Anda di halaman 1dari 13

SKIN / Integument / Cutaneous Layer(Junqueiras Basic Histology)

Rubiah Adawiyah 130110150132

- Kulit merupakan satu organ yang paling besar yaitu mencapai 15% sampai 20% dari total berat
badan.
- Disebut sebagai Integument (L.integumentum, covering) atau cutaneous layer. - - Tersusun atas:
 epidermis (lapisan epitel berasal dari ectodermal)
 dermis (lapisan jaringan ikat mesodermal). Terdapat junction irregular antara dermis dan
epidermis disebut dermal papillae interdigitate dengan invaginasinya epidermal ridges
untuk menguatkan ikatan antara dua lapisan. Dermal-epidermal interdigitation seperti (peg
and socket) bervareasi dikebanyakan kulit. Dan membentuk lekukan dan alur yang baik pada
kulit yang tebal di telapak tangan dan kaki, dimana lebih sering untuk bergesekan. Bentuk
lekukan tersebut unik pada masing2 individu.
 subkutan (merupakan jaringan ikat longgar yang biasanya merupakan tumpukan adipocytes)
 epidermal derivatives (rambut, kuku, sebaseous dan sweat glands)
Function
a. Melindungi tubuh dari injury dan juga infeksi
b. Mengatur body temperature;
c. Menyerap ultraviolet radiation, yang dibutuhkan untuk sintesis vit D
d. Terdiri dari receptors untuk sentuhan, temperature, and stimulus sakit dari external
environment ;
e. Kulit juga sebagai excretory organ dengan adanya sebaceous, sweat, and apocrine glands. 

Terdiri dari 3 lapisan :
a. epidermis
b. dermis
c. hypodermis

Tambahan epidermal
a. hair follicle
b. eccrine
c. apocrine sweat gland

Epidermis
- stratified squamous keratinized epithelium. Memiliki pembuluh darah yang sedikit sehingga
menerima nutrisi dan oksigen dari difusi dermis.
- Epidermis berada pada bagian superficial layer dari kulit
- Epidermis terutama terdiri dari epitel berlapis gepeng yang disebut keratinocyte yang
nantinya terbagi menjadi 4/5 layers.
- Tiga jenis sel-sel pada epidermis yang jumlahnya lebih sedikit adalah melanosit, sel
Langerhans, dan sel Merkel.
- Memiliki sel stratified squamous keratinized epithelium.
- epidermis 2ias beregenerasi secara konstan. Regeneration terjadi sekitar setiao 30 hari, dengan
adanya proses pengangkatan dengan aktifitas mitosis keratinocytes. Yang secara normal
terjadi pada malam hari.
Jenis lapisan epidermis berdasarkan ketebalannya :
1. Tebal : 400-1400 um contoh pada kulit telapak tangan dan telapak kaki
2. Tipis : 75-150 um seluruh badan kecuali
Juga ketebalan epidermis + dermis berbeda beda contoh: punggung (4mm), scalp (1.5mm).
Layers of the epidermis
a. Stratum basale (BL)
- merupakan lapisan epidermis paling
dalam
- berada diatas basal membrane dari kulit
(dermal epidermal junction / DEJ)
- terdiri dari selapis sel kuboid atau
columnar basofilik
- Tingginya aktifitas mitosis dan
bertanggung jawab dengan lapisan awal
atas produksi sel-sel epidermis secara
berkesinambungan
- Terdapat hemidesmosom untuk mengikat
ke bagian basal lamina dan terdapat
desmosome untuk mengikat ke lateral
dan upper surface
- Epidemis pada manusia diperbaharui
setiap 15-30 hari, begantung pada usia,
region tubuh dan faktor lainnya.
- Ciri penting dari semua keratinocytes pada stratum basale adalah cytoskeletal keratins,
filament intermediate dengan diameter sekitar 10 nm. Saat diferensiasi, sel berpindah ke atas
dan jumlah juga tipe filament keratin meningkat hingga mencapai setengahnya dari total
protein di superficial keratinocytes.
b. spinous layer (Stratum Spinosum) (the prickle cell layer)
- Merupakan lapisan tertebal, khususnya epidermal ridges. Dan terdiri dari sel polyhedral yang
memiliki central nuclei dengan nucleoli dan sitoplasma yang aktif mensintesis keratin.
- Berada di atas lapisan basal, kombinasi zona ini disebut dengan stratum germinativum.
- Filament intermediate (cytokeratin) yang berakumulasi di sel dan membentuk bundels disebut
tonofibrils.
- Bundle tonofibril bergabung dengan desmosomes untuk membentuk kontak yang kuat antara
keratin yang berdekatan. Ada juga tonofibril di basal layer tapi hanya beberapa meningkat
pada keratinocytes.
- Pada kulit yang mengalami gesekan dan penekanan seperti telapak kaki memiliki lapisan
stratum spinosum yang tebal dengan tonofibrils dan desmosomes yang banyak.

c. Stratum granulosum/ granular layer (GL)

- Tersusun dari basophilic keratohyalin granules.


- terdiri dari tiga sampai empat lapisan sel yang rata. Dimulai dari hilangnya bentuk polyhedral
dan digantikan oleh bentuk yang lebih flattened ke permukaan.
- Terdiri dari sitoplasma yang diisi dengan masa basophilic disebut keratohyalin granules, dan
berbeda dari cytokeratine tonofibrils dan terdiri dari protein yang kaya akan sulphur
containing amino acid yang berinteraksi dengan cytokeratin tonofibrils. Kombinasi tonofibril
dengan keratohyalin memproduksi keratin.
- Karakteristik ultrastruktural sel pada lapisan granular adalah membranous, golgi-derived
lamellar granules, small ovoid structures dengan beberapa lamellae yang berisi macam
macam lipids. Pada bagian akhir keratinocytes, lamellar granul akan exocytosis,
memproduksi lipid –rich, impermeable layer disekitar sel. Material ini akan membentuk
bagian utama skin’s barrier mencegah hilangnya air. Formasi barrier bersama sama dengan
keratinisasi dan produksi lipid rich layer akan membentuk batasan untuk penetrasi oleh
kebanyakan material asing.
d. Stratum Lucidum
- Hanya terlihat pada thick skin
- Terdiri atas lapisan tipis, translucent layer flattened eosinophilic keratinocyte.
- Organel dan inti telah menghilang dan sitoplasma hampir sepenuhnya terdiri dari filament
keratin dalam matriks yang padat (dense matrix)
e. Stratum corneum (SC)
- merupakan akhir dari deferensiasi keratinocyte
- Terdiri dari 15 sampai 20 lapisan squamous, keratinized cell . filament keratin terdiri paling
sedikit enam polypeptide yang berbeda. Disintesis saat sel diferensiasi pada lapisan immature.
- Sel yang telah kehilangan nuclei dan sitoplasma , hanya terdiiri dari flattened, struktur
keratinized, disebut squames diikat dengan hydrophobic dan memiliki Lipid rich intercellular
cement.
- Lapisan yang menyediakan mechanical protection kulit dan barrier water loss dan
penyaringan soluble substances dari environment, regulation permeability,hydration,
protection uv.
Sel-sel pada epidermis :

1. Melanocytes
- Warna kulit adalah hasil dari beberapa faktor, keratinocytes terdiri dari melanin dan carotene
dan sejumlah pembuluh darah di dermis.
- Melanocyte memproduksi eumelanin (pigmen hitam kecoklatan) yang ditemukan sepanjang
sel lapisan basal dan pada folikel rambut, pheomelanin (pada rambut merah)
- Melanocytes adalah turunan dari neural crest yang bermigrasi kedalam embryonic epidermis
stratum basale, dimana satu melanocyte terakumulasi untuk setiap lima atau enam basal
keratinocytes.
 Susunan ultrasutruktur melanocyte terdiri dari banyak mitokondria kecil, short cisternae of
RER, well developed golgi apparatus.

2. Langerhans cells
- Paling terlihat pada stratum spinosum
- Antigen precenting cell (APCs) disebut Langerhans cells, biasanya lebih jelas terlihat di
lapisan spinous. Mencapai Sekitar 2-8% pada sel epidermal.
- Sel langerhans merupakan sel darah turunan sumsum tulang yang mempu mengikat,
mengolah, dan menyajikan antigen untuk limfosit T dengan cara yang sama dengan sel
dendritic imun pada oranglain
- Langerhans cell + sel sel imun di dermis -> komponen imunitas adaptif kulit

3. Tactile/Merkel cells
- Merkel cell atau epithelial tactile cells, adalah
sensitive mechanoreceptor essensial untuk light touch
sensation.
- Dihubungkan oleh desmosomes dengan keratinocyte
pada lapisan basal epidermis. Banyak terdapat pada
kulit yang sensitive seperti fingertips dan base folikel
rambut. Karakteristiknya: small, golgi derived dense-
core neurosecretory granules berisi peptides. Bagian
permukaan basolateralnya kontak denagn terminal
discs of unmyelinated sensory fibers penetrating basal
lamina.

Dermis
- elemen struktur paling besar dan merupakan bagian mesodermal
- merupakan connective tissue yang mensupport epidermis dan mengikatnya ke bagian
hypodermis
- permukaannya irregular dan banyak tonjolan (dermal papilla) yang saling mengunci dengan
juluran-juluran epidermis (epidermal pegs or ridge)
- papilla dermis lebih banyak terdapat pada kulit yang sering mengalami tekanan karena tepat
papilla ini akan menguatkan hubungan dermis-epidermisnya
- terdiri dari 3 komponen sel :
a. fibrous matrix
b. diffuse matrix
c. filamentous matrix
- merupakan tempat adanya vascular, lympathic dan juga saraf
- merupakan tempat derivate epidermis seperti hair follicle dan kelenjar
- terdapat banyak serabut saraf pada bagian dermis : postganglionic fiber dan symphathetic
ganglia
- terdiri dari 2 lapisan :
a. Lapisan papillary (lapisan luar)
- Bagian mayor dari dermal papilla
- Terbentuk dari loose connective tissue dengan fibroblast, sel jaringan ikat lainnya
seperti sel mast, macrophage.
- Terdapat basement membrane->basal lamina dan reticular lamina.
- Ada kolagen tipe VII menyelip kedalam lamina basal dan mengikat dermis pada
epidermis.
b. Lapisan reticular (lapisan dalam)
- Lebih tebal, terbentuk dari irregular dense CT (bundle of collagen type I) \
- Lebih banyak fiber dan lebih sedikit sel daripada papillary layer

Subcutaneous tissue atau hypodermis


- terdiri atas jaringan ikat longgar yang mengikat kulit secara longgar pada organ-organ di
bawahnya
- berada di bagian bawah kulit
- mengandung sel-sel lemak yang jumlahnya bervariasi sesuai daerah tubuh dan ukuran yang
bervariasi sesuai dengan status gizi
- Suplai vaskular yang luas di lapisan subkutan meningkatkan ambilan insulin dan obat yang
disuntikkan ke dalam jaringan ini secara cepat.

Pembuluh dan reseptor kulit


Vessels :
- memiliki 2 mayor plexus (untuk fungus nutrisi)
1. Pada pertemuan antar hypodermis dan dermis
2. Sub papillary plexux (diantara lapisan dermis papilar dan reticular di permukaan)
- Fungsinya selain untuk nutrisi, bias juga untuk thermoregulatory yang banyak melibatkan
arteriovenous anastomoses/shunts yang berada di kedua plexus. Pada saat dingin blood flow
di papillary layer menurun sehingga heat loss berkurang dan meningkatkan bloodflow ketika
suhu panas agar heat loss meningkat sehingga suhu tubuh dapat constant.
Sensory receptor :
1. Unencapsulated
- tactile disc : untuk reseptor sentuhan
ringan
- Free nerve ending : merespon terhadap
suhu tinggi dan rendah, nyeri dan gatal, dan juga
reseptor taktil
- Root hair plexus : jaringan serabut
sensorik yang mengelilingi dasar folikel rambut di
reticular dermis yang mendeteksi gerakan rambut
2. Encapsulated (tactile mechanoreceptor)
- tactile corpuscle (meissener corpuscle)
bentuknya elips (30-75 um) letaknya tegak lurus
terhadap epidermis di papilla dermis dan lapisan
papilla di ujung jari, telapak tangan dan telapak
kaki.
- Reseptor ini mendeteksi sentuhan ringan
3. Lamellated corpuscle
- oval, 0,5 mm
- terdapat di reticular dermis/hypodermis
- Mendeteksi sentuhan kasar, tekanan dan
vibrasi
4. Krausse corpuscle dan ruffini corpuscle
- Pressure-sensing mechanoreceptor
Epidermal Derivates (Skin Apendages)
Rambut :
- Rambut adalah sel berkeratin yang berasal dari invaginasi epitel epidermis yang disebut
follicle rambut
- Semua bagian tubuh memiliki rambut kecuali telapak tangan, telapak kaki, bibir, gland penis,
klitoris dan labia minora
- Pertumbuhan rambut dimuka dan pubis
sangat dipengaruhi oleh hormone terutama
androgen
- Rambut memiliki beberapa periode yaitu
masa pertumbuhan (anagen), transition
(ctagen) dan rest phase (tetogen)
- Selama masa anagen (pertumbuhan)
follicle rambut memiliki pelebaran di distal
yang disebut dengan bulbus rambut.
Papila dermis akan menyelinap kedalam
dassar bulbus rambut dan mengandung
vascular untuk kelangsungan hidup folikel
rambut. Kemudian, sel epidermis yang
melapisi papilla dermis membentuk akar
rambut yang menghasilkan dan
berhubungan langsung dengan batang
rambut. Sel epitel yang menyusun bulbus
tersebut serupa dengan sel epitel pada
lapisan basala dan spinose epidermis. Sel
ini membelah secara continue kemudian terjadi
keratinaisasi yang kemudian berdiferensiasi menjadi
sel spesifik. Lapisan terdalamnya adalah medulla
kemudian korteks, kutikula, melanosit di bulbus
rambut mentransfer granul melanin ke dalam sel epitel
yang kemudian berdiferensiasi menjadi rambut.
- Struktur rambut :
a. Folikel rambut : invaginasi epidermis, memiliki 2
layer, lapisan epithelium pada bagian dalamnya
dan connective tissue pada bagian luarnya
b. Hairbulb : epitel hidupp yang dikelilingi rambut
kecil papilla
c. Root/akar : ada dalam folikel, tertanam dalam
lapisan kulit
d. Shaft : rambut yang memanjang hingga keluar
permukaan, terdiri dari outer curticle dan inner
medulla
- Terdapat arrector pili muscle (jika kontraksi akan
membuat rambut berdiri biasanya saat dingin untuk
trap warm air di dekat kulit)
- Warna rambut disebabkan oleh aktifitas melanosit
yang terdapat anta pailla dan sel-sel epithel akar
rambut

Nails :
- Kuku merupakan lempeng keratin yang keras dan fleksibel pada permukaan dorsal setiap
falang distal
- Bagian proksimal kuku adalah akar kuku yang dilapisi oleh lapisan kulit proksimal yang tipis
dan tidak memiliki kelenjar
- Stratum corneum epidermis terjulur dari lipatan kuku proximal membentuk eponikium atau
kutikula
- Lempeng kuku berkeratin menempel pada nail bed yang hanya memiliki lapisan basal dan
spinose. Lempeng kuku muncul dari matriks kuku. Sel matriks membelah, bergeser ke dital
dan mengalami keratinisasi membentuk akar kuku. Akar tersebut akan matang kemudian
membentuk lempeng kuku, ujung lempeng kuku yang tidak menempel pada bantalan kuku
disebut hiponikum
- Lempeng kuku yang transparan dan epitel tipis pada bantal kuku merupakan petunjuk yang
berguna untuk melihat jumlah oksigen dalam darah dengan melihat warna darah dalam
pembuluh dermis

Skin Gland
a. Sebaceous Gland :

- terbenam dalam dermis pada sebagian besar tubuh.


kecuali bagian yang tebal, glabrous skin palms dan
soles. Sekitar 100 kelenjar per sentimeter persegi kulit,
tetapi frekuensinya meningkat 400-900/cm2 pada
face dan scalp.
- Kelenjar sebaceous merupakan kelenjar acinar
bercabang dengan sejumlah acini yang bermuara
kedalam saluran pendek dan berakhir diatas
permukaan rambut.
- Folikel rambut dan kelenjar sebaseous membentuk
pilosebaseous unit. Stem cell pada tonjolan folikel
membentuk sel progenitor yang berhubungan dengan
kelanjar sebaseous. Pada bagian yang hairless seperti
penis, clitoris eyelids, nipples, sebaseous duct terbuka
langsung kedalam permukaan epidermal.
- Acini sebaseous gland adalah contoh dari sekresi
holocrine, memproduksi sebocytes, melepaskan lemak
sebagai produk sekretori utamanya, produknya disebut dengan sebum. Yang melapisi
permukaan epidermis dan hair shafts.
- Sebum adalah complex mixture lipid yang mengandung wax esters, squalene cholesterol,
trigliseride, yang dihidrolisis oleh enzim bacterial setelah sekresi. Sekresi oleh kelenjar
sebaseous meningkat pada saat pubertas, distimulasi utamanya oleh testosterone pada pria dan
ovarian juga adrenal androgen pada wanita. Sebum membantu mempertahankan stratum
corneum dan hair shafts dan juga memiliki antibacterial dan antifungal lemah.
b. Sweat Gland
- Sweat glands berkembang disepanjang invaginasi epidermal yang tertanam di dermis
- Derivat epiitel yang tertanam di dermis dan membuak ke permukaan kulit
1. Kelenjar keringat eccrine
- Distribusi luas di kulit dan paling banyak pada telapak kaki
- Sekitar 3 juta kelenjar keringat eccrine pada rata rata manusia dan masanya sebanding dengan
ginjal, dan memproduksi sekitar 10l/d
- Strukturnya terdiri dari :
1) bagian sekretorik berupa epitel kuboidal berlapis yang terdiri dari 3 tipe sel. Pertama, sel
jernih : berbentuk
pyramid atau
kolumnar
mengahsilkan
keringat. Kedua, sel
gelap : besifat
mucoid yang terisi
dengan granul berisi
glikoprotein dengan
fungsi mencakup
komponen imunitas
alami dan
bacterisdal. Ketiga,
sel mioepitelial di
bagian lamina basal
menghasilkan
kontraksi yang membantu melepaskan secret ke dalam ductus.
2) bagian ductus terdiri atas dua lapisan sel epitel yang bersifat asidofilik dan terisi dengan
mitokondria juga memiliki membrane yang kaya akan Na K ATPase
- Fungsi kelenjar keringat adalah pendinginan dan juga menghilangkan sejumlah nitrogen dan
kelebihan garam
- Dipersarafi oleh saraf colinergic
2. Kelenjar apocrine :
- Distribusi terbatas pada kulit ketiak dan region perianal.
- Perbedaan histologi dari kelenjar eccrine adalah lumen kelenjar apocrine lebih luas
- Bagian sekretoriknya adalah sel kuboidal eosinofilik dengan sejumlah besar granula sekretorik
yang mengalami eksositosis
- Lumen kelenjar apokrin menyimpan produk kaya protein dan sel mioepitel yang membantu
memindahkannya ke dalam muara ductus
- Produksi dari kelenjar ini adalah feromon
- Kelenjar ini dipersarafi oleh serabut adrenergic
PRURITUS MECHANISM

 Gatal = pruritus didefinisikan sebagai sensasi yang tidak menyenangkan pada kulit yang
menyebabkan munculnya keinginan untuk menggaruk atau mengosoknya
 Dibedakan menjadi:
o Akut (biasanya karena gigitan serangga dan bisa hilang dengan cara digaruk)
o Kronis diklasifikasikan lagi jadi:
 Dermatologis (biasanya karena penyakit di kulit seperti atopic dermatitis, eczema,
psoriasis, urticarial dan xerosis)
 Sistemik (disertai penyakit dari suatu organ selain kulit co: cholestatic pruritus dan
uremic pruritus)
 Neuropatik (adanya gangguan pada saraf yang dapat ditimbulkan dari suat penyakit di
CNS atau sistem saraf tepi co: multiple sclerosis, tumor otak, kompresi saraf)
 Psychogenic (karena gangguan psikologis atau psikiari co: obsessive-compulsive
disorder dan delusi parasitosis)
Neuroanatomy of itch
- Terdapat hubungan antara pruriceptive itch dgn nociceptive pain yang sama-sama muncul
sebagai sensasi psikologis yang disebabkan oleh stimulus
- Primary sensory nerve fiber yang menginervasi kulit dibagi menjadi 3 grup berdasarkan
derajat myelinasi, diameter dan velositas konduksi:
o Thick myelinated αβ fibers (transmit sensasi taktil)
o Thinly myelinated αδ fibers (konduksi thermal dan sensasi nyeri/gatal)
o Unmyelinated C-fibers (konduksi thermal dan sensasi nyeri/gatal) -> makanya
biasanya gatal akan lebih parah ketika kondisi hangat
- Reseptor rasa gatal terletak di epidermis yang ditransmisi oleh unmyelinated, slow
conducting C-fibers yang nantinya ekstensi ke dermo-epidermal junction dgn free ending
yang penetrasi ke dalam epidermis dmn sensasi akan terdeteksi
- Badan sel dari serabut ini ada di dorsal root ganglia (diluar spinal cord) lalu sensasi
tersebut akan di transmisi oleh secondary transmission neuron yang ascend via
contralateral spinothalamic tract ke thalamus brain.
Cellular anatomy of itch
- Mediator of itch (pruritogen) didefinisikan sebagai substansi yang muncul setelah induksi
pada kulit dapat menimbulkan sensasi gatal dan rasa ingin menggaruk
- Mediator ini berinteraksi dengan molecular detector seperti ion channels pada serabut
saraf atau keratinocytes. Reseptor ini termasuk dalam G-protein coupled receptor (GPCR)
family
- Mediator-mediator ini adalah:
o Histamine
 Disinesis oleh amino acid dan direlease oleh di mast cell kulit
 Histamine menghasilkan rasa gatal via H1 resepor
o Prostaglandin (prostanoids)
 Meningkatkan histamine dgn cara mengakticasi PGE2
 PGE2 puya fungsi langsung, low-level pruritogenic effect
o Protease (PARs)
 Dihasilkan oleh dermal mast cells, yaitu: tryptase dan chymase
 Kedekatan DMC dengan afferent c neuron terminal di kulit
menyebabkan adanya hubungan rasa gatal yg diinduksi oleh tryptase
 Aktivasi mast cells -> releases tryptase -> aktivasi PAR-2 reseptor
(yang mengidentifikasi GPCR subfamily di C fiber terminal) -> aktivasi
C fiber untuk mentransmisi ke CNS -> sensai gatal
o Substance p (SP)
 Neuropeptide yang disintesis oleh badan sel daari C neurons dan
menyebabkam vasodilatasi dan meningkatkan vascular permeability
 SP dapat mengaktivasi neurokinin 1 receptor di mast cells ->
mengsensitisasi mast cells -> meningkatkan produksi TNF-α (sensitive
nociceptive nerve ending jadi kaya lebih ningkatin komunikasi nerve
ama mast cells (?))
o Opioid
 Poten neurotransmitter yang punya fungsi sebagai central dan perifer
itch producing acton
 Mekanismenya: degranulasi dari cutaneous mast cell dan direct central
dan peripheral pruritogenic effect dgn aktivasi μ-opioid receptor
o Neurotrophins
 NGF adalah prototypical neurotrophin, sebuah factor yang meregulasi
pertumbuhan dan fungsi sel saraf
 Peningkatan NGF berkorelasi dgn proliferasi dari terminal cutaneous
nerves dan upregulasi neuropeptide
 NGF dapat menginduksi pertumbuhan baru dari serabut saraf,
sensitisasi dari nerve ending, axonal transport di spinal ganglia, dan
meningkatkan neuropeptide serta mengkontrol tanggungjawab neuron
ke stimulus eksternal
o Interleukins
 Cytokine IL-2 dan IL-6 induces itch