Anda di halaman 1dari 17

MESIN CNC (COMPUTER NUMERICALLY CONTROLLED)

Perkembangan teknologi komputer pada saat ini telah mengalami kemajuan


yang sangat pesat. Dalam perkembangan selanjutnya komputer telah
diaplikasikan ke dalam alat-alat perkakas mesin, diantaranya : mesin bubut,
mesin frais, mesin bor dll. Hasil perpaduan teknologi komputer dan teknologi
mekanik inilah yang selanjutnya dinamakan mesin NC/CNC (Numerically
Controlled atau Computer Numerically Controlled).

Sejak mesin NC/CNC diperkenalkan secara luas tahun 1975 telah membawa
perubahan besar dalam Industri mesin-mesin perkakas, baik industri besar
maupun industri menengah. Hal itu disebabkan karena mesin-mesin NC/CNC
mampu menangani berbagai macam jenis pekerjaan pemesinan, mulai dari
konstruksi yang sederhana sampai kepada konstruksi yang kompleks.

Tingginya kapasitas pemotongan, kecepatan, ketelitian (accurate), ketepatan


(presisi), keluwesan (fleksible), cocok untuk produksi masal, dan tidak terlalu
sulitnya pemroraman serta rendahnya biaya produksi telah mendorong semakin
banyaknya indsutri pemesinan yang menggunakan mesin NC/CNC dalam
kegiatan produksi pemesinan. Hal ini tentunya akan meningkatkan mutu produk,
kapasitas produksi serta pelayanan kepada konsumen.

I. Pengertian Mesin NC/CNC (Numerically Controlled/Computer


Numerically Controlled)

Mesin NC/CNC adalah suatu mesin atau perangkat mesin dengan teknologi
pengoperasian mesin secara otomatis terprogram melalui kontrol komputer
dengan cara kerja peng-konversi-an gerakan putar motor step (berdasarkan
sudut putaran) kedalam nummerical (bahasa numerik) yang dapat
menggerakan eretan / bed melalui poros transporter. Bahasa Numerik adalah
perintah dalam bentuk kode huruf dan angka yang telah distandarisasikan.
Contohnya, apabila mesin NC/CNC diberi input M05, maka spindle utama mesin
akan berhenti berputar. Adapaun jika mesin NC/CNC diberi input M03, spindle
utama akan berputar.
Bahasa numerik yang berupa perintah-perintah pengendali gerakan mesin
telah distadarisasikan menurut standar DIN 66025 (standardisasi industri
Jerman) dan ISO 6983 (standardisasi Internasional).
Dengan dibakukannya bahasa numerik dalam pengoperasian dan
pemrograman mesin NC/CNC, akan memudahkan operator atau programer
mesin NC/CNC dalam pengoperasian dan pemrograman mesin NC/CNC.
Mesin NC/CNC dapat diaplikasikan juga pada kebutuhan teknologi
manufaktur termasuk teknik Las, perkayuan, dsb.

II. Macam-macam Mesin Bubut NC/CNC


Menurut sumbunya Mesin bubut NC/CNC terdiri dari :
1. 2 sumbu (2A)
2. 3 sumbu (3A)
3. 5 sumbu (5A)
Mesin bubut NC/CNC menurut pemakaiannya dibedakan menjadi 2 macam,
yaitu sebagai berikut:
1. Mesin bubut NC/CNC TU (Training Unit)
2. Mesin bubut NC/CNC PU (Production Unit)
Mesin bubut CNC TU-2A singkatan dari Computer Numerically Controlled
Training Unit Two Axis. Mesin ini merupakan perangkat mesin bubut yang
dikendalikan oleh komputer yang menggunakan bahasa numerik dengan
gerakan 2 sumbu, yaitu sumbu koordinat X dan Z.
Mesin bubut CNC TU-2A umumnya digunakan untuk latihan dasar-dasar
pengoperasian dan pemrograman mesin bubut CNC. Mesin ini dilengkapi
dengan komputer simulasi jenis EPS (Eksternal Programing System) dan jenis
CTS (CNC Training System).
Mesin bubut CNC PU-2A singkatan dari Computer Numerically Controlled
Production Unit Two Axis. Mesin ini merupakan perangkat mesin bubut yang
dikendalikan oleh komputer yang menggunakan bahasa numerik dengan
gerakan 2 sumbu untuk tujuan produksi. Jadi, bedanya yang mendasar dengan
mesin bubut CNC TU-2A adalah dari segi tujuan penggunannya.
Mesin bubut CNC PU-2A digunakan untuk tujuan produksi massal dengan
kapasitas pemotongan yang besar serta pekerjaan bubutan yang kompleks.
Konstruksi mesin bubut CNC PU-2A lebih kompleks dan ukuran lebih besar
dibandingkan dengan mesin bubut CNC TU-2A, karena mesin ini dilengkapi
dengan sistem chuck otomatis, pembuka pintu otomatis, pembuang tatal
otomatis, dan lain-lainnya.
Karena mesin bubut CNC dikontrol oleh komputer, semua gerakan akan
berjalan secara otomatis sesuai dengan perintah program yang diberikan pada
komputer. Dengan program yang sama, mesin CNC dapat diperintah untuk
membuat/memproduksi benda kerja yang sama berulang kali sesuai dengan
jumlah produk yang dibutuhkan. Lihat gambar di bawah ini!

(a) (b)

Gambar 1. (a) Mesin Bubut CNC TU-2A


(b) Mesin Bubut CNC PU-2A

III. Prinsip Kerja Mesin Bubtu CNC TU-2A


Mesin bubut CNC TU-2A adalah suatu perangkat mesin bubut CNC dengan
sistim 2 sumbu, yaitu gerakan dasar dalam arah sumbu memanjang/horizontal
spindle utama/benda kerja (sistim koordinat sumbu Z) dan gerakan dalam arah
melintang sumbu spindle utama/benda kerja (sistim koordinat sumbu X). Untuk
memperjelas fungsi sumbu-sumbunya perhatikan gambar di bawah!
Gambar 2. Gerakan Sumbu Utama Koordinat X dan Z

Prinsip kerja dari mesin bubut CNC TU-2A adalah benda kerja yang
terpasang pada chuck (cekam) berputar, sedangkan alat potong (pahat bubut)
bergerak memotong/menatal benda kerja.
Lintasan gerak pahat dalam arah memanjang (sumbu Z) dan arah melintang
(sumbu X) dari garis sumbu utama benda kerja diberi simbol/lambang sesuai
dengan arah gerakannya sebagai berikut:
1. +Z (positif Z): simbol lintasan gerakan pahat menjauhi cekam/kepala tetap
sumbu memanjang benda kerja.
2. -Z (negatif Z): simbol lintasan gerakan pahat mendekati cekam/kepala tetap
sumbu memanjang benda kerja.
3. +X (positif X): simbol lintasan gerakan pahat menjauhi garis sumbu
utama/benda kerja dalam arah melintang (tegak lurus sumbu putar).
4. -X (negatif X): simbol lintasan gerakan pahat mendekati garis sumbu
utama/benda kerja dalam arah melintang (tegak lurus sumbu putarnya).

IV. Bagian-bagian Utama Mesin Bubut CNC TU-2A


Mesin bubut CNC TU-2A terdiri atas 3 bagian, yaitu sebagai berikut :
1. Bagian-bagian Mekanik
2. Bagian-bagian Kontrol Pengendali
3. Bagian-bagian Tampilan Program/Monitor
Bagian Kontrol

Bagian Mekanik
Monitor

Gambar 3. Bagian-bagian Utama Mesin CNC TU-2A

1. Bagian Mekanik
Nama dan Fungsi Bagian Mekanik dari mesin CNC TU-2A adalah
sebagai berikut :
1.1 Motor Utama/Motor Penggerak
Berfungsi untuk memutarkan spindle utama dengan cekam terpasang
padanya.
Jenjang putaran yang dihasilkan
berkisar antara 600 s.d 4000
putaran permenit (rpm).
Power inputnya 500 watt dan
power outputnya 300 watt.

Gambar 4. Motor Utama


1.2 Transmisi Roda Sabuk
Berfungsi untuk memindahkan daya dari motor penggerak ke poros
yang digerakan (poros spindle utama). Pada sistim transmisi sabuk dibagi
menjadi 6 (enam) tingkatan transmisi penggerak yaitu:

Transmisi Penggerak Tingkat Putaran/Rpm


BC1 47 – 315
BC2 72 – 482
BC3 114 – 762
AC1 207 – 1380
AC2 322 – 2150
AC3 488 – 3200

(a) (b)
Gambar 5 (a) dan (b). Transmisi Roda Sabuk

1.3 Cekam/Chuck/Spindel
Berfungsi sebagai alat cekam yang akan memutarkan benda kerja pada
proses penyayatan. Cekam ini
dihubungkan langsung pada spindle utama
dengan motor penggerak melalui sabuk.

Gambar 6. Cekam/Chuck

1.4 Motor Langkah (Step Motor)


Berfungsi sebagai motor penggerak eretan memanjang dan melintang
ke arah sumbu X dan Z mesin bubut CNC. Masing-masing eretan
mempunyai step motor sendiri-sendiri.
Jumlah putaran yang dihasilkan step motor 72 langkah, dengan momen
putar 0,5 Nm. Sedangkan Kecepatan gerakannya adalah :
a. Gerakan cepat maksimum 700 mm/menit
b. Gerakan pengoperasian manual 5 – 400 mm/menit
c. Gerakan pengoperasian CNC terprogram 2 – 499 mm/menit
d. Jalan eretan terkecil yang dapat digerakan setiap langkah 0,01 mm.

Jalannya gerakan eretan pada


sumbu X (eretan melintang) 50 mm
dan pada sumbu Z (eretan
memanjang) 300 mm.
Konstruksi dari step motor dapat
dialihat pada gambar 8.

(a)

(b) (c)
Gambar 7. (a) Konstruksi Step Motor
(b) Step Motor eretan memanjang
(c) Step Motor eretan melintang
1.5 Rumah Alat Potong ( Revolvert/Toolturret)
Sebagai alat cekam (penjepit) macam-macam alat potong yang digunakan
pada proses penyayatan (untuk menjepit pahat bubut/alat potong).
Revolvert/Toolturret ini digerakan oleh step motor sehingga dapat berputar secara
manual atau terprogram.

(a)
(b)
Gambar 8. (a) Revolvert pahat
(b) Pemasangan macam-macam alat potong

1.6 Meja Mesin (Slidding Bed)


Berfungsi sebagai landasan utama dudukan (rumah) alat potong pada mesin
bubut atau sebagai dudukan dan papan luncur gerakan eretan.

Gambar 9. Meja Mesin


1.7 Tail Stock (Kepala Lepas)
Sebagai penyangga pada pencekaman benda kerja yang relatif
panjang atau berdiameter kecil.
Disamping itu dapat juga digunakan
untuk mengerjakan proses kerja
sederhana secara manual,
misalnya : untuk mengebor,
mereamer dll.

Gambar 10. Kepala Lepas

2. Bagian Kontrol/Pengedali

Mesin bubut CNC dilengkapi dengan bagian control/pengendali, yaitu berupa


bok/panel pengendali mesin CNC yang berisikan tombol-tombol dan saklar yang
dilengkapi dengan monitor. Pada panel pengendali terdapat macam-macam
saklar dan tombol yang dapat mengontrol jalannya gerakan mesin CNC.
Penggunaan saklar dan tombol harus sesuai dengan fungsinya agar tidak terjadi
kesalahan pengoperasian mesin. Jika mesin bubut konvensional dilengkapi
dengan banyak handle mekanik, maka pada mesin CNC dilengkapi dengan
saklar dan tombol-tombol yang berfungsi untuk memasukkan data perintah
gerakan mesin baik secara manual maupun secara terprogram/otomatis (CNC).
6 7 1 2
3 9

11
10
12
14
15
21
22
16
17
23
5 4 8 13 20 19 24 25
(a)

Tombol-tombol Masukan Data Program


Sesuai fungsi mesin bubut CNC dengan gerak utama pengontrolan
melalui perintah-perintah dan harga koordinat dengan cara entry data dengan
menggunakan tombol-tombol fungsi seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

11 10 12 14 15

16

17

21

22
23

13 20 19 24 25

Gambar 11. (a) Bagian Pengendali/Kontrol


(b) Tombol-tombol masukan data program
Keterangan Gambar 11 (a) :
1. Saklar utama
2. Lampu kontrol saklar utama
3. Tombol emergency
4. Saklar operasi mesin
5. Saklar pengatur % kecepatan sumbu utama
6. Sajian jumalah putaran
7. Saklar layanan dimensi (mm/inchi)
8. Amperemeter
9. Layar disket
10. Saklar pengatur kecepatan asutan
11. Lampu layanan manual
12. Tombol pelintas cepat
13. Tombol penggerak eretan manual (tombol asutan X ± dan Z ±)
14. Sajian harga address
15. Lampu address
16. Lampu layanan CNC
17. Tombol pengalih layanan H/C
18. Tombol-tombol masukan : tombol angka-angka 0 s.d 9
19. Tombol panah
20. Tombol negative (-)/M
21. Tombol INP
22. Tombol DEL
23. Tombol REV
24. Tombol FWD
25. Tombol eksekusi/start.

Beberapa bagian dari pengendali mesin bubut CNC TU-2A (lihat Gambar 12
(a) dan (b)) dengan fungsi masing-masing sebagai berikut:
1. Saklar Utama (Main Swicth)
Saklar utama berupa kunci mesin. Apabila kunci diputar ke kanan (ke posisi
1), mesin dan bagian pengendali diberi arus. Apabila saklar diputar ke posisi
0, arus listrik akan terputus dan mesin akan mati. jadi, saklar utama
merupakan pintu masuk aliran listrik ke pengendali CNC dan mesin.
2. Lampu Kontrol Saklar Utama
Tanda adanya arus masuk ke bagian pengendali, lampu kontrol saklar utama
menyala. Jika kontrol tidak menyala, tidak ada arus yang masuk.
3. Tombol Darurat (Emergency Stop)
Tombol darurat berfungsi untuk memutuskan arus/aliran listrik ke bagian
pengendali mesin. Tombol ini digunakan apabila akan terjadi tabrakan antara
eretan dengan cekam (chuck) karena kesalahan program. Cara kerja
penggunaan tombol ini adalah dengan menekan tombol sehingga aliran listrik
terputus ke pengendali mesin, dan gerakan mesin akan berhenti/mati. Untuk
mengaktifkan kembali tombol emergency, dengan cara memutar tombol ke
kanan dan putar saklar utama ke posisi 0 (off, Ialu putar ke posisi 1 (on)
kembali, selanjutnya mesin dapat dioperasikan kembali.
4. Saklar Operasi Mesin (Operating Swicth)
Saklar operasi mesin berfungsi untuk memutarkan spindle utama tempat
cekam terpasang padanya. Cara kerja saklar operasi mesin ini adalah
apabila saklar diputar ke posisi 1, spindle utama berputar dengan layanan
manual. Bila saklar diputar ke kiri (ke posisi CNC), spindle utama berputar
secara otomatis (layanan CNC).
5. Saklar Pengatur Kecepatan Sumbu Utama (Speed Override)
Saklar ini berfungsi untuk mengatur 1 persentase kecepatan putaran
spindle/benda kerja dari 0 % s.d. 100 %. Besar jumlah putaran mesin dalam
putaran per menit dapat dibaca pada display (sajian rpm) mesin, yang
terletak disebelah kiri saklar. Jika saklar diputar ke kanan (searah jarum jam),
putaran sumbu utama akan meningkat semakin tinggi sesuai dengan posisi
transmisi sabuk yang aktif Jika saklar diputar ke kiri (berlawanan arah jarum
jam) putaran mesin akan turun/mengecil.
6. Sajian Jumlah Putaran Spindle Utama (Display Rpm)
Sajian (display) penunjukan putaran rpm spindle utama berfungsi untuk
menunjukan jumlah putaran mesin yang disetel pada saklar pengatur
kecepatan sumbu utama. Jika saklar pengatur persentase diputar ke kanan,
angka-angka rpm akan tampil pada sajian, misalnya 2000 rpm.
7. Saklar Layanan Dimensi (mm / inch)
Saklar ini berfungsi untuk menentukan jenis satuan yang digunakan dalam
pemrograman. Jika menggunakan satuan mm, saklar diputar ke kanan dan
jika menggunakan satuan inchi saklarnya diputar ke kiri.
8. Amperemeter
Amperemeter berfungsi untuk menunjukkan beban motor utama. Besar arus
yang aman selama mesin bekerja maksimurn 2 ampere, sedangkan besar
arus listrik maksimum yang mengalir pada motor utama adalah 4 ampere.
Jika arus listrik yang ditunjukkan amperemeter melebihi 2 ampere, tebal
penyayatan harus dikurangi. Jika mendekati 4 ampere, mesin harus segera
dimatikan, agar mesin motor utama tidak rusak.

9. Layanan Disket
Layanan disket pada mesin CNC berfungsi untuk memudahkan dalam
pengoperasian CNC secara terprogram. Dengan layanan disket, data
program dapat disimpan atau dipindahkan ke mesin CNC yang lain serta
untuk pemakaian program yang berulang-ulang.
10. Saklar Pengatur Kecepatan Asutan (Feed Override)
Saklar pengatur kecepatan asutan berfungsi untuk mengatur kecepatan
gerakan asutan dari eretan mesin. Saklar ini hanya digunakan dalam operasi
layanan manual. Besar kecepatan asutan dapat diatur dengan memutar
saklar dari 5 s.d. 400 mm/menit. Jika saklar diputar searah jarum jam,
kecepatan asutan akan bertambah dari 5 s.d. 400 mm/menit. jika diputar
berlawanan arah jarum jam, kecepatan asutan akan berkurang/semakin
kecil. Besar kecepatan asutan diatur sesuai kecepatan putaran spindle
utama dan hasil perhitungan kecepatan asutan.
11. Lampu Layanan Manual
Lampu layanan manual berfungsi untuk menunjukkan mesin bekerja dengan
layanan manual. Jika lampu ini menyala, berarti mesin bekerja dengan
layanan manual. Sementara itu, jika lampu ini mati/tidak menyala, berarti
mesin bekerja dalam layanan CNC.
12. Tombol Pelintas Cepat
Tombol-tombol ini berfungsi untuk mempercepat gerakan lintasan eretan
dalam arah sumbu Z dan sumbu X. Untuk menggerakkan lintasan eretan
dengan cepat, dilakukan dengan menekan tombol “~” bersamaan dengan
salah satu tombol koordinat Z atau koordinat X yang dikehendaki (tombol
asutan arah X± atau Z±).
13. Tombol Asutan untuk Arah X± dan Z±
Tombol asutan berfungsi untuk menggerakkan eretan dalam arah koordinat
memanjang sumbu Z dan koordinat melintang sumbu X. Dengan menekan
salah satu tombol, eretan akan bergerak sesuai lintasan yang diinginkan,
yaitu menuju cekam (-Z), menjauhi cekam (+Z), mendekati sumbu utama (-
X), atau menjauhi sumbu utama (+X). Jika tombol asutan X± atau Z± diketik
1 kali, eretan akan bergerak sejauh 0,01 mm.

14. Sajian (Display) Lintasan Eretan / Address


Sajian (display) lintasan eretan berfungsi untuk menunjukkan jalannya eretan
dalarn arah X± atau. Z± dalam per seratus mm (1/100 mm). Misalnya, tombol
Z- ditekan dan pada sajian muncul angka 1500, berarti jarak yang telah
ditempuh eretan pada sumbu Z- adalah 1500/100 mm =15 mm.
15. Lampu Address (Lampu Alamat)
Larnpu address berfungsi untuk menunjukkan address/alamat yang dituju.
jika mesin dihidupkan, lampu N menyala. Bila tombol asutan Xii ditekan,
lampu X menyala. Begitu pula jika tombol Z ditekan, nyala lampu akan
berpindah ke lampu address Z.
16. Lampu Layanan CNC
Lampu layanan CNC berfungsi untuk menunjukkan jenis pengoperasian
mesin dengan layanan CNC (otomatis).
17. Tombol Pengalih Layanan Manual atau CNC
Tombol H/C berfungsi untuk mengalihkan layanan mesin cara manual ke
layanan CNC atau sebaliknya. Jika mesin dalam layanan manual (lampu
layanan manual menyala), kemudian kita tekan tombol H/C, nyala lampu
akan berpindah ke lampu layanan CNC. Begitu pula sebaliknya. Jadi, apabila
tombol H/C ditekan, nyala lampu akan selalu berpindah dari lampu H (hand)
ke lampu CNC, atau dari lampu CNC ke lampu H (hand).
18. Tombol Angka-Angka
Tombol angka-angka berfungsi untuk memasukkan besaran nilai X±, Z±, atau
fungsi kerja. MisaInya, lintasan X- = 25 mm, diketik tombol 2, 5, 0, 0, dan -
atau fungsi kerja G 64 diketik tombol 6 dan 4.
19. Tombol → (Panah)
Tombol → (panah) berfungsi untuk menunjukkan kursor dari address N ke G,
X, Z, F, dan H. Jika kursor di N dan tombol → ditekan, kursor akan maju ke
address G dan tombol → ditekan lagi, nyala kursor akan pindah ke address
X, begitu seterusnya.
20. Tombol - (Negatif) atau M
Tombol negatif berfungsi untuk menyatakan nilai masukan data X atau Z
bernilai negatif. Tombol negatif ditekan setelah menekan tombol nilai angka X
atau Z. Misalnya, nilai X- = -150 (-1,5 mm), maka diketik/ ditekan tombol
angka 1, 5, 0, dan tombol (-). Pada sajian angka nilai X akan muncul nilai
●150. Tanda negatif (●) berarti negatif dan dibaca negatif 150. Tombol negatif
(-) dapat juga menggunakan tombol M, yang artinya misclelaneous atau
pelaksanaan uji jalan (dry run).
21. Tombol INP/Tombol Memori
Tombol memori INP berfungsi untuk memasukkan data ke memori mesin. jika
nilai lintasan X - 25 mm akan disimpan ke memori mesin, diketik / ditekan
tombol 2, 5, 0, 0, dan INP Karena itu, data X = 25 mm sudah masuk ke
memori mesin/komputer.
22. Tombol DEL
Tombol DEL berfungsi untuk menghapus data per kata yang telah disimpan
memori mesin. MisaInya, data X = 2500 yang telah tersimpan akan dihapus,
ketik tombol DEL sehingga nilai X = 2500 akan terhapus dari memori mesin.
23. Tombol REV
Tombol REV berfungsi untuk memundurkan kursor dari nomor blok (address
N) yang besar ke nomor blok (address N) yang kecil. Misalnya, nyala lampu
kursor berada pada N15 akan dimundurkan ke N10 dengan menekan tombol
REV, maka kursor yang berada di N15 akan mundur ke N14, N13, N 12, N11,
dan N10. Setelah itu, lepaskan tekanan tombol REV setelah berada pada
nomor N10.
24. Tombol FWD
Tombol FWD berfungsi untuk memajukan nomor, blok program dari nomor
address N yang kecil ke nomor address N yang besar. Dengan menekan
tornbol FWD, kursor akan bergetak maju dari nomor blok program kecil ke
nomor blok program yang besar, misainya N10 ke N15.
25. Tombol START
Tombol START berfungsi untuk mengeksekusi (menjalankan) program
secara otomatis (terprogram). Tombol START ditekan setelah saklar operasi
mesin diputar ke posisi CNC.

3. Bagian Tampilan Program/Monitor


Berfungsi untuk menyajikan data program pengoperasian CNC, baik secara
manual maupun terprogram (CNC). Di adalam monitor akan terlihat/muncul
tampilan dari fungsi-fungsi tombol mulai dari kode perintah, koordinat dan fungsi-fungsi
lainnya.
Pada layar monitor dapat dibaca nilai masukan data yang diketik pada
papan/panel pengendali sehingga data masukan dapat diketahui kebenarannya.
Konstruksi dari monitor hampir sama dengan televisi atau monitor Kornputer
(lihat Gambar di bawah)
Gambar 12. Monitor