Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Kalau kita memperhatikan secara seksama keadaan di sekitar kita baik dalam lingkungan
tetangga kiri kanan kita maupun yang lebih luas lagi, maka akan kita jumpai orang yang
berpuasa namun juga menyakiti hati tetangga dan berbuka dengan barang haram.
Di waktu malam mengerjakan Sholat Tarawih tapi, itu adalah gerakan-gerakan monoton,
sedang hati melayang-layang memikirkan kelezatan duniawiah. Dua Puluh rokaat
melakukan Sholat Tarawih, padahal ALLAH mengetahui dua rokaat yang khusu’ itu lebih
baik dari pada dua puluh rokaat yang alpa dan lalai. Menyuruh anak-anak perempuan dan
istri berpuasa tetapi membiarkan mereka tidak sholat.
BAhkan lebih aneh lagi dari itu wanita-wanita yang haid dan nifas atau orang yang sedang
menderita sakit ikut-ikutan pula berpuasa, mereka menyangka bahwa itu merupakana
sebaik-baik kebajikan dan sautama-utamanya peribadatan.serta banyak orang yang
berpuasa namun tidak mengerti atau memahami apa arti dari puasa, rukun, syarat dan
seluruh kaidah puasa.

B. RUMUSAN MASALAH
1. pengertian Puasa
2. Syarat Wajib dan Sunah Puasa
3. Rukun Puasa
4. Hal-Hal yang membatalkan Puasa
5. Perbuatan yang di sunahkan dalam Berpuasa
6. Hikmah Puasa
7. Macam-Macam Puasa

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN PUASA
Pengertian Puasa menurut bahasa adalah menahan diri dari sesuatu. misalnya seseorang
dari berbicara maka ia tidak baerbicara dan apabila seseorang menahan makan berarti ia
tidak makan. ALLAH SWT berfirman dalam Surat Maryam : 26

“ maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia,
maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha
Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini."

adapun pengertian puasa menurut istilah syariat Islam adalah menahan diri dari makan dan
minum serta sesuatu yang membatalkan selama satu hari penuh mulai dari terbit fajar
hingga terbenamnya Matahari dengan beberapa syarat tertentu.
ALLOH SWT berfirman dalam Surat Al- Baqarah : 187

Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu;
mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah
mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah
mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan
ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang
bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu
sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu
2
beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya.
Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.
Perintah berpuasa tidak hanya di wajibkan kepada umat Nabi Muhammad SAW terhadap
umat terdahulupun sudah di wajibkan sebagaimana diterangkan dalam firman ALLOH
SWT dalam Surat Al-Baqarah : 183

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana


diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, ( Q.s Al-
Baqarah : 183 ).

B. SYARAT WAJIB DAN SUNAH PUASA


Syarat Wajib dan Sunah Puasa adalah segala sesuatu yang menyebabkan seseorang wajib
berpuasa.
Syarat Wajib Puasa adalah :
a. Beragama Islam
b. Berakal Sehat
c. Berbadan Sehat
d. Bermukim
e. Mampu Menjalankannya.
f. Baligh
f. Bagi kaum wanita tidak sedang haid/ nifas

Syarat Sah Puasa :


1. Islam
2. Mumayiz (dapat membedakan orang yang baik dengan yang tidak baik)
3. Suci dari darah haid (kotoran) dan nifas (darah sehabis melahirkan)
4. Dalam Waktu yang di perbolehkan Puasa padanya

3
C. RUKUN PUASA
a. Niat
Yaitu keinginan hati untuk berpuasa karena ingin melaksanakan perintah ALLAH
SWT. Rasulloh SAW bersada :

“ Bahwasanya sahnya amal-amal itu dengan niat ……. ( HR. Al- Bukhari )

Jika puasa wajib Ramadhan, niat wajib di lakukan pada malam hari sebelum fajar. Jika
puasa sunah kita boleh sah berniat setelah terbitnya fajar dan matahari telah meninggi
dengan syarat ia tidak minum dan memakan makanan apapun.

b. Imsak
Imsak yaitu menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum,
dan hubungan suami istri sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.

D. HAL – HAL YANG MEMBATALKAN PUASA


a. Makan atau minum dengan sengaja
b. Bersetubuh (berkumpulnya suami isteri)

Sebagaimana Ulama menyatakan bahwa masih banyak lagi perbuatan yang membatalkan
puasa. Beberapa perbuatan yang di maksud adalah sebagai berikut :
a. Muntah dengan sengaja
b. Keluar air mani dengan sengaja
c. Keluarnya dari haid/ nifas
d. Gila, ayan/ pingsan

4
E. PERBUATAN YANG DI SUNAHKAN DALAM PUASA
a. Menyegerakan Berbuka
Baca dan pahamilah Hadist berikut :
Dari Anas ra. ia berkata “ Rasulullah SAW berbuka sebelum Sholat Magrib dengan
Kurma. kalau tidak ada Kurma Beliau minum air beberapa teguk. “ HR. Abu Dawud “
b. Berdo’a Ketika Berbuka Puasa
Do’a ketika akan berbuka Puasa adalah sebagai berikut :

“ Ya ALLOH, untuk Mu aku berpuasa dan atas rezeki Mu aku berbuka . HR. Abu
Dawud dari Mu’ad Bin Zuhrah : 2011 )
c. Makan Sahur
Makan Sahur adalah makan pada malam hari dan di sunahkan pada akhir malam. Hal
ini di jelaskan pada hadist sebagai berikut :

Dari Anas ra. ia berkata “ Rasulullah SAW Bersabda ‘ Makan Sahurlah kamu, karena
sesungguhnya pada makan sahur itu terdapat berkah. HR. Al-Bukhari : 1789 dan
Muslim : 1835 )
d. Menggosok gigi pada waktu pagi
e. Memperbanyak Sedekah
f. Shalat Lail

F. HIKMAH PUASA
a. Sebagai rasa syukur kepada ALLAH SWT
b. Meningkatkan Iman dan Taqwa
c. Menumbuhkan rasa solidaritas terhadap sesama
d. Melatih Kesabaran
e. Melatih Kedisiplinan dan keteraturan dalam hidup

5
G. MACAM – MACAM PUASA
1. Puasa Wajib
Puasa Wajib berarti puasa yang harus dikerjakan oleh setiap Mukalaf (orang islam yang
sudah dewasa dan berkal sehat ). Apabila puasa wajib tidak di laksanakan (tanpa alasan
yang di benarkan agama) orang yang bersangkutan berdosa besar.

Puasa Wajib ada 3 macam :


a. Puasa Ramadhan
Puasa Ramadhan adalah Puasa Wajib yang dikerjakan karena datangnya bulan suci
ramadhan. puasa ramadhan di syariatkan sejak tahun kedua Hijrah (2 tahun setelah
Rasulullah SAW hijrah ke Madinah), kewajiban menjalankan Puasa Ramadhan telah
di tegaskan oleh ALLOH SWT, dalam Surat Al-Baqarah Ayat 183

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana


diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, ( Q.s Al-Baqarah :
183 ).
Untuk mengerjakan Puasa Ramadhan, kita harus mengetahui waktu masuknya Bulan
Ramadhan dapat di ketahui melalui beberapa cara sebagai berikut :
1). Rukyatul Hilal
Apabila cuaca tidak baik sehingga Hilal tidak mungkin terlihat, maka awal Bulan
Ramadhan di tetapkan dengan cara menyempurnakan Bulan Syakban menjadi 30
hari.
2). Mendenganr Berita tantang munculnya Hilal
3). Adanya Kabar Mutawatir (dari banyak orang) sehingga mustahil mereka sepakat
berdusta
4). Hisab (menghitung dengan ilmu Falaq) / Ilmu Perbintangan.

b. Puasa Nazar
Yaitu Puasa yang dilakukan karena menepati Nazar atau janji yang telah di ucapkan.
Puasa Najar terjadi karena adanya. Puasa Nazar adalah Puasa seseorang karena
bernazar. Telah kita ketahui bahwa Puasa Nazar adalah Puasa untuk menepati janji atau
6
Nazar yang di ucapkan. manfaat Puasa Nazar ialah cepat membebaskan diri dari sanksi
hukum ALLOH SWT.

c. Puasa Kafarat
Kafarat berarti denda / tebusan. Puasa Kafarat berarti Puasa yang dilakukan dengan
maksud untuk memenuhi denda atau tebusan. Puasa Kafarat Hukumnya wajib.
contoh puasa Kafarat antara lain :
- Puasa Kafarat dalam Ibadah Haji
- Puasa Kafarat karena melanggar sumpah/ janji
- Puasa Kafarat karena Sumpah Zihar
2. Puasa Sunah
Puasa Sunah adalah Puasa yang di anjurkan untuk di laksanakan, artinya jika tidak
melakukannya kita tidak mendapatkan dosa, tetapi jika di lakukan akan mendapat
pahala.
Puasa Sunah memiliki beberapa perbedaan dengan Puasa Wajib yaitu sebagai berikut :
1). Niat Puasa Sunah boleh di lakukan pada pagi hari, tidak harus sebelum fajar.
2). Puasa Sunah bole di batalkan.
3). Puasa Sunah tidak di bolehkan pada hari-hari yang dilarang untuk berpuasa.

Puasa Sunah ada 3 macam :


- Puasa Senin – Kamis
Salah satu di antara Puasa Sunah adalah Puasa pada hari Senin dan Hari Kamis
berkaitan dengan hal tersebut Rasulullah SAW Bersabda :

Dari Abi Qatadah ia Berkata Wahai Rasulullah aku melihatmu berpuasa pada hari
Senin dan hari Kamis “ Rasululloh Bersabda “ pada hari Senin aku di lahirkan dan
pada hari Kamis di turunkan Al-Qur’an. (HR. Abu Dawud : 2071)

- Puasa Syawal
Puasa Syawal adalah Puasa 6 Hari pada Bulan Syawal.

7
- Puasa Arafah
Puasa Arafah adalah Puasa satu hari pada tanggal 9 Bulan Zulhijah. Puasa Arafah
hukumnya Sunah bagi setiap orang yang beriman, kecuali bagi Jemaah Haji yang
sedang Wukuf di Padang Arafah. Puasa Arafah sangat besar manfaatnya pahala Puasa
Arafah dapat menghapus dosa-dosa kecil yang di lakukan selama 2 tahun, satu tahun
yang telah lalu satu tahun yang akan datang.

8
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Orang yang berpuasa adalah orang yang beriman yang telah mampu mengekang hawa
nafsunya, jadi ia akan menjadi orang yang disiplin alhasil ia akan menjadi orang yang taat
melaksanakan segala Hukum Agama, Al-Quran dan Sunah Rasul maupun Hukum Adat
ataupun Hukum Negara Pancasila dan UUD 1945 beserta segala Hukum ini.

B. SARAN
Marilah kita melaksanakan Puasa sebaik-baiknya dan Puasa dengan penuh Iman yang di
landasi dengan Niat Ikhlas karena ALLOH SWT dan mengharapkan keridhoan ALLOH
SWT semata-mata serta tidak hanya menahan haus dan lapar, tetapi juga menahan hawa
nafsu dari perbuatan yang tidak baik dan memenuhi segala rukun, syarat dan seluruh
kaidah Puasa.

9
DAFTAR PUSTAKA

Buku Khotbah Jum’at Kontemporer hal 130 – 131 oleh Drs. Alwisral Imam Zaidallah.
Penerbit KalamMulia.

Buku Penerapan Fiqih untuk kelas VIII Madrasah Tsanawiyah oleh T. Ibrahim – H. Darsono
Penerbit Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

10

Anda mungkin juga menyukai