada PC card pada notebook atau palmtop computer, atau sebagai card dalam
desktop computer, atau terintegrasi dalam hand-held comput

D. Keuntungan Wireless
Keuntungan dalam menggunakan wireless antara lain pemakaian tidak dibatasi ruang
gerak hanya saja dibatasi oleh jarak jangkauan dari satu pemancar wi-fi. Untuk wi-fi jarak
yang dapat dijangkau lebih kurang area 100 feet atau 30M radius. Namun dapat pula
diperkuat signalnya dengan perangkat khusus seperti booster yang berfungsi sebagai relay
yang dapat menjangkau ratusan bahkan beberapa kilometer ke satu arah atau directional.
Bahkan hardwrare atau perangkat yang terbaru dapat melakukan dimana satu perangkat
Access point dapat saling me-relay kembali ke beberapa bagian atau titik sehingga
memperjauh jarak jangkauan yang sering disebut bridge dan dapat disebar dibeberapa titik
daalm suatu ruangan untuk menyatukan sebuah network LAN.
Dengan wireless LAN, user bisa membagi akses informasi tanpa harus mencari tempat
sebagai sambungan kabel ke jaringan, dan network manager bisa menset up atau
menambah jaringan tanpa harus melakukan instalasi atau pun penambahan kabel. Wireless
LAN menawarkan beberapa kelebihan seperti produktivitas, kenyamanan, dan keuntungan
dari segi biaya bila dibandingkan dengan jaringan kabel tradisional.
Mobility : Sistem wireless LAN bisa menyediakan user dengan informasi access yang real-
time, dimana saja dalam suatu organisasi. Mobilitas semacam ini sangat mendukung
produktivitas dan peningkatan kualitas pelayanan apabila dibandingkan dengan jaringan
kabel
 Installation Speed and Simplicity : Instalasi sistem wireless LAN bisa cepat dan sangat
mudah dan bisa mengeliminasi kebutuhan penarikan kabel yang melalui atap atau pun
tembok.
 Installation Flexibility : Teknologi wireless memungkinkan suatu jaringan untuk bisa
mencapai tempat-tempat yang tidak dapat dicapai dengan jaringan kabel.
 Reduced Cost-of-Ownership : Meskipun investasi awal yang dibutuhkan oleh wireless
LAN untuk membeli perangkat hardware bisa lebih tinggi daripada biaya yang
dibutuhkan oleh perangkat wired LAN hardware, namun bila diperhitungkan secara
keseluruhan, instalasi dan life-cycle costnya, maka secara signifikan lebih murah. Dan
bila digunakan dalam lingkungan kerja yang dinamis yang sangat membutuhkan
seringnya pergerakan dan perubahan yang sering maka keuntungan jangka panjangnya
pada suatu wireess LAN akan jauh lebih besar bila dibandingkan dengan wired LAN.
 Scalability : Sistem wireless LAN bisa dikonfigurasikan dalam berbagai macam topologi
untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang beragam. Konfigurasi dapat dengan mudah
diubah Mulai dari jaringan peer-to-peer yang sesuai untuk jumlah pengguna yang kecil
sampai ke full infrastructure network yang mampu melayani ribuan user dan
memungkinkan roaming dalam area yang luas.

E. Kelemahan WLAN
Wifi menggunakan gelombang radio pada frekwensi milik umum yang bersifat bebas
digunakan oleh semua kalangan dengan batasan batasan tertentu. Setiap wifi memiliki area
jangkauan tertentu tergantung power dan antenna yang digunakan. Tidak mudah
melakukan pembatasan area yang dijangkau pada wifi. Hal ini menyebabkan berbagai hal
dimungkinan terjadi pada lapisan fisik, antara lain:
 Interception atau penyadapan. Hal ini sangat mudah dilakukan, dan sudah tidak asing
lagi bagi para hacker. Berbagai tools dengan mudah di peroleh di internet. Berbagai
teknik kriptografi dapat di bongkar oleh tools tools tersebut.
 Injection. Pada saat transmisi melalui radio, dimungkinkan dilakukan injection karena
berbagai kelemahan pada cara kerja wifi dimana tidak ada proses validasi siapa yang
sedang terhubung atau siapa yang memutuskan koneksi saat itu.
 Jamming. Jamming sangat dimungkinkan terjadi, baik disengaja maupun tidak disengaja
karena ketidaktahuan pengguna wireless tersebut. Pengaturan penggunaan kanal
frekwensi merupakan keharusan agar jamming dapat di minimalisir. Jamming terjadi
karena frekwensi yang digunakan cukup sempit sehingga penggunaan kembali channel
sulit dilakukan pada area yang padat jaringan nirkabelnya.
 Locating Mobile Nodes. Dengan berbagai software, setiap orang mampu melakukan
wireless site survey dan mendapatkan informasi posisi letak setiap Wifi dan beragam
konfigurasi masing masing. Hal ini dapat dilakukan dengan peralatan sederhana spt PDA
atau laptop dengan di dukung GPS sebagai penanda posisi.
 Access Control. Dalam membangun jaringan wireless perlu di design agar dapat
memisahkan node atau host yang dapat dipercaya dan host yang tidak dapat dipercaya.
Sehingga diperlukan access control yang baik.
 Hijacking. Serangan MITM (Man In The Middle) yang dapat terjadi pada wireless karena
berbagai kelemahan protokol tersebut sehingga memungkinkan terjadinya hijacking atau
pengambilalihan komunikasi yang sedang terjadi dan melakukan pencurian atau
modifikasi informasi.
Pada lapisan MAC (data layer) juga terdapat kelemahan yakni jika sudah terlalu banyak
node (client) yang menggunakan channel yang sama dan terhubung pada AP yang sama,
maka bandwidth yang mampu dilewatkan akan menurun. Selain itu MAC address sangat
mudah di spoofing (ditiru atau di duplikasi) membuat banyak permasalahan keamanan.
Lapisan data atau MAC juga digunakan dalam otentikasi dalam implementasi keamanan wifi
berbasis WPA Radius (802.1x plusTKIP/AES).

Adapun Keunikan jaringan lokal nirkabel antara lain:


 Sinyalnya terputus-putus (intermittence) yang disebabkan oleh adanya benda antara
pengirim dan penerima sehingga sinyal terhalang dan tidak sampai pada penerima
(gejala ini sangat terasa pada komunikasi wireless dengan IR).
 Bersifat broadcast akibat pola radiasinya yang memancar ke segala arah, sehingga
semua terminal dapat menerima sinyal dari pengirim.
 Sinyal pada media radio sangat komplek untuk dipresentasikan kerena sinyalnya
menggunakan bilangan imajiner, memiliki pola radiasi dan memiliki polarisasi.
 Mengalami gejala yang disebut multipath yaitu propagasi radio dari pengirim ke
penerima melalui banyak jalur yang LOS dan yang tidak LOS/terpantul.

F. Komponen WLAN
Beberapa komponen dari WLAN yang akan dibahas adalah sebagai berikut :
a. Access Point (AP)
Pada WLAN, alat untuk mentransmisikan data disebut denganAccess Point dan
terhubung dengan jaringan LAN melalui kabel. Fungsi dari AP adalah mengirim dan
menerima data, sebagai buffer data antara WLAN dengan Wired LAN, mengkonversi
sinyal frekuensi radio (RF) menjadi sinyal digital yang akan disalurkan melalui kabel atau
disalurkan keperangkat WLAN yang lain dengan dikonversi ulang menjadi sinyal
frekuensi radio.
Satu AP dapat melayani sampai dengan 30 user. Karena dengan semakin banyaknya
user yang terhubung ke AP maka kecepatan yang diperoleh tiap user juga akan semakin
berkurang. Ini beberapa contoh produk AP dari beberapa vendor.
b. Extension Point
Untuk mengatasi berbagai masalah khusus dalam topologi jaringan,designer dapat
menambahkan extension point untuk memperluas cakupan jaringan. Extension
point hanya berfungsi layaknya repeater untuk client di tempat yang lebih jauh. Syarat
agar antara akses point bisa berkomunikasi satu dengan yang lain, yaitu setting
channel di masing-masing AP harus sama. Selain itu SSID (Service Set Identifier) yang
digunakan juga harus sama. Dalam praktek di lapangan biasanya untuk aplikasi extension
pointhendaknya dilakukan dengan menggunakan merk AP yang sama.
c. Antena
Antena merupakan alat untuk mentransformasikan sinyal radio yang merambat pada
sebuah konduktor menjadi gelombang elektromagnetik yang merambat diudara. Antena
memiliki sifat resonansi, sehingga antena akan beroperasi pada daerah tertentu. Ada
beberapa tipe antena yang dapat mendukung implementasi WLAN, yaitu:
 Antena omnidirectional
Yaitu jenis antena yang memiliki pola pancaran sinyal kesegala arah dengan daya
yang sama. Untuk menghasilkan cakupan area yang luas,gain dari antena omni
directional harus memfokuskan dayanya secara horizontal (mendatar), dengan
mengabaikan pola pemancaran ke atas dan kebawah, sehingga antena dapat
diletakkan ditengah-tengah base station. Dengan demikian keuntungan dari antena
jenis ini adalah dapat melayani jumlah pengguna yang lebih banyak. Namun,
kesulitannya adalah pada pengalokasian frekuensi untuk setiap sel agar tidak terjadi
interferensi.
 Antena directional
Yaitu antena yang mempunyai pola pemancaran sinyal dengan satu arah
tertentu. Antena ini idealnya digunakan sebagai penghubung antar gedung atau
untuk daerah yang mempunyai konfigurasi cakupan area yang kecil seperti pada
lorong-lorong yang panjang.
d. Wireless LAN Card
WLAN Card dapat berupa PCMCIA (Personal Computer Memory Card International
Association), ISA Card, USB Card atau Ethernet Card. PCMCIA digunakan untuk notebook,
sedangkan yang lainnya digunakan pada komputer desktop. WLAN Card ini berfungsi
sebagai interface antara sistem operasi jaringan client dengan format interface udara ke
AP. Khususnotebook yang keluaran terbaru maka WLAN Cardnya sudah menyatu
didalamnya. Sehingga tidak keliatan dari luar.

G. MODE KONEKSI
Agar sebuah computer dapat saling terhubung dengan network wireless maka dapat
dilakukan dalam mode Ad-Hoc atau mode Infrastructure.
1. Mode Ad-Hoc
Jaringan ad-hoc adalah jaringan di mana stasiun berkomunikasi hanya peer to peer
(P2P). Jaringan ini dapat dikonfigurasi dengan menggunakan Perangkat Layanan
Independen Dasar (IBSS).
Gambar Peer-to-Peer atau ad-hoc wireless LAN
Sebuah jaringan peer-to-peer (P2P) memungkinkan perangkat nirkabel untuk secara
langsung berkomunikasi satu sama lain. Perangkat nirkabel dalam jangkauan satu sama
lain dan dapat saling menemukan serta berkomunikasi langsung tanpa melibatkan titik
akses pusat. Metode ini biasanya digunakan oleh dua komputer sehingga mereka dapat
terhubung satu sama lain untuk membentuk jaringan.
Tidak seperti pada jaringan kabel yang mana jaringan peer to peer hanya
berlangsung antara dua komputer, jaringan peer to peer pada jaringan WLAN dapat
dilakukan oleh tiga komputer secara bersama. Semua komputer dapat berhubungan
secara langsung dan menggunakan sumber daya yang ada secara bersama.
Pada jaringan ad-hoc, masing-masing komputer cukup dipasang kartu WLAN dan
tidak diperlukan peralatan lain. Pada jaringan ini, hanya dimungkinkan terjadinya
hubungan antar komputer dalam kelompok jaringan tersebut dan tidak dapat untuk
mengakses jaringan lain kecuali salah satu komputer difungsikan sebagai bridge (akan
dijelaskan berikutnya). Jika jumlah komputer sudah mencapai tiga dan ada komputer lain
yang ingin masuk pada jaringan ini, maka biasanya tidak akan berhasil sampai salah satu
dari komputer yang ada memutuskan hubungan dengan jaringan. Intinya, pada jaringan
peer to peer WLAN hanya diijinkan untuk hubungan antar tiga komputer.
Jika kekuatan sinyal meter digunakan dalam situasi ini, tidak dapat membaca
kekuatan secara akurat dan dapat menyesatkan, karena register kekuatan sinyal terkuat,
yang mungkin merupakan komputer terdekat.
IEEE 802.11 mendefinisikan lapisan fisik (PHY) dan lapisan MAC (Media Access
Control) berdasarkan CSMA/CA (Carrier Sense Multiple Access dengan Collision
Avoidance). Spesifikasi 802,11 mencakup ketentuan-ketentuan yang dirancang untuk
meminimalkan tabrakan yang disebabkan karena dua unit mobile dalam jangkauan jalur
akses umum, tetapi di luar jangkauan satu sama lain.
Pada 802,11 memiliki dua mode dasar operasi: modus ad-hoc dan mode
infrastruktur. Dalam mode ad-hoc, unit mobile mengirimkan langsung secara peer-to-
peer. Dalam mode infrastruktur, unit mobile berkomunikasi melalui jalur akses yang
berfungsi sebagai jembatan untuk infrastruktur jaringan kabel. Karena komunikasi
nirkabel menggunakan media yang lebih terbuka untuk komunikasi dibandingkan
dengan LAN kabel, 802,11 desainer juga termasuk mekanisme enkripsi bersama-kunci:
Wired Equivalent Privacy (WEP), Wi-Fi Protected Access (WPA, WPA2), untuk
mengamankan jaringan komputer nirkabel
2. Mode Infrastruktur
Mode Infrastruktur adalah koneksi antara dua komputer atau lebih, dengan Access
Point (AP) sebagai pengatur lalu lintasnya. Acces Point adalah suatu perangkat yang
dapat memancarkan sinyal Wifi dalam jangkauan tertentu (sering disebut hotspot).
Melalui sinyal Wifi tersebut, beberapa client bisa terkoneksi ke jaringan dan AP-lah yang
akan mengatur lalu lintas datanya.

H. Media Transmisi WLAN


Ada 2 media transmisi yang digunakan oleh jaringan lokal tanpa kabel ini, yaitu sebagai
berikut.
a. Radio Frequency ( RF)
Penggunaan RF tidak asing lagi bagi kita, contoh penggunaannya adalah pada stasiun
radio, stasiun TV, telepon cordless dan lain-lain. RF selalu dihadapkan oleh masalah
spektrum yang terbatas, sehingga harus dipertimbangkan cara memanfaatkan spektrum
secara efisien. WLAN menggunakan RF sebagai media transmisi karena jangkauannya
jauh, dapat menembus tembok, mendukung mobilitas yang tinggi, meng-cover daerah
jauh lebih baik dari IR dan dapat digunakan di luar ruangan. WLAN ini menggunakan pita
ISM (Tabel 2) dan memanfaatkan teknik spread spectrum (DS atau FH).
 DS adalah teknik yang memodulasi sinyal informasi secara langsung dengan kode-
kode tertentu (deretan kode Pseudonoise/PN dengan satuan chip).
 FH adalah teknik yang memodulasi sinyal informasi dengan frekuensi yang loncat-
loncat (tidak konstan). Frekuensi yang berubah-ubah ini dipilih oleh kode-kode
tertentu (PN)

WLAN dengan RF memiki beberapa topologi sebagai berikut.


 Tersentralisasi
Nama lainnya adalah star network atau hub based. Topologi ini terdiri
dariserver (c) dan beberapa terminal pengguna, di mana komunikasi antara terminal
harus melalui server terlebih dahulu. Keunggulannya adalah daerah cakupan luas,
transmisi relatif efisien dan desain terminal pengguna cukup sederhana karena
kerumitan ada pada server. Kelemahannya adalah delay-nya besar dan
jika serverrusak maka jaringan tidak dapat bekerja.
 Terdistribusi
Dapat disebut peer to peer, di mana semua terminal dapat berkomunikasi satu
sama lain tanpa memerlukan pengontrol (servers). Di sini, server diperlukan untuk
mengoneksi WLAN ke LAN lain. Topologi ini dapat mendukung operasimobile dan
merupakan solusi ideal untuk jaringan ad hoc. Keunggulannya jika salah satu terminal
rusak maka jaringan tetap berfungsi, delay-nya kecil dan kompleksitas perencanaan
cukup minim. Kelemahannya adalah tidak memiliki unit pengontrol jaringan (kontrol
daya, akses dan timing).
 Jaringan selular
Jaringan ini cocok untuk melayani daerah dengan cakupan luas dan
operasi mobile. Jaringan ini memanfaatkan konsep microcell, teknik frequency
reuse dan teknik handover. Keunggulannya adalah dapat menggabungkan keunggulan
dan menghapus kelemahan dari ke dua topologi di atas. Kelemahannya adalah
memiliki kompleksitas perencanaan yang tinggi.

b. Infrared (IR)
Infrared banyak digunakan pada komunikasi jarak dekat, contoh paling umum
pemakaian IR adalah remote control (untuk televisi). Gelombang IR mudah dibuat,
harganya murah, lebih bersifat directional, tidak dapat menembus tembok atau benda
gelap, memiliki fluktuasi daya tinggi dan dapat diinterferensi oleh cahaya matahari.
Pengirim dan penerima IR menggunakan Light Emitting Diode (LED) dan Photo
Sensitive Diode (PSD). WLAN menggunakan IR sebagai media transmisi karena IR dapat
menawarkan data rate tinggi (100-an Mbps), konsumsi dayanya kecil dan harganya
murah.
WLAN dengan IR memiliki tiga macam teknik, yaitu:
1. Diffused IR (DFIR)
Teknik ini memanfaatkan komunikasi melalui pantulan. Keunggulannya adalah
tidak memerlukan Line Of Sight (LOS) antara pengirim dan penerima dan
menciptakan portabelitas terminal. Kelemahannya adalah membutuhkan daya yang
tinggi, data rate dibatasi oleh multipath, berbahaya untuk mata telanjang dan resiko
interferensi pada keadaan simultan adalah tinggi.

2. Directed Beam IR (DBIR)


Teknik ini menggunakan prinsip LOS, sehingga arah radiasinya harus diatur.
Keunggulannya adalah konsumsi daya rendah, data rate tinggi dan tidak
ada multipath. Kelemahannya adalah terminalnya harus fixed dan komunikasinya
harus LOS.
3. Quasi Diffused IR (QDIR)
Setiap terminal berkomunikasi dengan pemantul, sehingga pola radiasi harus
terarah. QDIR terletak antara DFIR dan DBIR (konsumsi daya lebih kecil dari DFIR dan
jangkaunnya lebih jauh dari DBIR).

DAFTAR PUSTAKA

Makalah Wireless LAN _ Roy Sari Milda's Site.htm


Contoh Makalah Wireless _ BLOG STMIK KADIRI.htm
Achmad, Rifai.2009.Sejarah Wireless LAN. http://fay-blinkz.webnode.com
/news/history-oof-wireles-lan/ (diakses pada tanggal 27 November 2010)
Ridwan, Khairul.2010.Komponen Wireless LAN. http://rulrid.wordpress.com
/2010/04/12/komponen-wireless-lan/ (diakses pada tanggal 27 November 2010)
.2010. Jaringan Wireless LAN (WLAN). http://overclockingmania.
blogspot.com/2010/02/setelah-saya-menulis-tentang-jaringan.html
(diakses pada tanggal 27 November 2010)