Anda di halaman 1dari 20

CRITICAL BOOK REPORT

“GEOGRAFI REGIONAL NEGARA MAJU”

“ Pengantar Geografi Regional dan Dasar-Dasar Kajian Geografi


Regional”

Dosen Pengampu: Drs. Kamarlin Pinem, M.Si.

Oleh:

EVA IRMAYANTI
(3163331012)
B Ekstensi 2016

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI


FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan berkat dan
rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan Critical Book Report yang berjudul
“Pengantar Geografi Regional dan Dasar-Dasar Kajian Geografi Regional” dalam
bentuk maupun isinya yang sangat sederhana.
Critical Book Report ini disusun dalam rangka menyelesaikan tugas mata
kuliah Geografi Regional Negara Maju. Selain itu, penulis berharap Critical Book
Report ini dapat dipergunakan sebagai petunjuk, acuan ataupun pedoman dalam
mempelajari di lapangan serta dapat menambah pengetahuan dari pembaca
sekalian.
Penulis menyadari bahwa Critical Book Report ini jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari rekan-
rekan sekalian guna memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam
Critical Book Report ini.

Medan, 03 April 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................. i

DAFTAR ISI ................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1

1.1. Informasi Bibliografi ............................................................................ 1

BAB II PEMBAHASAN ............................................................................. 2

2.1. Latar Belakang Masalah ......................................................................... 2

2.2. Metode yang digunakan ......................................................................... 2

BAB III PEMBAHASAN SECARA UMUM ............................................ 3

3.1. Ringkasan Buku Utama.......................................................................... 3

3.2. Ringkasan Buku Pembanding ................................................................ 11

3.3. Penilaian Terhadap Buku ....................................................................... 15

3.4. Analisis................................................................................................... 15

BAB IV PENUTUP ..................................................................................... 16

4.1. Kesimpulan ............................................................................................ 16

4.2. Saran ....................................................................................................... 16

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 17

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Informasi Bibliografi (Utama)


Judul : Pengantar Geografi Regional
Penulis : Dr. Marhadi S.K.,M.Si
Penerbit : Ombak
Tahun : 2014
ISBN/ISSN : 978-602-258-222-9
Urutan Cetakan : Ke-2
Halaman : xxii+234 halaman

1.2. Informasi Bibliografi (Pembanding)

Judul : Dasar-Dasar Kajian Geografi Regional


Penulis : Prof. Dr. Suharyono
Penerbit : Ombak
Tahun : 2013
ISBN/ISSN : 978-602-258-078-2
Halaman : x+ 320 hlm
Dimensi Buku : 14,5 x 21 cm

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 . Latar Belakang Masalah


Pada pembahasan kali ini penulis memilih buku Pengantar Geografi
Regional dan Dasar-Dasar Kajian Geografi Regional karena kedua buku ini
memiliki kesamaan beberapa materi dan juga memiliki beberapa perbedaan yang
layak untuk dikritik. Dengan kata lain, melalui CBR pembaca (reviewer) menguji
pikiran pengarang/penulis berdasarkan sudut pandang pembaca berdasarkan
pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. Untuk itu disini saya mengkritik
buku Pengantar Geografi Regional dan Dasar-Dasar Kajian Geografi Regional,
seperti yang sudah di jabarkan di atas.

2.2. Metode yang Digunakan


Metode yang saya gunakan adalah berupa metode deskriptif dengan teknik
study kepustakaan yaitu pengetahuan yang bersumber dari media baca berupa
buku yang tentu ada kaitannya dengan tugas mata Geografi Regional Negara
Maju serta menganalisis dan menentukan kelebihan dan kekurangan buku baik
secara kualitas serta kuantitas.

2
BAB III
PEMBAHASAN SECARA UMUM BUKU

3.1. Ringkasan Buku Utama


HAKIKAT, OBJEK KAJIAN, DAN TEMA GEOGRAFI
Pelajaran geografi yang diajarkan di sekolah telah meninggalkan kesan
kenangan yang tidak begitu baik tentang pembelajaran geografi, karena geografi
dianggap sebagai ilmu yang harus mampu mengantarkan setiap siswa hafal
tentang nama kota, sungai, gunung, negara, dan sebagainya di luar kota. Adanya
beberapa kesan tentang kandungan geografi yang dikemukakan di atas dan dilihat
perkembangan sejarah geografi dari masa Yunani kuno sampai saat ini.

Dalam hal ini banyak ahli-ahli geografi menitikberatkan studinya pada


bentanglahan, iklim dan vegetasi, tetapi mereka mengabaikan unsur manusia.
Geografi sebagai ilmu pengetahuan biofisik, bila yang dipelajari itu hanya
geografi fisik dan biotik yang mendasari telaah atas seluk beluk tanah. Iklim
tropis menghalangi kemajuan kebudayaan masyarakat stempat, iklim sedang
merangsang perkembangan kebudayaan sementara masyarakat yang
mendiaminya. Setiap masyarakat mempunyai kebudayaan sendiri yang diwarisi
dari nenek moyang mereka, mempunyai teknologi dan peralatan, mempunyai
cara-cara atau pendangan hidup untuk mempertahankan dirinya dari kekuatan-
kekuatan alam. Menempatkan penyebaran suatu gejala di permukaan bumi
merupakan salah satu prosedur yang penting dalam geografi, walaupun hal ini
bukan tujuan geografi semata-mata.

Lokasi hanya salah satu bagian tahapan dalam kerangka kerja geografi.
Tema ini menjadi penting karena dapat membantu kita untuk mengetahui dan
mendapatkan secara cepat dan tepat di mana keberadaan sesuatu lokasi di
permukaan bumi. Suatu tempat adalah wilayah yang didefiniskan dengan segala
atribut yang melekat di dalamnya. Tempat adalah karakteristik fisik dan manusia
dari suatu loaksi tertentu. Gerakan adalah perjalanan manusia, barang, dan
gagasan dari suatu tempat ke tempat yang lain.

3
PENDEKATAN GEOGRAFI
Adanya berbagai macam pendekatan yang dikemukakan oleh berbagai ahli
ini dan mengaburkan jati diri geografi, maka disadari oleh ahli-ahli geografi untuk
menggunakan pendekatan geografi yang sama dan berfungsi sebagai pembeda
dengan ilmu-ilmu yang lain. Analisis keruangan mempelajari perbedaan lokasi
mengenai sifat-sifat penting atau serangkaian sifat-sifat penting (Hagget, 1975).
Pendekatan ekologi lebih menekankan keterkaitan anatar fenomena geosfer
tertentu dengan variabel lingkungan yang ada bukan eksistensi keruangan.
Lingkungan fenomena/gejala fisik meliputi iklim, tanah, pola drainase, flora,
lokasi/letak, morfologi, aksebilitas, pola setlement, tipe bencana alam.
Lingkungan tingkah laku meliputi kepercayaan stempat, organisasi sosial, agama,
aktivitas pekerjaan, penyuluhan transmigrasi, ikatan kekarabatan, informasi
tentang daerah transmigrasi. Persepsi dan aspirasi penduduk terhadap bencana
alam gunung merapi. Kombinasi antara analisis keruangan dan analisis ekologi
disebut analisis kompleks wilayah. Pada analisis ini wilayah akan dihampiri
dengan pengetian areal differentiation, yaitu suatu anggapan bahwa interaksi
anatar wilayah akan berkembang karena pada hakikatnya suatu wilayah berbeda
dengan wilayah lainnya.

KEDUDUKAN MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMP/MTs DAN


SMA/MA
Untuk memahami interaksi sistem manusia dan lingkungannya
diperlakukan baik Ilmu Pengetahuan Sosial maupun Ilmu Pengetahuan Alam,
dengan demikian geografi adalah ilmu pengetahuan sintesis, bukan ilmu
pengetahuan sistematik seperti sejarah, sosiologi, ekonomi, dan antropologi.
Ruang lingkup pemahaman IPS Geografi adalah sebagai berikut “Aspek
manusia, ruang dan lingkungan” yang terbagi dalam dua aspek yaitu: Sistem
Informasi Geografi, Interaksi gejala fisik dan sosial, Struktur internal suatu
wilayah, Interaksi keruanagn, dan Persepsi lingkungan dan kewilayahan. Mata
pelajaran geografi mengembangkan pemahaman siswa terhadap organisasi spasial
masyarakat, tempat-tempat, dan lingkungan pada muka bumi. Geografi bila
diamati perjalanan sejarah perkembangannya, geografi tidak berkaitan dengan
4
hukum atau formulasi universal keadaan sosial ekonomi manusia yang bertempat
tinggal di suatu planet bumi saja, tetapi geografi sudah merambah pada realitas
likalisasi pola-pola akumulasi dari perjalanan sejarah umat manusia yang
beraneka ragam di permukaan bumi.

DEFINISI GEOGRAFI, REGION, DAN GEOGRAFI REGIONAL


Saat ini dunia mengalami transformasi peristiwa-peristiwa yang bersejarah
baik dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan kebudayaan yang bersifat
global. Globalisasi ekonomi mengacu pada penggunaan global produksi barang
dan jasa, pertukaran, pendistribusi serta pengkonsumsinya. Globalisasi politik
mengacu pada peraturan konsentrasi dan aplikasi kekuasaan serta transformasi
yang melembaga dari praktik-praktik menjadi otoritas dan diplomasi, yang dapat
mengakibatkan adanya kontrol atas populasi dan wilayah. Globalisasi kebudayaan
mengacu pada peraturan global produktif lambang-lambang yang mewakili efek,
fakta, makna, kepercayaan, kesukaan, selera dan nilai.
Geografi secara harfiah berarti deskripsi tentang bumi. Jadi geografi merupakan
ilmu yang menggambarkan tentang keadaan bumi. Konsep region/wilayah sudah
lama dikenal sebagai alat keruangan untuk mengeralisasi keseragaman dan
perbedaan wilayah dan juga sebagai alat analisis wilayah tersebut. Geografi
regional bertujuan untuk menghadirkan fakta-fakta esensial dan gagasan-gagasan
tentang lingkungan alam dan budaya melalui cara-cara begaimana pembaca dapat
menggunakan konsep, gagasan, dan generalisasi tentang lingkungan dunia secara
komprehensif.

KONSEP WILAYAH, PERWILAYAHAN DAN PENDEKATAN KAJIAN


GEOGRAFI
Dalam membicarakan tentang suatu wilayah ditinjau dari ide-ide
homogenitas tersebut, yang dipentingkan bukan semata-mata pengenalan sejauh
mana batas-batas terluar wilayah tertentu, melainkan yang lebih ditekankan
mengenal bagian intinya. Semua wilayah ditekankan pada sifat khasnya. Namun
bila dari sifat khas ini bila ditinjau lebih mendalam lagi dapat juga dipisahkan ke
5
dalam beberapa sifat yang lebih detail lagi, sampai pada taraf yang sifatnya
khasnya tidak dapat diuraikan lagi. Wilayah dapat mempunyai realisasi yang
bermacam-macam. Penggolongan umum yang digunakan dalam regionalisasi
adalah: single topic region(wilayah bertopik tunggal), combined topic
region(wilayah bertopik gabungan), multiple topic region(wilayah bertopik
banyak), total region(wilayah total), dan compage.
Perwilayahan adalah usaha untuk membagi-bagi permukaan bumi atau
bagian permukaan bumi tertentu untuk tujuan tertentu pula. Pembagian dapat
mendasarkan pada kriteria tertentu seperti administrasi, politik, ekonomi, sosial,
fisik, geografis, dan sebagainya.
Pendekatandan pengorganisasian dalam kajian geografi satu dengan lainnya
adalah berbeda-beda. Hal ini sesuai dengan kriteria apa yang dipakai dalam
“mengartikan suatu region” yang dimaksud.

METODE MENGIDENTIFIKASI WILAYAH


Ada saat mengidentifikasi wilayah biasanya lebih banyak berkaitan
dengan beberapa karakteristik “feature” suatu wilayah dibandingkan dengan
hanya, karakteristik suatu “feature” wilayah saja. Metode “areal overlay” ini
dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari terutama bila kita ingin
merencanakan yang berkaitan dengan usaha perekonomian. Diagram Venn sering
berkaitan dengan hal-hal yang tak terbatas dan agaknya lebih erat dengan dunia
geografi yang mengandung satuan-satuan definisi yang berhubungan dengan
karakteristik yang jelas, tetapi kenyataan pada diagram venn adalah tidak
beraturan. Dengan digunakan teknik analisis ini dimungkinkan kita untuk “ boil
down” kuantitas data yang sangat banyak yang dapat dimasukkan ke dalam
penyusuan pola-pola keruangan di dalam peta yang dapat menggambarkan
wilayah.
Pengetahuan geografi dan teknik regionalisasi ini tidak hanya dibutuhkan
dalam pengertian contoh-contoh yang bersifat abstrak. Wilayah dikatakan baik
jika mengandung pengertian penghematan bagi para pembayar pajak, penyebaran
merata bagi para pemilik suara wilayah distrik tempat pemungutan suara, dan
pemasaran rasional antara para konsumer dan sumber daya yang tersedia.
6
PROSES DALAM RUANG DAN WAKTU
Pandangan yang paling pokok dalam geografi adalah keingintahuan apa
yang terjadi di alam merupakan pernyataan yang mendasar dalam geografi. Disisi
lain ahli geografi akan berkaitan erat dengan persoalan pertanyaan di atas yang
sudah muncul sejak jaman kuno, mereka mempunyai persoalan di dalam
mendapatkan metode sesuai untuk digunakan menganalisis sesuatu yang diamati.
Suatu situs (site) mempunyai arti atau nilai buka karena keberadaannya
terisolasi sendiri, tetapi karea hubungan timbal-balik dengan situs lainnya.
Pengaruh ruang digunakan tetapi bukan bersiaf mutlak, karena bumi merupakan
ruang yang tidak kosong dan pengaruhya ada di tengah-tengah anatar materi dan
substansinya. Konsep ruang relasional adalah krusial jika kita inginmendapatkan
pamahaman yang kebih baik tentang geografi eksklusif, hubungan gender,
teritorial dan sifat lainnya.
Menurut Aristoteles suatu tempat dapat didefinisikan sebagai bagian ruang
geografi yang ditempati oleh seseorang atau benda. Sesuai dengan definisi ini
suatu tempat merujuk pada suatu bagian keruangan yang batasannya pasti yang
didasrkan pada suatu kandungan tertentu sebagai contoh tempat suatu suatu buku
adalah ruang di mana buku ini menempatinya . tempat suatu kota adalah wilayah
yang berisi bangunan-banguan, jalan,dsb. (Relp, 1966, hal.907).

WILAYAH DAN PENERAPANNYA DALAM STUDI GEOGRAFI


Pentingnya pengertian wilayah juga dikemukakan dalam “National
Geography Standard” sebagai berikut: “Geografi memberikan infoemasi kepada
seseorang untuk mengetahui dan memahami tentang penduduk yang menciptakan
wilayah sampai menginterprestasi bumi yang kompleks ini”. Penetapan suatu
wilayah barangkali kriterianya didasrkan pada unsur seperti: fisik, budaya, sosial,
politik, atau karakteristik urban. Oleh sebab itu pemilihan serangkaian kriteria
tertentu terhadap suatu wilayah akan berbeda dengan wilayah sekitarnya.
Suatu wilayah barangkali dapat diobservasi batas-batasnya atau berasal
dari batas-batas yang perbedaannya tidak kentara. Wilayah dikatakan sebagai
“komunitas yang tidak terputus yang diciptakan oleh tindakan penduduk yang
bersangkutan”. Peta wilayah budaya saat ini dengan didasrkan pada kriteria
7
bahasa, etnik, dan gama, maka hubungan kedua peta tersebut tidak berarti. Hal ini
disebabkan karena kebudayaan bangsa Amerika Utara yang berteknologi tinggi
akan mampu menerobos halangan geografis fisik bila dibandingkan dengan
budaya bangsa Amerika asli.
Dalam geografi regional juga diperlukan suatu sistem hierarki satuan-
satuan keruangan, untuk ini dibutuhkan suatu kerangka hierarki bagi wilayah-
wilayah dunia. Tetapi yang perlu diingat bahwa skema klasifikasi ini bersifat
horisontal, bukan vertikal bahsa atau keruangan.

NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG


Secara garis besar negara-negara di dunia ini dapat dikelompokkan
menjadi negara kaya dan negara miskin. Negara leboh maju barangkali lebih
dikenal bila dibandingkan negara yang kurang maju dengan menggunakan rata-
rata per kapita Gross Domestik Product(GDP) yakni jumlah keseluruhan hasil
barang dan jasa yang diprosuksinya oleh negara dalam satu tahun dibagi jumlah
penduduknya. Salah satu teori yang menjelaskan keadaan penyebab ketimpangan
yaitu teori ketergantungan yang meyakini bahwa adanya pola-pola perekonomian
skala dunia yang bersumber dari revolusi industri dan proses-proses kolonialisasi
masih bertahan sampai saat ini.
Ketakutan-ketakutan yang dihadapi oleh negara berkembang adalah
terperangkap sedemikian dalam pada hutang mereka kepada luar negeri, negara
ini meminjam sedemikian banyaknya dan mengembalikan beserta bunyanya
sehinga angaran belanja mereka tinggal sedikit untuk memnuhi kebutuhan rutin
yakni kebutuhan makanan, tidak mempunyai kemampuan memperbaiki dan
menggantikan peralatan, sehingga anggaran perorangan, keluarga, desa, dan kota
harus menggunakan anggaran belanja yang seimbang antara pendapatan dan
pengeluarannya.
Hutang luar negeri suatu negara biasnya dihitung berdasarkan pada Gross
Domestic Product (GDP) yaitu jumlah keseluruhan nilai semua barang dan jasa
yang dihasilkan ileh suatu negara dalam satu tahun. Hutang nasional juga
mempuyai peranan yang penting dan sebagai suatu kunci dalam geografi
ekonomi, sperti dapat dilihat pada negara-negara Eropa yang membentuk Uni
8
Eropa yang menyetujui untuk membatasi hutang para anggotanya hanya sebesar
3% dari GDP-nya, tetapi para anggotanya tidak semua menyetujui batasan hutang
tersebut, hal ini menimbulkan ketidakharmonisan di antara para anggota tersebut.
Negara miskin pada umumnya kekurangan finansial sumber daya yang
dibutuhkan untuk biaya pembangunan sarana dan prasarana seperti: jalan,
bendungan, pembangkit energi dan infrastruktur lain. Penduduk di negara
berkembang lebih terkena dampak langsung akibat degradasi lingkungan bila
dibandingkan dengan negara maju. Di negara berkembang yang kebanyakan
penduduknya miskin cenderung akan meminum air secara langsung dari sumber
mata air yang belum diolah untuk kepentingan MCK, menggunakan kayu bakar
dari bahan bakar fosil.

KONSEP DASAR GEOGRAFI REGIONAL DUNIA


Saat ini dunia mengalami transformasi yang bersejarah, baik dalam bidang
politik, ekonomi, dan sosial yang berlangsung secara cepat. Untuk memahami
kecendrungan arah perubahan dunia baru yang akan terjadi, maka salah satu
tujuan geografi regional dunia adalah mencari jawabannya. De Blij dan Muller
dalam bukunya yang berjudul Geography: Realms, Regions, and Concepts
menyatakan ada sejumlah konsep dasar yang digunakan untuk memahami
geografi regional dunia, yaitu sebagai berikut: persepktif geografis, region dan
realm, skala wilayah, latar belakang fisik, region kebudayaan, realm penduduk,
pola pembangunan.
Konsep dasar geografi regional dunia menurut James, P.E. dan Davis, N.
(1985), yaitu: globe dan peta sebagai peralatan utama geografer, bagaimana
geographer mengobservasi dunia, dunia terdiri dari 11 wilayah budaya,
pandangan global tentang kebudayaan. Konsep dasar geografi regional dunia
Linda L. Greenow, dkk. (1995), yaitu: keterampilan membaca peta, mempelajari
dunia dan penduduknya melalui geografi, setiap penduduk mempunyai pandangan
hidup berbeda, lima tema geografi.

9
REALM GEOGRAFIS DUNIA
Realm geografik adalah satuan keruangan yang paling luas dan digunakan
sebagai alat untuk membagi bumi ini. Realm geografik ini dibagi lagi menjadi
satuan keruangan yang lebih sempit yaitu region geografik, region geografik
dibagi lagi menjadi negara, negara terdiri propinsi dan seterusnya sampai pada
ukran keruangan terkecil yakni locality.
Kriteria realm geografik sebagai berikut:
1. Realm geografik merupakan kesatuan keruangan terbesar dari dunia sebagai
tempat tinggal manusia dan kriteria yang ditetapan untuk dasar regionalisasi
didasarkan pada kenampakan fisik atau kemanusiaan atau kedua-duannya.
2. Realm geografik merupakan hasil interaksi dan lingkungan alam dan manusia
sebagai suatu interaksi fungional yang ditunjukkan pada wilayah
pertanian,pertambangan, pelabuhan, jalan raya, bendungan, desa, kota dan
kenampakan lainnya yang terekam dalam bentang alam. Menurt kriteria diatas
Antartika bukan Realm Geografik
3. Realm Geografik harus mencerminkan definisi yang berifat komprehensif dan
mencakup pengelompokkan penyebaran umat anusia di dunia.
4. Beberapa Realm geografik bertemu dengan realm geografik sekitarnya maka
terbentuk zona transisi
5. Realm geografik selalu berubah sepanjang waktu.

10
3.2. Ringkasan Buku Pembanding

Paham Region Dan Kajian Regional


Studi regional atau pendekatan berdasar konsep regional merupakan
bagian penting dalam studi geografi. Sejarah yang merupakan ilmu yang pertama-
tama mempelajari peristiwa kehidupan manusia sepanjang masa mendapatkan
kenyataan bahwa peristiwa-peristiwa itu berlangsung ditempat-tempat tertentu.
Disiplin ilmu yang mempelajari suatu jenis proses atau sekelompok proses
mungkin akan mempertimbangkan adanya fenomena yang dihasilkan oleh sebab
hubungan khusus dengan keadaan tempat lingkungannya. Aspek pengetahuan
yang memperhatikan pengaruh lingkungan setempat atas suatu atau sekelompok
proses disebut ekologi.
Dalam sejarah perkembangannya, geografi telah menggunakan (atau
dipengaruhi) ekologi dalam upaya menjelaskan dan menafsirkan sifat-sifat
persebaran dalam ruang.
Paham region dan perkembangan geografi regional
Rintisan kajian regional dimulai oleh Strabo pada masa geografi Yunani,
karena ia telah mulai memperhatikan adanya variasi kultural antara tempat-
tempat.
Di Amerika pada tahun 1970 diantara 55 anggota the association of
American Geographers hanya Isaiah Bowman yang menyatakan dirinya
mengkhususkan studinya dalam geografi regional. Konsep region alami terpadu
(synthetic natural region) kurang mendapat perhatian dan banyak penelitian
dipusatkan pada unsur-unsur lingkungan alami.

1. Konsep landschaft menurut Hettner


Hetner adalah tokoh yang pertama-tama mengemukakan paham landschaft
dalam arti yang lengkap seperti yang banyak dianut orang hingga saat ini.
kalaupun orang-orang sebelumnya telah pula menggunakan paham landschaft
untuk uraian-uraian daerah muka bumi, namun pengertiannya masih terbatas pada
keadaan alam permukaan bumi yang berbeda-beda.

Paham ini kemudian menjadi dasar bagi uraian daerah-daerah muka bumi
dengan nama landerkunde (yang dalam bahasa belanda disebut landbeschrijving,

11
dan dalam bahasa inggris dinamakan regional geography)yang dapat memberikan
uraian integral sesuai dengan dasar kajian korologi yang telah dikembangkan
sejak masa Varenius.
Bagan Hettner meliputi unsur-unsur yang perlu dipelajari berturut-turut
tentang :
a. Letak
b. Luas
c. Perlikuan horizontal (bentuk wilayah)
d. Perlikuan vertikal (relief)
e. Susunan geologi
f. Geomorfologi
g. Keadaan agro geografi (mata pencaharian penduduk)
h. Iklim
i. Gejala irigasi
j. Vegetasi
k. Hewan
l. Manusia (mengenal jumlah, penyebaran, cara menetap, kebudayaannya baik
material maupun rohani)

2. Pandangan regional menurut Vidal de Blache


Di pracis Vidal de la Blache merupakan tokoh pengembang paham
regional disamping tokoh dalam geografi budaya yang telah menampilkan paham
posibilisme.
Dalam geografi Vidal menampilkan konsep genre de vie Yang secara
harfiah berarti cara hidup atau gaya hidup . istilah bahasa Prancis itu merupakan
gabungan kata “genre” yang berarti jenis atau corak dasar dan “vie” yang berarti
hidup atau kehidupan.

3. Pandangan regional menurut Hartshome


Sungguhnya paham regional di Amreika dikembangkan terutama oleh
Ricard Hartshome, yang bukunya the nature of geography sangat terkenal, tetapi
kajian tentang region di Ammerrika telah mulai tampil secara sporadis sejak
masa-masa sebelum tahun 1900. Pengetahuan geografi pada tingkat universitas di
Amerika telah didatangkan dari berbagai sumber di Eropa antara tahun 1860
12
hingga 1925, meskipun tidak selalu berasal dari pemikiran tokoh-tokoh yang
paling representatif.
Oleh karena itu menurut hartshome : Geografi berkepentingan dengan
upaya-upaya memberikan deskripsi dan penafsiran secaraseksama, teratur, dan
rasional mengenai karakter muka bumi yang bervariasi.
Beberapa sudut pandang dalam geografi regional
Pada hakikatnya uraian regional sudah ada sejak abad 17, khususnya
seperti yang termuat dalam buku varenius dalam bagian uraian kartografinya, atau
bahkan sejak pada masa awal pertumbuhanpengetahuan geografi, yaitu seperti
yang termuat dalam buku tulisan Strabo. Oleh Abler, Adams dan Gould karya
Strabo dikatakan sebagai telah memberikan corak atau kecenderungan tersendiri,
yaitu dengan perhatiannya terhadap isi yang berbeda-beda pada tempat-tempat
dibumi, yang dengan demikian ia telah menempatkan sebagian sasaran studi
geografi pada diferensiasi areal.
Mathieson mengemukakan lima tahapan sudut pandang yang telah tumbuh
dan dipakai dalam geografi regional, yaitu :
a. Sudut pandang yang bersifat holistik atau disebut juga pandangan kosmografis
b. Sudut pandang yang bersifat environmentalis
c. Sudut pandang posibilis
d. Sudut pandang probabilis dan
e. Sudut pandang voluntaris (Mathieson, 1969: 63-70)

Beberapa pendekatan dan pengorganisasian kajian geografi regional


Geografi regionalyang mmengikuti bagan Hettner mengisyaratkan bahwa
faktor manusia merupakan bagian kecil (dan bagian akhir) dalamtelaah suatu
kawasan, sistem bagan yang diusulkan Hettner memang sesuai dengan keadaan
yang masih relatif statis dan stabil (disertai dengan adanya sistem hubungan
antara negara penjajah dan wilayah jajahan diberbagai benua)waktu itu dan masih
kuatnya pengaruh pandangan environmentalis atau pandangan determinisme
lingkungan.

1. Kajian regional berdasar 10 unsur geogstrategi menurut Cressey


Sebagai seorang geografian yang mengkhususkan dan mendalami
kajiannyaa mengenai kawasan asia, dengan dilengkapi kajian di lapangan George

13
B. Cressey telah menulis tiga buku tentang Asia.
Gambaran geografi regional mengenai kawasan Asia dan Cina tahun
1990-an hingga sekarang tentu sudah sangat berlainan dengan apa yang
diutarakan cressey dalam ketiga bukunya itu. Halyang demikian itu memberi
petunjuk bahwa kajian regional tidak akan ada habisnya dan memerlukan kajian
ulang dengan memperhatikan berbagaI unsur yang telah berubah maknanya.
Uraian sistematik Cina meliputi diantaranya sebagai berikut :
a. Prospek penduduk Cina (warisan budaya, latar belakang kesejarahan, pola
satuan politik, masalah penduduk, kebangkitan nasionalisme, potensi
ekonomi, perdagangan luar negeri dan geostrategi);
b. Dasar-dasar keadaan alam Cina (dasar-dasar keadaan geologi, pola aliran
sungai, morfologi, iklim, vegetasi alami, tanah, sumber mineral, prakiraan
geografis);
c. Pertanian di Cina (lahan pertanian dan kaum tani, tataguna lahan di Cina,
kawasan-kawasan pertanian);
d. Uraian regional kawasan-kawasan di Cina Utara, Cina Selatan, dan
Pedalaman Asia (= Cina Luaran).

Sedangkan uraian sistematik mengenai Jepang dan Korea meliputi yaitu :


a. Peninggalan geografis Jepang (lokasi, kerangka geografis, penduduk, ekspansi
lewat darat laut, landskap budaya Jepang , wawasan orang Jepang tentang
kehidupan);
b. Dasar-dasar keadaan alam Jepang (bentuk lahan, iklim, hutan dan keadaan
tanah, sumber mineral);
c. Mata pecahrian di Jepang (petanian, perikanan, industri, komunikasi,
perdagangan luar negeri);
d. Uraian regional kawasan-kawasan di Jepang dan Korea.

2. Kajian regional berdasar 7 topik kunci menurut Wheeler, Kostbade dan


Thoman
Berbeda dengan cara kajian yang dilakukan Hettner atau Cressey,
sungguhpun tidak secara eksplisit menunjukkan dipakainya pendekatan budaya,
Jesse H. Wheeler, Trenton Kostbade dan Richard S. Thoman dalam bukunya

14
Regional Geography of the World, an Introductionary Survey (Holt, Rinehart dan
Winston, 1955) mengisyaratkan bahwa mereka menempatkan peran budaya
dalam posisi yang cukup berarti dalam membuat kajian regional kawasan-
kawasan di Dunia.

3.3. Penilaian Terhadap Buku


Kelebihan buku ini Penjelasan yang ada di buku pengantar geografi
regional dan buku dasar-dasar kajian geografi regional sudah jelas, materi yang
terdapat dalam buku juga mudah dipahami, terdapat daftar gambar dan daftar peta
jadi lebih mudah untuk mengetahui letak gambar pada halaman berapa. Di buku
tersebut juga terdapat pendapat dari pada ahli supaya lebih memperjelas materi
dan memudahkan pembaca untuk mengreti materi dalam buku.
Kelemahan pada buku pengangar geografi regional buku sudah sangat
bagus, tetapi agar lebih bagus agar gambar yang terdapat dalam buku supaya
diberi warna agar gambar lebih mudah dipahami oleh pembaca.

3.4. Analisis Critical Book Report


1. Tujuan penulisan buku, inti dari penulisan
Di dalam buku utama Prof. Dr. Suharyono dicantumkan “menghendaki
mahasiswanya untuk memahami Geografi Regional dikawasan asia tenggara,
apresiasi terhadap dasar pengetahuan dalam buku tersebut. Semoga kedua buku
ini dapat menginspirasi generasi bangsa ini agar menjadi generasi yang tanggap
dan tangguh. Jadilah generasi yang bermartabat, kreatif, dan mandiri.

2. Penilaian kualitas isi


Secara keseluruhan kedua isi buku sangat mendukung untuk menambah
luas pengetahua mahasiswa, siswa, dosen atau orang sekedar membacanya. Ilmu
yang ada di dalam kedua buku ini telah dibahas secara mendalam, walaupun
masih terdapat kelemahannya.

15
BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Studi regional atau pendekatan berdasar konsep regional merupakan
bagian penting dalam studi geografi. Sejarah yang merupakan ilmu yang pertama-
tama mempelajari peristiwa kehidupan manusia sepanjang masa mendapatkan
kenyataan bahwa peristiwa-peristiwa itu berlangsung ditempat-tempat tertentu.
Rintisan kajian regional dimulai oleh Strabo pada masa geografi Yunani, karena
ia telah mulai memperhatikan adanya variasi kultural antara tempat-tempat.

4.2. Saran
Adapun saran yang dapat saya sampaikan ialah hendaknya kita mngkritik
buku dengan sebaik-baiknya agar buku yang di kritik dapat lebih

16
DAFTAR PUSTAKA

Suharyono. 2013. Dasar-Dasar Kajian Geografi Regional. Ombak.

Marhadi. 2014. Pengantar Geografi Regional. Ombak.

17