Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Wireless adalah jaringan tanpa kabel yang merupakan suatu solusi terhadap komukasi yang
tidak bisa dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel. Misalnya orang yang ingin mendapat
informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berada diatas mobil atau pesawat terbang, maka
mutlak jaringan tanpa kabel diperlukan karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau
pesawat. Saat ini jaringan tanpa kabel sudah marak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit dan
mampu memberikan kecepatan akses yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan yang
menggunakan kabel.
Berkembangnya teknologi yang baru tidak selalu berarti teknologi yang lebih konvensional lantas
ditinggalkan. Sebenarnya antara teknologi yang baru dengan teknologi yang lama kedua hal ini saling
melengkapi, teknologi baru tidak akan bisa dikembangkan tanpa adanya teknologi yang lama. Dan yang
terpenting, diantara sederatan teknologi baru yang kini sedang berkembang, banyak diantaranya yang
saling melengkapi sistem satu sama lain. Sebagai contoh, teknologi wireless bisa membantu aplikasi
dalam teknologi satelit relai.
Makalah ini disusun dengan tujuan untuk memperoleh gambaran yang memadai tentang wireless
yang marak digunakan dalam perkembangan teknologi dan komunikasi sekarang ini.
Di Indonesia sendiri, penggunaan dari internet yang berbasis wi-fi sudah mulai merajalela di
beberapa kota besar. Sekarang ini pun, bisnis telepon berbasis Voice over Internet Protocol atau VoIP
juga telah menggunakan wi-fi. Aplikasi tersebut dinamakan VoWi-Fi (Voice over Wi-Fi). Berdasarkan
paparan diatas dapat disimpulakan bahwa kuantitas penggunaan wi-fi cenderung meningkat dan secara
ekonomi pula hal ini berpengaruh positif bagi perekonomian nasional.
Wireless LAN sangat layak untuk diterapkan dimana saja dan kapan saja. Jika ingin
mengkoneksikan dua komputer atau lebih di lokasi yang sukar atau tidak mungkin untuk memasang
kabel jaringan, sebuah jaringan wireless mungkin cocok untuk diterapkan. Pada awalnya wi-fi atau
wireless fidelity digunakan untuk perangkat nirkabel dan jaringan area lokal atau LAN, namun sekarang
banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinkan seseorang menggunakan komputer
dengan kertu nirkabel atau wireless card maupun personal digital assistant (PDA) untuk terhubung
dengan internet yang menggunakan titik akses terdekat atau lebih dikenal dengan hotspot.
Wireless LAN hampir mirip dengan jaringan ethernet kabel dalam mengirim data bentuk paket.
Setiap adapter memiliki nomor ID yang permanen dan unik yang berfungsi sebagai sebuah alamat, dan
tiap paket selain berisi data juga menyertakan alamat penerima dan pengirim paket tersebut. Sama saja
dengan adapter internet, sebuah wireless card LAN akan memeriksa keadaan kondisi jaringan sebelum
paket langsung dikirimkan. Wireless LAN biasanya menggunakan slah satu dri dua topologi 1.
Pada topologi ad hoc biasa dikenal dengan jaringan peer to peer. Setiap PC dilengkapi dengan sebuah
adapter wireless LAN yang mengirim dan menerima data dari dan ke PC lain yang dilengkapi dengan
adapter yang sama, dalam radius ± 100 meter atau sekitar 300 kaki. Untuk topologi infrastruktur, tiap PC
mengirim dan menerima data dari titik akses, yang dipasang di dinding atau langit-langit berupa sebuah
kotak yang berukuran kecil dan berantena.

B. Rumusan Masalah
1. Mengetahui sejarah Wireless LAN ?
2. Menjelaskan Cara Kerja Wireless Network ?
3. Mengetahui keuntungan wireless dan kelemahan wireless LAN ?
4. Mengetahui Komponen-komponen WLAN ?
5. Mengetahui Organisasi dalam WLAN ?
6. mengetahui mode koneksi wireless ?
7. mengetahui Media Transmisi WLAN jaringan tanpa kabel ?

C. Tujuan penulisan
1. Penjelasan sejarah wirelees LAN
2. Mengetahui cara kerja wireless network
3. Dapat mengetahui keuntungan wireless dan kelemahan wireles LAN
4. Mengetahui macam-macam komponen WLAN
5. Penjelasan mode koneksi wireless
6. Menjelaskan macam organisasi WLAN
7. Menjelaskan media transmisi jaringan tanpa kabel

BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah Wireless LAN


Pada akhir tahun 1970-an IBM mengeluarkan hasil percobaan mereka tentang
rancangan WLAN dengan teknologi IR, perusahaan lain seperti Hewlett Packard atau
HP menguji WLAN dengan RF. Dari kedua perusahaan tersebut hanya mencapai data
rate sebesar 100 Kbps. Karena tidak memenuhi standar dari IEEE 802 untuk LAN yaitu
1 Mbps maka produknya tidak dipasarkan. Baru pada tahun 1985, menetapkan pita
Industrial Scientific and Medical (ISM band) yaitu 902 sampai 928 MHz, 2400 sampai
2483.5 MHz dan 5725 sampai 5850 MHz yang bersifat tidak terlisensi, sehingga
perkembangan WLAN secara komersial sangat diperhatikan dengan serius. Barulah
pada tahun 1990, WLAN dapat dipasarkan dengan produk yang menggunakan teknik
spread spectrum atau SS pada pita ISM, frekuensinya terlisensi sebesar 18-19 GHz
dan teknologi IR dengan data rate >1 Mbps.
Pada tahun 1997, sebuah lembaga independen bernama IEEE membuat
spesifikasi atau standar WLAN pertama yang diberi kode 802.11. Peralatan yang dapat
sesuai standar 802.11 dapat bekerja pada frekuensi 2,4 GHz serta kecepatan transfer
data atau throughput teoritis maksimal 2 Mbps. Pada bulan Juli tahun 1999, IEEE
kembali mengeluarkan standar baru yang bernama 802.11b dengan kecepatan transfer
data teoritis maksimal 11 Mbps. Sedangkan peralatan yang sesuai dengan standar ini
juga bekerja pada frekuensi 2,4 GHz. Salah satu kekurangan peralatan wireless yang
bekerja pada frekuensi ini adalah kemungkinan akan terjadinya interferensi dengan
cordless phone, microwave, atau peralatan lain yang menggunakan gelombang radio
pada frekuensi yang sama.
Pada saat yang hampir bersamaan, IEEE membuat standar baru yang bernama
802.11a yang menggunakan teknik berbeda. Frekuensi yang digunakan adalah sebesar
5 GHz dan kecepatan transfer data teoritis maksimal sampai 54 Mbps. Gelombang
radio yang dihasilkan oleh peralatan 802.11a relatif sulit menembus dinding atau yang
lainnya yang dapat menghalangi. Namun jarak jangkauan gelombang radio relatif lebih
pendek dibandingkan 802.11b. Secara teknis 802.11b tidak kompetibel dengan
802.11a. Tapi sekarang ini cukup banyak pabrik hardware yang membuat peralatan
yang mendukung kedua spesifikasi tersebut.
Saat pada tahun 2002, IEEE membuat standar yang baru yang dapat
menggabungkan kelebihan 802.11a dan 802.11b yang diberi kode 802.11g. Spesifikasi
ini bekerja pada frekuensi 2,4 GHz dengan kecepatan transfer data teoritis maksimal
sebesar 54 Mbps. Peralatan yang digunakan di 802.11g kompatibel dengan 802.11b
sehingga bisa saling bertukar. Pada tahun 2006, diciptakan 802.11n yang
dikembangkan dari gabungan teknologi 802.11b dan 802.11g. teknologi tersebut
dikenal dengan istilah Multiple Input Multiple Output (MIMO). MIMO dirancang
berdasarkan standar Pre-802.11n. kata “Pre-” disini berarti “Prestandard version of
802.11n”. MIMO memberikan peningkatan dari throughput, keunggulan reabilitas dan
peningkatan jumlah klien yang terkoneksi. MIMO dapat menembus penghalang lebih
baik selain itu jangkauannya lebih luas. Secara teknis MIMO lebih unggul dibandingkan
802.11b, 802.11a maupun 802.11n. Peralatan wi-fi MIMO dapat emncapai kecepatan
transfer data sebesra 108 Mbps.
Pengertian wireless sendiri adalah kumpulan dari spesifikasi yang digunakan
untuk jaringan lokal nirkabel atau WLAN. Sedangkan jaringan wireless merupakan
jaringan yang dapat mengkoneksikan dua PC atau lebih yang menggunakan
gelombang radio. Jadi sistem jaringan wi-fi tidak memerluka penghubung berupa kabel
network antar PC. Bila jenis coax atau kabel UTP memerlukan kabel sebagai media
transfer, namun jika menggunakan wireless hanya menggunakan ruang atau space
dimana jarak jangkauan network dibatasi dengan kekuatan pancaran gelombang radio
dari masing-masing PC.
Norman Abramson, seorang profesor di Universitas Hawaii, mengembangkan
jaringan komunikasi komputer nirkabel pertama di dunia, ALOHAnet, yang berbiaya
rendah dan hampir serupa radio. Sistem ini melibatkan tujuh komputer dari empat pulau
untuk berkomunikasi dengan komputer pusat di Pulau Oahu tanpa menggunakan
saluran telepon.
Pada tahun 1979, FR Gfeller dan U. Bapst menerbitkan makalah di IEEE
Prosiding yang berisi laporan tentang ujicoba jaringan nirkabel untuk komunikasi
dengan menggunakan inframerah-tersebar. Tak lama kemudian, pada tahun 1980, P.
Ferrert melaporkan percobaannya tentang aplikasi eksperimental dari sebuah kode
tunggal penyebaran spektrum radio untuk komunikasi terminal nirkabel dalam
Konferensi Nasional Telekomunikasi IEEE. Pada tahun 1984, perbandingan antara
inframerah dan komunikasi spread spectrum CDMA untuk jaringan informasi kantor
nirkabel diterbitkan oleh Kaveh Pahlavan dalam Simposium Jaringan Komputer IEEE
yang kemudian terbit di Majalah Komunikasi IEEE Masyarakat. Pada bulan Mei 1985,
upaya Marcus telah membuat FCC mengumumkan eksperimental band ISM untuk
aplikasi komersial teknologi spektrum sebar. Kemudian, M. Kavehrad melaporkan
sebuah sistem PBX nirkabel eksperimental menggunakan divisi kode akses. Laporan-
laporan ini mendorong kegiatan industri radio portabel dan ponsel yang signifikan dalam
pengembangan generasi baru jaringan area lokal nirkabel dan perbaruan diskusi dan
informasi-informasi dalam bidang ini.
Generasi pertama dari modem data nirkabel dikembangkan pada awal tahun
1980 oleh operator radio amatir, yang sering disebut sebagai radio paket. Mereka
menambahkan sebuah modem band suara komunikasi data, dengan kecepatan data di
bawah 9.600-bit /s, untuk sistem radio jarak pendek yang ada, biasanya dalam band
amatir yang berjarak dua meter. Generasi kedua modem nirkabel dikembangkan
segera setelah pengumuman FCC di band eksperimental untuk penggunaan teknologi
spektrum-sebar non-militer. Modem ini berkecepatan data ratusan kbit/s. Generasi
ketiga dari modem nirkabel kemudian ditujukan untuk kompatibilitas dengan LAN yang
ada dengan kecepatan data dalam Mbit/s. Beberapa perusahaan mengembangkan
produk generasi ketiga dengan kecepatan data diatas 1 Mbit/s dan beberapa produk
sudah diumumkan pada lokakarya IEEE Workshop tentang Wireless LAN.

Gambar Mbit/s WLAN PCI Card (802.11g)


Pada Lokakarya IEEE pertama perihal LAN Nirkabel diadakan pada tahun 1991.
Pada saat itu produk pertama LAN nirkabel baru saja muncul di pasar dan komite IEEE
802.11 baru saja memulai kegiatannya untuk mengembangkan sebuah standar LAN
nirkabel. Fokus lokakarya pertama adalah evaluasi terhadap teknologi alternatif. Pada
tahun 1996, teknologi ini dianggap telah cukup berkembang, berbagai aplikasi telah
diidentifikasi dan teknologi yang memungkinkan aplikasi ini telah pula dipahami dengan
baik. Chip set ditujukan untuk implementasi dan aplikasi LAN nirkabel, yang menjadi
kunci teknologi untuk pertumbuhan pasar yang cepat. Wireless LAN semakin banyak
digunakan di rumah sakit, bursa efek, di gedung-gedung seperti kampus dan
perkantoran untuk akses nomaden, jaringan LAN point-to-point, jaringan ad-hoc, dan
aplikasi yang lebih besar melalui internetworking. Standar, varian dan alternatif IEEE
802.11 seperti forum interoperabilitas wireless LAN dan Eropa HiperLAN telah
membuat kemajuan pesat demikian halnya dengan PCS tak berlisensi ‘Layanan
Komunikasi Pribadi’ dan supernet, yang kemudian diubah namanya menjadi U-NII,
telah membuka peluang baru.
Gambar WLAN Protocol
Perangkat WLAN pada awalnya begitu mahal dan digunakan sebagai alternatif
LAN kabel di tempat dimana pengkabelan sangat sulit atau tidak mungkin.
Pengembangan utama meliputi solusi spesifik industri and protokol proprietary, tetapi
pada akhir 1990-an digantikan dengan standar, versi, dan jenis utama dari IEEE 802.11
(dalam produk dengan menggunakan Wi-Fi sebagai nama merek). Namun, ada juga
beberapa produk yang tidak berhasil di pasaran, seperti ATM alternatif dengan
menggunakan teknologi standar 5 GHz, yaitu HiperLAN/2. Sejak tahun 2002 telah ada
standar yang lebih baru ditambahkan ke 802,11; 802.11n yang beroperasi di kedua
band yakni 5GHz dan 2,4 Ghz pada kecepatan 300 Mbit/s, dengan begitu, kebanyakan
router yang lebih baru termasuk yang diproduksi oleh Apple Inc telah dapat disiarkan
jaringan nirkabel pada kedua band nirkabel, yang disebut dualband. Sebuah HomeRF
yang dibentuk pada tahun 1997 telah pula mempromosikan teknologi yang bertujuan
untuk digunakan di rumah, tetapi gagal dan dibubarkan pada akhir 2002.

B. Cara Kerja Wireless Network


Wireless bekerja dengan menggunakan tiga komponen dibawah ini, yang
sebagai media untuk mengirim dan menerima data dari dan ke sesama pengguna
teknologi wireless tersebut, yaitu :
1. Sinyal Radio (Radio Signal).
2. Format Data (Data Format).
3. Struktur Jaringan (Network Structure).

Masing-masing dari ketiga komponen ini memiliki cara kerja sendiri-sendiri dalam
hal cara kerja dan fungsinya. Mereka bekerja dan mengontrol lapisan yang berbeda.
Dalam hal ini Sinyal Radio bekerja pada lapisan bawah yang biasa disebut dengan
physical layer, atau lapisan fisik. Lalu Format Data mengendalikan beberapa lapisan
diatasnya. Dan yang sebagai alat untuk mengirim dan menerima sinyal radio adalah
strukture jaringan. Jadi cara kerja perangkat wireless dalam jaringan sama dengan
MODEM dalam hal mengirim dan menerima data, Sehingga pada saat akan mengirim
data, peralatan-peralatan Wireless tadi akan berfungsi sebagai alat yang mengubah
data digital menjadi sinyal radio. Lalu saat menerima, peralatan tadi berfungsi sebagai
alat yang mengubah sinyal radio menjadi data digital yang bisa dimengerti dan diproses
oleh komputer.
Wireless LAN menggunakan electromagnetic airwaves (radio atau infrared)
untuk menukarkan informasi dari satu titik ke titik lainnya tanpa harus tergantung pada
sambungan secara fisik.Gelombang radio biasa digunakan sebagai pembawa karena
dapat dengan mudah mengirimkan daya ke penerima. Data ditransmikan dengan cara
ditumpangkan pada gelombang pembawa sehingga bisa diekstrak pada ujung
penerima. Data ini umumnya digunakan sebagai pemodulasi dari pembawa oleh sinyal
informasi yang sedang ditransmisikan. Begitu datanya sudah dimodulasikan pada
gelombang radio pembawa, sinyal radio akan menduduki lebih dari satu frekuensi, hal
ini terjadi karena frekuensi atau bit rate dari informasi yang memodulasi ditambahkan
pada sinyal carrier.
Multiple radio carrier bisa ada dalam suatu ruang dalam waktu yang bersamaan
tanpa terjadi interferensi satu sama lain jika gelombang radio yang ditransmisikan
berbeda frekuensinya. Untuk mengekstrak data, radio penerimanya diatur dalam satu
frekuensi dan menolak frekuensi-frekuensi lain. Pada konfigurasi wireless LAN tertentu,
transmitter/receiver (transceiver) device, biasa disebut access point, terhubung pada
jaringan kabel dari lokasi yang fixed menggunakan kabel standard. Sebuah access
point bisa mensupport sejumlah group kecil dari user dan bisa dipakai dalam jarak
antara seratus sampai beberapa ratus kaki.
Gambar Access Point Outdoor
Access point (atau antena yang terhubung pada access point) biasanya
diletakkan pada tempat yang tinggi tapi dapat juga diletakkan dimana saja untuk
mendapatkan cakupan yang dikehendaki. End user access wireless LAN menggunakan
wireless-LAN adapters, biasa terdapat pada PC card pada notebook atau palmtop
computer, atau sebagai card dalam desktop computer, atau terintegrasi dalam hand-
held comput

C. Keuntungan Wireless
Keuntungan dalam menggunakan wireless antara lain pemakaian tidak dibatasi
ruang gerak hanya saja dibatasi oleh jarak jangkauan dari satu pemancar wi-fi. Untuk
wi-fi jarak yang dapat dijangkau lebih kurang area 100 feet atau 30M radius. Namun
dapat pula diperkuat signalnya dengan perangkat khusus seperti booster yang
berfungsi sebagai relay yang dapat menjangkau ratusan bahkan beberapa kilometer ke
satu arah atau directional.
Bahkan hardwrare atau perangkat yang terbaru dapat melakukan dimana satu
perangkat Access point dapat saling me-relay kembali ke beberapa bagian atau titik
sehingga memperjauh jarak jangkauan yang sering disebut bridge dan dapat disebar
dibeberapa titik daalm suatu ruangan untuk menyatukan sebuah network LAN.
Dengan wireless LAN, user bisa membagi akses informasi tanpa harus mencari
tempat sebagai sambungan kabel ke jaringan, dan network manager bisa menset up
atau menambah jaringan tanpa harus melakukan instalasi atau pun penambahan kabel.
Wireless LAN menawarkan beberapa kelebihan seperti produktivitas, kenyamanan, dan
keuntungan dari segi biaya bila dibandingkan dengan jaringan kabel tradisional.
· Mobility : Sistem wireless LAN bisa menyediakan user dengan informasi
access yang real-time, dimana saja dalam suatu organisasi. Mobilitas semacam ini
sangat mendukung produktivitas dan peningkatan kualitas pelayanan apabila
dibandingkan dengan jaringan kabel
· Installation Speed and Simplicity : Instalasi sistem wireless LAN bisa cepat
dan sangat mudah dan bisa mengeliminasi kebutuhan penarikan kabel yang melalui
atap atau pun tembok.
· Installation Flexibility : Teknologi wireless memungkinkan suatu jaringan
untuk bisa mencapai tempat-tempat yang tidak dapat dicapai dengan jaringan kabel.
· Reduced Cost-of-Ownership : Meskipun investasi awal yang dibutuhkan oleh
wireless LAN untuk membeli perangkat hardware bisa lebih tinggi daripada biaya yang
dibutuhkan oleh perangkat wired LAN hardware, namun bila diperhitungkan secara
keseluruhan, instalasi dan life-cycle costnya, maka secara signifikan lebih murah. Dan
bila digunakan dalam lingkungan kerja yang dinamis yang sangat membutuhkan
seringnya pergerakan dan perubahan yang sering maka keuntungan jangka
panjangnya pada suatu wireess LAN akan jauh lebih besar bila dibandingkan dengan
wired LAN.
· Scalability : Sistem wireless LAN bisa dikonfigurasikan dalam berbagai
macam topologi untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang beragam. Konfigurasi
dapat dengan mudah diubah Mulai dari jaringan peer-to-peer yang sesuai untuk jumlah
pengguna yang kecil sampai ke full infrastructure network yang mampu melayani ribuan
user dan memungkinkan roaming dalam area yang luas.

D. Kelemahan WLAN
Wifi menggunakan gelombang radio pada frekwensi milik umum yang bersifat
bebas digunakan oleh semua kalangan dengan batasan batasan tertentu. Setiap wifi
memiliki area jangkauan tertentu tergantung power dan antenna yang digunakan. Tidak
mudah melakukan pembatasan area yang dijangkau pada wifi. Hal ini menyebabkan
berbagai hal dimungkinan terjadi pada lapisan fisik, antara lain:
· Interception atau penyadapan. Hal ini sangat mudah dilakukan, dan sudah
tidak asing lagi bagi para hacker. Berbagai tools dengan mudah di peroleh di internet.
Berbagai teknik kriptografi dapat di bongkar oleh tools tools tersebut.
· Injection. Pada saat transmisi melalui radio, dimungkinkan dilakukan injection
karena berbagai kelemahan pada cara kerja wifi dimana tidak ada proses validasi siapa
yang sedang terhubung atau siapa yang memutuskan koneksi saat itu.
· Jamming. Jamming sangat dimungkinkan terjadi, baik disengaja maupun
tidak disengaja karena ketidaktahuan pengguna wireless tersebut. Pengaturan
penggunaan kanal frekwensi merupakan keharusan agar jamming dapat di minimalisir.
Jamming terjadi karena frekwensi yang digunakan cukup sempit sehingga penggunaan
kembali channel sulit dilakukan pada area yang padat jaringan nirkabelnya.
· Locating Mobile Nodes. Dengan berbagai software, setiap orang mampu
melakukan wireless site survey dan mendapatkan informasi posisi letak setiap Wifi dan
beragam konfigurasi masing masing. Hal ini dapat dilakukan dengan peralatan
sederhana spt PDA atau laptop dengan di dukung GPS sebagai penanda posisi.
· Access Control. Dalam membangun jaringan wireless perlu di design agar
dapat memisahkan node atau host yang dapat dipercaya dan host yang tidak dapat
dipercaya. Sehingga diperlukan access control yang baik.
· Hijacking. Serangan MITM (Man In The Middle) yang dapat terjadi pada
wireless karena berbagai kelemahan protokol tersebut sehingga memungkinkan
terjadinya hijacking atau pengambilalihan komunikasi yang sedang terjadi dan
melakukan pencurian atau modifikasi informasi.
Pada lapisan MAC (data layer) juga terdapat kelemahan yakni jika sudah terlalu
banyak node (client) yang menggunakan channel yang sama dan terhubung pada AP
yang sama, maka bandwidth yang mampu dilewatkan akan menurun. Selain itu MAC
address sangat mudah di spoofing (ditiru atau di duplikasi) membuat banyak
permasalahan keamanan. Lapisan data atau MAC juga digunakan dalam otentikasi
dalam implementasi keamanan wifi berbasis WPA Radius (802.1x plusTKIP/AES).
Adapun Keunikan jaringan lokal nirkabel antara lain:
· Sinyalnya terputus-putus (intermittence) yang disebabkan oleh adanya benda antara pengirim dan
penerima sehingga sinyal terhalang dan tidak sampai pada penerima (gejala ini sangat terasa pada
komunikasi wireless dengan IR).
· Bersifat broadcast akibat pola radiasinya yang memancar ke segala arah, sehingga semua terminal
dapat menerima sinyal dari pengirim.
· Sinyal pada media radio sangat komplek untuk dipresentasikan kerena sinyalnya menggunakan
bilangan imajiner, memiliki pola radiasi dan memiliki polarisasi.
· Mengalami gejala yang disebut multipath yaitu propagasi radio dari pengirim ke penerima melalui
banyak jalur yang LOS dan yang tidak LOS/terpantul.

E. Komponen WLAN
Beberapa komponen dari WLAN yang akan dibahas adalah sebagai berikut :

a. Access Point (AP)


Pada WLAN, alat untuk mentransmisikan data disebut denganAccess Point dan
terhubung dengan jaringan LAN melalui kabel. Fungsi dari AP adalah mengirim dan
menerima data, sebagai buffer data antara WLAN dengan Wired LAN, mengkonversi
sinyal frekuensi radio (RF) menjadi sinyal digital yang akan disalurkan melalui kabel
atau disalurkan keperangkat WLAN yang lain dengan dikonversi ulang menjadi sinyal
frekuensi radio.
Satu AP dapat melayani sampai dengan 30 user. Karena dengan semakin
banyaknya user yang terhubung ke AP maka kecepatan yang diperoleh tiap user juga
akan semakin berkurang. Ini beberapa contoh produk AP dari beberapa vendor.

b. Extension Point
Untuk mengatasi berbagai masalah khusus dalam topologi
jaringan,designer dapat menambahkan extension point untuk memperluas cakupan
jaringan. Extension point hanya berfungsi layaknya repeater untuk client di tempat yang
lebih jauh. Syarat agar antara akses point bisa berkomunikasi satu dengan yang lain,
yaitu setting channel di masing-masing AP harus sama. Selain itu SSID (Service Set
Identifier) yang digunakan juga harus sama. Dalam praktek di lapangan biasanya untuk
aplikasi extension pointhendaknya dilakukan dengan menggunakan merk AP yang
sama.

c. Antena
Antena merupakan alat untuk mentransformasikan sinyal radio yang merambat
pada sebuah konduktor menjadi gelombang elektromagnetik yang merambat diudara.
Antena memiliki sifat resonansi, sehingga antena akan beroperasi pada daerah
tertentu. Ada beberapa tipe antena yang dapat mendukung implementasi WLAN, yaitu:
v Antena omnidirectional
Yaitu jenis antena yang memiliki pola pancaran sinyal kesegala arah dengan
daya yang sama. Untuk menghasilkan cakupan area yang luas,gain dari antena omni
directional harus memfokuskan dayanya secara horizontal (mendatar), dengan
mengabaikan pola pemancaran ke atas dan kebawah, sehingga antena dapat
diletakkan ditengah-tengah base station. Dengan demikian keuntungan dari antena
jenis ini adalah dapat melayani jumlah pengguna yang lebih banyak. Namun,
kesulitannya adalah pada pengalokasian frekuensi untuk setiap sel agar tidak terjadi
interferensi.
v Antena directional
Yaitu antena yang mempunyai pola pemancaran sinyal dengan satu arah
tertentu. Antena ini idealnya digunakan sebagai penghubung antar gedung atau untuk
daerah yang mempunyai konfigurasi cakupan area yang kecil seperti pada lorong-
lorong yang panjang.

d. Wireless LAN Card


WLAN Card dapat berupa PCMCIA (Personal Computer Memory Card
International Association), ISA Card, USB Card atau Ethernet Card. PCMCIA digunakan
untuk notebook, sedangkan yang lainnya digunakan pada komputer desktop. WLAN
Card ini berfungsi sebagai interface antara sistem operasi jaringan client dengan
format interface udara ke AP. Khususnotebook yang keluaran terbaru maka
WLAN Cardnya sudah menyatu didalamnya. Sehingga tidak keliatan dari luar.

F. Organisasi WLAN
Setiap perangkat keras yang berhubungan dengan komputer dan teknologi selalu
mengacu pada suatu standar. Begitu juga dengan wireless LAN. Beberapa organisasi
yang telah menetapkan standard wireless LAN antara lain:

1. Federal Communication Commission (FCC)


FCC merupakan sebuah agen pada pemerintahan Amerika Serikat yang didirikan
oleh Communication ACT pada tahun 1934 dan bertanggung jawab langsung kepada
kongres. FCC mempunyai wewenang dalam pengaturan komunikasi antar negara
bagian atau komunikasi internasional lewat radio, televisi dan media kabel. FCC
mengeluarkan peraturan yang membatasi frekuensi yang digunakan untuk wireless
LAN. FCC telah menetapkan tiga ISM (industrial, scentific, and medical) band bebas
lisensi yaitu 902-928 MHz, 2,4-2,484 GHz, dan 5,725-5,85 GHz. hampir sebagian besar
dari produk wireless LAN memakai band frekuensi ini. FCC juga menetapkan tiga band
Unlicensed National Information Infrastructure( UNII ) setiap band terletak pada
cakupan 5 GHz.
2. Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE)
IEEE merupakan pembuat standar kunci untuk hampir semua hal yang
berhubungan dengan teknologi informasi di Amerika Serikat. IEEE menciptakan standar
dengan aturan yang dibuat FCC. IEEE telah menetapkan berbagai setandr teknologi
seperti IEEE 802.3 untuk ethernet dan 802.11 untuk wireless LAN. Salah satu tugas
IEEE adalah mengembangkan standar untuk wireless LAN dengan mengacu pada
peraturan yang dikeluarkan FCC.

G. MODE KONEKSI
Agar sebuah computer dapat saling terhubung dengan network wireless maka
dapat dilakukan dalam mode Ad-Hoc atau mode Infrastructure.
1. Mode Ad-Hoc
Jaringan ad-hoc adalah jaringan di mana stasiun berkomunikasi hanya peer to
peer (P2P). Jaringan ini dapat dikonfigurasi dengan menggunakan Perangkat Layanan
Independen Dasar (IBSS).
Gambar Peer-to-Peer atau ad-hoc wireless LAN
Sebuah jaringan peer-to-peer (P2P) memungkinkan perangkat nirkabel untuk
secara langsung berkomunikasi satu sama lain. Perangkat nirkabel dalam jangkauan
satu sama lain dan dapat saling menemukan serta berkomunikasi langsung tanpa
melibatkan titik akses pusat. Metode ini biasanya digunakan oleh dua komputer
sehingga mereka dapat terhubung satu sama lain untuk membentuk jaringan.
Tidak seperti pada jaringan kabel yang mana jaringan peer to peer hanya
berlangsung antara dua komputer, jaringan peer to peer pada jaringan WLAN dapat
dilakukan oleh tiga komputer secara bersama. Semua komputer dapat berhubungan
secara langsung dan menggunakan sumber daya yang ada secara bersama.
Pada jaringan ad-hoc, masing-masing komputer cukup dipasang kartu WLAN dan
tidak diperlukan peralatan lain. Pada jaringan ini, hanya dimungkinkan terjadinya
hubungan antar komputer dalam kelompok jaringan tersebut dan tidak dapat untuk
mengakses jaringan lain kecuali salah satu komputer difungsikan sebagai bridge (akan
dijelaskan berikutnya). Jika jumlah komputer sudah mencapai tiga dan ada komputer
lain yang ingin masuk pada jaringan ini, maka biasanya tidak akan berhasil sampai
salah satu dari komputer yang ada memutuskan hubungan dengan jaringan. Intinya,
pada jaringan peer to peer WLAN hanya diijinkan untuk hubungan antar tiga komputer.
Jika kekuatan sinyal meter digunakan dalam situasi ini, tidak dapat membaca
kekuatan secara akurat dan dapat menyesatkan, karena register kekuatan sinyal
terkuat, yang mungkin merupakan komputer terdekat.
IEEE 802.11 mendefinisikan lapisan fisik (PHY) dan lapisan MAC (Media Access
Control) berdasarkan CSMA/CA (Carrier Sense Multiple Access dengan Collision
Avoidance). Spesifikasi 802,11 mencakup ketentuan-ketentuan yang dirancang untuk
meminimalkan tabrakan yang disebabkan karena dua unit mobile dalam jangkauan jalur
akses umum, tetapi di luar jangkauan satu sama lain.
Pada 802,11 memiliki dua mode dasar operasi: modus ad-hoc dan mode
infrastruktur. Dalam mode ad-hoc, unit mobile mengirimkan langsung secara peer-to-
peer. Dalam mode infrastruktur, unit mobile berkomunikasi melalui jalur akses yang
berfungsi sebagai jembatan untuk infrastruktur jaringan kabel. Karena komunikasi
nirkabel menggunakan media yang lebih terbuka untuk komunikasi dibandingkan
dengan LAN kabel, 802,11 desainer juga termasuk mekanisme enkripsi bersama-kunci:
Wired Equivalent Privacy (WEP), Wi-Fi Protected Access (WPA, WPA2), untuk
mengamankan jaringan komputer nirkabel
2. Mode Infrastruktur
Mode Infrastruktur adalah koneksi antara dua komputer atau lebih, dengan
Access Point (AP) sebagai pengatur lalu lintasnya. Acces Point adalah suatu perangkat
yang dapat memancarkan sinyal Wifi dalam jangkauan tertentu (sering disebut hotspot).
Melalui sinyal Wifi tersebut, beberapa client bisa terkoneksi ke jaringan dan AP-lah
yang akan mengatur lalu lintas datanya.
Gambar Mode Infrastruktur

H. Media Transmisi WLAN


Ada 2 media transmisi yang digunakan oleh jaringan lokal tanpa kabel ini, yaitu
sebagai berikut.
a. Radio Frequency ( RF)
Penggunaan RF tidak asing lagi bagi kita, contoh penggunaannya adalah pada
stasiun radio, stasiun TV, telepon cordless dan lain-lain. RF selalu dihadapkan oleh
masalah spektrum yang terbatas, sehingga harus dipertimbangkan cara memanfaatkan
spektrum secara efisien. WLAN menggunakan RF sebagai media transmisi karena
jangkauannya jauh, dapat menembus tembok, mendukung mobilitas yang tinggi, meng-
cover daerah jauh lebih baik dari IR dan dapat digunakan di luar ruangan. WLAN ini
menggunakan pita ISM (Tabel 2) dan memanfaatkan teknik spread spectrum (DS atau
FH).
- DS adalah teknik yang memodulasi sinyal informasi secara langsung dengan kode-kode
tertentu (deretan kode Pseudonoise/PN dengan satuan chip).
- FH adalah teknik yang memodulasi sinyal informasi dengan frekuensi yang loncat-loncat
(tidak konstan). Frekuensi yang berubah-ubah ini dipilih oleh kode-kode tertentu (PN)
WLAN dengan RF memiki beberapa topologi sebagai berikut.
 Tersentralisasi
Nama lainnya adalah star network atau hub based. Topologi ini terdiri
dariserver (c) dan beberapa terminal pengguna, di mana komunikasi antara terminal
harus melalui server terlebih dahulu. Keunggulannya adalah daerah cakupan luas,
transmisi relatif efisien dan desain terminal pengguna cukup sederhana karena
kerumitan ada pada server. Kelemahannya adalah delay-nya besar dan
jika serverrusak maka jaringan tidak dapat bekerja.
 Terdistribusi
Dapat disebut peer to peer, di mana semua terminal dapat berkomunikasi satu
sama lain tanpa memerlukan pengontrol (servers). Di sini, server diperlukan untuk
mengoneksi WLAN ke LAN lain. Topologi ini dapat mendukung operasimobile dan
merupakan solusi ideal untuk jaringan ad hoc. Keunggulannya jika salah satu terminal
rusak maka jaringan tetap berfungsi, delay-nya kecil dan kompleksitas perencanaan
cukup minim. Kelemahannya adalah tidak memiliki unit pengontrol jaringan (kontrol
daya, akses dan timing).
 Jaringan selular
Jaringan ini cocok untuk melayani daerah dengan cakupan luas dan
operasi mobile. Jaringan ini memanfaatkan konsep microcell, teknik frequency
reuse dan teknik handover. Keunggulannya adalah dapat menggabungkan keunggulan
dan menghapus kelemahan dari ke dua topologi di atas. Kelemahannya adalah memiliki
kompleksitas perencanaan yang tinggi.

b. Infrared (IR)
Infrared banyak digunakan pada komunikasi jarak dekat, contoh paling umum
pemakaian IR adalah remote control (untuk televisi). Gelombang IR mudah dibuat,
harganya murah, lebih bersifat directional, tidak dapat menembus tembok atau benda
gelap, memiliki fluktuasi daya tinggi dan dapat diinterferensi oleh cahaya matahari.
Pengirim dan penerima IR menggunakan Light Emitting Diode (LED) dan Photo
Sensitive Diode (PSD). WLAN menggunakan IR sebagai media transmisi karena IR
dapat menawarkan data rate tinggi (100-an Mbps), konsumsi dayanya kecil dan
harganya murah.
WLAN dengan IR memiliki tiga macam teknik, yaitu:
1. Diffused IR (DFIR)
Teknik ini memanfaatkan komunikasi melalui pantulan. Keunggulannya adalah
tidak memerlukan Line Of Sight (LOS) antara pengirim dan penerima dan menciptakan
portabelitas terminal. Kelemahannya adalah membutuhkan daya yang tinggi, data
rate dibatasi oleh multipath, berbahaya untuk mata telanjang dan resiko interferensi
pada keadaan simultan adalah tinggi.
2. Directed Beam IR (DBIR)
Teknik ini menggunakan prinsip LOS, sehingga arah radiasinya harus diatur.
Keunggulannya adalah konsumsi daya rendah, data rate tinggi dan tidak ada multipath.
Kelemahannya adalah terminalnya harus fixed dan komunikasinya harus LOS.
3. Quasi Diffused IR (QDIR)
Setiap terminal berkomunikasi dengan pemantul, sehingga pola radiasi harus
terarah. QDIR terletak antara DFIR dan DBIR (konsumsi daya lebih kecil dari DFIR dan
jangkaunnya lebih jauh dari DBIR).

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Penggunaan teknologi jaringan berbasis wireless merupakan pilihan yang tepat
saat ini. Hal ini disebabkan mulai bergesernya perilaku perusahaan dalam menjalankan
bisnis mereka. Dengan portabilitas dan kompatibiltas yang di tawarkan oleh
teknologi wireless tentunya merupakan pilihan yang sangat menarik. Namun di balik itu
harus di pertimbangkan juga teknologiwireless apa yang tepat untuk di terapkan di
perusahaan sehingga dapat benar-benar membantu bisnis perusahaan tersebut. Hal ini
dapat di lihat dari perbedaan dari masing-masing standar wireless yang tersedia saat ini
(802.11, 802.11a, 802.11b, 802.11g). Dilihat dari sisi keamanan, tentunya 802.11b
sedikit lebih baik karena dapat menerapkan metode enkripsi dengan menggunakan
protokol WEP di dalam jaringan tersebut. Kalau dilihat dari sisi tidak adanya
gangguan/ noise tentunya teknologi 802.11a lebih unggul karena standar ini hanya
menggunakan frekuensi 5 GHz dimana frekuensi ini tidak banyak digunakan oleh
perangkat-perangkat berbasis wireless lainnya. Sehingga untuk mengatasi masalah-
masalah tersebut diatas , maka standar 802.11g muncul untuk menjembatani
kelemahan pada standar 802.11a dan 802.11b.

B. Saran
Wireless LAN memang memiliki standarisasi yang beragam, termasuk juga
fungsinya . Oleh karena itu , kita harus lebih cermat mengamati pada masing-masing
standarisasi mengenai fungsi dan kegunaannya agar kreasi pun lebih bisa di explore .

DAFTAR PUSTAKA
Makalah Wireless LAN _ Roy Sari Milda's Site.htm
Contoh Makalah Wireless _ BLOG STMIK KADIRI.htm
Achmad, Rifai.2009.Sejarah Wireless LAN. http://fay-blinkz.webnode.com
/news/history-oof-wireles-lan/ (diakses pada tanggal 27 November 2010)

Ridwan, Khairul.2010.Komponen Wireless LAN. http://rulrid.wordpress.com


/2010/04/12/komponen-wireless-lan/ (diakses pada tanggal 27 November 2010)

.2010. Jaringan Wireless LAN (WLAN). http://overclockingmania.


blogspot.com/2010/02/setelah-saya-menulis-tentang-jaringan.html
(diakses pada tanggal 27 November 2010)